Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN INDIVIDU

ANATOMI PERBANDINGAN HEWAN


NAMA

: ANDRI NINDYA KARINA

NIM

: H41112329

KELOMPOK

: II (DUA) A

HARI/TANGGAL

: JUMAT / 13 NOVEMBER 2013

ASISTEN

: JULIAR NUR

LABORATORIUM ZOOLOGI JURUSAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Anatomi berasal dari bahasa Yunani, anatomia, dari anatemnein yang
berarti memotong. Anatomi sendiri berarti cabang dari ilmu biologi yang
berhubungan dengan struktur dan organisasi dari makhluk hidup. Sedangkan
menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, anatomi dapat diartikan sebagai ilmu
yang melukiskan letak dan hubungan bagian-bagian tubuh manusia, binatang, atau
tumbuh-tumbuhan. Anatomi hewan berarti penjelasan tentang struktur tubuh
bagian dalam hewan beserta organisasinya (Parker, 1951).
Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Tulang
belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau
notokorda (korda dorsalis). Notokorda vertebrata hanya ada pada masa embrionik,
setelah dewasa akan mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh
sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae). ubuh vertebrata mempunyai tipe
simetri bilateral dan bagian organ dalam dilindungi oleh rangka dalam atau
endoskeleton, khusus bagian otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak
(kranium). Bagian terluar tubuh vertebrata berupa kulit yang tersusun atas
epidermis (lapisan luar) dan dermis (lapisan dalam). Kulit vertebrata ada yang
tertutup dengan bulu ada juga yang tertutup dengan rambut (Parker, 1951).
Hewan vertebrata yaitu hewan yang bertulang belakang atau punggung.
Memiliki struktur tubuh yang jauh lebih sempurna dibandingkan dengan hewan
Invertebrata. Hewan vertebrata memiliki tali yang merupakan susunan tempat
terkumpulnya sel-sel saraf dan memiliki perpanjangan kumpulan saraf dari otak.

Tali ini tidak di memiliki oleh yang tidak bertulang punggung. Dalam memenuhi
kebutuhannya, hewan vertebrata telah memiliki system kerja sempurna peredaran
darah berpusat organ jantung dengan pembuluh-pembuluh menjadi salurannya
(Haneda, 2012).
Vertebrata merupakan subfilum dari Chordata yang memiliki anggota yang
cukup besar dan paling dikenal. Tubuh dibagi menjadi tiga bagian yang cukup
jelas; kepala, badan, dan ekor. Kepala dengan rangka dalam, cranium didalamnya
terdapat otak, karena mempunyai cranium ini. Vertebrata dikenal juga sebagai
craniata (Ruslam, 2007). Berdasarkan teori diatas maka laporan ini disusun untuk
membuat perbandingan mengenai hewan vertebrata dari kelas pisces, amfhibia,
reptil, aves, dan mamalia.
I.2 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan laporan ini untuk membandingkan perbedaan anatomi
pada masing-masing kelas pada vertebrata yaitu pisces, amphibia, reptil, aves, dan
mamalia.
I.3 Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan laporan ini adalah untuk memudahkan pembaca
dalam membandingkan perbedaan anatomi dari masing-masing kelas pada
vertebrata.
I.4 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu, pada pukul 14.00-17.00
WITA, bertempat di Laboratorium Zoologi dan Laboratorium Biologi Dasar,
Universitas Hasanuddin, Makassar.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Dalam morfologi setiap kelas hewan vertebrata terdapat perbedaan satu


sama lain. Maka secara otomatis anatominya pula akan terjadi perbedaan baik
bentuk, lay out, maupun ukuran dari masing-masing bagiannya. Perbedaan itu
akan diketahui jika ddilakukan pembedahan terhadap jenis masing-masing kelas.
Kemudian dilanjutkan dengan pengamatan yang cermat dan teliti. Sehingga akan
dapat dilakukan perbandingan anatomi dari kelompok hewan vertebrata (Yulianti,
2007).
Kingdom Animalia dapat disebut juga dengan dunia hewan. Dimana segala
mahluk yang mempunyai karakteristik menyerupai hewan ada di dalam dunia ini.
Berdasarkan ada tidaknya tulang belakang, hewan dibedakan menjadi 2 yaitu:
hewan avertebrata (tidak bertulang belakang) dan hewan vertebrata (hewan
bertulang belakang). Vertebrata merupakan sub-filum dari filum Chordata yang
bisa diklasifikasikan menjadi 5 kelas, yaitu ikan (pisces), amfibi (amphibi), reptil,
burung (aves) dan hewan menyusui (mamalia) (Djuhanda, 1973).
Sesuai dengan namanya, kelompok hewan Vertebrata memiliki kolumna
vertebralis (ruas-ruas tulang belakang). Jadi korda dorsalis (kerangka sumbu
primer = notokorda) hanya terdapat pada masa tingkatan embrio. Vertebrata
disebut juga Craniata karena semua hewan vertebrata sudah memiliki otak, yang
terlindung dalam Kranium (tulang-tulang tengkorak). Hewan vertebrata secara
umum memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Parker 1951) :
a. Mempunyai tengkorak (cranium) berupa kotak tempat otaknya (karena itu
disebut juga Craniata) dan ruas tulang belakang (vertebrata) untuk sumbu

