Anda di halaman 1dari 18

Part I

Alan Bryman - Social Research Methods, Oxvord University (2012) Chp. 1

Buku ini menjelaskan bagaimana peneliti sosial melakukan penelitian yang


semestinya. Alan Bryman membahas tentang Metode Penelitian Sosial untuk memberikan
wawasannya kepada pembca tentang fase-fase penilitian, mulai dari tujuan dilakukannya
penelitian, memilih metode dalam penelitian yang akan dilakukan, pengumpulan data,
menganalisa, menafsirkan, hingga hasil dari penelitian. Pentingnya mengetahui metode
penelitian sosial agar kita tidak terkecoh dan keliru dalam melakukan penelitian sosial. Sebab
secara tidak langsung metode-metode yang kita pakai dalam melakukan penelitian dapat
mempengaruhi pola berfikir kita dalam membuktikan kebenaran yang dapat secara jelas
untuk ditafsirkan.

Apa itu Penelitian Sosial?


Penelitian sosial merupakan penelitian akademis yang relevan dengan ilmu sosial dan harus
mencakupi ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, kebijakan sosial, geografi sosial, kebijakan
sosial, politik, hingga kriminologi.
Metode yang terkait dalam peneltian sosial terdapat beberapa faktor yang menjadi konteks di
dalam metode yang dipakai dalam penelitian sosial, yaitu :

Teori-teori penelitian sosial, penelitian sosial harus menerapkan teori untuk


memahami dunia sosial dan memiliki pengaruh pada apa yang diteliti agar dapat

diinterpretasikan dengan baik.


Pengetahuan dan minat, pengetahuan yang ada tentang daerah di mana peneliti
tertarik merupakan bagian penting dari latar belakang dalam yang penelitian sosial
berlangsung. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa seseorang berencana untuk
melakukan penelitian harus terbiasa dengan literatur tentang topik atau bidang
minat yang akan diteliti.

Pandangan dan teori memiliki keterlibatan dalam penelitian sosial. Teori adalah

suatu langkah awal dalam melakukan penelitian.


Asumsi dan pandangan tentang penelitian mempengaruhi proses penelitian.
Hipotesis dirumuskan kemudian diuji dengan teknik pengukuran yang tepat dan

akurat.
Fenomena sosial yang terjadi
Hasil riset penelitian lainnya mempunyai implikasi yang signifikan bagi para

peneliti.
Tujuan penelitian dilakukan. Banyak ilmuan sosial beranggapan bahwa penelitian
harus memiliki tujuan untuk menunjukkan adanya perbedaan di lingkungan
maupun dunia. Ilmu-ilmu sosial harus fokus pada topik dan isu-isu yang memiliki

implikasi untuk praktek.


Penelitian sosial juga beroprasi dalam konteks politik yang lebih luas. Sebagai

contoh, banyak penelitian sosial didanai oleh pemerintah untuk keperluan tertentu.
Hasil-hasil dari penelitian yang sudah dilakukan tidak dapat diabaikan begitu saja.
Peneliti membentuk komponen dari konteks metode penelitian sosial didalamnya
mungkin mempengaruhi tempat penelitian, pertanyaan penelitian, dan metode
yang digunakan untuk penelitian.

Unsur-unsur penelitian sosial


-

Review dari buku


Buku dapat kita jadikan bahan refrensi dalam melakukan penelitian, yang perlu kita
ketahui adalah:
1. Topik apa yang akan kita ambil
2. Konsep dan teori apa yang kita pakai untuk tpembahasannya
3. Metode penelitan apa yang kita gunakan
4. Apa yang jadi pertentangan dalam topik tersebut dan bagaimana hal tersebut bisa
ada
5. Apa bukti adanya permasalahan
6. Siapa yang menjadi kunci untuk berkontribusi di dalam topik yang akan diteliti

Konsep dan teori


Konsep adalah bagaimana kita memahami dunia sosial. Konsep-konsep seperti
birokrasi, kekuasaan, kontrol soial, status, karisma, proses kerja, modal budaya dan
sebagainya merupakan bagian pokok dari teori yang telah para ilmuan buat. Konsep

merupakan bahan utama teori. Konsep melayani beberpaa tujjan dalam melakukan
penelitian sosial.
-

Research questions
Research questions penting karena:
1. Memandu penelusuran literatur anda
2. Memandu keputusan anda tentang model penelitian yang akan dikerjakan
3. Menuntun keputusan anda tentang untuk apa data dikump8ulkan dan dari siapa
4. Memandu anda menganalisa data
5. Memandu menulis data
6. Kita dapat tahu hal-hal yang tidak perlu dilakukan
7. Memberikan pembaca kita mendapatkan penjelasan yang matang.

