Anda di halaman 1dari 77

REUMATOLOGI /

MUSKULOSKELETA
L
Fachrudi Hanafi, MEpid

Materi kuliah muskuloskeletal


Pengertian, etiologi, patofisiologi, tanda & gejala,
komplikasi, penatalaksanaan medik, pemeriksaan
diagnostik, pemeriksaan lab pada kasus :
Osteomielitis
Osteoporosis, Gout, Rematoid Artritis
Fraktur, dislokasi
Kedaruratan
Pembedahan ORIF, OREF, keganasan, amputasi,
debridement
Pemeriksaan fisik

Buku literatur :
Kumpulan kuliah ilmu bedah FK-UI
Buku ajar Ilmu Bedah, terbitan EGC

Pemeriksaan Fisik pd
Muskuloskeletal
1. Pemeriksaan umum (status generalisata) --- utk
mendptkan gambaran umum
2. Pemeriksaan setempat (status lokalis)
Gambaran umum :
A. Keadaan umum/KU :
a. Kesadaran
b. Kesakitan
c. Tanda2 vital : T, N, R & Sb
B. Px sistematik : kepala ujung jari kaki

Keadaan lokal
Inspeksi
Palpasi
Pergerakan terutama mengenai lingkup
gerak

BURSITIS
DEFINISI
Bursitis adalah peradangan pada bursa yang
disertai rasa nyeri.
Bursa adalah kantong datar yang mengandung
cairan sinovial, yang memudahkan pergerakan
normal dari beberapa sendi pada otot dan
mengurangi gesekan.
Bursa terletak pada sisi yang mengalami
gesekan, terutama di tempat dimana tendon
atau otot melewati tulang.
Dalam keadaan normal, sebuah bursa
mengandung sangat sedikit cairan. Tetapi jika
terluka, bursa akan meradang dan terisi oleh
cairan.

PENYEBAB
Penyebabnya seringkali tidak diketahui, tetapi
bursitis dapat disebabkan oleh:
- Pemakaian berlebihan selama bertahun-tahun
- Cedera
- Gout
- Pseudogout
- Artritis rematoid
- Infeksi.
Yang paling mudah terkena bursitis adalah
bahu, bagian tubuh lainnya yang juga bisa
terkena bursitis adalah sikut, pinggul, panggul,
lutut, jari kaki dan tumit.

GEJALA
Bursitis menyebabkan nyeri dan
cenderung membatasi pergerakan,
tetapi gejalanya yang khusus tergantung
kepada lokasi bursa yang meradang.
Jika bursa di bahu meradang, maka jika
penderita mengangkat lengannya untuk
memakai baju akan mengalami kesulitan
dan merasakan nyeri.

Bursitis akut terjadi secara mendadak.


Jika disentuh atau digerakkan, akan timbul
nyeri di daerah yang meradang.
Kulit diatas bursa tampak kemerahan dan
membengkak.
Bursitis akut yang disebabkan oleh suatu
infeksi atau gout menyebabkan nyeri yang
luar biasa dan daerah yang terkena
tampak kemerahan dan teraba hangat.

Bursitis kronis merupakan akibat dari


serangan bursitis akut sebelumnya atau
karena cedera yang berulang.
Pada akhirnya, dinding bursa akan menebal
dan di dalamnya terkumpul endapan kalsium
padat yang menyerupai kapur.
Bursa yang telah mengalami kerusakan sangat
peka terhadap peradangan tambahan.
Nyeri menahun dan pembengkakan bisa
membatasi pergerakan, sehingga otot
mengalami penciutan (atrof) dan menjadi
lemah.
Serangan bursitis kronis berlangsung selama
beberapa hari sampai beberapa minggu dan
sering kambuh.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan
gejala dan pemeriksaan fisik.
Daerah di sekitar bursa terasa sakit
jika diraba dan pergerakan sendi
tertentu menimbulkan nyeri.
Jika bursa tampak membengkak, bisa
diambil contoh cairan dari bursa dan
dilakukan pemeriksaan terhadap
cairan untuk menentukan penyebab
dari peradangan.

