Anda di halaman 1dari 185
PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN KENDAL TAHUN ANGGARAN 2014

PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH

KABUPATEN KENDAL TAHUN ANGGARAN 2014

NOTA KESEPAKATAN ANTARA PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL DENGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KENDAL

NOMOR : 910 / 179 / VII / 2013 NOMOR : 910 / 0495 / 2013

TENTANG

PRIORITAS DAN PLAFON ANGGARAN SEMENTARA ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2014

Yang bertanda tangan di bawah ini :

  • 1. Nama

:

dr. Hj. WIDYA KANDI SUSANTI, MM.

Jabatan

:

Bupati Kendal

Alamat Kantor

:

Jl. Soekarno Hatta No. 193 Kendal

Bertindak selaku dan atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal.

  • a. :

Hj. ANIK KASIYANI, S.Sos

  • 2. Nama Jabatan

:

Ketua DPRD Kabupaten Kendal

Alamat Kantor

:

Jl. Soekarno Hatta No. 218 Kendal

  • b. Nama

:

H. ASSEP DIAMONDE

Jabatan

:

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kendal

Alamat Kantor

:

Jl. Soekarno Hatta No. 218 Kendal

  • c. Nama

:

H. BENNY KARNADI, S.Ag

Jabatan

:

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kendal

Alamat Kantor

:

Jl. Soekarno Hatta No. 218 Kendal

  • d. Nama

:

H. SYAEFUDIN, SE

Jabatan

:

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kendal

Alamat Kantor

:

Jl. Soekarno Hatta No. 218 Kendal

Sebagai Pimpinan DPRD bertindak selaku dan atas nama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kendal.

Dengan ini menyatakan bahwa dalam rangka penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perlu disusun Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) yang disepakati bersama antara DPRD dengan Pemerintah Daerah untuk dijadikan sebagai dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2014.

Berdasarkan hal tersebut di atas, dan mengacu pada kesepakatan antara DPRD dan Pemerintah Daerah tentang Kebijakan Umum APBD Tahun Anggaran 2014, para pihak sepakat terhadap Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara dan dalam hal terjadi pergeseran asumsi yang melandasi penyusunan PPAS akibat adanya kebijakan pemerintah, dapat dilakukan penambahan/pengurangan program serta pagu anggaran definitif, yang meliputi rencana Pendapatan dan Penerimaan Pembiayaan Daerah, Prioritas Belanja Daerah, Plafon Anggaran Sementara per Urusan dan SKPD, Plafon Anggaran Sementara Program, Plafon Anggaran Sementara Belanja Tidak Langsung dan rencana Pengeluaran Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran 2014.

Secara lengkap Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Tahun Anggaran 2014 disusun dalam lampiran yang menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dengan Nota Kesepakatan ini.

Demikian Nota Kesepakatan ini dibuat untuk dijadikan dasar dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2014.

BUPATI KENDAL

Selaku, PIHAK PERTAMA

Cap.

ttd

dr. Hj. WIDYA KANDI SUSANTI, MM

Kendal, 8 Juli 2013

PIMPINAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KENDAL Selaku, PIHAK KEDUA

Cap.

ttd

Hj. ANIK KASIYANI, S.Sos KETUA

ttd

H. ASSEP DIAMONDE WAKIL KETUA

ttd

H. BENNY KARNADI, S.Ag WAKIL KETUA

ttd

H. SYAEFUDIN, SE WAKIL KETUA

DAFTAR ISI

Nota Kesepakatan ..............................................................................

i

Daftar Isi ...........................................................................................

iii

  • I. PENDAHULUAN

1

  • 1.1. Latar Belakang ...............................................................

1

  • 1.2. Tujuan Penyusunan KUA PPAS .......................................

2

  • 1.3. Dasar Hukum Penyusunan KUA PPAS ............................

2

II. RENCANA PENDAPATAN DAN PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH .......................................................................................

6

III. PRIORITAS BELANJA DAERAH ....................................................

9

  • 3.1. Prioritas Belanja Daerah .................................................

9

  • 3.2. Target Pembangunan Tahun 2014 ..................................

14

IV. PLAFON ANGGARAN SEMENTARA BERDASARKAN SKPD ...........

38

  • 4.1. Plafon Anggaran Sementara Berdasarkan SKPD ..............

38

  • 4.2. Matriks Prioritas Program dan Plafon Anggaran ..............

41

  • V. PENUTUP

181

BBAABB II PPEENNDDAAHHUULLUUAANN

  • 1.1. Latar Belakang

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah beberapa kali, yang terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, Kepala Daerah menyusun Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) berdasarkan RKPD dan pedoman penyusunan APBD yang ditetapkan Menteri Dalam Negeri setiap tahun. Oleh karena itu, sebagai tindak lanjut dar i penyusunan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2014, Pemerintah Kabupaten Kendal menyusun dokumen Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) melalui tahapan : (1) menentukan skala prioritas pembangunan daerah; (2) menentukan prioritas program untuk masing -masing urusan yang disinkronisasikan dengan prioritas dan program nasional yang tercantum dalam Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2014; serta (3) menyusun plafon anggaran sementara untuk masing-masing program/kegiatan.

Melalui tahapan yang telah diuraikan di atas, dokumen PPAS Kabupaten Kendal memuat rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program sebagai acuan dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA – SKPD) Tahun Anggaran 2014. Substansi dokumen PPAS dimaksud meliputi urutan pr ioritas program dan kegiatan serta sasaran

dan target kinerja masing-masing program dan kegiatan yang didasarkan pada KUA dan plafon anggaran sementara menurut urusan pemerintahan, organisasi serta berdasarkan pengelompokan belanja tidak langsung dan belanja langsung.

  • 1.2. Tujuan Penyusunan PPPAS Tujuan penyusunan PPAS Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2014 adalah meningkatkan keterkaitan antara kebijakan perencanaan pembangunan dan penganggaran sehingga dapat dijadikan acuan dalam penyusunan RAPBD Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2014 sehingga bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kendal.

  • 1.3. Dasar Hukum Penyusunan PPAS Peraturan perundang-undangan yang mendasari penyusunan PPAS Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2014 adalah sebagai berikut: 1) Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara ; 2) Undang–Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 3) Undang–Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional ; 4) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 5) Undang–Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah; 6) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2005-

2025;

7) Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah; 8) Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan; 9) Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah; 10) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah; 11) Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan; 12) Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional; 13) Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah; 14) Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota; 15) Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah; 16) Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan; 17) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 18) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010-2014; 19) Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2011 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2014;

20) Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010; 21) Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan; 22) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; 23) Peraturan Menteri Dalam Negeri No 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 24) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2014; 25) Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri Nomor 28 tahun 2010, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nomor 0199/M.PPN/04/2010 dan Menteri Keuangan Nomor PMK.95/PMK.07/2010 tentang Penyelarasan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)

2010-2014;

26) Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Tengah tahun 2005-2025; 27) Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 4 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008-2013;

28) Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009 – 2029; 29) Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 5 tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Kendal.