Sampling Case
Penelitian tidak selalu dilakukan pada orang. Masalah waktu dan biaya selalu
membatasi jumlah kasus, karena mungkin kita membaca dan menganalisis semua
artikeldan koran yang berkaitan dengan konten media dari wilayah penelitian kita.
Maka dari banyak peneliti menggunakan sampel. Berdasarkan prinsip mencari sampel
itu yang dapat mewakili populasi yang luas. Namun tidak semua bentuk ilmu sosial
memprioritaskan penelitian sampel resprensative.

Pengumpulan data
Pengumpulan data selalu dianggap sebagai kunci utama dari susatu proyek penelitian.
Beberapa metode yang digunakan dalam koleksi data ini adalah wawancara
terstruktur dan kuesioner. Metode penelitian seperti observasi partisipan dan semi
wawancara terstruktur digunakan agar peneliti dapat membuka pikiran mereka
tentang kontur yang mereka butuhkan, sehingga konsep dan teori dapat muncum dari
data

Analisa data
Analisa data merupakan tahapan yang menggabungkan beberapa unsur. Salah satu
unsur dalam mengidentifikasi tema adalah melalui coding (label), dimana hal ini
merupakan analisis data kualitatif, analisis data merujuk kepada analisis primer dan
analisis sekunder. Analisis primer merupakan analisis dimana peniliti yang
bertanggung jawab untuk mengumpulkan data yang telah terkumpulkan. Sedangkan
sekunder, dimana seseorang menganalisa data dari suatu data yang telah
terkumpulkan.

The messines of social research

Penelitian tidaklah selalu berjalan mulus, sering juga terjadi kesalahn-kesalahan. Alan
bryman menjelaskan tujuan dari buku ini adalah untuk memberikan gambaran tentang proses
penelitian yang juga memberikan masukan tentang bagaimana hal itu harus dilakukan.
Penelitian terkadang sudah salah dari awal mulainya, jalan buntu, kesalahan, dan perubahan
rencana penelitian

Part II

Paul S Gray, John B Williamson, David A Karp, John R Dalphin. The Research
Imagination, An Introduction to Qualitative and Quantitative Methods. Cambridge
University Press (2007)
Chapter three : Research Desain

The Compenents of Research (Komponen Penelitian)


Dibawah ini beberapa komponen yang ada dalam mendesain penelitian :
Selecting a Topic (Memilih sebuah topik)
Topik adalah subjek tentang apa yang ingin kita generalisasikan. Terdapat banyak hal
yang dapat menjadi inspirasi kita dalam memilih topik, namun topik terbaik muncul dari rasa
ingin tahu diri kita sendiri, dan hal ini akan menyediakan banyak energi yang dibutuhkan
untuk mengatasi kesulitan penelitian. Untuk memulai sebuah penelitian, hal yang kita
butuhkan adalah sebuah subjek untuk penelitian tersebut. Setelah itu, kita perlu untuk mulai
menentukan masalah penelitianpertanyaan-pertanyaan yang menyangkut topik yang telah
kita tentukan tadi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dirumuskan dalam rumusan masalah.
Rumusan masalah berfungsi untuk menyempitkan topik agar penelitian lebih mudah di kelola
dan strategi penelitian lebih mudah dibentuk, terutama pada hal yang menyangkut
pengoleksian data.
Kemudian, dari rumusan masalah ini akan muncul tujuan penelitian yang sama
pentingnya dalam menentukan desain penelitian. Kita bisa mememukan tujuan penelitian ini
dari pertanyaan-pertanyaan dirumusan masalah tentang mengapa pertanyaan itu di
pertanyakan dan kepada siapa hal ini berguna, dan lain-lain. Terkadang, tidak terdapat motif
khusus dari seorang meneliti dalam melalukan penelitian sosial, seperti hanya sekedar ingin
menambah pengetahuan, dan lainnya. Namun, pada kesempatan lain, terutama dalam
penelitian yang bersifat deduktif atau dalam ilmu sosial terapan, tujuan dari penelitian jauh
lebih terfokus. Dalam hal ini, tujuan dari penelitian memiliki efek yang mendalam pada
penyusunan penelitian.
Konseptualisasi sebuah topik
Setelah kita memilih sebuah topik dan masalah penelitian yang lebih spesifik telah
dirumuskan, kita akan memerlukan beberapa konseptualisasi. Kita perlu untuk menemukan :
1. Konsep mana yang paling tepat untuk topik kita?
2. Variable mana yang paling mendekati konsep ini dan bagaimana mereka
didefinisikan?
3. Bagaimana variable kita berhubunga satu sama lain?
4. Apa sumber-sumber data kita?

