Anda di halaman 1dari 9

Laporan Praktikum Biologi Dasar 2

Di susun Oleh:

Annafi Rhomadhiyana (130351603595)


Merry Christiani (130351603600)
Rifka Amilia (130351615569)
Sayida Titis S (130351603579)
Vita Fatimah (130351603587)

Dosen Pembimbing :
Dra. Susilowati, M.S.

A. Nama Praktikum
Hari/Tanggal

: EKOLOGI
: Rabu / 22 januari 2014

B. Tujuan
1. Mahasiswa mampu untuk mencari komponen apa saja yang menyusun
ekosistem pada kuadran.
2. Mahasiswa mampu Untuk menganalisis interaksi antara kom[onen yang
ada pada kuadran.
3. Mahasiswa terampil menggunakan alat.
4. Mahasiswa mampu mengukur Suhu tanah,
5. Mahasiswa mampu mengukur kelembaban udara dan suhu udara
6. Mahasiswa mampu mengukur intensitas cahaya.
7. Mahasiswa mampu mengetahui pH tanah.
C. Teori Dasar
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh
hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan
menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling
mempengaruhi.
a. Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:
Komponen hidup (biotik)
Komponen tak hidup (abiotik)
Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan
berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada
suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan, tumbuhan air,
plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik, sedangkan yang
termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen
yang terlarut dalam air.
Satuan makhluk hidup dalam ekosistem dapat berupa individu,
populasi, atau komunitas. Individu adalah makhluk tunggal. Contohnya:
seekor kelinci,seekor serigala, atau individu yang lainnya. Sejumlah
individu sejenis (satu species) pada tempat tertentu akan membentuk
Populasi. Contoh : dipadang rumput hidup sekelompok kelinci dan
sekelompok srigala. Jumlah anggota populasi dapat mengalami
perubahan karena kelahiran, kematian, dan migrasi ( emigrasi dan
imigrasi). Sedangkan komunitas yaitu seluruh populasi makhluk hidup
yang hidup di suatu daerah tertentu dan diantara satu sama lain saling
berinteraksi. Contoh: di suatu padang rumput terjadi saling interaksi
antar populasi rumput, populasi kelinci dan populasi serigala. Setiap
individu, populasi dan komunitas menempati tempat hidup tertentu yang
disebut habitat. Komunitas dengan seluruh faktor abiotiknya
membentuk suatu ekosistem. Suatu komunitas di suatu daerah yang
mencakup daerah luas disebut bioma. Contoh: bioma padang rumput,

bioma gurun, dan bioma hutan tropis. Semua bagian bumi dan atmosfer
yang dapat dihuni makhluk hidup disebut biosfer. Berdasarkan proses
terjadinya, ekosistem dibedakan atas dua macam :
a. Ekosistem Alami, yaitu ekosistem yang terjadi secara alami tanpa
campur tangan manusia. Contoh : padang rumput, gurun,laut
b. Ekosistem Buatan, yaitu ekosistem yang terjadi karena buatan
manusia.
Contoh : kolam, sawah, waduk, kebun
Ekosistem tidak akan tetap selamanya, tetapi selalu mengalami
perubahan. Antara faktor biotik dan abiotik selalu mengadakan interaksi,
hal inilah yang merupakan salah satu penyebab perubahan. Perubahan
suatu ekosistem dapat disebabkan oleh proses alamiah atau karena
campur tangan manusia.
Macam-macam Ekosistem
Secara garis besar ekosistem dibedakan menjadi ekosistem darat dan
ekosistem perairan. Ekosistem perairan dibedakan atas ekosistem air
tawar dan ekosistem air Laut.
1.
Ekosistem Darat : Ekosistem darat ialah ekosistem yang
lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya
(garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma,
yaitu sebagai berikut.
2.
Bioma gurun :Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah tropika
(sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput. Ciri-ciri
bioma gurun adalah gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun).
Suhu slang hari tinggi (bisa mendapai 45C) sehingga penguapan juga
tinggi, sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0C).
Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar. Tumbuhan
semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun
dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya
kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai
jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain
rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking.
3.
Bioma padang rumput : Bioma ini terdapat di daerah yang
terbentang dari daerah tropik ke subtropik. Ciri-cirinya adalah curah
hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur.
Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat.
Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dan rumput
yang keduanya tergantung pada kelembapan.
4.
Bioma Hutan Basah : Bioma Hutan Basah terdapat di daerah
tropika dan subtropik. Ciri-cirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per
tahun. Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu
dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama
antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga
membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim
mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme). Daerah

