Anda di halaman 1dari 8

SESI I

WORKSHOP AKREDITASI PELAYANAN FARMASI


MANAJEMEN PENGGUNAAN OBAT
YOGYAKARTA, 8 MARET 2013

Identifikasi HAM

BAGAIMANA PENGELOLAAN HIGH ALERT MEDICATION (HAM)?


Profesi terkait
Regulasi
Dokter Apoteker Perawat Departemen, Unit, Komite
Kebijakan Pedoman SPO Dokumen
lain
v
v
v
KFT
v
v
Form
identifikasi

Penetapan HAM

Pengadaan Bila
Terjadi
Kekosongan HAM

Penyimpanan
HAM & Akses
Terhadap HAM

Direktur RS melalui usulan


KFT

Unit Layanan Pengadaan

Depo Farmasi, Unit


Perawatan, Poliklinik, OK,
UGD, VK, ICU

Keterangan
Identifikasi HAM dilakukan bisa
berdasarkan obat-obat yang ada di RS
yang sering menimbulkan kesalahan
(error). Form diberikan kepada dokter,
perawat dan apoteker utk kemudian
dibahas di Komite Farmasi dan Terapi
dgn melihat juga kejadian medication
error yang pernah terjadi dan
terdokumentasi di Komite Keselamatan
Pasien.
Setelah diidentifikasi, KFT menetapkan
jenis2 HAM dan mengusulkan kepada
Direktur.

Bila terjadi kekosongan obat HAM,


Apoteker Penanggung Jawab IFRS
diperkenankan membeli obat HAM
melalui pembelian regular, atau
pembelian ke apotek rekanan (yg sudah
diikat dgn MoU), atau peminjaman ke
RS/institusi lain.

Sebaiknya HAM disimpan di tempat yang


agak tersembunyi dan sulit dijangkau
sehingga akses terhadap obat tsb tidak
terlalu mudah. Penyimpanan HAM baik
di unit farmasi maupun ruang perawatan
harus diberikan sign (label) dan obat
1

HAM yg LASA disimpan terpisah satu


sama lain (diberi spasi/diselingi obat
lain).
Pengaturan Label
HAM

Dispensing HAM

Pelaksanaan
Double Check
HAM

Penyiapan
Elektrolit
Konsentrat

Unit Farmasi

Unit Farmasi, ICU, OK, VK


atau IGD

Stiker/
label

Form
double
check

Pengaturan label HAM dibuat oleh


Apoteker (farmasi) dan disosialisasikan
kepada perawat dan unit-unit yang
menyimpan HAM. Bila memungkinkan,
penandaan juga diaplikasikan di SIM
(computer). Tidak ada patokan bentuk
penandaan HAM, yang penting mudah
diingat dan mengundang perhatian.
Semua obat HAM ditandai dengan label
khusus yang telah ditetapkan, bahkan
sampai dengan kemasan terkecil.
Obat yang diserahkan kepada pasien
dan juga perawat dilengkapi dengan
penadaan HAM yg sdh ditetapkan dalam
pedoman dan SPO.
Obat HAM yang akan diserahkan oleh
Apoteker kepada pasien maupun kepada
perawat harus dilakukan double check
terlebih dahulu untuk memastikan tidak
terjadi kesalahan. Sebelum
menyerahkan atau menggunakan obat
HAM, Apoteker dan Perawat harus
memastikan minimal 5 benar (benar
pasien, benar obat, benar dosis, benar
cara penggunaan dan benar waktu
penggunaan).
Elektrolit konsentrat spt KCl, Mg SO4,
hanya boleh disimpan di unit farmasi dan
unit khusus lain spt ICU, OK, VK maupun
IGD. Dberikan label peringatan tertentu
seperti tanda harus diencerkan.
Elektrolit konsentrat yang disimpan di
2

Monitoring HAM

Evaluasi Dan
Update Daftar
HAM

PFT

Form
monitoring

Form
evaluasi

unit perawatan adalah elektrolit


konsentrat yang sudah diencerkan dan
dimasukkan ke dalam botol infuse yg
akan digunakan oleh pasien (premixed
bottle). Apoteker atau tenaga teknis
kefarmasian yang sdh mendapatkan
pelatihan pencampuran/rekonstitusi obat,
melakukan pengenceran obat elektrolit
konsentrat di ruang aseptis dgn
menggunakan teknis aseptis. Sebaiknya,
variasi dosis pengenceran tidak terlalu
banyak untuk mengurangi risiko terjadi
kesalahan.
Monitoring prosedur pengelolaan HAM
dilakukan
oleh
Apoteker
untuk
memastikan semua tahap pengelolaan
HAM yang telah ditetapkan dalam
pedoman pengelolaan HAM sudah
dilaksanakan sesuai dgn SPO yang ada.
Monitoring terapi obat HAM dibahas
lebih lanjut dalam WS 3.
Evaluasi bisa dilakukan 6 bulan atau 1
tahun sekali. Dokter, Apoteker dan
perawat mengevaluasi daftar obat HAM
dan hasil monitoring prosedur
pengelolaan HAM, termasuk laporan
kejadian medication error dari komite
keselamatan pasien.

