Anda di halaman 1dari 100

Kata Pengantar

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang


Alhamdulillah, kami bisa menyusun sebuah risalah yang kami beri nama
dengan:
RAHASIA ALAM MALAIKAT
Susunan risalah ini kami mengambil bahan dari al-Quran dan Hadits Nabi
s.a.w. yang sudah tersusun dalam beberapa kitab-kitab kuno yang berlaku di
kalangan Ahlus-Sunnah wal-Jamaah.
Penyusunan risalah seperti ini, menurut kami amat penting sekali. Sebab isi
yang terkandung di dalamnya adalah untuk menggerakkan ummat
meningkatkan taqwa kepada Allah s.w.t.
Selanjutnya kami senantiasa berdoa kepada Allah, mudah-mudahan dengan
terbitnya risalah ini, bersamaan pula dengan rida-Nya! Amin.
Akhirnya kami sebagai penyusun, menyampaikan terima kasih kepada CV.
BINTANG PELAJAR yang telah berkenan menerbitkan risalah ini. Mudahmudahan bermanfaat sepanjang masa.
Amin!
Kepanjen:

1-Maret 1987 M.
1-Rajab 1407 H.
Pengertian Tentang Malaikat

Definisinya:
Malaikat ialah jisim-jisim halus yang dijadikan dari pada Nur, mereka tidak
makan minum. Dan mereka adalah hamba Allah yang dimuliakan. Tidak
pernah mendurhakai Allah dalam segala yang diperintahkan dan selalu
melakukan yang diperintahkan pada mereka.

Nabi s.a.w. pernah bersabda:






.



Artinya:
Malaikat itu diciptakan dari Nur, dan Jin diciptakan dari nyala api, dan
Adam diciptakan dari apa yang disifatkan bagi kamu.
Firman Allah:

Artinya:
(Para Malaikat itu) tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang
diperintahkan-Nya kepada mereka dan mengerjakan apa yang
diperintahkan. (at-Tahrim: 6)
Malaikat Jibril dan Tugas-tugasnya

Jibril a.s. adalah seorang malaikat yang ditugaskan oleh Allah untuk
menyampaikan wahyu-Nya kepada para Nabi a.s.
Wahyu Pertama
Yang Diterima oleh Nabi s.a.w.
Pada suatu malam, waktu Nabi s.a.w. sedang berkhalwah (bersemedi) di gua
Hira, datanglah kepadanya malaikat Jibril a.s. dan berkata:

Artinya:
Bergembiralah hai Muhammad, saya adalah Jibril dan tuan adalah utusan
Allah untuk ummat ini.

Setelah itu Jibril a.s. memerintahkan kepada beliau s.a.w. supaya membaca,
tetapi oleh beliau s.a.w. dijawab: Saya tidak dapat membaca. Beliau lalu
diselimuti dengan selimut yang biasa dipakai untuk tidurnya, sehingga terasa
sesak sekali. Setelah itu dibuka lagi. Jibril a.s. menyuruhnya lagi agar beliau

membaca, dan dijawab sebagaimana di atas. Dan diselimuti lagi yang kedua
kali, lalu dibuka. Untuk ketiga kalinya Jibril a.s. menyuruh beliau membaca,
dan dijawab tidak dapat. Dan diselimuti lagi yang ketiga kali, lalu dibuka.
Kemudian Jibril a.s. membacakan Wahyu yang pertama, yaitu berbunyi:









Artinya:
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (makhluk).
Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah Tuhanmu itu Maha Pemurah.
Yang mengajarkan tulis menulis dengan pena.
Mengajar manusia apa-apa yang belum diketahuinya.
(al-Alaq: 1-5)
Itulah Wahyu pertama yang diterima oleh Nabi s.a.w. dari Allah s.w.t.
dengan perantaraan malaikat Jibril a.s.
Jibril a.s. Menampakkan Diri Yang Kedua
Sesudah Wahyu yang pertama itu turun, maka agak lama Nabi s.a.w. tidak
menerima wahyu lagi. Pada hal beliau amat rindunya. Maka dari itu setiap
hari beliau s.a.w. berangkat ke tempat-tempat sunyi, di atas gunung dll. Pada
suatu hari ketika Nabi s.a.w. berjalan-jalan sekonyong-konyong terdengar
suara dari langit. Begitu beliau s.a.w. melihat ke atas, ternyata yang tampak
adalah malaikat Jibril a.s. Jibril a.s. menampakkan diri yang kedua. Sambil
duduk di antara langit dan bumi. Jadi buka main besarnya. Maka cepat-cepat
beliau s.a.w. pulang ke rumah dan minta diselimuti. Kemudian Allah s.w.t.
menurunkan wahyu yang kedua, yaitu:














Artinya:
Hai orang yang berselimut!
Bangunlah, lalu berilah peringatan!
Agungkanlah Tuhanmu!
Bersihkanlah pakaianmu!
Tinggalkanlah perbuatan dosa!

Janganlah memberi karena hendak balasan yang beroleh balasan yang


!lebih banyak
Dan bersabarlah terhadap segala tantangan, untuk memenuhi perintah
Tuhanmu.
)(al-Muddatstsir: 1-7
Setelah turunnya Wahyu yang kedua itu, lalu berlangsunglah sampai selama
22 tahun. Ada pun wahyu yang terakhir ialah:


















Artinya:
Pada hari ini Aku (Allah) telah menyempurnakan agama untukmu semua
dan Aku telah mencukupkan kenikmatan-Ku padamu semua dan Aku telah
rela/rida bahwa Islam itu sebagai agamamu semua.
Jibril a.s. Pernah Menampakkan Diri Kepada Para Sahabat Nabi.
Dari Umar r.a. ia berkata:



)(














)(










)( :



.
:




:








.


:






:






.
.
:


:








.

.
:








:



.




:
.





.







:


:




.

Artinya:
Ketika kami duduk dekat Rasulullah s.a.w. pada suatu hari maka
sekonyong-konyong nampaklah kepada kami seorang laki-laki yang
memakai pakaian sangat putih dan berambut hitam, tak terlihat padanya
bekas (tanda-tanda) perjalanan dan tak ada seorang pun di antara kami

yang mengenalnya, sehingga ia duduk di hadapan Nabi s.a.w. lalu


disandarkan lututnya pada lutut Nabi s.a.w. dan meletakkan tangannya di
atas pangkuan Nabi s.a.w. kemudian berkata: Hai Muhammad,
terangkanlah kepadaku tentang Islam! Maka jawab Nabi s.a.w.: Islam yaitu
hendaklah engkau menyaksikan bahwasanya tiada Tuhan melainkan Allah,
dan sesungguhnya Muhammad itu pesuruh Allah. Hendaklah engkau
mendirikan shalat. Dan mengeluarkan zakat. Dan hendaknya engkau
berpuasa dalam bulan Ramadhan dan hendaklah engkau mengerjakan Haji
ke Baitullah (Mekkah) jika engkau sudah kuasa menjalankannya.
Berkatalah orang itu: Engkau benar. Maka kami heran, ia bertanya dan ia
pula membenarkannya.
Maka orang itu bertanya lagi: Terangkanlah kepadaku tentang Iman!
Maka jawab Nabi s.a.w.: Hendaklah engkau beriman kepada Allah, kepada
Malaikat-malaikatNya, kepada Kitab-kitabNya, kepada Utusan-utusanNya,
kepada Hari Kiamat, dan beriman pula dengan takdir baik dan buruk.
Orang itu berkata: Engkau benar, Maka ia berkata lagi: Terangkan padaku
tentang Ihsan!
Maka jawab Nabi s.a.w.: Hendaklah engkau beribadah (mengabdi) kepada
Allah, seakan-akan engkau melihat kepada-Nya, sekali pun engkau tak
dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Ia melihat engkau.
Tanya orang itu lagi: Beritahukanlah aku tentang Hari Kiamat, jawab Nabi:
Orang yang ditanya tentang itu tidak lebih mengetahui dari si penanya.
Orang itu selanjutnya bertanya lagi: Terangkanlah kepadaku tentang tandatandanya. Jawab Nabi: Di antaranya, jika seorang hamba (budak) telah
melahirkan tuannya (majikannya). Dan jika engkau melihat orang yang
tadinya miskin papa, berbaju cumpang-camping, sebagai penggembala
kambing, sudah berubah menjadi orang yang mampu hingga berlombalomba dalam kemegahan bangunan.
Kemudian pergilah orang itu. Setelah aku diam sejenak, kemudian Nabi
bersabda: Wahai Umar sejenak, kemudian Nabi bersabda: Wahai Umar,
tahukah engkau siapa yang bertanya tadi? Jawabku: Allah dan Rasul-Nya
lebih mengetahuinya. Nabi s.a.w. bersabda: Dia itu adalah Jibril, dia
datang untuk mengajarkan tentang agamamu.
(H.R. Muslim).

Malaikat Mikail a.s.


Malaikat Mikail adalah salat satu di antara empat malaikat yang menjadi
pembesar seluruh malaikat. Ia diciptakan oleh Allah sesudah malaikat Israfil
dengan selisih kira-kira lima ratus tahun. Ia dijadikan dari Nur (cahaya).
Mulai dari kepala hingga kedua telapak kakinya berbulu zafaran. Di atas
setiap bulu-bulunya terdapat muka (wajah) sebanyak satu juta. Setiap wajah
satu mempunyai satu juta mata.
Pada hal tiap-tiap mata senantiasa menangis untuk memohon rahmat bagi
orang-orang mumin yang berdosa. Selain itu tiap-tiap wajah mempunyai
mulut sebanyak satu juta. Sedang tiap-tiap mulut mempunyai lidah sebanyak
satu juta pula. Tiap-tiap satu lisan bisa mengucapkan satu juta macam
bahasa. Pada hal tiap-tiap lisan membaca istigfar untuk orang-orang mumin
yang berdosa. Kemudian tiap-tiap mata meneteskan air mata tujuh ribu
tetesan. Lalu tiap-tiap tetesan air mata itu Allah menciptakan malaikat satu
yang serupa dengan bentuk malaikat Mikail. Tugas mereka adalah
membaca tasbih sampai hari kiamat. Mereka itu bernama Karuubiyyuun. Di
samping bertasbih, mereka itu bertugas sebagai pembantu malaikat Israfil
menjalankan tugas, yaitu membagi hujan, menjaga tumbuh-tumbuhan
membagi rezeki, dan buah-buahan.
Dan disebutkan, bahwa tiap-tiap sesuatu yang berada di dalam laut, buahbuahan yang berada di pohon dan tumbuh-tumbuhan yang berada di atas
bumi, diutus oleh Allah malaikat satu untuk menjaganya. Jadi tiap buah satu
misalnya, itu ada malaikat satu yang ditugaskan untuk menjaganya.
Tugas-tugasnya Yang Lain
Di samping malaikat Mikail bertugas sebagai pembagi rezeki dan hujan, ia
sering mendampingi malaikat Jibril dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Di
antaranya:
a. Waktu malaikat Jibril menjalankan tugas membelah dada Nabi
Muhammad s.a.w. untuk dicuci hatinya, karena akan diisi dengan iman,
Islam, yaqin dan sifat hilm. Ketika itu peranan malaikat Mikail tidak kalah
pentingnya, ia datang pergi untuk mengambil air al-Kautsar/air zamzam
untuk mencuci hati Nabi s.a.w.
b. Waktu Nabi Muhammad s.a.w. Isra dan Miraj, malaikat Mikail
bersama-sama Jibril ikut mendampingi beliau selama dalam perjalanannya.

c. Disebutkan, bahwasanya malaikat Mikail juga sebagai pesuruh untuk


menyampaikan lembaran kepada malaikat maut dari sisi Allah. Dalam
lembaran itu tertulis nama orang yang diperintahkan untuk mencabut
nyawanya, tempatnya dan sebab musabab pencabutan.
Malaikat Israfil a.s.
Di dalam kitab Daqaiq-ul-Akhbar, Syeikh Abdur-Rahman berkata:
Ketahuilah bahwasanya Allah taala menciptakan malaikat-malaikat. Dan
yang paling mulia di antara mereka itu ada empat: Israfil a.s., Mikail a.s.,
Jibril a.s., dan Israil a.s.
Tugas mereka ialah memegang segala urusan makhluk dan mengatur
mereka. Jibril a.s. bertugas menyampaikan Wahyu dan mengangkat para
utusan, Mikail a.s. bertugas menurunkan hujan dan pembagi rezeki, Izrail
a.s. bertugas pencabut nyawa, sedang Israfil a.s. bertugas sebagai peniup
sangkakala (terompet).
Ibnu Abbas r.a. berkata: Sesungguhnya malaikat Israfil pernah memohon
kepada Allah, agar dikaruniai kekuatan yang bisa membawa tujuh langit dan
tujuh bumi. Kemudian Allah memberinya.
Lalu Israfil memohon lagi, agar dikaruniai bisa menguasai angin. Kemudian
Allah meluluskannya.
Lalu ia memohon lagi agar diberi kekuatan bisa mengangkat gunung dan
diberinya oleh Allah kekuatan yang diminta itu serta kekuatan yang
diberikan kepada Jin dan Manusia.
Kemudian ia memohon lagi agar kekuatan bisa menguasai seluruh binatang
yang buas-buas, lalu dikabulkan segala permintaannya itu.
Bentuk Malaikat Israfil a.s.
Ia berbulu mulai dari kepada hingga kedua telapak kakinya. Ia mempunyai
banyak mulut dan lidah. Ia tertutup di dalam beberapa dinding. Ia bertasbih
dengan tiap-tiap lisan, dengan seribu bahasa. Ia mempunyai tentara banyak
seribu malaikat, yang dijadikan darinya pula. Mereka itu adalah malaikat
Muqarrabin (yang dekat) dengan Allah s.w.t.

Sedang malaikat yang bertugas sebagai penanggung/pemikul Arasy yang


Mulia diciptakan oleh Allah serupa dengan bentuk malaikat Israfil pula.
Demikian juga yang bertugas sebagai pencatat yang berada di sana.
Tentang Besarnya
Jika seumpama seluruh air laut dan air sungai disiramkan ke atas kepalanya,
tentu tidak setetes pun yang jatuh ke bumi.
Jumlah sayapnya
Jumlah sayap malaikat Israfil itu ada empat. Sayap yang pertama
panjangnya sampai ke arah barat, yang kedua sampai ke arah timur, dan
yang ketiga menutupi badannya, sedang yang keempat menutupi kepalanya.
Warna dari muka malaikat Israfil itu kuning tua. Sedang sebab musabab
wajahnya menjadi kuning, dikarenakan getaran rasa takut kepada Allah,
yang selalu menghantui malaikat Israfil a.s.
Dan Dia menunjuk penglihatannya ke arah Arasy, karena menunggu kapan
diperintahkan. Maka ia meniupkannya tiga kali. Sedang salah satu dari tiang
Arasy berada di atas pundaknya. Ada pun setiap Allah memutuskan di
Lauh-il-Mahfuzh, maka terbukalah dinding yang menghalanginya, sehingga
ia bisa melihat segala keputusan yang ditetapkan oleh Allah. Memang
menurut riwayat, bahwa Lauh-ul-Mahfuzh itu bergantungan di bawah
Arasy, sedang malaikat Israfil, merupakan satu-satunya malaikat yang
paling dekat dengan Arasy tersebut.
Jarak Antara Israfil Dengan Arasy
Disebutkan, bahwa jarak antara tempat malaikat Israfil dengan Arasy,
dialingi tujuh dinding. Sedang tebal setiap dinding kira-kira perjalanan lima
ratus tahun. Ada pun jarak antara malaikat Israfil dengan malaikat Jibril,
kira-kira tujuh puluh dinding. Jadi jarak antara malaikat Jibril dengan Arasy
dialingi tujuh puluh tujuh lapis dinding.
Sangkakala (Terompet) Malaikat Israil

Disebutkan, bahwa malaikat Israfil itu senantiasa meletakkan mulutnya di


atas tanduk, seperti keadaan terompet. Disebutkan pula, bahwa terompet
malaikat Israfil itu bercabang empat. Yaitu bercabang ke arah barat dan
timur, sedang yang satu lagi ke arah di bawah bumi dan lainnya bercabang
ke atas langit yang ketujuh. Ada pun lingkaran kepala terompet itu, seperti
lebarnya langit dan bumi. Di dalamnya terdapat pintu-pintu sebanyak
bilangan para arwah. Sedang di dalamnya lagi, ada tujuh puluh rumah. Tiaptiap rumah, ditempati oleh para arwah. Di antaranya, arwah para Nabi
menempati satu rumah, arwah para jin menempati satu rumah, arwah umat
manusia menempati satu rumah, arwah para syaitan menempati satu rumah,
arwah para binatang menempati satu rumah dll. Sampai tujuh puluh macam.
Abu Hurairah pernah bertanya kepada Nabi s.a.w. tentang Terompet. Maka
jawab Nabi s.a.w.: Terompet itu adalah sebuah tanduk raksasa yang terdiri
dari cahaya. Besar tiap lingkaran dalam tanduk itu selebar langit dan bumi.
Terompet itu akan ditiupnya tiga kali. Tiupan pertama membikin makhluk
takut, tiupan kedua membikin makhluk mati, tiupan ketiga untuk
membangkitkan makhluk dari kubur/mati.
Tiupan Pertama:
Jika malaikat Israfil diperintahkan oleh Allah meniupkan tiupan pertama,
maka terkejutlah karena takut segala yang di bumi.
Sebagaimana Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Dan ingatlah hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah (ketakutan)
segala yang di langit dan segala yang di bumi.
Yakni, matilah setiap makhluk yang di bumi dan di langit, kecuali yang
dikehendaki Allah. Kemudian Allah menyuruh Malakul-Maut mengambil
nyawa Jibril kemudian nyawa Mikail, kemudian nyawa Israfil, kemudian
Allah mengambil nyawa Izrail (Makakul-Maut) lalu ia meninggal.
Kemudian senantiasa makhluk pada tiupan yang pertama itu dalam AlBarzakh (antara mati dan bangkit dari kubur), empat puluh tahun lamanya.

Syahdan, setelah empat puluh tahun berlalu, Allah mengirim angin yang
pernah ditimpakan atas kaum Ad, untuk menyapu bersih segala apa yang
terdapat di atas bumi, kemudian hujan selama empat puluh hari dan
kembalilah tumbuh segala sesuatu seperti sedia kala, lalu Allah
menghidupkan kembali malaikat pendukung Arasy, dan malaikat Israfil,
Mikail, Israil dan Jibril.
Tiupan yang Kedua
Kemudian Allah menyuruh Israfil, untuk meniupkan kali yang kedua.
Sebagaimana firman Allah:

Artinya:
Kemudian, ditiupkan sekali lagi, lihatlah mereka berdiri menantikan.
Yakni, mereka berdiri atas kakinya, menunggu kepada kebangkitan.
Tiupan yang Ketiga

Kemudian Allah mengumpulkan para makhluk semuanya, Jin, manusia dan


binatang-binatang di padang Mahsyar, kecuali malaikat.
Sebagaimana firman Allah s.w.t.:







Artinya:
Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kamu datang
berkumpul berkelompok-kelompok. (an-Naba: 18)
Dan firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Dan ketika binatang-binatang liar dikumpulkan kemudian datanglah
syaitan-syaitan yang durhaka. (at-Takwir: 5)
Sebagaimana firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Sebab itu, demi Tuhan engkau, sesungguhnya mereka dan syaitan-syaitan
akan kami kumpulkan, kami bawa mereka itu berlutut di keliling neraka
Jahanam. (Maryam: 68)
Kejadian-kejadian Dahsyat Setelah Tiupan yang Ketiga
Kumpulnya Manusia di Padang Mahsyar

Diriwayatkan, bahwa Rasulullah s.a.w. bercucuran air matannya, hingga


membasahi bajunya, ketika ditanya oleh Muadz bin Jabal tentang maksud
firman Allah s.w.t.:







Artinya:
Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kami datang
berkelompok-kelompok.

Lalu Rasulullah s.a.w. bersabda: Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang
dahsyat.
Ummatku akan dikumpulkan/dibangkitkan di hari kiamat dalam dua belas
kelompok.
Kelompok pertama, dibangkitkan dalam keadaan tanpa tangan dan kaki.
Lalu terdengar suara dari Tuhan: Mereka ini adalah orang yang waktu di
dunia dulu senang mengganggu tetangganya. Maka inilah balasannya dan
neraka tempat kembalinya.
Sebagaimana tersebut di dalam al-Quran:

Artinya:
Dan tetangga yang terikat kerabat dan tetangga asing.

Kelompok kedua, dibangkitkan dalam keadaan berbentuk babi. Lalu


terdengar suara dari Tuhan: Mereka ini adalah orang yang waktu di dunia
dulu selalu bermalas-malas melakukan sembahyang. Maka inilah balasannya
dan neraka tempat kembalinya.
Sebagaimana tersebut di dalam al-Quran:

Artinya:
Celakalah! Mereka yang mengerjakan sembahyang yaitu yang lalai dalam
sembahyangnya.

Kelompok yang ketiga, dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan besar


perut seperti gunung. Di dalamnya penuh dengan ular dan kalajengking.
Lalu terdengar suara dari Tuhan: Mereka itu adalah orang-orang yang waktu
di dunia senang menahan zakat. Maka inilah balasannya, dan ke neraka
tempat kembalinya.
Sebagaimana firman Allah:












Artinya:
Dan mereka yang menimbun emas dan perak dan tidak menafkahkannya
pada jalan Allah.

Kelompok keempat: dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan mulutnya


mengalir darah. Lalu terdengar suara dari Tuhan: Mereka ini adalah orangorang yang waktu berdagang dahulu senang berdusta. Maka inilah
balasannya dan ke neraka tempat kembalinya.
Sebagaimana tersebut di dalam al-Quran:

Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah
mereka dengan harta yang sedikit.

Kelompok kelima, dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan berbau busuk


melebihi bangkai. Lalu terdengar suara dari Tuhan: Mereka adalah orangorang yang waktu di dunia dulu senang berbuat maksiat dengan sembunyisembunyi, karena takut dilihat orang, tetapi tidak takut dari Allah. Maka
inilah balasannya dan ke nerakalah tempat kembalinya.
Sebagaimana tersebut di dalam al-Quran:

Artinya:
Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari
Allah, padahal Allah beserta mereka.

Kelompok keenam, dibangkitkan dari kuburnya, dalam keadaan leher


terputus. Lalu terdengar suara dari Tuhan: Mereka adalah orang-orang yang
waktu di dunianya sering memberikan kesaksian palsu. Maka inilah
balasannya dan ke nerakalah tempat kembalinya.
Sebagaimana tersebut di dalam al-Quran:


.....

Artinya:
Dan mereka yang tidak memberi kesaksian palsu.....

Kelompok ketujuh, dibangkitkan dari kubur dalam keadaan tanpa lidah.