PENGOBATAN
Bursa yang terinfeksi harus dikeringkan
dan diberikan antibiotik.
Bursitis akut non-infeksius biasanya
diobati dengan istirahat, dimana untuk
sementara waktu sendi yang terkena tidak
digerakkan dan diberikan obat peradangan
non-steroid (misalnya indometasin,
ibuprofen atau naproksen)
Kadang diberikan obat pereda nyeri.
Selain itu bisa disuntikkan campuran dari
obat bius lokal dan kortikosteroid langsung
ke dalam bursa. Penyuntikan ini mungkin
perlu dilakukan lebih dari 1 kali.

Pada bursitis yang berat diberikan kortikosteroid


(misalnya Prednison) per-oral (ditelan) selama
beberapa hari.
Setelah nyeri mereda, dianjurkan untuk melakukan
latihan khusus guna meningkatkan daya jangkau
sendi.
Bursitis kronis diobati dengan cara yang sama.
Kadang endapan kalsium yang besar di bahu bisa
dibuang melalui jarum atau melalui pembedahan.
Kortikosteroid bisa disuntikkan langsung ke dalam
sendi.
Terapi fisik dilakukan untuk mengembalikan fungsi
sendi. Latihan bisa membantu mengembalikan
kekuatan otot dan daya jangkau sendi.
Bursitis sering kambuh jika penyebabnya
(misalnya gout, artritis rematoid atau pemakaian
berlebihan) tidak diatasi.

PENCEGAHAN
Jika kegiatan tertentu menyebabkan terjadinya
bursitis, maka batasi kegiatan dan disarankan
untuk menggunakan tindakan protektif.
Gunakan kneepads atau bantalan untuk
berkebun dan menggosok lantai.
Pekerja seperti tukang pipa harus
menggunakan pelindung lutut. Pilihlah sepatu
yang lebih tepat atau bantalan pergelangan
kaki dengan bantalan.
Untuk meningkatkan kelenturan dan
memperkuat otot-otot yang terlibat dalam
gerak sendi spy melakukan latihan rehabilitasi.

OSTEOMYELITIS
Infeksi akut tulang yg dpt tjd krn penyebaran
infeksi dari darah (hematogen) atau yg lbh
sering stl kontaminasi fraktur tulang terbuka
atau reduksi bedah (eksogen)
Luka tusuk pd jaringan lunak atau tulang yg tjd
akibat gigitan hewan atau injeksi IM yg salah
tempat dpt menyebabkan osteomielitis
eksogen
Bakteri ad penyebab umum osteomielitis
namun virus, jamur atau mikroba lain juga
berperan

Peny ini sulit diobati krn dpt


terbentuk abses lokal
Abses tulang biasanya memiliki
suplai darah yg buruk shg pelepasan
sel imun dan antibiotik terbatas
Nyeri hebat dan disabilitas permanen
dpt tjd bila infeksi tulang tdk diobati
dgn segera dan agresif

Gejala klinis
Pd anak2 yg hematogen : demam, menggigil,
keengganan menggerakan extremitas tertentu
Pd dewasa gejalanya samar dan berupa
demam, letih dan malaise
Infeksi saluran napas, saluran kemih, telinga
atau kulit sering mendahului osteomielitis
hematogen
Pd yg eksogen biasanya disertai tanda cedera
dan inflamasi di tempat nyeri. Tjd demam dan
pembesaran nodus limfe regional

Komplikasi &
Penatalaksanaan
Bisa tjd kronis yg ditandai nyeri hebat yg tdk
berkurang dan penurunan fungsi bagian
tubuh yg terkena
Ab dpt diberikan pd yg mengalami fraktur
atau luka tusuk jaringan lunak yg
mengelilingi tulang sebelum tanda2 infeksi
timbul
Bila infeksi tulang sudah tjd perlu terapi Ab
agresif
Kdg2 perlu operasi bila infeksi sulit teratasi