STANDAR
Profesi terkait

Regulasi
Keterangan

Dokter Apoteker Perawat Departemen, Unit, Komite


Pembuatan
Formularium

Kriteria Pemilihan

Kebijakan Pedoman

Komite Farmasi dan Terapi v

Komite Farmasi dan Terapi v

SP
O
v

Dokumen
lain
Form
usulan obat

Pelaksana seleksi adalah Panitia


Farmasi
dan
Terapi
dengan
melibatkan peran aktif apoteker
sebagai sekretaris dan penyedia
informasi obat.
Formularium Rumah Sakit direvisi
dalam jangka waktu tertentu.
Contoh
kriteria
obat
masuk
formularium
1) Terbukti paling efektif secara
ilmiah dan aman (evidence based
medicines),
dibutuhkan
untuk
pelayanan kesehatan di rumah
sakit,
dengan
harga
yang
terjangkau.
2) Memiliki kualitas yang memadai
termasuk
bioavailabitas
dan
stabilitas
3) Memiliki rasio biaya-manfaat yang
paling
menguntungkan
bagi
pasien dilihat dari total biaya
perawatan baik biaya langsung
maupun biaya tidak langsung.
4) Meningkatkan kepatuhan dan
penerimaan oleh pasien.
5) Diutamakan obat yang sudah
4

dikenal
baik
dengan
profil
farmakokinetik yang baik dan
dibuat di dalam negeri oleh
perusahaan farmasi yang sudah
memiliki sertifikat CPOB/GMP
dengan stratifikasi A atau B.
6) Praktis dalam proses pengadaan,
penyimpanan, penggunaan dan
penyerahan.
7) Diutamakan obat esensial dan
senyawa tunggal.
Kriteria Obat
Dikeluarkan Dari
Formularium

Komite Farmasi dan Terapi v

Contoh kriteria obat keluar dari


formularium
1. Obat-obat yang tidak digunakan
(death stock) setelah waktu 3
(tiga) bulan maka akan diingatkan
kepada dokter-dokter terkait yang
menggunakan
obat
tersebut.
Apabila pada 3 (tiga) bulan
berikutnya
tetap
tidak/kurang
digunakan, maka obat tersebut
dikeluarkan dari buku formularium.
2. Obat-obat yang dalam proses
penarikan oleh Pemerintah/BPOM
atau dari pabrikan.
3. Tersedia obat baru yang lebih
memenuhi kriteria seleksi obat
masuk

Revisi
Formularium

Komite Farmasi dan Terapi v

Buku
formularium,
form usulan
obat, hasil
monitoring/ev
aluasi obat
pelaksanaan
formularium

Revisi formularium tetap mengacu pada


formularium yang sebelumnya dengan
mempertimbangkan usulan obat baru
dan evaluasi penggunaan obat.

REGULASI OBAT YANG DIBAWA PASIEN


Profesi terkait
Regulasi
Dokter Apoteker Perawat Departemen, Unit, Komite
Kebijakan Pedoman SPO
IDENTIFIKASI

VERIFIKASI

KRITERIA

Komite Farmasi dan Terapi v


atau Manajemen RS

PENYIMPANAN

Ruang perawatan

PENGATURAN
LABEL

Dokumen
lain
form
identifikasi

Form
verifikasi

Form
penitipan
obat

Label/
penandaa
n khusus

Keterangan
Pasien yang masuk RS dilakukan
medication reconciliation oleh dokter
atau perawat yang pertama kali
merawat. Setelah pasien masuk,
Apoteker melihat di Form MR dan
melakukan konfirmasi ulang, termasuk
obat yang digunakan pasien atas inisiatif
sendiri (oral maupun topical)
Apoteker melakukan verifikasi
menyangkut nama obat, zat aktif, dosage
form, aturan pakai dan darimana obat
tersebut diperoleh
Contoh:
1. Obat rutin
2. Obat import
3. Obat yang dibeli di RS kita maksimal
1 bulan terkahir
4. Obat yang masih memenuhi
persyaratan kualitas (kemasan,
kondisi fisik dan waktu kadaluarsa)
5. Dll
Obat yang dibawa pasien dan tetap
digunakan oleh pasien sebaiknya
disimpan di nurse station atau depo
farmasi dan diberikan bersama-sama
dengan obat yg berasal dari RS
Diperlukan label/penandaan khusus
yang memuat identifikasi obat yang
dibawa pasien