Anda di halaman 1dari 57

Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan

masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan
bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa
dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif
kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar,
sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.
Bola basket adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika
Serikat dan penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika Selatan, Eropa
Selatan, Lithuania, dan juga di Indonesia.

Daftar isi
[sembunyikan]
1 Sejarah
2 Lapangan, waktu, dan jumlah pemain bola basket
3 Peraturan permainan bola basket
4 Teknik dasar permainan bola basket
5 Teknik permainan bola basket profesional
6 Perkembangan
7 Lahirnya persatuan bola basket seluruh Indonesia
8 Lihat pula

9 Referensi

[sunting] Sejarah
Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh
seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru Olahraga
asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di
YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) diSpringfield,Massachusetts, harus
membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa
liburan musim dingin di New England.Terinspirasi dari permainan yang pernah ia
mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal
sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.
Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan
kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis
beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang
olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari
1892 di tempat kerja Dr.James Naismith.Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh
salah seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika
Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat.
Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara
bagian Amerika Serikat.

Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola
hanya dapat berpindah melalui lemparan. Sejarah peraturan permainan basket diawali
dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith. Aturan dasar tersebut
adalah sebagai berikut.
1. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau
kedua tangan.
2. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua
tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus
melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan
apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
4. Bola harus dipegang di dalam atau di antara telapak tangan. Lengan atau
anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul
pemain lawan dengan cara disengaja. Pelanggaran pertama terhadap peraturan
ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sangsi
berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang tim nya dimasuki oleh
bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk
mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh
ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak
diperbolehkan.
6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan
(meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar halhal yang disebutkan pada aturan 5.
7. Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka
kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti
tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke
dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak
menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir
keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak
akan dihitung sebagai sebuah gol.
9. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke
dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi
perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasit yang akan
melemparkannya ke dalam lapangan. pemain yang melempar bola diberi waktu
5 detik untuk melemparkan bola. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu
tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak
melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi
mereka sebuah peringatan pelanggaran.
10. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah
pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran
berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi
pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam
aturan 5.
11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola
dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung

waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan
menghitung jumlah gol yang terjadi.
12. Waktu pertandingan adalah 4 babak masing-masing 10 menit
13. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai
pemenang.

[sunting] Lapangan, waktu, dan jumlah pemain bola


basket
Permainan bola basket adalah persegi panjang dengan ukuran panjang lapangan yaitu 26
meter serta lebar lapangan yaitu 14 meter. Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam
lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.
Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan
cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2
orang. Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire.
Waktu permainan 4 X 10 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu
istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus
diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan
terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik.
Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm - 78 cm.
Sedangkan berat bola adalah 600 - 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80
meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 - 1,40
meter.
Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul
bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59
meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter.
Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara jarak
papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket
memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis
akhir adalah 1 meter.
Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan ukuran
lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter.
Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.

[sunting] Peraturan permainan bola basket


Aturan dasar pada permainan Bola Basket adalah sebagai berikut:

Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau
kedua tangan.

Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua
tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus
melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan
apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
Bola harus dipegang di dalam atau di antara telapak tangan. Lengan atau
anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau
menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama
terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan
diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya
dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan
tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman
tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian
pemain tidak diperbolehkan.
Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan
(meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar halhal yang disebutkan pada aturan 5.
Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka
kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti
tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke
dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak
menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir
keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak
akan dihitung sebagai sebuah gol.
Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke
dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi
perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan
melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk
melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari
waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak
melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi
mereka sebuah peringatan pelanggaran.
Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah
pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran
berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi
pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam
aturan 5.
Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola
dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung
waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan
menghitung jumlah gol yang terjadi.
Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai
pemenang [1]

[sunting] Teknik dasar permainan bola basket


Cara memegang bola basket adalah sikap tangan membentuk mangkok besar. Bola
berada di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola agak ke
belakang, jari-jari terentang melekat pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di
bagian belakang bola yang menghadap ke arah tengah depan. Kedua kaki membentuk
kuda-kuda dengan salah satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut
rileks.
Dalam menangkap bola harus diperhatikan agar bola berada dalam penguasaan. Bola
dijemput telapak tangan dengan jari-jari tangan terentang dan pergelangan tangan rileks.
Saat bola masuk di antara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan
ditarik ke belakang atau mengikuti arah datangnya bola. Menangkap bola (catching ball)
terdiri dari dua macam cara yaitu menangkap bola di atas kepala dan menangkap boka
di depan dada.
Mengoper atau melempar bola terdiri atas tiga cara yaitu melempar bola dari atas kepala
(over head pass), melempar bola dari dari depan dada (chest pass) yang dilakukan dari
dada ke dada dengan cepat dalam permainan, serta melempar bola memantul ke tanah
atau lantai (bounce pass).
Menggiring bola (dribbling ball) adalah suatu usaha membawa bola ke depan. Caranya
yaitu dengan memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan. Saat bola bergerak
ke atas telapak tangan menempel pada bola dan mengikuti arah bola. Tekanlah bola saat
mencapai titik tertinggi ke arah bawah dengan sedikit meluruskan siku tangan diikuti
dengan kelenturan pergelangan tangan. Menggiring bola dalam permainan bola basket
dapat dibagi menjadi dua cara, yaitu menggiring bola rendah dan menggiring bola
tinggi. Menggiring bola rendah bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan.
Menggiring bola tinggi dilakukan untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah
pertahanan lawan.
Pivot atau memoros adalah suatu usaha menyelamatkan bola dari jangkauan lawan
dengan salah satu kaki sebagai porosnya, sedangkan kaki yang lain dapat berputar 360
derajat.

Seorang pemain basket melakukan shooting dengan dua tangan.


Shooting adalah usaha memasukkan bola ke dalam keranjang atau ring basket lawan
untuk meraih poin. Dalam melakukan shooting ini dapat dilakukan dengan dua cara
yaitu dengan shooting dengan dua tangan serta shooting dengan satu tangan.
Lay-up adalah usaha memasukkan bola ke ring atau keranjang basket dengan dua
langkah dan meloncat agar dapat meraih poin. Lay-up disebut juga dengan tembakan
melayang.

[sunting] Teknik permainan bola basket profesional

Fade Away

Fade away adalah tehnik yang mendorong badan kebelakang saat melakukan shoot,
sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola. tehnik ini lumayan susah
dilakukan buat pemain yang baru belajar basket. Bila keseimbangan badan tidak terjaga
bisa-bisa terpelanting dan jatuh kebelakang. Pemain NBA yang sering memakai teknik
ini adalah sang legenda basket seperti Michael Jordan dan Kobe Bryant.

Hook Shoot

Hook adalah teknik yang sangat efektif bila pemain dijaga oleh orang yang lebih tinggi
dari pemain. Yaitu cara menembak dari samping dengan satu tangan. Jadi jarak antara
orang yang menghadang dan pemain bias agak jauh. Belakangan tehnik ini sering
dipakai oleh Rony Gunawan Satria Muda Britama waktu melawan Garuda Bandung di
Final 2009, dan keakuratan mencapat 80%.

Jump Shoot

Teknik yang butuh lompatan tinggi, dan akurasi tembakan yang bagus.

crossover

merupakan cara dribble dengan cara memantulkan bola dari tangan kiri ke tangan kanan
atau sebaliknya. biasanya teknik sudah banyak di improvisasi dengan cara memantulkan
bola di antara celah kaki (kebanyakan pemain internasional sudah menggunakan teknik
ini) atau belakang kaki (yang paling sering menggunakan teknik ini adalah Jamal
Crawford - Atlanta Hawks)

Slamdunk

Slamdunk adalah salah satu teknik yang paling populer. Sebenarnya cukup simpel, yaitu
hanya memasukkan bola secara langsung ke ring dan menghempaskan tangan ke ring
basket. Walaupun simpel, tapi untuk orang dengan tinggi 171 cm slam seperti ini hampir
mustahil untuk dilakukan karena lompatannya tidak cukup tinggi. [2]

[sunting] Perkembangan
Permainan basket sudah sangat berkembang dan digemari sejak pertama kali
diperkenalkan oleh James Naismith. Salah satu perkembangannya adalah diciptakannya
gerakan slam dunk atau menombok, yaitu gerakan untuk memasukkan dan melesakan
bola basket langsung ke dalam keranjang yang bisa dilakukan dengan gerakan akrobatik
yang berkekuatan luar biasa.

[sunting] Lahirnya persatuan bola basket seluruh


Indonesia
Ada beberapa informasi mengatakan masuknya basket bersamaan dengan kedatangan
pedagang dari Cina menjelang kemerdekaan. Tepatnya, sejak 1894, bola basket sudah
dimainkan orang-orang Cina di Provinsi Tientsien dan kemudian menjalar ke seluruh
daratan Cina. Mereka yang berdagang ke Indonesia adalah kelompok menengah kaya
yang memilih olahraga dari Amerika itu sebagai identitas kelompok Cina modern.
Informasi ini diperkuat fakta menjelang dan pada awal kemerdekaan klub-klub bola
basket di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, DI
Yogyakarta, dan Surabaya sebagian besar tumbuh dari sekolah-sekolah Cina. Dari klub
itu pula kemudian lahir salah seorang pemain legenda Indonesia, Liem Tjien Siong yang
kemudian dikenal dengan nama Sonny Hendrawan (Pada 1967 Sonny terpilih sebagai
Pemain Terbaik pada Kejuaraan Bola Basket Asia IV di Seoul, Korea Selatan. Waktu
itu, tim Indonesia menduduki peringkat ke-4 di bawah Filipina, Korea, dan Jepang).
Pada 1948, ketika Negara Indonesia menggelar PON I digelar di Solo, bola basket,
sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Ini membuktikan
bahwa basket cepat memasyarakat dan secara resmi diakui Negara. Tiga tahun
kemudian, Maladi sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang
kemudian menjadi Menteri Olahraga, meminta Tonny Wen dan Wim Latumeten untuk
membentuk organisasi bola basket. Namun akhirnya karena tuntutan kebutuhan untuk

menyatukan organisasi basket, disepakati pembentukan Persatuan Bola Basket Seluruh


Indonesia pada 1955, disingkat Perbasi.[3]
Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim beranggotakan
masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan memasukkan
bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton karena biasa
dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan yang relatif
kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang besar,
sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola tersebut.
Bola basket adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh penduduk Amerika
Serikat dan penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika Selatan, Eropa
Selatan, Lithuania, dan juga di Indonesia.

Daftar isi
[sembunyikan]
1 Sejarah
2 Lapangan, waktu, dan jumlah pemain bola basket
3 Peraturan permainan bola basket
4 Teknik dasar permainan bola basket
5 Teknik permainan bola basket profesional
6 Perkembangan
7 Lahirnya persatuan bola basket seluruh Indonesia
8 Lihat pula

9 Referensi

[sunting] Sejarah
Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh
seorang guru olahraga. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru Olahraga
asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di
YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) diSpringfield,Massachusetts, harus
membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa
liburan musim dingin di New England.Terinspirasi dari permainan yang pernah ia
mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal
sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.
Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan
kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis
beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang
olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari
1892 di tempat kerja Dr.James Naismith.Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh
salah seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika

Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat.


Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara
bagian Amerika Serikat.
Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola
hanya dapat berpindah melalui lemparan. Sejarah peraturan permainan basket diawali
dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith. Aturan dasar tersebut
adalah sebagai berikut.
1. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau
kedua tangan.
2. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua
tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus
melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan
apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
4. Bola harus dipegang di dalam atau di antara telapak tangan. Lengan atau
anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul
pemain lawan dengan cara disengaja. Pelanggaran pertama terhadap peraturan
ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sangsi
berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang tim nya dimasuki oleh
bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk
mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh
ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak
diperbolehkan.
6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan
(meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar halhal yang disebutkan pada aturan 5.
7. Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka
kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti
tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke
dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak
menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir
keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak
akan dihitung sebagai sebuah gol.
9. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke
dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi
perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasit yang akan
melemparkannya ke dalam lapangan. pemain yang melempar bola diberi waktu
5 detik untuk melemparkan bola. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu
tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak
melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi
mereka sebuah peringatan pelanggaran.
10. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah
pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran
berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi

pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam


aturan 5.
11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola
dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung
waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan
menghitung jumlah gol yang terjadi.
12. Waktu pertandingan adalah 4 babak masing-masing 10 menit
13. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai
pemenang.

[sunting] Lapangan, waktu, dan jumlah pemain bola


basket
Permainan bola basket adalah persegi panjang dengan ukuran panjang lapangan yaitu 26
meter serta lebar lapangan yaitu 14 meter. Tiga buah lingkaran yang terdapat di dalam
lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.
Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu dengan
cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah 2
orang. Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire.
Waktu permainan 4 X 10 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat waktu
istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan harus
diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak tambahan
terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam yaitu 5 detik.
Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm - 78 cm.
Sedangkan berat bola adalah 600 - 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80
meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 - 1,40
meter.
Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul
bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59
meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter.
Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara jarak
papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket
memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis
akhir adalah 1 meter.
Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan ukuran
lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6 meter.
Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.

[sunting] Peraturan permainan bola basket


Aturan dasar pada permainan Bola Basket adalah sebagai berikut:

Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau
kedua tangan.
Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua
tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus
melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan
apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
Bola harus dipegang di dalam atau di antara telapak tangan. Lengan atau
anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau
menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama
terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan
diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya
dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan
tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman
tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian
pemain tidak diperbolehkan.
Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan
(meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar halhal yang disebutkan pada aturan 5.
Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka
kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti
tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).
Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke
dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak
menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir
keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak
akan dihitung sebagai sebuah gol.
Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke
dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi
perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan
melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk
melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari
waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak
melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi
mereka sebuah peringatan pelanggaran.
Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah
pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran
berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk memberikan diskualifikasi
pemain yang melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam
aturan 5.
Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola
dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung
waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan
menghitung jumlah gol yang terjadi.
Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai
pemenang [1]

[sunting] Teknik dasar permainan bola basket


Cara memegang bola basket adalah sikap tangan membentuk mangkok besar. Bola
berada di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola agak ke
belakang, jari-jari terentang melekat pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di
bagian belakang bola yang menghadap ke arah tengah depan. Kedua kaki membentuk
kuda-kuda dengan salah satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut
rileks.
Dalam menangkap bola harus diperhatikan agar bola berada dalam penguasaan. Bola
dijemput telapak tangan dengan jari-jari tangan terentang dan pergelangan tangan rileks.
Saat bola masuk di antara kedua telapak tangan, jari tangan segera melekat ke bola dan
ditarik ke belakang atau mengikuti arah datangnya bola. Menangkap bola (catching ball)
terdiri dari dua macam cara yaitu menangkap bola di atas kepala dan menangkap boka
di depan dada.
Mengoper atau melempar bola terdiri atas tiga cara yaitu melempar bola dari atas kepala
(over head pass), melempar bola dari dari depan dada (chest pass) yang dilakukan dari
dada ke dada dengan cepat dalam permainan, serta melempar bola memantul ke tanah
atau lantai (bounce pass).
Menggiring bola (dribbling ball) adalah suatu usaha membawa bola ke depan. Caranya
yaitu dengan memantul-mantulkan bola ke lantai dengan satu tangan. Saat bola bergerak
ke atas telapak tangan menempel pada bola dan mengikuti arah bola. Tekanlah bola saat
mencapai titik tertinggi ke arah bawah dengan sedikit meluruskan siku tangan diikuti
dengan kelenturan pergelangan tangan. Menggiring bola dalam permainan bola basket
dapat dibagi menjadi dua cara, yaitu menggiring bola rendah dan menggiring bola
tinggi. Menggiring bola rendah bertujuan untuk melindungi bola dari jangkauan lawan.
Menggiring bola tinggi dilakukan untuk mengadakan serangan yang cepat ke daerah
pertahanan lawan.
Pivot atau memoros adalah suatu usaha menyelamatkan bola dari jangkauan lawan
dengan salah satu kaki sebagai porosnya, sedangkan kaki yang lain dapat berputar 360
derajat.

Seorang pemain basket melakukan shooting dengan dua tangan.


Shooting adalah usaha memasukkan bola ke dalam keranjang atau ring basket lawan
untuk meraih poin. Dalam melakukan shooting ini dapat dilakukan dengan dua cara
yaitu dengan shooting dengan dua tangan serta shooting dengan satu tangan.
Lay-up adalah usaha memasukkan bola ke ring atau keranjang basket dengan dua
langkah dan meloncat agar dapat meraih poin. Lay-up disebut juga dengan tembakan
melayang.

[sunting] Teknik permainan bola basket profesional

Fade Away

Fade away adalah tehnik yang mendorong badan kebelakang saat melakukan shoot,
sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola. tehnik ini lumayan susah
dilakukan buat pemain yang baru belajar basket. Bila keseimbangan badan tidak terjaga
bisa-bisa terpelanting dan jatuh kebelakang. Pemain NBA yang sering memakai teknik
ini adalah sang legenda basket seperti Michael Jordan dan Kobe Bryant.

Hook Shoot

Hook adalah teknik yang sangat efektif bila pemain dijaga oleh orang yang lebih tinggi
dari pemain. Yaitu cara menembak dari samping dengan satu tangan. Jadi jarak antara
orang yang menghadang dan pemain bias agak jauh. Belakangan tehnik ini sering
dipakai oleh Rony Gunawan Satria Muda Britama waktu melawan Garuda Bandung di
Final 2009, dan keakuratan mencapat 80%.

Jump Shoot

Teknik yang butuh lompatan tinggi, dan akurasi tembakan yang bagus.

crossover

merupakan cara dribble dengan cara memantulkan bola dari tangan kiri ke tangan kanan
atau sebaliknya. biasanya teknik sudah banyak di improvisasi dengan cara memantulkan
bola di antara celah kaki (kebanyakan pemain internasional sudah menggunakan teknik
ini) atau belakang kaki (yang paling sering menggunakan teknik ini adalah Jamal
Crawford - Atlanta Hawks)

Slamdunk

Slamdunk adalah salah satu teknik yang paling populer. Sebenarnya cukup simpel, yaitu
hanya memasukkan bola secara langsung ke ring dan menghempaskan tangan ke ring
basket. Walaupun simpel, tapi untuk orang dengan tinggi 171 cm slam seperti ini hampir
mustahil untuk dilakukan karena lompatannya tidak cukup tinggi. [2]

[sunting] Perkembangan
Permainan basket sudah sangat berkembang dan digemari sejak pertama kali
diperkenalkan oleh James Naismith. Salah satu perkembangannya adalah diciptakannya
gerakan slam dunk atau menombok, yaitu gerakan untuk memasukkan dan melesakan
bola basket langsung ke dalam keranjang yang bisa dilakukan dengan gerakan akrobatik
yang berkekuatan luar biasa.

[sunting] Lahirnya persatuan bola basket seluruh


Indonesia
Ada beberapa informasi mengatakan masuknya basket bersamaan dengan kedatangan
pedagang dari Cina menjelang kemerdekaan. Tepatnya, sejak 1894, bola basket sudah
dimainkan orang-orang Cina di Provinsi Tientsien dan kemudian menjalar ke seluruh
daratan Cina. Mereka yang berdagang ke Indonesia adalah kelompok menengah kaya
yang memilih olahraga dari Amerika itu sebagai identitas kelompok Cina modern.
Informasi ini diperkuat fakta menjelang dan pada awal kemerdekaan klub-klub bola
basket di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, DI
Yogyakarta, dan Surabaya sebagian besar tumbuh dari sekolah-sekolah Cina. Dari klub
itu pula kemudian lahir salah seorang pemain legenda Indonesia, Liem Tjien Siong yang
kemudian dikenal dengan nama Sonny Hendrawan (Pada 1967 Sonny terpilih sebagai
Pemain Terbaik pada Kejuaraan Bola Basket Asia IV di Seoul, Korea Selatan. Waktu
itu, tim Indonesia menduduki peringkat ke-4 di bawah Filipina, Korea, dan Jepang).
Pada 1948, ketika Negara Indonesia menggelar PON I digelar di Solo, bola basket,
sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Ini membuktikan
bahwa basket cepat memasyarakat dan secara resmi diakui Negara. Tiga tahun
kemudian, Maladi sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang
kemudian menjadi Menteri Olahraga, meminta Tonny Wen dan Wim Latumeten untuk
membentuk organisasi bola basket. Namun akhirnya karena tuntutan kebutuhan untuk

menyatukan organisasi basket, disepakati pembentukan Persatuan Bola Basket Seluruh


Indonesia pada 1955, disingkat Perbasi.[3]
Peraturan Permainan Bola Basket
Aturan dasar pada permainan Bola Basket adalah sebagai berikut.
1. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua
tangan.
2. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan,
tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus
melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan
apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
4. Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota
tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau
menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap
peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi
berupa pendiskualifikasian pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh
bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk
mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut
bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.
6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan
(meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal
yang disebutkan pada aturan 5.
7. Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu
akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya
pelanggaran balik oleh lawan).
8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke
dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau
mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan
menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
9. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam
dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan
pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke
dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam
genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka
kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak melakukan hal yang dapat
menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah peringatan
pelanggaran.
10. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah
pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturutturut. Wasit memiliki hak penuh untuk mendiskualifikasi pemain yang melakukan
pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola
dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu.
Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol
yang terjadi.

12. Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit


13. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang
SEJARAH
Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang
pastor. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang pastor asal Kanada yang mengajar di
sebuah fakultas untuk para mahasiswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat
Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk
mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim dingin di New England.Terinspirasi dari
permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan permainan yang
sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.

Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang
cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan
dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta
para siswanya untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892
di tempat kerja Dr. James Naismith. Basket ball (sebutan bagi olahraga ini dalam bahasa
Inggris), adalah sebutan yang digagas oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun menjadi
segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatiknya ditempatkan di seluruh
cabang YMCA di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun segera dilaksanakan di
kota-kota di seluruh negara bagian Amerika Serikat.
Pada awalnya,setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble,sehingga bola hanya
dapat berpindah melalui pass (lemparan). Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13
aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith. Aturan dasar tersebut adalah sebagai
berikut.
1. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
2. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan,
tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola
tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari
pada kecepatan biasa.
4. Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh
lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal
pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan
dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa pendiskualifikasian
pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran

tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan
dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian
pemain tidak diperbolehkan.
6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan (meninju),
melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang disebutkan
pada aturan 5.
7. Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka kesalahan itu akan
dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran balik oleh
lawan).
8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke dalam
keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu
gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau pemain lawan menggerakkan
keranjang, maka hal tersebut tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.
9. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke dalam dan
dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan pendapat
tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan melemparkannya ke dalam lapangan.
Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia
memegang lebih lama dari waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila
salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi
mereka sebuah peringatan pelanggaran.
10. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah
pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut.
Wasit memiliki hak penuh untuk mendiskualifikasi pemain yang melakukan pelanggaran sesuai
dengan yang tercantum dalam aturan 5.
11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola dianggap
telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit pembantu
berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan menghitung jumlah gol yang terjadi.
12. Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
13. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai pemenang.

Pada Agustus 1936, saat menghadiri Olimpiade Berlin 1936, ia dinamakan sebagai Presiden
Kehormatan Federasi Bola Basket Internasional. Terlahir sebagai warga Kanada, ia menjadi
warga negara Amerika Serikat pada 4 Mei 1925.
Naismith meninggal dunia 28 November 1939, kurang dari enam bulan setelah menikah untuk
kedua kalinya.
PERBASI

Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia disingkat Perbasi merupakan organisasi


pengatur olahraga bola basket di Indonesia.
Sejarah Perbasi dimulai pada tahun 1951, di mana Tony Wen dan Wim Latumeten
diminta oleh Maladi yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Komite Olimpiade
Indonesia (KOI) untuk menyusun organisasi olahraga bola basket Indonesia. Atas

prakarsa kedua tokoh ini, pada tanggal 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi bola
basket Indonesia dengan nama Persatuan Basketball Seluruh Indonesia disingkat
Perbasi. Tony Wen menduduki jabatan ketua serta Wim Latumeten sebagai sekretaris.
Tahun 1955 namanya diubah dan disesuaikan dengan perbendaharaan bahasa Indonesia,
menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia dan tetap disingkat Perbasi.
Perbasi menganut sistem vertikal berjenjang, yang dimulai dari tingkat perkumpulan,
pengurus cabang (pengcab) Perbasi, pengurus daerah (pengda) Perbasi, sampai kepada
pengurus besar (PB) Perbasi. Dalam perjalanannya PB Perbasi telah beberapa kali
berganti kepengurusan. Pengusaha muda Noviantika Nasution saat ini menjabat sebagai
Ketua PB Perbasi setelah sebelumnya jabatan ketua dipegang oleh Gubernur DKI,
Sutiyoso. Sedangkan Setia Dharma Madjid menjabat sebagai Sekjen.
PERKEMBANGAN BASKET DI INDONESIA
Di tengah-tengah gejolak revolusi bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah
direbut itu, permainan Bola Basket mulai dikenal oleh sebagian kecil rakyat Indonesia,
khususnya yang berada di kota perjuangan dan pusat pemerintahan Rakyat Indonesia,
Yogyakarta serta kota terdekat Solo. Nampaknya, ancaman pedang dan dentuman meriam
penjajah tidak menjadi penghalang bagi bangsa Indonesia untuk melakukan kegiatan olahraga,
termasuk permainan Bola Basket. Bahkan dengan dilakukannya kegiatan-kegiatan olahraga
tersebut semangat juang bangsa Indonesia untuk mempertahankan tanah airnya dari ancaman
para penjajah yang menginginkan kembali berkuasa semakin membaja. Terbukti pada bulan
September 1948, di kota Solo diselenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pertama yang
mempertandingkan beberapa cabang olahraga, diantaranya Bola Basket. Dalam kegiatan
tersebut ikut serta beberapa regu, antara lain : PORO Solo, PORI Yogyakarta dan Akademi
Olahraga Sarangan.

Pada tahun 1951, Maladi dalam kedudukannya selaku Sekretaris Komite Olympiade
Indonesia (KOI) meminta kepada Tony Wen dan Wim Latumenten untuk menyusun
organisasi olahraga Bola Basket Indonesia. Selanjutnya karena pada tahun ini juga di
Jakarta akan diselenggarakan PON ke-II, maka kepada kedua tokoh tadi Maladi
meminta pula untk menjadi penyelenggara pertandingan Bola Basket.
Atas prakarsa kedua tokoh ini, pada tanggal 23 Oktober 1951 dibentuklah organisasi Bola
Basket Indonesia dengan nama Persatuan Basketball Seluruh Indonesia disingkat PERBASI.
Tahun 1955 namanya diubah dan disesuaikan dengan perbendaharaan bahasa Indonesia,
menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia yang singkatannya tetap sama yaitu
PERBASI.

Dalam susunan Pengurus PERBASI yang pertama, Tony Wen menduduki jabatan Ketua
serta Wim Latumeten, Sekretaris. Segera setelah terbentuknya PERBASI, organisasi ini
menggabungkan diri dan menjadi anggota KOI serta FIBA. Namun demikian, dengan
terbentuknya PERBASI, tidak berarti bahwa perjuangan bangsa Indonesia untuk
membina dan mengembangkan permainan Bola Basket di tanah air menjadi ringan.
Tantangan yang paling menonjol datang dari masyarakat Cina din Indonesia yang
mendirikan Bon Bola Basket sendiri, dan tidak mau bergabung dengan PERBASI.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pada tahun 1955 PERBASI menyelenggarakan


Konferensi Bola Basket di Bandung yang dihadiri oleh utusan dari Yogyakarta,
Semarang, Jakarta dan Bandung.
Keputusan yang paling terpenting dalam Konferensi tersebut ialah PERBASI merupakan satusatunya organisasi induk olahraga Bola Basket di Indonesia, sehingga tidak ada lagi sebutan
Bon Bola Basket Cina dan lain sebagainya. Pada kesempatan itu juga dibicarakan persiapan
menghadapi penyelenggaraan kongres yang pertama.

Kongres-kongres PERBASI yang telah diselenggarakan sejak berdirinya tahun 1951


sampai akhir tahun 1983 sebagai berikut :
Kongres ke I : Tahun 1957 di Semarang
Kongres ke II : Tahun 1959 di Malang
Kongres ke III : Yang sedianya akan dilangsungkan tahun 1961 di Manado,
dibatalkan.
Kongres ke IV : Tahun 1967 di Jakarta
Kongres ke V : Tahun 1969 di Surabaya
Kongres ke VI : Tahun 1974 di Surabaya
Kongres ke VII : Tahun 1977 di Jakarta (bersamaan dengan PON IX).
Kongres ke VIII : Tahun 1981 di Jakarta (bersamaan dengan PON X).
Sejak didirikan tahun 1951, PERBASI telah banyak melakukan kegiatan yang sifatnya nasional,
regional dan internaisonal, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dalam melaksanakan
pembinaan organisasi, PERBASI menganut sistem vertikal berjenjang, yang dimulai dari tingkat
perkumpulan, PERBASI Cabang, Pengurus Daerah PERBASI, sampai kepada Pengurus Besar
PERBASI.

Di bidang pembinaan, PERBASI mengenal berbagai cara. Selain pertandingan-pertandingan


dilakukan melalui jenjang organisasi vertikal, juga dikenal adanya Kejuaraan Nasional Bola
Basket Antar Perkumpulan. Disamping itu, sebagai realisasi daripada keputusan Kongres
PERBASI ke VIII Tahun 1981, maka mulai tahun 1982 dilaksanakan Kompetisi Bola Basket
Utama yang diikuti perkumpulan terkemuka di Pulau Jawa. Berbeda dengan kegiatan-kegiatan
lain, Kompetisi ini dianggap sebagai awal pembaharuan dalam pembinaan Bola Basket
Indonesia, karena dalam pelaksanaannya mengambil jalan pintas, tanpa mengikuti jalur vertikal.
Hal ini langsung ditujukan pada peningkatan prestasi melalui cara yang dinilai paling cepat
yakni dengan pembinaan latihan serta pertandingan yang teratur dan terus menerus sepanjang
waktu.

Mengenal Permainan Bola Basket


Permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu yang berlawanan. Tiap-tiap regu yang
melakukan permainan di lapangan terdiri dari 5 orang, sedangkan pemain pengganti sebanyakbanyaknya 7 orang, sehingga tiap regu paling banyak terdiri dari 12 orang pemain.

Permainan Bola Basket dimainkan di atas lapangan keras yang sengaja diadakan untuk itu,
baik di lapangan terbuka maupun di ruangan tertutup. Pada hakekatnya, tiap-tiap regu

mempunyai kesempatan untuk menyerang dan memasukkan bola sebanyak-banyaknya


keranjang sendiri untuk sedapat mungkin tidak kemasukan.
Secara garis besar permainan Bola Basket dilakukan dengan mempergunakan tiga unsur teknik
yang menjadi pokok permainan, yakni : mengoper dan menangkap bola (pasing and catching),
menggiring bola (dribbling), serta menembak (shooting).

Ketiga unsur teknik tadi berkembang menjadi berpuluh-puluh teknik lanjutan yang
memungkinkan permainan Bola Basket hidup dan bervariasi. Misalnya, dalam teknik
mengoper dan menangkap bola terdapat beberapa cara seperti : tolakan dada (chest
pass), tolakan di atas kepala (overhead pass), tolakan pantulan (bounce pass), dan lain
sebagainya. Dalam rangkaian teknik ini, dikenal pula sebutan pivot yakni pada saat
memegang bola, salah satu kaki bergerak dan satu kaki lainnya tetap di lantai seabgai
tumpuan.
Teknik menggiring bola berkaitan erat dengan traveling, yakni gerakan kaki yang dianggap
salah karena melebihi langkah yang ditentukan. Juga double dribble suatu gerakan tangan yang
dilarang karena menggiring bola dengan kedua tangan atau menggiring bola untuk kedua
kalinya setelah bola dikuasai dengan kedua tangan.

Teknik menembak berkaitan erat dengan gerak tipu, lompat, blok dan lain sebagainya. Begitu
banyak teknik permainan yang harus dikuasai oleh seorang pemain Bola Basket, sehingga sulit
untuk diperinci satu-persatu dalam tulisan ini. Namun demikian, dengan menguasai ketiga
unsur teknik pokok tadi serta beberapa lanjutannya, seseorang sudah dapat melakukan
permainan Bola Basket, walaupun tidak sempurna.

Ketentuan bermain dan bertanding.

Seperti telah diuraikan di atas permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu, masing-masing
terdiri dari 5 orang pemain. Wasit yang memimpin terdiri dari 2 orang yagn senantiasa berganti
posisi. Waktu bermain yang resmi 2 x 20 menit bersih, tidak termasuk masa istirahat 10 menit,
time out, dua kali bagi masing-masing regu tiap babak selama 1 menit, saat pergantian pemain
dan atau peluit dibunyikan wasit karena bola ke luar lapangan atau terjadi
pelanggaran/kesalahan seperti foul dan travelling. Apabila dalam pertandingan resmi (yang
dimaksud disini bukan pertandingan persahabatan) terjadi pengumpulan angka sama, waktu
diperpanjang sekian babak (tiap 5 menit) sampai terjadi perbedaan angka.

