Anda di halaman 1dari 77

Stereokimia

Kimia dalam tiga dimensi

Isomer
Senyawa-senyawa yang berbeda, rumus molekul sama.

Isomer Konstitusional

Perbedaan ikatan menghasilkan perbedaan kerangka


karbon dan/atau perbedaan gugus fungsi

Bioactivity

Isomer gugus fungsi


CH3

CH3
NH2

HN

Ph

Isomer posisi

COOEt

Ph
COOEt

O
O
3,4-MDA
(Ecstasy)

OCH2CH3

phenacetin
(analgesic)

CH3
Mepiridine
(Analgesic)

N
CH3
(not analgesic)

Stereoisomer (Isomer Ruang)

Rumus molekul sama, berbeda penyusunan atom-atom / bentuk 3


dimensinya

Enantiomer

Enantiomer

Bioactivity
O

NHCH3

NHCH3

Cl

S-(+)-Ketamine

2-4 times more potent than


R-(-)-ketamine in
anaesthesia

Cl

R-(-)-Ketamine

Causes spontaneous motor


activity and post-emergent
distress

Bioactivity
(R)(+) Thalidomide
O O
N

(S)(-) Thalidomide
O O

H
N

O
a sedative and hypnotic

O
a teratogen

H
N
O

Stereokimia
Kiralitas Molekul
Proyeksi Fischer
Rumus Tiga Dimensi
Konformasi Newman

Molekul kiral

an asymmetric carbon

Molekul Kiral
Suatu molekul di mana ke empat
atom/gugus yang terikat pada atom pusat
tidak sama

Video: Stereoisomer

Proyeksi Fischer

* Proyeksi Fischer

* Rumus Tiga Dimensi

* Proyeksi Newman
CH3

H
H

H3C

CH3

CH3

* Rumus Bola Pasak

* Rumus Bola Pasak

Stereoisomer (Isomer Ruang)


Jenis-jenis Isomer Ruang :
Jenis

Syarat

1. Isomer optik

Atom C-kiral

2. Isomer geometri

Hambatan rotasi bebas: alkena, sikloalkana

H3C
CH3
C C
H
H

eg. cis-2-butena
3. Konformer

H3C
H
C C
H
CH3

trans-2-butena
Rotasi bebas C-C (konformasi)

ISOMER GEOMETRIK PADA ALKENA

salah satu contoh stereoisomer


terdapat pada alkena, tetapi bukan pada semua alkena
terjadi karena adanya HAMBATAN ROTASI pada ikatan C=C
dikenal dua bentuk cis dan trans

CIS (Z)
Gugus/atom berada pada
SISI SAMA dari ikatan
rangkap dua

TRANS (E)
Gugus/atom berada pada
SISI BERSEBERANGAN
dari ikatan rangkap dua

ISOMERI GEOMETRIK PADA ALKENA

salah satu contoh stereoisomeri


terdapat pada alkena, tetapi bukan pada semua alkena
terjadi karena adanya HAMBATAN ROTASI pada ikatan C=C
dikenal dua bentuk ...

CIS (Z)
Gugus/atom berada pada
SISI SAMA dari ikatan rangkap
dua

TRANS (E)
Gugus/atom berada pada SISI
BERSEBERANGAN dari ikatan
rangkap dua

ISOMERI GEOMETRIK
HAMBATAN ROTASI PADA IKATAN C=C
Pada ikatan C=C terdapat hambatan rotasi sehingga gugus pada
kedua ujung ikatan tetap pada satu posisi, tidak dapat
dipertukarkan.
Animation doesnt
work in old
versions of
Powerpoint

Hal ini menimbulkan dua kemungkinan. Kedua struktur tidak


mudah untuk saling berubah, akibatnya atom-atom pada kedua
molekul menempati posisi dalam ruang yang berbeda.

ISOMERI GEOMETRIK PADA ALKENA

E/Z atau CIS-TRANS


Z (zusammen)

gugus / atom dengan prioritas lebih


tinggi pada sisi SAMA dari ikatan C=C

E (entgegen)

gugus / atom dengan prioritas lebih


tinggi pada sisi BERLAWANAN dari
ikatan C=C

ISOMERI GEOMETRIK PADA ALKENA

Z (zusammen)

gugus / atom dengan prioritas lebih


tinggi pada sisi SAMA dari ikatan
C=C

E (entgegen)

gugus / atom dengan prioritas lebih


tinggi pada sisi BERLAWANAN dari
ikatan C=C

Penentuan prioritas berdasarkan konvensi Cahn, Ingold and Prelog (C.I.P).


