Anda di halaman 1dari 62

Beberapa sifat mekanik yang penting

antara lain:
Kekuatan (strength)
Merupakan kemampuan suatu material
untuk menerima tegangan tanpa
menyebabkan material menjadi patah.
Macamnya a.l : kekuatan tarik,
kekuatan geser, kekuatan tekan,
kekuatan torsi, dan kekuatan lengkung.
Kekakuan (stiffness)
Adalah kemampuan suatu material
untuk
menerima
tegangan/beban
tanpa
mengakibatkan
terjadinya
deformasi atau difleksi.

Kekenyalan (elasticity)
Didefinisikan sebagai kemampuan meterial
untuk
menerima
tegangan
tanpa
mengakibatkan
terjadinya
perubahan
bentuk yang permanen setelah tegangan
dihilangkan.
Plastisitas (plasticity)
Adalah
kemampuan
material
untuk
mengalami deformasi plastik (perubahan
bentuk
secara
permanen)
tanpa
mengalami kerusakan. Material yang
mempunyai plastisitas tinggi dikatakan
sebagai material yang ulet (ductile),
sedangkan material yang mempunyai
plastisitas
rendah
dikatakan
sebagai
material yang getas (brittle).

Keuletan (ductility)
Adalah sutu sifat material yang
digambarkan seprti kabel dengan
aplikasi
kekuatan
tarik.
Material
ductile ini harus kuat dan lentur. Sifat
ini biasanya dimemiliki oleh besi
lunak, tembaga, aluminium, nikel, dll.
Ketangguhan (toughness)
Merupakan
kemampuan
material
untuk menyerap sejumlah energi
tanpa
mengakibatkan
terjadinya
kerusakan.

Kegetasan (brittleness)
Adalah suatu sifat bahan yang
mempunyai sifat berlawanan dengan
keuletan. Material yang rapuh ini
tanpa memberi keregangan yang
terlalu besar. Contoh bahan yang
memiliki sifat kerapuhan ini yaitu
besi cor.
Kelelahan (fatigue)
Merupakan
kecenderungan
dari
logam untuk menjadi patah bila
menerima
beban
bolak-balik
(dynamic load) yang besarnya masih
jauh di bawah batas kekakuan
elastiknya.

Melar (creep)
Merupakan
kecenderungan
suatu
material untuk mengalami deformasi
plastik
bila
pembebanan
yang
besarnya relatif tetap dilakukan
dalam waktu yang lama pada suhu
yang tinggi.
Kekerasan (hardness)
Merupakan
ketahanan
material
terhadap penekanan atau indentasi /
penetrasi. Sifat ini berkaitan dengan
sifat tahan aus (wear resistance)
yaitu ketahanan material terhadap
penggoresan atau pengikisan.

Material dalam pengunanya


dikenakan gaya atau beban.
Karena itu perlu diketahui
kharakter material agar
deformasi yg terjadi tidak
berlebihan dan tidak terjadi
kerusakan atau patah
Karakter material tergantung
pada:
Komposisi

kimia
Struktur mikro
Sifat material: sifat mekanik, sifat
fisik dan sifat kimia

Gaya/beban

Material

a) Pembebanan Tarik yakni apabila gaya


yang bekerja sejajar dengan garis
sumbu atau tegak lurus terhadap
penampang
potong
,
sehingga
mengakibatkan batang atau elemen
konstruksi mengalami perpanjangan.
b) Pembebanan Tekan yakni apabila gaya
yang bekerja sejajar dengan garis
sumbu atau tegak lurus terhadap
penampang potong berorientasi kerja
kedalam
(menuju)
sehingga
mengakibatkan batang atau elemen
konstruksi mengalami perpendekan.
c) Pembebanan Bengkok yakni apabila
gaya yang bekerja dengan jarak
tertentu terhadap penampang potong

d. Pembebanan Geser yakni apabila


gaya yang bekerja sejajar dengan
penampang potong atau tegak
lurus terhadap garis sumbu yang
mengakibatkan elemen kontruksi
(batang) mengalami pergeseran.
e. Pembebanan puntir yakni apabila
gaya
yang
bekerja
sejajar
penampang potong dengan jarak
radius tertentu terhadap sumbu
batang
(garis
sumbu)
yang
mengakibatkan momen puntir .

Kekuatan (Strength): ukuran besar


gaya
yang
diperlukan
utk
mematahkan atau merusak suatu
bahan
Kekuatan luluh (Yield strength):
kekuatan bahan terhadap deformasi
awal
Kekuatan tarik (Tensile strength):
kekuatan maksimun yang dapat
menerima beban.

Beban statik merata pada seluruh


penampang lintang permukaan benda
4 cara pembebanan : (a)tarik, (b)tekan,
(c)geser, (d)puntir

Engineering Strain

Strain is dimensionless.

13

Contoh soal 1:
Suatu tegangan tarik dikenakan
sepanjang sumbu silinder batang
kuningan yang berdiameter 10 mm.
Tentukan besarnya beban yang
diperlukan
agar
menghasilkan
perubahan diameter sebesar 2,5x103
mm, jika deformasi yang terjadi
adalah elastis

Jawab :

I have been reliably informed..??!!!