Idealnya, dalam penelitian ilmiah induktif, masing-masing tugas ini dilakukan secara
bertahap, stelah penelitian dimulai. Jawaban muncul dengan prosesnya. Sebaliknya, semakin
deduktif strategi penyelidikan, semakin besar kemungkinan bahwa keempat pertanyaan diatas
akan/harus ditangani pada tahap awal dalam desain penelitian, sebelum penyidik masuk ke
lapangan.

Concepts and Variables (Konsep dan Variabel)


Konsep adalah ide umum yang berlaku untuk suatu kasus atau perilaku tertentu. Lebih
dari satu konseptual dapat diterapkan pada hal yang sama. Contohnya, ketika kita melihat
seorang poisi mendorong seseorang ke dinding dan memasangkan borgol, hal tersebut dapat
menjadi konsep penegakan hukum yang efektif atau konsep pelecehan oleh polisi?
seseorang mungkin tidak setuju dengan suatu konsep karena konsep ini merupakan suatu hal
yang rumit karena didapat dari cara pandang seseorang terhadap suatu hal tertentu. Untuk
menjelaskan konsep inilah kita memerlukan variable dalam penelitian. Komponen-komponen
variable yang kita pakai, hubungan antara variabel, akan membantu kita dalam menunjang
konsep kita.

The Role of the Literature in Research Design (Peran Litelatur dalam Desain
Penelitian)
Sebagaimana telah disebutkan dalam chapter sebelumnya, kebanyakan motivasi untuk
memulai penelitian bersifat teoritis, seperti, untuk menyelesaikan argumen antara teori yang
bersaing atau mungkin untuk menambah teori. Disinilah peran penting litelatur muncul,
sebagai panduan kita dalam membuat penelitian. Bahkan jika penelitian kita bersifat
deskriptif atau hanya kebetulan teoritis, kita masih akan perlu terlibat dalam pencarian
litelatur yang berkaitan dengan topik yang kita pilih.
Dalam model penelitian yang bersifat deduktif, konseptualisasi topik apapun akan
sangat dipengaruhi, bahkan ditentukan benar-benar dengan litelatur yang ada. Namun, jika
kita menggunakan model penelitian yang lebih bersifat induktif, kita cenderung tidak akan
memulai pengumpulan data dengan konsep, definisi, atau teori-teori yang identik dengan
6

yang ditemukan dalam litelatur. Selain itu, litelaur juga penting dalam hal untuk meyakinkan
orang lain tentang pentingnya dan keotentikan hasil karya penelitian kita.

Types of Information (Tipe-tipe Informasi)

Seperti halnya gambar diatas, terdapat beberapa jenis informasi yang dilihat dari
pendekatannya. Kita akan mencoba untuk mengkaji perbedaan diantara pendekatan ini,
sehingga kita dapat melihat bagaimana sifat data yang kita butuhkan memengaruhi pemilihan
metode khusus dalam pengumpulannya. Runtutan inseiden atau kejadian; menggambarkan
informasi dari waktu ke waktu dan memberikan kita sejarah atau rantai peristiwa tersebut.
ilmuan sosial menggunakan informasi seperti ini tidak hanya untuk mengetahui apa yang
terjadi di masa lalu, tetapi juga untuk menganalisa bahkan menciptakan fenomena masa kini.
Tipe informasi lain didapatkan dari menghitung karakteristik orang atau peristiwa
dalam informasi tersebut. Kita tidak menjelaskan sejarah atau runtutan peristiwa, tetapi malah
lebih menghitung statistik yang terjadi di peristiwa tersebut. Tipe ini memberi kita dua
deskriptif statistik penting, frekuensi dan distribusi. Frekuensi mengungkapkan seberapa
sering suatu hal tertentu terjadi, sementara distribusi menjelaskan rentang dan variasi
terjadinya hal tersebut dalam suatu populasi.
Tipe yang terakhir didapatkan dari: perspektif subjektif dari peserta dalam interaksi
sosial. Informasi didapat dengan cara menginterview para peserta yang terlibat dalam
peristiwa tertentu, dan menganalisa dari jawaban-jawaban subjektif mereka mengenai apa
sebenarnya yang terjadi didalam peristiwa tersebut.
7

