Anda di halaman 1dari 29

PSAK 56 (Revisi 2010):

LABA PER SAHAM


PSAK TERKINI SESUAI DENGAN PROGRAM KONVERGENSI IFRS DAN PENERAPANNYA

Basar Alhuenius
Tim Implementasi IFRS
Bogor, 15 Nopember 2011

Perbedaan
PSAK 56 (R2010) VS PSAK 56 (2009)
Perbedaan

PSAK 56 (R2010)

PSAK 56 (1999)

Ruang Lingkup

Penyajian laba per saham


hanya boleh disajikan pada
laporan laba rugi tersendiri,
jika entitas menyajikan
komponen laba rugi pada
laporan laba rugi tersendiri.

Tidak diatur

Perbedaan
PSAK 56 (R2010) VS PSAK 56 (2009)
Perbedaan

PSAK 56 (R2010)

PSAK 56 (1999)

Laba per saham dasar


dan dilusian

laba per saham dasar dan


dilusian dihitung atas:
- laba atau rugi yang dapat
diatribusikan dan,
- jika disajikan, laba atau rugi
operasi normal berkelanjutan
yang dapat diatribusikan ke
pemegang saham biasa
entitas induk.

Laba per saham


dasar dan dilusian
dihitung atas laba
atau rugi yang
dapat diatribusikan.

Perbedaan
PSAK 56 (R2010) VS PSAK 56 (2009)
Perbedaan

PSAK 56 (R2010)

PSAK 56
(1999)

Kontrak yang
dapat
diselesaikan
dengan saham
biasa atau kas

Mengatur kontrak yang dapat


diselesaikan dengan saham biasa
atau kas pilihan entitas (at the
entitys option) dan pilihan
pemegang kontrak (at the
holders option).

Tidak diatur

Opsi jual yang


diterbitkan
(written put
option)

Mengatur perlakuan kontrak yang


mewajibkan entitas membeli
kembali sahamnya (misalnya
written put option, forward
purchase contract)

Tidak diatur

Kesesuaian dengan perundangundangan


Pada laporan laba rugi komprehensif, laba per saham
dasar dan dilusian disajikan untuk setiap kelas saham
biasa yang mempunyai hak berbeda dalam pembagian
laba (lihat paragraf 66), serta penghitungan laba per
saham terkait dengan saham yang ditempatkan
namun tidak disetor penuh (lihat paragraf PA15).
Dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku
saat ini, UU 40/2007, tidak diatur kemungkinan
perbedaan kelas saham biasa dan saham yang
ditempatkan tetapi belum disetor penuh.
5

Pengaruh Kombinasi Bisnis


atas LPS
Pengaturan laba per saham untuk
transaksi
kombinasi
bisnis
entitas
sepengendali tidak diatur dalam IAS 33
Earnings Per Share karena IFRSs saat ini
tidak
mengatur
transaksi
entitas
sepengendali.
Sementara pihak lain berpendapatan hal
tersebut seharusnya diatur dalam revisi
PSAK 38 (R2011): Kombinasi Bisnis:
6
Entitas Sepengendali

Pentingnya Informasi LPS


Tujuan informasi laba per saham dasar adalah menyediakan ukuran mengenai hak
setiap saham biasa entitas induk atas kinerja entitas selama periode pelaporan.

Two main functions:


1. Measure firms profitability
2. Denominator in price-earnings ratio (PE ratio)
PE ratio is widely used as a basis for comparing share-valuation with
peers
Two types of PE ratio:

Historic PE
Current market price/ EPS in the most recent period
Prospective PE
Current market price/ projected EPS for the upcoming period
9

LPS dan Struktur Permodalan


Capital Structure
Simple Capital Structure
Does not include potential
ordinary shares

Report basic EPS


only

Complex Capital
Structure
Includes potential ordinary
shares, e.g. convertible
bonds/ preference shares,
warrants, options, or other
contractual rights which,
when exercised, could in
the aggregate decrease
earnings per ordinary
share
Report basic and diluted EPS
only
10

