Anda di halaman 1dari 7

IDENTIFIKASI KARYA KERAJINAN DARI BAHAN KERAS

1. Kerajinan Patung Kayu

Kerajinan Patung Kayu adalah objek 3D hasil karya manusia yang diakui secara khusus
sebagai sebuah karya seni. Seseorang yang membuat kerajinan patung disebut pematung.
Tujuan pembuatan patung adalah untuk menghasilkan sebuah karya seni yang dapat bertahan
selama mungkin. Kerajinan Patung kayu menggunakan bahan dasar yaitu kayu dan
menggunakan teknik ukir kayu dan memahat kayu.

Adapun fungsi-fungsi patung bagi kehidupan manusia, antara lain: 1. Dekorasi interior
(untuk menghias ruangan), 2. Dekorasi eskterior (untuk menghias taman atau tempat wisata),
3. Tanda peringatan (untuk mengenang jasa seseorang atau peristiwa bersejarah), 4. Religius
(untuk kepentingan keagamaan)
Proses pembuatan merupakan langkah untuk mendapatkan kerajinan patung kayu
yang diinginkan. Adapun tahapan yang dilakukan dalam proses pembuatan kerajinan patung
kayu ini sebagai berikut :
a. Pemilihan bahan
Sebelum proses pembuatan dilaksanakan pemilihan bahan merupakan awal dari
perwujudan. Pemilihan bahan yang tepat akan sangat menentukan kualitas kerajinan patung
kayu, baik kualitas dalam artian kekuatan material maupun nilai artistik yang dikandung
dalam material tersebut. Dalam kerajinan patung kayu ini menggunakan kayu suar dan kayu
jempinis dengan alasan kayu ini miliki tampilan serat yang sangat indah dan menarik serta
harganya lebih murah. Kayu yang telah disiapkan dibelah atau dipotong sesuai dengan
kebutuhan desain patung yang akan dibuat
b. Makalin
Makalin sama dengan membuat bentuk global. Dalam tahapan ini adalah proses
pembuatan bentuk global, maksudnya membuat bentuk-bentuk ikan atau kura-kura secara
global pada kayu yang telah disiapkan. Mewujudkan bentuk disain ke dalam sebuah media
kayu sehingga bentuk global kerajinan patung tersebut benar-benar terwujud. Semua bentuk,
gerak, komposisi ikan atau penyu pada desain diwujudkan sehingga bentuk keseluruhannya
dapat dilihat jelas. Proses pembuatan bentuk global ini di masa sekarang menggunakan
gergaji mesin/jekso tangan. Pada masa yang lalu pekerjaan makalin/membuat bentuk global
ini menggunakan alat Kapak, gergaji tangan, sehingga proses makalin sangat lambat.
Sekarang hampir lima puluh persen pekerjaan pembuatan bentuk global dapat diselesaikan
dengan

alat gergaji mesin (jekso tangan) dengan proses yang sangat cepat. Misalnya

pembuatan makalin patung dolpin

setinggi dua meter dengan menggunakan alat mesin

membutuhkan waktu hanya satu setangah hari.

c. Bentuk detail
Tahap ini merupakan kelanjutan dari bentuk global. Pada tahapan ini membuat
bentuk-bentuk yang lebih detail. Pembuatan bentuk detail ini masih dikerjakan secara
manual.

Dalam proses ini dominan menggunakan pahat dengan berbagai jenis dan palu

kayu/semati (pengotok). Pekerjaan ini berkaitan dengan keahlian dan ketrampilan tangan
yang berperan penting dalam proses ini. Masing-masing pengerajin memperlihatkan
ketrampilan dan keahliannya dalam menggunakan

d. Ngerot
Tahap ini masih dalam pembuatan bentuk detail yang halus. Pada tahap ini masa dulu
menggunakan pemutik (semacam pisau kecil) dan pahat saja. Namun para pengerajin
sekarang menggunakan serut yuyu (ketam) alat sebagai tambahan untuk mempercepat
pekerjaan. Disebut serut yuyu, karena ketam tersebut bentuknya seperti kepiting. Serut yuyu
ini digunakan untuk menghaluskan pada bagian yang lebar, cembung dan agak datar.
Pekerjaan ngerot ini hampir 40 % bisa diselesaikan dengan menggunakan serut dan proses
kerjanya lebih cepat. Untuk menghaluskan pada bagian yang rumit menggunakan pemutik
dikombinasikan dengan

pahat, sehingga pada bagian-bagian yang rumit dapat juga

dihaluskan. Karena tahap ini lebih banyak menghandalkan kemampuan dan keahlian teknik
menggunakan serut , pemutik dan pahat, maka tahap ini disebut ngerot. Bentuk-bentuk detail
sirip ikan, mata, mulut, atau cangkang kura-kura diselesaikan pada tahap ini sehingga wajah
patung ikan atau kura-kura menjadi jelas dan terkesan selesai.

e. Ngampla

Sebelum proses pewarnaan diawali dengan pengamplasan yang bersih, sehingga


semua bagian dan permukaan betul-betul halus. Pengamplasan yang sempurna sangat

memudahkan dalam finishing berikutnya. Pengamplasan yang sempurna akan menghasilkan


permukaan yang rata dan sangat halus serta mengkilat.

f. Nyemir
Nyemir/finishing adalah proses terakhir dalam proses pembuatan kerajinan patung
kayu. Finishing sangat menentukan kesempurnaan sebuah kerajinan patung.
Finishing dalam kerajinan patung kayu ini menggunakan semir MAA. Sebelumnya
semir terlebih dulu dicampur bensin agar mudah dalam menggunakan.

Semir dioleskan

secara transpsran sehingga serat kayu tetap muncul. Setelah kering digosok dengan sikat
halus dan semir terkesan muncul dari dalam serta serat kayu kelihatan masih utuh.

2. Kerajinan Kaca Tiup

Bahan baku produk pembuatan seni kaca tiup memanfaatkan barang limbah kaca yang
dikumpulkan dari berbagai tempat. Kaca-kaca tersebut kemudian dipilah sesuai dengan
warnanya lalu dibersihkan kemudian dimasukkan ke dalam tungku pencair.
Kaca dipanaskan sampai suhu 1200 derajat Celcius selama 12 jam hingga berubah
menjadi cairan yang menyerupai lahar panas lalu diambil dengan menggunakan alat khusus.
Segumpal cairan kaca yang diambil kemudian dimasukkan ke dalam alat yang biasa disebut
mal sambil ditiup dan diputar-putar.
Setelah terbentuk benda yang diinginkan lalu dimasukkan kembali ke dalam oven hingga
semalaman. Kemudian kaca tadi dikeluarkan untuk dilakukan finishing seperti diberi sun
glass, di-gravier dan diproses lainnya sesuai dengan desainnya.
Pewarna yang dipakai ada yang berbentuk bubuk, kerikil dan pasir. Semua bahan pewarna
tersebut ditaburkan di atas meja, lalu kaca yang sudah ditiup digiling di atasnya. Setelah itu
kaca tersebut dimasukkan lagi ke dalam oven. Penurunan suhu yang drastis dapat
mengakibatkan kaca tersebut pecah.

3. Kerajinan Kursi bamboo