Anda di halaman 1dari 50

Oleh: Rini Pramesti,Msi

NIP. 19631223 199003 2 002

Atmadja et al.1996.Pengenalan Jenis Rumput


Laut Indonesia. P3O LIPI, Jakarta
Bold, H.C; Wynne M.J 1985.Introduction to
the Algae, Structure and Reproduction
Dawes, C. J.1981. Marine Botany
Dawson,Y.E.1955.How to Know the Seaweeds
Lobban,C.S; Harrison P.J.1997.Seaweed
Ecology and Physiology
Soegiarto et al.1978.Rumput Laut (Algae):
Manfaat, Potensi dan Usaha Budidayanya

Rumput laut hidup pada daerah pasang


surut sampai kedalaman 200/ sinar
matahari dapat menembus
Seaweed (istilah yang salah)
Di Indonesia terdapat 555 jenis
Thallophyta 3 divisi
Talus
Potensi ekonomi dan ekologi

Macroalgae benthik, algae benthik


Macroalgae beda microalgae
Ganggang
Seaweed (dunia perdagangan)
Algae (dunia ilmu pengetahuan)
IFI (Ikatan Fikologi Indonesia)
APBIRI / ARLI (Asosiasi Pengusaha Dan
Budidaya Rumput Laut / Asosiasi Rumput
Laut Indonesia)

Tidak bisa dibedakan antara akar, batang


dan daun
Bentuk thalus: kantong, rambut, lembaran,
filamen dan campuran
Bentuk percabangan
Sifat substansi
Pigmen

Rumput laut terdiri dari 3 divisi, yang


masing-masing divisi terdiri dari satu kelas,
yaitu:
Chlorophyta (algae hijau)
Phaeophyta (algae coklat)
Rhodophyta (algae merah)

GELATINOUS ( lunak seperti gelatin)


CALCAREOUS (keras mengandung zat
kapur)
CARTILAGENOUS (lunak seperti tulang
rawan)
SPONGIOUS (seperti sepon)

Thallophyta
Penentuan divisi dan pencirian hubungan
filogenetik digunakan :

Komposisi pigmen
Susunan dinding sel
Cadangan makanan
Salah satu fase dalam daur hidupnya
Dan lain-lain

Pigmen

Alga hijau

Alga coklat

Alga merah

Chlorophyll

a, b

a, c

a, d

Phycobilins

Phycoerythrin
Phycocyanin

Carotens

, ,

Xanthophyll

Lutein
Violaxanthin
Neoxanthin
Siphonoxanthin
Astaxanthin

Lutein
Violaxanthin
Fucoxanthin
Diatoxanthin

Lutein
Violaxanthin
Zeaxanthin

Polysaccharide

Alga hijau

Alga coklat

Alga merah

Sel (wall structural)

Cellulose
Xylan
mannan

Cellulose
chitin

Cellulose
Xylan
mannan

Sel (intercellular)

Heteropoly-saccharides

Alginic acid

Galactan sulfate

Sel (matrix)

Sulfate

fucoidan

1)

1)
2)

storage

Polyuronides
Neutral
polysaccharides

Strach
(-1, 4 glaucan)
Fructan (2, 6-
fructofuranose)

2)
3)
4)

Laminaran (-1, 3
glucan)

Agar
Carageenan
Funoran
Porphyran type
galactan

Floridean starch (-1, 4


glucan)

Faktor pembeda Alga hijau

Alga coklat

Alga merah

Sugars
Forming a major
part of
polysaccharides

D-glucose
i-fructose
D-mannuronic
acid
i-glucuronic acid
mannitol
Sulfate ester

D-glucose
D-galactose
D-mannose
D-xylose
Sulfate ester

Laminaran (Y)
cellulose

Floridean starch (X)


Floridean
Mucilage
(agar, carrageenan
and poryphyran) (Z)

D-glucose
D-galactose
D-mannose
D-fructose
D-xylose
i-arabinose
i-rhamnose
D-glucuronic acid
Sulfate ester

Major storage of Starch (X)


cell-wall
substances
pectin

Bentuk holdfast dari rumput


laut antara lain :
a. Alat perekat sederhana
b. Rhizoid uniseluler
c. Kerucut yang berdasar
kuat
d. Stolon merambat dengan
cakram pelekat
e. Kerucut yang kuat

1.
2.
3.
4.

