Anda di halaman 1dari 6

Page 1 of 6

A. Pengertian Kitab dan Suhuf :


1) Kitab : Lembaran wahyu Allah yang telah di
bukukan
2) Suhuf : Wahyu Allah yang masih berupa
lembaran-lembaran ( belum di bukukan )
3) Perbedaan Kitab dan Suhuf :
Kitab : Sudah di bukukan
Suhuf : Belum di bukukan
Kitab yang di turunkan Allah swt, ada empat yaitu
Taurat, Zabur, Injil, dan Alquran. Kitab dan suhuf
itu memiliki kesamaan dan perbedaan. Persamaanya adalah semua kitab itu mengajarkan
keesaan Allah swt, sehingga agama-agama islam lahir dan dikenal dengan sebutan agama
tauhid, artinya agama yang mengajarkan tentang keesaan allah swt, Perbedaannya terletak
pada sifatnya. Kitab-kitab sebelum alquran bersifat lokal dan ajaran-ajaranya sederhana,
sedangkan Alquran bersifat universal dan abadi sepanjang masa serta lebih luas ajaranya.
Selain kitab-kitab, di dalam alquran di sebutkan adanya suhuf atau sahifah (halaman), yang
berjumlah seratus sahifah, suhuf adalah firman allah swt, yang di turunkan kepada para nabi
atau rasulnya yang berisi hukum-hukum sebagai petunjuk dan pedoman dalam menjalankan
agamanya, Jumlah kitab dan suhuf ada 104 buah
Yaitu kitab ada 4 dan suhuf ada 100
Kitab - kitab :
A) Kitab Taurat
: Nabi Musa a.s
B) Kitab Zabur
: Nabi Daud a.s
C) Kitab Injil
: Nabi Isa a.s
D) Kitab Al-Qur'an : Nabi Muhammad s.a.w
Suhuf - suhuf :
A) Nabi Syits a.s : 50 suhuf
B) Nabi Idris a.s
: 30 suhuf
C) Nabi Ibrahim a.s : 10 suhuf
D) Nabi Musa a.s : 10 suhuf
B. Persamaan dan Perbedaan Kitab dan Suhuf
Kitab dan suhuf merupakan wahyu Allah Swt. yang disampaikan kepada para rasul untuk
disampaikan kepada manusia sebagai petunjuk dan pedoman hidup. Awalnya wahyu itu di
catat dalam lembaran-lembaran kertas. Lembaran-lembaran itu, lalu disatukan menjadi sebuah
buku besar dan di susun secara sistematis sesuai petunjuk rasul secara langsung. Kumpulan
lembaran-lembaran yang sudah berwujud buku itu biasanya di sebut sebagai kitab.
Apa Persamaan dan Perbedaan Kitab dan Suhuf ? Mari kita jawab satu persatu.
Apa persamaan Kitab dan suhuf ?
Persamaan kitab dan suhuf yang pertama adalah : Kitab dan suhuf sama-sama merupakan
wahyu allah
Persamaan kitab dan suhuf yang kedua adalah : Penerimaan kitab dan suhuf hanya nabi / rasul

Apa perbedaan Kitab dan suhuf ?


Perbedaan kitab dan suhuf yang pertama adalah : Kitab lebih lengkap (rinci) daripada suhuf
Perbedaan kitab dan suhuf yang kedua adalah : Isi kitab lebih lengkap (rinci) daripada suhuf

