Anda di halaman 1dari 5

MITOS SEPUTAR HUBUNGAN SEKSUAL

Oleh : Dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS


Ginekolog dan Konsultan Seks

A. Pendahuluan
Mitos tentang seks seringkali menimbulkan kesalahpahaman hubungan pasutri. Informasi yang salah yang
diterima dari generasi ke generasi, sulit untuk menghilangkannya karena sudah merupakan bagian dari
kepercayaan masyarakat. Adanya ketakutan serta hambatan-hambatan akibat mitos yang ada membuat seks
menjadi rutin & membosankan.
Untuk itu, fakta-fakta ilmiah berdasarkan berbagai penelitian diperlukan untuk melawan mitos-mitos seks,
sehingga seks bukan lagi sesuatu yang tabu lagi, bukan hanya merupakan insting manusia untuk
menghasilkan keturunan saja (prokreasi) tapi merupakan ekspresi cinta tertinggi dari suatu hubungan dan
untuk mendapatkan kesenangan (rekreasi).
B. 23 (dua puluh tiga) Mitos dan Fakta Yang berkaitan dengan Hubungan Seksual
1. Mitos : Wanita tidak menyukai seks.
Fakta: Kenyataannya libido atau dorongan seks wanita juga sama besar dengan pria dan wanita
juga sama-sama menyukai dorongan seks tersebut sama dengan pria
2. Mitos : Lebih besar lebih baik
Fakta : Ukuran organ vital pria tidak menjamin kualitas. Psikoterapis asal New York, Jonathan
Alpert, mengungkap, banyak pasien wanitanya yang mengeluhkan ukuran organ vital pasangannya
yang terlampau besar sehingga menyakiti leher rahim mereka. Ini membuktikan bahwa ukuran
besar belum tentu memuaskan, ujarnya.
3. Mitos : Pria harus puas dengan satu kali orgasme per sesi seks mereka
Fakta : Riset terdahulu memang membuktikan seperti itu tapi sekarang banyak pakar-pakar seks
yang mengatakan pria bisa mendapatkan orgasme lebih dari sekali tanpa jeda jika pria cukup
bersabar untuk berlatih. Walaupun pria multi-orgasme masih sangat jarang akan tetapi fenomena
ini biasa bahkan di masa depan seperti kedengarannya saat ini. Pria manapun bisa melakukannya.
Apa yang diperlukan adalah merekondisi otot-otot di pinggang dan beberapa tips-tips dalam
menjaga pikiran.
4. Mitos : Pria muda & lajang melakukan seks setiap saat
Fakta : Menurut suatu riset justru pria yang telah menikah yang lebih banyak melakukan
hubungan seks. Tapi itu hanyalah setengah dari cerita tersebut. Studi tersebut menyatakan juga
bahwa ketika pria yang telah menikah frekuensi seksnya lebih banyak akan tetapi durasinya lebih
pendek dibandingkan pria muda yang lajang.
5. Mitos : Seks dengan partner tidak akan lebih menggairahkan dibanding saat pertama memulai
berhubungan

Fakta : Seks biasa dengan partner jangka panjang merupakan Coolidge effect, suatu fenomena
yang menggambarkan apa yang dikatakan Mark Twain : Keakraban menimbulkan kejenuhan.
Adalah normal jika kita menghadapi rutinitas yang membosankan dengan mengekplorasi tubuh
yang sama ratusan kali. Tapi itu tidak membuat kita terpaku seumur hidup dengan kejenuhan seks:
variasi seks adalah juga bumbu dari kehidupan seks. Jaga dengan hal-hal baru dengan
berekperimentasi dengan posisi atau lokasi yang berbeda, mengambil liburan berdua,
menggunakan alat Bantu seks, nonton film porno atau apa saja yang bisa membuat api cinta
menyala kembali.
6. Mitos : Kaki besar, tangan besar dan hidung besar melambangkan penis yang besar
Fakta : Tidak ada korelasi antara ukuran anggota tubuh dengan ukuran penis.
7. Mitos : Anda adalah seorang yang aneh bila terangsang dengan hal-hal aneh yang berhubungan
dengan seks.
Fakta : Banyak diantara kita yang terangsang dengan apa yang sebagian orang menyebutkan
aneh. Ini tidak membuat menjadi aneh karena itu adalah suatu cara pembelajaran dan menikmati
seksualitas kita dan secara sempurna juga sehat.
8. Mitos : Masturbasi tak ada tempatnya dalam suatu kehidupan seks yang baik
Fakta : banyak pakar-pakar percaya bila masturbasi meningkatkan seks. Sebagai contoh,
masturbasi bisa mengajarkan kontrol ejakulasi. Menonton pasangan seks masturbasi juga bisa
membuat kita tahu sentuhan yang mana yang membuatnya terangsang. Masturbasi juga mudah
ketika anda ingin merasa puas secara cepat, tanpa membangunkan pasangan anda.
9. Mitos : Seks adalah alami tak ada satupun orang yang memerlukan bantuan
Fakta : Seks adalah ekspresi terakhir dari keintiman. Suatu ikatan fisik dan metafisik.Untuk
meningkatkan seks, kita bisa mengeksplorasi batasan-batasan ini dengan cara belajar tentang
tubuh pasangan dan kita sendiri. Dengan cara berekperimentasi dengan buku-buku, film-film dan
alat Bantu seks atau dengan berbicara dengan terapis seks. Seks adalah alam semesta dalam
berekplorasi. Anda tidak harus tinggal dalam planet anda sendiri kecuali jika anda dan pasangan
anda senang berada disana.
10. Mitos : Seks yang baik adalah seks yang merobek & melelehkan kasur
Fakta : Mitos ini dibesar-besarkan oleh media terutama film-film. Pada kenyataannya, satu hal
yang penting yang membuat keintiman pada wanita adalah bagaimana mereka diperlakukan,
bagaimana mereka dilihat dan bagaimana mereka dinilai bukan bagaimana mereka diporak
porandakan.
11. Mitos : Orgasme simultan adalah yang terbaik
Fakta : Orgasme secara simultan bisa membangun keintiman tapi secara logis, perlunya
disamakan pengaturan waktu antara kedua pasangan, dapat membuat tekanan pada pasangan, anda
juga tidak dapat menyaksikan pasangan anda pada saat dia orgasme jika anda juga sedang dalam