BBAABB IIII RREENNCCAANNAA PPEENNDDAAPPAATTAANN DDAANN PPEENNEERRIIMMAAAANN PPEEMMBBIIAAYYAAAANN DDAAEERRAAHH

Target pendapatan dan penerimaan pembiayaan daerah yang meliputi pendapatan asli daerah (PAD), penerimaan dana perimbangan dan lain -lain pendapatan daerah yang sah, serta sumber -sumber penerimaan pembiayaan berdasarkan kebijakan pendapatan daerah yang telah ditetapkan dalam KUA Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2014 adalah sebagaimana diuraikan dalam tabel berikut.

Tabel 2.1:

Target Pendapatan dan Penerimaan Pembiayaan Daerah Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2014

 

No

Uraian

Jumlah (Rp)

         

1

   

Pendapatan Daerah

1.335.235.180.734,00

         

1

1

 

Pendapatan Asli Daerah

128.539.083.891,00

1

1

1

Hasil Pajak Daerah

46.132.000.000,00

1

1

2

Hasil Retribusi Daerah

19.928.075.929,00

1

1

3

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan

6.583.866.413,00

1

1

4

Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah

55.895.141.549,00

         

1

2

 

Dana Perimbangan

908.516.585.043,00

1

2

1

Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak

60.988.817.043,00

1

2

2

Dana Alokasi Umum

788.134.078.000.00

1

2

3

Dana Alokasi Khusus

59.393.690.000.00

         

1

3

 

Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah

298.179.511.800,00

1

3

1

Hibah dari Pemerintah

1.139.370.000,00

1

3

2

Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya

50.178.009.000,00

1

3

3

Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

182.412.290.800.00

1

3

4

Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya

64.449.842.000,00

 

No

Uraian

Jumlah (Rp)

2

   

Belanja Daerah

1.358.055.780.734,00

         

2

1

 

Belanja Tidak Langsung

824.401.558.734,00

2

1

1

Belanja Pegawai

760.673.851.734,00

2

1

2

Belanja Bunga

175.000.000,00

2

1

3

Belanja Hibah

7.182.622.000,00

2

1

4

Belanja Bantuan Sosial

4.128.700.000,00

2

1

5

Belanja Bantuan Keuangan Kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa

48.741.385.000,00

2

1

6

Belanja Tidak Terduga

3.500.000.000,00

         

2

2

 

Belanja Langsung

533.654.222.000,00

2

2

1

Belanja Pegawai

40.419.842.250.00

2

2

2

Belanja Barang dan Jasa

196.467.152.418.00

2

2

3

Belanja Modal

224.223.484.236.00

         
     

Surplus / Defisit

(22.820.600.000,00)

         

3

   

Pembiayaan Daerah

 

3

1

 

Penerimaan Pembiayaan

37.039.813.297,00

3

1

1

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun sebelumnya

36.891.780.297,00

3

1

2

Penerimaan pinjaman daerah

-

3

1

3

Penerimaan kembali pemberian

-

     

pinjaman daerah (SKPD) Penerimaan Piutang Daerah

148.033.000,00

         

3

2

 

Pengeluaran Pembiayaan

14.219.213.297,00

3

2

1

Dana Cadangan Daerah

7.000.000.000,00

3

2

2

Penyertaan Modal (Investasi) Daerah

6.944.213.297,00

     

PDAM

1.244.213.297,00

     

Bank Jateng/BPD

1.900.000.000,00

       

1.000.000.000,00

     

BPR BKK Boja PD BPR Kendali Artha

500.000.000,00

     

BKK Kendal Kota

300.000.000,00

     

PD Farmasi

300.000.000,00

     

PD Aneka Usaha Daerah

500.000.000,00

     

PD BPR Kendali Artha

1.500.000.000,00

         

3

2

3

Pembayaran Pokok Utang

275.000.000,00

3

2

4

Pemberian Pinjaman Daerah

-

3

2

5

Pengembalian Kembali Pinjaman Daerah

-

         
     

Pembiayaan Netto

22.820.600.000,00

         

3

3

 

Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan

(0.00)

Tabel di atas menunjukkan bahwa Total Pendapatan tahun 2014 diperkirakan sebesar Rp. 1.335.235.180.734,00 dengan asumsi diperkirakan total pendapatan mengalami peningkatan sebesar 0,61% dibandingkan tahun lalu. Total pendapatan tahun lalu sebesar Rp. 1.327.090.826.843,00. Pendapatan Asli daerah juga diperkirakan mengalami peningkatan dari Rp 107.394.730.000,00 menjadi Rp. 128.539.083.891,00. Sedangkan dana perimbangan diperkirakan menurun 1,34% karena terdapat pengurangan Dana Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak karena Pajak Bumi dan Bangunan sudah masuk pada Pendapatan Asli Daerah, DAU dan DAK diperkirakan tetap. Belanja daerah tahun 2014 diasumsikan juga mengalami penurunan dibandingkan tahun 2013 sebesar 1,87% yaitu dari sebesar Rp. 1.383.805.479.343,00 menjadi sebesar Rp. 1.358.055.780.734,00. Proporsi belanja tidak langsung dengan belanja langsung sebesar 60,71% dari total Belanja Daerah untuk belanja tidak langsung, dan 39,29% dari total Belanja Daerah untuk belanja langsung. Proporsi yang relatif cukup baik. Pada tahun 2014 diperkirakan terdapat defisit anggaran belanja sebesar Rp. 22.820.600.000,00 atau 1,7% dari total Pendapatan. Defisit tersebut direncanakan ditutup melalui sisa lebih pembiayaan tahun sebelumnya atau tahun 2013.

