Anda di halaman 1dari 8

Renewable Energy

Program ini menawarkan perkuliahan di bidang Teknik Energi Terbarukan khususnya dari
bahan bakar nabati (biofuel), energi proses, energi dari biomasa dan biogas, energi listrik,
energi mikrohidro, energi surya, energi angin, pengembangan dan rekayasa energi baru.
Rabu, 05 September 2012

Kimia Dasar : Termodinamika

Termodinamika Kimia
Cabang ilmu kimia yang mempelajari hubungan kalor, kerja dan bentuk lain dengan
kesetimbangan dalam reqksi kimia, perubahan keadaan dan pembentukan larutan.
erat hubungannya dengan
Termokimia : pengukuran dan penafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia,
perubahan keadaan dan pembentukan larutan.
Definisi :
Termokimia dapat didefinisikan sebagai bagian ilmu kimia yang mempelajari dinamika
atau perubahan reaksi kimia dengan mengamati panas/termal nya saja.
Salah satu terapan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari ialah reaksi kimia dalam tubuh
kita dimana produksi dari energi-energi yang dibutuhkan atau dikeluarkan untuk semua
tugas yang kita lakukan.
Hukum Termodinamika I (Hkm Kekekalan Energi) :
Energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan, manusia hanya mampu mengubah
bentuk energi satu menjadi bentuk energi lain.
U = q + w
U = perubahan energi dalam reaksi .(joule)
q = kalor (joule)
w = kerja yang dilakukan sistem ..(joule)
Joule dapat disimbolkan dengan J
Kerja dapat dituliskan sebagai kerja volume dengan rumus :
w = kerja .(J)

p = tekanan ..(atm)
V = volume .(liter)
Tanda minus diberikan agar sesuai dengan aturan bahwa kerja akan diberi notasi positif
jika dikenal pada sistem, dan diberi notasi negatif, jika sistem melakukan kerja.
Satuan internasional standar untuk energi yaitu Joule (J) diturunkan dari energi kinetik.
Satu joule = 1 kgm2/s2. Setara dengan jumlah energi yang dipunyai suatu benda
dengan massa 2 kg dan kecepatan 1 m/detik (bila dalam satuan Inggris, benda dengan
massa
4,4 lb dan kecepatan 197 ft/menit atau 2,2 mile/jam).
1 J = 1 kg m2/s2
Dengan diterimanya SI, sekarang juga joule (atau kilojoule) lebih disukai dan kalori
didefinisi ulang dalam satuan SI.
Sekarang kalori dan kilokalori didefinisikan secara eksak sebagai berikut :
1 kal = 4,184 J
1 kkal = 4,184 kJ
Contoh :
Pembakaran dari bahan bakar seperti minyak dan batu bara dipakai untuk pembangkit
listrik.
Bensin yang dibakar dalam mesin mobil akan menghasilkan kekuatan yang
menyebabkan mobil berjalan.
Bila kita mempunyai kompor gas berarti kita membakar gas metan (komponen utama
dari gas alam) yang menghasilkan panas untuk memasak.
Dan melalui urutan reaksi yang disebut metabolisme, makanan yang dimakan akan
menghasilkan energi yang kita perlukan untuk tubuh agar berfungsi.
Hampir semua reaksi kimia selalu ada energi yang diambil atau dikeluarkan.
Mari kita periksa terjadinya hal ini dan bagaimana kita mengetahui adanya perubahan
energi.
Misalkan akan melakukan reaksi kimia dalam suatu tempat tertutup sehingga tak ada
panas yang dapat keluar atau masuk kedalam campuran reaksi tersebut.
Atau reaksi dilakukan sedemikian rupa sehingga energi total tetap sama.
Juga misalkan energi potensial dari hasil reaksi lebih rendah dari energi potensial
pereaksi sehingga waktu reaksi terjadi ada penurunan energi potensial.