penguat tubuh, kerangka terletak di dalam tubuh untuk tempat melekatnya


otot rangka.
b. Tubuh simetri bilateral, terdiri dari kepala, leher, badan, dan ekor, sistem alat
tubuh beruas-ruas, kulit terdiri dari lapisan epidermis dan dermis.
c. Mempunyai rongga tubuh (coelom) yang dindingnya dilapisi selaput
peritonium.
d. Alat pencernaan memanjang di bawah/ depan tulang bealakang, ulat saraf di
atas/ belakang saluran pencernaan.
e. Jantung terdiri dari dua, tiga, atau empat ruang.
Tubuh vertebrata mempunyai tipe simetri bilateral dan bagian organ dalam
dilindungi oleh rangka dalam atau endoskeleton, khusus bagian otak dilindungi
oleh tulang-tulang tengkorak (kranium). Bagian terluar tubuh vertebrata berupa
kulit yang tersusun atas epidermis (lapisan luar) dan dermis (lapisan dalam). Kulit
vertebrata ada yang tertutup dengan bulu ada juga yang tertutup dengan rambut
(Djuhanda, 1973)
Organ dalam, seperti organ pencernaan, jantung, dan pernapasan terdapat
didalam suatu rongga tubuh atau selom. Vertebrata memiliki alat tubuh yang
lengkap, yang menyusun sistem organ tubuhnya meliputi sistem pencernaan yang
memanjang dari mulut hingga anus, sistem peredaran darah tertutup (darah
mengalir di dalam pembuluh darah), alat ekskresi berupa ginjal, alat pernapasan
berupa paru-paru atau insang, sepasang alat reproduksi (kanan dan kiri) serta
sistem endokrin yang berfungsi menghasilkan hormone (Djuhanda, 1973).
Pada umumnya tubuh hewan vertebrata memiliki penyusun dasar berupa
(Jansin, 1884) :
1. Jaringan pada hewan
Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk yang sama dan
melakukan suatu fungsi tertentu. Jaringan hewan terdiri dari :
a. jaringan epitel,

b. jaringan ikat,
c. jaringan otot, dan
d. jaringan syaraf. Berbagai jenis jaringan tersebut menyatu dalam berbagai
organ dan memunculkan fungsifungsi tertentu pada organ tersebut.
Misalnya lambung tersusun dari berbagai macam jaringan tersebut.
berikut. Fungsi lambung adalah untuk membantu proses pencernaan
secara mekanik dan kimiawi
2. Sistem organ pada hewan
Seluruh hewan multiseluler tersusun atas lebih banyak sel. Di dalam tubuh selsel tersebut tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan membentuk suatu sistem
kerjasama. Kerjasama antara sel itulah yang memungkinkan berlangsungnya
aktivitas kehidupan. Kita sudah pelajari sel-sel yang sama bentuk dan fugsinya
membentuk jaringan. Bermacam jaringan menyusun tubuh. Untuk dapat
melaksanakan tugas yang lebih kompleks, antar jaringan perlu adanya
kerjasama.
3. Organ tubuh
Kumpulan jaringan yang saling bekerja sama untuk melaksanakan fungsi
tertentu disebut organ. Beberapa contohnya : paru-paru, jantung, lambung,
limpa, hati, pankreas, dan usus. Organ-organ tersebut kemudian juga bekerja
sama untuk melaksanakan fungsi atau tugas tertentu. Kumpulan organ-organ
tersebut kita sebut sistem organ. Hidung, laring, trakea, paru-paru adalah
organ-organ yang membentuk sistem (organ) pernafasan.
Embriogenesis ( Pembelahan atau segmentasi ) adalah perkembangan
setelah terjadi zigot dari hasil fertilisasi.Ada 2 cara perkembangan dari zigot yaitu
secara pembelahan (segmentasi) dan blastulasi dan akan dilanjutkan dengan
perkembangan embryo secara gastrulasi. Pada proses pembelahan sangat
dipengaruhi oleh tipe telur dan juga jumlah yolk, sehingga terjadi tipe pembelahan
secara

holoblastik

dan

meroblastik.

Selain

tipe

pembelahan

tersebut,

bentuk pembelahan akan bersifat radial dan bilateral simetris. Pada blastulasi tidak
terjadipertumbuhan, sebaliknya pada gastrulasi terjadi perubahan bentuk embrio
dan terjadipertumbuhan embrio (Parker, 1951).
Proses pembelahan atau segmentasi adalah proses pada setiap organisme
multiseluler yang memperbanyak diri melalui pembelahansel-selnya, karena di
dalam tubuh organisme itu sendiri mempunyai keterbatasan fungsidalam
melaksanakan kegiatan hidupnya, dimana sel-sel itu muncul melalui proses
mitosis maupun meiosis. Pembelahan mitosis dimaksudkan untuk membangun
tubuh, sedangkan pembelahan meiosis untuk membentuk membentuk generasi
berikutnya. Organisme itu dibangun dari satu sel yaitu sel telur yang sudah dibuahi
yang disebut zigot, melalui serangkaian pembelahan mitosis yang berjalan cepat
dan perkembangan selnya (Jansin, 1884).
A. PISCES
Pisces memiliki habitat di air dengan alat pernafasan berupa insang. Hewan
ini mempunyai sirip yang berfungsi untuk menentukan arah gerak di dalam air dan
memiliki gurat sisi untuk mengetahui tekanan air. Termasuk hewan berdarah
dingin (poikiloterm), yaitu suhu tubuh disesuaikan dengan lingkungan. Pisces
berkembang biak dengan bertelur (ovipar). Berdasarkan jenis tulangnya ikan
dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu (Slem, 2009) :
a. Chondrichthyes atau ikan tulang rawan
Kegiatan belajar ini membahas tentang kelompok ikan tidak berahang yang
termasuk kelas Agnatha. Kelas ini meliputi 2 ordo: Myxiniformes dan
Petromyzontiformes. Kedua kelompok ini memiliki persamaan dan
perbedaan, terutama berkaitan dengan mulut, sirip dan celah insang.
Disamping kelas Agnatha, kegiatan belajar ini juga membahas kelas
Chondrichthyes, yaitu ikan-ikan yang kerangkanya berupa tulang rawan, dan

