Anda di halaman 1dari 21

Fisiologi

Persalinan
Anisa Eka Putri - 1210211054

Persalinan
Merupakan proses saat janin dan plasenta serta
membrannya keluar dari uterus ke dunia luar
Kontraksi uterus yang teratur yang
menyebabkan penipisan dan dilatasi serviks
sehingga hasil konsepsi dapat keluar dari uterus

Proses Kunci Persalinan


1.

Perubahan aktivitas miometrium

2.

Perlunakan dan dilatasi serviks

3.

Pecahnya membran janin

Persalinan
Pada akhir kehamilan, uterus secara progresif
lebih peka sampai akhirnya timbul kontraksi
kuat secara ritmis sehingga bayi dilahirkan
peningkatan eksitabilitas uterus
menjelang aterm

Penyebab Peningkatan Eksitabilitas


Uterus
Faktor Hormonal
Rasio Estrogen
terhadap
Progesteron
Pengaruh Oksitosin
pada Uterus
Pengaruh hormon
fetus pada uterus

Faktor Mekanik
Regangan otot-otot
uterus
Regangan atau
iritasi serviks

Faktor Hormonal
Rasio Estrogen terhadap Progesteron
Estrogen meningkatkan derajat kontraktilitas
uterus karena estrogen meningkatkan jumlah
taut celah (gap junction) antar sel otot polos
uterus yg berdekatan

Faktor Hormonal
Pengaruh Oksitosin pada Uterus
Oksitosin hormon yg disekresikan oleh neurohipofisis
yang secara khusus menyebabkan kontraksi uterus
Responsivitas uterus terhadap oksitosin pada aterm
adalah 100x dibanding wanita yg tidak hamil
meningkatnya konsentrasi reseptor oksitosin
miometrium

Faktor Hormonal
Pengaruh Hormon Fetus pada Uterus
Kelenjar hipofisis fetus menyekresikan oksitosin
Plasenta menghasilkan CRH (corticotropin-releasing
hormone) pada akhirnya juga akan memicu kontraksi
uterus
Melepaskan prostaglandin dlm konsentrasi tinggi saat
persalinan

Faktor Mekanik
Regangan otot-otot uterus
Regangan sederhana organ-organ berotot polos biasanya
akan meningkatkan kontraktilitas otot-otot tersebut
contoh: pada bayi kembar biasanya akan lahir 19 hari
lebih awal dari bayi yg tidak kembar karena regangan yg
ditimbulkan lebih besar dalam menyebabkan kontraksi
uterus

Faktor Mekanik
Regangan atau iritasi serviks
Meregangkan atau mengiritasi serviks uteri khususnya
penting dalam menimbulkan kontraksi uterus
contoh: ahli obstetri sering menginduksi persalinan
dengan memecahkan ketuban sehingga kepala bayi
lebih meregang serviks

Inisiasi dan
Perkembangan
Persalinan

Tahap Persalinan

Tahap Pertama Dilatasi Serviks

Selama tahap ini, serviks dipaksa melebar untuk mengakomodasi


garis tengah kepala bayi maksimal 10 cm

Merupakan tahap paling lama dari beberapa jam sampai 24 jam


pada kehamilan pertama dan berlangsung beberapa menit pada
kehamilan yg sudah berkali-kali

Jika bayi mendekati jalan lahir dengan kaki terlebih dahulu kaki
tidak dpt melebarkan serviks cukup lebar untuk dilalui kepala
kepala bayi akan tersangkut di belakang lubang serviks yg sempit

Tahap Kedua Pengeluaran Bayi

Dimulai setelah dilatasi (pembukaan) serviks lengkap

Ketika bayi mulai bergerak melewati serviks dan vagina reseptor


regang di vagina mengaktifkan suatu refleks saraf yg memicu
kontraksi dinding abdomen secara sinkron dgn kontraksi uterus

Ibu dapat membantu mengeluarkan bayinya dengan secara sengaja


mengontraksikan otot-otot abdomennya bersamaa dgn kontraksi
uterus mengejan

Tahap ini jauh lebih singkat 30 90 menit

Tahap Ketiga Pelahiran Plasenta

Segera setelah bayi lahir rangkaian kontraksi uterus kedua yg


memisahkan plasenta dari miometrium dan mengeluarkannya
melalui vagina

Pelahiran plasenta atau afterbirth, merupakan tahap paling singkat


15-30 menit setelah bayi lahir

Setelah plasenta di keluarkan, kontraksi miometrium menyebabkan


PD uterus yg mengalir ke tempat perlekatan plasenta terjepit untuk
mencegah perdarahan

Involusi Uterus

Involusi uterus menciut ke ukuran pragestasi 4-6 minggu

Selama involusi, jaringan endometrium yg tertinggal dan tidak


dikeluarkan bersama plasenta secara bertahap mengalami
disintegrasi dan terlepas menghasilkan duh vagina lokia keluar
selama 3-6 minggu setelah persalinan

involusi penurunan tajam estrogen dan progesteron (karena


plasenta sudah tdk ada) dan pelepasan oksitosin akibat rangsang
hisapan puting payudara

Involusi pada ibu menyusui 4 minggu; pada ibu yg tidak menyusui


6 minggu

Referensi

Fisiologi Sherwood

Fisiologi Guyton

At a Glance Sistem Reproduksi

Terima Kasih