BBAABB IIIIII PPRRIIOORRIITTAASS BBEELLAANNJJAA DDAAEERRAAHH

3.1. Prioritas Belanja Daerah

Prioritas penggunaan pendapatan dan sumber pembiayaan daerah yang akan dituangkan dalam anggaran belanja daerah Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2014 adalah didasarkan pada

sasaran dari prioritas pembangunan daerah tahun anggaran 2014, yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2014, yaitu :

Adapun prioritas Program pembangunan daerah tahun 2014 adalah sebagai berikut :

1. Mempercepat penurunan jumlah penduduk miskin, dengan fokus pada:

  • a. Peningkatan pemenuhan kebutuhan layanan dasar meliputi akses pendidikan, kesehatan, air minum dan sanitasi serta kualitas perumahan permukiman (Rumah Layak Huni);

  • b. Peningkatan kualitas dan keterampilan serta perluasan kesempatan kerja dan berusaha;

  • c. Pembangunan prasarana dan sarana untuk pengembangan usaha dan peningkatan akses sumber daya ekonomi produktif di pedesaan;

  • d. Penguatan kelembagaan dan pendayagunaan sumber daya potensial untuk penanggulangan kemiskinan.

2. Penurunan Pengangguran dengan fokus Prioritas kegiatan dalam rangka penurunan pengangguran adalah peningkatan kapasitas bagi pencari kerja melalui pelatihan, peningkatan bursa kerja, dan kerjasama dengan investor.

3. Meningkatkan daya saing ekonomi berbasis pada potensi

unggulan daerah dan berorientasi pada ekonomi kerakyatan, dengan fokus pada:

a. Peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan dan hortikultura, peningkatan produksi gula dan daging; peningkatan kualitas produksi dan prasarana sarana perikanan tangkap dan budidaya; serta penguatan sistem penyuluhan; b. Penguatan kapasitas dan kelembagaan masyarakat dalam rangka pengembangan hasil hutan rakyat; c. Peningkatan daya saing Koperasi, UMKM dan IKM dengan perluasan akses pasar dan permodalan; peningkatan diversifikasi produk dan sarana produksi; penguatan peran kelembagaan; serta perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan; d. Peningkatan investasi dengan pengembangan iklim investasi yang kondusif; promosi potensi dan peluang investasi secara selektif dan terpadu; serta peningkatan infrastruktur pendukung investasi; e. Peningkatan potensi dan daya tarik wisata dengan pengembangan destinasi wisata, promosi, dukungan prasarana dan sarana pariwisata yang memadai.

4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan

kesejahteraan masyarakat, dengan fokus pada :

a. Peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan yang tetap memperhatikan aspek ketersediaan, keterjangkauan, kesetaraan serta kepastian dalam penyelenggaraan pendidikan, dengan pengembangan kabupaten vokasi dan desa vokasi, optimalisasi beasiswa bagi keluarga kurang mampu, dan peningkatan kualitas sarana prasarana sekolah; b. Peningkatan derajat kesehatan masyarakat dengan pemerataan dan peningkatan mutu layanan kesehatan dalam

rangka penurunan AKI, AKB, penurunan gizi buruk, balita dengan stunting, ibu hamil dengan KEK, pencegahan, pengendalian dan penanggulangan penyakit menular dan tidak menular, penyiapan pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bidang kesehatan, peningkatan efektifitas pengawasan obat dan makanan dalam rangka peningkatan keamanan, mutu dan manfaat/khasiat obat dan makanan, peningkatan kualitas prasarana sarana kesehatan dan kompetensi sumber daya kesehatan;

  • c. Pengendalian laju pertumbuhan penduduk dengan peningkatan dan perluasan cakupan layanan KB terutama peningkatan peran laki-laki dalam ber-KB Peningkatan melalui pelayanan komunikasi informasi dan edukasi keluarga berencana dan keluarga sejahtera (KIE KB dan KS), serta fasilitasi pelaksanaan transmigrasi untuk pemerataan penduduk;

  • d. Peningkatan kualitas hidup dan perlindungan terhadap perempuan dan anak dengan pemenuhan pelayanan kebutuhan dasar; serta penanganan korban kekerasan berbasis gender, anak dan trafficking;

  • e. Peningkatan penanganan PMKS dengan rehabilitasi, pemberdayaan sosial, pemberian jaminan, perlindungan sosial dan pemberdayaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS);

  • f. Pengembangan budaya baca masyarakat dengan optimalisasi pendayagunaan perpustakaan keliling, perpustakaan desa dan daerah,

  • g. Pelestarian dan pengembangan nilai-nilai kekayaan budaya daerah dengan pengembangan kualitas kesenian budaya daerah dan pelestarian benda cagar budaya;

  • h. Peningkatan kualitas dan kapasitas kepemudaan dengan pengembangan kelembagaan dan kewirausahaan pemuda serta optimalisasi penyelenggaraan pusat pendidikan dan

latihan pelajar dalam rangka peningkatan pembinaan keolahragaan;

  • i. Peningkatan penerapan hasil penelitian dan pengembangan iptek serta inovasi di berbagai bidang dengan pemasyarakatan teknologi terapan

  • 5. Peningkatan Pembangunan Infrastruktur dengan fokus:

    • a. Peningkatan sistem pengelolaan penataan ruang wilayah dengan percepatan penyusunan RDTR, peningkatan pengendalian pemanfaatan ruang daerah;

    • b. penyediaan sumber daya air baku untuk kebutuhan masyarakat, penyediaan air minum, penyehatan lingkungan permukiman termasuk sanitasi lingkungan dan persampahan,

    • c. Peningkatan jaringan dan luas jalan, jembatan dan peningkatan keselamatan, pelayanan serta pengembangan transportasi massal;

    • d. Peningkatan penanganan aksesibilitas menuju kawasan pengembangan perekonomian wilayah, kawasan pariwisata, dan wilayah rawan bencana;

    • e. Peningkatan pengelolaan sumber daya air utamanya untuk pengendalian banjir, penanganan konservasi, peningkatan kondisi baik jaringan irigasi dan peningkatan ketersediaan air baku;

    • f. Peningkatan pengelolaan serta penyelenggaraan sistem komunikasi dan informatika, dengan peningkatan kualitas prasarana dan sarana komunikasi, serta pengembangan sistem jaringan komunikasi dan informasi.

    • g. Melakukan pembentukan pusat informasi bidang perumahan untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan informasi pembangunan rumah layak huni dan terjangkau dan lingkungan yang sehat dan aman yang didukung dengan PSU.

6. Meningkatkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta pengurangan risiko bencana, dengan

fokus pada :

  • a. Pengendalian alih fungsi hutan dan lahan produktif menjadi lahan budidaya lainnya untuk mendukung perwujudan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan menjamin kelestarian lingkungan hidup;

  • b. Rehabilitasi hutan dan lahan serta konservasi DAS, pesisir dan laut, dengan pengembangan hutan rakyat, penanganan lahan kritis, penanaman mangrove, pembangunan sabuk pantai dan transplantasi karang, serta penguatan kapasitas dan kelembagaan masyarakat sekitar hutan dan pesisir;

  • c. Peningkatan kualitas dan kuantitas Ruang Terbuka Hijau (RTH), dengan peningkatan sebaran dan proporsi luasan RTH;

  • d. Pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan dengan pengembangan teknologi ramah lingkungan, peningkatan pengawasan dan penegakan hukum lingkungan;

  • e. Peningkatan pengelolaan keanekaragaman hayati berbasis masyarakat dengan penanganan kawasan lindung di luar kawasan hutan dan pengembangan plasma nutfah;

  • f. Optimalisasi upaya penanggulangan bencana dalam rangka pengurangan risiko dan pemulihan dampak bencana, dengan perencanaan penanggulangan bencana, peningkatan kesiapsiagaan dan tanggap darurat serta rehabilitasi – rekonstruksi pasca bencana.

7. Mewujudkan Pemerintahan yang bersih (clean government), Tata-kelola Pemerintahan yang baik (good governance), dengan fokus pada:

  • a. Peningkatan akuntabilitas, transparansi berbasis teknologi informasi, partisipasi masyarakat serta peningkatan

kompetensi dan profesionalisme aparatur dalam penyelenggaraan pemerintahan; b. Peningkatan pengelolaan administrasi kependudukan dan catatan sipil; c. Peningkatan kualitas pelayanan publik berdasarkan SPM; d. Peningkatan pengelolaan dan pendayagunaan aset daerah untuk mendukung peningkatan PAD.

  • 3.2. Target Pembangunan Tahun 2014

1. Fokus Pelayanan Urusan Wajib a. Pendidikan

Target pembangunan urusan pendidikan tahun 2014 sesuai

dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

No

Indikator Kinerja

Target

2014

1.

Program PAUD/TK

 

a).

% anak usia 4-6 tahun mengikuti program TK/RA

89,17

b).

% TK/RA memiliki sarana dan prasarana

45,67

c).

belajar/bermain % TK/RA menerapkan manajemen sekolah berbasis sekolah sesuai dengan manual yang ditetapkan oleh menteri

80,00

d).

Jumlah anak usia 0-4 tahun mengikuti kegiatan tempat penitipan anak, kelompok bermain atau yang

35,00

e).

sederajat Jumlah anak usia 4-6 tahun yang belum terlayani pada program PAUD jalur formal mengikuti program PAUD jalur non formal.

43,33

2.

Program Pendidikan Dasar

 

a).

% APK SD/MI

108,74

b).

% APM SD/MI

95,75

c).

% APK SMP/MTs

99,72

d).

% APM SMP/MTs

78,76

e).

% Angka Putus sekolah SD

0,01

f).

% ruang kelas SD/MI sesuai standar

77,50

g).

 

29,50

h).

% SD/MI memiliki Laboratorium IPA dan Komputer % SD/MI memiliki perpustakaan sesuai standar

60,00

i).

 

67,50

j).

% SMP/MTs memiliki Laboratorium IPA dan Komputer % SMP/MTs memiliki perpustakaan sesuai standar

85%

k).

% Angka kelulusan UASBN

99,00

l).

 

98,88

m).

% lulusan SD/MI melanjutkan ke SMP/MTs % Angka Putus Sekolah SMP/MTs

0,30

No

Indikator Kinerja

Target

2014

n).

 

99,00

o).

% Angka kelulusan Ujian nasional SMP/MTs % lulusan SMP/MTs melanjutkan ke

88,17

p).

SMA/MA/Kejuruan % % SD memiliki tenaga kependidikan non guru untuk melaksanakan tugas administrasi dan kegiatan non mengajar lainnya

8,33

3.

Program Pendidikan Menengah;

 

a).

% APK SMA/MA/SMK

72,46

b).

% APM SMA/SMK/MA

52,71

c).

% angka putus sekolah

0,41

d).

% Kelulusan UN SMA/MA/SMK

98,81

e).

% lulusan SMK diterima di dunia kerja sesuai dengan keahliannya

46,67

4.

Program Pendidikan Non Formal dan Informal;

 

a).

% penduduk usia 15-44 tahun bisa membaca dan menulis

92,83

b).

Jumlah orang buta aksara dalam kelompok usia 15-44

1

c).

tahun (%) Tersedianya data dasar keaksaraan yang diperbarui

1

d).

secara terus menerus (unit) % penduduk usia sekolah yang belum sekolah di SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA menjadi peserta

98,33

e).

didik program paket A, B dan C % lulusan program paket C dapat memasuki dunia

58,33

f).

kerja % tutor program paket A, B dan C memiliki kualifikasi

66,67

g).

sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan % pusat kegiatan belajar masyarakat memiliki sarana dan prasarana minimal sesuai dengan standar teknis

75,00

h).

pembelajaran Tersedianya data dasar kesetaraan SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA yang diperbarui secara terus menerus.

1

i).

% penduduk putus sekolah, pengangguran dan dari keluarga pra sejahtera menjadi peserta didik dalam kursus-kursus/pelatihan /kelompok belajar

38,33

j).

usaha/magang % lembaga kursus memiliki ijin operasional dari pemerintah atau pemerintah daerah

96,67

k).

 

76,67

l).

% lembaga kursus dan lembaga pelatihan terakreditasi % lulusan kursus, pelatihan, magang, kelompok belajar usaha dapat memasuki dunia kerja

48,33

m).

% tenaga pendidik, instruktur atau penguji praktek kursus/pelatihan/kelompok belajar usaha/magang memiliki kualifikasi sesuai dengan standar kompetensi

96,67

No

 

Indikator Kinerja

Target

2014

     

n).

yang dipersyaratkan % lembaga kursus/pelatihan /kelompok belajar usaha/ magang memiliki sarana dan prasarana

72,50

o).

minimal sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan Tersedianya data dasar kursus/pelatihan/kelompok belajar usaha/magang yang diperbarui secara terus menerus (unit)

1

5.

Program Pendidikan Khusus;

 

a).

% penduduk difable menjadi peserta didik Sekolah LB

9,17

b).

 

95,83

c).

% angka kelulusan SLB % guru SLB memiliki kualifikasi sesuai dengan

72,50

d).

standar kompetensi yang ditetapkan % SLB memiliki sarana dan prasarana minimal sesuai

48,33

e).

dengan standar teknis pembelajaran Tersedianya data dasar pendidikan khusus yang diperbarui secara terus menerus (unit)

1

6.

Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan;

 

a).