sesungguhnya tulang rawan ini bukan menunjukkan keprimitifannya


melainkan merupakan ciri sekunder. Kelas ini mencakup 2 subkelas:
1) Subkelas Elasmobranchii yang dibedakan atas ordo Squaliformes dan
ordo Rajiforms. Ordo Squaliformes mencakup semua jenis ikan hiu,
sedangkan ordo Rajiformes mencakup jenis-jenis ikan pari. Terdapat
beberapa perbedaan antara ikan hiu dan ikan pari yaitu dalam hal: letak
celah insang, perlekatan sirip dada dan ujud dari ekornya.
2) Subkelas Holocephali mencakup jenis ikan langka yang disebut ikan
tikus. Ikan ini tidak mirip dengan ikan hiu ataupun ikan pari dalam hal:
bentuk tubuh dan jumlah celah insang.
contoh : ikan pari, ikan hiu dan ikan cucut.

b. Osteichthyes atau ikan tulang keras


Osteichthyes mencakup semua jenis ikan dengan kerangka berasal dari
bahan tulang sejati. Ada kelompok besar ikan bertulang sejati ini. Satu
kelompok sangat penting artinya dalam perjalanan evolusi hewan darat
(Tetrapoda) dan kelompok yang lain berkembang menjadi ikan-ikan maju
seperti kita kenal sekarang ini. Ikan-ikan yang dipandang penting dalam
perjalanan evolusi Tetrapoda adalah ordo Coelacanthiformes, sedangkan
yang berkembang menuju ikan-ikan modern masa sekarang adalah
Actinopterygii. contoh : ikan mas, ikan gurami, ikan tongkol.

Sistem pencernaan pada pisces terdiri atas organ-organ, organ-organ


tambahan, organ-organ pelengkap. Pencernaan adalah proses penyederhanaan
makanan melaului cara fisik dan kimia, sehingga menjadi sari-sari makanan yang
mudah diserap di dalam usus, kemudian diedarkan ke seluruh organ tubuh melalui
sistem peredaran darah. Saluran pencernaan terdiri dari (dari arah depan/anterior
ke arah belakang/posterior) berturut-turut : mulut/rongga mulut, esophagus,
lambung, hati, empedu, pankreas, dan usus. Organ tambahan yaitu ginjal, hati,
empedu dan kelenjar pankreas (Brotowidjoyo, 1993).
Sistem sirkulasi adalah sistem yang berfungsi untuk mengangkut dan
mengedarkan O2 dari perairan ke sel-sel tubuh yang membutuhkan, juga
mengangkut enzim, zat-zat nutrisi, garam-garam, hormon, dan anti bodi serta
mengangkut CO2 dari dalam usus, kelenjar-kelenjar, insang, dan sebagainya,
keluar tubuh. Organ-organ : Jantung, pembuluh nadi (aorta, arteri) dan pembuluh
balik (vena), dan kapiler-kapiler darah. Bahan yang diedarkan : darah (plasma
darah dan butir-butir darah). Jantung ikan berfungsi memompa darah ke seluruh
bagian tubuh. Beda jantung ikan dengan jantung hewan lain ada alat pacu jantung
yg memungkinkan jantung terus berdenyut walaupun otak sudah rusak. Bagianbagian jantung (Brotowidjoyo, 1993) :
a. Atrium berdinding tipis
b. Ventrikal berdinding tebal, sebagai pemompa darah
c. Bulbus arteriosus
Sebelum atrium, terdapat sinus venosus (SV) yang mengumpulkan darah
berkadar CO2 tinggi, berasal dari organ-organ tertentu. Darah dari SV masuk ke
dalam atrium melalui katup sinuautrial, dari atrium darah masuk ke dalam
ventricle melalui katup atrioventricular. Dari ventrikel darah ditekan dengan daya
pompa padanya, menuju ke arah aorta ventralis, menuju ke insang. Di insang

terjadi pertukaran O2 dengan CO2 (pada sistem pernafasan) dan seterusnya darah
dengan kandungan O2 tinggi diedarkan ke daerah kepala, ke bagian dorsal, ke
ventral, dan ekor setelah mengedarkan nutrisi dsb, kembali ke jantung dan
seterusnya (Sleem, 2009).
Sistem pertukaran CO2 (sisa-sisa proses metabolisme tubuh yang harus
dibuang) dengan O2 (berasal dari perairan, dibutuhkan tubuh untuk proses
metabolisme dan sebagainya). Organ-organ pernafasan (Brotowidjoyo, 1993):
a. Terutama insang: mengambil O2 dari perairan
b. Organ tambahan: paru-paru, labirin, dsb, mengambil O2 dari udara. Kulit dan
kantung kuning telur pada embrio dan larva
c. Insang, bagian-bagiannya :
Tulang lengkung insang
Tulang tapis insang
Daun insang
Sistem saraf dan hormon kedua sistem ini dapat dikatakan sebagai sistem
koordinasi untuk mengantisipasi perubahan kondisi lingkungan dan perubahan
status kehidupan (reproduksi dsb). Perubahan lingkungan akan diinformasikan ke
sistem saraf (saraf pusat dsb), saraf akan merangsang kelenjar endokrin untuk
mengeluarkan hormon-hormon yang dibutuhkan hormon dikirim ke organ target
dan aktivitas metabolisme akan merangsang jaringan-jaringan untuk bergerak.
Sistem saraf terdiri dari (Brotowidjoyo, 1993) :
a. Sistem cerebro spinal : Sistem saraf pusat : otak dan tulang punggung dan
Sistem saraf tepi
b. Sistem otonomi : simpati dan parasimpati
c. Organ-organ khusus : hidung, telinga, dan mata.
B. AMPHIBIA
Amfibi berasal dari kata dalam bahasa Yunani amphis yang berarti rangkap
dan bios yang berarti hidup. Oleh karena itu, amfibi diartikan sebagai hewan yang
umumnya hidup di dua alam yaitu di darat pada fase dewasanya dan di air pada