Sistem dan lingkungan


Klasifikasi sistem berdasarkan pertukaran energi:
Sistem terisolasi, bila dengan lingkungan tidak dapat mempertukarkan materi/energi
Sistem tertutup, bila hanya dapat mempertukarkan energi saja dengan lingkungan.
Sistem terbuka, bila dengan lingkungan dapat bertukar energi maupun materi.
Panas reaksi dan termokimia
Pelajaran mengenai panas reaksi dinamakan termokimia yang merupakan bagian dari
cabang ilmu pengetahuan yang lebih besar yaitu termodinamika.
Sistim adalah sebagian dari alam semesta yang sedang kita pelajari.
Mungkin saja misalnya suatu reaksi kimia yang terjadi dalam suatu gelas kimia.
Di luar sistim adalah lingkungan.
Reaksi eksoterm dan endoterm
Perubahan panas atau kalor dalam suatu sistem dapat ditandai dengan berkurang atau
bertambahnya suhu lingkungan.

Reaksi eksoterm merupakan reaksibyang mengeluarkan panas ke lingkungan, dengan


demikian suhu lingkungan mengalami kenaikan.
Reaksi endoterm merupakan reaksi yang membutuhkan panas.
Pada reaksi endoterm sistem menyerap panas sehingga suhu lingkungan menjadi
dingin.

Reaksi eksoterm
Pada reaksi eksoterm terjadi perpindahan kalor dari sistem kelingkungan atau pada
reaksi tersebut dikeluarkan panas.
Pada reaksi eksoterm harga H = negatif ( )
Contoh :
C(s) + O2(g) CO2(g) + 393.5 kJ ;
H = -393.5 kJ
Reaksi Eksoterm
Reaksi Pebakaran
1. PembakarMan gas dapur
C3H8(g) + 3O2(g) 3CO2(g) + 4H2O(l)
2. Pembakaran kawat magnesium (Mg)
2 Mg(s) + O2(g) 2MgO(s)
Reaksi Penetralan
1. Netralisasi asam klorida dengan natrium hidroksida
HCl(aq) + NaOH(aq) NaCl(aq) + H2O(l)
2. Netralisasi asam sulfat dengan kalium hidroksida
H2SO4(aq) + 2KOH(aq) K2SO4(aq) + 2H2O(l)
Pelarutan garam alkali dalam air
1. NaOH(s) + H2O(l) NaOH(aq)
2. CaO(s) + H2O(l) Ca(OH)2(aq)
Pengenceran asam pekat
1. H2SO4(pekat) + H2O(l) H2SO4(aq)
2. HNO3(pekat) + H2O(l) HNO3(aq)
Reaksi Logam alkali dengan air
1. 2Na(s) + H2O(l) 2NaOH(aq) + H2(g)
2. 2K(s) + 2H2O(l) 2KOH(aq) + H2(g)
Reaksi Endoterm
1. Penguraian garam karbonat
CaCO3 CaO(s) + CO2(g)
2. Pelarutan garam nitrat
KNO3(s) + H2O(l) KNO3(aq)
3. Pelarutan garam ammonium nitrat
NH4NO3(s) + H2O(l) NH4NO3(aq)
Reaksi Endoterm
Pada reaksi endoterm terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem atau pada

reaksi tersebut dibutuhkan panas.


Pada reaksi endoterm harga H = positif ( + )
Contoh :
CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g) 178.5 kJ ; H = +178.5 kJ
Proses eksoterm dan proses endoterm
Entalpi (H) dan perubahan entalpi ( H)
Kalorimeter Bomb

Kalorimeter Bomb
Reaksi yang terjadi dalam kalorimeter bomb berada pada volume yang tetap karena
bejana bomb tak dapat membesar atau mengecil. Berarti bila gas terbentuk pada reaksi di
sini, tekanan akan membesar maka tekanan pada sistim dapat berubah.
Karena pada keadaan volume yang tetap maka panas reaksi yang diukur dengan
kalorimeter bomb disebut panas reaksi pada volume tetap.
Panas reaksi pada tekanan tetap disebut perubahan entalpi dan reaksi dan diberikan
dengan simbol H.
Definisinya :
H = Hakhir Hmula-mula
H, keadaan entalpi H, mula-mula dan akhir (yang sebenarnya berhubungan dengan
jumlah energi yang ada pada keadaan ini) tak dapat diukur. Ini disebabkan karena jumlah
energi dari sistem termasuk jumlah dari semua energi kinetik dan energi potensialnya.
Istilah yang digunakan pada perubahan entalpi :
1. Entalpi Pembentukan Standar (Hf):
H untuk membentuk 1 mol persenyawaan langsung dari unsurunsurnya yang diukur
pada 298 K dan tekanan 1 atm.
Contoh : H2(g) + 1/2 O2(g) H2O (l) ;
Hf = -285.85 kJ
2. Entalpi Penguraian Standar (Hd ): :