% guru yang layak mendidik TK/RA dengan kualifikasi sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan secara nasional

63,00

b).

% guru SD yang sertifikasi

86,67

c).

% guru SD/MI layak mengajar

86,72

d).

% guru SMP/MTs memiliki kualifikasi sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan

96,64

e).

% guru SMP/MTs yang sertifikasi

89,50

f).

% guru SMA/SMK/MA yang sertifikasi

91,17

g).

% Guru SMA/SMK/MA layak mengajar

98,50

7.

Program Manajemen Pelayanan Pendidikan;

 

a).

% Lembaga PAUD memiliki tata-kelola dan citra yang baik.

93,33

b).

% SD/MI menerapkan Manajemen Ber-basis Sekolah (MBS).

96,67

c).

% SMP/MTs menerapkan Manajemen Ber-basis

96,67

d).

Sekolah (MBS). % SMA/SMK/MA melaksanakan Program MBS dengan Baik.

96,67

e).

Penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001-

96,67

2000.

8.

Program Fasilitasi Pendidikan Tinggi;

 

a).

% Perguruan

tinggi bermitra dengan Pemerintah

93,33

Daerah dan masyarakat dalam pembangunan pendidikan

b. Kesehatan

Target pembangunan urusan kesehatan tahun 2014 sesuai dengan

target RPJMD adalah sebagai berikut :

No

Indikator kinerja

Target

2014

1.

Pelayanan Kesehatan Dasar

 

a)

Cakupan kunjungan ibu hamil K-4 (%)

94,38

b)

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani (%)

86,73

c)

Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan (%)

85,00

d)

Cakupan pelayanan nifas (%)

92,85

e)

Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani (%)

69,84

f)

Cakupan kunjungan bayi (%)

90,53

g)

Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) (%)

95,03

h)

Cakupan pelayanan anak balita (%)

90,00

i)

Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin (%)

95,00

j)

Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan (%)

100,00

k)

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat (%)

100,00

l)

Cakupan peserta KB aktif

67,29

m)

Cakupan penemuan dan penanganan penderita

 
 

penyakit (%) 1) Acute Flacid Paralysis (AFP) rate /100.000 pddk <

≥1

15 th (%)

 

2) Penemuan penderita pneumonia balita (%)

66,47

 

3) Penemuan pasien baru TB BTA positif (%)

46,68

   

100,00

 

4) Penderita DBD yang ditangani (%) 5) Penemuan penderita diare (%)

100,00

n)

Cakupan pelayanan kesehatan dasar pasien masyarakat miskin (%)

89,47

2.

Pelayanan Kesehatan Rujukan

 

a)

Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin (%)

95,00

b)

Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten (%)

16,67

3.

Penyelidikan Epidemiologi Dan Penanggulangan KLB

 

a)

Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi < 24 jam (%)

100,00

4.

Promosi Kesehatan Dan Pemberdayaan Masyarakat

 

a).

Cakupan desa Siaga aktif (%)

75,00

c. Pekerjaan Umum

Target pembangunan urusan pekerjaan umum tahun 2014 sesuai

dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

No

Indikator Kinerja

Target

2014

1

Bidang Sumber Daya Air

 

a.

Konservasi Rehabilitasi Kawasan Lindung di Daerah Aliran Sungai di Kabupaten Kendal

 

50%

b.

Efisiensi penggunaan air irigasi di musim kemarau

 

75%

c.

Revitalisasi jaringan irigasi

 

70%

d.

Peningkatan peran serta petani/masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air

 

100%

e.

Pengendalian bahaya banjir

 

100%

2

Bidang Binamarga

 

a.

Peningkatan Jalan Aspal (%)

 

14,17%

b.

Perbaikan Jalan (%)

 

14,17%

c.

Peningkatan jalan poros desa (%)

 

76,67%

d.

Peningkatan jumlah ruas jalan berkondisi baik

 

87,8%

e.

Peningkatan jumlah unit jembatan berkondisi baik

 

95%

f.

Pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan

 

25%

3

Bidang Perkotaan Perdesaan

 

a.

Penetapan kawasan Strategis Perkotaan

3

Lokasi

b.

Penetapan Kawasan Pusat Pertumbuhan Perdesaan

15 Lokasi

4

Bidang Air Minum

 

a.

Penyusunan SPAM Perdesaan

8

Lokasi

b.

Peningkatan Kapasitas Pelayanan PDAM di Kawasan Perkotaan, sesuai Target MDG’s

 

80,83%

5

Bidang Air Limbah

 

a.

Pembangunan Prasarana Air Limbah Sistem Setempat / On Site

8

Lokasi

b.

Pembangunan Prasarana Air Limbah Sistem Terpusat

8

Lokasi

6

Bidang Persampahan

 

a.

Penurunan Jumlah Timbunan Sampah sebanyak

211,91 m 3

20%

b.

Prosentase Jumlah Timbunan Sampah Terangkut ke TPA

 

96,67

c.

Fasilitasi Program Pengelolaan & Pengolahan Sampah

9 Kawasan

Berbasis Masyarakat Terpadu dengan Konsep 3R Skala Kawasan Permukiman Perkotaan

Perkotaan

7

Bidang Drainase

 
 

Rehabilitasi dan Normalisasi Saluran Drainase Primer

 

81 Km

8

Bidang Permukiman

 
     

16 Kec

 

Penyusunan RP4D Penetapan Kasiba Lisiba

2

Lokasi

No

Indikator Kinerja

Target

2014

     

9

Bidang Bangunan Gedung dan Lingkungan

 
 

Penyusunan Data Base Bangunan & Lingkungan

1 Sistem

Data Base

 

Penyusunan Rencana Induk Sistem Pemadam Kebakaran

3

  • d. Perumahan Target pembangunan urusan perumahan tahun 2014 sesuai dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

No

Indikator Kinerja

Target

2014

1

Terealisasinya bantuan peningkatan kualitas Permukiman (paket)

1 paket

2

Tercapainya pembangunan rumah sederhana sehat bersubsidi dari pemerintah Daerah 25 % dari kegiatan program.

150

3

Tersusunnya peraturan tentang bangunan dan Gedung

  • 1 unit

4

Tersusunnya Program peningkatan kualitas permukiman

  • 1 unit

  • e. Penataan Ruang Target pembangunan urusan penataan ruang tahun 2014 sesuai dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

No

Indikator Kinerja

Target

2014

1

Tersusunnya Dokumen RUTRK-RDTRK Tiap Kecamatan di wilayah Kab. Kendal

5

2

Tersusunnya Dokumen RTRK Kawasan Strategis Tiap Kecamatan

7

3

Tersusunnya Dokumen RTBL Kawasan Pengembangan tiap Kecamatan

2

4

Tersusunnya Dokumen Rencana Program Pembangunan Pemanfaatan Ruang dari masing- masing Satuan perangkat kerja Daerah ( SKPD ).

