Anda di halaman 1dari 3

Gangguan bipolar I harus dibedakan dari :

1. Gangguan mood berdasarkan pada kondisi medis umum


Misalnya : sklerosis multiple, stroke, hipotiroid, atau tumor otak.1
a) Sklerosis multiple merupakan penyakit demielinasi inflamasi sistem saraf pusat.
Penyakit ini menunjukan cidera pada selubung myelin (materi lemak yang menutupi
akson) dan oligodendrti (sel membentuk myelin). Gejala-gejala sklerosis multiple
tergantung pada daerah lesinya, terdapat gangguan sensorik, keluhan visual,
kelemahan spastic pada ekstremitas, disfungsi kandung kemih, gangguan suasana
hati.2
b) Stroke adalah suatu defisit neurologik fokal atau menjadi umum, atau umum yang
terjadi secara mendadak atau cepat dalam beberapa detik atau jam karena gangguan
fungsi otak yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak yang berlangsung
lebih dari 24 jam atau berakhir dengan kematian. Di sebabkan oleh Aterosklerosis,
keradangan/vaskulitis, bukan keradangan dan memiliki manifestasi klinis Unilateral
headache, Disartria, Afasia, bilamana mengenai hemisfer dominan, Amourosis fugaks
(transient monocular blindness) ipsilateral menetap, Nistagmus, Diplopia, Gangguan
penglihatan/pergerakan bola mata, Vomitus, Parestesia sirkumoral, Vertigo, Tinitus,
Amnesia, Disartria, Disfagia, Drop attacks (drop spells), Hemihipestesia/anestesia
alternans, Hemiparesis/paralisis alternans, Ataksia serebeler ipsilateral, Sindroma
Horner ipsilateral, Oftalmoplegia internuklearis, dll.
c) Hipertiroid adalah suatu gangguan diman akelenjar tiroidmemproduksi lebih banyak
hormone tiroid yang di butuhkan oleh tubuh. Beberapa penyebab terjadinya
hipertiroid adalah penyakit grave, nodul tiroid, tiroiditis, penggunaan yodium dan
medikasi berlebihan dengan hormone tiroid. Dan bermanifestasi klinis pada berbagai
system yaitu pada system gastrointestinal, muscular, genitourinaria, kulit.
2. Gangguan mood yang di induksi zat
Misalnya : penyalahgunaan obat, obat anti depresi atau ECT (Electro Convulsive
Therapy).
3. Gangguan mood yang lain
Misalnya : gangguan depresi mayor, distrimik, gangguan bipolar II, gangguan siklotimik.
a) Gangguan Depresi Mayor
b) Gangguan siklotimik adalah Gangguan bipolar ringan yang awitanannya berangsurangsur, biasanya sebelum usia 21 tahun. Gangguan siklotimia di tandai dengan

depresi subsindrom dan hipomania yang siklusnya pendek. Etiologi dari siklotimik
sampai sekarang belum di ketahui.
4. Gangguan psikotik
Misalnya : gangguan skizoafektif, gangguan skizofrenia, atau gangguan waham
a) Skizofrenia adalah gangguan/penyakit mental yang berat yang ditandai dengan
adanya : Disintegrasi personality (kepribadian) yang progresif, dan hubungan dengan
individu lainnya. Penyebab skizofrenia sampai saat ini belum diketahui secara pasti,
walaupun telah dicurigai adanya ketidaknormalan mendasar pada struktur otak dan
fungsi-fungsinya. Terdapat beberapa gejala dari penderita gangguan skizofrenia yaitu
Gejala positif adalah gejala yang seharusnya tidak ada pada orang yang normal, tetapi
ada pada orang yang menderita skizofrenia. Gejala positif termasuk didalamnya
adalah delusi (perasaan/keyakinan yang tidak rasional), halusinasi (mendengar
bisikan dan melihat sesuatu yang supranatural), dll. Gejala negatif adalah keadaan
yang seharusnya dimiliki oleh orang normal, pada skizofrenia tidak dimiliki, misalnya
gangguan bicara, menarik diri dari kehidupan sosial, pergerakan yang terbatas,
ketidakmampuan untuk merasakan perasaan senang, tidak adanya ide, melamun
(stupor), blocking: Ide yang terputus/terhenti, emotional Blunting: Ketumpulan emosi
/ acuh, gangguan kemauan: Tidak dapat mengambil keputusan & bertindak dalam
suatu keadaan, stupor: Keadaan diam / melamun
b) Waham merupakan suatu keyakinan atau pikiran yang salah karena bertentangan
dengan kenyataan (dunia realitas), serta dibangun atas unsur-unsur yang tak
berdasarkan logika, namun individu tidak mau melepaskan wahamnya walaupun ada
bukti tentang ketidakbenaran atas keyakinan itu dengan factor predesposisi Genetis;
diturunkan Neurobiologis yaitu adanya gangguan pada kosteks pre frontal dan
kosteks limbik, Neurotransmiter yaitu abnormalitas pada dopamin, serotonin, dan
glutamat, Virus yaitu paparan virus influenza pada trimester III dan psikologis.
5. Karena gangguan bipolar I sering berhubungan dengan hiperaktivitas, kenekatan,
impulsive, dan prilaku antisocial, maka di diagnosis bipolar I harus secara hati-hati
dibedakan dari gangguan

hiperaktifitas defisit perhatian, gangguan tingkah laku,

gangguan antisosial, dan gangguan kepribadian terbatas. 1


Referensi :

1) Long,

Philip

W.

Bipolar

Disorder.

2005.

Diunduh

dari

http://www.mentalhealth.com/dis/p20-md02.html [Diakses tanggal 27 September 2015].


2) Price Sylvia A., Wilson Lorraine M. 2005. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-proses
Penyakit (Edisi Keenam). Jakarta: EGC.
3) Ismail R.Irawati, Siste Kristina. 2010. Buku Ajar Psikiatri, Jakarta: Penerbit Fakultas

Kedokteran Universitas Indonesia.