ARTRITIS REMATHOID
Penyakit autoimun yg ditandai o/
sinovitis erosif yg simetris dan pd
bbrp kasus disertai keterlibatan
jaringan extraartikuler
Sbgian besar kasus perjalanannya
kronik fluktuatif yg mengakibatkan
kerusakan sendi yg progresif,
kecacatan dan bahkan kematian dini

Peny inflamasi sistemik kronik yg


terutama mengenai sendi diartrodial
Termasuk peny autoimun dgn etiologi yg
tdk diketahui
Kriteria Dx (ACR/ARA, 1987) :
Kaku pagi, sekurangnya 1 jam
Artritis sekurangnya pd 3 sendi
Artritis pd sendi pergelangan tangan,
metacarpopalang & proximal interpalang

Artritis yg simetris
Nodul rematoid
Faktor rematoid serum +
Gambaran radiologik yg spesifik
Utk Dx AR diperlukan 4 dr 7 kriteria di
atas. Kriteria 1-4 hrs minimal diderita
selama 6 mgg
DD : spondiloartropati seronegatif,
sindrom Sjogren

Px penunjang

OSTEOMALACIA &
RAKITIS

Peny tulang metabolik yg dijumpai pd


individu dewasa
Disebabkan penurunan mineralisasi osteoid
akibat defisiensi Ca, fosfat atau keduanya
Menyebabkan tulang mjd mudah patah dan
lunak
Biasanya tjd akibat defisiensi vit D atau
insensitivitas atau peny ginjal
Tanpa mineralisasi tulang yg adekwat tulang
mjd lebih tipis

Peny Crohn, sindrom malabsorbsi


dan fibrosis sistik
Gejala asimptomatik spi tjd fraktur
Kolaps vertebra sering tjd dgn
perubahan postur dan tinggi terkait
Diperlukan terapi vit D disertai
suplementasi Ca
Atasi penyakit mendasarnya

Rakitis : peny tlg pd anak yg


disebabkan ol defisiensi vit D
Rakitis menyebabkan disorganisasi
tlg terutama di lempeng
pertumbuhan/epifisis shg
memperlambat pertumbuhan dan
mengganggu perkembangan tlg

OSTEOPOROSIS
Peny tulang metabolik yg ditandai o/ penurunan
densitas tulang yg parah shg mudah tjd fraktur
Tjdnya bila kecepatan resoprsi tulang sangat
melebihi kecepatan pembentukan tulang
Tulang yg dibentuk normal tp krn jlh tulang
terlalu sedikit tulang mjd lemah
Semua tulang dpt mengalami osteoporosis
meskipun biasanya tjd di tulang pangkal paha,
panggul, pergelangan tangan, kolumna
vertebralis

Penyebab
Kecepatan pembentukan tulang
berkurang scr progresif sejalan dgn usia
y g dimulai pd usia 30 / 40 th
Resorpsi tulang melebihi pembentukan
pd usia dekade ke empat atau ke lima
Pd wanita penipisan tlg plg signifikan tjd
selama dan setelah menopause
Penurunan estrogen pasca menopause
sangat berperan

Wanita kurus, berambut terang &


merokok sangat rentan thd
osteoporosis krn tulangnya kurang
padat
Penyebab lain : penurunan aktivitas
fisik dan ingesti obat ttt termasuk
kortikosteroid dan antasid yg
mengandung aluminium
meningkatkan eliminasi kalsium

DEGENERATIF JOINT
DISEASE
Osteoartritis
Sekelompok peny yg overlap dgn
etiologi yg mungkin berbeda-beda,
namun mengakibatkan kelainan
biologis, morfologis dan gambaran
klinis yg sama