tudung cukup mendapat sinar matahari. Variasi suhu dan kelembapan


tinggi/besar; suhu sepanjang hari sekitar 25C. Dalam hutan basah
tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan
anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi
hutan, harimau, dan burung hantu.
5.
Bioma hutan gugur : Bioma hutan gugur terdapat di daerah
beriklim sedang, Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang
tahun. Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi,
panas, dan gugur). Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat.
Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan
rakoon (sebangsa luwak).
6.
Bioma taiga : Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara
dan di pegunungan daerah tropik. Ciri-cirinya adalah suhu di musim
dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu
spesies seperti konifer, pinus, dap sejenisnya. Semak dan tumbuhan
basah sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag,
dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
7.
Bioma tundra : Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah
utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak
gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari.
Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji
semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya,
tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin. Hewan
yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada
musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki
rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang
kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
8.
Ekosistem Air Tawar : Ciri-ciri ekosistem air tawar antara lain
variasi suhu tidak menyolok, penetrasi cahaya kurang, dan terpengaruh
oleh iklim dan cuaca. Macam tumbuhan yang terbanyak adalah jenis
ganggang, sedangkan lainnya tumbuhan biji. Hampir semua filum
hewan terdapat dalam air tawar. Organisme yang hidup di air tawar pada
umumnya telah beradaptasi.
D. Alat dan Bahan
Alat :

1. termoHygrometer
2. Luxmeter
3. Kertas lakmus merah
4. Lup

5. Kuadran
6. sendok plastic
7. gelas beker
8. Terrmometer tanah
E. Cara Kerja
Pengamatan Komponen abiotik dan biotik dalam kuadrat
1. Kuadran yang berukuran 1m2 dirangkai.
2. Kuadran diletakkan di atas tanah yang memiliki komponen biotik dan
abiotik yang homogen.
3. Diamati ekosistem yang ada di dalam kuadran menggunakan lup.
4. Kemudian hasil pengamatan dicatat.
Pengamatan suhu tanah
1. Termometer tanah dibersihkan terlebih dahulu.
2. Termometer tanah ditancapkan di dalam tanah sedalam 2/3 dari panjang
alat.
3. Kegiatan 1 dan 2 di ulang kembali sebanyak tiga kali.
Pengamatan pH tanah
1. Diambil tanah yang ada dalam kuadran menggunakan sendok plastik.
2. Tanah yang telah diambil dimasukkan kedalam gelas beker.
3. Kemuadian ditambahkan air kedalam gelas beker yang berisi tanah, dan
diaduk.
4. Kertas lakmus merah diambil dan di letakkan ke dalam gelas beker yang
berisi campuran air dan tanah.
5. Kemudian diamati perubahan warna pada kertas lakmus.
Pengamatan kelembaban dan suhu udara
1.
2.
3.
4.

Diambil termohygrometer yang telah disediakan.


Alat diletekkan di dalam area kuadran.
Kemuadian diamati skala yang ada pada alat.
Hasilnya dicatat.

Pengamatan intensitas cahaya


1.
2.
3.
4.
5.

Diambil luxmeter yang telah disediakan.


Tombol power ditekan.
Kemuadian ditekan tombol c, dan tunggu hingga angkanya stabil.
Dicatat Angka yang telah tertera dialat.
Kegiatan 1-4 diulang sebanyak tiga kali.

