Anda di halaman 1dari 10

Pengertian Populasi

Populasi adalah suatu kumpulan individu dari jenis yang sama yang menempati area
tertentu dan saling berinteraksi satu sama lain, populasi ini merupakan satu kesatuan atau unit
dimana energi dan materi mengalir dalam suatu siklus serta menjaga keseimbangan suatu
ekosistem

Faktor-faktor yang mempengaruhi populasi


kelahiran, faktor kelahiran ini akan menambah besarnya jumlah populasi. kematian, dapat
mengurangi besarnya populasi perpindahan (migrasi), perpindahan ke luar mengurangi
sedangkan perpindahan kedalam dapat menambah populasi

Faktor faktor yang mempengaruhi angka kelahiran kasar


keluarga yang mempunyai taraf hidup dan sosio ekonomi yang rendah mengalami angka
kelahiran yang lebih tinggi karena kurang sadar akan adanya KB pendapatan per kapita tinggi,
sehingga dapat menjaga kesehatan dan dapat melahirkan bayi sehat. faktor sosial budaya; anak
banyak dapat menambah rezeki bagi keluarga
Faktor faktor yang menyebabkan angka kematian menurun peningkatan taraf kesehatan
peningkatan taraf hidup dan sosial ekonomi, memakan makanan bergizi, menambah taraf
kesehatan Pendapatan perkapita tinggi Sumber air dan pembuangan sampah yang baik
angka kematian kasar menurun dan angka kelahiran kasar meningkat menyebabkan
angka pertumbuhan penduduk meningkat kemajuan dalam kesehatan dan pengobatan yang
semakin meningkat menyebabkan angka kematian turun angka kelahiran kasar meningkat
dengan adanya kemudahan pengobatan yang semakin meluas usia pernikahan yang sangat muda
masyarakat belum mengenal program KB
Faktor pendorong migrasi
kurangnya peluang pekerjaan yang dapat mengakibatkan adanya pengangguran
terbatasnya pekerjaan didesa sehingga penduduk pindah mencari pekerjaan baru terjadi bencana
alam fasilitas yang tersedia kurang memadai terjadi peperangan
Faktor Penarik Migrasi
Jenis pekerjaan lebih banyak fasilitas sosial lebih memadai taraf hidup lebih baik
memperoleh pendidikan lebih mudah
Faktor faktor yang mempengaruhi Pertambahan Penduduk di Negara Berkembang

angka kelahiran yang tinggi


angka kematian rendah
penduduk kurang mengetahui program KB
perkawinan usia muda
istri berada di rumah yang dapat mendukung kelahiran
Jenis jenis Migrasi Urbanisasi yaitu perpindahan penduduk dari desa ke kota
Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lainnya dalam satu negara
Emigrasi yaitu pindahnya penduduk dari satu negara ke negara lainnya Imigrasi yaitu masuknya
penduduk dari satu negara ke negara lainnya.
Tujuan transmigrasi
Mengurangi kemiskinan Mengurangi kepadatan penduduk Mengurangi pengangguran
Memajukan kawasan yang jarang penduduknya dengan aktivitas pertanian
Kesimpulan Faktor faktor yang menentukan populasi adalah kelahiran, faktor kelahiran
ini akan menambah besarnya jumlah populasi. Kematian, dapat mengurangi besarnya
populasi.Perpindahan (migrasi), perpindahan ke luar mengurangi sedangkan perpindahan
kedalam dapat menambah populasi.

DINAMIKA KEPENDUDUKAN DAN PERMASALAH KEPENDUDUKAN


DI INDONESIA
1. Penduduk adalah semua orang yang pada waktu sensus dilaksanakan telah enam bulan lamanya
tinggal di suatu negara.
2. Penduduk Indonesia adalah semua orang yang pada waktu sensus penduduk dilaksanakan, telah
enam bulan lamanya bertempat tinggal di Indonesia.
3. Gerak perubahan penduduk dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, dan migrasi (perpindahan).
4. Dinamika kependudukan adalah perubahan penduduk dari waktu ke waktu yang disebabkan oleh
kelahiran, kematian, migrasi, dan faktor lain seperti bencana/peperangan.
5. Dinamika kependudukan terdiri atas dinamika yang bersifat demografi dan nondemografi.
6. Dinamika kependudukan yang bersifat demografi berkenaan dengan jumlah, susunan, dan
perkembangan penduduk (kuantitas penduduk).