Faktor
Faktor
Faktor
Faktor

fisika
kimia
dinamik
biologi

1.Cahaya

(Intensitas, kualitas,
periodisitas
2.Substrat (Tekstur, Porositas, warna,
komposisi kimia dll)
3.Temperatur (air, udara)
4.Hujan

Salinitas
Ketersediaan O2
Ketersediaan Nitrogen, Phosphor,
substansi penting lain
Ketersediaan CO2 untuk fotosintesis
pH
Polusi

1.

Arus
Berkaitan dengan pelepasan dari organ
reproduksi (khususnya pada organ
reproduksi yang tidak berflagela misal :
spermatia pada Rodhophyta.

2. Penting dalam membersihkan lumpur/debu


di permukaan thallus

Grazing
Aktifitas fungi atau mikroba
Kompetisi dari substrat (space)
Ketersediaan host (hewan / tumbuhan) :
Epifit, epizootik, parasitik algae

Eucheuma denticulatum (sin : E. spinosum) = agar patah


tulang
Ciri :
- silindris, licin, cartilagenous, coklat tua, hijau kuning/ merah
ungu.
- Duri tumbuh berderet melingkari thalus dengan interval
bervariasi sehingga membentuk ruas-ruas thalus diantara
lingkaran duri.
- Percabangan berlawanan, berselang seling dan timbul
teratur pada deretan duri antar ruas serta merupakan
kepanjangan dari duri tersebut.
- Ujung percabangan meruncing dan setiap percabangan
mudah melekat pada substrat, dan ini merupakan ciri
khasnya.
- Habitat : substrat batu, air jernih, ada arus/ tekanan
gerakan air lainnya, 28 36 .

Caulerpa prolifera

Caulerpa racemosa var


uvifera

Caulerpa taxifolia

Neomeris annulata

Neomeris sp

Halimeda sp

Udotea sp

Boergesenia forbesii

Valonia sp

Turbinaria sp

Padina sp

Laminaria sp

Fucus sp

Dictyota sp

Ascophyllum sp

Macrocystis sp

Gracilaria gigas

Eucheuma sp

Halymenia sp

Amphiroa sp

silindris, permukaan licin, gelatinous-cartilagenous, hijau


kuning/coklat hijau
Percabangan berselang seling dengan interval jarang.
Terdapat benjolan yang sebagian besar berkembang
menjadi duri besar.
Ukuran lebih besar daripada jenis Eucheuma lainnya,
sehingga rumpun tampak lebih kokoh tetapi tidak begitu
rimbun.
Habitat
: menempel pada batu di perairan rataan
terumbu karang.
Kelimpahan rendah (tidak banyak dijumpai)

Ciri :
- silindris, licin, cartilagenous, coklat tua, hijau kuning/ merah
ungu.
- Duri tumbuh berderet melingkari thalus dengan interval
bervariasi sehingga membentuk ruas-ruas thalus diantara
lingkaran duri.
- Percabangan berlawanan, berselang seling dan timbul
teratur pada deretan duri antar ruas serta merupakan
kepanjangan dari duri tersebut.
- Ujung percabangan meruncing dan setiap percabangan
mudah melekat pada substrat, dan ini merupakan ciri
khasnya.
- Habitat : substrat batu, air jernih, ada arus/ tekanan
gerakan air lainnya, 28 36 .

silindris, permukaan licin, gelatinouscartilagenous, hijau kuning/coklat hijau


Percabangan berselang seling dengan interval
jarang. Terdapat benjolan yang sebagian besar
berkembang menjadi duri besar.
Ukuran lebih besar daripada jenis Eucheuma
lainnya, sehingga rumpun tampak lebih kokoh
tetapi tidak begitu rimbun.
Habitat : menempel pada batu di perairan
rataan terumbu karang. Kelimpahan rendah
(tidak banyak dijumpai)

silindris, licin, cartilagenous, hijau, hijau kuning atau merah.