Khusus untuk permainan Mini Basket yang diperuntukkan anak-anak di bawah umur 13
tahun, diberlakukan peraturan tersendiri yang agak beda, antara lain : bola yang
dipergunakan lebih kecil dan lebih ringan, pemasangan keranjang yang lebih rendah,
waktu pertandingan 4 x 10 menit dengan 3 kali istirahat dan lainnya lagi seperti dalam
hal penggantian pemain.
Peraturan permainan yang dipergunakan sangat tergantung daripada peraturan
PERBAIS/FIBA mana yang berlaku. Misalnya pada tahun 1984, peraturan permainan
yang berlaku adalah Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 1984.
Alat-Alat Perlengkapan dan Lapangan

Berdasarkan Peraturan Permainan PERBASI/FIBA tahun 1980 1984, alat-alat perlengkapan


dan lapangan terdiri dari :

1. Bola Basket

Terbuat dari karet yang menggelembung dan dilapisi sejenis kulit, karet atau sintesis. Keliling
bola tidak kurang dari 75 cm dan tidak lebih dari 78 cm, serta beratnya tidak kurang dari 600
gram dan tidak lebih dari 650 gram. Bola tersebut dipompa sedemikan rupa sehingga jika
dipantulkan ke lantai dari ketinggian 180 cm akan melambung tidak kurang dari 120 cm tidak
lebih dari 140 cm.

2. Perlengkapan Teknik
2.1. Untuk pencatatan waktu diperlukan sedikitnya 2 buah stopwatch, satu untuk pencatat
waktu
dan
satu
lagi
untuk
time
out.
2.2. Alat untuk mengukur waktu 30 detik
2.3. Kertas score (Scoring Book) untuk mencatat/merekam pertandingan.
2.4. Isyarat scoring board, tanda kesalahan perorangan yakni angka 1 sampai dengan 5,
serta bendera merah dua buah untuk kesalahan regu.

3. Lapangan
3.1. Lapangan Permainan
Berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 26 m dan lebar 14 m yang diukur dari
pinggir garis batas. Variasi ukuran diperolehkan dengna menambah atau mengurangi ukuran
panjang 2 m serta menambah atau mengurangi ukuran lebar 1 m. Di lapangan ini terdapat
beberapa ukuran seperti : lingakaran tengah, dan lain sebagainya yang secara jelas dan
terperinci akan diuraikan dalam gambar di bawah nanti.

3.2. Papan Pantul


Papan pantul dibuat dari kayu keras setebal 3 cm atau dari bahan transparant yang cocok.
Papan pantul berukuran panjang 180 cm dan lebar 120 cm.. Tinggi papan, 275 cm dari
permukaan lantai sampai ke bagian bawah papan, dan terletak tegak lurus 120 cm jaraknya
dari titik tengah garis akhir lapangan.

3.3. Keranjang

Keranjang terdiri dari Ring dan Jala. Ring tersebut dari besi yang keras dengan garis tengah 45
cm berwarna jingga. Tinggi ring 305 cm dari permukaan lantai dan dipasang dipermukaan
papan pantaul dengan jarak 15 cm. Sedangkan jala terdiri dari tambah putih digantung pada
ring. Panjang jala 40 cm.
TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLA BASKET
1. Dribbling (Menggiring bola)

Dribbling atau memantul-mantulkan bola (membawa bola) dapat dilakukan dengan


sikapberhenti, berjalan atau berlari. Pelaksanaannya dapat dikerjakan dengan tangan
kanan
atau
tangan
kiri,
seperti
:
1. Dribble rendah
2. Dribble tinggi
3. Dribble lambat
4. Dribble cepat
2. Passing (Mengoper bola)
Macam-macam
passing/operan
dengan
dua
tangan
:
1. The two hand chest pass : operan setinggi dada/ tolakan dada
2.
The
over
head
pass
:
operan
atas
kepala
3.
The
bounce
pass
:
operan
pantulan
4.
The
under
hand
passa
:
operan
ayunan
bawah
Macam-macam
operan
dengan
satu
tangan
:
1.
The
side
arm
pass/the
base
ball
pass
:
operan
samping
2.
The
lop
pass
:
operan
lambung
3.
The
back
pass
:
operan
gaetan
4. The jump hand pass : operan lompat
Lemparan tolakan dada dengan dua tangan
Lemparan atau operan ini merupakan lemparan yang sangat banyak dilakukan dalam
permainan. Lemparan ini sangat bermanfaat untuk operan jarak pendek dengan

perhitungan demi kecepatan dan kecermatan dan kawan penerima bola tidak dijaga
dengan dekat. Jarak lemparan ini antara 5 sampai 7 meter.
Lemparan samping
Lemparan samping berguna untuk operan jarak sedang dan jarak kira-kira antara 8
sampai 20 meter, bisa dilakukan untuk serangan kilat.
Lemparan di atas kepala dengan dua tangan
Operan ini biasanya digunakan oleh pemain-pemain jangkung, untuk menggerakkan
bola di atas sehingga melampui daya raih lawan. Operan ini juga sangat berguna untuk
operan cepat, bila pengoper itu sebelumnya menerima bola di atas kepala.
Lemparan bawah dengan dua dua tangan
Lemparan atau operan ini sangat baik dilakukan untuk operan jarak dekat terutama
sekali bila lawan melakukan penjagaan satu lawan satu.
Lemparan kaitan
Operan kaitan sebaiknya diajarkan setelah lemparan-lemparan yang lain dikuasai.
Operan ini digunakan untuk dapat melindungi bola dan mengatasi jangkauan lawan
terutama sekali bagi lemparan yang lebih pendek dari panjangnya. Ciri lemparan ini :
bola dilemparkan di samping kanan/kiri, terletak di atas telinga kiri/kanan dan penerima
ada di kiri kanan pelempar. Di samping operan-operan tersebut di atas, masih ada lagi
macam-macam operan yang pada hakekatnya adalah merupakan kombinasi dari operan
tersebut di atas.
3. Shooting (Menembak bola ke ring)

Cara
memasukkan
bola
atau
menembak
(shooting)
Bila dilihat dari posisi badannya terhadap papan maka dapat dibedakan :
1.
Menghadap
papan
(facing
shoot)
2.
Membelakngi
papan
(back
up
shoot)
Sedang cara pelaksanaannya dapat dilakukan dengan sikap berhenti, memutar,
melompat
dan
berlari.
3.
Menghadap
papan
dengan
sikap
berhenti
:
a.
tembakan
dua
tangan
dari
dada
(two
handed
set
shoot)
b. tembakan dua tangan dari atas kepala (two handed over head set shoot)

c.
tembakan
satu
tangan
(one
hand
set
shoot)
d. tembakan satu tangan dari atas kepala (one hand over head shoot)
4.
Menghadap
papan
dengan
sikap
melompat
5.
Menghadap
papan
dengan
sikap
lari
6.
Membelakangi
papan
dengan
sikap
berhenti
7. Membelakangi papan dengan sikap melompat
Cara berputar (Pivot)
Memutar badan dengan salah satu kaki menjadi as/poros putaran (setelah kita menerima
bola).
a. pivot kemudian dribble (membawa bola)
b. pivot kemudianpassing (melempar bola)
c. pivot kemudian shooting (menembakan bola)
Olah kaki atau gerakan kaki (foot work)
Keterampilan penguasaan gerak kaki di dalam hal :
a. dapat melakukan start dengan cepat dan berhenti dengan segera tanpa kehilangan
keseimbangan
b. cepat mengubah arahgerak baik dalam pertahanan maupun dalam penyerangan.
Menggiring bola dapat dibagi dua :
a. menggiring bola tinggi, gunannya untuk memperoleh posisi mendekati basket lawan.
b. Menggiring bola rendah, gunanya untuk menyusup dan mengacaukan pertahanan
lawan, dan menggiring bola dalam menghadapi lawan.

Vince Carter
Februari 1, 2009

Vincent Lamar Carter (lahir 26 Januari 1977) adalah pemain bola basket Amerika
Serikat yang bermain dalam All-Star di kompetisi National Basketball Association. Ia
sekarang bermain dan menjadi wakil kapten di klub New Jersey Nets. Ia sekarang
dipandang atau diperhitungkan sebagai salah satu two-guards dalam penyelesaian akhir
terbaik dalam setiap pertandingannya.

Karir
Ia memulai karirnya di klub Golden State Warriors sebagai pilihan kelima pada draft
1998-1999 namun ditukar dengan Antawn Jamison pada 24 Juni 1998 dan bermain di
Toronto Raptors. Selama karirnya ia sering disamakan dengan sang legenda Michael
Jordan selain karena kemampuannya dan juga karena kekuatan lompatannya. Selama
bermain di klub Toronto Raptors ia mendapatkan julukan Air Kanada. Selama karirnya
ia mengoleksi berbagai prestasi, seperti Rookie of the Year, 7 kali masuk AllStar Game
dan beberapa kali menjadi juara Dunk Contest. Ia juga berhasil membawa timnya ke
playoff yaitu dua kali dengan Toronto Raptors (1999-2000 dan 2000-2001) dan 3 kali
dengan New Jersey Nets (2004-2005, 2005-2006 dan 2006-2007).
referensi :

Situs resmi
Profil di NBA.com
Biografi Vince Carter pada tim Olimpiade Amerika Serikat

Leave a Comment | Profil | Permalink


Ditulis oleh sebelasballers

John Stockton
Januari 23, 2009

John Houston Stockton (lahir di Spokane, Washington, Amerika Serikat, 26 Maret


1962; umur 46 tahun) adalah mantan pemain NBA. Ia menjalani seluruh karirnya
(19842003) sebagai point guard untuk Utah Jazz. Stockton dianggap sebagai salah satu
point guard terbaik, memegang rekor NBA untuk assist dan steal.

Pra-NBA
Stockton dilahirkan di Spokane, negara bagian Washington, dari pasangan Clementine
Frei dan Jack Stockton. Ia bersekolah SMU di Gonzaga Prep, lulus tahun 1980. Ia
kemudian bermain bola basket untuk Gonzaga University di kota kelahirannya tersebut
dimana ia mampu mencetak poin rata-rata 20,9 per game dari 57% total tembakan yang

dibuatnya selama tahun terakhirnya di universitas tersebut. Ia dipilih oleh tim NBA
Utah Jazz di gelombang pertama (pilihan ke-16) di NBA Draft tahun 1984.