7. Dinamika kependudukan yang bersifat nondemografis dapat dilihat dari tingkat pendidikan,
tingkat pendapatan, dan tingkat kesehatan (kualitas penduduk).
8.

Kualitas penduduk Indonesia adalah keadaan penduduk yang menempati seluruh wilayah
Indonesia yang meliputi jumlah, pertumbuhan, kepadatan, dan komposisinya.

9. Sumber informasi kependudukan dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu registrasi penduduk,
sensus penduduk, dan survei penduduk.
10. Registrasi penduduk adalah kumpulan keterangan yang mencatat terjadinya peristiwa-peristiwa
kelahiran, kematian, dan segala kejadian penting yang mengubah status sipil seseorang dari lahir
hingga mati.
11. Kejadian penting tersebut antaralain perkawinan, perceraian, dan perpindahan.
12. Registrasi penduduk seperi kelahiran, kematian, dan migrasi dicatat pada Kantor Catatan Sipil
dan Kantor Kelurahan. Sedangkan perkawinan dicacat oleh Kantor Urusan Agama (KUA).
13. Sensus penduduk (cacah jiwa) adalah keseluruhan proses mengumpulkan,
menghimpun,menyusun, serta menerbitkan data demografi, ekonomi, dan sosial yang
menyangkut semua orang pada waktu tertentu di suatu negara tertentu.
14. Sensus penduduk dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.
15. Sampai saat ini, Indoensia telah melaksanakan tujuh kali sensus yaitu tahun 1930, 1961, 1971,
1980, 1990, 2000, dan terakhir tahun 2010.
16. Sensus penduduk dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
17. Hal yang membedakan antara sensus penduduk dengan survei penduduk adalah cakupan
penduduk yang didata dimana sensus penduduk mendata seluruh penduduk sedangkan survei
hanya sebagian penduduk.
18. Survei penduduk dapat dilaksanakan kapan saja dan dapat berganti-ganti topik sesuai dengan
kebutuhan.
19. Jumlah penduduk adalah banyaknya penduduk yang menempati suatu wilayah dalam waktu
tertentu.

20. Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk di suatu wilayah per satuan luas dalam waktu
tertentu.
21. Jenis kepadatan penduduk :
1)
Kepadatan penduduk kasar, yaitu menunjukkan banyaknya jumlah penduduk untuk setiap
kilometer persegi luas wilayah.
2)
Kepadatan penduduk fisiologis, yaitu menunjukkan banyaknya penduduk untuk setiap
kilometer persegi wilayah lahan yang ditanami.
3)
Kepadatan agraris, yaitu menunjukkan banyaknya penduduk petani untuk setiap kilometer
persegi wilayah yang ditanami.
22. Komposisi penduduk adalah pegelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu, misalnya
jenis kelamin, usia, pendidikan, pendapatan, dsb.
23. Tujuan dibuatnya komposisi penduduk adalah sebagai acuan untuk merancang kegiatan atau
perencanaan yang sesuai dengan kemampuan penduduk.
24. Pertumbuhan penduduk adalah pertambahan penduduk pada waktu tertentu di suatu wilayah
tertentu yang disebabkan oleh kelahiran, kematian dan migrasi (perpindahan).
25. Pertumbuhan penduduk rata-rata per tahun dinyatakan dalam persen (%).
26. Penggolongan pertumbuhan penduduk:
1)
Rendah apabila kurang dari 1 %
2)
Sedang apabila 1 % - 2 %
3)
Tinggi apabila lebih dari 2 %
27. Pertumbuhan penduduk total adalah pertumbuhan penduduk yang memperhatikan faktor
kelahiran, kematian, dan perpindahan.
28. Rumus pertubuhan penduduk total:

Tt
L
M
I
E

Tt = ( L M ) + ( I E )
= jumlah pertumbuhan penduduk per tahun
= jumlah kelahiran per tahun
= jumlah kematian per tahun
= jumlah migrasi yang masuk (Imigrasi)
= jumlah migrasi yang keluar (Emigrasi)

29. Pertumbuhan penduduk alami adalah pertumbuhan penduduk yang hanya memperhatikan
kelahiran dan kematian..

30. Rumus pertumbuhan penduduk alami:


Ta = L M
Ta = pertumbuhan penduduk alami
L = jumlah kelahiran per tahun
M = jumlah kematian per tahun
31. Faktor demografi adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk.
32. Kelahiran (fertilitas/natalitas) adalah kelahiran bayi hidup yang yang terjadi pada suatu wilayah
tertentu dalam jangka waktu tertentu.
33. Angka kelahiran adalah jumlah kelahiran selama setahun untuk tiap 1.000 penduduk.
34. Rumus angka kelahiran kasar/CBR:
CBR = B / P x 1.000
CBR = Crude Brith Rate
B
= jumlah kelahiran
P
= jumlah penduduk
35. Penggolongan angka kelahiran:
1)
Rendah = CBR kurang dari 30
2)
Sedang = CBR antara 30 40
3)
Tinggi = CBR lebih dari 40
36. Faktor yang menunjang kelahiran (pronatalitas):
1)
Banyak kawin usia muda
2)
Anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki
3)
Perasaan tersiksa jika tidak punya anak
4)
Anggapan anak dapat dapat membantu ortu
5)
Anak merupakan penerus keturunan
37. Faktor yang menghambat kelahiran (antinatalitas):
1)
Adanya pelaksanaan KB secara luas
2)
UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 yang menetapkan usia kawin pria minimal 19 tahun dan
perempuan 16 tahun.
3)
Semakin bertambahnya wanita karier/pekerja
4)
Aturan pemerintah mengenai pembatasan tunjangan anak bagi PNS

38. Kematian (mortalitas) adalah keadaan menghi-langnya semua tanda-tanda kehidupan secara
permanen yang terjadi setelah kelahiran hidup.
39. Angka kematian adalah jumlah kematian selama satu tahun tiap 1.000 penduduk.
40. Rumus angka kelahiran kasar/CDR:\
CDR = D / P x 1.000
CDR= Angka kematian kasar
D
= jumlah kematian
P
= jumlah penduduk
41. Penggolongan angka kelahiran:
1)
Rendah = kurang dari 10
2)
Sedang = antara 10 20
3)
Tinggi = lebih dari 20
42. Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan kematian bayi di bawah umur 1 tahun
dari 1.000 bayi yang lahir hidup setiap tahunnya.
43. Angka kematian bayi merupakan indikator penting dalam menentukan tingkat kesehatan dan
kesejahteraan masyarakat.
44. Semakin tinggi angka kematian bayi,maka tingkat kesejahteraan dan kesehatan masyarakat
semakin rendah dan demikian sebaliknya.
45. Rumus angka kematian bayi/ IMR:
IMR = Do / B x 1.000
IMR = Infant Mortality Rate
Do = jumlah kematian umur 0 (nol) tahun
B
= jumlah kelahiran bayi hidup
46. Penggolongan angka kematian bayi:
1)
Rendah = IMR kurang dari 35
2)
Sedang = IMR antara 35 75
3)
Tinggi = IMR lebih darui 75
47. Faktor penunjang kematian (promortalitas):

1)
2)
3)

Masyarakat tidak memperhatikan masalah kesehatan


Lingkungan yang tidak sehat akibat dari polusi
Kecelakaan, bunuh diri, pembunuhan, wabah penyakit, bencana alam, dan peperangan