15

5

Tercapainya Sosialisasi Perencanaan Tata Ruang di Masing-masing Wilayah Kelurahan di 20 Kecamatan di Kabupaten Kendal.

40

  • f. Perencanaan Pembangunan Target pembangunan urusan perencanaan pembangunan tahun 2014 sesuai dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

No

Indikator Kinerja

Target

2014

1.

Tersedianya dokumen statistik (unit)

12

2.

Tersedianya dokumen kajian bidang penelitian (unit)

3

3.

MOU kerjasama antar wilayah dan lembaga (unit)

4

4.

Terlayaninya pelaksanaan program KKN PT dan akademi di Kab Kendal

18

5.

Tertanganinya berbagai masalah perbatasan antar daerah

4

6.

Terwujudnya koordinasi penataan ruang di kab Kendal

4

7.

Tersusunnya dokumen perencanaan wilayah strategis dan cepat tumbuh

3

8.

Jumlah desa yang didampingi

20

9.

Jumlah aparatur perencana yang mengikuti bintek di bidang perencanaan (10 orang)

2

10.

Jumlah aparatur perencana yang dapat menyusun dokumen perencanaan dengan benar sesuai dengan tupoksinya (10 orang)

2

11.

Jumlah fungsional perencana (11 orang)

2

12.

Terlaksananya musrenbang

1

13.

Tersusunnya RKPD

1

14.

Tersusunnya KUA PPAS

2

15.

Tersusunnya RPJMDes di semua desa

1

16.

Tersusunnya dokumen perencanaan bidang ekonomi

4

17.

Terlaksananya Monitoring dan evaluasi perencanaan bidang ekonomi

4

18.

Tersusunnya dokumen perencanaan bidang sosbud

42

19.

Tersusunnya dokumen perencanaan prasarana wilayah dan sda

3

20.

Tersusunnya dokumen daerah rawan bencana

3

  • g. Perhubungan Target pembangunan urusan perhubungan tahun 2014 sesuai dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

No

Indikator Kinerja

Target

2014

1.

Meningkatnya Jumlah Terminal Tipe C di Kabupaten

4 Buah

Kendal

(Weleri,

Boja,

Sukorejo,

No

Indikator Kinerja

Target

2014

   

Cepiring

2

Tersusunnya Rencana Umum Jaringan Transportasi Jalan

 

3

Peningkatan Prasarana Sarana untuk memfasilitasi Meningkatnya Aktivitas Bus AKDP Yang Masuk Terminal

 
 
  • a. Datang

4.342.537

 
  • b. Turun

3.632.174

 
  • c. Naik

3.648.843

 
  • d. Berangkat

3.346.880

4

Peningkatan Prasarana Sarana untuk memfasilitasi Meningkatnya Aktivitas Penumpang di Terminal Boja

 

a.

Penumpang Naik

292

b.

Penumpang Turun

256

5

Peningkatan Prasarana Sarana untuk memfasilitasi Meningkatnya Aktivitas Penumpang di Terminal Weleri

 

a.

Penumpang Naik

2.122.218

b.

Penumpang Turun

2.349.415

6

Peningkatan Prasarana Sarana untuk memfasilitasi Meningkatnya Aktivitas Penumpang di Terminal Sukorejo

 

a.

Penumpang Naik

1.209.006

b.

Penumpang Turun

1.311

7

Peningkatan Prasarana Sarana Jalan untuk

243.762

memfasilitasi Meningkatnya Jumlah Kendaraan Bermotor

unit

8

Meningkatnya Jumlah Kendaraan Tidak Bermotor

99.411

buah

9

Peningkatan Keselamatan LLAJ

160

Kecelakaan

10

Peningkatan SDM perhubungan

75 orang

11

Peningkatan Pelayanan Angkutan

1.160

Kendaraan

h. Lingkungan Hidup

 
 

Target pembangunan urusan lingkungan hidup tahun 2014 sesuai

dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

Indikator Kinerja

Target

No

2014

     

1

Persentase

usaha/kegiatan

yang

memenuhi

baku

100%

mutu air

No

 

Indikator Kinerja

 

Target

2014

 

Persentase

usaha/kegiatan

yang

memenuhi

baku

100%

mutu udara

2.

Persentase tindak lanjut aduan kasus lingkungan

 

100%

3.

Berkurangnya luas lahan kritis (300 Ha)

 

60

Ha

Berkurangnya luas kerusakan pesisir (200 Ha)

 

50

Ha

4.

Jumlah Kecamatan yang disosialisasi lingkungan (20

4 Kec

Kecamatan)

2 baliho

Jumlah Data/ informasi lingkungan yang tersedia (1 dokumen SLHD pertahun)

   

1

  • i. Pertanahan

 
 

Target pembangunan urusan pertanahan tahun 2014 sesuai dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

No

 

Indikator Kinerja

 

2014

1.

Pelaksanaan sosialisasi sistem pendaftaran (kegiatan)

 

42

2.

Meningkatnya jumlah tanah yang disertifikatkan (%)

 

11

3.

Tingkat kualitas pelayanan administrasi pertanahan (%)

 

96

4.

Tertib penetapan arahan pemanfaatan lahan sesuai peruntukannya (% luas lahan)

 

77

5.

Tertib administrasi pertanahan (%)

   

97

  • j. Kependudukan Dan Catatan Sipil

 
 

Target pembangunan urusan kependudukan dan catatan sipil tahun 2014 sesuai dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

 

No

 

Indikator Kinerja

 

Target

2014

1.

Meningkatnya persentase kepemilikan KTP (%)

 

94,70%

2.

Meningkatnya persentase kepemilikan KK (%)

 

99,86%

3.

Meningkatnya persentase kepemilikan akte kelahiran (%)

93,63%

4.

Meningkatnya persentase kepemilikan akte perkawinan (%)

 

94,82%

  • k. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

 
 

Target pembangunan urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak tahun 2014 sesuai dengan target RPJMD adalah

sebagai berikut :

 

No

 

Indikator Kinerja

 

Target

2014

No

 

Indikator Kinerja

 

Target

2014

1.

Jumlah kelompok perempuan yang terlatih dalam upaya peningkatan keterampilan dan kecakapan hidup (unit).

