Anda di halaman 1dari 14

ETIKA KRISTEN

Santo
Augustinus

Sumber nilai
moral

Tuha
n
T
R
A
N
S
E
N
D
E
N

Etika : Ajaran tentang


hidup yg bahagia

Kasih
Terarah

Wahy
u

Manusi
a

Beba
s
Hati/Cint
a

Manus
ia

Nafsu
rendah

Akal
budi

Rahmat

Tatanan
Realitas

Katarsis

Pokokpokok
Penting
moral

Keutama
an

Persatua
n

Santo Agustinus :Cintailah dan


Lakukanlah Apa yang Engkau
Kehendaki
Prinsip Etis Teleologis : Tujuan hidup
manusia adalah kebahagiaan.
Etika : ajaran tentang hidup bahagia.
Allah : kebahagiaan manusia.
A. Nilaiobjektif : Allah adalah nilai
tertinggi.
Allah adalah prinsip terakhir segala
nilai moral.
Allah menyapa, mengarahkan dan

Nilai subjektif:
Hakikat manusia senantiasa sudah mengarah
kepada Allah.
Kita dapat sampai kepada Allah melalui
dorongan hati, yakni kehendak.
Kehendak itu adalah cinta.
Di dunia ini kita tidak dapat melihat Allah,
tetapi kita sudah dapat mencintai-Nya
Allah berada di lubuk hati manusia. Bahwa
hati kita tertarik oleh nilai tertinggi yang ada.
Engkau menciptakan kami bagi Engkau, ya
Allah, dan hati kami resah sampai beristirahat
dalam diri-Mu

Kebahagiaan : menyatunya nilai


subjektif dan nilai objektif.
Menyatunya dorongan hati, yaitu
cinta kasih, dengan sumber dan
tujuan objektifnya, yaitu Allah.
Tujuan hidup manusia : persatuan
dengan Allah. Persatuan itulah
kebahagiaan.
Makin kuat hati orang diresapi oleh
cinta kepada Allah, makin lurus dan
betul arah hidupnya.

Defenisi kebahagiaan : ketentraman.


Ketentraman sempurna : persatuan
dengan Allah.
Dalam arti tertentu, manusia dapat
menikmati kebahagiaan, yaitu
melalui keutamaan.
Keutamaan adalah alat bantu
mempergunakan hal-hal baik secara
tepat, bahkan mengolah pengalaman
buruk untuk memurnikan diri dalam
menuju tujuan abadi.

Realitas cinta dalam hidup.


Tolok ukur cinta : tatanan realitas di dunia
dan di alam baka.
Seluruh realitas mencerminkan kehendak
Allah, sang Pencipta.
Tindakan manusia harus sesuai dengan
kehendak Allah.
Tatanan cinta yang rendah: cinta
padabarang dunia yang akan hancur.
Tatanan cinta yang lebih tinggi : mencintai
sesama seperti diri sendiri.
Cinta yang paling luhur : cinta kepada Allah.

Nilai :
Instrumental : hanya dipakai saja
sebagai sarana
Intrinsik : dinikmati. Menyatunya
kehendak dengan objek. Menikmati
keagungan jiwa manusia.
Hukum moral : Hukum abadi, tertera
dalam hati kita.
Menaati hukum moral adalah
dorongan hati manusia secara alami

Kehendak bebas : dapat memilih


antara baik dan buruk.
Yang menentukan kualitas moral
adalah kehendak atau cinta.
Allah melihat hati orang, dan hati
orang itulah yang menentukan.
Cintailah, dan lakukan saja apa
yang kaukehendaki!

Tantangan moralitas dan rahmat Ilahi


Kehendak manusia diperlemah oleh
nafsu-nafsu yang rendah
(concupiscentia)
Nafsu-nafsu rendah itu akibat dosa.
Dosa merusak dan memperlemah
kodrat manusia.
Rahmat Allah : mendukung dan
menyembuhkan manusia dari dalam
untuk mengatasi daya tarik nafsunafsu yang rendah

Manusia yang bermoral : yang dapat


mengalahkan nafsu-nafsu rendah
dengan jalan pembersihan diri
(katharsis)
Keutamaan : kemantapan kehendak
manusia dalam sikap-sikap baik. Jadi
kebebasan kehendak dari keterikatan
nafsu-nafsu yang rendah.
Keutamaan berkembang karena
rahmat Allah.