Quantitative and Qualitative Techniques (Teknik Kuantitatif dan Kualitatif)


Pilihan dasar dalam penelitian adaah perbedaan antara data kuantitatif dan kualitatif.
Data kuantitatif menggunakan angka untuk menggambarkan apa yang ada. Keuntungan
utama dari data ini adalah bahwa mereka dapat diinput kedalam data komputer sehingga
dapat dihitung, didimpan, dan dimanipulasi. Sementara data kualitatif mengandalkan katakata, terutama kata benda dan kata sifat untuk mengambil keputusan tentang apa yang ada.
Keuntungan dari kualitatif adalah bahwa mereka dapat menangkap kehalusan makna dan
interperasi yang tidak dapat disampaikan oleh data angka. Tidak masalah pilhan mana dari
pengambilan data ini yang kita pilih, kita tetap dapat melakukan sebuah penelitian. Namun,
kebanyakan para penelliti terus berkembang dan mulai menggabungkan dua teknik
pengumpulan data ini untuk mendapat keuntungan dari kedua-nya.

Strategies of Data Collection (Strategi Pengumpulan Data)


Ada beberapa jenis pengumpulan data dalam penelitian sosial, diantaranya :

Observasi partisipan, atau kerja lapangan, adalah jenis teknik kualitatif dimana

fenomena sosial diamati secara langsung oleh peneliti.


Survei sosial, adalah jenis teknik kuantitatif, pengambilan keputusan yang dilakukan

dengan cara wawancara terhadap banyak responden untuk memperoleh suatu hal.
Konten analisis.
Eksperimen, metode kuantitatif, mungkin melibatkan interaksi tatap muka antara
subjek dan peneliti, misalnya, observasi, wawancara, pengamatan perilaku, atau
ketiganya.

Menggunakan waktu dan sumber daya dengan bijak


Sampling adalah salah satu prosedur yang membuat penelitian dapat dikelola. Ketika
peneliti mengambil sampel, peneliti akan memilih sejumlah kecil kasus dari lingkungan
sosial sekitar untuk diobservasi (pencacahan). Dengan sampling maka peneliti akan dapat
membuat generalisasi yang akurat tentang populasi dari mana sampel diambil. Selain itu
dengan sampling juga akan menghemat waktu dan biaya peneliti.
8

Penelitian longtudinal adalah penelitian yang melibatkan pengumpulan informasi diberbagai


titik waktu yang berbeda. Penelitian ini menghabiskan banyak biaya dan waktu selama
berbulan-bulan bahkan bertahun-tahum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memantau
dan memprediksi perubahan sosial, melihat perubahan perilaku atau sikap sekelompok orang
tertentu sejak peneliatian dimulai dan juga untuk membandingkan populasi dari tahun ke
tahun. Contoh perubahan kebiasaan belanja konsumen. Perlu waktu untuk menemukan
bagaimana anggaran pendapatan keluarga tersebut selama beberapa tahun.
Panel studi adalah salah satu desain penelitian longtudinal yang paling rumit karena
responden yang sama diikuti dan dihubungi terus menerus.

Collecting data (Pengumpulan data)


