Anda di halaman 1dari 6

Nama : Wanti

Zamia
Nim :

IKATAN KIMIA
Ikatan Kimia adalah gaya tarik menarik yang kuat antara atom-atom tertentu bergabung
membentuk molekul atau gabungan ion-ion sehingga keadaannya menjadi lebih stabil.
Peranan Elektron pada Pembentukan Ikatan Kimia
1. Aturan Oktet
Atom-atom dikatakan stabil apabila konfigurasi elektronnya sama dengan konfigurasi gas
mulia (golongan VIII A) yang dinamakan duplet untuk konfigurasi elektron terluarnya dua
atau oktet untuk konfigurasi elektron terluarnya delapan.
Untuk mencapai keadaan stabil seperti gas mulia, maka atom-atom membentuk konfigurasi
elektron seperti gas mulia. Untuk membentuk konfigurasi elektron seperti gas mulia, dapat
dilakukan dengan cara membentuk ion atau membentuk pasangan elektron bersama.
Penyimpangan kaidah octet
Beberapa senyawa bersifat stabil meskipun tidak memenuhi kaidah octet, misalnya : BH3.
Atom B dengan konfigurasi electron (2 3), memiliki 3 elektron valensi. Pada senyawa BH3,
electron ikatan berjumlah enam sehingga kurang dua electron untuk memenuhi
kaidahoctet.Jadi BH3 tidak memenuhi kaidah octet,Contoh lain : BF3 dan BCl3.
Pada senyawa PCl5, electron ikatan berjumlah sepuluh. Konfigurasi electron 15P ; 2 8 5,
memiliki lima electron valensi, satu atom P mengikat lima atom Cl, sehingga electron ikatan
berjumlah sepuluh, kelebihan dua electron dari kaidah octet.. Jadi senyawa PCl5 juga tidak
mengikuti kaidah octet.
Kepolaran Ikatan Kovalen
Ikatan kovalen dapat berupa ikatan kovalen polar dan non polar. Sifat ini dipengaruhi oleh
perbedaan keelektronegatifan dan bentuk molekul atom-atom yang berikatan. Jika dua atom
nonlogam yang memiliki perbedaan keelektronegatifan berikatan, pasangan elektron akan
lebih tertarik ke arah atom yang memiliki keelektronegatifan yang lebih besar, akibatnya
kedudukan pasangan electron yang dipakai bersama itu tidak selalu simetris terhadap kedua
atom yang berikatan.
Dalam molekul H2, kedua electron dalam ikatan kovalennya digunakan secara seimbang oleh
kedua inti atom H sehingga tidak terjadi pengutuban atau kepolaran muatan, ikatannya

disebut ikatan kovalen nonpolar. Tetapi apabila dua atom tidak sejenis berikatan secara
kovalen, misalnya pada molekul HCl, maka kedua electron ikatannya akan digunakan tidak
seimbang, karena keelektronegatifan Cl lebih besar dibandingkan atom H, akibatnya
pasangan electron ikatan akan bergerak menuju atom Cl sehingga terjadi pengutuban
/kepolaran, ikatan ini disebut ikatan kovalen polar.
Contoh :

H H

dan

Cl

2. Lambang Lewis
Lambang Lewis adalah lambang atom disertai elektron valensinya.
a. Ikatan Ion (Ikatan Elektrovalen)
Ikatan ion adalah ikatan kimia yang terbentuk karena adanya gaya tarik-menarik elektrostatis
antara ion positif dengan ion negatif.
Pembentukan senyawa ion :
1. Terjadi akibat terjadinya serah terima elektron
2. Terjadi antara ion positif dan ion negatif
3. Terjadi antara unsur logam dan nonlogam
4. Terjadi antara unsur yang memiliki energi ionisasi dengan unsur afinitas elektron yang
besar
Contoh: Pembentukan NaCl

b. Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terbentuk karena memiliki elektron yang digunakan
bersama. Biasanya ikatan kovalen terjadi antara unsur sesama nonlogam.
Contoh :

Macam-macam Ikatan Kovalen


Ikatan Kovalen Tunggal adalah ikatan yang menggunakan sepasang elektron

contoh pembentukan molekul hidrogen

(sumber: jejaringkimia.blogspot.com)
contoh pembentukan HCl (asam klorida)

Ikatan kovalen rangkap dua adalah ikatan yang menggunakan 2 pasang elektron

contoh pembentukan molekul O2

Ikatan kovalen rangkap tiga adalah ikatan yang menggunakan tiga pasang elektron
contoh pembentukan N2 (gas nitrogen)

Ikatan kovalen koordinat adalah ikatan kovalen dimana pasangan elektron yang digunakan
bersama berasal dari satu atom saja.

Contoh Pembentukan NH4+