eg

C2H5 > CH3 > H

and

I > Br > Cl > F > C > H

ISOMERI GEOMETRIK PADA ALKENA


E/Z atau CIS-TRANS
E/Z

Z (zusammen)
prioritas lebih
SAMA dari ikatan C=C
E (entgegen)
lebih
dari

gugus / atom dengan


tinggi pada sisi

gugus / atom dengan prioritas


tinggi pada sisi BERLAWANAN
ikatan C=C

Penentuan prioritas berdasarkan konvensi Cahn, Ingold and Prelog (C.I.P).


eg
C2H5 > CH3 > H
and
I > Br > Cl > F > C > H

ISOMERI GEOMETRIK PADA ALKENA


E/Z atau CIS-TRANS
CIS /
TRANS

Hanya dipakai bila terdapat dua atom H dan dua gugus nonhidrogen yang terikat pada setiap atom karbon
cis

gugus / atom non-hidrogen pada

sisi

SAMA dari ikatan C=C


trans

cis

gugus / atom non-hidrogen pada sisi


BERLAWANAN dari ikatan C=C

trans

cis

trans

sp3, bond angles = 109.5o

-bonds (sigma)

HH

rotation about C--C (conformations)

representation:
andiron or sawhorse
C2H6

ethane

H H
HCCH
H H

C
H
H

Cara Penulisan Konformer


H

H
C

HH

C
HH

H
H

H
H

1. andiron
atau

H
H

2. Proyeksi Newman

Eclipsed

Staggered

sawhorse

H
H

Bentuk staggered lebih stabil daripada bentuk eclipsed

potential energy

Kurva energi potensial vs


rotasi

3 Kcal

rotation about C-C

The barrier to rotation about the carbon-carbon bond in


ethane is 3 Kcal/mole. The rotation is ~ free.

Konformasi ikatan C2-C3 pada


butana
Conformations about C2-C3 in n-butane:
H

H3C

CH3

CH3

CH3
H

H3C

anti

CH3/H eclipsed

CH3

H3C

CH3
H

H
gauche

CH3/CH3 eclipsed

Kurva energi potensial vs rotasi pada C2-C3


dalam n-butana
H3CCH3

CH3
H3C

potential energy

4.4-6.1 Kcal

3.4 Kcal
0.8 Kcal
CH3
CH3

H3C

CH3

gauche

anti
rotation

Semua ikatan dalam posisi staggered


dan sudut ikatan atom karbon
mendekati tetrahedral.

180 pm

Semua sudut ikatan mendekati


tetrahedral tetapi atom H pada
C1 dan C4 berdekatan
menyebabkan tegangan van der
Waals.
Semua ikatan dalam posisi
eclipsed, mengakibatkan
tegengan torsi pada kinformasi
perahu

Konformasi kursi dari sikloheksana


adalah bentuk yang paling stabil
dan turunan sikloheksana
hampir selalu
berada dalam konformasi kursi.

Posisi Substituen

Ikatan ekuatorial letaknya sepanjang


bidang ekuator (6 buah ikatan)

interkonversi kursi-kursi (ring-flipping)


proses cepat (energi aktivasi = 45 kJ/mol)

Semua ikatan aksial menjadi ekuatorial dan sebalikny

KEKIRALAN
Tangan kiri & kanan: merupakan bayangan cermin, tidak dapat
dihimpitkan tidak identik , disebut : benda kiral
Contoh benda kiral lain : sepatu, sarung tangan, kursi kuliah,
mobil
Cangkir : benda asal dan bayangan cerminnya identik, dapat
dihimpitkan identik, disebut benda akiral
Contoh benda akiral lain : bola, hidung, kursi dosen
Suatu Benda dikatakan punya Bidang simetri : bila punya
bidang yg membagi 2 benda, shg bayangan cerminnya bisa
dihimpitkan. Benda yg punya bid. Simetri bersifat akiral

Aktivitas optis bila suatu senyawa memutar


bidang polarisasi (dari) cahaya terpolarisasi
bidang. (1815 oleh Biot)
Cahaya terpolarisasi bidang cahaya yang
melewati prisma nicol atau medium polarisasi lain
sehingga semua cahaya tervibrasi pada bidang
yang sama.

tidak terpolarisasi

terpolarisasi

polarimeter alat yang digunakan untuk mengukur


aktivitas optik suatu senyawa
Lensa polarisasi

light source

analyzer

sample tube

dextrorotatori bila cahaya terpolarisasi bidang


berputar searah jarum jam ketika dilihat dengan alat
polarimeter.
(+) atau (d)

berbeda dengan D

levorotatori bila cahaya terpolarisasi bidang


berputar berlawanan arah jarum jam ketika dilihat
dengan alat polarimeter.
(-) atau (l)
berbeda dengan L

Rotasi spesifik sudut perputaran cahaya


terpolarisasi bidang dari 1.00 gram per cm-3 sample
dalam tabung yg panjangnya 1 dm. [ ]D (D = lampu
Natrium, = 589 m).