fase larvanya. Amfibi merupakan hewan tetrapoda pertama yang mengalami


peralihan dari kehidupan di air ke kehidupan di darat (Sleem, 2009).
Amphibia merupakan hewan yang dapat hidup pada dua habitat, yaitu darat
dan air, namun tidak semua jenis Amphibia hidup di dua tempat kehidupan.
Beberapa jenis katak, salamander, dan caecilian ada yang hanya hidup di air dan
ada yang hanya di darat. Namun habitatnya secara keseluruhan dekat dengan air
dan tempat yang lembap seperti rawa dan hutan hujan tropis. Hewan ini bernafas
dengan insang dan paru-paru dan memiliki suhu badan poikiloterm, berkembang
biak dengan bertelur (ovipar) dan pembuahan terjadi di luar tubuh (eksternal).
Dengan demikian Amphibia dapat dibagi menjadi 4 ordo (Sleem, 2009) :
a. Ordo Apoda, Ciri-ciri ordo apoda, antara lain :
1) Tubuh berbentuk gilik (bulat panjang)
2) Tidak memiliki tungkai dan ekor
3) Kulit beralur-alur melintang seakan-akan berkerut
4) Sisik menempel pada alurnya
5) Ekor pendek, mata tanpa kelopak
6) Antara mata dan hidung ada tentakel yang dapat ditonjolkan
7) Ovivar atau ovovivivar, hanya terdapat di daerah tropis,
contoh: Ichthyosis alutinosus
b. Ordo Caudata, Adalah amphibi yang pada bentuk dewasa mempunyai ekor.
Ciri-ciri Ordo Caudata, yaitu :
1) Tubuh dapat dibagi 4 bagian : kepala, badan, ekor (kaudal), ekstrimitas
2)
3)
4)
5)

(pergerakan)
Tidak memiliki sisik
Gigi terdapat pada rahang
Bentuk larvanya mirip dengan dewasa
kakinya
kira-kira
sama
besar,

contoh

: Megalobatrachus

Japonicus (Salamander raksasa, China dan Jepang, kira-kira 150


cm), Ambystomatigrium, Hynobius sp. dan Ronadon sp. (Asia) Katak
pohon (Polypedates sp.).
6) Ordo Caudata memiliki 4 sub ordo, yaitu :
Sub ordo Cryptobranchoida
Sub ordo Ambystomatoida
Sub ordo Salamandroida

Sub ordo Proteida


c. Ordo Anura, Hewan pada ordo ini adalah yang paling sering dilihat,
contoh: Katak bangkong (Bufo terrestris, Bufo boreas) dan Kodok
hijau (Rana pipiens). Ciri-ciri ordo Anura :
1) Tubuhnya pendek, lebar ada juga yang ramping
2) Bersifat kaku (sesuai dengan tulang belakang)
3) Tungkai depan lebih pendek dari pada tungkai belakang
4) Antara kepala dan bahu tidak ada pembatas
5) Jongkok merupakan posisi berdirinya
6) Pada hewan dewasa tidak mempunyai ekor
7) Antara jari-jari kaki ada selaput (kulit) untuk berenang
8) Fertilasi eksternal
9) Metamorfosis nyata dan mencolok.
Amphibia mempunyai susunan otot lidah mula-mulanya berfungsi untuk
menyemprotkan hasil sekresi dari kelenjar lidah (linguales) yang dilengkapi
papilla pada lidahnya dan indera pengecap. Disini juga terdapat kelenjar tunggal
glandula intermaksilaris yang terletak di depan rongga hidung diantara
premaksilla dan bermuara di depan ronga mulut yang berfungsi untuk membasahi
lidah. Gigi dapat ditemukan pada tulang spinal, premaksilla, dan dentale serta
beberapa tulang dari langit-langit (Djuhanda, 1982).
Kerongkongan adalah salah satu organ pencernaan makanan yang terletak di
sebelah dorsal dari tenggorokan. Kerongkongan pada bangsa ikan dan amphibian
lebih pendek daripada bangsa reptilian karena pada bangsa ikan dan amphibian
tidak mempunyai leher (Kent, 1983).
Sistem pencernaan pada katak terdiri dari lambung yang menggembung
besar, usus halus yang melingkar-lingkar. Pada lambung melekat kalenjar
pankreas. Saluran dari hati bersatu dengan saluran dari pankreas, bermuara di usus
duabelas jari. Agak ke tengah dekat usus duabelas jari, terdapat benda bulat
berwarna coklat, yaitu limpa. Usus halus sangat panjang, tetapi usus tebal sangat
pendek. Di tengah-tengah agak menempel punggung, terdapat ginjal sepasang,