Sedang dari mulutnya mengalir nanah dan darah. Lalu terdengar suara dari
sisi Tuhan: Mereka adalah orang-orang yang waktu di dunianya dulu
menolak memberi kesaksian benar. Maka inilah balasannya dan ke nerakalah
tempat kembalinya.
Sebagaimana tersebut di dalam al-Quran:

Artinya:
Dan janganlah kamu menyembunyikan kesaksian, karena siapa yang
berbuat demikian berdosalah hatinya.

Kelompok kedelapan, dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan kepala


tersungkur, sedang kedua kakinya berada di atas kepala, dan dari farjinya
keluar nanah wuk (istilah Jw) bagaikan bengawan. Lalu terdengar suara dari
sisi Tuhan: Mereka adalah orang-orang yang waktu di dunianya melakukan
perzinaan, sedang mereka mati belum bertaubat. Maka inilah balasannya dan
ke nerakalah tempat kembalinya.
Sebagaimana tersebut di dalam al-Quran:









Artinya:
Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya perbuatan zina itu
adalah suatu perbuatan keji dan buruklah jalannya.

Kelompok kesembilan, dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan hitam


warna wajahnya. Sedang matanya biru dan perutnya penuh dengan api. Lalu
terdengarlah suara dari sisi Tuhan: Mereka adalah orang-orang yang waktu
di dunianya dulu memakan harta anak yatim dengan cara zalim. Sedang

mereka mati belum bertaubat. Maka inilah balasannya dan ke nerakalah


tempat kembalinya.
Sebagaimana tersebut di dalam al-Quran:

Artinya:
Sesungguhnya orang-orang memakan harta anak yatim secara zalim
sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya.

Kelompok kesepuluh, dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan


berpenyakit kusta dan sopak. Lalu terdengar suara dari sisi Tuhan: Mereka
adalah orang-orang yang waktu di dunianya mendurhakai kedua orang
tuanya. Sedang mereka mati belum bertaubat. Maka inilah balasannya dan
ke nerakalah tempat kembalinya.
Sebagaimana tersebut di dalam al-Quran:
Artinya:
Dan berlaku baiklah terhadap kedua orang tua.

.....


.....

Kelompok kesebelas, dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan buta hati,


dan giginya seperti tanduk bibirnya bergelantungan sampai dada, lidahnya
bergelantungan sampai perut, perutnya bergelantungan sampai pahanya.
Sedang dari perutnya keluar kotoran. Lalu terdengar suara dari sisi Tuhan:
Mereka adalah orang-orang yang waktu di dunia dulu menjadi peminum
khamer. Sedang mereka mati belum bertaubat. Maka inilah balasannya dan
ke nerakalah tempat kembalinya:
Sebagaimana tersebut di dalam al-Quran:




















Artinya:
Sesungguhnya minum khamer, berjudi, berkurban untuk berhala, dan
mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan syaitan. Oleh sebab itu
jauhilah perbuatan-perbuatan itu.
Kelompok keduabelas, dibangkitkan dari kuburnya, dengan wajah yang
berseri-seri (bercahaya) seperti bulan purnama. Merekalah lalu melewati
Sirat (titian) sebagai kilat yang menyambar. Lalu terdengar suara dari sisi
Tuhan: Mereka adalah orang-orang yang waktu di dunianya rajin beramal
saleh, serta meninggalkan maksiat dan menjaga shalat lima waktu dengan

berjamaah. Mereka mati dalam keadaan bertaubat. Maka balasan/ganjaran


mereka berupa surga, pengampunan, rahmat dan nikmat. Dan karena mereka
rida dengan apa yang diberikan Allah, maka Allah pun rida pula terhadap
mereka.
Sebagaimana tersebut di dalam al-Quran:
























Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami Allah, kemudian
beristiqamah (meneguhkan pendirian-pendirian mereka tentang iman,
melakukan kewajiban agama dan menjauhi larangan-laranganNya), maka
malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): Janganlah kamu
merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih. Dan bergembiralah kamu
dengan surga yang telah dijanjikan oleh Allah kepadamu.
Malaikat Izrail a.s.
Malaikat Izrail diciptakan oleh Allah dalam bentuk yang serupa dengan
malaikat Mikail a.s. baik wajahnya, lisannya, sayapnya, besarnya dan
kekuatannya. Semuanya tidak kurang dan tidak lebih. Ia hidup di suatu alam
yang dibentengi dengan rahasia Allah. Benteng tersebut besarnya melebihi
besar langit dan bumi. Jika seumpama seluruh air lautan dan sungai di
siramkan ke atas kepala malaikat Izrail, maka tidak setes pun yang jatuh ke
bumi. Ia diberi kemampuan yang luar biasa oleh Allah, sehingga arah barat
dan timur bisa terjangkau oleh kedua tangannya, sebagaimana keadaan
seseorang yang menghadapi sebuah meja makan yang penuh dengan
berbagai macam makanan yang siap untuk dimakan.
Selain itu ia memiliki kemampuan, bisa membolak-balikkan dunia,
sebagaimana kemampuan seseorang membolak-balikkan uang dirham.
Malaikat Izrail selain dibentengi dengan beberapa lapis rahasia Tuhan, ia
telah diikat pula dengan rantai sebanyak tujuh puluh.
Padahal panjang tiap-tiap rantai seperti panjangnya perjalanan jarak seribu
tahun. Karena tempatnya yang amat rahasia itu, sehingga tidak satu malaikat
yang bisa mendekati dan mengetahui tempat dan perbuatannya. Demikian

juga tentang suaranya, tiada satu pun malaikat yang bisa mendengarkan,
baik yang jelas mau pun yang samar-samar.
Disebutkan, ketika Allah taala menciptakan al-Maut dan menyerahkannya
kepada Izrail, berkatalah Izrail: Wahai Tuhanku, apakah al-Maut itu?
Maka Allah menyingkap rahasia al-Maut itu dan memerintahkan agar
seluruh malaikat itu menyaksikannya. Maka setelah seluruh malaikat
menyaksikan al-Maut itu, tersungkurlah semuanya dalam keadaan pingsan
selama seribu tahun.
Setelah para malaikat sudah sadar kembali, bertanyalah mereka: Ya Tuhan
kami, adakah makhluk yang lebih besar dari ini?
Allah berfirman: Akulah yang menciptakannya, dan Akulah yang lebih
Agung daripadanya. Seluruh makhluk akan merasakan al-Maut itu.
Kemudian Allah berfirman: Hai Izrail, ambillah al-Maut itu, dan Aku telah
menyerahkannya kepadamu.
Maka Izrail berkata: Ya Tuhanku, apa dayaku untuk mengambilnya, sedang
ia lebih agung dari aku. Kemudian Allah memberikan kekuatan, sehingga alMaut menetap di tangannya.
Setelah itu al-Maut berkata: Ya Tuhanku, izinkanlah aku untuk berseru
(menjerit) di dalam langit sekali saja.
Maka setelah diizinkan, berserulah ia dengan suara yang amat keras: Aku
ini adalah al-Maut, tugasku sebagai pemisah orang yang saling mencintai.
Aku adalah al-Maut, tugasku memisahkan antara anak dan ibunya. Aku
adalah al-Maut, tugasku memisahkan saudara laki-laki dan perempuan. Aku
adalah al-Maut tugasku menghancurkan bangunan rumah dan gedunggedung. Aku adalah al-Maut, tugasku meramaikan kuburan. Aku adalah alMaut, tugasku mencari dan mendatangi kamu semuanya, walau pun kamu
berada dalam lapis benteng yang amat kuat. Dan tiada satu pun makhluk
yang tidak merasakan kepedihanku.
Cara Mengetahui Waktu dan Tanda-tandanya

Malaikat Izrail pernah bertanya: Wahai Tuhanku, kapankah aku mencabut


nyawa seorang hamba? Dan dalam keadaan apa dan bagaimana aku
menghilangkannya?
Firman Allah: Wahai malaikat Izrail, ini adalah ilmu yang asing. Siapa pun
tak akan mengerti selain Aku. Akan tetapi Aku memberi tahukan kepadamu
mengenai kedatangan waktunya. Dan Aku membuatkan tanda-tanda
kepadamu yang berdiri padanya.
Disebutkan, bahwa jika sudah waktunya seorang hamba meninggal dunia,
maka ada beberapa malaikat yang datang kepada Izrail.
Malaikat yang menjaga jiwa berkata: Sudah habis masa fulan.....
Malaikat yang menjaga rezeki dan amalnya berkata: Sudah habis rezeki dan
amalnya.
Disebutkan, bahwa malaikat Mikail turun dengan membawa lembaran
kepada malaikat Izrail dari sisi Allah.
Dalam lembaran itu tertulis nama orang yang diperintah untuk mencabut
nyawanya, tempat pencabutannya dan sebab-sebab ia mencabutnya.
Sedang Kab-ul-Akhbar menerangkan: Bahwasanya Allah taala
menciptakan sebuah pohon di bawah Arasy.
Pohon itu mempunyai daun sebanyak bilangan makhluk.
Maka ketika ajal seseorang telah tiba, dan umurnya tinggal 40 hari, gugurlah
daunnya, dan jatuh di tempat Izrail, maka tahulah ia bahwasanya ia
diperintahkan untuk mencabut nyawa seseorang yang berhak atas daun itu.
Dan setelah itu para malaikat menyebutnya mayit hidup, karena ia masih
mengalami kehidupan dunia selama empat puluh hari lagi.
Disebutkan, bahwa Abu Laits berkata: Sesungguhnya akan turun dari bawah
Arasy dua tetesan di atas nama pemiliknya. Salah satu dari tetesan itu
berwarna hijau, sedang yang lain berwarna putih, jika yang jatuh itu
berwarna hijau, maka suatu pertanda bahwa pemiliknya itu termasuk orang
yang celaka. Tetapi jika tetesan itu berwarna putih, maka suatu pertanda
bahwa pemiliknya itu termasuk orang yang beruntung/bahagia.

Sedang untuk mengetahui di mana tempat ia akan meninggal, maka Allah


memerintahkan malaikat untuk masuk ke dalam ari mani yang berada di
dalam rahim ibu dengan mencampur debu bumi, yang ia akan mati di tempat
itu. Maka berputar-putarlah ia ke mana saja yang dikehendaki. Tetapi
kemudian akan kembali ke tempat asal debu itu. Dan matilah ia di tempat itu
pula. Dan di atas demikian itulah, maka Allah berfirman dalam al-Quran:

Artinya:
Katakanlah (Muhammad): Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya
orang-orang yang ditakdirkan akan mati terbunuh di medan pertempuran
itu, keluar juga ke tempat mereka menghadang kematian. (Ali Imran: 154)

Dalam hal ini ada sebuah cerita, bahwasanya malaikat maut menampakkan
diri pada zaman dahulu. Ia pada suatu hari datang ke rumah Nabiyullah
Sulaiman. Tiba-tiba ia memandang pada seorang pemuda yang berada di sisi
Nabiyullah Sulaiman. Dilihat demikian itu, timbullah rasa gemetar dalam
hati pemuda itu. Setelah Malaikat Maut itu pergi (menghilang), timbullah
keinginannya untuk pergi ke negeri Cina.
Maka berkatalah pemuda itu kepada Nabiyullah Sulaiman: Wahai
Nabiyullah, aku mohon tuan menyuruh angin membawakan ke negeri Cina!
Maka setelah Nabiyullah Sulaiman menyuruh angin, dibawanya pemuda itu
ke negeri Cina. Setelah itu malaikat Maut datang lagi kepada Nabiyullah
Sulaiman, dan ditanyakan perihal apa sebabnya ia memandang kepada
pemuda itu.
Maka jawabnya Malaikat Maut: Sesungguhnya aku diperintahkan mencabut
nyawa pemuda itu, pada hari itu di Negeri Cina. Padahal aku melihatnya
berada di dekat tuan. Maka aku kagum dari hal itu. Lalu Nabiyullah
Sulaiman menceritakan tentang permintaan pemuda itu. Maka berkata
Malaikat Maut: Dan aku telah mencabutnya hari itu di Negeri Cina.
Diceritakan pula: Bahwa ada seorang pemuda yang senantiasa berdoa:

.....






Artinya:
Ya Allah, ampunilah aku dan bagi malaikat penjaga matahari.

Lalu malaikat penjaga matahari minta izin kepada Allah untuk berziarah
kepada pemuda itu. dan setelah diizinkan, lalu ia turun ke bumi. Maka
berkatalah malaikat penjaga matahari itu: Sesungguhnya engkau
memperbanyak doa untukku, maka apakah sebenarnya hajatmu itu? Pemuda
itu menjawab: Aku bermaksud agar engkau mau membawaku, ke tempatmu.
Lalu aku bermaksud lagi, agar engkau sudi menanyakan tentang ajalku
kepada Malaikat Maut.
Maka dibawanya pemuda itu ke tempat malaikat penjaga matahari, setelah
tiba di sana, pemuda itu disuruh menempati tempat duduknya.
Kemudian ia pergi ke tempat maut dan menceritakan tentang peristiwa yang
dialami dan tentang keperluan pemuda itu. Setelah Malaikat Maut membuka
dan meneliti nama pemuda itu, lalu berkata: Waktunya masih jauh. Dan
saudaramu ini memiliki kesopanan yang agung. Dan ia tidak akan
meninggal, sampai ia menduduki kursimu.
Malaikat matahari berkata: Ia sekarang telah duduk di kursiku. Maka
malaikat Maut menjawab: Ia akan mati di sisi Rasul kita. Dan yang
demikian itu mereka tidak mengetahui.
Dan dalam sebuah Hadits Nabi s.a.w. bersabda: Para binatang itu ajalnya
berada pada zikirnya. Maka jika mereka meninggalkan berzikir, maka Allah
mencabut nyawanya. Dan telah disebutkan pula: Bahwa Allah itu
Maha/berkuasa mencabut segala nyawa. Tetapi disandarkan pencabutan itu
kepada malaikat Maut. Sebagaimana disandarkannya kematian seseorang
dengan sebab terbunuh atau sakit.
Berdasarkan firman Allah taala:













Artinya:
Allah mencabut jiwa orang pada saat kematiannya, dan membungkam jiwa
orang yang belum mati pada waktu tidurnya. (az-Zumar: 42).
Hadits-hadits Nabi yang Menyebutkan Tentang Kepedihan Maut
1. Nabi s.a.w. pernah bersabda:




Artinya:
Jika rasa sakit seujung rambut dari rasa sakit yang dialami oleh mayit,
diletakkan di atas langit dan bumi, tentu penduduknya akan mati dengan
izin Allah taala.
2. Nabi s.a.w. pernah bersabda:
....






....

Artinya:
(Dan sakitnya sakaratul maut itu) kadar tiga ratus pukulan dengan pedang.
3. Diriwayatkan, bahwa ketika Nabi Ibrahim meninggal, maka Allah taala
berfirman kepadanya: Bagaimana engkau mendapati mati hai khalilullah?
Nabiyullah Ibrahim menjawab: Seperti besi pembakar daging, yang
diletakkan pada bulu basah, kemudian ditarik.

4. Diriwayatkan bahwa Nabi Isa a.s. yang diberi mukjizat dapat


menghidupkan orang mati, didatangi suatu waktu oleh beberapa orang-orang
kafir. Dan jika menyuruhnya menghidupkan orang yang baru mati
kemungkinan bahwa orang itu belum mati. Oleh sebab itu mereka
menyuruhnya menghidupkan orang yang telah lama matinya. Tantangan itu
kemudian oleh Nabi Isa a.s. diterima, dan mereka disuruh memilih mayit
mana yang mereka kehendaki.
Lalu mereka menunjuk mayit Syam bin Nuh. Maka datanglah Nabi Isa a.s.
sekuburnya, untuk bersembahyang dua rakaat dan berdoa untuk
diperkenankan permohonannya. Maka dengan izin Allah bangunlah Syam
bin Nuh dari dalam kuburnya, dalam keadaan rambut dan jenggot yang
beruban. Apa yang menyebabkan rambut dan jenggotmu beruban, padahal
waktu engkau masih hidup dulu tidak demikian? Tanya Nabi Isa a.s. Lalu
Syam bin Nuh menjawab: Aku mendengar panggilan Tuan, dan mengira
kiamat telah tiba, maka tumbuh uban rambut dan jenggotku karena takut dan
terkejut.
Isa a,s, bertanya: Sejak berapa tahun engkau mati?
Selama empat ribu tahun yang lalu, jawab Syam, tetapi hingga kini belumlah
hilang pedihnya sakaratul-maut.
Ada pun bagi orang-orang mumin tidak demikianlah keadaannya.
Nabi s.a.w. pernah bersabda:

Artinya:
Ruh seorang mumin akan keluar dari jasadnya seperti keluarnya rambut
dari adonan tepung.

Disebutkan, bahwa apabila Allah menghendaki mengambil ruhnya seorang


mumin, datanglah malaikat Maut dari jurusan mulutnya yang ternyata
pernah digunakan untuk berzikir. Lalu Malaikat Maut itu mengurungkan
pengambilan ruh itu dan kembali menghadap Allah untuk melapor hasil
tugasnya.
Oleh Allah lalu diperintahkan lagi untuk mengambilnya dari jurusan anggota
badan lainnya. Tetapi setelah akan diambil dari jurusan tangan, dilihat di
tangannya ada bekas perbuatan sedekah, bekas digunakan menyapu anak
yatim, menulis ilmu dan bekas memegang pedang untuk perang sabil. Lalu
si Malaikat Maut berpindah ke jurusan kaki. Tetapi setelah ada bekas telah
digunakan berjalan untuk menghadir sembahyang jamaah, sembahyang Id,
dan menghadiri tempat pengajian. Lalu si Malaikat Maut berpindah ke
jurusan telinga. Tetapi setelah akan diambil dari jurusan telinga, dilihatnya
ada bekas untuk mendengarkan pembacaan al-Quran, dan zikir. Lalu si
Malaikat Maut berpindah lagi ke jurusan mata. Tetapi setelah akan diambil
rohnya dari jurusan mata, di lihatnya ada bekas telah digunakan membaca
kitab-kitab suci. Maka kembalilah Malaikat Maut menghadap Tuhannya
untuk melaporkan hasil tugasnya, bahwa seluruh anggotanya telah menjadi
tabu karena amal-amal salehnya.
Kemudian Allah berfirman: Tulislah Nama-Ku di atas telapak tanganmu,
lalu tunjukkanlah kepada ruh orang mumin itu, yang karena cinta terhadap
Nama-Ku itu, ia akan keluar sendiri dari mulutnya.
Demikianlah, dengan sebab berkah Allah itu tidak terasalah kepedihan
sakaratul maut itu. demikian pula, ia akan terhindar dari azab.
Di lain riwayat disebutkan: Bahwasanya Malaikat Maut sewaktu akan
mencabut ruh dari seorang mumin maka berkatalah ruh: Aku tidak akan ikut
selagi engkau belum diperintahkan untuk urusan itu. Lalu ruh menuntut
alamat dan tanda-tanda sambil berkata: Sesungguhnya Tuhanku telah
menjadikan aku dan memasukkan aku ke dalam tubuhku, dan pada waktu itu

engkau tidak ada. Ada pun sekarang engkau akan mengambil aku. Maka
kembalilah Malaikat Maut kepada Allah taala, lalu Allah berfirman: Apakah
engkau telah mencabut ruh dari seorang hambaku? Malaikat Maut berkata:
Ya Tuhanku, sesungguhnya hamba-Mu telah berkata begini dan begitu....
dan ia telah menuntut alamat dan tanda-tanda kepadaku.
Allah berfirman lagi: Sungguh benar ruh hamba-Ku, lalu berfirman lagi:
Wahai Malaikat Maut, pergilah ke surga, ambillah Tuffah dan itulah tandatandaKu, maka perlihatkanlah kepada ruh hamba-Ku. Malaikat Maut lalu
berangkat ke surga dan mengambil Tuffah yang di atasnya tertulis:







Setelah Tuffah itu diperlihatkan oleh Malaikat Maut kepada ruh seorang
hamba tadi, keluarlah ruh itu dengan cepat, nimat dan menjadi bersih.
Disebutkan dalam Hadits, apabila seorang hamba sudah sampai pada Naza,
maka terdengarlah penyeru dari sisi Allah. Tinggalkan ia sampai beristirahat
satu jam. Demikian pula jika ruh itu sudah sampai kedua lutut dan pusar.
Dan jika sudah sampai pada kerongkongan, maka datanglah panggilan:
Tinggalkanlah ia sampai anggota-anggota badan itu minta izin berpisah
dengan anggota badan lainnya. Maka, mata yang satu minta izin dengan
mata yang satunya sambil mengucapkan salam: As-Salamu alaikum ila
yaumil-qiyamati Keselamatan semoga tetap bagimu sampai hari kiamat.
Demikian pula dua telinga, dua tangan, dua kaki. Lalu ruh mengucapkan
selamat tinggal dengan badan. Maka kita mohon perlindungan Allah akan
berpisahnya marifat dan iman dari hati.
Maka tinggallah kedua tangannya tak bergerak, kedua mata tidak bisa
melihat, kedua telinga tidak bisa mendengar, dan satu tubuh yang tidak
bernyawa.
Dengan keadaan di atas, sekarang bagaimana jika lisan tidak iman dan hati
tidak marifat, bagaimana tingkah dan keadaan seorang hamba dalam kubur?
Pada hal di sana tidak bertemu dengan seorang pun, baik ayah, ibu, anak dan
saudara-saudara, tiada teman karip, tidak ada hamparan dan tiada tutup.
Jika ia tidak menyaksikan Tuhan yang Mulia, sungguh ia dalam keadaan
kerugian yang amat besar.
Imam Abu Hanifah berkata:

Artinya:
Kebanyakan sesuatu yang merusak iman dari seseorang hamba adalah di
waktu naza.
Panggilan Terhadap Mayat

Disebutkan dalam suatu riwayat, tatkala ruh sudah berpisah dengan tubuh,
maka ia dipanggil dari langit dengan tiga kali jeritan.
Wahai anak Adam! Apakah engkau meninggalkan dunia, ataukah dunia
meninggalkan engkau?
Apakah engkau mengumpulkan dunia, ataukah dunia mengumpulkan
engkau?
Apakah engkau mematikan dunia, ataukah dunia mematikan engkau?
Dan ketika mayat diletakkan di tempat untuk dimandikan, maka ia dipanggil
lagi tiga kali teriakkan:
Wahai anak Adam! Manakah tubuhmu yang kuat itu? Mengapa sekarang
engkau menjadi lemah/tidak berdaya?
Manakah lisanmu yang lantang dulu? Apakah yang menyebabkan engkau
diam?
Manakah semua kekasihmu itu? Mengapa sekarang ia mengasingkan
engkau?
Jika mayat sudah di dalam kafan, ia dipanggil tiga kali jeritan:
Wahai anak Adam! Engkau akan pergi ke tempat yang jauh, dengan tanpa
bekal.
Engkau akan keluar dari rumah engkau, dan tidak akan kembali lagi.
Engkau akan naik kuda dan tidak akan naik seperti itu lagi selama-lamanya,
engkau akan menjadi penghuni rumah yang penuh kesedihan.
Ketika maya itu dipikul di atas usungan, ia dipanggil lagi tiga kali jeritan:
Wahai anak Adam! Sungguh bahagia jika engkau termasuk orang yang
bertaubat.