Format untuk pengumpulan data harus disesuaikan dengan kebutuhan penelitian.
Menguji teori (kuantitatif) atau membangun teori (kualitatif), variabel yang diteliti dan semua
sumber informasi akan mempengaruhi bentuk spesifik dari data mentah yang peneliti ambil.
Dalam penelitian eksperimental peneliti harus tahu kapan ia berhenti mengumpulkan data,
karena sifat dan jumlah informasi yang diperlukan ditentukan dalam desain penelitian. Dalam
survei Sosial yang hanya menggunakan kuesioner untuk mendapatkan informasi, durasi fase
pengumpulan informasi proyek akan ditentukan oleh lamanya waktu yang dibutuhkan untuk
menghubungi semua responden dalam sampel.
Analyzing and processing data (Analisa dan proses data)
Analogi antara peneliti dan masakan dapat dijadikan perbandingan untuk memahami
pengolahan dan analisis data. Bayangkan, dua koki menggunakan resep yang sama hasilnya
mungkin akan berbeda, tergantung pada metode memasak, waktu, dan suhu yang digunakan.
Demikian pula, pada penelitian data mentah tidak mungkin mengatur diri mereka sendiri.
Data mentah dicari dan dikumpulkan. Data tentang individu dan lembaga dapat disamakan ke
dalam kategori dan hasilnya dibandingkan untuk setiap kelompok. Jika peneliti meminta
seratus orang untuk menjawab apakah mereka menyukai pekerjaan mereka?, peneliti dapat
memisahkan hasil penelitian untuk pria dan wanita jika jenis kelamin adalah variabel relevan,
atau peneliti dapat membagi jawaban sesuai dengan kelas sosial responden, tempat tinggal

mereka, agama mereka, dan seterusnya. Kategori untuk analisis data sebagian besar
ditentukan terlebih dahulu dalam penelitian yang terutama deduktif.
Pengolahan data sering terdiri dari menerjemahkan informasi atau data mentah, yang
mungkin muncul dalam bentuk kata-kata atau deskripsi, huruf atau angka yang bisa
dimanipulasi oleh komputer. Prosedur ini sangat berguna untuk sampel besar . Uji statistik
dapat digunakan untuk membandingkan atau mengontraskan dua atau lebih kelompok data.
Kebanyakan uji statistik tidak akan menghasilkan hasil yang dapat diandalkan ketika
hanya mengambil sejumlah kecil responden. Oleh karena itu, analisis data dengan sampel
kecil dapat menggunakan langkah-langkah sederhana. Ringkasan: persentase, pecahan, dan
rasio. Bahkan dengan sampel hanya sepuluh sampai dua puluh orang masih dapat digunakan.
Contoh, peneliti dapat mengetahui bahwa 80 % dari mereka yang disurvei lebih memilih satu
kandidat yang lain atau bahwa 60 % dari anggota komite gereja tertentu adalah perempuan.
Analisis data disajikan dalam berbagai bentuk, termasuk tabel, grafik, rekaman dialog dengan
disertai komentar dari peneliti, atau esai yang kritis.

Membuat kesimpulan dan rekomendasi


Setelah data diolah, peneliti harus menarik kesimpulan (interpretasi). Kesimpulan
penelitian tidak hanya merupakan pengulangan dari data mentah. Kesimpulan harus
mencakup penilaian tentang pentingnya data dalam hal pengembangan teori, penerapan
kebijakan sosial, atau keduanya.
Dalam penelitian deduktif (kuantitatif), hasil pengujian hipotesis harus dicatat setelah data
telah diolah. Apakah teori dukungan data ada, dan jika demikian, dalam keadaan apa?
Bagaimana penelitian lain dirancang untuk menguji hipotesis lebih jauh? Apa hipotesis baru
disarankan oleh hasil?
Jika penelitian induktif (kualitatif), maka meringkas proses membangun teori. Apa
prinsip-prinsip dasar perilaku mungkin menjelaskan data yang dikumpulkan? selanjutnya
adalah menguraikan implikasi kebijakan dari hasil penelitian dan kesimpulan. Jika misalnya
hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian melebihi jumlah pernikahan, kita mungkin
dapat memprediksi peningkatan jumlah keluarga orang tua tunggal, dalam permintaan untuk
perumahan, dan kebutuhan untuk tempat di mana orang dewasa tunggal dapat saling bertemu.
10

Implikasi ini didapatkan langsung dari data dan mungkin akan menjadi saran dipenelitian
masa depan.
Minimal, final report harus mengandung hal-hal sebagai berikut :

Sebuah pernyataan dari masalah penelitian.


Sebuah tinjauan literatur yang berhubungan dengan masalah.
Kerangka teoritis untuk menjelaskan fenomena yang terkait dengan masalah
(dikembangkan baik secara deduktif dari literatur dan penelitian sebelumnya atau

induktif dari penyelidikan sekarang).


Identifikasi variabel utama yang relevan (dan dalam studi deduktif, spesifikasi

hipotesis utama yang relevan).