Peny sendi yg plg banyak ditemukan


Merup peny sendi tertua dgn nama lain :
osteoartrosis, peny sendi degeneratif & artritis
hipertrofik
Merup kelainan sendi non inflamasi yg
mengenai sendi yg dpt digerakkan terutama
sendi penopang berat badan, dgn gbran
patologis yg karakteristik berupa
memburuknya rawan sendi serta terbentuknya
tlg2 baru pd sub kondreal & tepi2 tlg yg
membtk sendi
Sulit kesembuhan yg dpt dicapai scr klinis

Etiologi / faktor predisposisi


Umur : krn jlhnya banyak sesuai dgn
meningkatnya usia
Pengausan
Obesitas
Trauma
Keturunan
Akibat peny sendi lain : AR, artritis krn
infeksi akut/kronis (TBC sendi)
Peny endokrin spt hipotiroidisme

Patogenesis
Tidak diketahui
Bila tjd ketidak seimbangan antara
tekanan pd sendi dgn kemampuan
fisiologis sistem peredam kejut, jar
lunak, tlg rawan, tlg pembentuk
sendi, metabolik & faktor trauma shg
menimbulkan perubahan

Klasifikasi
OA primer : merup OA yg tdk diketahui
peny atau fektor predisposisi yg
mendasarinya. Jenis ini plg banyak
ditemukan
OA sekunder : sudah didahului o/
kerusakan atau kelainan spt displasia
sendi, artritis
OA simtomatik : yg tjd pd peny
metabolik

Gejala klinis
Bervariasi tgtung pd sendi yg terkena,
lama dan intensitas penyakitnya serta
respon pend thd peny yg dideritanya
Scr teoritis semua sendi dpt terkena OA
Scr umum gejalanya :
Nyeri sendi : peradangan & mekanik
Kaku sendi, bs ditemukan krepitasi pd
pergerakan sendi
Pembengkakan sendi
Deformitas
Ggg fungsi

Px penunjang
Laboratorium : berguna utk menyingkirkan
peny sendi lain, krn tdk ada satupun yg spesifik
utk OA
Radiologi , kriteria radiologisnya sbb:
1. Osteofit pd tepi sendi atau tempat melekatnya
ligamen
2. Adanya periarticular ossicle terutama pd DIP &
PIP
3. Penyempitan celah sendi disertai sklerosis
jaringan tulang subkondreal
4. Adanya kista dgn ddg yg sklerotik pd
subkondreal
5. Perubahan btk tlg spt pd kaput femur

Kriteria Dx Ro yi :
Meragukan : bila ditemukan 1 dr 5
kriteria
OA minimal : bila ditemukan 2 dr 5
kriteria
OA moderat : bila ditemukan 3 dr 5
kriteria
OA berat/severe : bila ditemukan 4 dr 5

Diagnosis
Ditegakkan berdasarkan : Ax, PF,
radiologis, Px lab tertentu
Utk OA pd vertebra sulit di Dx bila
tanpa disertai bukti radiologis
Spi saat ini belum ada kriteria
international utk Dx scr klinis
DD : Pirai & artritis rematoid

Pengobatan

Sampai sekarang belum dpt dicegah


Tujuan Tx :
Menghilangkan rasa sakit
Memperkecil ketidak mampuan
/disability
Memperbaiki fungsi sendi yg terkena
Menghambat progresifitas
penyebabnya

GOUT/PIRAI
Penyakit yg disebabkan o/ deposisi
kristal monosodium urat yg tjd akibat
supersaturasi cairan extra sel dan
mengakibatkan satu atau beberapa
manifestasi klinik
Kriteria Dx ACR/ARA (1977) :
Didapatkan kristal monosodium urat di
dalam cairan sendi, atau di dalam tofus
atau didapatkan 6 dr 12 kriteria berikut :

Inflamasi maximal pd hari pertama


Serangan atritis akut > 1 kali
Artritis monoartikular
Sendi yg terkena berwarna kemerahan
Pembengkakan & sakit pd sendi metacarpal 1
Serangan pd sendi MTP unilateral
Serangan pd sendi tarsal unilateral
Tofus
Hiperurisemia