panjang, panjang, dan berwarna coklat. Didepan ginjal tampak pembuluh vena
besar. Di belakang ginjal terdapat pula pembuluh darah besar yaitu aorta
(Mahardono 1980).
Pernapasan katak dengan berbagai cara. Misalnya dengan kulitnya yang tipis
dan lembab. Juga dengan selaput mulutnya, sehingga katak sering tampak
memompa udara ke mulut, dengan menggerak-gerakkan rahang bawahnya. Cara
yang ketiga ialah dengan paru-paru. Paru-parunya mirip suatu percabangan usus
belaka. Bentuknya panjang, tipis, dan meruncing ke ujung. Karena dari lubang
hidung ada saluran yang langsung ke rongga mulut, maka katak tidk memiliki
farings, tetapi langsung ke larings (Mahardono, 1980).
Sistem urinaria merupakan organ utamanya dari sistem ini adalah ginjal,
bentuknya memanjang, berwarna merah pekat. Pada bagian tengahnya terdapat
struktur yang memanjang berliku-liku berwarna merah muda, yaitu glandula
suprarenalis yang menghasilkan hormon adrenalin. Urine yang duhasilkan ginjal,
dialirkan melalui ureter pada betina, atau melalui duktus urospermatikus pada
yang jantan, keluar dari kloaka ( Mahardono, 1980).
C. REPTIL
Reptilia (dalam bahasa latin, reptil = melata) memiliki kulit bersisik yang
terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berfungsi mencegah kekeringan. Ciri lain
yang dimiliki oleh sebagian besar reptil adalah : anggota tubuh berjari lima,
bernapas dengan paru-paru, jantung beruang tiga tau empat, menggunakan
energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan
poikiloterm, fertilisasi secara internal, menghasilkan telur sehingga tergolong
ovipar dengan telur bercangkang (Yulianti, 2007).
Reptilia mencakup tiga ordo besar yaitu Chelonia atau Testudines (reptilia
bercangkang), Squamata atau Lepidosauria (reptilia dengan kulit bersisik) , dan

Crocodilia (bangsa buaya). Bangsa kura-kura mempunyai cangkang (perisai) yang


keras disebut dengan karapaks (bagian atas) dan plastron (bagian bawah)
(Yulianti, 2007).
Sebagai hewan darat yang hidup di lingkungan kering, kulitnya memiliki
lapisan bahan tanduk yang tebal. Lapisan ini mengalami modifikasi menjadi sisiksisik. Kulit sedikit sekali mengandung kelenjar kulit. Ada di antaranya yang selain
mempunyai sisik epidermis juga mempunyai sisik dermis, misalnya buaya. Pada
anggota Lacertilia pengelupasan kulit terjadi sedikit demi sedikit, sedangkan pada
ular terjadi sekaligus. Reptil termasuk Tetrapoda sehingga memiliki 4 buah
tungkai atau kaki, tetapi ada pula di antara anggota-anggotanya yang tungkainya
mereduksi atau menghilang sama sekali. Menghilangnya tungkai-tungkai itu
merupakan ciri sekunder, atau wujud adaptasi terhadap lingkungan. Hewan reptil
berkloaka dengan celah berbentuk transversal atau longitudinal. Sebagai hewan
darat

reptil

telah

memiliki

langit-langit

sekunder,

dan

pada

buaya

perkembangannya telah sempurna. Semua reptil bergigi kecuali kura-kura.


Perlekatan gigi-gigi itu ada yang acrodont, pleurodont, thecodont (Slem, 2009).
Pada anggota Lacertilia, lidah berkembang baik dan dapat digunakan sebagai
ciri penting untuk klasifikasi. Alat pendengar, ada yang dilengkapi dengan telinga
luar dan ada yang tidak. Mata ada yang berkelopak dan dapat bergerak, ada pula
yang kelopaknya tidak dapat bergerak serta berubah menjadi bangunan transparan.
Reptil jantan memiliki alat kelamin luar berupa sebuah penis atau satu pasang
hemipenis (Yulianti, 2007).
D. AVES
Setiap burung tubuhnya ditutupi bulu, sehingga bulu merupakan ciri spesifik
burung, yang tidak dimiliki oleh kelompok Tetrapoda lainnya. Pada hakikatnya
bulu berfungsi sebagai alat untuk terbang, karena burung merupakan
perkembangan filogenetik dari reptil yang tak terbang. Bulu diduga berasal dari

modifikasi sisik-sisik reptil yang menjadi moyang burung. Selain itu bulu juga
berfungsi untuk menjaga suhu tubuh burung agar tetap tinggi (Parker, 1951).
Sebelum burung benar-benar dapat terbang ada suatu bentuk makhluk yang
sebagian ciri-cirinya menyerupai burung dan sebagian yang lain menyerupai
reptil. Bentuk ini dipandang atau dianggap sebagai bentuk perkembangan reptil
menuju burung. Makhluk yang fosilnya ditemukan di Jerman ini diberi nama
Archaeopteryx lithographica. Berdasarkan atas kemampuan terbangnya, burung
dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu Ratitae yang anggota-anggotanya tidak
dapat terbang karena alat-alat terbangnya tidak memadai. Kelompok kedua adalah
Carinatae yang mencakup burung-burung yang mampu terbang, bahkan ada yang
sangat pandai terbang (Iqbal, 2008).
Anggota gerak (tungkai) dua pasang. Tungkai depan berupa sayap yang
berfungsi untuk terbang. Tungkai belakang berfungsi untuk bertengger, berjalan,
atau berenang. Sistem pencernaan makanan sempurna dari mulut
kerongkongan tembolok lambung kelenjar lambung otot atau empedal
(ventrikulus) berdinding tebal usus halus terdiri atas duodenum, jejunum, dan
ileum yang digantung oleh mesentrium usus besar (terdapat sepasang usus
buntu diantara usus halus dan usus besar) bermuara pada kloaka di bawah ekor.
Empedal pada aves (burung) berfungsi untuk menghancurkan makanan.
Mempunyai kelenjar ludah, kelenjar pancreas, dan hati yang menghasilkan
empedu (Iqbal, 2008).
E. MAMALIA
Nama Mamalia berasal dari ciri utama anggota-anggota (hewan) yang
memiliki glandula mammae. Selain itu ciri lainnya adalah memiliki rambutrambut, yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari pengaruh panas maupun
dingin. Suhu tubuh mamalia relatif tetap dan keadaan ini disebut homoioterm. Di