[ ]D =
dimana = perputaran yang diamati
l*d
l = panjang tube (dm)
d = konsentrasi (g/cc)
(+)-alanin [ ]D = +8.5
(-)-asam laktat [ ]D = -3.8

Molekul akiral : molekul dan bayangan cerminnya adalah


senyawa sama (bukan isomer)

Molekul kiral : molekul dan bayangan cerminnya adalah


sepasang enantiomer : (-) dan (+)

enantiomer - stereoisomer yang mrpkn bayangan


cerminnya.
Sifat fisika dan sifat kimia sepasang senyawa
enantiomer adalah sama, kecuali dalam 1) arah
perputaran bid. Polarisasi (dari) cahaya terpolarisasi
bidang. 2) antaraksi dengan zat kiral lain.
Pusat kiral adalah atom karbon yang keempat
tangannya mengikat gugus yang berbeda. (do not
confuse with chiral)
*
CH3CH2CHBrCH3

*
*
CH3CHBrCHBrCH3

(CH3)2CHCH2OH

konfigurasi urutan penataan gugus di sekitar suatu


atom karbon kiral (pusat kiral).
(berbeda dengan konformasi=bentuk2 yg disebabkan
rotasi mengelilingi ikatan2).
Bagaimana cara menunjukkan konfigurasi?
wedge formulas

Proyeksi Fischer
struktur silang
hanya digunakan ut senyawa
yg punya pusat kiral!

Br
F

H
Cl

Br
Cl

H
F

Dalam Proyeksi Fischer , ikatan horizontal pd atom


pusat selalu berposisi diatas bidang datar dan ikatan
vertikal pd atom pusat selalu berposisi di belakang
bidang datar.
( garis horizontal = mengarah mendekati sdr.)
Rotasi pada Proyeksi Fischer:
Proyeksi Fischer dapat diputar 180o dalam bidang
kertas/datar.

CH3
Br
Cl
H

CH3
Br
Cl
H

kiral tidak dapat dihimpitkan pada bayangan


cerminnya. .bersifat optis aktif
akiral dapat dihimpitkan pada bayangan cerminn;
tidak kiral. Bersifat tidak optis aktif
Hasil uji Aktivitas optis : dari molekul kiral adalah
optis aktif.
Senyawa rasemat campuran sepasang senyawa
enantiomer dengan perbandingan 1 : 1 (bersifat optis
in-aktif) (+).

-senyawa yang punya satu pusat kiral akan


menunjukkan aktivitas optis.
-Senyawa yang tidak punya pusat kiral tidak
menunjukkan aktivitas optis (tidak optis aktif)
-Senyawa dengan lebih dari satu pusat kiral :
mungkin menunjukkan optis aktif atau mungkin
tidak menunjukkan aktifitas optis tergantung
keadaan atau mungkin dalam senyawa tersebut
punya bidang simetri (akiral) atau tidak punya
bidang simetri (kiral).

Penentuan Konfigurasi Molekul Kiral


1. Konfigurasi absolut ( R & S)
2. Konfigurasi relatif (D & L) pada karbohidrat
& aa
Contoh: Konfigurasi relatif
Gliseraldehida

D(+)-gliseraldehida
[20D = + 8,7

L(-)-gliseraldehida
[20D = - 8,7

Br
2

Cl

OH
H
CH3
CH2Br

2
3
CH2CH3
1 Br
CH=CH2 2
H
4

Konfigurasi absolut (R/S):


A. Penentuan prioritas substituen (Sistem C.I.P/ Cahn, Ingold, Prelog).
1.Urutkan mulai dengan no.atom terbesar
2.Sbg isotop, maka prioritas adalah isotop dengan massa terbesar.
3.bila 2 atom sama, dilihat nomor dr atom berikutnya
4.bila ada ikatn rangkap, dijabarkan sbg perkalian iktn tunggalnya
B. Proyeksikan molekul dg gugus prioritas terkecil plng jauh dr mata
C. Buat lengkungan panah mulai dr prioritas tertinggi
D. Bila memutar searah jarum jam : R (rectus=kanan)
Bila memutar berlawanan jarum jam : S (sinister=kiri)

Dengan memakai model, pegang gugus prioritas terendah,


putar model sedemikian shg ketiga gugus lainnya
menghadap kita:

2
4

2
rotate #4 away

Cl
H

F
Br
1

3 F

Cl
Br
1

(S)-configuration

Latihan :
a. Tentukan konfigurasinya:

b. Gambar rumus konfigurasi dan Fisher dari :


1. (R)-3-bromoheptana
2. (S)-2-pentanol

Angew. Chem. Int. Ed. Engl. 36, 1057 (1997).