LPS Dasar

11

LPS Dasar-Nomerator
Numerator (pembilan)
Setelah mengurangi jumlah yang pemegang
saham preferen terkait dengan:
Dividen saham preferen
Keuntungan/kerugian atas perolehan kembali
saham biasa atau konversi dini saham
preferen
Amortisasi diskon atau premium atas Saham
preferen dengan tarif meningkat
12

LPS Dasar-Denominator
Denominator (Penyebut)
Istilah jumlah rata-rata tertimbang (weighted average )
menunjukkan bobot waktu (time-weighting), ketika terjadi
perubahan atas jumlah saham biasa yang beredar selama
periode tahun buku.
Prinsip umum:
jumlah rata-rata tertimbang saham sejak tanggal dapat
ditagihnya (yang pada umumnya adalah tanggal penerbitan
saham)
Pembobotan atas waktu hanya dilakukan jika terdapat suatu arus
masuk dari perubahan sumberdaya yang tersedia bagi emiten.
13

LPS Dasar-Denominator
Skenario

Tanggal yang digunakan


untuk pembobotan waktu

Saham biasa yang ditempatkan


sebagai bagian dari kombinasi
bisnis

sejak tanggal akuisisi

Saham biasa yang ditempatkan


sebagai bagian dari konversi dari
instrumen yang wajib
dikonversikan

sejak tanggal kontrak berlaku.

Saham biasa yang dapat


ditempatkan secara kontinjen

sejak tanggal dipenuhinya semua


kondisi yang diperlukan (yaitu
peristiwa tersebut telah terjadi)
14

LPS Dilusian

15

Efek berpotensi saham biasa


yang bersifat dilutif
Contoh-contoh
Opsi, waran dan instrumen keuangan sejenis
Instrumen yang dapat dikonversikan
Saham yang dapat ditempatkan secara kontinjen
Kontrak yang dapat diselesaikan dengan saham biasa
atau kas
atas pilihan entitas, yakni entitas menganggap kontrak akan
diselesaikan dengan saham sehingga pengaruhnya masuk
dalam perhitungan laba per saham dilusian jika bersifat dilutif
atas pilihan pemegang kontrak, yakni dipilih mana yang lebih
bersifat dilutif dalam perhitungan laba per saham dilusian
16

Opsi jual yang diterbitkan (written put option)


Opsi jual yang diterbitkan
Kontrak yang mengharuskan entitas membeli kembali
sahamnya dimasukkan dalam perhitungan laba per saham
dilusian jika berdampak dilutif
Dalam kondisi in the money perhitungan dampak dilutifnya
adalah sbb:
diasumsikan pada awal periode pelaporan saham biasa akan
ditempatkan untuk mendapatkan dana
dana tersebut untuk memenuhi kontrak (pembelian saham
kembali)
tambahan saham biasa masuk dalam perhitungan laba per
saham dilusian
17

Penyesuaian atas dividen


Saham Preferen
Skenario

Perlakuan Akuntansi

Saham preferen nonkumulatif

Dikurangkan dari laba ketika


dideklarasi

Saham preferen kumulatif

Dikurangkan dari laba, baik


dividen tersebut sudah atau
belum diumumkan

Saham preferen dengan tarif


meningkat.

Diskon atau premium saat


penerbitan diamortisasi ke saldo
laba dengan menggunakan
metode suku bunga efektif dan
diperlakukan sebagai dividen
saham preferen untuk tujuan
penghitungan laba
18 per saham.

Penyesuaian atas dividen


Saham Preferen
Skenario

Perlakuan Akuntansi

Saham preferen mungkin


dapat dibeli kembali melalui
penawaran tender oleh
entitas kepada pemegang
saham.
(FV > carrying value)

Selisih nilai wajar tersebut merupakan:


- pengurang saldo laba bagi entitas.
- dikurangkan dalam penghitungan
laba atau rugi yang dapat
diatribusikan kepada pemegang
saham biasa entitas induk.

