Anda di halaman 1dari 2

TRAUMATOLOGI

Kasus : A
Polisi membawa seorang laki-laki dewasa korban penganiayaan luka bacok di kepala dalam keadaan tidak
sadar ke Rumah Sakit dengan permintaan tertulis mohon, dibuatkan Visum.
Pertanyaan :
1. Apakah permintaan Visum tersebut telah sesuai dengan wewenang penyidik seperti yang diatur pada pasal :
A. Pasal 133 KUHAP
B. Pasal 134 KUHAP
C. Pasal 135 KUHAP
D. Pasal 136 KUHAP
E. Pasal 137 KUHAP
2. Dalam permintaan Visum tersebut apakah sudah memenuhi syarat seperti yang diataur dalam :
A. Pasal 5 KUHAP
B. Pasal 6 KUHAP
C. Pasal 7 KUHAP
D. Pasal 8 KUHAP
E. Pasal 9 KUHAP
3. Luka pada kepala korban tersebut diatas termasuk luka akibat :
A. Trauma akibat benda tumpul
B. Trauma akibat benda tajam
C. Trauma akibat benda panas
D. Trauma akibat zat kimia
E. Trauma akibat luka tembak
4. Luka pada kepala korban tersebut digolongkan luka akibat benda tumpul apabila kita temui ciri-ciri :
A. Pinggir luka teratur
B. Sudut luka tajam
C. Pinggir luka tidak teratur
D. Dasar luka rata
E. Tidak dijumpai jembatan jaringan
5. Luka tersebut digolongkan luka akibat benda tajam apabila ditemukan ciri-ciri :
A. Pinggir luka tidak teratur
B. Rambut tidak ikut terpotong
C. Sudut luka tumpul
D. Dasar luka tidak rata
E. Tidak dijumpai jembatan jaringan
6. Luka tersebut di atas masuk dalam golongan luka berat apabila memenuhi kriteria yang di atur dalam :
A. Pasal 90 KUHAP
B. Pasal 184 KUHAP
C. Pasal
7 KUHAP
D. Pasal 134 KUHAP
E. Pasal 185 KUHAP
7. Bentuk Visum yang dibuat dokter pada saat itu adalah :
A. Visum seketika
B. Visum sementara
C. Visum lanjutan
D. Visum langsung dibuat dan oleh sebab pulang
E. Visum ditunda sampai pasien sembuh.

Kasus B :
Seorang korban meninggal dengan dugaan luka tembak pada dada kiri dibawa penyidik ke Rumah Sakit untuk
di Visum .
Pada pemeriksaan luar ditemukan luka tembak masuk pada dada kiri dengan diameter lebih kurang 0,8 cm,
sekitar luka dijumpai Contusio Ring, Klim Tato, Klim Jelaga.
Pada pemeriksaan dalam dijumpai rongga dada kiri penuh darah, jantung kiri robek, anak peluru tersangkut
pada tulang belakang.
Pertanyaan :
8. Pada kasus di atas jarak luka tembak dikategorikan :
A. Luka tembak tempel
B. Luka tembak sangat dekat ( < 15 cm )
C. Luka tembak dekat ( < 70 cm )
D. Luka tembak jauh ( > 70 cm )
E. Luka tembak tidak dapat dikategorikan
9. Cara pengambilan anak peluru yang benar pada korban adalah :
A. Dengan pinset
B. Dengan tang
C. Dengan tangan telanjang
D. Dengan tangan pakai sarung tangan
E. Dicongkel dengan pisau
10. Anak peluru tersebut perlu di ambil dan di amankan untuk pemeriksaan :
A. Uji balistik
B. Untuk dokter
C. Untuk menentukan jenis senjata
D. Untuk menentukan sebab kematian korban
E. Untuk Dokumentasi