F. Data Pengamatan
G. Analisi Data
Yang termasuk factor abiotik dalam kuadran adalah tanah, udara, daundaun kering, ranting-ranting pohon,biji ketapang.. tambahin yang ada d
laporan sementara
Yang termasuk factor biotic dalam kuadran adalah rerumputan, nyamuk,
jangkrik, kumbang, belalang, semut besar, semut kecil, laba-laba, ..
tambahin yang ada di laporan sementara.
pH tanah yang ada dalam kuadran adalah basa. Hal ini dibuktkan karena
warna kertas lakmus merah berubah menjadi biru.
Suhu tanah yang terdapat dalam kuadran dihitung tiga kali pada tempat
berbeda, yaitu24, 24, 24 kemudian ambil rata-ratanya yaitu : 23,67
Suhu udara dalam kuadran yang diperoleh dalam pengamatan adalah 31o.
Kelembaban udara yang terdapat dalam kuadran adalah 40%.
Intensitas cahaya yang terdapat dalam kuadran adalah 650-750. Angka ini
harus dikalikan 100karena menggunaka tombol c. sehingga intensitas
cahayapada kuadran adalah 65000-75000.
H. Pembahasan
Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme
dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata
Yunani oikos (habitat) dan logos (ilmu). Ekologi diartikan sebagai ilmu
yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara
makhluk hidup dan lingkungannya. Dalam ekologi, kita mempelajari
makhluk hidup sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan
berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor
biotik antara lain suhu, air, kelembapan, cahaya, dan topografi, sedangkan
faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan,
tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatantingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem
yang saling mempengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan
kesatuan.
Pada laporan ini, kami diminta untuk membedakan antara
ekosistem yang berada di dalam kuadran dan ekosistem danau. Perbedaannya
meliputi : komponen biotik, komponen abiotiknya, Komponen heterotrof,
komponen autotrof, Adaptasi tumbuhan, Adaptasi hewan.
Komponen biotik yang terdapat dalam kuadran percobaan adalah,
jangkrik, semut kecil (hitam), semut besar (hitam), nyamuk, laba-laba,
belalang, rumput A, rumput B, rumput C, rumput D, rumput E, rumput F,
rumput G, siput, dan kumbang. Sedangkan komponen biotic yang terdapat di
ekosistem danau adalah kura-kura, katak hijau, keong danau, kumbang
peyelam, ikan perch kuning, cacing darah, ikan pike, plankton, bebek sayap
biru, enceng gondok, dan teratai. Perbedaan komponen biotic ini disebabkan
oleh perbedaan lingkungan yang digunakan oleh komponen ini untuk hidup.

Komponen abiotik yang terdapat dalam kuadran percobaan adalah,


kapas, ranting pohon kering, daun kering A, daun kering B, daun kering C,
biji ketapang, bunga mati, suhu tanah, kelembaban udara, suhu udara,
intensitas cahaya, dan pH tanah. Sedangkan komponen abiotik yang terdapat
di ekosistem danau adalah intensitas cahaya, suhu air, bangkai hewan danau,
dan batu. Beberapa komponen abiotik diatas dapat diuraikan oleh
decomposer. Pada kuadran, proses pelapukan daun-daun dan ranting kering
dilakukan oleh cacing tanah, bakteri, dan jasad renik. Pelapukan tersebut
berguna untuk menyuburkan tanah yang akan membuat tanaman tumbuh
subur. Sedangkan proses penguraian dalam danau dilakukan oleh decomposer
yang berbeda, yaitu siput, cacing danau, bakteri, dan cacing darah. Peguraian
yang dilakukan oleh decomposer dalam danau berguna untuk membuat tanah
dalam danau menjadi lembut dan dapat digunakan untuk adaptasi hewan
danau dan juga dapat menyuburkan tanah dalam danau sehingga tanaman air
juga tumbuh subur dan dapat membantu proses produksi oksigen yang
dibutuhkan oleh hewan danau
Komponen heterotrof dalam kuadran
terdiri dari semut, kumbang, laba-laba, jangkrik, dan belalang. Sedangkan
komponen heterotrof dalam danau adalah kura-kura, katak hijau, keong
danau, kumbang penyelam, ikan pirch kuning, ikan pike, zooplankton, dan
bebek sayap biru.
Komponen autotrof dalam kuadran terdiri dari rumput A, rumput
B, rumput C, rumput D, rumput E, rumput F, dan rumput G. sedangkan
komponen autotrof di ekosistem danau adalah teratai, eceng gondok dan
fitoplankton.
Adaptasi tumbuhan yang ada di kuadran bermacam-macam, karena
bukan hanya rumput yang bisa hidup disana. Sedangkan adaptasi tumbuhan
di ekosistem danau biasanya bersel satu dan dinding selnya kuat seperti
beberapa alga biru dan alga hijau. Air masuk ke dalam sel hingga maksimum
dan akan berhenti sendiri. Tumbuhan tingkat tinggi, seperti teratai (Nymphaea
gigantea), mempunyai akar jangkar (akar sulur). Hewan dan tumbuhan rendah
yang hidup di habitat air, tekanan osmosisnya sama dengan tekanan osmosis
lingkungan atau isotonis.
Adaptasi hewan yang ada di kuadran adalah, semut ,jangkrik, dan
siput yang bersembunyi dalam tanah untuk menghindari musuh. Dan juga
belalang, kumbang, dan laba-laba yang bersembunyi di sekitar daun untuk
menghiindari musuh. Sedangkan adaptasi hewan di ekosistem danau misalnya
salah satunya seperti ikan, dalam mengatasi perbedaan tekanan osmosis
melakukan osmoregulasi untuk memelihara keseimbangan air dalam
tubuhnya melalui sistem ekskresi, insang, dan pencernaan.
Pada kuadran terdapat jaring-jaring makanan. Yaitu produsen
(tumbuhan) konsumen 1 (belalang,kumbang,jangkrik) konsumen 2
(Laba-laba) decomposer (bakteri dan jasad renik). Sedangkan pada
ekosistem danau jaring-jaring makanannya adalah, Produsen (fitoplankton)
Konsumen 1 (zooplankton) konsumen 2 (ikan) decomposer (siput
danau, cacing danau).
Banyak perbedaan dalam ekosistem kuadran dan ekosistem danau.
Hal tersebut dikarenakan faktor lingkungan di kuaadran dan danau berbeda.
perbedaan tersebut dapat dilihat dari tingkat kelembaban udara di sekitar