Penjelasan kriteria yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel ini, termasuk
ringkasan metodologi yang digunakan dalam penelitian dan pertanyaan spesifik yang

ditanyakan kepada responden.


Sebuah indikasi dari prosedur pengambilan sempel yang digunakan, jika ada,
pengaturan untuk pengumpulan data, dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk

menyelesaikan penyelidikan.
Garis besar cara, di mana data diolah dan dianalisis, termasuk uji statistik yang

dilakukan, jika ada.


Temuan atau kesimpulan.

Part III

Nicholas S R Walliman. Research Methods, The Basic. Routledge (2011)

PENATAAN PROYEK PENELITIAN


Proyek penelitian bertujuan untuk menjelaskan fenomena atau untuk menguji sebuah teori.
Dan metode penelitian merupakan teknik praktis yang digunakan untuk melakukan
penelitian. Bisa disebut dengan alat yang diperuntukkan mengumpulkan informasi dan
menganalisisnya. Kemudian, informasi apa dan bagaimana menganalisis tergantung pada
sifat masalah penelitian yang ada. Oleh karena itu, penting untuk kita mengetahui tentang
proses secara keseluruhan tentang metode yang dalam konteks proyek.

11

Proses Penelitian
Hal pertama yang diperlukan yaitu mendefinisikan beberapa jenis masalah penelitian yang
bertujuan memberikan alasan untuk melakukan penelitian. Disetiap masalah akan
menghasilkan subyek penelitian, tujuan dan sasaran, dan juga menunjukkan jenis data seperti
apa yang akan dikumpulkan untuk menyelidiki masalah dan jenis analisis apa yang cocok
untuk memberikan jawaban atas petanyaan yang diajukan. Dibawah ini merupakan jawaban
atas empat pertanyaan penting yang mendukung kerangka kerja dari seriap proyek penelitian:

Apa yang akan dilakukan? Subyek penelitian Anda.


Mengapa Anda melakukannya? Alasan utuk penelitian ini harus menarik.
Bagaimana Anda akan melakukannya? Metode seperti apakah yang digunakan untuk

melaksanakan proyek tersebut.


Kapan Anda akan melakukannya? Sebutkan program kerja yang dilakukan.

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin akan memudahkan dalam kerangka


kerja dalam sebuah penelitian.
Masalah Penelitian
Tidak ada kekurangan dari masalah di seluruh dunia ini, tetapi agar masalah tersebut menjadi
sebuah riset perlu memiliki sesuatu yang penting, yaitu:

Dinyatakan dengan padat dan jelas;


Tidak bertele-tele atau berulang-ulang;
Digambarkan, agar penelitian lebih praktis;
Memungkinkan sebagai sesuatu yang dibutuhkan (informasi) untuk mengeksplorasi

masalah;
Menjadikan titik (referensi) untuk menemukan jawaban terkait dengan masalah.

Mendefinisikan Masalah Penelitian


Berikut adalah beberapa bentuk masalah penelitian yang dapat menunjukkan metode
penyelidikan.

Question and Questions

Cara yang paling sederhana untuk masalah penelitian yaitu dengan adanya pertanyaan.
Karena dengan adanya pertanyaan maka akan ada rasa ingin tahu (meneliti).
HIPOTESIS
12