Karier NBA
Dengan tinggi badan 1,85 meter, Stockton dianggap sebagai salah seorang pemain
basket posisi point guard terbaik dalam sejarah NBA. Selama kariernya ia membukukan
poin rata-rata 13,1 dan assist rata-rata 10,5 per game. Ia memegang rekor NBA untuk
jumlah assist selama karier (15.806) dan steal (3.265). Ia membukukan lima dari enam
musim NBA yang terbanyak jumlah assist-nya dalam sejarah NBA (satu musim lainnya
dipegang oleh Isiah Thomas). Ia juga memegang rekor NBA untuk jumlah musim dan
jumlah pertandingan berturut-turut yang diikutinya dengan hanya bermain untuk satu
NBA team. Total jumlah pertandingan yang diikutinya selama kariernya adalah jumlah
terbanyak ketiga dalam sejarah NBA di belakang Kareem Abdul-Jabbar dan Robert
Parish. Stockton hanya tidak bermain di 22 pertandingan NBA selama kariernya (18
diantaranya dalam satu musim akibat luka lutut kirinya/MCL). Sebagai perbandingan, ia
bermain di 34 pertandingan dimana ia membagikan assist 20 atau lebih.
Stockton tampil di 10 pertandingan All-Star (pertandingan antar-pemain NBA terbaik
musim tersebut), dan menjadi co-MVP (co-Most Valuable Player/Pemain Terbaik
bersama) dengan rekan satu tim-nya, Karl Malone, ketika pertandingan All-Star
diadakan di Salt Lake City, Utah. Ia bermain membela tim bola basket Olimpiade
Amerika Serikat (AS) pada tahun 1992 dan 1996 yang dikenal sebagai The Dream Team
(Tim Impian) I dan II tim bola basket AS pertama yang bermaterikan pemain-pemain
NBA.
Baca entri selengkapnya
Leave a Comment | Profil | Permalink
Ditulis oleh sebelasballers

Kobe Bryant
Januari 16, 2009

Kobe Bean Bryant lahir di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, 23 Agustus


1978; umur 30 tahun adalah seorang pemain NBA dan bermain untuk klub Los Angeles
Lakers. Dia memakai kostum bernomor punggung 24 (sejak musim 2006-07) dan
bermain dalam posisi Shooting guard. Kobe pertama kali bermain di NBA pada
kompetisi tahun 1996-1997 dan telah membawa Los Angeles Lakers 3 kali juara saat
bersama dengan pemain berbintang lainnya, Shaquille ONeal yang sekarang ini
bermain untuk tim Phoenix Suns.
Baca entri selengkapnya
Leave a Comment | Profil | Permalink
Ditulis oleh sebelasballers

Kelly Purwanto
Januari 12, 2009

Kelly Purwanto adalah pemain bola basket putra Indonesia yang lahir di Jakarta
tanggal 3 Agustus 1983 dan bermain di klub IBL Kalila Jakarta. Pada tahun 2006 ini ia
berhasil meraih MVP IBL untuk kompetisi reguler.

Biografi
Kelly baru serius bermain basket saat duduk di bangku SMA. Ia kemudian bergabung
dengan Satria Muda junior serta bermain di Libama bersama STIE Perbanas tahun
2001. Setahun berikutnya, ia mengantar kampusnya menjadi juara nasional. Tahun 2003
ia masuk daftar pemain SM di Kobatama dan hanya bermain empat pertandingan.
Hanya itu kiprahnya bersama SM di ajang Kobatama. Ia mengalami cedera punggung.
Tahun 2004 ia tak lagi masuk daftar pemain SM, namun tahun itu menjadi momentum
berarti baginya. Kelly menjadi satu andalan DKI Jaya meraih emas PON serta
mengantar Perbanas menjadi juara Libama Nasional. Kalila pun merekrutnya dengan

menukar opsi pertama memilih rookie IBL 2005. Kelly pun menjadi ikon Kalila,
namanya melambung pesat. Ia terpilih dalam All-Star IBL di tahun pertama
penampilannya. Kini ia sudah memiliki kontrak dengan satu produk basket tenar. Kelly
juga sempat bergabung dalam pelatnas SEA Games Manila, meski kemudian hanya
tercatat sebagai pemain dalam pantauan. Obsesi saya adalah menjadi pemain nasional.
Entah kapan itu terjadi, tapi saya akan terus berusaha, tekadnya. Melihat potensinya,
Kelly memiliki kesempatan meraih mimpi tersebut.Kini Kelly bermain di klub Garuda
Bandung

Profil

Nama:Kelly Purwanto
Klub: Garuda Bandung
Lahir: Jakarta, 3 Agustus 1983
Tinggi/Berat: 178 cm/67 kg
Orangtua: Abednego Purwanto-Aryani Astuti
Posisi: Guard
Idola: Allen Iverson, Ali Budimansyah

Prestasi

2001 Runner-up Libama Nasional


2002 Juara Libama Nasional, Juara Kontes 3 Point Adidas Asia Streetball di
Shanghai Tiongkok.
2004 Runner-up Sister City (PON DKI), Medali emas PON Sumsel bersama tim
DKI, Juara Libama Nasional.
2005 Pelatnas SEA Games, IBL All-Star.
2006 MVP IBL.

Manute Bol

Manute Bol lahir 16 Oktober 1962 di Sudan, bertinggi badan 231 cm, adalah mantan
pemain bola basket Sudan yang pernah berkarier dan bermain di NBA selama beberapa
tahun. Ia adalah pemain basket terjangkung di NBA bersama Gheorghe Muresan dan
Shawn Bradley.
Bol resmi diukur pada 7 kaki, 6 3 / 4 inci tinggi oleh Guinness Book of World Records.
Bol diyakini telah lahir pada 16 Oktober 1962 di baik Turalei atau Gogrial, Sudan. Ia
adalah anak seorang kepala suku Dinka, yang memberinya nama "Manute", yang berarti
"berkat khusus
Bol bermain basket untuk banyak tim Selama karirnya. Ia bermain untuk dua perguruan
tinggi dan empat tim NBA. Dia dikenal sebagai pemain spesialis; tembakannya
menghalangi kemampuan dianggap salah satu yang terbaik dalam sejarah olahraga,
namun aspek lain dari permainan dianggap cukup lemah. Satu keanehan statistik
menyoroti keahlian yang unik Bol: dia adalah satu-satunya pemain dalam sejarah NBA
untuk memiliki tembakan diblokir lebih dari mencetak poin.
#10, 11, 4, 1 Center
Date of birth : October 16, 1962
Place of birth :Turalei or Gogrial, Sudan
Date of death :June 19, 2010 (aged 47)
Place of death :Charlottesville, Virginia, USA
Listed height :7 ft 7 in (2.31 m)
Listed weight :225 lb (102 kg)

Washington Bullets (19851988, 1994)


Golden State Warriors (19881990, 1994)
Philadelphia 76ers (19901993)
Miami Heat (19931994)
Points 1,599
Rebounds 2,647
Blocks 2,086

Ada beberapa jenis-jenis passing, dan penggunaannya haruslah tepat pada setiap situasi.
Chest Pass
Chest pass adalah jenis passing yang paling efektif apalagi pada saat pemain tidak
dijaga. Urutan teknik chestpass dimulai dengan posisi triple threat dan ibu jari
menghadap ke atas saat memegang bola, maksudnya agar saat didorong bola akan
berputar ke belakang (back spin). Pada akhir gerakan, ibu jari harus menghadap ke
bawah. Ingatkan pemain untuk melakukan pivot dalam pasing.
Bounce Pass
Passing ini direkomendasikan untuk digunakan pada sasaran yang melakukan backdoor
cut dan pada saat pemain di-trap sehingga kesulitan mencari passing line. Gerakan yang
dilakukan hampir sama dengan chest pass, hanya saja arah bola dipantulkan ke 2/3 dari
jarak penerima bola. Passer perlu memperkirakan agar nantinya bola memantuk ke arah
pinggul penerima.
Overhead Pass
Overhead Pass sangat efektif digunakan saat tim defender menggunakan zone defense,
beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam melakukan overhead pass adalah: (1)
pertahankan posisi siku paling tidak setinggi kepala. (2) Kekuatan dorongan overhead
pass hanya terletak pada bagian siku, pergelangan tangan, dan jari-jari. Bahu hanya
berfungsi sebagai penopang siku agar tetap setinggi kepala. (3) posisi awal ibu jari
adalah menghadap ke belakang dan posisi akhir menghadap ke depan. (4) untuk
mendapatkan tambahan tenaga dorongan, pemain dapat melakukan pivot.
Baseball Pass
Baseball pass biasanya digunakan untuk melakukan passing jarak jauh. Pada posisi awal
pemain menempatkan bola di salah satu sisi kepala dan posisi kaki parallel stance. Lalu
kaki pada sisi yang sama dengan tangan yang memegang bola ditarik ke belakang, titik
tumpu terletak pada kaki ini. Setelah itu, lempar bola seperti melakukan lemparan pada

baseball. Ingatkan pemain agar tidak menekuk pergelangan tangan terlalu dalam
kebelakang dan akhirnya passing dengan posisi jari-jari menghadap ke sasaran agar
passing tetap akurat pada sasaran.
One-hand Push/Shoulder pass
Passing ini menggunakan satu tangan dan biasa digunakan karena persiapannya cepat.
Maksudnya, dari posisi triple threat, pemain dapat langsung melakukan passing ini.
Kunci dari passing ini adalah ketepatan tekukan siku. Tekukan siku yang pas dapat
menghasilkan kecepatan dan kekuatan dalam melakukan passing. Jika kita
menggunakan tangan kanan untuk memegang bola, maka pemain hanya dapat
melakukan passing pada sisi kanannya saja. Begitu pula sebaliknyak, Jangan lupa untuk
menggunakan fake. Jika pemain akan melakukan air pass, sebaiknya arahkan bola pada
samping teling defender karena biasanya akan sulit diantisipasi.
Hand off Pass
Hand off pass merupakan passing yang diberikan secara langsung kepada penerima
tanpa melakukan pelemparan. Biasanya si passer melakukan blok terhadap defender nya
maupun defender penerima, sehingga penerima bebas untuk melakukan scoring atau
menarik defender lain agar membebaskan pemain yang lebih berpeluang melakukan
skoring.
Hook Pass
Hook pass yakni passing dengan menggunakan satu lengan. didahului dengan lompatan
dan biasanya mengarah 90 derajat dari arah lari passer. Keuntungan dirasakan saat
defender memiliki jangkauan vertikal yang tinggi, selain itu, dapat mengubah arah
serangan dengan cepat dalam keadaan berlari tanpa melakukan quick stop ke posisi
triple threat.
Behind the back pass
Passing ini menggunakan satu tangan jauh dari penerima dan melewati belakang passer.
Passing ini efektif dalam mengelabui lawan karena arah lari passer sendiri sudah
merupakan fake.
Underhand Pass
Pass dengan melempar bola dari bawah. posisi tangan pelempar dibelakang dan
melakukan dorongan kedepan sehingga bola meluncur kedepan. Pass ini dapat didahului
fake shot agar defender melakukan posisi blok sehingga bagian bawah defender ada
diluar jangkauannya.

basket
Dec 15, '08 3:37 AM
for everyone

kokotensai
Phot
os of
koko
Perso
nal
Mess
age

RSS

Keterangan : NBA menerapkan 28.65 m x 15.24 m sebagai ukuran


standar lapangan basketnya, sedangkan FIBA menerapkan 28 m x 15
m sebagai ukuran standar lapangan basketnya.
0 comments share
Dec 10, '08 12:24 PM
for everyone
Untuk menjadi pemain yang baik perlu menguasai fumdamental (dasardasar teknik, taktik dan strategi) dari permainan bola basket ini. Dengan
menguasai petunjuk serta mengenal lebih baik dasar-dasar permainan dan
peraturan permainan yang berlaku di dunia internasional, diharapkan mutu
permainan yang kita sajikan akan bertambah baik dan makin maju.
Dasar-Dasar Permainan Bola Basket

Teknik dasar permainan bola basket terdiri dari beberapa macam


cara :

1. Cara melempar dan menangkap bola macam-macam operan dengan dua


tangan
:

1. The two hand chest pass : operan setinggi dada/ tolakan dada

2. The over head pass : operan atas kepala

3. The bounce pass : operan pantulan

Macam-macam
operan
dengan
satu
tangan
:
1. The side arm pass/the base ball pass : operan samping
2.
The
lop
pass
:
operan
lambung
3.
The
back
pass
:
operan
gaetan
4.
The
jump
hand
pass
:
operan
lompat
Lemparan
tolakan
dada
dengan
dua
tangan
Lemparan atau operan ini merupakan lemparan yang sangat banyak
dilakukan dalam permainan. Lemparan ini sangat bermanfaatuntuk operan
jarak pendek dengan perhitungan demi kecepatan dan kecermatan dan
kawan penerima bola tidak dijaga dengan dekat. Jarak lemparan ini antara
5
sampai
7
meter.
Lemparan
samping
Lemparan samping berguna untuk operan jarak sedang dan jarak kira-kira
antara 8 sampai 20 meter, bisa dilakukan untuk serangan kilat.
Lemparan
di
atas
kepala
dengan
dua
tangan
Operan ini biasanya digunakan oleh pemain-pemain jangkung, untuk
menggerakkan bola di atas sehingga melampui daya raih lawan. Operan ini
juga sangat berguna untuk operan cepat, bila pengoper itu sebelumnya
menerima
bola
di
atas
kepala.
Lemparan
bawah
dengan
dua
dua
tangan
Lemparan atau operan ini sangat baik dilakukan untuk operan jarak dekat
terutama sekali bila lawan melakukan penjagaan satu lawan satu.
Lemparan
kaitan
Operan kaitan sebaiknya diajarkan setelah lemparan-lemparan yang lain
dikuasai. Operan ini digunakan untuk dapat melindungi bola dan
mengatasi jangkauan lawan terutama sekali bagi lemparan yang lebih
pendek dari panjangnya. Ciri lemparan ini : bola dilemparkan di samping
kanan/kiri, terletak di atas telinga kiri/kanan dan penerima ada di kiri
kanan pelempar. Di samping operan-operan tersebut di atas, masih ada lagi
macam-macam operan yang pada hakekatnya adalah merupakan kombinasi
dari
operan
tersebut
di
atas.
Menangkap
Menangkap bola dapat dilakukan dengan satu tangan atau dengan dua
tangan, baik dalam keadaan berhenti , berjalan maupun dalam keadaan

berlari.
2. Cara memantul-mantulkan bola

Dribbling atau memantul-mantulkan bola (membawa bola) dapat


dilakukan dengan sikap berhenti, berjalan atau berlari. Pelaksanaannya
dapat dikerjakan dengan tangan kanan atau tangan kiri, seperti :
1.
Dribble
rendah
2.
Dribble
tinggi
3.
Dribble
lambat
4.
Dribble
cepat
3. Cara memasukkan bola atau menembak (shooting)

Bila dilihat dari posisi badannya terhadap papan maka dapat dibedakan :
1.
Menghadap
papan
(facing
shoot)
2.
Membelakngi
papan
(back
up
shoot)
Sedang cara pelaksanaannya dapat dilakukan dengan sikap berhenti,
memutar,
melompat
dan
berlari.
3.
Menghadap
papan
dengan
sikap
berhenti
:
a. tembakan dua tangan dari dada (two handed set shoot)
b. tembakan dua tangan dari atas kepala (two handed over head set shoot)

c.
tembakan
satu
tangan
(one
hand
set
shoot)
d. tembakan satu tangan dari atas kepala (one hand over head shoot)
4.
Menghadap
papan
dengan
sikap
melompat
a. tembakan lompat dengan dua tangan dari atas kepala (two hand
overhead
jump
shoot)
b. tembakan lompat dengan satulengan (one hand shoot)
5.
Menghadap
papan
dengan
sikap
lari
a. tembakan lari menyentuh/memantul papan dengan tangan kanan atau
kiri
(righ/left
hand
lay-up
shoot).
b. Tembakan lari menyentuk papan dengan dua tangan dari bawah (teo
hand
under
hand
lay-up
shoot)
c. Tembakan lari menyentuh papan dengan dua tangan bawah (two hand
over
head
lay-up
shoot)
d. Tembakan lari menyentuh papan dengan satu tangan bawah (one hand
under
hand
lay-up
shoot)
6.
Membelakangi
papan
dengan
sikap
berhenti
a. tembakan memutar lurus di bawah keranjang (straight turn shoot under
basket)
b. tembakan melangkah di bawah keranjang (step bawah shoot under
basket)
c.
tembakan
gaetan
(the
hock
shoot)
d. tembakan ayunan di bawah keranjang dengan kedua tangan (two hand
under
hand
sweep
shoot)
e. tembakan ayunan di bawah keranjang dengan satu tangan (one hand
under
hand
sweep
shoot)
7.
Membelakangi
papan
dengan
sikap
melompat
a. tembakan melompat di bawah keranjang (up and under shoot)
b. tembakan melompat memutar dengan kedua tangan (one hand jump
twist
shoot)
c. tembakan melompat memutar dengan satu tangan (one hand jump twist
shoot)
4. Cara berputar (Pivot)

Memutar badan dengan salah satu kaki menjadi as/poros putaran (setelah
kita
menerima
bola).
a.
pivot
kemudian
dribble
(membawa
bola)
b.
pivot
kemudianpassing
(melempar
bola)
c.
pivot
kemudian
shooting
(menembakan
bola)
Olah
kaki
atau
gerakan
kaki
(foot
work)
Yang dimaksud dengan olah kaki atau gerakan kaki ialah :
Keterampilan
penguasaan
gerak
kaki
di
dalam
hal
:
a. dapat melakukan start dengan cepat dan berhenti dengan segera tanpa
kehilangan
keseimbangan
b. cepat mengubah arahgerak baik dalam pertahanan maupun dalam
penyerangan.
Menggiring
bola
dapat
dibagi
dua
:
a. menggiring bola tinggi, gunannya untuk memperoleh posisi mendekati
basket
lawan.
b. Menggiring bola rendah, gunanya untuk menyusup dan mengacaukan
pertahanan lawan, dan menggiring bola dalam menghadapi lawan.
0 comments share

Perkembangan Bola Basket di Indonesia

Dec 10, '08 12:10 PM


for everyone

Di tengah-tengah gejolak revolusi bangsa dalam mempertahankan


kemerdekaan yang telah direbut itu, permainan Bola Basket mulai
dikenal oleh sebagian kecil rakyat Indonesia, khususnya yang berada di
kota perjuangan dan pusat pemerintahan Rakyat Indonesia,
Yogyakarta serta kota terdekat Solo. Nampaknya, ancaman pedang
dan dentuman meriam penjajah tidak menjadi penghalang bagi bangsa
Indonesia untuk melakukan kegiatan olahraga, termasuk permainan
Bola Basket. Bahkan dengan dilakukannya kegiatan-kegiatan olahraga
tersebut semangat juang bangsa Indonesia untuk mempertahankan
tanah airnya dari ancaman para penjajah yang menginginkan kembali
berkuasa semakin membaja. Terbukti pada bulan September 1948, di
kota Solo diselenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pertama
yang mempertandingkan beberapa cabang olahraga, diantaranya Bola
Basket. Dalam kegiatan tersebut ikut serta beberapa regu, antara lain :
PORO Solo, PORI Yogyakarta dan Akademi Olahraga Sarangan.
Pada tahun 1951, Maladi dalam kedudukannya selaku Sekretaris
Komite Olympiade Indonesia (KOI) meminta kepada Tony Wen dan
Wim Latumenten untuk menyusun organisasi olahraga Bola Basket
Indonesia. Selanjutnya karena pada tahun ini juga di Jakarta akan
diselenggarakan PON ke-II, maka kepada kedua tokoh tadi Maladi
meminta pula untk menjadi penyelenggara pertandingan Bola Basket.
Atas prakarsa kedua tokoh ini, pada tanggal 23 Oktober 1951
dibentuklah organisasi Bola Basket Indonesia dengan nama Persatuan
Basketball Seluruh Indonesia disingkat PERBASI. Tahun 1955 namanya
diubah dan disesuaikan dengan perbendaharaan bahasa Indonesia,
menjadi Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia yang singkatannya
tetap sama yaitu PERBASI.

Lambang PERBASI

Dalam susunan Pengurus PERBASI yang pertama, Tony Wen


menduduki jabatan Ketua serta Wim Latumeten, Sekretaris. Segera
setelah terbentuknya PERBASI, organisasi ini menggabungkan diri dan
menjadi anggota KOI serta FIBA. Namun demikian, dengan
terbentuknya PERBASI, tidak berarti bahwa perjuangan bangsa
Indonesia untuk membina dan mengembangkan permainan Bola
Basket di tanah air menjadi ringan. Tantangan yang paling menonjol
datang dari masyarakat Cina din Indonesia yang mendirikan Bon Bola
Basket sendiri, dan tidak mau bergabung dengan PERBASI.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pada tahun 1955 PERBASI
menyelenggarakan Konferensi Bola Basket di Bandung yang dihadiri
oleh utusan dari Yogyakarta, Semarang, Jakarta dan Bandung.
Keputusan yang paling terpenting dalam Konferensi tersebut ialah
PERBASI merupakan satu-satunya organisasi induk olahraga Bola
Basket di Indonesia, sehingga tidak ada lagi sebutan Bon Bola Basket
Cina dan lain sebagainya. Pada kesempatan itu juga dibicarakan
persiapan menghadapi penyelenggaraan kongres yang pertama.
Kongres-kongres PERBASI yang telah diselenggarakan sejak berdirinya
tahun 1951 sampai akhir tahun 1983 sebagai berikut :
Kongres
ke
I
:
Tahun
1957
di
Semarang
Kongres
ke
II
:
Tahun
1959
di
Malang
Kongres ke - III : Yang sedianya akan dilangsungkan tahun 1961 di
Manado,
dibatalkan.
Kongres
ke
IV
:
Tahun
1967
di
Jakarta
Kongres
ke
V
:
Tahun
1969
di
Surabaya
Kongres
ke
VI
:
Tahun
1974
di
Surabaya
Kongres ke - VII : Tahun 1977 di Jakarta (bersamaan dengan PON IX).
Kongres ke - VIII : Tahun 1981 di Jakarta (bersamaan dengan PON X).
Sejak didirikan tahun 1951, PERBASI telah banyak melakukan kegiatan
yang sifatnya nasional, regional dan internaisonal, baik di dalam negeri
maupun di luar negeri. Dalam melaksanakan pembinaan organisasi,
PERBASI menganut sistem vertikal berjenjang, yang dimulai dari
tingkat perkumpulan, PERBASI Cabang, Pengurus Daerah PERBASI,
sampai kepada Pengurus Besar PERBASI.
Di bidang pembinaan, PERBASI mengenal berbagai cara. Selain
pertandingan-pertandingan dilakukan melalui jenjang organisasi
vertikal, juga dikenal adanya Kejuaraan Nasional Bola Basket Antar
Perkumpulan. Disamping itu, sebagai realisasi daripada keputusan
Kongres PERBASI ke VIII Tahun 1981, maka mulai tahun 1982
dilaksanakan Kompetisi Bola Basket Utama yang diikuti perkumpulan
terkemuka di Pulau Jawa. Berbeda dengan kegiatan-kegiatan lain,
Kompetisi ini dianggap sebagai awal pembaharuan dalam pembinaan
Bola Basket Indonesia, karena dalam pelaksanaannya mengambil jalan
pintas, tanpa mengikuti jalur vertikal. Hal ini langsung ditujukan pada
peningkatan prestasi melalui cara yang dinilai paling cepat yakni
dengan pembinaan latihan serta pertandingan yang teratur dan terus
menerus sepanjang waktu.