Pembengkakan sendi asimetris pd


gambaran radiologik
Kista subkortikal tanpa erosi pd
gambaran radiologik
Kultur bakteri cairan sendi negatif

DD : pseudo gout, artritis septik, AR


Px penunjang : LED, CRP
Analisis cairan sendi
Asam urat darah & urin 24 jam
Ureum, kreatinin, CCT
Radiologi sendi
Terapi :
Penyuluhan
Pengobatan fase akut

Pengobatan hiperurisemia
Komplikasi :
Tofus
Deformitas sendi
Nefropati gout, gagal ginjal, batu
saluran kencing

OSTEOGENIK
IMPERFEKTA
Osteogenesis imperfekta ad peny genetik yg
ditandai o/ defek pd sintesis jaringan
penyambung
Peny ini menyebabkan tulang mjd tipis,
kurang berkembang & mudah fraktur
Gejala klinis :
Muncul saat anak mulai berjalan dan akan
jatuh
Anak pendek, deformitas kranial dan
extremitas

Pertumbuhan gigi dan email abnormal


Kulit tipis, sklera mata kebiruan akibat penurunan
deposit kolagen
Ketulian krn adanya deformitas tulang
Penanganan :
Ditujukan utk mengurangi kejadian fraktur dgn
mengajarkan tindakan keamanan
Stabilisasi fraktur scr aman dgn fiksasi internal
Suplementasi hormon pertumbuhan dpt
memperbaiki hasil pertumbuhan dan mengurangi
kejadian fraktur

MULTIPLE MYELOMA
Peny klonal yg ditandai proliferasi salah
satu jenis limfosit B dan sel2 plasma yg
berasal dr limfosit tsb. Sel2 ini menyebar
mll sirkulasi dan mengendap terutama di
tulang menyebabkan tulang mengalami
kerusakan, inflamasi dan nyeri
Antibodi yg dihasilkan o/ sel2 plasma ad IgG
& IgA klonal
Penyebab tdk diketahui tp faktor risiko ad
pajanan okupasional thd materi & gas ttt

Radiasi & kemungkinan alergi obat multipel


Angka keselamatan hidup rendah
Gejala klinis :
Nyeri & fraktur tulang dpt tjd
Keletihan & penurunan BB
Disfungsi neurologis akibat peningkatan
kadar Ca darah yg tinggi krn rusaknya tulang
Infeksi berulang akibat penurunan fungsi sel
B

Komplikasi : gagal ginjal akibat


pengendapan protein Bence jones di
tubulus ginjal
Anemia berat
Penanganan : kemoterapi, radiasi,
transplantasi tulang

Fraktur Tulang
Adalah patah pada tulang
Fr komplet : Fr yg mengenai tlg scr
keseluruhan
Fr inkomplet : mengenai sccr parsial
Fr tertutup : Fr yg tdk menyebabkan
robekan kulit
Fr terbuka : Fr yg menyebabkan
robekan kulit

Etiologi
Plg sering ad trauma --- fr traumatik
Fr patologis : dpt tjd stl trauma minimal
atau tekanan ringan bila tulang lemah.
Sering tjd pd lansia yg mengalami
osteoporosis. Juga pd individu yg
menderita tumor tulang, infeksi dll
Fr stres/fatigue fr : dpt tjd pd tlg normal
akibat stres tingkat rendah yg
berkepanjangan atau berulang
Disebut juga fr keletihan/fatique. Biasanya
menyertai peningkatan yg cepat tkt latihan
atlet atau permulaan aktivitas fisik yg baru

Krn kekuatan otot meningkat lbh


cepat drpd kekuatan tlg yi aktivitas
oto melebihi kekuatan tlg shg tlg tdk
mampu menunjang peningkatan
tekanan
Fr stres plg sering tjd pd individu yg
melakukan olah raga daya tahan spt
lari jarak jauh