Jika sesuatu terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari, kita cenderung untuk menyarankan
alasan untuk terjadinya dengan membuat tebakan rasional. Ini tebakan wajar dapat
dinyatakan dalam bentuk pernyataan. Ini adalah hipotesis. hipotesis tertentu harus didukung,
yaitu alasan terjadinya tampak benar, kita sudah mendapat kesempatan baik yang bisa kita
memprediksi apa yang akan terjadi dalam situasi yang sama di masa depan, atau dapat
merancang tindakan untuk mencegah hal itu terjadi lagi. Jika penyelidikan menunjukkan
bahwa dugaan itu salah, maka dapat ditolak sebagai palsu. Banyak penemuan terbesar dalam
ilmu didasarkan pada hipotesis: teori gravitasi Newton, teori umum relativitas Einstein dan
sejumlah orang lain. Sebuah hipotesis yang baik adalah bantuan yang sangat berguna untuk
mengorganisir upaya penelitian, tetapi harus memiliki kualitas tertentu. Ini harus secara
khusus membatasi penyelidikan untuk interaksi faktor-faktor tertentu (biasanya disebut
variabel) dan menyarankan metode yang sesuai untuk mengumpulkan, menganalisis dan
menafsirkan data, dan konfirmasi resultan atau penolakan hipotesis melalui pengujian empiris
atau eksperimental harus memberikan indikasi yang jelas dari tingkat pengetahuan yang
didapat.
Proposisi
Fokus studi penelitian pada satu set proposisi, bukan pada hipotesis, memungkinkan
penelitian untuk berkonsentrasi pada hubungan tertentu antara peristiwa, tanpa harus
mematuhi karakteristik diperlukan hipotesis. Proposisi pertama adalah Pernyataan dari situasi
tertentu, yang kemudian diikuti dengan lebih lanjut bahwa menunjukkan faktor atau kejadian
yang berhubungan dengan itu dan berakhir dengan satu yang menunjukkan kesimpulan yang
bisa ditarik dari hubungan timbal balik tersebut.
Pengunaan Argumen
Inti dari melakukan sebuah proyek penelitian adalah untuk mengidentifikasi tertentu
pertanyaan atau masalah, untuk mengumpulkan informasi dan menyajikan beberapa jawaban
atau solusi. Untuk meyakinkan pembaca bahwa Anda memiliki informasi yang dikumpulkan
relevan dengan pertanyaan atau masalah dan bahwa Anda telah berdasarkan jawaban Anda
dan kesimpulan pada analisis yang benar informasi ini Anda akan perlu menggunakan
beberapa argumen yang logis. Anda mungkin ingin membela atau menantang sudut pandang
tertentu atau mengusulkan yang baru atau diperbaiki.
Mengakui dan Pertengkaran Argumen
13

Serta membangun argumen untuk mendukung kesimpulan penelitian, itu juga diperlukan
untuk mengenali dan meneliti argument orang lain, khususnya pada karya yang mendasarkan
penelitian. Dalam berbagai jenis tulisan dan bentuk lain dari wacana, argumen dapat buruk
dinyatakan atau terendam dalam konten. Dalam rangka untuk mengenali ketika Argumen
sedang dibuat, mencari kata-kata yang menunjukkan premis seperti: sejak, karena, jika,
dengan asumsi bahwa, mengingat bahwa, dll.
Kemudian mencari kata-kata yang menunjukkan bahwa kesimpulan berikut, seperti: karena
itu, ini membuktikan bahwa, kemudian, akibatnya, demikian, dll
Kemudian mencari setiap penalaran logis dan bukti yang diberikan untuk menghubungkan
keduanya.
Argumen Pengujian
Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mendeteksi valid dari argumen keliru, yaitu
mereka yang logika mengikuti aturan yang benar dan mereka yang tidak. Kekeliruan jatuh ke
dalam dua kategori utama: formal dan informal. Kekeliruan formal adalah di mana logis
struktur fondasi argumen rusak dalam beberapa cara. Kekeliruan Informal juga datang dalam
banyak samaran. Ini menyesatkan tidak begitu banyak karena langkah-langkah logis yang
salah, tapi mereka membuat analogi palsu, menggunakan klaim emosional dan menyesatkan,
dan melompat kesimpulan dibenarkan bukti yang minim, tidak relevan atau tidak benar.
Membangun Argumen
Ada dua tujuan dasar argumentasi. Satu adalah berdebat untuk pernyataan dengan
memberikan bukti-bukti yang akan mendukungnya. Kedua adalah untuk menyangkal
pernyataan dengan memberikan bukti yang merongrong itu. Antar-lawan ini bisa menjadi
kombinasi dari keduanya, yang memerlukan penyempurnaan dari pernyataan untuk lebih
dekat dengan kebenaran, berdasarkan bukti yang disajikan. Dalam penelitian, bukti akan ada
data baru yang dihasilkan oleh proyek, sehingga keandalan sumber dan Metode pengumpulan
data harus jelas dijelaskan dan dibenarkan. Kemudian langkah membawa kepada kesimpulan.
Kesimpulan harus didasarkan secara eksklusif di tempat. Jika tidak mungkin untuk menjadi
benar-benar yakin bahwa kesimpulan yang tak terelakkan, Anda memiliki pilihan untuk
melunakkan menyimpulkan pernyataan dengan kondisi seperti 'ada kemungkinan bahwa', 'itu
adalah kemungkinan bahwa 'dll. Untuk membantah pernyataan penutup mengharuskan Anda
untuk menunjukkan bahwa Kesimpulan adalah palsu atau tidak benar. Hal ini dapat dilakukan
14

dengan menantang logika argumen, menantang kebenaran bukti yang Argumen ini
didasarkan, atau mempertanyakan relevansi atau kelengkapan bukti. Cara lain untuk
menantang argumen adalah untuk menghasilkan kontra-contoh yang dikerahkan terhadap
baik tempat atau / dan kesimpulan.