0 comments share
Dec 10, '08 11:24 AM
for everyone
Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara
Sejarah Bola Basket

tidak sengaja oleh seorang pastor. Pada tahun 1891, Dr. James
Naismith, seorang pastor asal Kanada yang mengajar di sebuah
fakultas untuk para mahasiswa profesional di YMCA (sebuah
wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus
membuat suatu permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu
para siswa pada masa liburan musim dingin di New England.

Dr. James Naismith


Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena
dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di
gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa
peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang
gelanggang olahraga, dan meminta para siswanya untuk mulai
memainkan permainan ciptaannya itu.

1907-1908 Kansas Jayhawks Basketball Teams


Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan

pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr. James Naismith.


"Basket ball" (sebutan bagi olahraga ini dalam bahasa Inggris),
adalah sebutan yang digagas oleh salah seorang muridnya.
Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika
Serikat. Penggemar fanatiknya ditempatkan di seluruh cabang
YMCA di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun
segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian Amerika
Serikat.
Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar
yang ditulis sendiri oleh James Naismith. Aturan dasar tersebut
adalah sebagai berikut.
1. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan
menggunakan salah satu atau kedua tangan.
2. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan
salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul
menggunakan kepalan tangan (meninju).
3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola.
Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat
menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut
berlari pada kecepatan biasa.
4. Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan.
Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan
memegang bola.
5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan,
mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan
cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap
peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran
kedua akan diberi sanksi berupa pendiskualifikasian pemain
pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola
lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan
tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar
akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang
pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak
diperbolehkan.
6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola
dengan kepalan tangan (meninju), melakukan pelanggaran
terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar hal-hal yang
disebutkan pada aturan 5.
7. Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturutturut, maka kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk
lawannya (berturut-turut berarti tanpa adanya pelanggaran
balik oleh lawan).
8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari
lapangan masuk ke dalam keranjang, dalam hal ini pemain
yang menjaga keranjang tidak menyentuh atau mengganggu
gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir keranjang atau
pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut
tidak akan dihitung sebagai sebuah gol.

9. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan


dilemparkan kembali ke dalam dan dimainkan oleh pemain
pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi perbedaan
pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang
akan melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola
diberi waktu 5 detik untuk melemparkan bola dalam
genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari waktu
tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila
salah satu pihak melakukan hal yang dapat menunda
pertandingan, maka wasit dapat memberi mereka sebuah
peringatan pelanggaran.
10. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain
dan mencatat jumlah pelanggaran dan memberi tahu wasit
pembantu apabila terjadi pelanggaran berturut-turut. Wasit
memiliki hak penuh untuk mendiskualifikasi pemain yang
melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum
dalam aturan 5.
11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil
keputusan apabila bola dianggap telah keluar lapangan,
pergantian kepemilikan bola, serta menghitung waktu. Wasit
pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan
menghitung jumlah gol yang terjadi.
12. Waktu pertandingan adalah dua babak, masing-masing 15
menit dan 5 menit untuk beristirahat diantara kedua babak.
13. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan
dinyatakan sebagai pemenang.
Istilah Dalam Permainan Bola Basket
Rebound adalah suatu istilah dalam permainan bola basket dimana
seorang pemain menangkap atau mendapatkan bola pantul yang
tidak berhasil masuk yang ditembakkan oleh pemain lain. Pebasket
yang melakukan Rebound kebanyakan adalah yang berada posisi
Center (tengah) dan Power Forward. Karena rebound lebih efektif
untuk orang yang bertubuh lebih tinggi dan yang lebih dekat dengan
ring basket.
Assist adalah suatu istilah dalam permainan bola basket dimana
seorang pemain mengoper bola kepada temannya, dan pemain
yang mendapat bola operan dari temannya itu tanpa mendribble
(memantulkan bola ke tanah) langsung melempar atau
memasukkan bola kedalam jaring basket (bola yang tidak masuk
tidak dihitung). Orang yang mengoper bola kepada temannya itu
berarti sedang melakukan assist, atau bisa disebut juga tukang
assist bola. Assist biasa dilakukan oleh pemain dengan posisi
Guard (penjaga) kepada pemain posisi lainnya, karena mereka
lebih banyak menguasai/mendribble bola dan menjalankan strategi
tim pada pertandingan. Assist dibagi dua yaitu; Assist pantul dan
Assist langsung. Assist pantul berarti operan bolanya ke teman

dengan cara memantulkan ke tanah, sedang Assist langsung berarti


tanpa memantulkan bola. Sekilas Assist dan operan memang mirip,
hanya saja Assist berhubungan dengan lemparan bola masuk tanpa
dribble.
Blok dalam basket adalah suatu istilah dimana seorang pemain
bertahan melakukan lompatan dan berhasil menghalang/menahan
bola yang sedang dilempar oleh pihak lawan atau penyerang,
sehingga bola tidak berhasil melaju dan masuk kedalam ring.
Pemain bertahan tidak diperbolehkan menyentuh tangan pihak
lawan yang sedang melempar bola, jika tersentuh maka akan
terjadi pelanggaran. Blok dapat dilakukan dengan satu tangan
ataupun kedua tangan. Beberapa pebasket yang terkenal akan
blok-nya adalah Dikembe Mutombo, Shaquille O`Neil, Alonzo
Mourning, Ben Wallace, Bill Russell, Wilt Chamberlain, Kareem
Abdul-Jabbar, Mark Eaton, Manute Bol, Hakeem Olajuwon, dan
David Robinson
Steal dalam basket adalah suatu istilah dimana seorang pemain
bertahan berhasil merebut bola yang sedang dipegang, dioper atau
didribble pihak lawan, tetapi tidak menyentuh tangan lawan atau
akan dinyatakan sebagai pelanggaran. Posisi pebasket yang paling
sering melakukan steal adalah Small Forward. Beberapa pebasket
yang terkenal akan kemampuan stealnya di NBA adalah Scottie
Pippen, Robert Horry, Michael Jordan, Magic Johnson, John
Stockton, dan Allen Iverson.
0 comments share

BOLA BASKET
A. Pengertian Bola Basket
Bola basket adalah olahraga bola berkelompok yang terdiri atas dua tim
beranggotakan masing-masing lima orang yang saling bertanding mencetak poin dengan
memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Bola basket sangat cocok untuk ditonton
karena biasa dimainkan di ruang olahraga tertutup dan hanya memerlukan lapangan
yang relatif kecil. Selain itu, bola basket mudah dipelajari karena bentuk bolanya yang
besar, sehingga tidak menyulitkan pemain ketika memantulkan atau melempar bola
tersebut.
Bola basket adalah salah satu olahraga yang paling digemari oleh penduduk
Amerika Serikat dan penduduk di belahan bumi lainnya, antara lain di Amerika Selatan,
Eropa Selatan, Lithuania, dan juga di Indonesia.
B. Sejarah Bola Basket
Basket dianggap sebagai olahraga unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh
seorang pastor. Pada tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang pastor asal Kanada yang
mengajar di sebuah fakultas untuk para mahasiswa profesional di YMCA (sebuah
wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu
permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan musim
dingin di New England.Terinspirasi dari permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di
Ontario,Naismith menciptakan permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket
pada 15 Desember 1891.
Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras
dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis
beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang
olahraga, dan meminta para siswanya untuk mulai memainkan permainan ciptaannya
itu.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20
Januari 1892 di tempat kerja Dr. James Naismith. Basket ball (sebutan bagi olahraga

ini dalam bahasa Inggris), adalah sebutan yang digagas oleh salah seorang muridnya.
Olahraga ini pun menjadi segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar
fanatiknya ditempatkan di seluruh cabang YMCA di Amerika Serikat. Pertandingan
demi pertandingan pun segera dilaksanakan di kota-kota di seluruh negara bagian
Amerika Serikat.
Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble,sehingga
bola hanya dapat berpindah melalui pass (lemparan). Sejarah peraturan permainan
basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith. Aturan
dasar tersebut adalah sebagai berikut.
1. Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau
kedua tangan.
2. Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua
tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
3. Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus
melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan
apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
4. Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota
tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
5. Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau
menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama
terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan
diberi sanksi berupa pendiskualifikasian pemain pelanggar hingga keranjang
timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan
dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai
hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini,
pergantian pemain tidak diperbolehkan.
6. Sebuah kesalahan dibuat pemain apabila memukul bola dengan kepalan tangan
(meninju), melakukan pelanggaran terhadap aturan 3 dan 4, serta melanggar halhal yang disebutkan pada aturan 5.
7. Apabila salah satu pihak melakukan tiga kesalahan berturut-turut, maka
kesalahan itu akan dihitung sebagai gol untuk lawannya (berturut-turut berarti
tanpa adanya pelanggaran balik oleh lawan).

8. Gol terjadi apabila bola yang dilemparkan atau dipukul dari lapangan masuk ke
dalam keranjang, dalam hal ini pemain yang menjaga keranjang tidak
menyentuh atau mengganggu gol tersebut. Apabila bola terhenti di pinggir
keranjang atau pemain lawan menggerakkan keranjang, maka hal tersebut tidak
akan dihitung sebagai sebuah gol.
9. Apabila bola keluar lapangan pertandingan, bola akan dilemparkan kembali ke
dalam dan dimainkan oleh pemain pertama yang menyentuhnya. Apabila terjadi
perbedaan pendapat tentang kepemilikan bola, maka wasitlah yang akan
melemparkannya ke dalam lapangan. Pelempar bola diberi waktu 5 detik untuk
melemparkan bola dalam genggamannya. Apabila ia memegang lebih lama dari
waktu tersebut, maka kepemilikan bola akan berpindah. Apabila salah satu pihak
melakukan hal yang dapat menunda pertandingan, maka wasit dapat memberi
mereka sebuah peringatan pelanggaran.
10. Wasit berhak untuk memperhatikan permainan para pemain dan mencatat jumlah
pelanggaran dan memberi tahu wasit pembantu apabila terjadi pelanggaran
berturut-turut. Wasit memiliki hak penuh untuk mendiskualifikasi pemain yang
melakukan pelanggaran sesuai dengan yang tercantum dalam aturan 5.
11. Wasit pembantu memperhatikan bola dan mengambil keputusan apabila bola
dianggap telah keluar lapangan, pergantian kepemilikan bola, serta menghitung
waktu. Wasit pembantu berhak menentukan sah tidaknya suatu gol dan
menghitung jumlah gol yang terjadi.
12. Waktu pertandingan adalah 4 quarter masing-masing 10 menit
13. Pihak yang berhasil memasukkan gol terbanyak akan dinyatakan sebagai
pemenang.
Pada Agustus 1936, saat menghadiri Olimpiade Berlin 1936, ia dinamakan sebagai
Presiden Kehormatan Federasi Bola Basket Internasional. Terlahir sebagai warga
Kanada, ia menjadi warga negara Amerika Serikat pada 4 Mei 1925.
Naismith meninggal dunia 28 November 1939, kurang dari enam bulan setelah
menikah untuk kedua kalinya.
Sampai saat ini perkembangan olahraga Bola Basket sangat pesat serta mengalami
beberapa perubahan aturan permainan.

C. Lapangan, Waktu, dan Jumlah Pemain Bola Basket


Permainan bola basket adalah persegi panjang dengan ukuran panjang lapangan
yaitu 26 meter serta lebar lapangan yaitu 14 meter. Tiga buah lingkaran yang terdapat di
dalam lapangan basket memiliki panjang jari-jari yaitu 1,80 meter.