Gejala klinis
Nyeri , menyertai patah tlg dan cedera
jaringan lunak. Juga spasme otot. Pd fr
patologis biasanya tdk nyeri
Perubahan posisi tlg atau extremitas
Pembengkakan disekitar tempat fraktur
Gangguan sensasi/kesemutan
Denyut nadi di distal fr hrs utuh
Krepitasi yg terdengar saat tlg
digerakkan

Pemeriksaan Penunjang
Radiologi, menunjukkan Fr tlg
Scan tlg, dpt menunjukkan Fr stres

Komplikasi
Non union, delayed union, mal union tlg --menimbulkan deformitas atau hilangnya
fungsi
Sindroma kompartemen yg ditandai
kerusakan atau destruksi saraf dan
pembuluh darah yg disebabkan o/
pembengkakan dan udema di daerah fr

Utk memeriksa sindroma ini yg perlu


dievaluasi dgn sering pd tlg yg cedera
atau di gips : nyeri, pucat, parestesia &
paralisis, denyut nadi
Embolus lemak bs tjd stl fr terutama tlg
panjang, bila ke paru menimbulkan gawat
napas & gagal napas

Penatalaksanaan
Hrs segera diimobilisasi utk meminimalkan
kerusakan
Penyambungan kembali tlg/reduksi agar tjd
pemulihan posisi tlg yg normal
Reduksi bs tertutup/tanpa pembedahan & terbuka
Traksi dpt diperlukan utk mempertahankan reduksi
dan menstimulasi penyembuhan
Imobilisasi jangka panjang perlu dilakukan agar tjd
pembentukan kalus & tlg baru --- dgn gips atau
bidai

Derajat fraktur terbuka


Derajat

Luka

Fraktur

Laserasi < 2 cm

Sederhana,
dislokasi fragmen
minimal

II

Laserasi > 2 cm, kontusio Dislokasi fragmen


otot disekitarnya
jelas

III

Luka lebar, rusak hebat


Kominutif,
atau hilangnya jaringan di segmental,
sekitarnya
fragmen tulang
ada yg hilang

Jenis Fraktur

Fisura
Serong/obliq sederhana
Lintang sederhana
Kominutif
Segmental
Dahan hijau
Kompresi
Impaksi
Impresi
Patologis

Diagnosis Fraktur
Anamnesis : adakah cedera khas
Inspeksi : bandingkan kiri dan kanan
Palpasi : analisis nyeri (nyeri obyektif,
subyektif, nyeri lingkar, nyeri sumbu pd
tarikan dan atau tekanan)
Gerak : aktif dan atau pasif
Catatan : setiap gerakan/manipulasi
pd fraktur hrs dihindari !!!

Syarat mutu foto Rontgen


Fraktur di pertengahan foto
Persendian proksimal dan distal termasuk
foto
2 foto dua arah bersilangan 90
Sinar menembus tegak lurus

Pengelolaan Fraktur
A. Konservatif :
Proteksi
Reposisi
Imobilisasi
Traksi
B. Operatif :
Reposisi & Imobilisasi
Prostesis
C. Mobilisasi : berupa latihan

Sifat Fraktur Anak

Sering berupa dahan hijau


Penyembuhannya cepat
Penanganan tertutup memuaskan
Traksi kulit efektif
Jarang ditemukan kekakuan sendi

Komplikasi Fraktur
Segera : lokal & umum
Dini : lokal & umum
Lama : lokal & umum

Kaidah emas penanganan


fraktur
Perhatikan adanya obstruksi jalan napas,
perdarahan, syok, kesadaran, baru periksa
fraktur
Pasang bidai di tempat kecelakaan utk
menghindari cedera pd jaringan lunak
Hindari penanganan fraktur yg tdk perlu
Perhatikan adanya cedera saraf
(motorik/sensorik), pembuluh darah (terutama
di distal fraktur) dan atur kontrol berkala