REVIEW
Proyek penelitian bertujuan untuk menjelaskan fenomena atau untuk menguji sebuah teori.
Dan metode penelitian merupakan teknik praktis yang digunakan untuk melakukan
penelitian. Bisa disebut dengan alat yang diperuntukkan mengumpulkan informasi dan
menganalisisnya. Di setiap proyek tentu saja ada sebuah proses, hal pertama yang diperlukan
yaitu mendefinisikan beberapa jenis masalah penelitian yang bertujuan memberikan alasan
untuk melakukan penelitian. Disetiap masalah akan menghasilkan subyek penelitian, tujuan
dan sasaran, dan juga menunjukkan jenis data seperti apa yang akan dikumpulkan untuk
menyelidiki masalah dan jenis analisis apa yang cocok untuk memberikan jawaban atas
petanyaan yang diajukan. Kemudian menentukan masalah penelitian, mendefinisikan
masalah penelitian, harus ada hipotesis, preposisi, penggunaan argument, mengakui
argument, dan membangun argument.

15

Part IV
Piergiorgio Corbetta Social Research Theory, Methods and Techniques (2003)
Kuantitatif
Perencanaan Penelitian
Hubungan teori penelitian

Terstruktur; fase-fase berurutan


Deduksi; teori mendahului
observasi
Fungsi litelatur
Mendasar
dalam
mendefinisikan
teori
dan
hipotesis
Konsep hubungan dengan Dioperasionalkan
melalui
lingkungan
pendekatan
yang
bersifat
manipulatif
Peneliti psikologi - subjek Netral, terpisah, observasi
interaksi
ilmiah
Bentuk peneliti - subjek
Berdasarkan jarak - terpisah
interaksi
Peran subjek yang diteliti
Pasif
Pengumpulan Data
Model(desain) Penelitian
Terstruktur,
tertutup,
mendahului penelitian

Kualitatif
Terbuka; interaktif
Induksi; teori ada melalui
observasi
Auxilliary (bantu)
Orientatif,
terbuka,
dan
berdasarkan
pendekatan
naturalistik
Mengidentifikasi
dengan
perspektif subjek yang diteliti
Kedekatan - berinteraksi
(kontak)
Aktif
Un-structured,
terbuka,
terbangun/terbentuk pada saat
16

jalannya penelitian
Representatif
Rekam Jejak
Kealamian data

Statistik (catatan)
Standar untuk semua subjek.
Objek : data-matrix
Bersifat
'Keras
(mutlak)',
obyektif dan standar

Bervariasi sesuai subjek


Ketertarikan.
Tidak
standarisasi

ada

Soft

Analisis Data
Objek dari analisis
Tujuan dari analisis
Matematika dan statistik
Hasil

Variabel (Analisis dengan


variabel, impersonal (tidak
berkaitan dengan yang lain)
Menjelaskan variasi di dalam
variabel
Dipakai

Individual (Analisis dengan


subjek)
Mengerti subjek
Tidak dipakai

Diperoleh dari wawancara dan


teks (narrative prespektive)
Korelasi, hukum, logika sebab- Klasifikasi dan tipologi, ideal
Generalisasi
akibat
types, logika klasifikasi
Ruang Lingkup
Generalisasi
Spesifik
Perbandingan Penelitian Kuantitaif & Kualitatif
Presentasi Data

Tabel (hubungan perspektif)

Daftar Pustaka

Bryman, Alan. 2012. Social Research Methods 4th Edition. New York: Oxford University
Press.

Corbetta, Piergiorgio. 2003. Social Research: Theory, Methods and Techniques. London:
SAGE Publications.

Gray, Paul S; Williamson, John B; Karp, David A; dan Dalphin, John R. 2007. The Research
Imagination, An
Introduction to Qualitative and Quantitative Methods. Cambridge: Cambridge University
Press.

Walliman, Nicholas. 2011. Research Methods: The Basics. London: Routledge.

17

18