Anda di halaman 1dari 23

PSAK 18 (REVISI 2010):

AKUNTANSI DAN PELAPORAN


PROGRAM MANFAAT
PURNAKARYA

PSAK TERKINI SESUAI DENGAN PROGRAM KONVERGENSI IFRS DAN PENERAPANNYA

Basar Alhuenius
Tim Implementasi IFRS
Bogor, 15 Nopember 2011

Istilah Penting
Program manfaat purnakarya (Retirement benefit
plans)
Program iuran pasti (Defined contribution plans)
Program imbalan pasti (Defined benefit plans)
Pendanaan (Funding)
Peserta (Participants)
Aset neto tersedia untu manfaat purnakarya (Net
assets available for benefits)
Nilai kini aktuarial dari manfaat purnakarya terjanji
(Actuarial present value of promised retirement
benefits)
2
Manfaat telah menjadi hak (Vested benefits)

Ikhtisar Perbedaan

Perihal

PSAK 18 (2010)

PSAK 18 (1994)

Ikhtisar Perbedaan
Perihal

PSAK 18 (2010)

PSAK 18 (1994)

Ikhtisar Perbedaan

Ruang Lingkup
Program manfaat purnakarya kadang dikenal dalam
berbagai istilah, seperti: program pensiun, tunjangan hari
tua, program purnabakti, dan program purnakarya.
Pernyataan ini menganggap program manfaat purnakarya
sebagai suatu entitas pelapor yang terpisah dari pemberi
kerja yang juga merupakan peserta dalam program
purnakarya. Pernyataan lain diterapkan untuk laporan
keuangan program manfaat purnakarya sepanjang tidak
diganti oleh Pernyataan ini.
Pernyataan ini mengatur akuntansi dan pelaporan program
manfaat purnakarya untuk semua peserta sebagai suatu
kelompok. Pernyataan ini tidak mengatur pelaporan peserta
secara individual tentang hak manfaat purnakaryanya.
6

Ruang Lingkup
PSAK 24 (revisi 2010): Imbalan Kerja, mengatur
tentang penentuan biaya manfaat purnakarya
dalam laporan keuangan Pemberi Kerja yang
memiliki program manfaat purnakarya. Dengan
demikian Pernyataan ini melengkapi PSAK 24
(revisi 2010): Imbalan Kerja.
Program manfaat purnakarya dapat berupa
program iuran pasti atau program manfaat pasti.
Dalam
hal
program
manfaat
purnakarya
diselenggarakan sebagai dana program terpisah,
maka program ini harus sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. 7

Ruang Lingkup

PSAK 18 (revisi 2010) tidak hanya mengatur entitas


dana pensiun, tetapi semua program manfaat
purnakarya yang memenuhi definisi (par 8)
Pembentukkan program manfaat purnakarya dalam
bentuk dana pensiun harus sesuai regulasi di Indonesia
8

Jenis Program Manfaat Purnakarya

Program campuran (hybrid plan) jika ada, maka


diperlakukan sebagai program manfaat pasti

PROGRAM IURAN PASTI


Jumlah manfaat masa depan yang diterima peserta
berdasarkan:
a) jumlah iuran
b) efisiensi kegiatan operasional
c) pendapatan investasi

Tujuan pelaporan program iuran pasti:


memberikan informasi secara periodik penyelenggaraan
program purnakarya dan kinerja investasi

Laporan keuangan program iuran pasti, mencakup:


a) Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya
b) Penjelasan mengenai kebijakan pendanaan
10

PROGRAM IMBALAN PASTI


Laporan keuangan program imbalan pasti mencakup:
a) laporan yang menyajikan:
i. aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya
ii. nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji dan
iii. surplus/defisit atau
b) Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya, yang
mencakup salah satu dari:
i. Nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji
didasarkan pada manfaat purnakarya terjanji menggunakan
tingkat gaji kini atau tingkat gaji proyeksi, yang membedakan
antara manfaat telah menjadi hak dan manfaat belum
menjadi hak; atau
ii. Acuan atas informasi aset neto tersedia untuk manfaat
purnakarya yang disertakan dalam laporan aktuarial.
. Tujuan pelaporan program manfaat purnakarya memberikan
informasi secara periodik sumber daya keuangan 11
dan setiap

NILAI KINI AKTUARIA DARI MANFAAT


PURNAKARYA TERJANJI
Penghitungan dan pelaporan nilai kini pembayaran yang
diharapkan oleh Program Manfaat Purnakarya, dapat
menggunakan:
A. Tingkat gaji kini atau
B. Tingkat gaji proyeksi

Masing-masing pendekatan memiliki alasan yang


berbeda sebagaimana dijelaskan pada par 23 dan par
24
Jika penilaian aktuaris belum disajikan pada tanggal
pelaporan keuangan, penilaian terakhir digunakan
sebagai dasar penyusunan laporan keuangan yang
bersangkutan dan tanggal penilaian tersebut
12
diungkapkan. (par 26)

ALASAN PENERAPAN TINGKAT GAJI KINI


(par 23)
Alasan menerapkan tingkat gaji kini:
a) Lebih obyektif, karena sedikit menggunakan asumsi
b) Kenaikan gaji akan berpengaruh pada kenaikan
kewajiban program manfaat purnakarya
c) Jumlah nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya
terjanji yang menggunakan tingkat gaji kini secara
umum terkait dengan jumlah terutang jika terjadi
penghentian atau pemutusan program purnakarya

Penggunaan tingkat gaji kini diungkapkan >>


Menunjukkan kewajiban manfaat yang
13
diterima pada tanggal pelaporan keuangan

ALASAN PENERAPAN TINGKAT GAJI PROYEKSI


(par 25)
Alasan menerapkan tingkat gaji proyeksi:
a) Dasar kelangsungan usaha
b) Proyeksi atas gaji, tingkat iuran, dan tingkat
pengembalian dibuat sebagai acuan pembayaran
akhir program purnakarya untuk peserta
c) Kesalahan untuk tidak memasukkan proyeksi gaji, jika
sebagian besar pendanaan menggunakan proyeksi
gaji, akibatnya tidak mencerminkan posisi pendanaan
program purnakarya sesungguhnya
Penggunaan tingkat gaji proyeksi diungkapkan
menunjukkan besarnya proyeksi gaji atas dasar
kelangsungan usaha sebagai dasar untuk pendanaan.
14

PENILAIAN ASET
o Investasi program manfaat
purnakarya dicatat pada nilai wajar.
o Investasi pada surat berharga yang
diperdagangkan nilai wajar = nilai
pasar.
15

Pengungkapan
Laporan keuangan Program Manfaat
Purnakarya, baik berupa manfaat
pasti atau iuran pasti, mencakup:
a) Laporan aset neto tersedia untuk
manfaat purnakarya
b) Ringkasan dari kebijakan akuntansi
yang signifikan dan
c) Penjelasan mengenai program
purnakarya dan pengaruh setiap
perubahan program purnakarya selama
16
periode

Tanggal Efektif
Entitas menerapkan Pernyataan ini
untuk periode tahun buku yang
dimulai pada atau setelah 1 Januari
2012.
Tidak ada penerapan dini.

17

18

19

20

21

22

QUESTIONS &
ANSWERS
Thank you

23