23unit

2.

Jumlah kelompok PUG dan perlindungan anak, dengan fasilitasi pembentukan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A) di tingkat kecamatan dan kabupaten (unit)

13 unit

3.

Peningkatan kapasitas dan jaringan kelembagaan perlindungan anak dalam penanganan ABH, ESKA dan AIM DAMAI (unit)

80unit

4.

Peningkatan kapasitas kelembagaan forum anak dalam mensosialisasikan hak-hak anak (%)

75%

5.

Penyediaan baseline data profil anak sebagai indikator program kegiatan dan permasalahan anak (%)

70%

6.

Program aksi Kabupaten Layak anak dengan

80%

 

mengacu Rencana Aksi Daerah KLA (%) Diketahuinya UU 23 / 2004

 

790 orang

UU

No.

21

/

2007;

UU

No.

23

/

2002

Oleh

masyarakat

 
 
  • a. Pelatihan konseling korban bagi tim PPT PKPA kecamatan dan Kabupaten (%)

60 %

 
  • b. terlaksananya pelatihan manajemen kasus berbasis gender dan anak (%)

45

 
  • c. Meningkatnya koordinasi tim PPT PKPA antara lain penanganan korban kekerasan (%)

100

 
  • d. Fasilitasi penyediaan shelter bagi korban kekerasan (%)

80

 
  • e. Tersusunnya Rencana Aksi Daerah PT PPO (%)

100

7.

Sistem pencatatan dan pelaporan korban kekerasan terintegrasi

50

l.

Keluarga Berencana Dan Keluarga Sejahtera

 

Target pembangunan urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera tahun 2014 sesuai dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

   

Target

No

Indikator Kinerja

2014

     

1.

Menurunnya Persentase Unmet-need (%)

6,60

2.

TFR (%)

2,14

3.

Meningkatnya persentase peserta KB Baru (%)

100

4.

Meningkatnya persentase peserta KB aktif (%)

79,82

5.

Meningkatnya persentase peran laki-laki dalam ber- KB (%)

8,66

No

Indikator Kinerja

Target

2014

6.

Menurunnya Keluarga Pra Sejahtera dan Sejahtera I (%)

 

39,65

7.

Menurunnya persentase kegagalan penggunaan alat kontrasepsi (%)

 

0,00

m.

Sosial

Target pembangunan urusan sosial tahun 2014 sesuai dengan

target RPJMD adalah sebagai berikut :

No

Indikator Kinerja

2014

1

Program Pemberdayaan fakir miskin, dan Penyandang Masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya

 

a.

Kemampuan petugas pemberdayaan PMKS meningkat

50 Orang

b.

Fakir miskin mempunyai ketrampilan

160 Orang

c.

Keluarga miskin punya usaha

300

Orang

d.

Meningkatnya semangat hidup PMKS dan pejuang

220

Orang

e.

PMKS mempunyai ketrampilan

285

Orang

B

Program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial

 

a.

Korban bencana tertangani

12 bulan

b.

Meningkatnya pelayanan sarana dan prasarana rehabilitasi kesejahteraan sosial

200

Orang

c.

Peningkatan kesejahteraan PMKS

 

200 KK

n.

Ketenagakerjaan

Target pembangunan urusan ketenagakerjaan tahun 2014 sesuai

dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

Indikator Kinerja

Target

No

2014

     

1.

Program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja

 

a.

telah dibangunnya BLK

-

b.

Adanya bahan dan materi pendidikan dan ketrampilan kerja

8 pelatihan

c.

Adanya pendidikan dan pelatihan bagi pencari kerja

440

org

200

org

d.

Adanya pemeliharaan BLK

2 kali

e.

Adanya rehabilitasi sarana dan prasarana BLK

1 kali

2.

Program Peningkatan Kesempatan Kerja

 

a.

Pemberian kerja Darurat

15 Lokasi

No

Indikator Kinerja

Target

b.

Tersusunnya informasi bursa kerja

 

c.

Penyebaran informasi tenaga kerja

 

d.

adanya kerjasama LPKS

 

e.

Pembinaan LPKS

 

f.

Bantuan kepada LPKS dan BBK

 

2014

12

Bulan

12

Bulan

42

LPKS

42

LPKS

dan BBK

42

LPKS

dan BBK

2014

 

528

unit

71%

110

unit

155

unit

25%

210 unit

10 unit

 

385

unit

84%

65%

2%

2014

  • o. Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah Target pembangunan urusan koperasi dan usaha kecil menengah tahun 2014 sesuai dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

No

Indikator Kinerja

 

1.

Jumlah koperasi yang berbadan hukum (unit)

 

2.

Persentase UMKM yang mempunyai SUP, TDP dan lainnya (%)

 

3.

Jumlah Koperasi yang mengakses kredit/pembiayaan bank atau lembaga keuangan lainnya (unit)

 

4.

Jumlah usaha mikro, kecil dan menengah yang dapat mengakses kredit/ pembiayaan bank atau lembaga keuangan lainnya (unit)

 

5.

Rata-rata jumlah wirausaha baru (%)

 

6.

Meningkatnya jumlah usaha mikro, kecil dan menengah yang menerima bantuan teknologi tepat guna (unit)

 

7.

Jumlah produk unggulan UMKM (unit)

 

8.

Jumlah koperasi aktif (unit)

 

9.

Persentase koperasi melaksanakan RAT (%)

 

10.

Persentase Koperasi yang sehat

 

11.

Rata-rata persentase pendapatan retribusi pasar daerah

 
  • p. Penanaman Modal Target pembangunan urusan penanaman modal tahun 2014 sesuai dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

No

 

Indikator Kinerja

Target

A

Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi

 
 

1

Jumlah kegiatan promosi investasi yang diikuti/

18

dilaksanakan.

No

 

Indikator Kinerja

Target

2014

 
  • 2 Persentase ketersediaan layanan investasi online sesuai perkembangan teknologi.

65%

 
  • 3 Jumlah jangkauan pemantauan, pengendalian dan pengawasan terhadap kegiatan investasi.

165

B

Program peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi

 
 
  • 1 Jumlah seluruh perijinan yang diterbitkan.

21400

 
  • 2 Jumlah pengusaha/perorangan yang mendapatkan layanan/fasilitasi untuk merencanakan berinvestasi baru, perluasan dan atau pengembangan.

440

 
  • 3 Jumlah pengusaha/perorangan yang mendapatkan persetujuan berinvestasi baru, perluasan dan atau pengembangan.