Duri pada thalus mirip E. spinosum tetapi tidak tersusun
melingkari thallus.
Percabangan keberbagai arah dengan batang utama keluar
saling berdekatan di daerah basal (pangkal). Cabang
pertama & kedua tumbuh membentuk rumpun yang
rimbun dengan ciri khusus mengarah kearah sinar
matahari. Cabang tersebut ada yang memanjang /
melengkung seperti tanduk.
Holdfast berbentuk cakram.
Berasal dari perairan Sabah (Malaysia) & kep. Sulu
(Filiphina).Kemudia dikembangkan keberbagai negara
Indonesia, Malaysia, Thailand sebagai tanaman budidaya.

Gepeng, pinggir bergerigi, licin, cartilagenous,


merah, merah pucat. Ciri khusus secara morfologi
menyerupai bentuk binatang lipan.

Percabangan tidak beraturan dan membentuk


rumpun yang rimbun.

Habitat : pada perairan yang selalu terkena


gerakan air, di bagian ujung luar terumbu,
melekat pada batu. Terdapat di perairan Bali &
Lombok

Thalus silindris, licin, kuning coklat atau kuning hijau.


Percabangan berselang seling tidak beraturan, kadangkadang berulang-ulang memusat ke bagian pangkal.
Cabang lateral memanjang menyerupai rambut, ukuran
panjang sekitar 25 cm dan diameter thalus 0,5 1,5mm.

Habitat
: dialam menempel pada substrat batu atau
benda lainnya. Sudah dibudidayakan di Takalar (Sulsel)

Thalus agak besar dibanding G. verrucosa, silindris, agak


kasar & kaku. Warna kuning hijau atau hijau. Panjang
30cm & diameter 0,5 2 mm. Percabangan cenderung
memusat ke pangkal, memanjang, berselang-seling,
berulang-ulang searah, ujung runcing. Jarak antar
cabang relatif berjauhan sekitar 5 25 mm.

Thalus silindris dengan percabangan tidak teratur


yang keluar dari stolon (akar merambat).
Thallus mempunyai ranting pendek (ramuli) yang
tumbuh berderet sebelah menyebelah pada
percabangan. Karakteristik lain yaitu adanya
ramuli yang tumbuh serial terletak pada satu sisi.
Warna hijau coklat, kuning hijau ataupun kuning
keemasan.
Tumbuh pada batu didaerah intertidal. Tempat
tumbuhnya muncul di permukaan air, bahkan
kadang-kadang kekeringan pada surut terendah.
Tumbuh tersebar di perairan Indonesia.

Thalus gepeng, agak silindris ke bagian pangkal,


ujung meruncing & cartilagenous. Percabangan di
atau trichotomous bersebelah menyebelah saling
berlawanan dengan membentuk rumpun yang
rimbun ke bagian atas dan susunannya seperti
busur.
Tumbuh menempel pada batu di daerah rataan
terumbu terutama di tempat tergenang pada
surut terendah.

Percabangan utama bagian bawah gepeng


tetapi agak membulat pada bagian atas.
Batang utama agak silindris, Tinggi sampai
60cm. Daun oval sampai lonjong, panjang
4cm, lebar 1,4cm, pinggir bergerigi dan
meruncing ujungnya.

Habitat : Tumbuh pada substrat batu.

Thalus silindris, duri kecil rapat, holdfast cakram kecil &


diatasnya terdapat perakaran / stolon yang rimbun ke
segala arah. Batang pendek dengan percabangan utama
tumbuh rimbun di bagian ujung dan tinggi sampai 2m.
Daun kecil, lonjong, panjang 3 cm, lebar 1cm, pinggir
bergerigi, ujung melengkung rata atau runcing, urat daun
tidak begitu jelas & gelembung udara bulat telur. Organ
reproduksi, bulat memanjang atau gepeng dengan pinggir
berduri, terdapat dalam satu rangkaian dengan daun dan
gelembung udara

Tumbuh pada substrat batu atau benda keras lainnya.