Jumlah pemain dalam permainan bola basket adalah 5 orang dalam satu regu
dengan cadangan 5 orang. Sedangkan jumlah wasit dalam permainan bola basket adalah
2 orang. Wasit 1 disebut Referee sedangkan wasit 2 disebut Umpire.
Waktu permainan 4 X 10 menit. Di antara babak 1, 2, 3, dan babak 4 terdapat
waktu istirahat selama 10 menit. Bila terjadi skor yang sama pada akhir pertandingan
harus diadakan perpanjangan waktu sampai terjadi selisih skor. Di antara dua babak
tambahan terdapat waktu istirahat selama 2 menit. Waktu untuk lemparan ke dalam
yaitu 5 detik.
Keliling bola yang digunakan dalam permainan bola basket adalah 75 cm - 78 cm.
Sedangkan berat bola adalah 600 - 650 gram. Jika bola dijatuhkan dari ketinggian 1,80
meter pada lantai papan, maka bola harus kembali pada ketinggian antara 1,20 - 1,40
meter.

Panjang papan pantul bagian luar adalah 1,80 meter sedangkan lebar papan pantul
bagian luar adalah 1,20 meter. Dan panjang papan pantul bagian dalam adalah 0,59
meter sedangkan lebar papan pantul bagian dalam adalah 0,45 meter.
Jarak lantai sampai ke papan pantul bagian bawah adalah 2,75 meter. Sementara
jarak papan pantul bagian bawah sampai ke ring basket adalah 0,30 meter. Ring basket
memiliki panjang yaitu 0,40 meter. Sedangkan jarak tiang penyangga sampai ke garis
akhir adalah 1 meter.
Panjang garis tengah lingkaran pada lapangan basket adalah 1,80 meter dengan
ukuran lebar garis yaitu 0,05 meter. Panjang garis akhir lingkaran daerah serang yaitu 6
meter. Sedangkan panjang garis tembakan hukuman yaitu 3,60 meter.
D. Lahirnya Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia
Ada beberapa informasi mengatakan masuknya basket bersamaan dengan
kedatangan pedagang dari Cina menjelang kemerdekaan. Tepatnya, sejak 1894, bola
basket sudah dimainkan orang-orang Cina di Provinsi Tientsien dan kemudian menjalar
ke seluruh daratan Cina. Mereka yang berdagang ke Indonesia adalah kelompok
menengah kaya yang memilih olahraga dari Amerika itu sebagai identitas kelompok
Cina modern.
Informasi ini diperkuat fakta menjelang dan pada awal kemerdekaan klub-klub
bola basket di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, DI
Yogyakarta, dan Surabaya sebagian besar tumbuh dari sekolah-sekolah Cina. Dari klub
itu pula kemudian lahir salah seorang pemain legenda Indonesia, Liem Tjien Siong yang
kemudian dikenal dengan nama Sonny Hendrawan (Pada 1967 Sonny terpilih sebagai

Pemain Terbaik pada Kejuaraan Bola Basket Asia IV di Seoul, Korea Selatan. Waktu
itu, tim Indonesia menduduki peringkat ke-4 di bawah Filipina, Korea, dan Jepang).
Pada 1948, ketika Negara Indonesia menggelar PON I digelar di Solo, bola basket,
sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Ini membuktikan
bahwa basket cepat memasyarakat dan secara resmi diakui Negara. Tiga tahun
kemudian, Maladi sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang
kemudian menjadi Menteri Olahraga, meminta Tonny Wen dan Wim Latumeten untuk
membentuk organisasi bola basket. Namun akhirnya karena tuntutan kebutuhan untuk
menyatukan organisasi basket, disepakati pembentukan Persatuan Bola Basket Seluruh
Indonesia pada 1955, disingkat Perbasi.
E. Teknik Dasar Bola Basket
1. Passing dan Catching
Istilah mengoper/melempar/mengumpan selalu berhubungan dengan menangkap
(catching) atau menerima bola. Operan pada umumnya dilakukan dengan 2 bahkan 1
tangan serta harus cepat, tepat dan keras, tetapi tidak liar sehingga dapat dikuasai oleh
kawan yang menerimanya. Namun mengoper tidaklah semudah orang menduga. Ada
beberapa hal yang harus diperhatikan saat mengoper bola antara lain :
a.

Arah bola ke sasaran harus terhindar dari serobotan ( intercept) lawan.

b. Timing harus tepat


c.

Perasaan (feeling)

d. Hindari lemparan menyilang


Untuk dapat melakukan operan dengan baik harus dapat menguasai macammacam teknik dasar melempar dan menangkap bola dengan baik. Teknik dasar
melempar bola tersebut antara lain :
a. Chest Pass ( Operan dada)
b. Bounce Pass ( Operan pantulan)
c. Over Head Pass ( Operan dari atas kepala)
d. Baseball Pass ( operan jarak jauh ( fast break)
Biasanya untuk pemain pemula yang diberikan ada 3 macam passing seperti yang
diatas, sedangkan untuk baseball pass biasanya diberikan setelah mereka dapat
melakukan gerakan yang lain dengan baik.

2. Dribbling
Menggiring bola adalah cara untuk membawa bola ke segala arah dengan lebih
dari satu langkah asal bola sambil dipantulkan dan merupakan suatu usaha untuk
mengamankan bola dari rampasan lawan sebab dengan demikian ia dapat bergerak
menjauhkan lawan sambil memantulkan bola kemana ia tuju. Ada beberapa cara
menggiring bola antara lain :
a. Menggiring bola rendah ( untuk control bola).
b. Menggiring bola tinggi (untuk kecepatan).
c. Menggiring campuran.
Menggiring bola ini dilatih dari hal yang mudah yaitu dengan sikap ditempat atau
berhenti kemudian berjalan dan terakhir baru berlari setelah agak mahir baru kemudian
diberikan latihan dengan rintangan untuk lebih mempersulit dribbling/menggiring bola.

3. Shooting
Menembak adalah sasaran akhir setiap bermain, juga termasuk unsure yang
menentukan kemenangan dalam pertandingan sebab kemenangan ditentukan oleh
banyaknya bola yang masuk dalam keranjang (basket) setiap serangan selalu berusaha
untuk dapat melakukan tembakan. Dasar-dasar teknik menembak sebenarnya sama
dengan teknik operan disamping itu juga tepat tidaknya mekanika gerakan dalam
menembak menentukan baik buruknya tembakan.
Shooting atau menembak ini harus dilakukan sesering mungkin untuk melatih
anak merasakan gerakannya dengan benar serta dapat terlatih ketepatannya. Untuk para
atlit yunior biasanya penekanan latihan pada dua macam cara dalam melakukan
shooting atau menembaknya antara lain :
a. One Hand Shoot (Tembakan satu tangan).
b. Two Hand Shoot (Tembakan dua tangan).

4. Pivot
Teknik ini diperlukan untuk mengatasi peraturan tentang diperkenankannya
seorang pemain yang memegang bola sambil jalan atau lari. Bahkan seorang pemain
yang memegang bola tidak boleh melangkah lebih dari satu langkah tanpa memantulkan
bola. Untuk menghindari bola dari sergapan lawan maka ia diperbolehkan melakukan
pivot. Garakan berporos (pivot) adalah suatu usaha mengubah arah hadap badan
kesegala arah dengan satu kaki tetap sebagai poros (tumpuan). Kaki poros tidak boleh
terangkat atau tergeser dari tempatnya, sementara kaki yang lain boleh bergerak atau
melangkah kesegala arah, khususnya pada saat memegang bola, sebab dipergunakan
agar bola dapat dijauhkan dari jangkauan lawan.
Pivot dapat berbentuk antara lain :
a. In Front Pivot (front turn).
b. Reverse Pivot (reverse turn).

5. Rebound
Merayah bola merupakan teknik dasar yang perlu dikuasai oleh seorang pemain,
hal ini dapat dimaklumi sebab kemenangan dalam merayah bola merupakan suatu
kesempatan untuk melakukan serangan berikutnya. Merayah bola (rebound) merupakan
suatu usaha untuk mengambil atau menangkap bola yang datangnya memantul dari
papan pantul atau keranjang akibat dari tembakan yang tidak berhasil. Beberapa ahli
mengatakan Kalau tidak dapat memenangkan bola rebound maka tim anda tak akan
bias menang , hal ini dapat dibenarkan sebab memenangkan rebound berarti kita
mempunyai kesempatan lagi untuk menembak.
Teknik merayah bola (rebound) dibagi menjadi dua yaitu :
a. Defensive Rebound (merayah bola pada saat bertahan).
b. Offensive Rebound (merayah bola pada saat menyerang).
Rebound atau merayah bola dilakukan sesering mungkin karena memerlukan
ketepatan waktu (timing) yang baik. Sebaiknya saat masih yunior diberikan sehingga
para pemain sudah dapat merasakan gerakan dengan baik dan mempunyai ketepatan
waktu (timing) dan menutup lawan.
6. Lay-Up
Lay-up adalah usaha memasukkan bola ke ring atau keranjang basket dengan dua
langkah dan meloncat agar dapat meraih poin. Lay-up disebut juga dengan tembakan
melayang.
F. Posisi Pemain Bola Basket
Posisi Pemain Bola Basket antara lain :
1.

Point Guard (PG): Tugasnya adalah membawa bola dan memberikan passing pada
temannya. Dia yang mengatur irama permainan timnya, apakah cepat atau lambat. Biasa
juga disebut playmaker. Posisi ini biasanya dipegang oleh orang yang berbadan kecil
tapi lincah dan jago mendribel.

2.

Shooting Guard (SG): Seperti namanya, SG adalah orang yang punya tugas untuk
menembak bola dari jarak-jarak yang cukup jauh. Dia harus cepat bergerak dan mencari
posisi yang kosong untuk melepaskan tembakan. Posisi ini biasanya dipegang oleh
orang yang paling bagus akurasi shootingnya.

3.

Small Forward (SF): SF punya tugas mencetak angka. Dengan kata lain seorang SF
harus mampu menerobos pertahanan dan melakukan lay-up atau dunk, juga melakukan
shoot dari jarak-jarak tertentu. Posisi ini biasanya dipegang oleh orang yang punya
tekhnik hebat dan jago mencetak angka.

4.

Power Forward (PF): PF tugasnya adalah merebound bola. Rebound sangat penting,
jika dalam pertahanan, rebound penting agar bola tak kembali ke tangan musuh. Jika
dalam penyerangan, rebound penting untuk kembali menciptakan kesempatan membuat
angka. Biasanya posisi ini dipegang oleh orang yang lompatannya tinggi dan badannya
cukup besar untuk beradu fisik.

5.

Center (C): C tugasnya di pertahanan dan penyerangan.. Pada pertahanan, ia harus


mampu mengamankan ringnya dari tembakan jarak dekat seperti lay-up atau dunk
musuh.. Pada penyerangan, C harus mampu melihat posisi teman-temannya dan
memberikan umpan pada teman yang kosong (karena posisinya di tengah, sehingga
mudah memberi umpan ke sisi manapun).. Selain itu dia pun harus kuat beradu fisik
dengan musuh untuk mencetak angka di bawah ring.. Posisi ini biasanya dipegang oleh
orang yang badannya paling tinggi dan besar.