H dari penguraian 1 mol persenyawaan langsung menjadi


unsur-unsurnya (= Kebalikan dari H pembentukan).
Contoh : H2O(l) H2(g) + 1/2 O2(g) ; Hd = +285.85 kJ.
3. Entalpi Pembakaran Standar (Hc )

H untuk membakar 1 mol persenyawaan dengan O2 dari udara yang diukur pada 298 K
dan tekanan 1 atm. Satuan Hc adalah kj/mol.
1. Karbon (C) terbakar sempurna menjadi CO2
2. Hidrogen (H) terbakar sempurna menjadi H2O

Contoh:
CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) + 2H2O(l) ; Hc = 802 kJ.
4. Entalpi Reaksi:
H dari suatu persamaan reaksi di mana zat-zat yang terdapat dalam persamaan reaksi
dinyatakan dalam satuan mol dan koefisien-koefisien persamaan reaksi bulat sederhana.
Contoh: 2Al + 3H2SO4 Al2(SO4)3 + 3H2 ; H = -1468 kJ
5. Entalpi Netralisasi:

H yang dihasilkan (selalu eksoterm) pada reaksi penetralan asam atau basa.
Contoh:
NaOH(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l) ; H = -890.4 kJ/mol
6. Hukum Lavoisier-Laplace
Jumlah kalor yang dilepaskan pada pembentukan 1 mol zat dari unsur-unsurnya sama
dengan jumlah kalor yang diperlukan untuk menguraikan zat tersebut menjadi unsur-unsur
pembentuknya. Artinya : Apabila reaksi dibalik maka tanda kalor yang terbentuk juga
dibalik dari positif menjadi negatif atau sebaliknya.
Contoh:
N2(g) + 3H2 2NH3 H = 112 kJ
2NH3(g) N2(g) + 3H2(g) ; H = + 112 kJ
HUKUM HESS
Menghitung H reaksi menggunakan Hukum Hess.
Jika suatu reaksi berlangsung dalam dua tahap reaksi atau lebih, maka perubahan
enthalpi untuk reaksi tersebut sama dengan jumlah perubahan entalpi dari semua
tahapan.
Hukum Hess juga berbunyi :
Entalpi reaksi tidak tergantung pada jalan reaksi melainkan tergantung pada hasil akhir
reaksi
1. Hukum Hess mengenai jumlah panas
2. Contoh Soal :
Diketahui diagram siklus sebagai berikut :
Maka reaksinya bisa digambarkan sebagai berikut :
2S(s) + 2O2(g) 2SO2(g) ; H1
2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) ; H2
2S(s) + 3O2(g) 2SO3(g) ; H3
Jadi H3 = H1 + H2
SIKLUS HESS
Karena entalpi adalah fungsi keadaan, maka besaran H dari reaksi kimia tak
tergantung dari lintasan yang dijalani pereaksi untuk membentuk hasil reaksi.
Untuk melihat pentingnya pelajaran mengenai panas dari reaksi ini, kita lihat perubahan
yang sudah dikenal yaitu penguapan dari air pada titik didihnya.
Khususnya, kita perhatikan perubahan 1 mol cairan air, H2O(l) menjadi 1 mol air berupa
gas, H2O(g) pada 1000C dan tekanan 1 atm.
Contoh :
Diketahui reaksi :
C(s) + O2(g) CO2(g) H = 94 kJ (reaksi 1)
2H2(g) + O2(g) 2H2O(g) H = 136 kJ (Reaksi 2)
3C(s) + 4H2(g) C3H8 (g) H = 24 kJ (reaksi 3)
Tentukan H pada reaksi :
C3H8(g) + 5O2 (g) 3CO2(g) + 4H2O(g)
Jawab :
Menyesuaikan masing-masing reaksi (1),(2), dan (3) dengan pertanyaan.
Lihatlah C3H8(g) + 5O2 (g) 3CO2(g) + 4H2O(g)