Sungguh beruntung engkau, jika amal engkau baik.


Sungguh beruntung engkau, jika teman engkau itu kerelaan Allah taala.
Dan amat celaka engkau, jika teman engkau kutukan Allah. Ketika mayat
diletakkan untuk disembahyangkan, ia dipanggil lagi dengan tiga kali
jeritan:
Wahai anak Adam! Semua perbuatan yang telah engkau kerjakan akan
engkau ketahui. Jika amal engkau baik, maka engkau akan melihat baik. jika
jelek engkau akan melihat jelek.
Ketika mayat sudah diletakkan di tepi kubur, maka dipanggil lagi tiga kali
teriakan:
Wahai anak Adam! Apakah persiapan engkau di dunia untuk rumah yang
sempit ini?
Kekayaan apa yang engkau persiapkan untuk kefakiran ini?
Cahaya apakah yang engkau persiapkan untuk menghadapi tempat yang
gelap ini?
Dan ketika mayat sudah diletakkan di liang lahad, maka ia dipanggil lagi
tiga kali jeritan:
Wahai anak Adam! Ketika engkau berada di punggungku dulu engkau
bersenda-gurau, sekarang engkau berada di perutku menangis.
Dulu engkau berada di punggungku bersuka-ria, sekarang berada di perutku
menjadi susah dan duka cita.
Dulu engkau di atas punggungku bisa berbicara, sekarang engkau berada di
perutku menjadi diam.
Ketika manusia/pentaziyah pergi/meninggalkan mayat yang sudah
dikuburkan itu, lalu Allah s.w.t. berfirman: Wahai hamba-Ku, sekarang
engkau dalam keadaan terpencil sendirian, mereka telah pergi dan
meninggalkan engkau dalam kegelapan kubur. Pada hal kamu telah berbuat
maksiat kepada-Ku karena kepentingan mereka (yakni istri dan anak).
Namun aku amat kasihan kepada engkau. Pada hari ini akan Ku rahmati
engkau dengan sesuatu yang mengagumkan seluruh makhluk. Dan Aku lebih
kasihan kepadamu, melebihi kasih sayang ibu kepada anaknya.

Malaikat Munkar dan Nakir


Malaikat Munkar dan Nakir adalah termasuk dua di antara sepuluh malaikat
yang wajib diketahui dan diimankan.
Kedua malaikat itu bertugas mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada para
mayit yang baru saja dikubur.
Sifat-sifat Mereka
Diriwayatkan dalam sebuah hadits, tatkala mayit diletakkan dalam kubur,
maka datanglah dua malaikat yang hitam-hitam, kedua matanya
melorok/pandangannya menakutkan. Suaranya seperti guntur yang
menyambar. Kedua taring-taringnya bisa menggali bumi. Lalu keduanya
datang kepada mayat sekitar kepalanya...... sampai akhir hadits.
Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan pula: Mata keduanya seperti
belangga-belangga tembaga, dan taring keduanya seperti tanduk-tanduk sapi.
Sedang suaranya seperti halilintar.
Keampuhan Gada (a club, mace) Mereka
Diriwayatkan, bahwa keduanya (Munkar-Nakir) bisa menggali dan
menginjak keduanya pada rambutnya, keduanya membawa sebuah tongkat
besi (gada besi), yang sekiranya berkumpul orang haji yang berada di Mina
untuk mengangkatnya, niscaya mereka tak kuasa mengangkatnya.
Di hadits yang lain juga disebutkan:

....




....

Artinya:
Jika gunung-gunung itu dipukul dengan gada itu, niscaya hancur menjadi
tanah.
Pertanyaan Kubur

Di antara hadits yang menyebutkan adanya pertanyaan kubur ialah sbb.: Dan
sesungguhnya mayat itu akan bisa mendengarkan suara sandal/alas kaki
orang yang bertaziyah, ketika mereka kembali dari menghadiri pemakaman.
Lalu ia ditanya oleh malaikat:



.

Artinya:
Siapa Tuhan engkau? Apa agama engkau? dan siapa Nabi engkau?
Maka jika mayit itu termasuk orang Islam akan menjawab:

.













Artinya:
Tuhanku Allah, agamaku Islam, dan Nabiku Nabi Muhammad s.a.w.

Nabi s.a.w. menyambung: Lalu Munkar dan Nakir menghardik orang


mumin itu dengan hardikan yang keras. Dan itulah penghabisan fitnah yang
didatangkan kepada mayit.
Malaikat yang Mendatangi Mayit Sebelum Munkar Nakir Datang
Sebelum malaikat Munkar dan Nakir datang ke dalam kubur orang yang
baru meninggal, terlebih dahulu mayit itu didatangi oleh malaikat bernama
Rumman wajahnya bercahaya bagaikan matahari. Lalu ia duduk dan
berkata kepada mayit: Tulislah semua yang pernah engkau lakukan baik
yang berupa kebajikan, mau pun yang berupa kejahatan.
Lalu si mayit berkata: Dengan apa aku menulis, mana qalamku,
dawat/tintaku dan tempat tintaku? Maka malaikat itu berkata: Hendaknya
engkau jadikan air-liur engkau sebagai tinta, sedangkan jari engkau sebagai
qalam.
Lalu mayit itu berkata: Apa yang akan kutulis, sedang aku tidak punya buku.
Lalu Nabi s.a.w. meneruskan sabdanya: Lalu malaikat itu memotong
sebagian dari kafan mayit kemudian memberikannya kepada si mayit.
Berkata si Malaikat itu: Inilah buku engkau maka sekarang tulislah!
Kemudian si mayit menulis segala perbuatannya yang berbentuk kebaikan,
dengan lancar dan senang hati. Namun ketika sampai pada penulisan tentang

perbuatannya yang jelek-jelek ia merasa enggan dan malu, serta berhenti


menulisnya.
Maka malaikat yang ditugaskan itu berkata: Hai orang yang bersalah,
mengapa engkau tidak malu kepada Tuhan yang menciptakan kamu waktu
engkau mengerjakannya di dunia? Pada hal hari ini engkau malu kepadaku?
Lalu si malaikat itu mengambil gada dan dipukulkan pada si mayit.
Maka si mayit itu berkata: Bebaskan aku, sehingga aku menulisnya. Lalu si
mayit menulis segala perbuatannya yang jelek seluruhnya. Kemudian si
mayit diperintahkan lagi menggulung, dan menstempel. Setelah digulung si
mayit berkata: Dengan apa aku mengecapnya, pada hal padaku tidak ada
stempel? Maka si malaikat itu berkata: Stempellah dengan kuku engkau. dan
sesudah selesai, lalu dikalungkannya semua catatan itu pada si mayit, sampai
hari kiamat. Sesudah itu masuklah malaikat Munkar dan Nakir ke dalam
kubur di mayit itu.
Malaikat Raqib dan Atid
Malaikat Raqib dan Atid termasuk dua di antara malaikat sepuluh yang
harus diketahui dan diimankan.
Kedua malaikat itu bertugas sebagai pencatat segala perbuatan manusia.
Yang satu (yaitu Raqib) bertugas sebagai pencatat perbuatan yang baik,
sedang yang lainnya (Atid) bertugas sebagai pencatat semua perbuatan yang
jelek.
Disebutkan, bahwa setiap manusia itu ada dua malaikat pendamping. Yang
satu berada di sebelah kanan bertugas mencatat kebaikan seseorang tanpa
penyaksian dari pihak yang lain, sedang yang lain berada di sebelah kiri
bertugas mencatat kejahatan seseorang, tetapi dengan penyaksian kawannya.
Posisi kedua malaikat itu senantiasa berpindah-pindah. Jika orang yang
didampingi itu duduk, maka yang satu berada di kanannya, sedang yang lain
berada di kirinya.
Jika orang yang didampingi itu berjalan, maka yang satu berada di belakang,
sedang yang lain berada di muka.

Jika orang yang didampingi itu tidur, maka yang satu berada di dekat kepala,
sedang lainnya berada di dekat kedua kakinya.
Sebagian riwayat menyebutkan, setiap manusia itu ada lima malaikat yang
ditugaskan untuk mendampingi.
Yang dua bertugas di siang hari, sedang yang dua lainnya di malam hari, dan
yang satu tidak pernah meninggalkan tugasnya, walau pun sesaat pun. Di
sinilah sepanjang pengertian tentang firman Allah:


















Artinya:
Bagi manusia itu ada para malaikat yang senantiasa mengikutinya
bergiliran, yang berada di depannya dan di belakangnya, yang mereka itu
menjaga yang demikian itu atas perintah Allah. (ar-Rad: 11)
Yang Menjadi Saksi di Akhirat
Disebutkan, bahwa yang akan menjadi saksi di hari kiamat atas amalamal/perbuatan-perbuatan manusia adalah tujuh:
Pertama: Malaikat
Sebagaimana firman Allah:
Artinya:
Dan para malaikat memberi kesaksian.

Kedua: Bumi.
Sebagaimana firman Allah:









Artinya:
Dan manusia bertanya: Mengapa bumi jadi begini. Pada hari itu bumi
menceritakan beritanya.
Ketiga: Waktu.

Keempat: Lidah-lidah mereka


Sebagaimana firman Allah:

.....


....

Artinya:
Pada hari di mana lidah-lidah mereka memberi kesaksian.
Kelima: Anggota badan manusia.
Sebagaimana firman Allah:















Artinya:
Pada hari ini kami tutup/kunci mulut mereka, dan berkatalah kepada kami
tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang
mereka usahakan.
Keenam: kedua malaikat pencatat.
Sebagaimana firman Allah:
....

...



Artinya:
Pada hal sesungguhnya bagi kamu ada malaikat yang mengawasi
(pekerjaanmu) yang mulia di sisi Allah dan yang mencatat (pekerjaan itu).
Pembangun Buku Catatan Amal di Akhirat

Ketahuilah, bahwa ketika Allah s.w.t. telah menghimpun makhlukmakhlukNya, dan hisab (pertanggungan jawab) atas perbuatan-perbuatan
mereka selagi di dunia akan dimintai pertanggungjawabannya, maka dibagibagikan buku-buku catatan amal dan terdengar suara dari sisi Tuhan: Wahai
fulan terimalah buku catatan amalan dengan tangan kirimu...... Wahai fulan
terimalah buku catatan amalmu dengan tangan kananmu....
Orang-orang yang beriman akan menerima buku catatan amalnya, dengan
tangan kanan. Inilah maksud firman Allah s.w.t.:

Artinya:

Ada pun orang yang disodorkan kitab amalnya dari sebelah kanannya,
maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang ringan, dan kembali ke
dalam lingkungan kaumnya yang sama-sama beriman dengan gembira.
Orang-orang kafir akan menerima buka catatan amalnya dengan belakang
punggung mereka. Inilah maksud dari firman Allah s.w.t.:










Artinya:
Ada pun orang yang disodorkan kitab amalnya dari belakang, maka ia akan
berteriak: Aduh celakanya! Dia akan masuk neraka dalam api yang
menyala-nyala.

Dengan keterangan di atas, maka wajib bagi kita untuk percaya, bahwa Allah
telah menugaskan beberapa malaikatnya untuk mencatat amal-amal
hambanya yang baik mau pun yang jelek, dalam keadaan bergurau atau
bersungguh-sungguh, dalam keadaan sadar atau lupa, di waktu sakit atau
sehat, sampai-sampai nafas dan rintih pun dicatat.
Hisab (Pertanggungan jawab)
Ketahuilah, bahwa cara hisab (pertanggungan jawab) di hari kiamat itu
berbeda-beda. Ada yang ringan, ada yang berat, ada yang sukar dan ada yang
gampang. Ada yang berkesudahan dengan pujian dan ada pula yang
berkesudahan dengan teguran. Dan hisab berlaku bagi semua makhluk, yang
mumin mau pun yang kafir. Bangsa manusia atau bangsa Jin. Kecuali
mereka yang di dalam hadits Rasulullah s.a.w. dibebaskan, seperti anakanak, orang gila dan mereka yang dalam kekosongan tidak ada Nabi -,
namun menurut al-Lagani, belum ada nash yang tegas tentang hal itu.
Diriwayatkan bahwa sayyidina Ali r.a. berkata: Aku duduk bersama
Rasulullah s.a.w. pada suatu hari, di mana beliau mengisahkan cerita-cerita
Bani Israil dan ummat-ummat sebelumnya. Pada akhir ceritanya Rasulullah
s.a.w. bersabda: Wahai Ali! Allah mengutus Jibril untuk menceritakan
padaku tentang hal-ihwal ummatku dan bahwa di antara ummatku ada
orang-orang yang menghadap kepada Tuhan di waktu Hisab dan berbicara
kepada-Nya, sebagaimana seorang berbicara terhadap lawannya.

Aku bertanya kepadanya: Wahai Jibril! Dapatkah seseorang melakukan itu?


berilah aku penjelasan hal Jibril? Jibril menjawab: Aku akan beri tahukan
pada engkau, setelah memperoleh izin dari Tuhanku. Pergilah Jibril
menghilang sesaat, kemudian kembali lagi sambil tersenyum dan berkata:
Aku telah memperoleh cerita yang ajaib wahai Muhammad. Apakah itu
wahai Jibril? Kataku, Jibril berkata: Pertama, ketahuilah wahai Muhammad
bahwa di hari kiamat. Allah menyerahkan pada seseorang buku catatan
amalnya, lalu bertanya, setelah orang itu melihat dan memeriksa isinya.
Betulkah itu semuanya engkau yang melakukannya? Allah bertanya.
Tidak tahu wahai Tuhanku, sang hamba menjawab.
Allah berfirman: Para malaikatku yang mencatat itu semua, sedang engkau
dalam keadaan lengah dan tidak sadar. Sang hamba menjawab:
Sesungguhnya para malaikat pencatat itu hamba-hambaMu wahai Tuhanku,
mereka bisa mencatat apa-apa yang mereka kehendaki, namun Engkaulah
wahai Tuhanku Hakim yang tidak menerima suatu pengaduan, selain dengan
bukti yang nyata. Allah berfirman: Wahai hamba-Ku, siapakah yang harus
menjadi saksi?
Pada hal para malaikat itu semuanya hamba-hambaKu, dan engkau telah
menolak semua catatannya. Bagaimana jika Aku menjadikan anggota
badanmu sebagai saksi? Dapatkah engkau menerima dan mengakuinya?
Hamba itu menjawab: Ya aku terima wahai Tuhanku. Lalu Allah berfirman
kepada lidah si hamba: Dengan kuasa-Ku berbicaralah wahai lidah dan
jangan berbicara melainkan yang benar. Maka berkatalah si lidah
menceritakan segala yang pernah diperbuat selama di dunia yang baik mau
pun yang buruk. Mendengar kesaksian si lidah, si hamba berkata: Wahai
Tuhanku, Engkau mengetahui bahwa lidahku adalah musuhku di dunia dan
dosa-dosa terjadi sebab karenanya dan kelancangannya. Maka dari itu aku
tidak bisa menerima kesaksiannya. Dan Engkau adalah hakim yang adil,
tidak akan menerima kesaksian seorang musuh terhadap musuhnya.
Allah berfirman: Baiklah, aku panggil kedua tanganmu untuk memberikan
kesaksiannya. Maka dengan izin Allah berbicaralah kedua tangannya itu,
menceritakan segala perbuatannya selama di dunia. Namun begitu selesai, si
hamba tetap menolak penyaksiannya dengan alasan bahwa menurut syariat
Rasulullah s.a.w. satu saksi tidak cukup dan harus ada saksi yang kedua
untuk menguatkan saksi yang pertama, sedang kedua tangan itu termasuk
satu saksi. Lalu Allah menerima alasan itu dan memerintahkan kedua

kakinya untuk memberikan kesaksiannya. Dengan izin Allah, berbicaralah


kedua kaki si hamba menceritakan segala amal perbuatannya selama di
dunia.
Dengan kesaksian yang diberikan oleh kedua kakinya itu terdiamlah si
hamba dengan heran dan tajub. Lalu si hamba itu menegurnya.
Wahai anggota badanku, akulah kamu dan kamulah aku. Aku telah
membelamu agar selamat dari api neraka, tetapi kamu malah
menjerumuskan diri ke situ. Seluruh anggota badan berkata: Kami
diperintahkan untuk memberikan kesaksian yang benar dan mengucapkan
kata-kata yang haq.
Akhirnya Tuhan memutuskan, agar malaikat Zabaniyah menyeret hamba itu
ke neraka. Kemudian si hamba itu berkata, setelah mendengar vonis Tuhan:
Di manakah rahmat Engkau, wahai yang Maha Penyayang? Allah berfirman:
Rahmat-Ku hanya untuk orang Islam, namun jika engkau mau mengakui
kesalahanmu, Aku akan mengampuni dosa-dosa engkau.
Si hamba berkata: Wahai Tuhanku, aku mengaku bersalah, aku amat takut
terhadap api neraka.
Lalu Allah berfirman kepada malaikat-malaikatNya: Bawalah hamba-Ku ini
ke surga, sebab Aku telah mengampuninya. Lalu oleh malaikat dibawa ke
surga, dan berseru kepadanya: Masuklah engkau ke surga dengan damai dan
aman.
Malaikat Ridwan a.s.
Malaikat Ridwan ialah seorang malaikat yang bertugas menjaga pintu Surga.
Malaikat Ridwan termasuk salah satu dari malaikat sepuluh yang wajib
diketahui dan diimankan.
Definisi Surga
Surga yang dalam bahasa al-Qurannya al-Jannah ialah suatu tempat di
Alam Akhirat yang penuh dengan bermacam-macam kenimatan yang belum

pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga dan belum
pernah terlintas di hati manusia.
Dalam hadits Qudsi, imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sbb.:


.



Artinya:
Allah berfirman: Aku telah menyediakan bagi hamba-Ku yang shalih-shalih,
sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh
telinga dan belum pernah terlintas di hati manusia. (H.R. Bukhari Muslim)
Nama-nama Surga
Di dalam al-Quran Allah s.w.t. menyebutkan dengan jelas nama-nama
Surga. Maksud dari pemberian Nama-nama tersebut untuk membedakan
tingkatan-tingkatannya.
Tingkatan-tingkatan Surga
Di dalam hadits disebutkan, bahwa surga itu mempunyai delapan macam
tingkatan-tingkatannya.
Yaitu:
Surga Daarul-Jalaal tercipta dari mutiara putih.
Surga Daarus-Salaam tercipta dari yaqut merah.
Surga Jannat-ul-Mawaa tercipta dari zabarjud hijau (permata hijau).
Surga Jannat-ul-Khuld tercipta dari marjan kuning.
Surga Jannat-un-Naiim tercipta dari perak putih.
Surga Daar-ul-Qaraar tercipta dari emas merah.
Surga Jannat-ul-Firdaus tercipta dari beberapa lapisan perak, emas, yaqut,
zabarjud dan berlantai kasturi.
Surga Adn tercipta dari mutiara putih berpintu dua dari emas, lebar pintu,
antara keduanya sejauh luas langit dan bumi. Bangunannya terdiri dari
lapisan emas dan perak. Tanahnya dari ambar. Lantainya dari kasturi. Airnya
lebih dingin dari es, lebih manis dari madu. Di dalamnya terdapat sungai alKautsar, ialah sungai Muhammad s.a.w.

Luas Surga
Allah s.w.t. telah menyebutkan di dalam al-Quran bahwa luas Surga itu
seluas langit dan bumi.
Sebagaimana firman Allah:




Artinya:
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari pada Tuhan. Dan
bersegeralah kamu kepada Surga (yakni bersegeralah mengerjakan
perbuatan yang membawa kepada diampuni dosa dan diberi surga). Yang
luasnya seluas langit dan bumi. Yang disediakan bagi orang-orang muttaqin
(yang bertakwa). (Aali Imraan: 133)
Firman Allah s.w.t. di dalam al-Hadiid:


Artinya:
Berlomba-lombalah dalam mencapai ampunan dari Tuhanmu, menuju
Surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orangorang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Itulah karunia Allah,
yang diberikan kepada orang-orang yang di kehendaki-Nya. Allah amat
besar karunia-Nya. (al-Hadiid: 21)
Perkebunan Surga
Allah menyebutkan di dalam al-Quran, bahwa di dalam Surga itu ada
bermacam-macam perkebunan/pohon-pohonan yang indah, rindang, buahbuahan yang banyak dan dekat serta menawan hati, yang barang siapa ingin
memetiknya, ranting-ranting itu langsung mendekat sendiri.
Di antara ayat-ayat al-Quran yang bisa kami kumpulkan, tentang adanya
buah-buahan surga itu, sbb.:
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Di dalam keduanya ada pula bermacam-macam buah-buahan, kurma dan
delima. (ar-Rahmaan: 68)
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Mereka menimati surga, yang di sana ada pohon bidara tak berduri. (alWaaqiah: 28)
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Dan pohon pisang dengan buah yang bersusun rapat. (al-Waqiah: 29).
Buah-buahan Surga itu Dapat Dipetik Dari Dekat
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
.....dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat. (arRahmaan: 54).

Pohon-pohon Surga itu Tidak Berhenti (Putus-putus) Buahnya.