dalam kulit mamalia terdapat kelenjar air susu, kelenjar peluh (keringat) dan
kelenjar minyak. Beberapa jenis mamalia mempunyai kelenjar lain misalnya
kelenjar bau dan kelenjar pipi (Ville, 1984)
Berdasarkan sifatnya gigi-gigi mamalia adalah heterodont, thecodont, dan
diphyodont. Dipandang dari cara menapakkan kakinya, mamalia ada yang bersifat
plantigrad, digitigrad, dan unguligrad. Mamalia juga memiliki diafragma yang
memisahkan rongga dada dari rongga perut. Dipandang dari aktivitasnya, ada
mamalia yang nocturnal dan ada yang diurnal. Secara umum, ada mamalia yang
bermanfaat, ada yang merugikan dan ada yang membahayakan bagi kehidupan
manusia. Jumlah spesies mamalia yang telah dikenal mamalia tidak kurang 4.000
dan dikelompokkan ke dalam sejumlah ordo (Yulianti, 2007).
Sistem saraf pada mamalia, secara general memiliki tingkat perkembangan
yang lebih tinggi dari kelas lain. Serebrum berukuran lebih besar jika
dibandingkan keseluruhan bagian otak. Serebellum juga berukuran lebih besar dan
berlobus lateral 2 buah. Lobus optikus ada 4 buah, setiap bagian lateralnya dibagi
oleh alur transversal menjadi lobus anterior dan posterior. Otak (Encephalon)
terdiri dari beberapa bagian yang hampir sama dengan vertebrata yang lain, seperti
prosencephalon, lobus opticus, cerebellum dan medulla oblongata. Umumnya
perkembangan cephalon pada mamalia hampir sempurna terkecuali pada manusia
yang memiliki struktur sempurna pada otak (Yulianti, 2007).
Sistem respirasi pada mammalia dimulai dari alur-alur hidung mengandung
tulang-tulang turbinal yang berkelok-kelok yang memperluas permukaan olfaktori.
Laring beratap sebuah epiglottis yang mengandung pita-pita suara. Dua paru-paru
masing-masing dalam ruang pleura yang terpisah. Fase aktif dalam pernapasan
adalah inspirasi yang diikuti oleh depresi (perataan) dari diafragma dan elevasi
dari tulang-tulang iga (dengan gerakan melengkung keluar) (Brotowidjoyo, 2007).

Sistem sirkulasi pada mamalia dimulai dari jantung berbilik empat pada
mammalia mempunyai dua atria dan dua ventrikel yang terpisah secara sempurna.
Terdapat sirkulasi ganda (sirkuit sistemik dan pulmoner). Pengiriman oksigen ke
seluruh tubuh akan semakin meningkat karena tidak ada pencampuran darah yang
kaya akan oksigen dengan yang miskin oksigen, jadi lebih sempurna dari reptile.
Sebgai hewan endotermik, mammalia memerlukan lebih banyak oksigen per gram
bobot tubuhnya dibandingkan dengan vertebrata lain dengan ukuran tubuh yang
sama (Brotowidjoyo, 2007).
Sistem pencernaan terdiri dari kelenjar pencernaan dan organ pencernaan.
Kelenjar pencernaannya terdiri dari 4 pasang kelenjar ludah: paratiroid,
infaorbital, submaksilari, dan sublingual. Terdapat kantung empedu dengan
saluran empedu dan saluran getah pancreas yang bermuara dalam duodenum.
Sekum (caecum) berdinding tipis, panjangnya kira-kira 50 cm, mempunyai
appendiks vermiformis (umbai cacing) yang bentuknya seperti jari. Sedangkan
organ pencernaannnya terdiri dari mulut, kerongkongan, ventriculus, duodenum,
ileum, rectum, dan anus (Yulianti, 2007).
BAB III
METODE PERCOBAAN

III.1 Alat
Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah mata scapel, pinset,
gunting bedah, nampan, dan pentul.
III.2 Bahan

Bahan yang ditemukan dalam kegiatan ini adalah ikan mas Cyprinus
carpio, katak hijau Rana cancrivora, burung merpati Columba livia, mencit Mus
musculus , tissue roll, kloroform, alcohol, dan sterofoam.
III.3 Metode Kerja
Cara kerja pada percobaan ini adalah sebagai berikut :
A. Pisces ( Ikan mas Cyprinus carpio )
1. Meletakkan ikan mas Cyprinus carpio diatas sterofoam dan menusukkan
jarum pentul di setiap bagian tubuh ikan mas.
2. Membuka organ tubuh dengan scapel dan pinset melalui bagian anus
sampai ke bagian perut.
3. Membelah perut ikan mas menjadi 2 bagian secara melintang agar organ
didalam perut tidak hancur.
4. Membuka satu persatu organ didalam perut untuk mengamati setiap
bagian dari organ pencernaan, pernapasan, dan ekskresi.
5. Menggambar masing-masing organ dan morfologi ikan mas.
B. Amfibi (Katak hijau Rana cancrivora )
1. Meletakkan katak hijau Rana cancrivora diatas sterofoam dan
menusukkan jarum pentul pada bagian tubuh katak agar tidak mudah
lepas dari sterofoam.
2. Mengelupas kulit katak hijau dengan scapel untuk melihat otot
(Musculus) katak hijau.
3. Membedah bagian dada dan perut katak dengan menggunakan scapel
untuk membuka organ didalam tubuh katak.
4. Mengeluarkan organ didalam tubuh katak dengan pinset untuk diamati
satu persatu bagian organ dalam katak hijau.
5. Menggambarkan organ-organ dalam katak hijau Rana cancrivora dan
morfologi katak.
C. Aves (Burung merpati Columba livia)
1. Membius burung merpati dengan alkohol untuk menghilangkan
kesadaran pada burung merpati.
2. Mengiris leher burung merpati dengan scapel.