Reaksi (1) dikalikan 3 (agar CO2 menjadi 3CO2)


Reaksi (2) dikalikan 2 (agar 2H2O menjadi 4H2O)
Reaksi (3) dibalik, maka tanda H menjadi + (agar C3H8 menjadi disebelah kiri )
Jadi ;
3C(s) + 3O2 3CO2(g) H = 282 kJ
4H2(g) + 2O2 > 4H2O(g) H = 272 kJ
C3H8(g) 3C(s) + 4H2(g) H = 24 kJ +
C3H8(g)+5O2(g)3CO2(g)+4H2O(g) H= 530 kJ
1. Berdasarkan Tabel entalpi Pembentukan
Kalor suatu reaksi juga dapat ditentukan dari data entalpi pembentukan (Hf) zat-zat
pereaksi dan zat-zat hasil reaksi.
H reaksi = Hfproduk - Hfreaktan
Misalnya :
mAB + nCD pAD + qCB H = ?
H reaksi = (p. Hf AD + q Hf CB)- (m Hf AB + n . Hf CD)
1. Energi Ikatan
Reaksi kimia merupakan proses pemutusan dan pembentukan ikatan, proses ini selalu
disertai perubahan energi.
Energi yang dibutuhkan untuk memutuskan 1 mol ikatan kimia dalam suatu molekul gas
menjadi atom-atomnya dalam fase gas disebut energi ikatan atau energi disosiasi (D).
Untuk molekul kompleks, energi yang dibutuhkan untuk memecah molekul itu sehingga
membentuk atom-atom bebas disebut energi atomisasi.
1. Kalor Pembakaran Bahan Bakar
Reaksi kimia yang digunakan untuk menghasilkan energi adalah Reaksi Pembakaran, yaitu
reaksi yang cepat antara bahan bakar dengan oksigen disertai terjadinya api.
Jenis bahan bakar : bahan bakar fosil (gas alam), minyak bumi, batu bara.
Trisna Dasa Wardana di 23.28
Berbagi

1 komentar:
Tips Lulus Psikotes 16 Mei 2015 01.51
Mau tau cara mendapatkan uang menggunakan internet, berikut ini panduan: cara mendapatkan
uang dari interntet dengan bisnis affiliasi
Beberpa tips agar lulus psikotes adalah dengan mempelajari contoh-contoh soal psikotes,
diantaranya:
Contoh Soal Psikotes Bank-BUMN-Swasta

Soal-Soal CPNS Terbaru


Contoh Soal Psikotes Gambar
Contoh Soal Psikotes Pauli
Soal Psikotes dan Wawancara Kerja
Contoh soal psikotes spasial
Soal Psikotes Tes IQ Teki Teki
Soal Latihan dan Software CAT CPNS
Jika anda ingin segera memperoleh momongan sebaiknya anda memahami Cara cepat hamil
dan tips cepat hamil. Anda akan di bantu oleh dokter spesialis kandungan ternama yaitu dr.
Rosdiana Ramli SpOG. Beliau telah banyak membimbing orang2 agar segera memperoleh
momongan.
Atau jika tertarik ingin meningkatkan pengunjung blog , kami menyediakan sejumlah backlink
berkualitas, temukan di link ini: Jual Backlink PR 50 ribu. Ada juga yang gratisan tidak perlu
bayar yaitu: Daftar blog dofollow auto approve terbaru.
Selamat mencoba semoga sukses.
Balas

Masukkan komentar Anda...

Beri komentar sebagai:

Unknown (Google)
Keluar

Publikasikan

Beri tahu saya

Pratinjau

Beranda

Lihat versi web


Diberdayakan oleh Blogger.
renewable energy engineering

Haidy Uciha
ren3nergy

Trisna Dasa Wardana


Dwi Rosyanto