Page 2 of 6
Perbedaan kitab dan suhuf yang ketiga adalah : Kitab bersifat buku (mushaf) sedang suhuf
berupa lembaran
Allah menyatakan bahwa orang yang beriman harus meyakini adanya kitab-kitab suci yang
turun sebelum Al Quran seperti disebutkan dalam firman Allah SWT:
Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan kepada
kitab yang Allah turunkan kepada rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya.
(QS An Nisa : 136)
Selain menurunkan kitab suci, Allah juga menurunkan suhuf yang telah diturunkan kepada
para nabi seperti Nabi Ibrahim a.s dan nabi Musa a.s. Firman Allah SWT:
(yaitu) suhuf-suhuf (kitab-kitab) yang diturunkan kepada Ibrahim dan Musa (Al Ala : 19)
Kitab-kitab Allah berfungsi untuk menuntun manusia dalam meyakini Allah SWT dan apa
yang telah diturunkan kepada rasul-rasul-Nya sebagaimana digambarkan dalam firman Allah
SWT:
Katakanlah (hai orang-orang mukmin), kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan
kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak
cucunya dan apa yang kami berikan kepada Musa dan Isa seperti apa yang diberikan kepada
nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun diantara mereka dan
kami hanya patuh kepada-Nya. (QS Al Baqarah : 136)
Perilaku yang mencerminkan Keimanan Kepada Kitab Allah
Meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa Kitab Allah itu datang dari Allah.
Menjadikan kitab Allah sebagai Pedoman khusus dalam kehidupan
Memahami isi kandungannya.
Mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari
Para Nabi atau Rasul yang menerima kitab wahyu tersebut yang bertugas menyampaikan
pesan wahyu tersebut, bisa diartikan sebagai penyelamat bagi umat yang diperintahkan Allah
untuk menyampaikannya. Jadi Nabi Ibrahim adalah penyelamat umatnya, Nabi Musa adalah
penyelamat Bani israil kemudian oleh Nabi-nabi lainnya (yang tidak diberitakan oleh AlQur'an) serta diikuti oleh Nabi Isa Al-Masih AS.
Para Nabi atau Rasul seluruhnya adalah penyelamat atau juru selamat bagi umatnya,
dikarenakan mereka menerima wahyu dan sekaligus menjelaskan tentang wahyu tersebut
untuk keselamatan umatnya dalam menempuh kehidupan di dunia maupun di akhirat.

C. Anak-Anak Indonesia Gemar Membaca Al-Quran


Membaca merupakan gerbang ilmu dan kunci sukses dalam dunia
akademis anak. Oleh karena itu kebiasaan membaca harus diajarkan
sejak anak usia dini. Tapi untuk mendidik anak agar rajin membaca
bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan rangsangan yang
tepat agar anak mau terbiasa membaca sejak kecil. Para orang tua harus kreatif dan cerdas
dalam mengajarkan kebiasaan membaca untuk anak. Karena dalam mendidik anak agar
gemar membaca diperlukan cara dan tips yang tepat sehingga anak mau sedikit-sedikit
menyukai kebiasaan membaca.

Page 3 of 6

Menurut seorang pakar pendidikan yaitu Sharon Darling menyatakan bahwa kebiasaan
membaca merupakan kunci keberhasilan dunia akademis anak. Sharon Darling merupakan
pendiri dari National Centre for Family Literacy. Sedangkan dalam Alquran sendiri perintah
membaca merupakan wahyu pertama kali yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
Shalallahu Alaihi Wasallam. Pada waktu itu malaikat Jibril memerintahkan kepada Nabi
Muhammad untuk "IQRO" atau membaca.
Dengan Menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,
4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
(Alquran Surat Al-Alaq ayat 1-5)
Tapi dalam mendidik anak agar anak memiliki kebiasaan membaca membutuhkan
ketelatenan. Mengingat membudidayakan membaca di Negara berkembang sepeti Indonesia
membutuhkan perjuangan yang berat. Banyak hal yang menyebabkan tantangan ini semakin
bertambah. Diantaranya adalah lingkungan masyarakat Indonesia yang sedikit sekali gemar
membaca. Tentunya lingkungan sangat mempengaruhi terhadap minat baca anak.
Dalam beberapa keluarga kebiasaan membaca mungkin akan sedikit memiliki kendala
terutama masalah keuangan. Keuangan secara tidak langsung akan sangat mempengaruhi
dalam mendidik anak agar anak mau rajin membaca. Oleh karena itu patut bersyukur bagi
anda yang hidup dalam berkecukupan sehingga fasilitas untuk melatih anak agar gemar
membaca bisa tercukupi. Terutama buku-buku yang nantinya akan dibutuhkan agar anak
terangsang untuk membaca. Tapi selama ada keinginan kuat untuk melatih anak agar suka
membaca permasalahan mengenai finansial bisa diabaikan dan tentunya masih banyak lagi
cara kreatif agar anak mau membaca dengan biaya yang relatif murah.
Melihat pentingnya kebiasaan membaca, berikut ini adalah cara dan tips agar anak suka
membaca.
1. Memberikan teladan
Orang tua merupakan contoh yang akan ditiru anak. Bagaimana anak mau rajin membaca
kalau orang tuanya saja tidak memiliki kebiasaan membaca. Menyuruh tanpa contoh kongkrit
hanya akan membuat anak memiliki banyak alasan dan menyangkal. Oleh karena itu buatlah
jam keluarga untuk digunakan sebagai waktu untuk belajar. Belajar bisa dengan membaca
dan matikan segala aktivitas yang bisa mengganggu konsentrasi membaca.