orgasme. Coba orgasme secara bersama dan secara terpisah untuk bisa mencoba mengalaminya.
Kemudian konsentrasikan lebih kepada menikmati hubungan seks tanpa memikirkan siapa lebih
dulu atau sama-sama orgasme.
12. Mitos : Jika hidup baik, anda tidak mempunyai masalah-masalah seks
Fakta : Suatu hubungan yang kokoh dan penuh kasih sayang berdasarkan kepercayaan, kejujuran
dan komunikasi yang baik adalah mungkin fondasi yang terbaik untuk seks yang luar biasa. Dan
juga bisa menjadi landasan untuk menghadapi rintangan-rintangan kehidupan.
13. Mitos : Wanita tidak bisa ejakulasi
Fakta : Walaupun pemikiran secara tradisional menyebutkan pria sajalah yang bisa ejakulasi,
banyak peneliti-peneliti yang percaya jika wanita juga bisa melakukannya juga. Mereka
mengatakan ejakulasi wanita datang ditengah-tengah klimaks ketika mengalami stimulasi vaginal
yang dalam, khususnya pada titik G spot (G spot yaitu sekumpulan saraf-saraf pada dinding bagian
atas depan dari vagina wanita).
14. Mitos : Wanita tidak menyukai seks kilat atau quickies
Fakta : Ada kepercayaan yang salah yang mengatakan bahwa quickies atau seks kilat ketinggalan
jaman yaitu quickies tersebut merupakan bagian inti dari keegoismean dari pria dan merupakan
bentuk terakhir dari kelalaian seksual wanita. Secara berkebalikan quickies bisa menjadi beban
hasrat untuk pria & wanita. Prasyarat yang lebih jelas adalah pria & wanita menikmatinya &
jangan lebih memilih quickies dengan mengorbankan kasih sayang yang lebih lama terlebih jika
itu adalah yang diingini atau dibutuhkan partner anda.
15. Mitos : Pria bisa berpura-pura orgasme
Fakta : Pria bisa. Walaupun kepercayaan yang populer menyatakan bahwa orgasme adalah
ejakulasi dimana sebenarnya sangatlah sukar untuk berpura-pura tentang itu. Para pakar seks
menyatakan adanya perbedaan antara rasa euphoria dari orgasme dengan proses actual dari
ejakulasi. Beberapa pria yg bisa multi orgasme, sebagai contoh, telah melatih diri sendiri untuk
menikmati beberapa orgasme yang kering sebelum berejakulasi pada klimaks terakhir. Orgasme
yang tidak disertai ejakulasi tersebut dikatakan menyenangkan sama seperti ejakulasi
sesungguhnya bahkan dibeberapa kasus bisa dikatakan lebih menyenangkan.
16. Mitos : Seorang pria yang berpengalaman bisa mengetahui kapan seorang wanita klimaks
Fakta : Kebanyakan wanita, jika mereka lebih memilih, bisa berpura-pura orgasme dengan sangat
menyakinkan. Ada beberapa contoh, walaupun sulit, tanda-tanda yang perlu diperhatikan,
Sebagaimana wanita yang terangsang bibirnya akan merekah, biji matanya membesar,
payudaranya mengencang, kulitnya memerah dan puting susunya membesar. Ketika memasuki
fase klimaks (orgasme) tubuhnya bertingkah seperti pria, otot-ototnya mengencang, wajahnya
menyeringai, mengerang atau berteriak dan mendorong pinggangnya atau bagian panggulnya.
17. Mitos : Tidak boleh berhubungan seks ketika masa kehamilan