Sebaran meluas di perairan Indonesia

Batang silindris, tegak, kasar, terdapat bekas


percabangan. Warna coklat tua atau coklat muda.
Holdfast cakram kecil. Percabangan berputar sekeliling
batang utama. Daun merupakan kesatuan yang terdiri
dari tangkai & lembaran daun yang berukuran kecil,
diameter 1 cm, membentuk setengah bulatan &
melengkung berbentuk seperti ginjal (reniformis), pinggir
daun bergerigi. Gelembung udara terdapat agak
menonjol di pertengan daun.
Organ reproduksi, membentuk rangkaian pada tangkai
daun.
Menempel pada batu
Mengandung alginat & iodine

Bentuk seperti kipas, membentuk segmen


lembaran tipis (lobus) dengan garis berambut
radial & perkapuran di permukaan daun. Coklat
kekuningan kadang2 memutih karena terdapat
perkapuran. Holdfast bentuk cakram kecil. Bagian
atas melebar dan pinggir rata dan pada bagian
puncak terdapat lekukan yang pada ujungnya
terdiri dua sel.

Tumbuh menempel pada batu di tempat yang


terkena hempasan ombak langsung maupun
yang terlindung

Thalus membentuk akar, stolon, dan ramuli. Ramuli


membentuk bulatan kecil merapat teratur menutupi
setiap percabangan sepanjang 3-5cm. Diameter stolon
1-2 cm, warna hijau tua.

Tumbuh dengan akar menancap pada substrat pasir atau


menempel pada batu.

Thalus memiliki stolon ( 5cm) dengan perakaran yang


relatif besar meruncing seperti paku. Ramuli timbul pada
stolon yang bercabang dan mempunyai bulatan dengan
ujung rata dan bertangkai, tersusun sepanjang ramuli.
Substansi agak gembos, panjang ramuli sampai 8cm.

Tumbuh pada berbagai substrat dengan sebaran yang


luas.

Thalus memiliki stolon dengan diameter 2,5 cm,


perakaran yang relatif panjang dan interval berjauhan
(jarang). Ramuli silindris memiliki bulatan-bulatan ujung
merata dan bertangkai panjang. Panjang ramuli
mencapai 5 cm.

Tumbuh pada berbagai substrat di daerah terumbu


karang dengan sebaran yang luas.

Thalus membentuk stolon merambat dengan akar


penancap ke substrat dan ramuli timbul pada
stolon diantara perakaran, berbentuk menyirip
teratur rapat dan tipis dengan ujung ramuli
mendua arah. Earna hijau muda hijau tua.
Panjang ramuli sampai 10cm dengan persiripan
0,5cm. Ramuli dapat bercabang.

Tumbuh merambat pada substrat batu atau pasir.


Umum didapat dan mempunyai sebaran luas di
perairan Indonesia.

Mengandung zat kapur, pertumbuhan sampai 23 cm.


Segmen tebal bentuk kipas lebar 21 cm panjang 15 cmdan
pinggir bergelombang. Basal segment lebar 20mm panjang
15mm. Diantara basal segmen dan segmen terdapat
bantalan segmen yang merupakan tempat pertumbuhan
segmen. Percabangan utama dichotomous atau
trichotomous kompak dalam satu rumpun. Holdfast
berbentuk ubi diameter 10mm, panjang 20 mm, bulat atau
bongkol sebagai alat pengikat partikel pasir atau lumpur.
Tumbuh subur pada substrat pasir, lumpur-pasir.
Pertumbuhan di alam berasosiasi dengan lamun

Berbentuk silinder, tabung dan tinggi sampai 30cm, bagian


ujung thalus warna hijau keputihan atau hijau kekuningan.
Percabangan terdapat cabang utama pada daerah basal
merupakan tempat pertumbuhan thalus baru.

Tumbuh menempel pada substrat benda keras dasar laut &


karang mati.