Allah s.w.t. menyebutkan di dalam al-Quran bahwa pohon-pohon surga itu
tidak akan terhenti (putus) buahnya.
Firman Allah s.w.t.:









Artinya:
Buah-buahan yang melimpah ruah, tidak putus-putusnya (tidak berhenti)
buahnya dan tidak terlarang pula mengambilnya. (al-Waaqiah: 32-33)

Gedung dan Istana Surga


Di dalam al-Quran, Allah menyebutkan bahwa di dalam surga, di samping
ada sungai-sungai yang mengalir, juga terdapat gedung-gedung yang indah.
Firman Allah s.w.t.:



Artinya:
Maha Pemberi Berkah, Tuhan yang jika Dia mau, niscaya dijadikan-Nya
bagimu yang lebih baik dari yang demikian. Yaitu surga yang mengalir
sungai-sungai di bawahnya dan dijadikan-Nya/dibangunkan-Nya pula
untukmu istana-istana. (al-Furqan: 10)
Di dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Muslim dari Muadz bin Jabal
dan Anas bin Malik r.a. dari Nabi s.a.w. bahwa beliau pernah bersabda:
Siapa yang membaca surat al-Ikhlash sepuluh kali maka Allah berkenan
membangunkan baginya rumah di surga. (dari buku: Khazinat-ul-Asrar)
Di dalam riwayat, Nabi s.a.w. bersabda: Siapa yang membaca surat alIkhlash 20x, maka Allah membangunkan baginya gedung di surga.
Selain gedung-gedung yang indah, di dalam surga terdapat pula bermacammacam istana yang besar-besar.
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Dan jika engkau melepas pandang di surga itu akan engkau lihat berbagai
macam kenimatan dan kemewahan yang mempersona. (al-Insaan: 20)
Pintu-pintu Surga
Ibnu Abbas r.a. berkata: Surga itu memiliki delapan pintu.
Pintu pertama terdiri dari emas yang berlapis mutiara. Pada pintu tersebut
tertuliskan:










Itulah pintu para Nabi, para Rasul, para Syuhada, dan pintu orang-orang
pemurah.
Pintu kedua adalah pintu orang-orang yang mengerjakan shalat dengan
wudhu yang baik dan menjaga rukun-rukun shalat.
Pintu ketiga ialah pintu orang-orang yang mengerjakan zakat dengan hati
yang suci.
Pintu keempat ialah pintu orang-orang yang beramar maruf nahi anilmunkar.
Pintu kelima ialah pintu orang yang memerangi hawa nafsu.
Pintu keenam ialah pintu orang-orang yang berhaji dan berumrah.
Pintu ketujuh ialah pintu orang-orang yang berjihad.
Pintu kedelapan ialah pintu orang-orang yang taqwa yaitu orang-orang yang
menjaga penglihatannya dari perkara yang dilarang, dan pintu orang-orang
yang berbuat kebajikan, seperti berbakti kepada ibu bapak, dan silaturahmi
serta lain-lain kebajikan.
Ada pun orang-orang yang berpuasa, mereka akan masuk surga melalui
pintu Rayyaan/
Dalam sebuah hadits, Nabi s.a.w. pernah bersabda:



.







Artinya:
Sesungguhnya di dalam surga ada pintu bernama Ar-Rayyaan, masuk
dari padanya orang-orang yang puasa hari kiamat. Tidak bisa masuk dari
pintu itu selain orang yang berpuasa. Dipanggil oleh penjaganya: Di mana
orang-orang yang berpuasa? Maka mereka sama berdiri, dan tidak bisa di
situ selain mereka saja. Dan jika mereka telah selesai masuk, lalu
ditutuplah, maka tak ada seorang pun yang masuk lewat pintu itu. (H.R.
Bukhari Muslim).

Dalam sebuah hadits yang diwartakan oleh Abu Hurairah r.a. Rasulullah
s.a.w. pernah bersabda:
Ahli jihad dipanggil dari pintu jihad.
Ahli shalat dipanggil dari pintu shalat.
Ahli puasa dipanggil dari pintu ar-Rayyaan.
Ahli sedekah dipanggil dari pintu sedekah.
Besar/Lebar Daun Pintunya
Di dalam al-Quran Allah menerangkan bahwa di surga itu terdapat divandivan yang berlapis/bertatah emas dan permata.
Firman Allah:

Artinya:
Berada di atas divan yang bertatahan emas dan permata. (al-Waqiah: 15).
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Mereka bersandar di atas divan-divan yang berderetan. (ath-Thuur: 20)
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Di atas tahta-tahta kebesaran berhadap-hadapan (ash-Shaffaat: 44)
Sifat Bantal-bantal, Kasur dan Permadani di Surga

Tentang adanya bantal-bantal di surga, Allah s.w.t. menerangkannya di


dalam al-Quran sbb.:
Artinya:

Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun (al-Ghaasyiyah: 15)


Tentang adanya kasur dan permadani, Allah s.w.t. menerangkan sbb.:
Firman Allah s.w.t.:
Artinya:
Dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. (al-Waaqiah: 34)

Dan firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Dan permadani-permadani yang terhampar. (al-Ghaasyiyah: 16)
Sifat piring-piring surga

Tentang adanya piring-piring di surga, Allah menerangkannya sbb.:

Artinya:
Diedarkan kepada mereka (ahli surga) piring-piring dari emas, dan piala
(dari emas pula). (az-Zukhruf: 71).
Sifat Gelas-gelas di Surga

Tentang adanya gelas-gelas di surga, Allah s.w.t. menerangkannya di dalam


al-Quran sbb.:

Artinya:
Dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya). (al-Ghaasyiyah: 14)
Firman Allah s.w.t.:
Artinya:

Dengan membawa gelas (piala), cerek dan minuman yang diambil dari air
yang mengalir. (al-Waaqiah: 18).
Sifat Bejana-bejana dan Piala-piala di Surga
Tentang adanya bejana-bejana dan piala-piala di surga, Allah
menerangkannya di dalam al-Quran sbb.:




Artinya:
Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak, dan piala-piala
yang bening laksana kaca. (yaitu) kaca-kaca (yang dibuat) dari perak yang
diukir mereka dengan sebaik-baiknya. (al-Insan: 15-16).
Sifat Sungai-sungai di Surga
Di dalam al-Quran, ayat-ayat yang menyebutkan tentang adanya sungai di
surga sebanyak kurang lebih 33 tempat.
Ada pun sifat-sifatnya sbb.:
Firman Allah s.w.t.:


















Artinya:
Ada pun perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang
taqwa, ialah: di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tak pernah basi,
ada sungai-sungai dari susu yang rasanya tidak berubah, ada sungaisungai dari arak yang dirasakan enak bagi yang meminumnya, dan ada
sungai-sungai dari madu murni yang disaring. (Muhammad: 15)
Sungai Rajab
Disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa Nabi s.a.w. pernah bersabda:

.












Artinya:
Bahwasanya di dalam surga terdapat satu sungai yang disebut Sungai
Rajab. Airnya lebih putih dari pada air susu, sedang rasanya lebih manis
dari pada madu. Siapa yang puasa satu hari di bulan Rajab, maka Allah
berkenan memberikan minuman dari sungai itu.
Dalam sebuah hadits disebutkan: Bahwa Nabi s.a.w. pernah bersabda: Ku
lihat di malam Miraj, ada suatu sungai, yang mana airnya lebih manis
daripada madu, lebih dingin daripada es, baunya lebih harum daripada misik.
Lalu aku bertanya kepada Jibril: Buat siapa sungai ini?
Jibril menjawab: Buat siapa saja yang senantiasa membaca salawat kepada
Engkau di bulan Rajab. (dari kitab: Durrat-un-Nashihin).
Diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: Pada malam perjalananku
ke langit, diperlihatkan kepadaku semua surga. Maka aku melihat empat
macam sungai: Sungai air, sungai susu, sungai khamar, sungai madu jernih.
Hal itu sebagaimana tersebut di dalam al-Quran pada surat Muhammad
ayat: 15 (lihat keterangan di atas). Lalu aku bertanya kepada Jibril: Dari
mana air ini bersumber dan ke mana mengalir? Jibril menjawab: Mengalir ke
kolam al-Kautsar, tetapi aku belum mengetahui dari mana air ini bersumber.
Coba kutanyakan lebih dahulu kepada Tuhanmu. Kemudian datanglah
seorang malaikat dan berkata kepadaku: Hal Muhammad, pejamkanlah
matamu! Tiba-tiba aku berada di dekat sebuah pohon, sedang di sisinya
terdapat sebuah Kubbah yang terdiri dari mutiara putih, sedang pintunya
terdiri dari yaqut hijau dan kuncinya dari emas merah.
Jika dunia seisinya ini diletakkan di atas kubah itu, maka dunia seisinya ini
akan seperti burung yang hinggap di atas gunung, atau seperti telur yang
diletakkan di atas gunung. Aku melihat sungai-sungai itu mengalir dari
bawah kubbah. Ketika aku hendak kembali, berkatalah malaikat itu,
menyuruhku memasukinya.
Aku bertanya: Bagaimana aku bisa masuk, sedang pintunya terkunci?
Berkata si malaikat: Kuncinya berada di tanganmu. Yaitu lafazh:







Maka aku mengucapkan Bismillah-ir-Rahman-ir-Rahim. Tiba-tiba
terbukalah pintu kubbah itu dan masuklah aku ke dalamnya. Maka aku
menyaksikan dari ke empat sudutnya mengalir empat sungai itu. ketika aku

akan pulang, si malaikat itu menunjukkan aku tulisan Bismillah-ir-Rahmanir-Rahim tertulis di atas sudut-sudut itu airnya bersumber dari lafazh
Bismillah-ir-Rahman-ir-Rahim. Sungai air bersumber dari Mim lafazh
Bismillah, Sungai susu bersumber dari Ha lafazh Allah. Sungai khamer
bersumber Mim lafazh ar-Rahman. Sedang sungai madu bersumber dari
Mim lafazh ar-Rahim.
Maka tahulah aku bahwa sumber-sumber sungai itu berasal dari lafazh:







Kemudian Allah berfirman: Hai Muhammad! Barang siapa dari ummatmu
yang menyebut-Ku dengan nama-nama ini, akan Ku beri minum dari sungaisungai ini. (dari buku: Misykat-ul-Anwar).
Makanan Penduduk Surga
Di dalam al-Quran disebutkan, bahwa makanan penduduk surga itu terdiri
dari buah-buahan, burung-burung yang gemuk, al-manna (rasanya seperti
madu), as-Salwa (bangsa burung puyuh), air madu, susu dan berbagai
macam makanan yang tidak bisa dihitung banyaknya.
Disebutkan, bahwa Tsauban bekas budak Rasulullah s.a.w. berkata: Aku
sedang berdiri di sisi Rasulullah s.a.w. Tiba-tiba ada seorang pendeta Yahudi
menghadap lalu mengemukakan beberapa pertanyaan, sehingga ia bertanya:
Siapakah orang pertama yang di perbolehkan (yakni atas titian)?
Nabi s.a.w. menjawab: Orang-orang Muhajirin yang qari (ahli membaca alQuran).
Yahudi itu bertanya lagi: Apakah hadiah mereka, setelah mereka masuk
surga?
Nabi s.a.w. menjawab: Buih hati ikan paus.
Yahudi itu bertanya lagi: Apakah makanan mereka sesudah itu?
Nabi s.a.w. bersabda: Disembelihkan bagi mereka itu lembu jantan surga,
lalu mereka memakannya di tepi surga.
Yahudi itu bertanya lagi: Apakah minuman mereka setelah memakan lembu
jantang itu?
Nabi s.a.w. menjawab: Mereka minum dari mata air di surga, namanya air
salsabil.
Yahudi itu berkata: Benar engkau!.

Zaid bin Aram berkata: Seorang laki-laki Yahudi datang kepada Rasulullah
s.a.w. lalu berkata: Hai Abul-Qasim, betulkan, bahwa engkau mengatakan
bahwa penduduk surga itu makan dan minum di dalam surga?
Dan Yahudi itu sebelumnya mengatakan kepada teman-temannya: Jikalau ia
mengatakan yang demikian padaku, niscaya aku kalahkan dia dengan alasan.
Lalu Rasulullah s.a.w. menjawab: Benar! Demi Tuhan, yang diriku di dalam
kekuasaannya! Bahwa seseorang dari mereka itu diberi kekuatan makan,
minum, bersetubuh seratus kali.
Maka orang Yahudi itu bertanya: Bahwa orang yang makan dan minum itu
tidak usah berhajat?
Rasulullah s.a.w. lalu bersabda: Hajat keperluan mereka ialah berupa
keringat yang mengalir dari kulit mereka seperti kasturi, jadi perut mereka
itu menjadi kurus.
Abdullah bin Amr berkata tentang firman Allah taala:

Artinya:
Diedarkan pada mereka piring-piring. (az-Zukhruf: 71)

Maka Abdullah bin Amr mengatakan: Diedarkan kepada mereka tujuh


puluh piring dari emas. Setiap piring terdapat warna. Yang mana tidak
terdapat warna seperti itu di piring lainnya.
Dalam hadits riwayat Bazar dengan sanad dhaif yang berasal dari Ibnu
Masud, disebutkan demikian:











Artinya:
Sesungguhnya engkau akan melihat pada seekor burung dalam surga yang
engkau menginginkan dagingnya. Lalu jatuhlah tersungkur di hadapanmu
dalam keadaan telah masak.
Hudaifah berkata: Rasulullah s.a.w. bersabda: Bahwa dalam surga itu ada
burung, sebesar unta.
Abu Bakar r.a. bertanya: Bahwa burung itu sungguh menikmatkan wahai
Rasulullah s.a.w.?

Nabi s.a.w. menjawab: Orang yang memakannya akan merasa nikmat. Dan
engkau wahai Abu Bakar termasuk orang yang memakannya.
Bidadari Surga
Di dalam al-Quran mau pun Hadits, dapat kita jumpai beberapa keterangan
tentang sifat-sifat bidadari yang berada di surga. Mereka berkulit putih
bersih dan bermata jeli.
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah. (arRahmaan: 72)
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli. (alWaaqiah: 22).
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Dan Kami berikan kepada mereka bidadari bermata jelita sebagai teman
hidupnya. (ad-Dukhaan: 54).

Diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: Allah s.w.t. telah


menciptakan wajah-wajah bidadari terdiri dari empat warna: putih, hijau,
kuning dan merah. Dan tubuhnya diciptakan dari zafaran, misik dan kafur.
Dan rambutnya diciptakan dari cengkeh. Bagian tubuhnya mulai dari kaki
sampai lutut tercipta dari zafaran. Dari lutut sampai buah dada tercipta dari
anbar. Dari leher sampai kepala tercipta dari kafur.
Andaikata meludah ke dunia, maka ludahnya akan menjelma menjadi misik.
Pada setiap dadanya tertulis nama suaminya dan nama dari nama-nama
Allah. Pada setiap tangannya mengenakan sepuluh gelang dari emas,

memakai cincin sebanyak sepuluh pada jari-jarinya, memakai sepuluh


perhiasan gelang kaki dari mutiara dan permata.
Ibnu Abbas berkata: Bersabda Rasulullah s.a.w.: Sesungguhnya di surga
terdapat bidadari-bidadari yang dinamakan al-Ainaa. Ia dijadikan dari
empat unsur, yaitu dari unsur misik, kafur. anbar, dan zafaran.
Lempungnya dicampur (diaduk) dengan Ma-ul-Hayat (air hidup). Mereka
amat merindukan suami-suami mereka. Andaikata di antara mereka ada yang
meludah ke air laut dengan satu ludahan, sungguh menjadi tawarlah air laut
tersebut.
Pada dagunya tertulis: Siapa yang ingin seperti keadaanku, maka berlaku
taatlah kepada Allah.
Tersebut dalam sebuah hadits: Barang siapa yang berpuasa di bulan
Ramadhan, maka Allah akan mengawinkan dengan satu bidadari yang
berada di dalam kemah mutiara yang terukir.
Ada pun kecantikan bidadari-bidadari dalam surga. Allah taala telah
menyebutkan dalam al-Quran:

Artinya:
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. (ar-Rahmaan: 58)
Nabi s.a.w. pernah ditanya: Apakah penduduk surga itu bersanggama?
Nabi s.a.w. menjawab:


















Artinya:
Diberikan pada mereka yang laki-laki (dari penduduk surga) berupa
kekuatan sehari lebih utama dari 70 orang dari padamu.
Pohon Raksasa di Surga
Diriwayatkan bahwa Kaab berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah s.a.w.
tentang pohon-pohon surga. Maka beliau menjawab: Dahan-dahannya tidak
bisa kering. Daun-daunnya tidak bisa rontok. Buah-buahnya senantiasa segar
tidak bisa mengisut.

Ada pun pohon surga yang terbesar, ialah pohon Thuubaa akarnya terdiri
dari mutiara, batangnya dari yaqut merah, bagian atasnya dari emas, tangkaitangkainya dari zabarjud, dan daun-daunnya dari sundus. Pohon tersebut
mempunyai tujuh puluh ribu dahan. Dahan yang teratas bersambung dengan
Arasy. Sedang yang terbawah berada di langit dunia. Setiap kamar dan
kubbah di dalamnya pasti dimasuki dahan satu yang berubah dengan buahbuahan yang menarik selera.
Ada pun bandingan pohon itu, seperti keadaan di dunia. Cahayanya bersinar
ke segala tempat.
Disebutkan bahwa di surga itu ada pohon, kalau seorang berkendaraan kuda
yang paling cepat lari di bawahnya seratus tahun tidak akan habis (selesai)
mengelilinginya.
Pakaian Penduduk Surga
1. Pakaian penduduk surga itu sutera halus berwarna hijau.
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan tebal. (al-Insaan: 21)
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
(Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya. Di sana mereka
akan diberi perhiasan dengan gelang emas bertatahkan mutiara, serta
pakaian sutera dewangga. (Faathir: 33).
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Mereka itulah yang berhak mendapat surga Adn, yang mengalir sungaisungai di dalamnya. Di sana mereka akan diberi hiasan gelang dari emas,
berpakaian hijau dari sutera dewangga dan sutera yang bersulam benang
emas, sambil berbaring-baring di atas persada yang indah. Itulah suatu
pahala yang amat menyenangkan, dan suatu tempat tinggal yang amat
indah. (al-Kahf: 31).
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Mereka memakai sutera yang halus dan sutera kembang, sambil duduk
berhadap-hadapan. (ad-Dukhaan: 53).
Pelayan-pelayan Surga

Di dalam surga ada pelayan-pelayan yang muda belia dan mereka tidak akan
tua selamanya. Mereka memberi pelayanan pada penduduk surga jika
penduduk surga menginginkannya.
Firman Allah s.w.t.:








Artinya:
Dan diedarkan kepadanya piala-piala dan gelas-gelas, yang terbuat dari
perak murni, tembus pandang laksana kaca.
Perak murni yang tembus pandang, yang telah mereka isi dengan ukuran
sepuas minum. Di sana mereka diberi minum segelas minuman bercampur
jahe.
Dari mata air surga yang bernama salsabil (yakni minuman yang nikmat,
sejuk nyaman tidak berbanding, yang dapat mengalir sampai ke ruang
tempat duduk mereka).
Sembari di kelilingi oleh pelayan-pelayan muda belia. Jika mereka kamu
pandang, kamu akan menilainya: Seindah mutiara yang bertaburan. Dan
bila engkau melepas pandang di surga itu, akan kamu lihat berbagai macam
kenikmatan dan kemewahan yang memesona. (al-Insaan: 15-20).

Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda. (al-Waaqiah: 17)
Pasar Di Dalam Surga

Dari Anas r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya di surga itu
ada sebuah pasar, yang didatangi oleh penduduk surga setiap hari Jumaat.
Maka setiap angin dari selatan mengenai wajah dan pakaian mereka, tibatiba wajah dan pakaian mereka berubah bertambah indah. Sehingga ketika
mereka kembali ke tengah-tengah keluarganya, maka keluarga mereka
bertanya: Demi Allah, kamu bertambah bagus. Mereka menjawab: Dan demi
Allah, kalian pun sepeninggal kami juga bertambah cantik. (H.R. Bukhari
Muslim).
Intisari Cerita Surga
Rasulullah s.a.w. bersabda: Bahwa penduduk surga itu tidak berbulu
badannya, muda belia, putih, keriting rambutnya, bercelak matanya, usia
mereka tiap-tiap umur tiga puluh tiga tahun di atas bentuk kejadian Adam.
Tinggi mereka itu enam hasta, dalam lintangnya tujuh hasta. (Dirawikan
oleh at-Tirmidzi dari Muadz).
Rasulullah s.a.w. bersabda: Sekurang-kurangnya penduduk surga itu
memiliki 80,000 pelayan dan 72 istri.
Dan didirikan bagi mereka kubbah dari mutiara, zabarjud, dan yaqut.
Lebarnya seperti antara al-Jabiyah ke Sanaa. Di kepala mereka ada
mahkota, dan sekurang-kurang dari padanya itu dapat menerangkan di antara
timur dan barat.
Al-Hasan al-Bashri r.a. berkata: Bahwa buah delima di surga itu seperti
timba. Sungai-sungainya tidak berubah-ubah. Dan sungai susu yang tidak
berubah rasanya. Dan ada pula sungai madu, yang bersih yang tidak dapat

disifatkan. Dan ada pula sungai khamer yang lezat bagi yang meminumnya,
serta tidak merusak akal pikiran dan memusingkannya.
Sesungguhnya di dalam surga itu berupa sesuatu yang belum pernah dilihat
oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah tergores
di hati manusia. Semua raja-raja bersenang-senang dengan penuh
kenikmatan, sedang umur mereka satu usia dengan umur putra-putra. Tinggi
60 hasta ke atas, mereka sudah dalam keadaan bercelak, tiada rambut di
badannya, muda belia, merasa aman dari azab, perkampungannya tenang,
sungai-sungainya mengalir di atas batu-batu kecil dari yaqut dan marjan,
batang-batang kurma dan anggur berlapiskan mutiara, jumlah buahbuahannya tidak bisa dihitung, bau harumnya bisa diserap dari perjalanan
lima ratus tahun, mereka di sediakan kuda dan unta yang cepat jalannya,
kendali kekang dan pelananya dan yaqut, mereka saling kunjungmengunjunginya, istri mereka itu bidadari, seolah-olah mereka itu tersimpan
rapi, dua anak jarinya bisa mengambil sekaligus 70 potong pakaian,
kemudian dipakai sekaligus, maka terlihatlah benak dalam betisnya dari
balik pakaian yang tujuh puluh itu, Allah telah mensucikan akhlaq buruk dan
tubuh mereka dari kematian, bagi mereka tiada air beringus, tiada kencing,
tiada berak, semuanya akan keluar berupa keringat kasturi, mereka
memperoleh rezeki pagi dan sore.
Bahwa penghabisan orang yang masuk surga dan yang paling rendah
kedudukannya, diberi kerajaan sepanjang penglihatannya, serupa dengan
jarak seratus tahun. Mereka dalam istana emas, perak dan tenda mutiara.
Dan penglihatannya dilapangkan, sehingga ia memandang yang jauh-jauh
seperti memandangnya dari jarak dekat. Setiap pagi dan sore mereka diberi
makan dengan tujuh puluh ribu piring, dari emas, sedang rasa yang terdapat
pada piring yang satu dengan lainnya, ditemukan rasa makanan yang
terakhir dengan persis dengan rasa yang permulaannya. Dan di dalam surga
terdapat tujuh puluh ribu kampung yang terdiri dari mutiara dan yaqut.
Setiap kampung terdiri dari tujuh puluh ribu rumah, sedang rumah-rumah itu
tidak satu pun yang pecah dan berlobang.
Disebutkan, bahwa di dalam surga Adn itu terdapat istana-istana dari
mutiara. Dan pada setiap istana, terdapat 70 rumah dari permata yaqut
merah. Di dalam setiap rumah, dan rumah lagi sebanyak 70 buah yang
terbuat dari zamrud hijau. Di dalamnya terdapat ranjang, sedang setiap
ranjang satu ada 70 permadani dalam berbagai warna, dan setiap permadani
terdapat seorang bidadari. Dan pada setiap rumah itu terdapat 70 macam

makanan, dan pada setiap rumah itu ada pelayan wanitanya. Dan setiap
orang mukmin pada tiap-tiap pagi diberi kekuatan dari apa yang diberikan
kesemuanya itu.
Disebutkan, .....seandainya bidadari itu muncul ke dunia, maka akan terang
benderanglah cahayanya, dan akan penuhlah antara langit dan bumi ini
dengan bau-bauan yang harum....
Disebutkan pula, bahwa para bidadari itu tidak mengeluarkan darah haid,
tidak kencing, tidak meludah, tidak beringus, tidak mengeluarkan mani dan
tidak beranak.....
Melihat Dzat Allah di Surga
Puncak kenikmatan bagi penduduk surga, ialah melihat Dzat Allah. Dan
melihat Dzat Allah adalah kegembiraan yang tiada bandingnya, sebab hal itu
bisa melupakan penduduk surga dari segenap kelezatan dalam surga.
Disebutkan, bahwa setelah ahli surga masuk ke dalam surga, tiba-tiba
terdengarlah seruan Allah taala kepada mereka.
Allah berfirman: Wahai penduduk surga! Apakah yang kalian kehendaki
akan Ku tambahkan untukmu!
Penduduk surga menjawab: Tidakkah Engkau putihkan wajah kami,
tidakkah telah Engkau masukkan kami ke dalam surga, tidakkah telah
Engkau selamatkan kami dari neraka.
Lalu Allah menyingkap tirai hijab-Nya, hingga bisa terlihat oleh mereka.
Maka tidak ada sesuatu yang lebih mereka sukai daripada memandang
Tuhan itu.
Disebutkan pula, bahwasanya Allah s.w.t. itu berdialog langsung dengan
penduduk surga.
Firman Allah s.w.t.: Wahai penduduk surga!
Penduduk surga menjawab: Labbaika ya Tuhan, segala kebaikan berada di
tangan Engkau Tuhan.
Firman Allah s.w.t.: Apakah kalian sudah puas?
Penduduk surga menjawab: Kami sudah puas atas semua pemberian Engkau.
Firman Allah s.w.t.: Maukah kalian Ku-beri yang lebih dari itu semua?
Penduduk surga menjawab: Apakah yang lebih dari semua ini?

