Anda di halaman 1dari 26

Dysfunctional Uterine

Bleeding

Yusrin Aulia (2014-040)


Maulida Angraini (2014-036)

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Ny. K
Jenis Kelami : Perempuan
Umur
: 46 tahun
Alamat
: Jl. Pucang Anom, Surabaya
Pendidikan
: SMA
Pekerjaan : IRT
MRS
: 25 september 2015 (14.30 WIB)

ANAMNESA
Keluhan Utama
Keluar darah dari kemaluan
Riwayat Penyakit Sekarang
Darah yang keluar dari kemaluan terjadi sejak 5 hari sebelum MRS.
Darah keluar terus menerus.
Darah yang keluar cair, warna merah segar, pasien tak terhingga
berganti pembalut dalam sehari.
Saat darah keluar pervaginam, tidak terasa nyeri di kemaluan juga
tidak mengeluh nyeri perut atau pusing sebelum atau setelah keluarnya
darah.
Sedang tidak hamil.

Riwayat Penyakit Dahulu


Pasien tidak pernah merasakan sakit seperti ini sebelumnya
Pasien mengaku tidak mempunyai riwayat hipertensi, diabetes mellitus
dan asma.
Riwayat Penyakit Keluarga
Ibu pasien menderita hipertensi
Keluarga pasien tidak ada yang menderita kencing manis, asma atau
alergi.

Riwayat Siklus Menstruasi


Menarche terjadi pada usia 11 tahun.
Selama menstruasi jadwalnya tidak teratur tetapi setiap bulan
selalu mestruasi sekali dengan lama 5- 8 hari.
Nyeri pada hari pertama menstruasi sering terjadi.
Jarang keputihan.
Riwayat Obstetri
1. laki-laki / 9 bln / SC / dokter / 3400 gr / 9th
2. Perempuan / 9 bln / SC / dokter / 3200 gr / 7th

Riwayat Pengobatan
Pasien langsung berobat ke Poli RSU Haji Surabaya
Riwayat Alergi
tidak ada alergi obat.

PEMERIKSAAN FISIK
Status Interna (IGD):
KU : cukup
KS : CM
TTV
TD : 140/90 mmHg
N
: 72x /menit
RR : 20x /menit
Suhu : 36,9 C
KL : a/i/c/d = +/-/-/Thorax :
jantung : S1S2 tunggal iregular, murmur (-), gallop (-)
paru : suara nafas vesikuler normal, wheezing (-/-), rhonki (-/-)
Abdomen
I : sikatrik (-)
P
: defans muskular (-), nyeri tekan (-), uterus tak teraba
P
: timpani
A
: bising usus (+) normal
Ekstremitas
akral hangat +/+
edema -/sianosis -/-

PEMERIKSAAN FISIK
Status Ginekologi

Inspeksi : keadaan umum baik, perut tak tampak tegang, terlihat


perdarahan pervaginam, cair warna merah segar, ganti
underpad 2x.

Palpasi
uterus

: suppel, tidak ada nyeri tekan, hepar lien tak teraba,


tak teraba, tak teraba massa.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium (IGD)
25 Sept 2015, pukul 11.00 WIB :
Pemeriksaan darah lengkap
- HB
: 7, 43 g/dl
- Leukosit
: 7.740/cmm
- Trombosit : 289.000/cmm
- Hematokrit : 41 %
Plano test
: negatif

DIAGNOSA
Abnormal Uterine Bleeding dengan Anemia

PENATALAKSANAAN
1. Tirah baring
2. Tranfusi darah
3. Hormon steroid
4. Androgen
Propionas testosteron 50 mg im dapat diulang 6 jam kemudian (jika
lama diberikan bahaya virilisasi)
5. Dilatasi dan kuretase
6. Tangani penyakit penyerta
7. Terapi hormonal bila setelah kuretase perdarahan tetap berulang
8. Klomifen menimbulkan ovulasi pada perdarahan anovulatoar
9. Histerektomi, jika dilakukan kerokan beberapa kali tapi
perdarahanya berulang dan sudah punya cukup anak.

TINJAUAN PUSTAKA

Dysfunctional Uterine
Bleeding (DUB)

DEFINISI
Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB) atau Perdarahan
Uterus

Disfungsi

(PUD)

adalah

perdarahan

uterus

abnormal yang terjadi tanpa adanya keadaan patologi pada


panggul, penyakit sistemik tertentu atau kehamilan.
AUB (Abnormal Uterine Bleeding)

EPIDEMIOLOGI

Sering dijumpai pada periemenarche & perimenopouse

Sering disertai dengan penyakit metabolik, endokrin,


penyakit darah, penyakit umum yang menahun, tumor
ovarium, dll

ETIOLOGI
Menurut klasifikasi FIGO
:

Struktur
al

Fungsional

ETIOLOGI
DUB dapat terjadi pada siklus ovulasi ataupun anovulasi yang
sebagian besar disebabkan oleh gangguan fungsi mekanisme
kerja poros hipotalamus hipofisis ovarium endometrium.

ICLAM IAN
A
VAR
OTH
HYP ARY-O
UIT AXIS
PIT
Hormon
Gonadotropin

Granulosa
cells
Hormon
Steroid

Theca cells

Desidua
Fungsionalis
Desidua Basalis
Fase Menstruasi

Fase Proliferasi

Fase Sekresi

PATOFISIOLOGI
insufisiensi korpus
luteum

SIKLUS
OVULASI
,
,
elin VEGF ,
t
o
end ndin, osom
a
is
agl zim l let.
t
s
pro s, en plate
P
i
MM fungs

Terganggunya kontrol
normal hemostasis &
vasokonstriksi
pelepasan jaringan
endometrium tak bisa
dibatasi

korpus luteum persisten

folikel tidak pecah tidak


terjadi ovulsi dan
pembentukan korpus
luteum
hiperplasia endometrium
karena stimulasi
esterogen yang
berlebihan & terus
menerus
Pelepasan
endometrium yang
tidak teratur (irregular
shedding)

ec.kurangnya
produksi
progesteron
karena gangguan
LH releasing
factor

PATOFISIOLOGI
SIKLUS
ANOVULASI
periemenar
ya
n
ke
g
s
tan
m a a l am u m
t
iu
um
bel s hipo ovar
i

aks ofisis
hip
gangguan
endokrin

perimenopou
se
proses te
rhentiny
a
fungsi ov
arium tid
ak
selalu be
rjalan la
ncar

stimulasi esterogen secara


berlebihan pada
endometrium
Endometrium mengalami proliferasi
berlebihan, tanpa diikuti
pembentukan jaringan penyangga
yang baik (ec kadar progesteron
rendah)

Endometrium jadi tebal tapi rapuh


jaringan endometrium lepas tidak
bersamaan, tidak ada kolaps jaringan
perdarahan tidak teratur.

DIAGNOSA

PENATALAKSANAAN
1. Tirah baring
2. Tranfusi darah
3. Hormon steroid
4. Androgen
Propionas testosteron 50 mg im dapat diulang 6 jam kemudian (jika
lama diberikan bahaya virilisasi)
5. Dilatasi dan kuretase
6. Tangani penyakit penyerta
7. Terapi hormonal bila setelah kuretase perdarahan tetap berulang
8. Klomifen menimbulkan ovulasi pada perdarahan anovulatoar
9. Histerektomi, jika dilakukan kerokan beberapa kali tapi
perdarahanya berulang dan sudah punya cukup anak.

Evidence Based Medicine