Anda di halaman 1dari 6

Laporan Pembuatan dan Pengukiran Gigi

Menggunakan Malam Merah

NAMA : WAODE RIFA ADHIANI


NIM

: 145070401111016

PENDIDIKAN DOKTER GIGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA


MALANG
2014 / 2015

Membuat dan Mengukir Gigi Menggunaan Malam Merah

Alat :

Pisau Malam
Pisau model / Lecron
Spirtus Burner
Sendok / Centong Sayur

Bahan :

Kertas karton tebal


Malam merah
Gambar pola gigi (1:3) pelajari dari buku teks anatomi gigi
Kertas koran (untuk alas kerja)
Air, kapas, dan sabun

Cara kerja

Buatlah balok dari kertas karton tebal berukuran (p x l x t = 3cm


x 3 cm x 7 cm)

Mencairkan malam merah dengan cara meletakkan potongan


malam merah di atas sendok/ centong sayur lalu panaskan di
atas spiritus burner

Tuangkan malam merah cair ke dalam kotak balok

Setelah malam merah mengeras, buka kertas karton sehingga


yang tersisa hanya bentukan balok malam merah

Lakukan pengukiran malam merah membentuk model gigi molar


(pelajari bentuk anatomi gigi molar)

Mengukir dengan cara mengurangi dan menambahkan malam


merah

Haluskan model gigi yang sudah jadi dengan kapas basah yang
dipanasi lalu mengkilapkan menggunakan kapas air dan sabun

Kesulitan yang dialami :


-

Mensiasati agar wadah ( karton yang dibuat ) tidak akan bocor


ketika dituangkan malam merah cair

Sulit dalam mengukir dan membentuk pola gigi pada malam


merah dikarenakan tekstur malam merah yang padat dan tidak
elastis.

Dalam mengukir diperlukan ketekunan dan konsentrasi agar


menghasilkan ukiran gigi yang sesuai karena apabila melakukan
kesalahan dalam mengukir , sulit lagi untuk menambalnya
menggunakan malam cair.

Refleksi terhadap percobaan :


Saya melakukan pengukiran gigi ini sebanyak 5 kali percobaan .

Pada

percobaan

pertama

saya

membuat dan mengukir gigi seri kanan atas


menggunakan malam merah dengan

skala

kecil yaitu 1:2 . Awalnya saya mengira


mengukir gigi itu tidaklah sulit, tetapi ketika
saya mengukir gigi, ternyata gigi memiliki
banyak bagian-bagian dan
harus diperhatikan

struktur yang

sehingga hasil ukiran

gigi yang saya buat tidaklah seperti gigi seri


kanan atas yang saya harapkan.

Pada percorbaan kedua, saya membuat


ukiran gigi seri kanan atas menggunakan sabun
batangan dengan skala 1:3. Hasil dari ukiran
gigi saya pada percrobaan kedua ini lebih baik
dibandingkan pada percobaan di hari pertama.
Pada percobaan kedua ini, saya sudah bisa
membuat mahkota gigi seri walaupun belum
sempurna seperti mahkota gigi seri sebenarnya.

Pada percobaan ketiga, saya membuat


ukiran gigi seri kanan atas menggunakan malam
merah dengan skala 1:3. Hasil ukiran gigi pada
percobaan ketiga ini lebih baik dan hampir
menyerupai gigi seri dikarenakan saya meniru
gigi seri sebenarnya. Mahkota yang saya ukir
sudah hampir menyerupai mahkota gigi seri
sebenarnya,

tetapi

sya

masih

belum

bisa

mengukir akar gigi seri seperti akar gigi seri


sebenarnya.

Pada percobaan keempat, saya masih


membuat gigi seri kanan atas menggunakan
malam merah dengan skala 1:3 . Hasil dari
ukiran gigi saya mengalami perkembangan dan
sudah hampir menyerupai gigi seri tetapi masih
perlu dipoles dan masih perlu berlatih lagi.

Pada

percobaan

terakhir

ini

saya

tetap

membuat ukiran gigi seri kanan atas menggunakan


malam merah dengan skala 1:3. Menurut saya,
hasil ukiran gigi yang saya ukir sudah menyerupai
gigi seri kanan atas dan lebih baik daripada
percobaan sebelumnya.

Pendapat Teman :
Pendapat teman saya mengenai hasil dari pembuatan dan mengukir
gigi saya yaitu:
-

Pada percobaan pertama, teman saya menilai bahwa hasil ukiran


gigi saya seperti skop semen bangunan dan belum seperti gigi
seri kanan atas yang saya harapkan.

Pada percobaan kedua, teman saya berpendapat bahwa saya


mengalami perkembangan dan hasil ukiran gigi yang saya buat
lebih baik dari percobaan pertama dikarenakan saya sudah dapat
membuat mahkota gigi yang menyerupai mahkota gigi seri
sebenarnya.

Pada percobaan ketiga , teman saya menilai bahwa ukiran gigi


yang saya buat mengalami perkembangan dan sudah mulai
menyerupai gigi seri tetapi belum sempurna dikarenakan pada
bagian posterior dari akar gigi yang saya buat tidaklah cembung
seperti gigi seri sebenarnya tetapi bagian mahkota dari gigi yang
saya buat sudah menyerupai mahkota gigi seri sebenarnya.

Pada percobaan keempat , teman saya menilai bahwa hasil


ukiran gigi yang saya buat

sudah mendekati kesempuarnaan

tetapi masih harus dipoles lagi dan banyak-banyak berlatih

dikarenakan akar gigi yang saya buat belumlah seperti akar gigi
seri
-

Pada percobaan terakhir, teman saya berpendapat bahwa hasil


ukiran gigi saya sudah lebih baik dan sudah hampir mendekati
kesempurnaan.