Firman Allah: Ku tetapkan keridaan-Ku, dan Aku tidak akan memurkai


kalian selama-lamanya.
Disebutkan pula: Bahwa jika penduduk surga telah masuk surga, mereka
mendengar seruan: Kalian akan hidup terus dan tidak akan mati, kalian akan
sehat terus dan tidak akan sakit, kalian akan muda terus tidak akan tua
selamanya, kalian akan tetap gembira merasakan kenikmatan dan tidak
susah selamanya. (H.R. Muslim).
Malaikat Malik a.s.
Malaikat Malik ialah salah satu di antara sepuluh malaikat, yaitu wajib
diketahui dan diimankan.
Tugas Malaikat Malik ialah sebagai penjaga neraka.
Ada pun penjelasan tentang neraka dan azabnya adalah sbb.:
Definisi Neraka
Neraka yang dalam bahasa al-Qurannya an-Naar ialah suatu tempat di
alam akhirat, yang wujudnya berupa api yang bergejolak dan menyala-nyala
yang disediakan dan diancamkan oleh Allah sebagai balasan bagi pendustapendusta ayat-ayat Allah, orang-orang musyrik, orang-orang munafik,
orang-orang yang berbuat dosa dan mati belum taubat, orang-orang yang
meninggalkan perintah-perintah Allah dan tidak mau berbakti kepada-Nya.
Macam-macam Neraka
Ada pun macam-macamnya ada delapan.
1. Neraka Jahanam disediakan bagi orang-orang mukmin yang berbuat dosa.
2. Neraka Jahiim disediakan bagi orang-orang yang menyembah berhala.
3. Neraka Hawiyah disediakan bagi orang-orang munafik.
4. Neraka Wail disediakan bagi orang-orang yang berlaku curang.
5. Neraka Sair disediakan bagi orang-orang shabiin.

6. Neraka Lazhaa disediakan bagi orang-orang Yahudi.


7. Neraka Saqar disediakan bagi orang-orang Majusi.
8. Neraka Huthamah disediakan bagi orang-orang Nasrani.
Keadaan Panasnya Api Neraka
Dikabarkan, bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda: Datang padaku Jibril dan aku
bertanya kepadanya: Wahai Jibril! Berilah aku gambaran tentang neraka
Jahanam!
Jibril berkata: Sesungguhnya Allah menciptakan neraka lalu dinyalakan
seribu tahun sehingga menjadi merah, kemudian dinyalakan lagi seribu
tahun sehingga menjadi putih. Kemudian dinyalakan lagi seribu tahun
sehingga menjadi hitam. Maka Jahanam itu menjadi hitam seperti malam
yang kelam. Selamanya tidak berhenti gejolaknya dan tidak padam bara
apinya.
Diriwayatkan, bahwa Allah s.w.t. memerintahkan Jibril untuk meminta
kepada Malaikat Malik sebagian dari api neraka, dan memberikannya
kepada Nabi Adam a.s. untuk digunakan memasak makanan.
Maka berkatalah Malaikat Malik kepada Jibril: Berapa yang anda butuhkan?
Sebesar buah kurma, jawab Jibril.
Malik berkata: Jika aku memberi api neraka sebesar buah kurma, maka akan
cairlah langit dan bumi, sebab pengaruh panasnya.
Kalau begitu berilah aku separuhnya, kata Jibril.
Malik berkata: Jika aku luluskan permintaanmu, maka tidak setetes pun air
hujan yang turun dari langit, dan bumi tidak mengeluarkan tumbuhtumbuhan, walau sebuah tanaman.
Kemudian Jibril bertanya kepada Allah s.w.t.: Ya Tuhanku, berapakah aku
mengambilnya?
Allah berfirman: Ambillah sebesar semut.
Kemudian Jibril melaksanakannya, dan dibawalah api sebesar semut itu
kepada Nabi Adam, yang sebelumnya dimasukkan ke dalam laut sebanyak
tujuh puluh kali.
Kemudian api itu diletakkan di atas gunung, yang tinggi, dan hancurlah
gunung itu, sedang api kembali ke tempat asalnya, dengan meninggalkan
asap pada batu-batuan dan besi sampai hari ini.

Maka api yang ada di dunia ini adalah berasal dari asap api neraka sebesar
semut hitam itu.
Bentuk Neraka Jahanam
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a.: Pada hari kiamat, Jahanam didatangkan
dari lapisan bumi yang ketujuh, dengan dikelilingi oleh tujuh puluh ribu
barisan malaikat. Bilangan tiap-tiap baris berjumlah lebih banyak dari
jumlah jin dan manusia seluruhnya.
Neraka Jahanam tersebut ditarik oleh para malaikat dengan tali kekangnya.
Jahanam itu mempunyai empat kaki. Jarak antara kaki satu dengan lainnya,
kira-kira sejauh perjalanan seribu tahun.
Dan Jahanam itu mempunyai tiga puluh ribu kepala. Pada tiap kepala
terdapat tiga puluh ribu mulut. Dalam tiap mulut ada tiga puluh gigi. Tiap
gigi besarnya seribu kali gunung Uhud. Pada tiap mulut terdapat dua bibir,
dan setiap bibir setebal lapisan dunia. Pada tiap bibir terdapat rantai besi,
tiap rantai terdiri dari tujuh puluh ribu lingkaran, tiap lingkaran dipegang
oleh banyak malaikat, kemudian didatangkannya di kiri Arasy.
Pintu-pintu Neraka
Nabi s.a.w. bertanya kepada Jibril: Siapakah yang menempati pintu neraka
itu?
Jibril menjawab: Pintu yang terbawah, ditempati orang-orang kafir dan
keluarga Firaun. Dan namanya pintu Hawiyyah.
Pintu kedua, ditempati orang-orang musyrik. Dan namanya pintu Jahiim.
Pintu ketiga, ditempati orang-orang yang menyembah berhala. Dan namanya
pintu Saqar.
Pintu keempat, ditempati Iblis dan pengikutnya, dan orang-orang yang
Majusi. Dan namanya pintu Lazhaa.
Pintu kelima, ditempati orang-orang Yahudi. Dan namanya pintu Huthamah.
Pintu keenam, ditempati orang-orang Nashara. Dan namanya pintu Saiir.
Kemudian Jibril diam tidak meneruskan keterangannya.

Maka Nabi s.a.w. bersabda: Wahai Jibril, mengapa anda tidak menjelaskan
aku penghuni pintu ketujuh?
Jibril menjawab: Apakah tuan ingin mengetahui penjelasannya?
Ya, jawab Nabi s.a.w.
Jibril menjawab: Pintu ketujuh akan ditempati oleh umat tuan yang
mengerjakan dosa besar, mereka mati belum bertaubat. Maka seketika itu
pingsanlah Nabi s.a.w. Maka ketika Nabi s.a.w. sadar kembali, bersabdalah
beliau s.a.w. kepada Jibril: Wahai Jibril, sungguh besar musibahku, dan
sangat mendalam sekali takutku. Wahai Jibril apakah ummatku ada yang
masuk neraka?
Benar, ummatmu yang berbuat dosa besar akan masuk neraka. Kemudian
menangislah Nabi s.a.w. bersabda: Mengapa anda ikut menangis, sedang
anda termasuk orang yang sentosa.
Jibril menjawab: Aku takut tertimpa siksa seperti yang ditimpakan kepada
Harut Marut, itulah yang menyebabkan aku ikut menangis.
Kemudian Allah menurunkan Wahyu: Wahai Jibril Wahai Muhammad,
sesungguhnya aku telah menjauhkan kamu berdua dari api neraka. Tetapi
walau pun begitu kalian berdua tidak boleh merasa aman dari azab-Ku.
Keadaan Penghuni-penghuninya
Diriwayatkan, jika musuh-musuh Allah dihela ke neraka, maka menjadi
hitamlah wajah-wajah mereka, dan menjadi birulah mata-mata mereka, dan
dikuncilah mulut-mulut mereka. Sesampainya mereka ke pintu neraka,
mereka diterima oleh malaikat Zabaniyyah, dengan di rantai dan dibelenggu.
Rantai-rantai itu, apabila diletakkan di mulut mereka, maka tembuslah
sampai ke duburnya.
Tangan kirinya dibelenggu sampai lehernya, sedang tangan kanannya di
masukkan ke dalam dadanya tembus hingga gegarnya. Kemudian tiap-tiap
orang kafir satu diikat dengan Iblis satu. Lalu ditarik ke neraka. Kemudian
dipukuli dengan gada yang terdiri dari besi. Tiap-tiap mereka hendak keluar
dikembalikan lagi ke dalam neraka.
Sebagaimana firman Allah:








Artinya:

Ada pun bagi orang-orang durhaka, tentulah kancah api neraka tempat
tinggalnya. Setiap kali mereka hendak keluar dari sana, dikembalikan lagi
dari sana. Dikatakan kepada mereka: Rasakanlah siksa neraka yang dahulu
pernah kamu dustakan itu. (as-Sajdah: 20)
Bersabda Rasulullah s.a.w.: Penghuni neraka itu dimakan oleh api tujuh
puluh ribu kali tiap hari. Setelah termakan habis kembalilah mereka seperti
semula dan seterusnya tidak akan mati, sebagaimana firman Allah: Dan
datang maut kepadanya dari segala jurusan, tetapi ia tetap tidak mati.
(dari kitab: Misykaat-ul-Anwaar).
Orang-orang meninggalkan zakat hartanya, akan dipanggang dahi dan
lambungnya dengan api neraka.
Firman Allah s.w.t:










Artinya:
Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak
menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka
(bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskannya
emas dan perak itu dalam neraka Jahanam, lalu dibakar dengannya dahi
mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka:
Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. Maka
rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu. (at-Taubah:
34-35).
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:
Barang siapa oleh Allah diberi harta, dan tidak mengeluarkan zakatnya,
dipanaskanlah harta bendanya dalam neraka Jahanam, lalu dibakar
dengannya dahi, lambung dan punggungnya di hari kiamat. Jika telah dingin
dipanaskan kembali dalam api neraka pada setiap hari. (al-Hadits)
Orang-orang yang meninggalkan sembahyang akan dimasukkan di neraka
Saqar.
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar? Mereka menjawab: Kami
dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sembahyang, dan
kami tidak pula memberi makan orang miskin, dan adalah kami
membicarakan yang batil, bersama-sama dengan orang-orang yang
membicarakannya, dan kami adalah mendustakan hari pembalasan, hingga
kami kedatangan kematian. (al-Muddatstsir: 42-47).
Orang-orang kafir akan diikat lehernya dengan rantai, kemudian
dilemparkan ke dalam air yang panas dan dibakar dalam api.
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Pada waktu belenggu dan rantai dipasang di lehernya lalu mereka diseret
ke dalam air panas dan seterusnya dibakar dalam api neraka. (al-Mumin:
71-72).
Orang-orang kafir ada yang disiram dengan air yang mendidih.
Firman Allah:

Artinya:
Diperintahkan kepada penjaga neraka: Tangkaplah orang yang berdosa itu
dan seret ke tengah-tengah neraka.
Kemudian tuangkanlah ke atas ubun-ubunnya air mendidih tadi sebagai
siksaan.
Rasakanlah! Karena engkau pernah mengatakan bahwa engkau orang yang
perkasa dan mulia. (ad-Dukhaan: 47-49)
Malaikat Penjaga Langit Kesatu Sampai Ketujuh

Ada pun keterangan yang menyatakan tentang adanya malaikat yang


bertugas di langit pertama hingga ketujuh adalah sbb.:
Diriwayatkan oleh sahabat Muadz bin Jabal dan Jabir bin Abdullah, bahwa
dalam malam Isra Miraj pada perjalanannya ke langit, Rasulullah s.a.w.
menyaksikan di langit pertama malaikat-malaikat yang sedang berzikir
sejak mulai mereka diciptakan oleh Allah.
Di langit kedua, beliau menyaksikan para malaikat yang sedang ruku.
Sejak mulai mereka diciptakan oleh Allah, mereka tidak pernah mengangkat
kepalanya.
Di langit ketiga, beliau s.a.w. menyaksikan para malaikat yang sedang
bersujud. Sejak mulai mereka diciptakan oleh Allah, mereka tidak pernah
mengangkat kepalanya. Kecuali ketika mereka mendengar salam Nabi s.a.w.
dan membahasnya, kemudian sujud kembali. Oleh sebab itu, dalam tiap-tiap
rakaat sembahyang, diwajibkan sujud dua kali.
Di langit keempat, beliau s.a.w. menyaksikan para malaikat yang sedang
bersyahadat.
Dan di langit kelima, beliau s.a.w. menyaksikan para malaikat yang sedang
bertasbih,
Sedang di langit keenam, beliau s.a.w. menyaksikan para malaikat yang
sedang bertakbir dan bertahlil.
Kemudian di langit ketujuh beliau s.a.w. menyaksikan para malaikat yang
sedang mengucapkan salam, sejak mereka dijadikan oleh Tuhan.
Menyaksikan itu semua, tergeraklah hati beliau s.a.w. untuk memperoleh
baginya dan ummatnya semacam ibadah itu semua. Mengetahui keinginan
hati Nabi-Nya itu. Kemudian Allah mengumpulkan seluruh ibadahnya para
malaikat tujuh langit, sebagai penghargaan atas Nabi s.a.w. untuk menjadi
sembahyang Nabi s.a.w. dan ummatnya.
Dan Allah s.w.t. berfirman:


....














Artinya:
Siapa yang mengerjakan sembahyang lima waktu maka ia memperoleh
pahala, seperti ibadahnya para malaikat tujuh langit. (dari buku: Raudhatul-Ulama)
Malaikat Pendukung Arasy
Ada pun keterangan yang menyatakan tentang adanya malaikat yang
bertugas sebagai pendukung Arasy, adalah sbb.:
Disebutkan dalam kisah Isra dan Miraj Nabi s.a.w. sbb.:
Setelah Nabi s.a.w. sampai di Sidrat-ul-Muntaha, lalu Nabi s.a.w. diantar
oleh Jibril sampai di suatu tempat, di mana ada dinding emas. Diserahkanlah
Nabi s.a.w. kepada malaikat tersebut. Dengan perjalanan yang amat cepat
sekali, hingga sampailah beliau s.a.w. di suatu tempat, di mana ada dinding
yang terdiri dari mutiara. Lalu Nabi s.a.w. diserahkan lagi kepada malaikat
yang bertugas di situ. Dan dari dinding demi dinding dengan diantar oleh
malaikat yang silih berganti, tibalah akhirnya di Arasy.
Nabi s.a.w. bersabda:
Maka ketika aku melihat Arasy, aku menemukannya lebih luas dari segala
sesuatu.
Dengan keterangan di atas, maka dapat kita pahami, bahwa Arasy adalah
suatu tempat yang paling tinggi dan lebih besar/luas dari segala sesuatu.
Imam al-Qusyairi berkata: Di sebagian hadits disebutkan, bahwa seorang
malaikat berkata kepada Tuhan: Ya Tuhanku, aku ingin melihat Arasy-Mu?
Lalu Allah memberinya tiga puluh ribu sayap. Kemudian dengan tiga puluh
ribu sayap itu beterbanglah ia selama tiga puluh ribu tahun pula. Setelah itu
Allah bertanya kepadanya: Sudahkah engkau melihat Arasy? Si malaikat itu
menjawab: Aku belum mencapai sepersepuluh dari jejak Arasy. Lalu ia
minta izin kembali ke tempatnya.
Arasy Adalah Khazanah Segala Sesuatu

Ats-Tsalabi berkata: Diriwayatkan dari Jafar, dari Muhammad, dari


ayahnya, bahwa neneknya berkata: Terdapat di Arasy semua gambar
sesuatu yang lebih telah diciptakan oleh Allah di darat dan laut.
Itulah arti firman Allah:
Tiada sesuatu melainkan daripada Kami khazanahnya.
Disebutkan, bahwa Ali bin al-Husain berkata: .... Arasy diciptakan dari
bermacam-macam cahaya. Di antaranya hijau yang menjadi sumber dari
warna hijau. Kuning yang menjadi sumber dari warna kuning. Merah yang
menjadi sumber dari warna merah. Dan putih yang menjadi sumber dari
cahaya siang hari. Kemudian dijadikannya tujuh puluh juta lapis. Tiap-tiap
lapis bertasbih, bertahmid, dan mensucikan Asma Allah dengan bermacam
suara.
Jika para makhluk diizinkan oleh Allah bisa mendengarkan suara-suara itu,
niscaya hancurlah gunung-gunung, gedung-gedung, dan air laut bisa kering.
Imam Qurthubi dan sebagian Ulama ahli Tafsir berkata: Bahwa Arasy itu
berbentuk Tahta. Ia diciptakan oleh Allah, dan menyuruh malaikat
mendukungnya, memikulnya, beribadah dengan memuliakannya, dan
bertawaf di sekelilingnya. Demikian itu sebagaimana Allah telah
menciptakan Baitullah di bumi, dan memerintahkan bani Adam bertawaf dan
berkiblat kepadanya.
Firman Allah s.w.t.:















































Artinya:
Mereka (para malaikat) pemikul Arasy dan yang berada di sekitarnya
menyuarakan puja kepada Tuhannya, beriman kepadanya, dan memintakan
ampun bagi orang-orang yang beriman: Oh Tuhan kami, begitu luasnya
rahmat dan ilmu-Mu, meliputi segala-galanya. Karena itu berilah ampun
kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalanmu, peliharalah
mereka dari siksa api neraka yang bernyala-nyala. (al-Mumin: 7)





Artinya:

Oh Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga Adn, yang Engkau


janjikan kepada mereka, dan orang-orang shalih di antara para bapak, istri
dan anak keturunan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa dan
Bijaksana. (al-Mumin: 8)



















Artinya:
Peliharalah mereka dari perbuatan-perbuatan jahat, sebab orang-orang
yang Engkau pelihara dari perbuatan jahat itulah yang telah beroleh
rahmat-Mu pada hari kiamat. Itulah suatu keberuntungan yang paling
besar. (al-Mumin: 9).
Disebutkan, bahwa Ali r.a. berkata: Bahwasanya pemangku (pendukung)
Arasy ada empat malaikat. Tiap malaikat berwajah empat. Landasan tapak
kaki mereka berada di bawah bumi ketujuh, sejauh perjalanan lima ratus
tahun.
Abdullah bin Abbas r.a. berkata: Setelah Allah menciptakan Arasy lalu
memerintahkan para malaikat untuk mendukungnya. Oleh karena dirasa
berat, mereka diperintahkan membaca Subhanallaah. Ternyata dengan
membacanya itu, dirasa beban beratnya agak berkurang. Maka bacaan itu
terus-menerus dibaca hingga sampai terciptanya Adam. Ketika ruh Adam
masuk, dan beliau membaca Al-Hamdulillaah, lalu dijawab oleh Allah
dengan Yarhamukallaah, dan karena itu Aku menciptakan engkau wahai
Adam.
Mendengar itu, para malaikat pendukung Arasy berkata: Kalimah itu adalah
kalimah yang mulia. Oleh karena tidak patut jika kami tinggalkan. Maka
sejak itu mereka mengucapkan Subhaanallahi wal-Hamdulillaah, ternyata
sesudah itu bebannya semakin berkurang.
Dan ketika Allah mengutus nabi Nuh, beliau merupakan nabi pertama yang
diutus menyerukan kaumnya membaca Laa Ilaaha Illallaah, berkata
malaikat pendukung Arasy: Inilah kalimah yang ketiga yang harus kita
sambungkan dengan kalimah-kalimah itu.
Sejak itu mereka senantiasa mengucapkan Subhaanallahu walHamdulillaahi wa la ilaha illallah, hingga sampai diutusnya nabi Ibrahim
untuk menyembelih kurban putranya. Waktu itu nabi Ibrahim menyaksikan
malaikat membawa seekor domba untuk disembelih sebagai pengganti dari

putranya, dengan mengucapkan Allah Akbar. Mendengar ucapan itu para


malaikat pendukung Arasy berkata: Inilah kalimah keempat yang patut
kami ucapkan. Lalu setelah para malaikat pendukung Arasy itu
menyambungkannya menjadi Subhaanallaahu wal-Hamdulillaahi Wa Laa
Ilaaha Illallaahu wal-llaahu Akbar.
Sewaktu Jibril menceritakan hal itu kepada Nabi Muhammad s.a.w. sebab
tajub beliau s.a.w. bersabda: Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil-Aliyy-il-Azhiim
Setelah Jibril mendengar ucapan Rasulullah itu, ia segera berkata: Ucapan
ini patut disambungkan dengan kalimat yang dibaca oleh malaikat-malaikat
pendukung Arasy. (dari buku: Tanbiih-ul-Ghafiliin).
Bersabda Rasulullah s.a.w.: Bahwasanya Allah taala itu telah menciptakan
sebuah tiang di sisi Arasy.
Dan ketika ada seorang hamba mengucapkan kalimah Laa Ilaaha Illallaah,
Muhammad-ur-Rasuulullaah, berguncanglah tiang itu.
Lalu Allah berfirman: Diamlah engkau, wahai tiang!
Maka jawabnya: Bagaimana aku bisa tenang kembali, sedang Tuhan belum
mengampuni dosa pembacanya!
Lalu Allah taala berfirman: Aku telah mengampuni dosanya! Setelah itu
barulah si tiang itu tenang kembali. (dari kitab: Zubdat-ul-Wazhiin)
Malaikat Pembaca Tasbih
Ada pun keterangan yang menyatakan tentang adanya malaikat yang
bertugas membaca tasbih, adalah sbb.:
Ketika malam Miraj, aku menyaksikan sebuah lautan yang luasnya tidak
ada yang mengetahui selain Allah taala. Pada tepi laut itu, terdapat seekor
malaikat yang berbentuk burung. Baginya, terdapat tujuh puluh sayap.
Ketika ada seorang hamba Allah membaca Subhanallah, bergeraklah
burung itu dari tempatnya.
Jika diteruskan membaca Al-Hamdulillah, maka dibentang sayapnya. Jika
diteruskan lagi membaca Wa laa ilaaha illallaah, maka terbanglah si
burung itu.