Konfigurasi absolut untuk bromochlorofluoromethane:
Br
Cl

Br
H

(R)-(-)-

Cl
F

(S)-(+)-

aldoheksosa

* * * *
CH2-CH-CH-CH-CH-CH=O
OH OH OH OH OH

n pusat kiral 2n stereoisomer maksimum


n = 4 24 = 16 stereoisomer
2,3-dichloropentana

* *
CH3CHCHCH2CH3
Cl Cl

n = 2 22 = 4 stereoisomer

CH3
H
Cl
H
Cl
CH2
CH3
I

CH3
Cl
H
Cl
H
CH2
CH3
II

CH3
H
Cl
Cl
H
CH2
CH3
III

CH3
Cl
H
H
Cl
CH2
CH3
IV

I & II : enantiomers; III & IV : enantiomers; I & III :


diastereomers;
I & IV : diastereomers.
diastereomer stereoisomer yang bukan bayangan cerminnya.
(sifat fisika dan kimia senyawa2 diastereomer adalah berbeda.)

3
C

Cl 1

4 H
CH3
H
Cl
H
Cl
CH2
C
H2

H,H,H
3
1

C Cl,C,H
2
2

(S)-

Cl,C,H

C
4 H

Cl 1
C C,H,H
3

(2S,3R)-2,3-dichloropentana

2
1
3

(R)-

CH3
H
Cl
H
Cl
CH2
CH3
(2S,3R)-

CH3
Cl
H
Cl
H
CH2
CH3
(2R,3S)-

CH3
H
Cl
Cl
H
CH2
CH3
(2S,3S)-

CH3
Cl
H
H
Cl
CH2
CH3
(2R,3R)-

2,3-dichlorobutana

CH3
H
Cl
H
Cl
CH3

CH3
Cl
H
Cl
H
CH3

* *
CH3CHCHCH3
Cl Cl

CH3
H
Cl
Cl
H
CH3

CH3
Cl
H
H
Cl
CH3

II

III

Senyawa-meso senyawa yang punya pusat kirak


tetapi tidak kiral (tidak optis aktif).

Senyawa rasemat (campuran rasemat)


campuran sepasang senyawa enantiomer dengan
perbandingan 1 : 1 (bersifat optis in-aktif) (+).
Pemisahan campuran rasemat:
- Dari bentuk kristalnya (bila berbeda)
- Mereaksikan dengan enzim tertentu
- Mengubah menjadi diastereomer
Contoh:

CH3
H
Cl
C2H5

(S)-(+)-sec-butyl chloride

CH3
Cl
H
C2H5
(R)-(-)-sec-butyl chloride

[]20D = 0, dapat menunjukkan :


-Senyawa tersebut akiral
-Senyawa tersebut bentuk meso
-Merupakan senyawa rasemat

(b) reaction of a chiral molecule where bonds to the chiral


center are not broken.
*
*
CH3CH2CHClCH3 + Cl2, hv CH3CH2CHClCH2Cl
+ etc.
A reaction that does not involve the breaking of a bond to a
chiral center proceeds with retention of configuration about the
chiral center.
Can be used to relate configurations. If a compound can be
synthesized by such a reaction from a compound of known
configuration, then the configuration is known in the product.

*
CH3CH2CHCH2OH + HCl
CH3

*
CH3CH2CHCH2Cl + H2O
CH3

It is known from X-ray crystallography that (-)-2-methyl-1-butanol is the (S)-isomer.


When pure (-)-2-methyl-1-butanol is reacted with HCl, the product is dextrorotatory.
Since no bonds to the chiral center were broken in the reaction, the (+)-1-chloro-2-methyl
butane is now known to be the (S)-isomer.

CH3
H
CH2OH + HCl
C2H5

CH3
H
CH2-Cl
C2H5

(c) reactions like (b) in which a second chiral center is


generated:
*
*
*
CH3CH2CHClCH3 + Cl2, hv CH3CHClCHClCH3
+ isomers
CH3
H
Cl
CH2
CH3
(S)-

CH3
H
Cl
H
Cl
CH3
(R,S)-

CH3
H
Cl
Cl
H
CH3
(S,S)-

diastereomers in unequal amounts

The transition states are diastereomeric, the Eacts are not


equal, the rates are different.