17

Uji tarik :
- hubungan beban - perpanjangan
- engineering stress = =F/Ao
[N/m]
- engineering strain = = (i - o)/ o = / o
Uji tekan :
- = uji tarik, tapi F < 0 < 0 ; < 0
Uji geser dan puntir :
- tegangan geser = = F/A
- regangan geser = = tan
- gaya puntir gerak rotasi sekeliling
sumbu panjang pada satu ujung dan ujung
lain tetap

2
0,505
2

R 3/8

Tegangan teknik, = F/Ao (N/m2=Pa)

Regangan teknik, = (li-lo)/lo

Tegangan geser, = F/Ao

specimen

machine

20

21

Pada
pembebanan
rendah dalam uji tarik,
hubungan
antara
tegangan
dan
regangan linier

Beban
dihilangkan
Teg.
Modulus
elastis
Pembebanan
Reg.

1. Initial

2. Small load

3. Unload

bonds
stretch
return to
initial

Linearelastic

Elastic means reversible.

23

Non-Linearelastic

Tegangan tarik dalam arah sumbu z


- perpanjangan dalam arah sumbu z : z
- penyempitan dalam arah sumbu x dan y : x = y (< 0)
Poissons ratio : =

y
x

z
z

Bahan isotropik : = 0,25-0,50


Logam & paduan : = 0,25-0,35
Hubungan moduli geser,elastik dan nisbah Poisson :
E = 2G ( 1+ )
; logam : G 0,4E
Bahan anisotropik : E = f ( arah kristalografi )
Bahan konstruksi umumnya polikristalin isotropik

Isotropik, yaitu mempunyai sifat


elastis yang sama pada semua
arah pada setiap titik dalam
bahan.

Modulus Geser didefinisikan


sebagai perbandingan tegangan
geser dan regangan geser.

sebelum dikenai gaya geser

L L

setelah dikenai gaya geser

L = L
Regangan geser

F
A
Tekanan geser

Hasil percobaan: perbandingan antara tegangan geser dan


regangan geser selalu konstan

G konstan

Modulus Geser

F/A
G
L / L

GA
L
L

K=konstanta pegas

Material

Modulus Young (Giga Pascal)

Karet

0,01 0,1

Nilon

2-4

Beton berkekuatan tinggi

30

Aluminium

69

Glass
Kevlar (bahan anti peluru)

50 - 90
70,5 112,4

Kuningan

100 - 125

Tembaga

117

Silikon

185

Baja

200

Tungsten
Intan

400 - 410
1220

Hubungan antara modulus geser,


modulus elastisitas, dan rasio
Poison () dituliskan dengan
persamaan

G = 0,4 E

Material

Modulus geser (Giga Pascal)

Intan

478

Baja

79,3

Tembaga

44,7

Titanium

41,4

Glass

26,2

Aluminium

25,5

Karet

0,0006

Contoh soal :
Sebuah batang kuningan berbentuk silinder berdiameter 10 mm. Hitung
beban tarik sepanjang sumbu z untuk menghasilkan perubahan diameter
2,5.10-3 mm jika terjadi deformasinya elastik dan poison rasio nya 0,34.

Beban tarik F spesimen bertambah panjang l ke arah sb z


dan mengalami penyusutan diameter d = 2,5.10-3 mm pada
sb x
x = d/do = - 2,5.10-3 / 10 = - 2,5.10-4
Regangan pada sb z :
z = - x/ = - (- 2,5.10-4)/0,34 = 7,35.10-4
Tegangan yang terjadi :
= E. z = 97.103 Mpa x 7,35.10-4 = 71,3 Mpa
Beban tarik : F = .Ao = .(do/2)2.

Soal :
Kabel aluminium memiliki diameter 1,5
mm dan panjang 5,0 m. kabel tersebut
kemudian digunakan untuk
menggantung benda yang memiliki
massa 5,0 Kg. Modulus Young
Aluminium adalah E = 7 x 1010 N/m2.
(a). Berapa stress yang bekerja pada
kawat
(b). Berapa strain kawat
(c). Berapa pertambahan panjang
kawat
(d). Berapa konstanta pegas kawat

1. Initial

2. Small load

3. Unload

bonds
stretch
& planes
shear

planes
still
sheared

elastic + plastic

plastic

F
F
Plastic means permanent.

linear
elastic

linear
elastic

plastic
35


Elastic+Plastic
at larger stress

tensile stress,

tensile stress,
Elastic
initially

permanent (plastic)
after load is removed

engineering strain,
plastic strain

engineering strain,

p = 0.002

36

Figure 2 : Ductile material from a standard tensile


test apparatus. (a) Necking; (b) failure.

Figure 3 : Failure of a brittle material from a standard


tesile test apparatus.

Figure 3.5 Stress-strain diagram for a ductile material.

Figure 3.6 Typical stress-strain behavior


for ductile metal showing elastic and
plastic deformations and yield strength Sy.