Jika si hamba itu meneruskan lagi dengan membaca Wallaahu Akbar maka
terjunlah si burung itu ke dalam lautan.
Jika si hamba itu meneruskan lagi dengan membaca Laa Haula Wa Laa
Quwwata Illaa Billaah-il-Aliyy-il-Azhiim, maka keluarlah si burung itu
dari dalam laut, lalu mengibas-ngibaskan (menggerak-gerakkan) sayapnya,
maka meneteslah dari tiap-tiap sayap, tujuh puluh ribu tetesan air. Dan dari
tiap-tiap tetesan air itu, dijadikan oleh Allah, seorang malaikat yang
bertasbih, bertahlil, dan beristigfar untuk pembacanya hingga datanglah hari
kiamat. (dari buku: Zubdat-ul-Waaizhiin).
Malaikat yang Bertugas Keliling Dunia
Ada pun keterangan yang menyatakan tentang adanya malaikat yang
bertugas berkeliling dunia, adalah sbb.:
Diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:



































.



Artinya:
Sesungguhnya Allah s.w.t. mempunyai beberapa malaikat yang ditugaskan
berkeliling dunia menyampaikan salam ummatku.
Maka apabila seorang dari ummatku membaca salawat seratus kali untukku
dalam sehari, maka Allah memperkenankan baginya seratus macam hajat.
Tujuh puluh hajat diberikan di akhirat, sedang yang tiga puluh diberikan di
dunia.
Malaikat yang Bertugas di Hari Jumah
Ada pun keterangan yang menyatakan tentang adanya malaikat yang
bertugas di hari Jumah adalah sbb.:
Diriwayatkan oleh Abu Amir dari ayahnya dan neneknya, bahwa Rasulullah
s.a.w. bersabda:






"
"














"
"












:






:


:
















.




Artinya:
Sesungguhnya di balik gunung Qaf terdapat sebidang tanah putih yang
tiada tumbuhannya.
Luas tanah itu seperti luas dunia tujuh kali, di situ penuh sesak dengan
malaikat. Sehingga andaikata sebuah jarum dijatuhkan dari atas, niscaya
terjatuh di atas salah satu dari mereka.
Tiap-tiap mereka tangannya memegang bendera yang panjangnya empat
puluh farsakh. Tiap bendera ada tulisannya Laa Ilaaha Illallaah,
Muhammad-ur-Rasuulullah.
Tiap-tiap malam Jumah, mereka berkumpul di keliling gunung itu untuk
merendahkan diri kepada Allah, dan memohon keselamatan buat ummat
Muhammad s.a.w.
Jika fajar subuh sudah terbit, mereka berdoa: Ya Allah, ampunilah orang
yang mandi hari Jumah, dan yang datang menghadiri Jumah. Mereka
berdoa dengan suara tangis dan keras.
?Lalu Allah berfirman: Hai malaikat-Ku! Apa yang kalian kehendaki
Mereka menjawab: Kami berkehendak, Engkau mau mengampuni dosa
ummat Muhammad s.a.w. Aku telah mengampuni mereka, jawab Allah s.w.t.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:









Artinya:
Sesungguhnya Allah taala telah menciptakan seorang malaikat yang
berdiri di bawah Arasy. Ia mempunyai empat puluh ribu tanduk. Sedang
jarak antara tanduk yang satu dengan lainnya sejauh perjalanan seribu

tahun. Di atas tiap-tiap tanduk berbaris empat puluh ribu malaikat. Sedang
di atas tengkuknya bulan dan di dadanya terdapat bintang-bintang.
Tiap-tiap hari Jumah ia bersujud kepada Allah sambil memohon: Ya Allah,
ampunilah dosa orang yang mengerjakan shalat Jumah dari ummat
Muhammad s.a.w.
Lalu Allah berfirman: Wahai malaikat-Ku, saksikanlah, bahwasanya Aku
telah mengampuni bagi orang yang mengerjakan shalat Jumah. (dari buku:
Kanz-ul-Akhbar).
Tersebut dalam satu hadits, bahwa Allah telah menciptakan sebuah Menara
yang terdiri dari perak putih, berada di sebelah al-Bait-ul-Mamur. Tinggi
menara itu sejauh perjalanan lima ratus tahun.
Pada tiap-tiap hari Jumah naiklah Jibril ke atas Menara itu dan beradzan,
lalu Israfil naik ke mimbar dan berkhuthbah, dan Mikail mengimami para
malaikat. Setelah mereka selesai mengerjakan shalat, berkatalah Jibril:
Pahala yang aku peroleh dari adzanku kuberikan kepada para Muadzdzin di
muka bumi.
Israfil berkata: Pahala yang aku peroleh dari khuthbahku, kuberikan kepada
para Khatib di muka bumi.
Mikail berkata: Pahala yang kuperolehi sebab mengimami kuberikan para
Imam Jumah di muka bumi.
Dan para malaikat berkata: Pahala yang aku peroleh sebab telah melakukan
shalat Jumah di belakang imam, kami berikan kepada seluruh ummat
Muhammad yang mengerjakan shalat Jumah di belakang imam.
Kemudian Allah berfirman: Wahai malaikat-Ku, kalian telah
memperlihatkan kemurahan hati demikian rupa, maka demi keagungan-Ku
dan kebesaran-Ku, Aku nyatakan hari ini bahwa telah Ku ampuni dosa-dosa
semua hamba-Ku yang telah mengerjakan shalat Jumah dalam memenuhi
perintah-Ku dan tuntunan kekasih-Ku Muhammad s.a.w.
Malaikat Penjaga Masjid di Hari Jumah
Ada pun keterangan yang menyatakan adanya malaikat yang bertugas
sebagai penjaga masjid di hari Jumah, adalah sbb.:
Rasulullah s.a.w. bersabda:


.















Artinya:
Tatkala hari Jumah sudah datang, Allah s.w.t. mengutus malaikatnya turun
ke bumi membawa kalam dari emas dan kertas dari perak.
Mereka berdiri di pintu-pintu masjid, mencatat yang masuk ke masjid.
Ketika mereka telah selesai mengerjakan shalat Jumah, para malaikat itu
kembali ke langit, lalu melaporkannya kepada Allah: Wahai Tuhan kami,
kami telah mencatat siapa yang masuk masjid dan bersembahyang Jumah.
Lalu Allah taala berfirman: Hai malaikat-Ku, demi kemuliaan-Ku dan
kebesaran-Ku, telah Ku ampuni segala dosa-dosa mereka. (dari buka:
Raunaq-ul-Majaalis).
Di lain riwayat Rasulullah s.a.w. bersabda:

.

.










Artinya:
Siapa yang berangkat ke masjid untuk bersembahyang Jumah pada jam
pertama, maka seakan-akan ia telah berkorban seekor unta.
Siapa yang berangkat pada jam kedua, maka seakan-akan ia telah
berkorban seekor sapi.
Siapa yang berangkat pada jam ketiga, maka seakan-akan ia telah
berkorban seekor kambing.
Siapa yang berangkat pada jam keempat, maka seakan-akan ia telah
berkorban seekor ayam.
Siapa yang berangkat pada jam kelima, maka seakan-akan ia telah memberi
hadiah berupa sebutir telur.
Dan bila imam telah naik mimbar, maka dilipatkan/ditutuplah bukubukunya, dan diangkat kalam-kalamnya. Dan mereka berkumpul di
sekeliling mimbar, untuk mendengarkan khuthbah.
Maka siapa yang hadir sesudah itu, maka seakan-akan ia datang hanya
untuk bersembahyang.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Amr bin
Syuaib, beliau s.a.w. bersabda:
Bahwa para malaikat itu mencari/menyelidiki hamba Allah yang terlambat
waktunya pada hari Jumah. Maka bertanyalah malaikat itu sesamanya
tentang orang itu: Apakah yang dikerjakan si anu? Apakah yang
menyebabkan mereka terlambat? Maka berdoalah para malaikat: Ya Allah,
ya Tuhan kami kalau sekiranya orang yang terlambat itu karena miskin,
maka kayakanlah dia! Jika karena sakit, maka sembuhkanlah dia! Kalau
karena sibuk, maka berikanlah kepadanya kelapangan waktu beribadah
kepada-Mu! Lapangkan hatinya untuk bertaat/beribadah kepada-Mu! Dan
jika bermain-main/bersenang-senang, maka palingkanlah hatinya untuk
bertaat/beribadah kepada-Mu!
Tambahan:
Jam pertama adalah sampai terbit matahari.
Jam kedua adalah sampai meningginya hari.
Jam ketiga adalah sampai kepada meluasnya sinar matahari (ketika sudah
panas tempat tapak berpijak).
Jam keempat dan kelima adalah sesudah waktu dhuha meninggi sampai
kepada waktu zawal (tergelincir matahari).
Dan waktu selebihnya adalah amat sedikit minim. Dan waktu tergelincir
matahari itu, adalah waktu shalat, maka tidak ada waktu kelebihan padanya.
Bersabda Nabi s.a.w.:



Artinya:
Tiga perkara, kalau manusia mengetahui apa yang terkandung di dalamnya,
niscaya mereka mengendarai unta untuk memperolehnya. Yaitu: Adzan, shaf
pertama, dan berpagi-pagian pergi ke Jumah.
Ahmad bin Hanbal r.a. berkata: Yang lebih utama dari yang tiga tadi, ialah
berpagi-pagian pergi ke Jumah.
Malaikat yang Menyampaikan Salawat dan Salam Ummat Muhammad

Ada pun keterangan yang menyatakan tentang adanya malaikat yang


bertugas menyampaikan salawat dan salam ummat Muhammad adalah sbb.:
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan Ammar bin Yasir r.a. bahwa
Rasulullah s.a.w. bersabda:

















:


:




:
.




:







.






:

















:



















. ) (



Artinya:
Sesungguhnya Allah s.w.t. telah menciptakan malaikat yang diberi
pendengaran semua makhluk. Ia berdiri di atas kuburku sampai hari
kiamat. Bila seorang dari ummatku bersalawat atasku, ia
menyampaikannya kepadaku dan berkata: Hai Muhammad, fulan bin fulan
telah bersalawat atasmu.
Maka para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, bagaimana maksud firman:
?Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi
Nabi s.a.w. bersabda: Bahwa itu termasuk bagian dari pengetahuan yang
tersimpan. Seumpama tidak engkau tanyakan, maka tidak akan ku beri
tahukan.
Bersabda Rasulullah s.a.w.: Allah telah menugaskan dua malaikat bagiku.
Tiada seorang muslim mendengar namaku disebut, lalu ia bersalawat
kepadaku, melainkan berkata kedua malaikat itu: Allah telah
mengampunimu. Lalu yang lain menjawab: Aamiiin.
Demikian juga tiada disebut namaku di sisi seorang muslim, tetapi ia tidak
bersalawat kepadaku, melainkan kedua malaikat itu berkata: Allah tidak
mengampunimu. Dan malaikat yang lain menjawab: Aamiiin.
Diriwayatkan bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda:






















Artinya:

Sesungguhnya Allah taala itu telah menciptakan malaikat yang selalu


memegang qalam dari emas, dan kertas dari perak. Mereka tidak menulis
sesuatu, selain ucapan salawat yang dibaca untukku dan keluargaku.
Diriwayatkan oleh Abdur-Rahman bin Auf r.a. bahwa Rasulullah s.a.w.
bersabda:







.
















Artinya:
Jibril a.s. telah datang kepadaku dan berkata: Wahai Muhammad! Tiada
seorang bersalawat untukmu, melainkan bersalawat untuk dia tujuh puluh
ribu malaikat. Dan siapa yang malaikat bersalawat untuknya, dia termasuk
ahli surga.
Diriwayatkan, bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:



.









:
Artinya:
Jibril telah datang kepadaku bersama-sama Mikail, Israfil, dan Izrail.
Jibril berkata: Wahai Rasulullah, siapa yang bersalawat untukmu sepuluh
kali tiap-tiap hari, akan kutuntun tangannya melewati shirath seperti kilat
menyambar.
Mikail berkata: Aku yang akan memberinya minum di telaga engkau.
Israfil berkata: Aku akan bersujud kepada Allah, dan tidak kuangkat
kepalaku sebelum Allah taala mengampuninya.
Dan Izrail berkata: Dan aku akan mencatat ruhnya seperti mencabut ruh
para Nabi a.s.
Malaikat yang Memasukkan Nyawa Seseorang Dalam Kandungan
Ada pun keterangan yang menyatakan tentang adanya malaikat yang
bertugas memasukkan nyawa bayi di dalam kandungan adalah sbb:

Dari Abi Abdur-Rahman Abdillah bin Masud r.a. telah berkata: Telah
bersabda Rasulullah s.a.w. (dan beliau adalah yang selalu benar dan yang
dibenarkan):














.


















.




Artinya:
Sesungguhnya tiap orang di antaramu dikumpulkan pembentukannya
(kejadiannya) di dalam rahim ibunya dalam 40 hari berupa air mani yang
kental.
Kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (40 hari),
Kemudian menjadi gumpalan seperti sekerat daging, selama itu juga (40
hari).
Kemudian diutuslah kepadanya Malaikat, maka meniupkan ruh padanya
dan diperintahkan (ditetapkan) dengan empat perkara:
1. ditentukan rezekinya,
2. ajalnya (umurnya),
3. amalnya (pekerjaannya),
4. ia celaka atau bahagia.
Maka demi Allah yang tiada Tuhan selain dari pada-Nya, sesungguhnya
seseorang di antara kamu ada yang mengerjakan pekerjaan ahli surga
maka mendahululah atasnya ketentuan (takdir) Allah, lalu ia mengerjakan
pekerjaan ahli neraka maka ia pun masuk neraka.
Dan sesungguhnya salah seorang di antara kamu mengerjakan pekerjaan
ahli neraka, sehingga tak ada antara dia dan neraka kecuali sehasta saja,
maka dia didahului ketentuan Tuhan atasnya, lalu ia mengerjakan
pekerjaan ahli surga maka ia pun masuklah ke dalam surga. (H.R. Bukhari
dan Muslim).
Malaikat yang Mengantar Rezeki Seseorang

Al-Hikayah:
Di zaman Malik bin Dinar ada dua orang bersaudara beragama Majusi
(Menyembah api).
Mereka sejak tujuh puluh tahun yang lampau telah menyembah api. Pada
suatu hari adiknya berkata kepada kakaknya: Kanda, bertahun-tahun kita
telah menyembah api. Oleh sebab itu mari kita uji, jika kita masih terbakar
olehnya, maka mari kita berhenti menyembahnya. Tetapi jika ternyata api
tidak membakar kita, kita akan menyembahnya sampai mati.
Maka mulailah si adik memasukkan jari-jarinya ke dalam api yang sedang
menyala. Kemudian langsung ditariknya kembali seraya merintih kesakitan.
Lalu si adik berkata: Alangkah jahatnya engkau, aku telah menyembahmu
bertahun-tahun dan hanya inilah balasanmu!
Dikisahkan, setelah si kakak diajak meninggalkan sesembahannya, yakni
enggan meninggalkan agama majusinya, berangkatlah si adik bersama
keluarganya menuju ke tempat Malik bin Dinar, dan kepadanya ia
sekeluarga menyatakan masuk Islam.
Malik bin Dinar kemudian meminta, agar mereka sudi menetap di
rumahnya, dan Malik akan mengumpulkan dana dari teman-temannya.
Permintaan Malik itu kemudian ditolak, sedang mereka lalu menempati
sebuah rumah tua yang akan roboh.
Di tempat yang baru itu, ia bersama keluarganya senantiasa melakukan
ibadah siang dan malam.
Tiap-tiap pagi ia selalu keluar rumah, untuk mencari nafkah keluarganya.
Tetapi apa yang menjadi harapannya masih belum berhasil, sebab setiap kali
ia keluar rumah untuk mengharapkan pekerjaan dari lain orang selalu pulang
pada senja hari dengan tangan kosong.
Pada hari ketiga, berangkatlah ia ke pasar untuk mencari pekerjaan. Setelah
berkeliling ke sana ke mari, tiada seorang pun yang memberikan pekerjaan,
lalu dengan perasaan putus asa pulanglah ia.

Tetapi pada hari itu ia tidak terus pulang ke rumahnya sebab hari itu
bertepatan dengan hari Jumat. Setelah berada dalam Masjid ia memohon
kepada Allah:
Ya Tuhanku, demi kehormatan agama Engkau, dan hari Jumat yang mulia
ini lepaskanlah kami ke kelaparan dan kesengsaraan. Aku khawatir hal ini
berakibat kembalinya keluargaku ke agama kakakku. Hal mana sangat aku
takuti.
Rupanya Tuhan telah memperkenankan doa orang itu, sebab istrinya di
rumah telah didatangi oleh seorang pria tampan dengan membawa baki
berisi uang sebanyak seribu dinar.
Berkata si tamu itu: Terimalah uang ini dan katakan pada suamimu, bahwa
ini adalah upah amal sedikit yang berpahala banyak. Setelah diterima lalu
sang istri itu membawanya ke juragan emas untuk di contohkan.
Setelah ditimbang, ternyata uang emas itu beratnya dua kali lipat uang mas
di dunia. Sedang keadaannya tidak seperti kualitas dinar-dinar dunia yang
lainnya. Maka bertanyalah juragan emas itu: Dari mana engkau memperoleh
ini? Lalu si perempuan itu menceritakan apa yang telah terjadi atas keluarga
dan suaminya.
Tertarik dengan cerita yang dialami oleh perempuan itu, si juragan emas itu
memberi seribu uang dinar sebagai ganti dari dinar satu yang ditukarkan itu.
Lalu si juragan emas itu menyatakan masuk Islam. Sekarang marilah kita
kembali kepada cerita si suami perempuan itu. Setelah selesai mengerjakan
shalat Jumat, ia lalu pulang dengan membawa sapu tangan yang berisi pasir.
Lalu bungkusan itu ditaruh di depan pintu rumahnya agar tidak terlihat oleh
istrinya.
Setelah berada di dalam rumah, alangkah herannya ia, sebab menghirup bau
makanan yang sedap.
Kemudian si istri menceritakan apa yang terjadi selama suaminya berada di
mesjid melalukan shalat Jumat. Sedang bungkusan pasir itu, setelah dibuka
oleh istrinya, ternyata telah menjadi tepung.
Akhirnya keduanya bersujud untuk menyatakan syukur kepada Allah.

Para Malaikat Membentangkan Sayapnya di Majelis Ilmu


Ada pun keterangan yang menyatakan tentang adanya malaikat yang
senantiasa membentangkan sayapnya di majelis ilmu adalah sbb.:
Disebutkan dalam kitab Ihya, bahwa Nabi s.a.w. bersabda:











Artinya:
Sesungguhnya malaikat itu membentangkan sayapnya kepada penuntut
ilmu, sebagai tanda kerelaan dengan apa yang mereka perbuat.

Ada pun tentang ketinggian derajatnya, Allah s.w.t. berfirman di dalam alQuran sbb.:




Artinya:
Allah mengakui bahwa sesungguhnya tidak ada tuhan selain dari pada-Nya,
dan malaikat-malaikat mengakui dan orang-orang berilmu, yang tegak
dengan keadilan. (Ali Imran: 18)
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Allah mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orangorang yang diberi ilmu dengan beberapa tingkat. (al-Mujadilah: 11).
Malaikat Yang Bertugas Menghadiri Majelis-Majelis Dzikir

Disebutkan dalam sebagian hadits, bahwa Allah s.w.t. itu mengutus para
malaikat untuk mencari majelis-majelis dzikir di permukaan bumi.
Sebagaimana tersebut dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari
Muslim, dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:





:

:











:




:
:
:




:

:



:
:
:

:








.















:
:


:
:



:



:

:
:





:



:


:












.

:





:












.










:
Artinya:
Sesungguhnya Allah itu menugaskan malaikat yang berkeliling di jalanjalan mencari majelis-majelis dzikir.
Ketika mereka telah menemukannya, mereka lalu saling memanggil
temannya yang lain: Inilah hajat yang kalian cari! Maka majelis itu
dikerumuni dengan sayap mereka hingga ke langit dunia.
Kemudian Tuhan bertanya kepada malaikat, pada hal Tuhan lebih
?mengetahui dari mereka: Apakah yang dibaca oleh hamba-hambaKu
Malaikat menjawab: Mereka bertasbih, bertakbir, memuji dan
!mengagungkan Engkau
?Allah bertanya: Apakah mereka telah melihat Aku
!Malaikat menjawab: Demi Allah, mereka belum melihat Engkau
?Allah bertanya: Bagaimana jika mereka bisa melihat Aku
Malaikat menjawab: Tentu mereka lebih bersemangat untuk mencapainya.
?Tuhan bertanya: Dan dari apakah mereka berlindung
Malaikat menjawab: Mereka mohon perlindungan dari siksa neraka.
?Tuhan bertanya: Apakah mereka telah melihatnya
Malaikat menjawab: Demi Allah, mereka tidak pernah melihatnya.
?Tuhan bertanya: Bagaimana jika mereka telah melihatnya
Malaikat menjawab: Tentu mereka akan lebih berlari menjauh dari
padanya.
Tuhan berfirman: Saksikanlah oleh kalian bahwa aku telah mengampuni
dosa-dosanya.
Seorang malaikat ada yang usul: Tuhan! Di majelis itu ada orang yang
bukan dari golongan mereka, hanya bertetapan ada keperluan maka datang
ke majelis itu.