ekosistem, intensitas cahaya, dan temperatur tanah. Dari faktor lingkungan


tersebut berpengaruh terhadap faktor biotik pada ekosistemnya.
I. Kesimpulan
Di dalam ekosistem komponen biotik dan abiotic merupakan satu kesatuan dan
saling mempengaruhi, artinya keduanya saling ketergantungan.
1. Saling ketergantungan antara komponen biotik dan abiotic
Tumbuhan hijau memerlukan cahaya mathari untuk melakukan
proses fotosintesis. Sebagai bahan fotosintesis diperlukan karbon dioksida, air
dan garam garam mineral. Sebaliknya tumbuhan melepaskan oksigen ke udara
sebagai salah satu hasil fotosintesis. Jadi dalam hal ini berhubungan timbal
balik dengan lingkungannya.
2. Saling ketergantungn antara produsen, konsumen dan pengurai
Dalam ekosistem tumbuhan merupakan produasen yang
menghasilkan sumber makanan bagi semua makhluk hidup. Semua makhluk
hidup merupakan makanan bagi produsen. Sebagai cintoh tanaman padi
dimakan oleh ulat sebagai konsumen 1, kemudian ulat dimakan oleh burung
sebagai konsumen 2, kemudian burung mati akan membusuk dan diuraikan
oleh pengurai atau decomposer, dan akan menjadi zat zat yang dibutuhkan
tumbuhan untuk berfotosintesis. Dari alur tersebut burung mendapatkan
makanan dari tanaman padi. Begitu pula tanaman padi secara tidak langsung
mendapatkan makanan dariburung yang mati membusuk tadi.
Pada ekosistem dikenal dengan rantai makanan dan jarring jarring
makanan. Rantai makanan adalah peristiwa urutan makan dan dimakan antara
makhluk hidup yang diawali oleh produsen. Sedangkan jarring jarring makanan
adalah hubungan antara rantai makanan yang satu dengan yang lainnya yang
mempunyai satu keterkaitan.
Terdapat perbedaan antara ekosistem yang berada di dalam
kuadran dan ekosistem danau meliputi : komponen biotik, komponen abiotiknya,
Komponen heterotrof, komponen autotrof, Adaptasi tumbuhan, Adaptasi hewan,
serta jarring-jaring makanannya.
J. Daftar Pustaka
Agra, andri. 2013. Laporan Praktikum Ekologi, (Online),
(http://agracaniago.blogspot.com/2013/05/laporan-praktikumekologi.html), diakses 23 Januari 2014.
Ariani, Deby Utami Siska. 2013. Jenis-Jenis Ekosistem 1, (Online),
(http://debyuta.blogspot.com/2013/04/jenis-jenis-ekosistem_1.html),
diakses 23 Januari 2014.
Hidayat, Rahmad. 2013. Ekosistem dan Hubungan Antar Komponen, (Online),
(http://ki-tapunya.blogspot.com/2013/01/ekosistem-dan-hubungan-antarkomponen.html), diakses 23 Januari 2014.

Husni, Muhammad. 2012. Laporan Praktikum Ekologi, (Online),


(http://muhammadhusniaslam-biologi.blogspot.com/2012/11/laporanpraktikum-ekologi_27.html), diakses 23 Januari 2014.
Mahardika, Ayodia. 2013. Prinsip-Prinsip Ilmu Ekologi Dalam Arsitektur,
(Online), (http://ayodiamahardika.wordpress.com/2013/11/09/prinsipprinsip-ilmu-ekologi-dalam-arsitektur/html), diakses 23 Januari 2014.
Matsugino. 2013. Kumpulan Soal Rantai Makanan, (Online),
(http://mastugino.blogspot.com/2013/04/kumpulan-soal-rantaimakanan.html), diakses 23 Januari 2014.