350

 
  • 4 Jumlah pengusaha/perorangan yang merealisasikan investasi baru, perluasan dan atau

320

 

pengembangan.

 
  • 5 Nilai realisasi investasi (swasta) baru, perluasan dan atau pengembangan yang masuk di

4 T

 

Kabupaten Kendal.

C

Program Penyiapan potensi sumber daya, sarana dan prasarana daerah

 
 
  • 1 Jumlah kegiatan kajian potensi, peluang dan

7

 

layanan investasi yang dilaksanakan.

 
  • 2 Jumlah dokumen perkembangan investasi

4

 

Kabupaten Kendal yang disusun.

q.

Kebudayaan

Target pembangunan urusan kebudayaan tahun 2014 sesuai dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

No

Indikator Kinerja

Target

2014

1.

Tingkat perkembangan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal

Meningkat

2.

Tingkat perkembangan upaya pelestarian budaya dan kesenian daerah

50%

3.

Tingkat intensitas aktivitas pengelolaan keragaman budaya lokal (%)

50%

r.

Kepemudaan Dan Olah Raga

Target pembangunan urusan kepemudaan dan olahraga tahun 2014 sesuai dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

No

Indikator

Target

2014

1.

Jumlah pengurus organisasi kepemudaan yang difasilitasi dalam pelatihan kepemimpinan, manajemen, dan perencanaan program (%)

96,67%

2.

Jumlah organisasi kepemudaan yang difasilitasi dalam memenuhi kualifikasi berdasarkan standar organisasi kepemudaan (%)

96,67%

3.

Jumlah pemuda yang difasilitasi dalam peningkatan kapasitas kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar kepemimpinan (%)

96,67%

4.

Jumlah kegiatan aksi bhakti social kepemudaan

 

98%

5.

Jumlah kegiatan Fasilitasi temu wicara organisasi kepemudaan (%)

 

100%

6.

Jumlah pemuda yang difasilitasi dalam penyuluhan pencegahan penggunaan narkoba di kalangan generasi muda (%)

 

100%

7.

Jumlah kegiatan fasilitasi lomba kreasi dan karya tulis ilmiah di kalangan pemuda (orang)

280

orang

8.

Jumlah pemuda yang mengikuti pelatihan kader pemuda pelopor keamanan lingkungan (orang)

73 Orang

9.

Jumlah kegiatan fasilitasi pameran prestasi hasil karya pemuda

 

150

10.

Jumlah prestasi cabang yang diraih baik regional, nasional maupun internasional

 

30

s. Kesatuan Bangsa Dan Politik Dalam Negeri

 
 

Target pembangunan urusan kesatuan bangsa dan politik dalam negeri tahun 2014 sesuai dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

No

Indikator Kinerja

Target

2014

1.

Peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan (%)

 

85%

2.

Pemeliharaan keamanan, ketertiban masyarakat (kamtrantibmas) dan pencegahan tidak kriminal (%)

 

93%

3.

Pelatihan dan sarasehan tentang wawasan kebangsaan bagi tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda (orang)

415

orang

4.

Pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan (orang)

120 orang

5.

Peningkatan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) (%)

 

100%

6.

Peningkatan dan kegiatan pendidikan politik masyarakat (orang)

180 Orang

No

Indikator Kinerja

Target

2014

7.

Upaya pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam (orang)

95 orang

  • t. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian Target pembangunan urusan otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian tahun 2014 sesuai dengan target RPJMD adalah sebagai berikut :

 

No

 

Indikator Kinerja

Target

2014

1.

Jumlah dokumen perencanaan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) urusan wajib berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan (buah)

 

6

2.

Meningkatnya kapasitas dan profesionalitas aparatur pemerintah daerah melalui peningkatan pendidikan aparat, diklat dan bintek :

 

a.

Jumlah aparatur yang mengikuti pendidikan formal lanjut (S1; S2 dan profesi)

 

150

b.

Pelaksanaan diklat aparatur untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya aparatur :

 
 

PNS yang mengikuti diklat pra jabatan untuk

100

%

   
 

golongan I dan II (orang) (%) PNS yang mengikuti diklat pra jabatan untuk

100

%

   
 

golongan III dan IV (orang). (%) Jumlah PNS yang mengikuti diklat kepemimpinan (%)

100

%

c.

Penyelenggaraan Ujian Dinas KP dan Ujian KP PI

 

100

d.

Penyelenggaraan Diklat Kesamaptaan CPNS

 

660

e.

Tes PCPA ( Position Competencies Assessment Program) bagi Calon Sekda/ Eselon II

 

7

f.

Penyelenggaraan Seleksi Penerimaan Praja IPDN

 

2

3.

Pembinaan dan Pengembangan Aparatur.

 

a.

Pembinaan Disiplin Pegawai (%)

100%

b.

Jumlah Penyelesaian kasus-kasus kepegawaian dan indisipliner

 

35

c.

Meningkatnya Kinerja Baperjakat

 

18

d.

Evaluasi Kinerja Pejabat struktural (%)

100%

e.

Pengangkatan/pelantikan dalam jabatan (%)

100%

f.

Pengadaan CPNS Daerah

 

325

g.

Asistensi Penyusunan Formasi PNSD (%)

100%

h.

Penerbitan SK KP, PMK, CPNS menjadi PNS, Pensiun dan Mutasi (%)

100%

PPAS 2014

~ 28 ~

~

No

Indikator Kinerja

Target

2014

i.

Terselesaikannya Penataan NIP

 

100%

j.

Terprosesnya Ijin Belajar dan penggunaan gelar PNS

 

760

k.

Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Kegiatan Kepegawaian (%)

 

100%

4.

Pemberian Jaminan Keselamatan kerja :

 

a.

Pemberian Jaminan Keselamatan kerja beresiko tinggi.

 

450

5.

Peningkatan Kesejahteraan Pegawai

 

a.

Santunan Kematian bagi PTT Kab. Kendal

 

5

6.

Peningkatan Kualitas Pengelolaan Administrasi Kepegawaian :

 

a.

Penyelenggaraan Rakorbid Kepegawaian (%)

 

100%

b.

Pengelolaan Administrasi PTT

 

2271

c.

Peningkatan Sarana dan Prasarana Kepegawaian

 

12

d.

Dokumentasi dan Statistik Pegawai

11796

e.

Pengembangan Aplikasi Pengelolaan Data PNS/CPNS (%)

 

100%

f.

Pengurusan Karis,Karsu,Karpeg,Kartu Peserta Taspen, KGB, Satya Lencana Karya Satya dan Taperum

 

4287

g.