Jawab Tuhan: Mereka ahli majelis yang tidak akan kecewa siapa yang
duduk bersama mereka. (Muttafaqun Alaih)
Abu Hurairah dan Abu Said r.a. berkata: Bersabda Rasulullah s.a.w.:


















.








Artinya:
Tiada suatu kaum yang berkumpul duduk dalam majelis dzikir kepada Allah,
pasti mereka dikelilingi malaikat dan diliputi rahmat Allah, dan diturunkan
atas mereka ketenangan, dan diingati oleh Allah di depan para malaikatNya. (H.R. Muslim).
Malaikat Yang Keluar Dari Mulut Orang Yang Berdzikir
Ada pun keterangan yang menyebutkan tentang malaikat yang keluar dari
mulut orang-orang yang berzikir sebagai jelmaan dzikir mereka, adalah sbb.:










Artinya:
Jika seorang hamba mumin membaca Laa ilaaha illallaah, Muhammadur-Rasuulullaah, keluarlah dari mulutnya seorang malaikat dalam bentuk
burung hijau bersayap dua, berwarna putih, yang ditaburi dengan mutiara
dan yaqut. Sayap yang satu jika dibentangkan berada di masyriq (timur),
sedang yang lain berada di maghrib (barat).
Burung itu naik ke langit hingga sampai Arasy disertai suara dengungan
seperti dengungan lebah. Lalu malaikat pendukung Arasy berkata: Demi
keperkasaan dan keagungan Allah diamlah! Burung itu menjawab: Aku tak
akan berhenti berdengung, sebelum Allah mengampuni hamba yang
membaca kalimat tadi.
Lalu Allah memberinya tujuh puluh ribu lidah yang beristigfar bagi hamba
itu sampai hari kiamat, di mana kelak pada hari kiamat malaikat itu akan

menuntunnya melewati sirath dan memasukkannya di surga. (dari buku:


Raudhat-ul-Ulama).
Malaikat Yang Menghadiri Kematian Seorang Wali
Ada pun keterangan yang menyatakan tentang hadirnya (turunnya) para
malaikat dalam ikut sertanya menshalati jenazah seorang wali adalah sbb.:
Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari Abu Umamah al-Bahili berkata:




.




:











.





Artinya:
Malaikat Jibril a.s. pernah datang kepada Nabi s.a.w. Ketika itu Rasulullah
s.a.w. sedang berada di Tabuk.
Malaikat Jibril a.s. datang bersama tujuh puluh ribu malaikat.
Lalu Jibril a.s. berkata: Ya Rasulullah, lihat dan saksikan jenazah
Muawiyah (Bukan Muawiyah bin Abu Sufyan). Lalu Nabi s.a.w.
melihat/memandang ke Madinah setelah sayap Jibril diletakkan di atas
tanah.
Lalu Nabi bersama Jibril dan para malaikat mengerjakan shalat jenazah
untuk Muawiyah.
Kemudian Nabi s.a.w. bersabda: Wahai Jibril, dengan apa Muawiyah
mencapai derajat/kedudukan ini?
Jibril menjawab: Sebab ketekunan Muawiyah membaca surat al-Ikhlash di
kala ia sedang berdiri, duduk, beruku dan berjalan.
Malaikat Yang Menyampaikan Amal Orang Hidup Kepada Orang Mati
Ada pun keterangan yang menyatakan tentang adanya malaikat yang
menyampaikan amal orang hidup kepada orang mati, adalah sbb.:

Bersabda Rasulullah s.a.w.:













:













Artinya:
Hai Ali, bersedekahlah kamu untuk orang mati, sebab Allah menyuruh
malaikat untuk membawa pahala sedekahnya orang hidup kepada orangorang mati, maka mereka bersuka-ria melebihi sukarianya ketika di dunia.
Dan mereka berdoa:










Artinya:
Ya Allah, ampunilah dosa orang yang menerangi kubur kami. Dan
gembirakanlah ia dengan surga, sebagaimana ia telah menggembirakan
kami dengan surga pula. (dari buku: Washiyat-ul-Mushthafa).
Malaikat Yang Turun di Malam Lailat-ul-Qadar

Ada pun keterangan yang menyebutkan tentang adanya malaikat yang turun
di malam Lailat-ul-Qadar adalah sbb.:


Artinya:
Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Quran pada suatu Malam
Kemuliaan (Lailat-ul-Qadar).
Dan tahukah kamu, apakah malam kemuliaan itu?
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu malam.
Pada malam itu para malaikat beserta Jibril turun ke bumi dengan izin
Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Mala itu, malam penuh selamat sejahtera sampai terbit fajar. (al-Qadar: 1-5)
Menurut keterangan beberapa Ulama, bahwa pada Malam Lailat-ul-Qadar,
Allah mentaqdirkan segala urusan hukum, rezeki dan ajal untuk jangka satu
tahun. Kemudian menyerahkan keputusan dan takdir-Nya itu kepada para

malaikat masing-masing menurut bidang tugasnya yang telah ditentukan.


Lalu kepada Jibril diserahkan catatan rahmat dan adzab.
Kepada Mikail diserahkan catatan tumbuh-tumbuhan dan rezeki.
Kepada Israfil diserahkan catatan hujan, angin dan keadaan cuaca.
Dan kepada Izrail catatan nyawa dan ajal-ajal.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:











.






























.




























.



Artinya:
Di malam Lailat-ul-Qadar turunlah empat macam bendera. Yaitu bendera
al-Hamd, bendera ar-Rahmah, bendera al-Maghfirah dan bendera alKaramah.
Tiap-tiap bendera disertai pula dengan 70,000 malaikat. Dan tiap-tiap
bendera ada tertulis Laa ilaaha illallaah, Muhammad-ur-Rasuulullaah.
Lalu bendera al-Hamd dipancang antara langit dan bumi.
Bendera al-Maghfirah dipancang di atas kubur Nabi Muhammad s.a.w.
Bendera ar-Rahmah dipancang di atas Kabah.
Bendera al-Karamah dipancang di atas batu Bait-ul-Maqdis.
Dan barang siapa mengucapkan kalimah thaiyyibah tiga kali pada Laitatul-Qadar, maka masing-masing pembacaannya itu akan membawa pada
pengampuan Tuhan dan selamat dari siksa api neraka dan membawa ia
masuk surga. (dari buku: Durrat-un-Nashihiin).
Kabul Akbar menyatakan: Bahwa di Sidrat-ul-Muntaha terdapat malaikat
yang tidak diketahui bilangannya kecuali oleh Allah. Mereka turun di malam
Lailat-ul-Qadar, untuk berdoa memohon kebajikan untuk orang-orang
mumin dan muminat yang berjabatan tangan dengan Jibril.
Ada pun tandanya bila seseorang berjabatan tangan Jibril, ialah bahwa ia
bergemetar badannya, keluar air matanya dan merasa iba dalam hatinya.
Dan dikatakan ada seorang malaikat, kedua kakinya berada di bawah lapisan
bumi ke tujuh. Sedang kepalanya berada di bawah Arasy. Malaikat itu
mempunyai seribu kepala, dan besar tiap-tiap kepala lebih besar dari dunia.

Pada tiap-tiap kepala terdapat seribu wajah, pada tiap-tiap wajah terdapat
seribu mulut dan tiap mulut terdapat seribu lidah yang bertasbih kepada
Allah dengan bermacam-macam bahasa, lalu turun di malam itu dan
beristigfar bagi ummat Muhammad s.a.w.
Barang siapa yang bersembahyang dua rakaat di malam Lailat-ul-Qadar,
pada tiap-tiap rakaat membaca surat al-Fatihah sekali dan surat al-Ikhlash
tujuh kali.
Kemudian setelah salam beristigfar tujuh puluh kali. Maka ia tidak berdiri
dari sembahyangnya, melainkan sudah diampuni oleh Allah dosa-dosanya,
dosa ibu bapaknya.
Kemudian Allah menyuruh malaikat untuk pergi ke surga untuk menanam
pohon-pohonan, membangun gedung-gedung, dan mengalirkan sungaisungai.
Ia tidak keluar dari dunia, melainkan sudah melihat itu semua.
Bersabda Rasulullah s.a.w.: Sesungguhnya pada malam Lailat-ul-Qadar,
Allah menurunkan rahmat yang meliputi seluruh orang mumin dari arah
timur hingga barat. Kelebihan rahmat itu diberikan oleh Jibril kepada bayibayi yang lahir pada malam itu, sehingga mencakup bayi-bayi orang Islam
mau pun orang kafir sehingga kelak mati dengan iman.
Imam ar-Razi berkata: Jika fajar Lailat-ul-Qadar menyingsing, lalu
berselusuh Jibril kepada para malaikat: Siap-siaplah untuk berangkat. Lalu
mereka (para malaikat) bertanya: Wahai Jibril, apa yang diperbuat oleh Allah
kepada ummat Muhammad?
Jibril menjawab: Allah telah mengampuni mereka, kecuali empat orang
macam. Yaitu: Pecandu khamer, pendurhaka ibu bapak dan pemutus
hubungan famili dan orang yang suka bertengkar.
Malaikat Menjadi Saksi di Hari Raya (Idul Fitri)

Disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa Allah s.w.t. berfirman kepada para
malaikat di hari raya Fitri sbb.:













:








:















Artinya:
Apabila orang-orang telah berpuasa bulan Ramadhan kemudian keluar
merayakan Idul-Fitri, berfirman Allah kepada malaikatnya: Hai malaikatKu, tiap pekerja menuntut upah, demikian juga hamba-hambaKu yang telah
berpuasa sebulan penuh dan berhari Raya tentu menuntut upahnya.
Saksikanlah bahwa Aku telah mengampuni mereka.
Lalu terdengar suara panggilan:
Hai ummat Muhammad! Pulangkah kalian ke rumah kalian masingmasing, Aku telah ganti dosa-dosa kalian dengan pahala.
Lalu Allah berfirman: Hai hamba-hambaKu, kalian telah berpuasa dan
berbuka untuk-Ku, maka berdirilah kalian dalam keadaan dosa-dosa yang
terampuni. (dari buku: Zubdat-ul-Waaizhiin).
Malaikat Berkerumun di Keliling Orang-orang yang Berkumpul
Sambil Membaca al-Quran-ul-Karim
Ada pun keterangan yang menyatakan tentang adanya malaikat yang
bertugas untuk mengelilingi majelis-majelis pembaca al-Quran, adalah sbb.:
Berkata Abu Hurairah r.a., bersabda Nabi s.a.w.:































.




Artinya:
Tidak berkumpul suatu kaum dalam majelis (sebuah rumah di antara
rumah-rumah Allah baitullah/masjid dsb.) untuk membaca kitab Allah dan
mempelajarinya, kecuali turun atas mereka ketenangan diliputi oleh rahmat,
serta dikelilingi para malaikat dan diingati oleh Allah di depan para
malaikat yang ada padanya. (H.R. Muslim)

Malaikat Ikut Menangis Karena Ada Ahli Qur'an yang Meninggal


Bersabda Rasulullah s.a.w. Pada malam aku di israkan aku telah mendengar
Tuhan berfirman:
















:


)











(
Artinya:
Hai Muhammad! Perintahkan ummatmu agar memuliakan tiga orang:
Yaitu: Ayah, orang alim, dan penghafal al-Quran. Cegahlah ummatmu
menghina atau membuat mereka marah atau menghina mereka. Sebab
kemurkaan-Ku akan bertambah terhadap siapa yang membuat mereka
marah.
Hai Muhammad! Warga-warga al-Quran adalah warga-wargaKu. Aku
menempatkan mereka di dunia untuk keselamatan penduduknya. Karena,
seumpama al-Quran tidak tersimpan di hati mereka maka binasalah dunia
dan penghuni di atasnya.
Hai Muhammad! Penghafal-penghafal al-Quran tidak akan dihisab dan
disiksa di hari kiamat.
Hai Muhammad! Jika mereka mati, langit-langitKu, bumi-bumiKu, dan
para malaikat-Ku menangisinya.
Hai Muhammad! Sesungguhnya, surga telah rindu kepada tiga orang:
1. Engkau sendiri,
2. Abu Bakar dan Umar,
3. Penghafal al-Quran.
(dari buku: Durrat-un-Nashihiin)
Bala Bantuan (Berupa Malaikat) Yang Diturunkan di Perang Uhud

Disebutkan bahwa Allah mengirim bala bantuan berupa malaikat sebanyak


3.000 orang di perang Uhud.
Firman Allah s.w.t.:















Artinya:
Yani ketika kamu mengatakan kepada para muminin: Apakah tidak
mencukupi bagi kamu bahwa Allah mengizinkan bala bantuan kepada kamu
yaitu: 3.000 malaikat yang diturunkan? (*) (Aali Imraan: 124)




Artinya:
Bahkan, jika kamu sabar dan memelihara diri dari lari ketika
menghadang mereka (musyrikin) dan mereka datang kepada kamu dengan
bergegas-gegas di waktu ini, niscaya Tuhan mengirimkan bala-bantuan
kepada kamu, yaitu: 5.000 malaikat yang terlatih. (Aali Imraan: 125)
(*) = Ada yang mengatakan bahwa janji ini diturunkan dalam perang Badr.
Dan ada yang mengatakan bahwa janji ini diberikan oleh Allah, pada saat
terjadi perang Uhud. Karena kisah ini mengenai Uhud. Sedang dalam perang
Badr Allah telah menurunkan bala bantuan sebanyak 1.000 malaikat
sebagaimana tersebut dalam surat al-Anfaal: 9.
Malaikat yang Dikirim Sebagai Bala Bantuan Bagi Tentara Islam di
Perang Badar.
Disebutkan di dalam al-Quran, bahwa Allah pernah mengirim bala bantuan
kepada tentara Islam di perang Badar.
Firman Allah s.w.t.:




Artinya:
Ingatlah olehmu, ketika kamu bermohon pertolongan kepada Tuhanmu,
maka Allah memperkenankan doamu, titah-Nya: Sesungguhnya Aku

membantu kamu dengan seribu malaikat yang satu sama yang lain boncengmembonceng. (al-Anfaal: 9).
Disebutkan, bahwa Rasulullah s.a.w. telah duduk sepanjang malam di dalam
kemahnya, di saat menjelang perang Badar.
Sambil menundukkan kepalanya beliau berdoa hingga sorbannya jatuh ke
tanah. Kemudian turunlah ayat di atas sebagai jawaban, bahwa doanya
dikabulkan oleh Allah.
Bala Bantuan itu Langsung Bergabung Dalam Medan Laga
Di dalam al-Quran surat al-Anfaal, Allah berfirman sbb.:












Artinya:
Ingatlah, ketika Tuhan engkau mewahyukan kepada para malaikat, titahNya: Sesungguhnya Aku bersama kalian, maka tetapkanlah semua hati
mereka yang telah beriman, dengan jalan menghilangkan waswas
(berperang bersama mereka sambil bahu membahu).
Akan Aku campakkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka
pancunglah dengan pedang batang leher mereka, dan potonglah semua
anak jari mereka. (al-Anfaal: 12)
Malaikat yang Dikirim Sebagai Bala Bantuan Bagi Tentara Islam di
Perang Badar.
Disebutkan di dalam al-Quran, bahwa Allah pernah mengirim bala bantuan
kepada tentara Islam di perang Badar.
Firman Allah s.w.t.:




Artinya:
Ingatlah olehmu, ketika kamu bermohon pertolongan kepada Tuhanmu,
maka Allah memperkenankan doamu, titah-Nya: Sesungguhnya Aku

membantu kamu dengan seribu malaikat yang satu sama yang lain boncengmembonceng. (al-Anfaal: 9).
Disebutkan, bahwa Rasulullah s.a.w. telah duduk sepanjang malam di dalam
kemahnya, di saat menjelang perang Badar.
Sambil menundukkan kepalanya beliau berdoa hingga sorbannya jatuh ke
tanah. Kemudian turunlah ayat di atas sebagai jawaban, bahwa doanya
dikabulkan oleh Allah.
Bala Bantuan itu Langsung Bergabung Dalam Medan Laga
Di dalam al-Quran surat al-Anfaal, Allah berfirman sbb.:












Artinya:
Ingatlah, ketika Tuhan engkau mewahyukan kepada para malaikat, titahNya: Sesungguhnya Aku bersama kalian, maka tetapkanlah semua hati
mereka yang telah beriman, dengan jalan menghilangkan waswas
(berperang bersama mereka sambil bahu membahu).
Akan Aku campakkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka
pancunglah dengan pedang batang leher mereka, dan potonglah semua
anak jari mereka. (al-Anfaal: 12)
Malaikat yang Ditugaskan Berdoa Kepada Orang-orang Berinfak
Disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa tiap-tiap pagi Allah mengutus
malaikat, untuk memberikan doa kepada orang-orang yang mengeluarkan
sedekah di jalan Allah.
Tersebut dalam kitab Muslim dari sahabat Abu Hurairah r.a. ia berkata,
bersabda Rasulullah s.a.w.:
:















.







:
Artinya:

Tiada dari suatu hari yang (setiap) hamba berpagi-pagian di dalamnya,


kecuali ada dua malaikat yang turun (ke dunia).
Lalu salah satu dari keduanya berdoa:








Artinya:
Ya Allah, berilah ganti (balasan berlipat) terhadap orang yang suka
membelanjakan hartanya di jalan Engkau.
Sedang yang lain berdoa juga:

Artinya:
Ya Allah, berilah kerusakan (kehancuran) pada orang yang suka menahan
hartanya di jalan Allah.
Malaikat Yang Melintaskan Ilham di Hati Manusia

Disebutkan, bahwa antara malaikat dan syaitan, satu dengan yang lain saling
berebut pengaruh untuk menguasai jiwa/hati manusia.
Jika dalam berebut pengaruh itu malaikat bisa mengalahkan syaitan maka
malaikat itu menimbulkan gurisan-gurisan terpuji dalam hati manusia.
Sedang gurisan itu namanya Ilham.
Kemudian gurisan-gurisan itu menggerakkan keinginan, dan keinginan
menggerakkan cita-cita, lalu cita-cita menggerakkan niat, dan niat
menggerakkan anggota badan, untuk berbuat hal-hal yang bermanfaat di
akhirat.
Keterangan tersebut sesuai dengan sabda Nabi s.a.w.:




:
.












Artinya:

Pada hari itu ada dua lintasan, ada kalanya lintasan dari malaikat, yaitu
berupa perjanjian dengan kebajikan dan pembenaran dengan yang benar.
Maka hendaklah diketahui, bahwa itu dari Allah s.w.t.
Oleh sebab itu hendaklah ia memuji kepadanya. Dan adakalanya lintasan
dari syaitan, yaitu berupa perjanjian dengan kejahatan dan pembohongan,
dengan yang benar dan pencegahan dari kebaikan. Maka jika ia
menemukan yang demikian, maka hendaklah ia berlindung kepada Allah
dari syaitan yang terkutuk.
Kemudian Nabi s.a.w. membacakan firman Allah yang artinya:
Syaitan menjanjikan kemiskinan kepada kamu, dan menyuruh berbuat
pekerjaan keji.
Keterangan di atas diperkuat pula dengan hadits Nabi yang diriwayatkan
oleh Jabir bin Abdullah: Bahwa ketika Nabi Adam a.s. diturunkan ke bumi
beliau berdoa.:
Ya Tuhanku, antara aku dan Iblis, Engkau jadikan saling bermusuhan. Oleh
sebab itu jika Engkau tidak menolongku, niscaya aku tidak sanggup
menghadapinya.
Allah berfirman: Apabila engkau melahirkan anak, maka diwakilkan
malaikat kepadanya.
Nabi Adam berdoa lagi: Ya Tuhanku tambahkanlah kepadaku!
Allah berfirman: Aku balas satu kejahatan dengan satu dosa, dan aku balas
satu kebaikan dengan sepuluh kali lipat/sebanyak yang aku kehendaki.
Nabi Adam a.s. berdoa lagi: Ya Tuhanku tambahkanlah untukku!
Firman Allah: Pintu taubat itu tetap terbuka, selama nyawa masih dalam
badan.
Malaikat Yang Melintaskan Ilham di Hati Manusia
Disebutkan, bahwa antara malaikat dan syaitan, satu dengan yang lain saling
berebut pengaruh untuk menguasai jiwa/hati manusia.
Jika dalam berebut pengaruh itu malaikat bisa mengalahkan syaitan maka
malaikat itu menimbulkan gurisan-gurisan terpuji dalam hati manusia.
Sedang gurisan itu namanya Ilham.

Kemudian gurisan-gurisan itu menggerakkan keinginan, dan keinginan


menggerakkan cita-cita, lalu cita-cita menggerakkan niat, dan niat
menggerakkan anggota badan, untuk berbuat hal-hal yang bermanfaat di
akhirat.
Keterangan tersebut sesuai dengan sabda Nabi s.a.w.:



:
.












Artinya:
Pada hari itu ada dua lintasan, ada kalanya lintasan dari malaikat, yaitu
berupa perjanjian dengan kebajikan dan pembenaran dengan yang benar.
Maka hendaklah diketahui, bahwa itu dari Allah s.w.t.
Oleh sebab itu hendaklah ia memuji kepadanya. Dan adakalanya lintasan
dari syaitan, yaitu berupa perjanjian dengan kejahatan dan pembohongan,
dengan yang benar dan pencegahan dari kebaikan. Maka jika ia
menemukan yang demikian, maka hendaklah ia berlindung kepada Allah
dari syaitan yang terkutuk.
Kemudian Nabi s.a.w. membacakan firman Allah yang artinya:
Syaitan menjanjikan kemiskinan kepada kamu, dan menyuruh berbuat
pekerjaan keji.
Keterangan di atas diperkuat pula dengan hadits Nabi yang diriwayatkan
oleh Jabir bin Abdullah: Bahwa ketika Nabi Adam a.s. diturunkan ke bumi
beliau berdoa.:
Ya Tuhanku, antara aku dan Iblis, Engkau jadikan saling bermusuhan. Oleh
sebab itu jika Engkau tidak menolongku, niscaya aku tidak sanggup
menghadapinya.
Allah berfirman: Apabila engkau melahirkan anak, maka diwakilkan
malaikat kepadanya.
Nabi Adam berdoa lagi: Ya Tuhanku tambahkanlah kepadaku!
Allah berfirman: Aku balas satu kejahatan dengan satu dosa, dan aku balas
satu kebaikan dengan sepuluh kali lipat/sebanyak yang aku kehendaki.
Nabi Adam a.s. berdoa lagi: Ya Tuhanku tambahkanlah untukku!

Firman Allah: Pintu taubat itu tetap terbuka, selama nyawa masih dalam
badan.
Malaikat Yang Berada di Sudut 'Arasy
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:

"

"



:






:









: "



.












:












"

. "

"




"

. "












"

. "














.






"

"






:



:













"

. "











. "

"

. "













"






.