3. Membelah dada burung merpati dengan gunting bedah untuk membukan


organ dalam burung merpati.
4. Mengeluarkan organ dalam burung merpati diatas nampan untuk
mengamati masing-masing organ.
5. Menggambarkan organ dalam burung merpati dan morfologi burung
merpati.
D. Mamalia (Mencit Mus musculus)
1. Membius mencit Mus musculus dengan kloroform untuk mempermudah
2.
3.
4.
5.

pembedahan badan.
Meletakkan mencit diatas sterofoam lalu membedah dengan scapel.
Membuka perut mencit untuk melihat bagian organ dalam mencit.
Memisahkan bagian organ mencit untuk mengamati.
Menggambarkan organ-organ mencit dan morfologinya.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil
Tabel 1. Gambar spesies pisces, ikan mas Cyprinus carpio
Gambar organ
2
3
11

13

1
2

8
1
0

1
4

Deskripsi
Morfologi pada ikan terdiri atas :
1. Caput (kepala)
6 2. Truncus (Badan)
3. Caudal (ekor)
1
4. Rima oris (celah mulut)
5. Organon visus (mata)
6. Fovea nasalis (celah hidung)
7. Apparatus opercularis (tutup
insang)
8. Squama (sisik)
9. Linea lateralis (gurat sisik)
4
5
10. Pinnae abdominalis (sirip perut)
7
11. Pinnae dorsalis (sirip punggung)
12. Pinnae analis (sirip dubur)
13. Pinnae caudalis (sirip ekor)
14. Pinnae pectoralis (sirip dada)

Anatomi ikan mas Cyprinus carpio


terdiri

atas

(beberapa

organ

hancur):
1.
2.
3.
4.
5.

Insang (branchia)
Jantung (cor)
Usus (intestinum)
Ovarium
Gelembung

udara

(pneumatocyst) anterior.
6. Gelembung

udara

(pneumatocyst) posterior

Organ

Tractus

digestivus pada ikan mas (beberapa

pencernaan

organ hancur) :
1. Gelembung

renang

anterior

(pneumatocyst)
2. Gelembung renang

posterior

(pneumatocyst)
3. Usus (intestinum)
4. Ovarium
4
3

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

6
5

9
3
6

Sistem pernapasan pada ikan mas


Cyprinus carpio terdiri atas :
Tapis insang (gill rakers)
Hemibranchia
Holobranchia
Osculum opercularia
Osculum praeoperculum
Osculum inter operculum
Radii branchiostega
Membrane branchiostega
Osculum sub operculum
Bagian-bagianColumna vertebralis
pada ikan mas Cyprinus carpio

terdiri atas :
1. Musculi hypaxiale
2. Musculi epaxiale
3. Spina haemalis
4. Corpus vertebralis
5. Myomer
6. Mycomata

5
4

Tabel 2. Gambar organ spesies amfibi (katak hijau, Rana cancrivora)


morfologi

katak

hijau

Rana

cancrivora terdiri atas :


1
2
8
9

3
4

1
0

1. Organon visus (mata)


2. Digiti (jari)
3. Branchium (lengan atas)
4. Antebranchium (lengan bawah)
5. Abdomen (perut)
6. Femur (paha)
7. Crus (betis)
8. Hallux (jari pendek)
9. Pollux (jari panjang)
10. Pes (telapak kaki)

7
6

Anatomi pada katak hijau Rana


cancrivora terdiri atas :
1. Selaput jantung
2. Hati (hepar)
3. Ginjal (ren)
4. Usus (intestinum)
5. Pancreas
6. Lambung (ventriculum)
7. Kelenjar kelamin (testis)

Tabel 3. Gambar spesies aves (Burung merpati, Columba livia)

1
2
3
4
5

6
8

Morfologi burung merpati


Columba livia terdiri atas :
1. Organon visus (mata)
2. Nares externus (celah
hidung)
3. Rostrum pramaxillare
(rahang atas)
4. Rostrum dentale (rahang
bawah)
5. Truncus (badan)
6. Cauda (ekor)
7. Alat gerak atas
(ekstremitas inferior).
8. Jari-jari (digiti)
1. Oesophagus
2. Tembolok (ingluviens)
3. Jantung (cor)
4. Lambung otot
5.
6.
7.
8.

(ventriculum)
Paru-paru (pulmo)
Pancreas
Lambung
Usus (intestinum)

Tabel 4. Gambar spesies mamalia (mencit, Mus musculus)

Morfologi mencit Mus

musculus terdiri atas :

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Organon visus (mata)


Nares (lubang hidung)
Kepala (caput)
Rima oris (celah mulut)
Telinga (auriculare)
Ekor (caudal)
Digiti (jari)

Anatomi dan tractus


digestivus mencit, terdiri
dari :
1. Jantung (cor)
2. Hati (hepar)
3. Usus halus (intestinum

(Duodenum)
6. Usus kasar (intestinum

IV.2 Pembahasan

tennue).
4. Ginjal (ren)
5. Usus 12 jari

crassum)
7. Lambung (ventriculus)

Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Tulang


belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau
notokorda (korda dorsalis). Notokorda vertebrata hanya ada pada masa embrionik,
setelah dewasa akan mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh
sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae). ubuh vertebrata mempunyai tipe
simetri bilateral dan bagian organ dalam dilindungi oleh rangka dalam atau
endoskeleton, khusus bagian otak dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak
(kranium). Bagian terluar tubuh vertebrata berupa kulit yang tersusun atas
epidermis (lapisan luar) dan dermis (lapisan dalam). Kulit vertebrata ada yang
tertutup dengan bulu ada juga yang tertutup dengan rambut (Parker, 1951).
Pada pisces, saluran pencernaan terdiri dari (dari arah depan/anterior ke
arah belakang/posterior) berturut-turut : mulut/rongga mulut, esophagus, lambung,
hati, empedu, pankreas, dan usus. Organ tambahan yaitu ginjal, hati, empedu dan
kelenjar pancreas. Pada amfibi sistem pencernaan pada katak terdiri dari lambung
yang menggembung besar, usus halus yang melingkar-lingkar. Pada lambung
melekat kalenjar pankreas. Saluran dari hati bersatu dengan saluran dari pankreas,
bermuara di usus duabelas jari. Agak ke tengah dekat usus duabelas jari, terdapat
benda bulat berwarna coklat, yaitu limpa. Usus halus sangat panjang, tetapi usus
tebal sangat pendek. Di tengah-tengah agak menempel punggung, terdapat ginjal
sepasang, panjang, panjang, dan berwarna coklat. Didepan ginjal tampak
pembuluh vena besar.
Saluran

pencernaan

terdiri

dari mulut,

kerongkongan,

lambung,

usus, dankloaka. Kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan pankreas. Hati
menghasilkan empedu sedangkan pada mamalia sistem pencernaan terdiri dari
kelenjar pencernaan dan organ pencernaan. Kelenjar pencernaannya terdiri dari 4

pasang kelenjar ludah: paratiroid, infaorbital, submaksilari, dan sublingual.


Terdapat kantung empedu dengan saluran empedu dan saluran getah pancreas
yang bermuara dalam duodenum. Sekum (caecum) berdinding tipis, panjangnya
kira-kira 50 cm, mempunyai appendiks vermiformis (umbai cacing) yang
bentuknya seperti jari. Sedangkan organ pencernaannnya terdiri dari mulut,
kerongkongan, ventriculus, duodenum, ileum, rectum, dan anus.
Perbedaan yang dapat dilihat adalah struktur jantung dan hati pada masingmasing kelas. Pada pisces Peredarah darah pada ikan yaitu peredaran darah
tertutup. Jantung ikan beruang dua yaitu sebuah serambi dan sebuah bilik
(ventrikel). Darah mendapat O2 dalam filamen-filamen insang. Sistem peredaran
darah katak berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda.
Pada sistem peredaran darah ganda, darah melalui jantung dua kali dalam satu kali
peredaran. Pertama, darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali ke
jantung. Kedua, darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung dan diedarkan
kembali ke seluruh tubuh.
Pada amfibi jantung katak terdiri dari tiga ruang, yaitu dua atrium (atrium
kanan dan atrium kiri) dan sebuah ventrikel. Di antara atrium dan ventrikel
terdapat klep yang mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir kembali ke
atrium. Pada reptile khususnya memiliki jantung yang terdapat tiga atau empat
ruang. Jantung pada reptile hampir dikatakan sempurna hanya saja masih terdapat
lubang pada lobus kiri. Pada aves
Pada burung sistem peredaran darahnya adalah peredaran tertutup yakni
sistem dalam peredarannya darah selalu terdapat dalam pembuluh, atau darah
tidak pernah langsung masuk ke dalam jaringan. Jantung terdiri atas empat
ruangan (dua buah atrium dan dua buah ventrikulus) yang dibungkus oleh

perikardium. Lengkung aorta hanya satu di sebelah kanan dan hanya memiliki satu
sistem porta, yaitu sistem porta hepatica.
Dinding diantara kedua ventrikel jantung burung begitu sempurna
sehingga dinding itu mampu mencegah percampuran antara darah yang kaya
oksigen dan yang miskin oksigen. Pembagian jantung yang sempurna itu
memungkinkan darah melewati jantung sebanyak dua kali pada setiap kali darah
beredar di dalam tubuh (peredaran darah ganda). Sebagai akibatnya, darah di aorta
burung mengandung lebih banyak oksigen daripada aorta vertebrata lainnya
sedangkan pada mamalia Jantung berbilik empat pada mammalia mempunyai dua
atria dan dua ventrikel yang terpisah secara sempurna. Terdapat sirkulasi ganda
(sirkuit sistemik dan pulmoner). Pengiriman oksigen ke seluruh tubuh akan
semakin meningkat karena tidak ada pencampuran darah yang kaya akan oksigen
dengan yang miskin oksigen, jadi lebih sempurna dari reptile. Sebgai hewan
endotermik, mammalia memerlukan lebih banyak oksigen per gram bobot
tubuhnya dibandingkan dengan vertebratalain dengan ukuran tubuh yang sama.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan
Kesimpulan dari percobaan ini adalah perbandingan anatomi pada masingmasing subfillum yaitu pisces, amfibi, aves dan mamalia. Perbandingan anatomi
diamati dari saluran pencernaan dan bentuk peredaran darah masing-masing
subfillum.
V.2 Saran
Saran untuk kegiatan kali ini sebaiknya dipersiapkan lebih baik seperti
penentuan lokasi yang memang memiliki habitat atau lingkungan spesies
tumbuhan yang beragam agar wawasan terhadap ilmu botani bisa lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2009. Hewan Invertebrata. http://www.scribd.com . Diakses tanggal 10


November 2013, pada pukul 01.23 WITA.
Campbell, Neil. A., 2000. Biologi Jilid I. Erlangga: Jakarta.
Kimbal, Jhon. W., 1999. Biologi Edisi Kelima. Erlangga: Jakarta.
Pechenik, J., 2000. Biology of The Invertebrates. Four Edition. Mc Graw Hill.
Cambridge. University Press.
Pennak R.W., 1998. Freshwater Invertebrates of The United States. New York: A
Willey Interscience Publications Jhon Willey and Sons.