Fakta : Seorang wanita yang sehat bisa menikmati seks sampai waktu melahirkan, walaupun
kedua pasangan harus merubah teknik dan posisinya. Banyak wanita menyatakan bahwa mereka
sangat menikmati seks ketika masa kehamilan.
18. Mitos : Seorang pria sejati menyenangkan pasangannya setiap saat
Fakta : Adalah tugas dari pria untuk memuaskan pasangannya setiap saat, pada suatu waktu.
Jikalau tidak, pria tersebut jauh dikatakan dari pria sejati. Itu masa lampau, sekarang para pakar
seks mengatakan bahwa setiap pasangan bertanggung jawab untuk orgasmenya masing-masing.
Seorang wanita harus berbicara secara terbuka kepada pria tentang apa yang berlaku terbaik
untuknya dan janganlah menganggap apa yang dia sebut sebagai suatu kritik. Sebaliknya pria juga
harus mengatakan pada wanita apa yang berlaku terbaik untuknya.
19. Mitos : Pria kulit hitam mempunyai penis yang panjang
Fakta : Pada rata-rata, penis yang ereksi untuk kebanyakan pria diantara 5 sampai 7 inchi. Pria
kulit hitam, bagaimanapun juga, rata-rata mempunyai ukuran lebih panjang sedikit dari pria kulit
putih dan pria kulit putih pada rata-rata mempunyai ukuran lebih panjang sedikit dari pria asia.
Meskipun begitu, sangatlah sukar, bahkan mustahil, untuk mengambil kesimpulan data yang akurat
untuk para individu berdasarkan suku bangsa.
20. Mitos : Wanita tidak menyukai film-film porno
Fakta : Beberapa studi mengatakan bahwa pria cenderung lebih terorientasi secara visual
dibandingkan wanita, tapi, pada keseluruhan wanita juga menikmati film-film erotis. Hanya saja
mereka tidaklah secara terbuka terangsang oleh film-film tersebut dibanding pria dan beberapa
wanita malahan tidak menyukai variasi film-film porno yang terlalu vulgar (hardcore).
21. Mitos : Seks yang baik haruslah termasuk hubungan fisik dan seorang wanita yang responsif akan
seks haruslah klimaks dari hubungan seks itu sendiri
Fakta : Ketika seks yang konotasinya berhubungan secara fisik, tidaklah terlalu penting untuk
harus selalu orgasme. Beberapa pasangan menikmati sesi petting berkepanjangan, mungkin
dengan pijatan-pijatan yang merelaksasi sebagaimana mereka menikmati hubungan seks yang
sesungguhnya. Dan walaupun beberapa wanita bisa orgasme secara penetrasi vagina yang dalam,
beberapa juga mengalami kesulitan untuk orgasme melalui vagina saja. Beberapa wanita
memerlukan stimulasi klitoris secara langsung dan berkepanjangan untuk mendapatkan orgasme.
22. Mitos : Mempunyai fantasi-fantasi seks adalah tanda yg pasti akan sesuatu yang salah pada suatu
hubungan
Fakta : fantasi seksual memperbaiki kualitas dari kehidupan seksual. Pria yang mempunyai fantasi
seks memiliki sedikit problem seks dan menikmati kepuasan seksual dibanding mereka yang tidak
punya fantasi seks.
23. Mitos : Membayangkan tentang seks dengan wanita lain selain pasangan sendiri berarti ada
sesuatu yang kurang dalam suatu hubungan

Fakta : Sekali lagi kenyataaannya tidak. Anda bisa sangat bahagia dengan pasangan anda sekarang
dan juga membayangkan seorang wanita lain saat berhubungan seks. Jangan kuatir- karena hal itu
merupakan sesuatu yang lumrah saja.

C. Penutup
Masih banyak mitos-mitos yang ada dalam masyarakat, apalagi pada masyarakat yang mentabukan seks.
Mitos alat kuat, termasuk mitos yang hampir ada disetiap kebudayaan. Namun, dengan makin terbukanya
informasi, banyaknya penelitian-penelitian tentang seks, mitos-mitos ini perlahan-lahan digantikan oleh
fakta.
DAFTAR PUSTAKA
1.
2.
3.
4.

Chichester B. Sex Secret, Rodale Press, Pennsylvania, 1996


C. Robert. Baur K. Our Sexuality. Thomson Wadsworth USA, 2005
Master H, Virginia M, Sex & Human Loving, Little Brown & Company 1986
O.Reilly. Bottom Ly C. Pocket Essential of Obstetrics & Gynecology, Elsevier Saunders, London,
2005.
5. Rees M. Hope S. Problem Solving in Womens Health, Clinical Publishing Oxford, USA, 2008.