Perhatikan adanya cedera lain : pneumotoraks,


perdarahan dalam & tanda cedera otak saat
pengawasan berikutnya
Perhatikan anamnesa, palpasi & sifat nyeri
Reposisi hrs dilakukan secepatnya
Nyeri kontinu sering disebabkan o/ iskemia kulit
atau iskemi seluruh anggota gerak
Traksi hrs sering ditengok utk menghindari tarikan
salah arah/distraksi
Yg tdk diimobilisasi hrs bergerak scr teratur mll
mobilisasi dan latihan

Fraktur terbuka selalu merupakan luka


dan fraktur terkontaminasi
Tujuan penanganan ad. Tercapainya faal
tanpa gangguan
Pemeriksaan foto Rontgen tdd foto yg
diambil dr 2 arah

Atrofi
Merup penurunan ukuran sel atau
jaringan
Atrofi otot dpt tjd akibat tdk
digunakannya otot atau tjd pemutusan
saraf yg mempersarafi otot tsb
Tulang tdk dpt mengalami atrofi, tp
densitas tlg dpt berkurang akibat tdk
digunakannya tlg, atau adanya
penyakit atau defisiensi metabolik

Strain
Trauma pd otot atau tendon, biasanya tjd
ketika otot atau tendon teregang melebihi
batas normalnya
Strain dpt mencakup robekan atau ruptur
jaringan
Inflamasi tjd pd cedera otot atau tendon yg
menyebabkan nyeri dan pembengkakan
jaringan
Penyembuhan memerlukan waktu beberapa
minggu

Sprain
Ad trauma pd sendi, biasanya
berkaitan dgn cedera ligamen. Pd
sprain yg berat ligamen dpt putus
Sprain menyebabkan inflamasi,
pembengkakan, nyeri
Penyembuhan memerlukan waktu
beberapa minggu

Dislokasi Sendi
Keadaan ini tjd ketika tlg bergeser dr posisinya
pd sendi
Subluksasi adalah dislokasi parsial sendi
Dislokasi sendi biasanya tjd stl trauma berat,
yg mengganggu kemampuan ligamen
menahan tulang di tempatnya
Gambaran klinis : nyeri, pembengkakan,
kehilangan rentang gerak sendi
Kdg2 tdp suara letupan yg terdengar atau
terasa pd saat tjdnya atau selama px fisik

Dislokasi sendi biasanya akan tampak pd


radiograf
Penanganan : manipulasi atau bedah
perbaikan yg diikuti dgn imobilisasi spi
struktur sendi sembuh

TUMOR TULANG
Dpt bersifat kanker atau benigna
Dpt tjd sbg peny primer (yg berasal dr tlg) atau
lbh sering tjd akibat metastasis dr tumor lain
Kanker sum2 tlg menyebabkan leukemia atau
mieloma
Kanker primer osteoblas atau osteosit dis
sarkoma osteogenik
Sarkoma osteogenik sering tjd pd tlg panjang
terutama femur atau di lutut

Kanker kartilago dis kondrosarkoma, biasanya tjd di


femur atau panggul
Gbrn klinis :
Nyeri yg berkaitan dgn inflamasi, disertai
pembengkakan di dlm & sekitar tlg
Fraktur patologis
Diagnostik :
MRI
Biopsi tlg akan mengidentifikasi neoplasma dan
jaringan yg terlibat

Komplikasi :
Amputasi
Ansietas, ketakutan, stres keluarga

Penatalaksanaan :
Reseksi bagian tlg yg sakit
Amputasi extremitas
Kemoterapi
Pd sum2 tlg diatasi dgn kemoterapi & radiasi

Kedaruratan ortopedi
Trauma ortopedi yg memerlukan penanganan
secepatnya
A. Trauma dimana ada gangguan neurovaskuler
perifer yg akan mempengaruhi vitalitas :
Fraktur tertutup dgn sindrom kompartemen
Fr tertutup & terbuka dgn kerusakan vaskuler
baik terputus maupun tersumbat aliran ke arah
perifer
Dislokasi sendi

B. Trauma yg membuat luka terbuka dan


merupakan keadaan yg potensially
infected :
Semua fraktur terbuka grade 1-3