(d) reactions of chiral compounds with optically active


reagents.
Enantiomers have the same physical properties and cannot
be separated by normal separation techniques like
distillation, etc.
Enantiomers differ in reaction with optically active reagents.
Enantiomeric acids or bases can be reacted with an optically
active base or acid to form salts that are diastereomers.
Since diastereomers have different physical properties
they can be separated by physical methods. The salts
can then be converted back into the free acids or bases.
Resolution the separation of enantiomers.

(+)-HA + (-)-Base

(-)-HA

[(-)-baseH+,(+)A-] +
[(-)-baseH+,(-)A-]

(enantiomers)

(diastereomers, separable)

[(-)-baseH+,(+)-A-] + H+ (+)-HA + (-)-baseH+

[(-)-baseH+,(-)-A-] +

H+

(-)-HA + (-)-baseH+

A racemic modification is converted by optically active


reagents into a mixture of diastereomers which can then be
separated. (resolved)

(e) a reaction of a chiral compound in which a bond to a chiral


center is broken
In a reaction of a chiral compound in which a bond to a chiral
center is broken, the stereochemistry depends on the
mechanism of the reaction.

CH3
CH3CH2CHCH2-Cl
*

Cl2, hv

(S)-(+)-1-chloro-2-methylbutane

CH3
CH3CH2CCH2-Cl + isomers
*Cl
racemic-1,2-dichloro-2-methylbutane
optically inactive mixture

2 Cl.

Cl-Cl

C2H5

CH3
CH2-Cl
H

CH3

+ Cl.

C2H5

CH2-Cl

+ HCl

Cl-Cl
CH3

sp2 hybridized flat free radical

C2H5 CH2-Cl

C2H5

CH3
Cl
CH2-Cl + C2H5
CH2-Cl
Cl
CH3

In a reaction of a chiral compound in which a bond to a


chiral center is broken, the stereochemistry depends on the
mechanism of the reaction. This means that we can use the
stereochemistry of such a reaction to give us information
about the mechanism for that reaction.

Homework problem 4.24


Altogether, the free radical chlorination of
(S)-(-)-1-chloro-2-methylbutane gave six
fractions of formula C5H10Cl2. Four fractions
were found to be optically active, and two
fractions optically inactive. Draw structural
formulas for the compounds making up each
fraction. Account in detail for optical activity
or inactivity in each case.

CH2Cl
H3C
H
CH2
CH3

Cl2, hv

(S)-(-)-1-chloro-2-methylbutane

C5H10Cl2

+ HCl

six fractions:
four optically active
two optically inactive

CH2Cl
H3C
H
CH2
CH3

Cl2, hv

CHCl2
H3C
H
CH2
CH3
A
No bonds to the chiral center
are broken, configuration is
retained. Product is optically
active

CH2Cl
H3C
H
CH2
CH3

Cl2, hv

CH2Cl
H3C
Cl
CH2
CH3

CH2Cl
Cl
CH3
CH2
CH3

B
A bond is broken to the chiral center.
Stereochemistry depends on the
mechanism. Here, the intermediate
free radical is flat and a racemic
modification is formed. This fraction
is optically inactive.

CH2Cl
H3C
H
CH2
CH3

Cl2, hv

CH2Cl
ClH2C C H
CH2
CH3
C
The product no longer has
a chiral center. It is achiral
and optically inactive.

CH2Cl
H3C
H
CH2
CH3

Cl2, hv

CH2Cl
H3C
H
H
Cl
CH3
D

CH2Cl
H3C
H
+
Cl
H
CH3
E

No bond is broken to the chiral center


and a new chiral center is formed. The
products are diastereomers and each
fraction is optically active.

CH2Cl
H3C
H
CH2
CH3

Cl2, hv

CH2Cl
H3C
H
CH2
CH2Cl
F
No bonds to the chiral center
are broken, configuration is
retained. Product is optically
active

CH2Cl
H3C
H
CH2
CH3

Cl2, hv

CHCl2
H3C
H
CH2
CH3

CH2Cl
H3C
Cl
CH2
CH3

CH2Cl
Cl
CH3
CH2
CH3

(S)-(-)-1-chloro-2-methylbutane
A
CH2Cl
ClH2C C H
CH2
CH3
C
CH2Cl
H3C
H
CH2
CH2Cl
F

B
CH2Cl
H3C
H
H
Cl
CH3
D

CH2Cl
H3C
H
Cl
H
CH3
E

optically active
optically inactive