48. Faktor penghambat kematian (antimortalitas):


1)
Adanya ke majuan ilmu kedokteran
2)
Masyarakat semakin memahami cara hidup sehat
3)
Negara dalam keadaan aman dan damai
4)
Agama melarang pembunuhan dan bunuh diri
49. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain baik untuk menetap
ataupun sementara.
50. Faktor yang mempengaruhi migrasi antaralain bencana alam, perbedaan agama, perbedaan
sumber daya alam, pergolakan politik, dan ingin memperbaiki kondisi perekonomian.
51. Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain.
52. Jenis-jenis migrasi internasional:
1)
Imigrasi: masuknya penduduk ke suatu negara dari negara lain
2)
Emigrasi: keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain
3)
Remigrasi: kembalinya para emigran ke negara asalnya
4)
Evakuasi: perpindahan penduduk karena mengungsi untuk menghindari bahaya yang
mengancam
53. Migrasi internal adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain di wilayah suatu
negara.
54. Jenis-jenis migrasi internal:
1)
Transmigrasi:perpindahann penduduk dari suatu pulau yang berpenduduk padat ke suatu pulau
yang berpenduduk jarang.
2)
Urbanisasi: perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari kota kecil ke kota besar.
3)
Le retour aux cham (ruralisasi): perpindahan penduduk dari kota untuk menetap di desa.
4)
Forensen: penduduk yang tinggal di luar kota (pinggir kota), tetapi bekerja di luar kota.
55. Kualitas penduduk adalah tingkatan mutu kehidupan penduduk pada suatu wilayah atau daerah.
56. Kualitas penduduk tinggi apabila taraf hidupnya tinggi, dengan ciri-ciri dapat terpenuhinya
sebagian besar kebutuhan hidup.

57. Faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kualitas penduduk di antaranya tingkat
pendidikan, tingkat kesehatan, dan tingkat kesejahtraan penduduk.
58. Acuan untuk menentukan tinggi rendahnya tinggkat pendidikan penduduk yakni berdasarkan
persentase tingkat pendidikan formal yang telah dicapai, misalnay SD, SMP, SMA, dan
Perguruan Tinggi.
59. Tinggi rendahnya tingkat kesehatan penduduk dapat dapat diukur melalui:
1)
Angka kematian kasar
2)
Angka kematian bayi
3)
Keadaan gizi
4)
Usia harapan hidup, yaitu rata-rata umur penduduk yang diperhitungkan sejak lahir
5)
Sanitasi lingkungan, yaitu usaha pemeliharaan kebersihan dan kesehatan lingkungan.
60. Tingkat pendapatan perkapita (PCI/Per Capita Income) adalah pendapatan setiap orang secara
rata-rata dalam setahun.
61. Pendapatan perkapita dapat dihitung dengan cara membagi pendapatan nasional kasar
(GNP/Gross National Product) dengan jumlah penduduk (P/Population).
62. Rumus untuk menghitung pendapatan per kapita:
PCI = GNP / P
PCI
= Per Capita Income
GNP = pendapatn penduduk kasar dalam setahun
P
= jumlah penduduk
63. Faktor pendorong dari desa yang menyebabkan terjadinya urbanisasi :
1)
Terbatasnya lapangan pekerjaan di desa
2)
Tanah pertanian banyak yang sudah tidak subur/mengalami kekeringan
3)
Fasilitas kehidupan kurang tersedia
4)
Upah kerja di desa rendah
5)
Timbul bencana di desa
64. Faktor penarik dari kota yang menyebabkan terjadinya urbanisasi:
1)
Kesempatan kerja di kota lebih banyak
2)
Upah kerja di kota tinggi
3)
Tersedia beragam fasilitas kehidupan
4)
Kota sebagai pusat kegiatan