Diameter benda uji


panjang

do = 3 mm
Lo = 30 mm

Hasil Pengujian :

F(N)

L (mm)

0
5
10
15
20

0
0,12
0,24
0,42
1,22

Buat : diagram

s-e

????

Luas Penampang :

A = p d2
Tegangan :

s=F/A
Regangan :

e = DL / Lo
Keterangan :
A = luas penampang (mm2)
d = diameter benda uji (mm)
= tagangan (N/mm2)
F = gaya tarik (N)

e = regangan (%)
DL = pertambahan panjang (mm)
Lo = panjang mula (mm)

( N/m2)

(%)

0
707,71
1415,43
2123,14
2830,85

0
0,4
0,8
1,4
4,07

Deformasi yang mempunyai hubungan


tegangan
dan
regangan
linier
(proporsional)
disebut
sebagai
deformasi elastis
Dalam daerah deformasi elastis
dinyatakan Hukum Hooke

Padua
n
logam

Modulus
elastis (104
MPa)

Modulus
geser (104
MPa)

Ratio
Poisson

Al
Cu-Zn
Cu
Mg
Ni
Baja
Ti
W

6,9
10,1
11,0
4,5
20,7
20,7
10,7
40,7

2,6
3,7
4,6
1,7
7,6
8,3
4,5
16,0

0,33
0,35
0,35
0,29
0,31
0,27
0,36
0,28

Ketika uji tarik dilakukan pada


suatu logam, perpanjangan
pada
arah
beban,
yg
dinyatakan dlm regangan z
mengakibatkan
terjadinya
regangan kompressi pada x
sb-x dan y pada sb-y
Bila beban pada arah sb-z
uniaxial, maka x = y .
Ratio regangan lateral & axial
dikenal sebagai ratio Poisson

z
y
Z

Harga selalu positip, karena tanda x dan


y berlawanan.
Hubungan modulus Young dengan
modulus geser dinyatalan dengan
E = 2 G (1 + )
Biasanya
< 0,5 dan utk logam
umumnya
G = 0,4 E

ys

Utk material logam,


umumnya deformso
elastis terjadi < 0,005
regangan
Regangan > 0,005
terjadi deformasi
plastis (deformasi
permanen)

Teg.

0,002

Reg.

Titik
luluh atas

ys
Teg.

Titik
Luluh bawah

Reg.

Ikatan atom atau molekul putus:


atom atau molekul berpindah tdk
kembali
pada
posisinya
bila
tegangan dihilangkan
Padatan kristal: proses slip padatan
amorphous
(bukan
kristal).
Mekanisme aliran viscous

Stress-Strain Diagram
ultimate
tensile
strength

3
Slope=
E

UTS

yield
strength

Strain
Hardening

Stress (F/A)

Plastic
Region
Elastic
Region

1
E

necking

y
2 1

Fracture
5

Elastic region
slope=Youngs(elastic) modulus
yield strength
Plastic region
ultimate tensile strength
strain hardening
fracture

Strain ( ) (e/Lo)

52

(c)2003 Brooks/Cole, a division of Thomson Learning, Inc. Thomson Learning is a trademark used herein under
license.

Localized deformation of a ductile material during a


tensile test produces a necked region.
The image shows necked region in a fractured sample

Keuletan: derajat deformasi plastis


hingga terjadinya patah
Keuletan dinyatakan dengan
Presentasi

elongasi,
%El. = (lf-lo)/lo x 100%
Presentasi reduksi area,
%AR = (Ao-Af)/Ao x 100%

B
Teg.
B

Reg.

Perbedaan antara kurva


tegangan dan regangan
hasil uji tarik utk
material yang getas dan
ulet
ABC : ketangguhan
material getas
ABC : ketangguhan
material ulet

Logam

Au
Al
Cu
Fe
Ni
Ti
Mo

Kekuatan Kekuatan
luluh (MPa)
tarik
(MPa)
130
28
69
69
200
130
262
138
480
240
330
565
655

Keuletan
%El.
45
45
45
45
40
30
35

Pada daerah necking,


luas tampang lintang
sampel uji material Teg.
Tegangan sebenarnya
T = F/Ai
Regangan sebenarnya
T = ln li/lo

sebenarnya
teknik

Reg.

Hubungan tegangan teknik dengan


tegangan sebenarnya
T = (1 + )
Hubungan regangan teknik dengan
regangan sebenarnya
T = ln (1+ )

Example 1
Tensile Testing of Aluminum Alloy
Buatlah kurva hub. Stress-Strain dari data load dan perubahan
panjang dan berapa modulus elastisitasnya.

Example 1 SOLUTION

Berapa panjang setelah deformation untuk


panjang awal sebesar 50 in. Bila tegangan yg
digunakan sebesar 30,000 psi.

Example 3: True Stress and True


Strain Calculation
Bandingkan engineering stress and strain dengan true
stress and strain untuk Al-alloy in Example 1 pada
maximum load. Bila diameter pada beban maximum
adalah 0.497 in. dan pada saat fracture is 0.398 in.
Example 3 SOLUTION