Konversi dini saham preferen Selisih lebih jumlah tercatat saham


(Consideration > FV of ordinary
preferen atas nilai wajar dari imbalan
shares issuable)
yang dibayarkan dalam penyelesaian
saham preferen ditambahkan dalam
penghitungan laba atau rugi yang
dapat diatribusikan bagi pemegang
saham biasa entitas induk.
19

Kejadian Antidilusi
Antidilusi adalah kenaikan laba
per saham atau penurunan rugi
per saham sebagai akibat dari
adanya asumsi bahwa instrumen
yang
dapat
dikonversikan
(convertible instrument) telah
dikonversi, opsi atau waran telah
dilaksanakan, atau saham biasa
20

Kejadian Antidilusi
Is diluted EPS from continuing
operations >
basic EPS from continuing operations?
yes

no

Anti-dilution occurs.
Diluted EPS for
(overall) profit/ loss
attributable to
ordinary
shareholders is
equal to basic EPS.

No anti-dilution.
Include the potential
ordinary shares in
the computation of
diluted EPS for
(overall) profit/ loss
attributable to
ordinaryshares cause EPS to
If a conversion/ exercise of potential ordinary
shareholders.
increase, anti-dilution occurs
Potential ordinary shares that are anti-dilutive are excluded from
the calculation of diluted EPS
21

Penyajian
Laba per saham dasar dan dilusian
disajikan pada laporan laba rugi
komprehensif
Laba per saham dasar dan dilusian
atas
operasi
yang
dihentikan
diungkapkan dalam laporan laba rugi
komprehensif atau catatan atas
laporan posisi keuangan
22

Ilustrasi 1:
Penerbitan Saham Biasa
PT A telah menerbitkan saham biasa sebanyak
5.000.000 pada awal tahun buku 1 Januari. Pada
tanggal 30 Juni, perusahaan telah meningkatkan
modal melalui tambahan saham biasa sebanyak
3.000.000 dengan nilai wajar dan diterima tunai.
Laba bersih yang dapat diatribusikan pada
pemegang saham biasa bernilai USD300,000
untuk periode 6 bulan pertama dan USD800,000
untuk seluruh periode pembukuan.
23

Ilustrasi 1:
Penerbitan Saham Biasa

Net profit =
$300,000

Net profit =
$500,000

1 January

30 June

31 December

No. of shares

No. of shares

No. of shares

= 5,000,000

= 8,000,000

= 8,000,000

Basic EPS =

$800,000
(5,000,000 x ) + (8,000,000 x )

=
12.3 cents
Note: Time-weighting is proportionate to the periods when the
resources are made available to the firm.
24

Ilustrasi 2:
Penerbitan Saham Bonus
Reserves
(Retained
earnings
+ Capital
reserves)

Reserves

Total

Bonus
issue

Total

Equit
y

Equit
y
Share
capita
l

Share
capita
l
shareholders
25

Ilustrasi 2:
Penerbitan Saham Bonus
Bonus shares are issued out of reserves, such as capital
reserves or retained earnings.
Share capital increases, total number of shares increase,
reserves decrease, total shareholders equity remains
unchanged

No inflow of resources not time-weighted


Treatment:

Any bonus issues taking place in a period are assumed to be


issued at the beginning of the period. (no time-weighting)
Retroactively restate previous years EPS comparatives
based on new number of shares.
26

Ilustrasi 3:
Pemecahan/Penggabungan nominal Saham
(Stock splits dan Reverse Splits)

Scenario A: Share splits

An existing share is split into 2 or more shares


No inflow of resources not time-weighted
Retroactive restatement of comparative EPS

Scenario B: Consolidation of existing shares


through reverse splits

2 or more shares are consolidated into one


share
No inflow of resources not time-weighted.
27
Retroactive restatement of comparative EPS

Ilustrasi 4:
Penerbitan saham untuk konversi hutang
No inflow of cash, but reduction of debt
which increases net assets of issuer.
Interest expense on debt is saved
Earnings increase
Therefore, time-weighting should be
applied.

28

QUESTIONS &
ANSWERS
Thank you

29