Artinya:
Ketika aku di israkan ke langit, aku telah melihat Arasy terdiri dari tiga
ratus enam puluh sudut. Jarak antara sudut satu dengan sudut yang lain,
adalah sejauh perjalanan tiga ratus ribu tahun.
Di bawah tiap-tiap sudut terdapat dua belas ribu padang pasir. Luas tiap
padang pasir adalah seluas antara masyriq dan magrib. Di tiap-tiap
padang pasir terdapat delapan puluh ribu malaikat pembaca surat alIkhlash yang pahalanya dihibahkan kepada orang-orang yang
membacanya dari ummat Muhammad s.a.w. laki-laki mau pun perempuan.
Mendengar cerita ini para sahabat merasa heran, lalu Nabi s.a.w.
bersabda: Demi Tuhan yang nyawaku berada di kekuasaannya: Bahwa
Qul huwallaahu Ahad tertulis di sayap malaikat Jibril, ayat
Allaahushshamad tertulis di sayap malaikat Mikail, dan ayat Lam yalid

wa lam yuulad tertulis di sayap malaikat Izrail, sedang Wa lam


yakullahu kufuan Ahad tertulis di sayap malaikat Israfil a.s.
Maka barang siapa dari ummatku yang membaca surat al-Ikhlash, maka
diberi oleh Allah pahala seperti membaca kitab Taurat, Injil, Zabur dan alQuran.
Kemudian Nabi bersabda lagi: Apakah kalian merasa heran Wahai sahabatsahabatku? Mereka menjawab: Betul ya Rasulullah?
Beliau s.a.w. meneruskan ceritanya: Sesungguhnya Qul huwallahu Ahad
itu tertulis dibatok kepala Abu Bakar ash-Shiddiq, Allaahushshamad
tertulis di batok kepala Umar al-Faruq, Lam yalid wa lam yuulad
tertulis di batok kepala Utsman Dzin Nuraini, sedang Wa lam yakullahu
kufuan Ahad tertulis di batok kepala Ali as-Sakhiyyi.
Maka siapa yang membacanya akan diberi pahala serupa yang diberikan
kepada Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali r.a. anhum ajmain (Hayat-ulQulub).
Keunggulan Derajat Para Nabi di Atas Derajat Para Malaikat
Disebutkan, bahwa derajat para malaikat itu di bawah derajat para Nabi.
Dalil tentang keafdhalan para Nabi, ialah Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Dan ingatlah, ketika Kami berfirman kepada malaikat: Bersujudlah (*)
kamu kepada Adam.... (al-Baqarah: 34).

(*) = Sujud yang dimaksud ialah sekedar menandakan kemuliaan Adam


a.s. bukan menyembahnya.
Ada yang mengatakan: Berilah tahiyat kepada Adam a.s.
Ibnu Anbar mengatakan: Sujud malaikat kepada Adam, adalah merupakan
tahiyat, bukan ibadah.
Ilmu Malaikat itu Terbatas Dengan Yang Diajarkan Padanya

Disebutkan, bahwa setelah para malaikat disuruh sujud/bertahiyat kepada


Adam, kemudian Allah mengajarkan nama-nama segala benda melalui
ilhamnya.
Firman Allah s.w.t.:












Artinya:
Dan Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya.
Kemudian Allah mengemukakannya kepada para malaikat, lalu berfirman:
Sebutkanlah (terangkanlah) kepada-Ku nama-nama mereka ini jika kalian
memang orang-orang benar! Mereka menjawab: Kami akui kesucian
Engkau! Tidak ada yang kami ketahui, selain dari apa yang Engkau telah
ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkau adalah Tuhan yang senantiasa
Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (al-Baqarah: 31-32).
Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Adam mengetahui nama-nama benda itu
semua. Sedang para malaikat tidak mengetahuinya, sedang di dalam alQuran disebutkan, bahwa orang yang berpengetahuan lebih afdhal dari
yang tidak berpengetahuan.
Firman Allah s.w.t.:

Artinya:
Apakah sama orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak
mengetahui? (az-Zumar: 9)

Ayat Yang Menerangkan Bahwa Wahyu itu Dibawa Oleh Malaikat


Di dalam al-Quran, Allah menyebutkan, bahwa Allah itu menurunkan
malaikat-Nya untuk menyampaikan wahyunya kepada para utusannya.
Firman Allah s.w.t.:



Artinya:

Dia menurunkan malaikat-Nya dengan perintah-Nya untuk menyampaikan


wahyu kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya di antara hambahambaNya yaitu: Berilah peringatan olehmu, bahwa tidak ada Tuhan yang
patut disembah, hanyalah Aku! Sebab itu, bertaqwalah kepada-Ku. (anNahl: 2).
Cepatnya Perjalanan Malaikat
Di dalam al-Quran disebutkan, bahwa dalam sehari para malaikat dan Jibril
menghadap kepada Allah ukuran jarak jauhnya, memakan waktu lima puluh
ribu tahun, jika dilakukan oleh manusia. Hal itu
menunjukkan/menggambarkan, bagaimana jauh dan tingginya alam rohani
yang ditempuh oleh mereka dalam perjalanannya menghadap Tuhan.
Firman Allah s.w.t.:


















Artinya:
Malaikat-malaikat dan Jibril naik menghadap ke hadapan Tuhan dalam
sehari, yang ukurannya sama dengan lima puluh ribu tahun. (al-Maaarij:
4).
Cepatnya Perjalanan Malaikat

Di dalam al-Quran disebutkan, bahwa dalam sehari para malaikat dan Jibril
menghadap kepada Allah ukuran jarak jauhnya, memakan waktu lima puluh
ribu tahun, jika dilakukan oleh manusia. Hal itu
menunjukkan/menggambarkan, bagaimana jauh dan tingginya alam rohani
yang ditempuh oleh mereka dalam perjalanannya menghadap Tuhan.
Firman Allah s.w.t.:


















Artinya:
Malaikat-malaikat dan Jibril naik menghadap ke hadapan Tuhan dalam
sehari, yang ukurannya sama dengan lima puluh ribu tahun. (al-Maaarij:
4).

Orang-orang Yang Berjabat Tangan Dengan Malaikat di Hari Kiamat


Dalam sebuah hadits disebutkan, bahwa ada tiga kelompok ummat manusia
yang akan berjabatan tangan dengan malaikat. Mereka itu ialah: Para
syuhada, orang-orang mumin yang bertahajud di bulan Ramadhan, dan
mereka yang berpuasa di hari Arafah.
Rasulullah s.a.w. pernah bersabda:
:

.








Artinya:
Tiga kelompok akan berjabatan tangan dengan malaikat, sewaktu bangkit
dari kuburnya. Mereka itu: Para syuhada, orang-orang mumin yang
bertahajud di bulan Ramadhan dan mereka yang berpuasa di hari Arafah.
Orang-orang Yang Berpuasa Akan Disambut Oleh Malaikat Ridwan di
Hari Kiamat.
Disebutkan, bahwa jika hari kiamat telah tiba, dan seluruh umat manusia di
dalam kubur dibangkitkan dari kuburnya, maka Allah mewahyukan kepada
malaikat Ridwan sbb.:

.








:














.






.







Artinya:
Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hambaKu yang berpuasa
dalam keadaan lapar dan dahaga. Sambutlah mereka dengan segala
kenimatan dan kelezatan yang ada dalam surga.
Maka malaikat Ridwan memanggil para jejaka dan anak-anak yang
bilangannya lebih banyak dari tetesan hujan, bintang-bintang di langit dan
daun-daun pohon.

Lalu mereka berdatangan sambil membawa baki-baki yang terdiri dari


cahaya yang bergemerlapan, berisikan buah-buahan, makanan yang bersih
lagi banyak serta minuman-minuman yang lezat. Dihidangkan itu semua
kepada mereka dengan penuh penghormatan, dan dengan ucapan: Makan
dan minumlah dengan selezat-lezatnya, sebagai balasan bagi apa yang
telah kamu kerjakan di hari-hari yang telah lewat/lalu.
Orang-orang Yang Berpuasa Akan Disambut Oleh Malaikat di Dekat
Pagar Surga
Diriwayatkan, bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:

:

:




.











:










:



.










:

Artinya:
Jika hari kiamat telah tiba, akan ada sekelompok manusia yang bersayap,
bagaikan sayap-sayap burung. Mereka terbang dan terhinggap di pagarpagar surga.
Lalu malaikat juru kunci surga bertanya: Siapakah anda semua ini?
Mereka menjawab: Kami adalah ummat Muhammad s.a.w.
Malaikat juru kunci surga bertanya: Sudahkah kalian mengalami hisab?
Mereka menjawab: Tidak.
Malaikat juru kunci surga bertanya lagi: Sudahkan kalian melihat shirath?
Mereka menjawab: Tidak.
Malaikat juru kunci surga bertanya lagi: Dengan apa kalian memperoleh
derajat semacam ini?
Mereka menjawab: Kami beribadah kepada Allah dengan cara yang
rahasia/diam-diam. Dan kami dimasukkan surga dengan rahasia pula. (dari
buku: Zubdat-ul-Waaizhiin).
Malaikat Beristigfar Bagi Ummat Muhammad di Bulan Ramadhan
Diriwayatkan bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:




.

Artinya:
Umatku telah dikaruniai lima perkara, yang tidak (belum) pernah diberikan
kepada ummat-ummat sebelumnya:
Pertama: Jika datang malam pertama dari bulan Ramadhan, Allah
memandang mereka dengan penuh rahmah (Kasih). Dan siapa yang
dipandang dengan penuh rahmah (Kasih) tentu tidak disiksa.
Kedua: Allah menugaskan malaikat beristigfar bagi ummatku.
Ketiga: Bau mulut orang yang berpuasa, lebih harum di sisi Allah dari bau
kasturi.
Keempat: Allah berfirman kepada surga: Hiasilah dirimu! Lalu berfirman:
Sungguh beruntung hamba-Ku yang beriman, mereka adalah kekasih-Ku.
Kelima: Allah mengampuni mereka semua.
Diriwayatkan pula, bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda:
Sesungguhnya Allah telah menciptakan malaikat yang berwajah empat.
Jarak wajah yang satu dengan lainnya, sejauh perjalanan seribu tahun.
Wajah yang satu bersujud hingga hari kiamat dan berdoa dalam sujudnya:
Alangkah agungnya kecantikan-Mu. Dan dengan wajah yang kedua ia
memandang ke neraka sambil berkata: Celakalah bagi siapa yang
memasukinya. Dan dengan wajah yang ketiga ia memandang ke surga dan
berkata: Sungguh beruntung bagi siapa yang memasukinya. Dan dengan
wajah yang keempat ia memandang Arasy Tuhan sambil berdoa: Ya
Tuhanku, kasihanilah dan jangan Tuhan siksa mereka yang berpuasa
Ramadhan dari ummat Nabi Muhammad s.a.w.
Malaikat Yang Berkumpul di Keliling Ka'bah
Disebutkan, bahwa sayyidina Abu Bakar berkata: Jika sepertiga malam telah
lewat pada hari Jumah pertama bulan Rajab, maka berkumpullah di Kabah
semua malaikat yang berada di langit mau pun di bumi dengan tiada yang
ketinggalan.

Di situ mereka dipandang oleh Allah dan mendengarkan firman-Nya yang


berbunyi: Hai malaikat-Ku! Mintalah sesukamu!
Para malaikat berkata: Ya Tuhan kami, permintaan kami ialah agar Engkau
berkenan mengampuni orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab.
Aku telah mengampuni mereka jawab Tuhan.
Diriwayatkan, bahwa siapa yang bersembahyang sunat di belakang maqam
Ibrahim, diampunkan semua dosa-dosanya yang telah lalu, dan diberi
kebajikan sebanyak orang yang bersembahyang di belakang maqam itu, dan
diamankan oleh Allah pada hari kiamat dari ketakutan, dan Allah menyuruh
Jibril, Mikail dan para malaikat lainnya untuk beristigfar untuknya hingga
hari kiamat.
Diriwayatkan, siapa yang menuju ke Baitullah, maka tiada mengangkat dan
menaruh tapak kaki untanya melainkan dicatat oleh Allah satu kebajikan dan
diampunkan satu dosa. Dan faedah salat dua rakaat sunat tawaf itu, bagaikan
memerdekakan satu budak dari turunan Nabi Ismail a.s. Sedangkan Sai
sama dengan memerdekakan tujuh puluh budak. Dan wuquf di Arafah, itu
bisa menghapus dosa, walau pun sebanyak buih laut. Ada pun setiap batu
yang dilempar untuk Jumrah dapat menebus dosa besar, dan sembelihan
korban tersimpan di sisi Allah, dan dengan tiap-tiap rambut yang tercukur
bisa terhapus dosanya, dan dengan tawaf sesudah semua itu, ada malaikat
yang meletakkan tangannya di atas bahunya sambil berkata: Buatlah
lembaran baru dalam hidupmu di masa yang akan datang, karena Allah telah
mengampuni bagimu semua dosa yang telah lalu.
Abdullah bin Shalih berkata: Dahulu ada seorang saleh yang lari dari
pergaulan manusia. Ia lari dari kota ke desa hingga sampai di Mekkah.
Setelah ia tinggal agak lama, maka aku bertanya padanya: Sungguh anda
sudah lama menetap di sini?
Ia menjawab: Bagaimana aku tidak kerasan berada di sini, sedang aku belum
menyaksikan satu pun negeri yang banyak dituruni berkah rahmat sebanyak
dengan apa yang diturunkan di negeri ini.
Apa lagi kau senantiasa menyaksikan para malaikat yang silih berganti tiap
pagi dan sore, belum keajaiban-keajaiban dan bermacam-macam bentuk
malaikat yang bertawaf di Kabah yang tiada putus-putusnya.
Yang andaikata aku ceritakan kepada orang lain, tentu takkan diterima oleh
akal manusia yang tidak beriman.
Lalu aku bertanya lagi: Aku bersumpah kepada Allah, serta mengharap
kepadamu, sudilah menceritakan sebagian yang anda lihat?

Ia berkata: Tiada Waliyyullah yang sah melainkan ia datang/hadir di sini tiap


malam Jumah dan tidak pernah terlambat kedatangannya. Oleh sebab itulah
aku lebih tertarik menetap di sini, karena untuk selalu bertemu dengan
mereka.
Pada suatu malam aku bertemu dengan seorang yang bernama Malik bin alQasim al-Jaili. Ketika ia datang, tangannya masih basah bekas cucian air
sesudah makan. Maka aku menegurnya: Anda baru saja makan? Ia
menjawab: Astagfirullah, saya sudah seminggu ini tidak makan, sedang
bekas air cucian ini adalah berkas memberi makan ibuku. Oleh karena saya
keburu ke sini untuk mengejar shalat fajar, pada hal jarak antara sini dan
rumahku 900 farsakh (pos).
Malaikat Menjadi Saksi di Padang 'Arafah
Diriwayatkan, bahwa Allah taala akan membanggakan orang-orang yang
wuquf di Arafah kepada para malaikat.
Firman Allah: Wahai malaikat-Ku! Perhatikan hamba-hambaKu yang datang
kepada-Ku dari segala penjuru yang jauh sehingga terurai rambutnya, serta
berdebu badannya.
Aku persaksikan kepada kalian, bahwa Aku telah menerima doa dan
memperkenankan permintaan mereka. Selain itu telah kugabungkan orangorang yang berdosa pada orang-orang yang baik. Dan Aku beri semua orangorang yang baik semua permintaannya, selain penganiayaan yang terjadi di
antara sesama mereka. Kemudian setelah mereka keluar dari Arafah menuju
Mujdalifah, dan bermalam di sana dan kembali minta-minta. Allah
berfirman: Aku persaksikan padamu bahwa Aku telah menerima doa
mereka. Dan memperkenakan keinginan mereka dan menggabungkan orangorang yang berdosa pada orang-orang yang baik, dan memberi semua orangorang yang baik semua permintaan mereka, dan Aku tanggung (hapus)
segala sengketa yang terjadi di antara mereka. (dari buku: Petunjuk ke Jalan
Lurus).
Rasulullah s.a.w. bersabda:





:





)






:
(


.(



)


:





( ).



Artinya:
Tiada seorang Muslim yang berdiri pada sore hari Arafah sambil
menghadap kiblat kemudian membaca: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa
syariikalahu, lahul-mulku walahul-hamdu wahuwa alaa kulli syaiin
qadiir. seratus kali (100x)
Kemudian membaca: Allaahumma shalli alaa muhammadin wa alaa aali
Muhammad, kamaa shallaita alaa ibraahiima wa alaa aali ibraahiima,
innaka hamiidun majiid, seratus kali (100x).
Melainkan Allah berfirman: Hai malaikat-Ku, balasan apakah kiranya yang
pantas bagi hamba-Ku, balasan apakah kiranya yang pantas bagi hambaKu itu? Aku persaksikan kepadamu, bahwa Aku telah mengampuni dosadosanya, serta Ku terima syafaat untuk dirinya, dan andaikata ia mohon
pada-Ku pasti akan Kuterima syafaatnya untuk semua orang yang sedang
wukuf di Arafah itu. (al-Baihaqi).
Malaikat Yang Mengawal Turunnya Ayat Kursi
Disebutkan, bahwa ketika Ayat Kursi diturunkan kepada Nabi s.a.w., maka
ikut turun pula tujuh puluh ribu malaikat sebagai pengawalnya. Hal itu
merupakan bukti tentang keagungan Ayat Kursi dibanding dengan ayat-ayat
lainnya.
Di dalam sebuah hadits disebutkan, bahwa Ayat Kursi adalah ayat yang
paling agung di dalam al-Quran.
Oleh sebab itu barang siapa membacanya tiap-tiap sesudah shalat fardhu,
maka setelah matinya nanti akan dapat memasuki surga.
- Barang siapa yang membacanya ketika menjelang tidur, maka orang
tersebut tidak didekati/ganggu oleh syaitan.
- Siapa yang membacanya ketika ada orang yang pingsan, sebanyak sebelas
kali, maka orang yang pingsan tersebut akan segera sadar dan ingat kembali.
(dibaca tepat pada kepalanya).
- Imam Gazali pernah menyebutkan: Sesungguhnya ada seorang pedagang
kurma dari suku Bani Kaab membawa dagangannya ke kota Mashrah.

Di sana ia menyewa sebuah rumah yang telah lama tidak ditempati. Menurut
keterangan dari empunya rumah, bahwa rumah tersebut sudah lama dihuni
oleh Jin Ifrit yang pekerjaannya mengganggu kepada siapa saja yang
menempati rumah tersebut.
Walau pun ia telah memperoleh penjelasan dari yang empunya rumah, ia
tetap menyewanya juga, karena pada malam itu ia tidak mendapatkan kamar
sewa yang dipergunakan untuk tidur.
Dan setelah malam sudah mulai sepi, tiba-tiba ada seorang Jin Ifrit yang
mendatanginya, dengan menjelma sebagai seorang yang berkulit hitam.
Jin Ifrit itu mulai mendekatinya, dengan sorot kedua matanya yang seperti
api.
Lalu pedagang kurma itu membaca Ayat Kursi sampai habis, dan setiap
membaca:









Sampai akhirnya dibaca berulang-ulang.
Ternyata setelah itu, Jin Ifrit menghilang lenyap tidak muncul-muncul lagi.
Kemudian tidurlah saudagar itu dengan tenang dan selamat tanpa terganggu
oleh sesuatu apa pun.
Ketika paginya, maka didapati di tempat itu bekas sesuatu yang terbakar dan
ada bekas abu yang tertinggal. Lalu terdengar suara gaib:
Engkau telah membakar seorang Ifrit yang besar.
Dan saudagar itu bertanya: Dengan apakah ia terbakar?
Dengan ayat yang engkau baca, yaitu firman Allah: Wa laa yauuduhu
hifzhuhumaa wa huwal-aliyyul-azhiim. Jawabnya.
Ayat Kursi tersebut, berada di dalam surat al-Baqarah ayat: 255. Inilah Ayat
Kursi itu:





























Artinya:
Allah, tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya melainkan
Dia, yang Hidup Kekal dan berdiri sendiri.
Tidak akan mengantuk dan tidak pul tidur.
Kepunyaan-Nya apa saja yang di langit dan di bumi.
Siapa yang bisa memberikan syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya.

Dia mengetahui apa saja yang berada di hadapan mereka, dan di belakang
mereka.
Dan mereka tidak mengetahui dengan apa-apa dari ilmu-Nya, melainkan
dengan apa yang telah dikehendaki-Nya.
Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Dia tidak merasa berat
memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung. (alBaqarah: 255).
Orang Yang Dilaknati Malaikat
Di antara orang-orang yang dilaknati oleh malaikat, ialah wanita yang
menolak keinginan suaminya, sehingga membuat hati suaminya jengkel.
Sebagaimana tersebut dalam hadits Nabi s.a.w. sbb.:
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi s.a.w. bersabda:






) (


: ( )























.






Artinya:
Jika si suami mengajak istrinya untuk tidur bersama, sedang istrinya
menolak, lalu menjadi jengkel hatinya semalaman pada istrinya, maka para
malaikat melaknati (mengutuk) pada si istri tersebut hingga pagi hari.
(Bukhari Muslim).
Di lain riwayat disebutkan:
Jika si istri meninggalkan tempat tidur suaminya semalam, maka dilaknati
oleh malaikat hingga pagi hari.
Di lain riwayat disebutkan pula:
Demi Allah, yang jiwaku berada di dalam kekuasaan-Nya, tiada seorang
suami yang mengajak istrinya tidur seranjang, kemudian si istri
menolaknya, melainkan makhluk yang di langit akan murka pada istri itu,
sehingga diridai oleh suaminya.

Malaikat itu Tidak Mau Mendekati Orang Junub


Di dalam hadits disebutkan, bahwa malaikat itu tidak mau mendekat kepada
orang yang junub, dan orang yang berlumuran kesumba harum.
Sebagaimana keterangan hadits sbb.:


Artinya:
Dari Ibnu Abbas: Sesungguhnya malaikat itu tidak mendekat pada orang
junub atau yang berlumuran dengan kesumba harum, hingga keduanya
mandi.
Malaikat Tidak Mau Masuk Rumah Yang di Dalamnya Terdapat
Patung/Anjing/Orang Junub
Di dalam hadits disebutkan pula, bahwa rumah yang di dalamnya terdapat
patung atau anjing atau orang junub tidak dimasuki oleh malaikat.
Nabi s.a.w. pernah bersabda:

Artinya:
Malaikat tidak masuk ke rumah yang di dalamnya ada gambar (patung)
atau anjing atau orang janabat. (dari buku: Irsyad-ul-Ibaad: 10).

Seseorang Senantiasa Dimohonkan Ampunan Oleh Malaikat, Selama


Belum Berhadats.
Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda:























.







:
Artinya:

Para malaikat senantiasa bermohon untuk seseorang, selama ia masih


berada di tempat sembahyang, (dan) selama masih belum berhadats.
Malaikat berdoa:








Artinya:
Ya Allah, ampunilah baginya, ya Allah kasihanilah dia. (H.R. Bukhari).