65. Dampak negatif urbanisasi bagi desa:


1)
Desa kekurangan tenaga untuk mengolah pertanian
2)
Masuknya perilaku yang tidak sesuai dengan norma setempat
3)
Desa semakin banyak kekurangan penduduk yang produktif dan berkualitas
66. Dampak positif urbanisasi bagi desa:
1)
Meningkatnya kesejahteraan penduduk dari kiriman uang hasil bekerja di kota
2)
Mendorong pembangunan desa karena penduduk telah mengetahui kemajuan kota
3)
Bagi desa yang padat penduduknya, urbanisasi dapat mengurangi jumlah penduduk
4)
Mengurangi masalah pengangguran di pedesaan
67. Dampak negatif urabanisasi bagi kota:
1)
Timbulnya pengangguran
2)
Munculnya tunawisma dan gubuk-gubuk liar di tengah kota
3)
Meningkatkan kemacetan lalu lintas
4)
Meningkatkan kriminalitas dan masalah sosial lainnya
68. Dampak positif urbanisasi bagi kota:
1)
Kota dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja
2)
Semakin banyak sumber daya manusia yang berkualitas
69. Jenis-jenis transmigrasi:
1)
Transmigrasi umum adalah transmigrasi yang seluruh pembiayaannya ditanggung oleh
pemerintah.
2)
Transmigrasi spontan (swakarya) adalah transmigrasi yang seluruh pembiayaannya ditanggung
sendiri.
3)
Transmigrasi sektoral (khusus) adalah transmigrasi yang dilakukan karena hal-hal yang khusus
seperti bencana alam.
4)
Transmigrasi lokal adalah transmigrasi penduduk dalam provinsi yang sama.
5)
Transmigrasi bedol desa adalah transmigrasi yang memindahkan seluruh penduduk desa dan
pejabatnya pemerintahannya.
70. Tujuan pelaksanaan trasmigrasi:
1)
Meningkatkan dan mengatur perpindahan penduduk
2)
Mengembangkan daerah-daerah pemukiman baru di daerah yang relatif jarang penduduknya.
3)
Menyebarkan penduduk supaya merata dan seimbang di setiap wilayah.
4)
Mendorong dan memperlancar proses pembangunan daerah.
5)
Meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup para transmigran.
71. Masalah kependudukan di Indonesia, antara lain:
1)
Jumlah penduduk yang tergolong besar

2)
3)

Persebaran penduduk antarpulau tidak merata


Pemasalahan kualitas penduduk yang rendah

72. Faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia antara lain:
1)
Penyediaan saana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai
2)
Angka putus sekolah relatif tinggi karena lemahnya ekonomi keluarga
3)
Banyak orang tua yang kurang menyadari arti penting pendidikan
73. Faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia antara lain:
1)
Lingkungan yang kurang sehat
2)
Berjangkitnya penyakit menular
3)
Gejala kekurangan gizi
4)
Sranan dan prasaran kesehatan yang kurang memadai
5)
Rendahnya pengetahuan kesehatan masyarakat
6)
Penduduk kurang mampu membeli obat dan biaya kesehatan
74. Upaya penanggulanga masalah kependudukan di bidang sosial dan ekonomi:
1)
Menghambat laju urbanisasi dan mendorong program transmigrasi
2)
Meningkatkan pendapatan nasional dengan memajukan didang pertanian, industri,
pertambangan dan jasa
3)
Membuka lapangan pekerjaan baru di tempat yang jarang penduduknya
4)
Memprioritaskan pembangunan di desa tertinggal
5)
Pembangunan sarana dan prasarana transportasi antarpulau
75. Upaya pengulangan masalah kependudukan di bidang pendidikan:
1)
Melaksanakan wajib belajar dan pendidikan menegah universal
2)
Menambah dan meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan
3)
Mengadakan proyek belajar jarak jauh seperti SMP terbuka dan universitas terbuka
4)
Memberi beasiswa bagi pelajar yang berprestasi dan kurang mampu
5)
Meningkatkan pendidikan keterampilan masyarakat
76. Upaya penanggulanga masalah kependudukan di bidang kesehatan
1)
Melaksanakan program Keluarga Berencana (KB)
2)
Mengadakan perbaikan gizi
3)
Mencegah dan memberantas penyakit menular
4)
Memperbanyak jumlah rumah sakit, posyandu, puskesmas dan sarana kesehatan yang lain.
5)
Memperbanyak jumlah tenaga kesehatan atau tenaga medis
6)

Memberi penyuluhan tentang arti penting kesehatan