2. Mengalokasikan dana
Para orang tua hendaknya menyisihkan sedikit penghasilannya untuk membeli buku. Baik itu
untuk anak-anak maupun untuk orang tua itu sendiri. Ajak anak untuk ikut mengunjungi toko
buku agar anak memiliki minat baca. Buku yang dibeli tidak harus mahal tapi belilah buku
yang bisa memberikan manfaat.
Untuk anak-anak biasanya suka melihat buku cerita yang menampilkan gambar baik itu
gambar binatang, kendaraan dan lain sebagainya.

Page 4 of 6

3. Mengunjungi perpustakaan gratis atau toko buku


Bagi keluarga yang memiliki dana minim, langkah di atas bisa dilakukan untuk
meminimalisir pengeluaran. Saat ini rumah baca gratis sudah mulai tumbuh dan bisa kita
temui dibeberapa tempat. Dan masih banyak lagi cara kreatif lainnya agar anak memiliki
minat baca.
4. Melatih anak untuk membawa buku
Membiasakan bepergian membawa buku akan sangat membantu dalam menumbuhkan minat
baca. Kebiasaan membawa buku ini akan bisa mempengaruhi untuk membaca dikala sedang
senggang. Misalnya ketika sedang menunggu, mengantri ataupun aktivitas lainnya yang
sifatnya sengang. Kebiasaan membawa buku sudah banyak dilakukan oleh orang-orang bule.
Namun kebiasaan membawa buku di kala bepergian ini akan sangat jarang kita jumpai di
Indonesia.
5. Membuat perpustakaan keluarga
Mengumpulkan buku yang sudah berserakan dimana-mana menjadi satu tempat akan
membuat suasana kondusif sehingga minat baca tetap terjaga. Buatlah ruangan khusus baca
agar anak tertarik menyimpan koleksi bukunya sehingga anak akan tertarik untuk membeli
buku baru lagi.
Membaca merupakan gerbangnya ilmu. Oleh karena itu kebiasaan ini harus terlatih sejak
anak usia dini. Jangan biarkan anak tumbuh dengan jumlah kualitas membaca yang sedikit.
Karena dalam Alquran sendiri memerintahkan kepada kita untuk membaca. Mari jadikan
kegiatan membaca menjadi kegiatan yang rutin sehingga akan bisa menambah khasanah
keilmuan kita dan terutama anak-anak. Pengetahuan luas dikarenakan banyak membaca dan
tentunya Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu.
D. Foto-foto Anak Indonesia Membaca Al-Quran

Page 5 of 6

E. Nama-nama lain dari Al-Quran


Al Qur'an, kitab suci agama Islam memiliki banyak nama. Nama-nama ini berasal dari ayatayat tertentu dalam Al Qur'an itu sendiri yang memakai istilah tertentu untuk merujuk kepada
Al Qur'an itu sendiri.
Nama-nama tersebut Adalah:[sunting | sunting sumber]
1) Al-Kitab (buku)
Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa
(QS. Al-Baqarah [2]:2)
2) Al-Furqan (pembeda benar salah)
Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya,
agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam. (QS. Al Furqaan [25]:1)
3) Adz-Dzikr (pemberi peringatan)
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur'an), dan sesungguhnya
Kami benar-benar memeliharanya. (QS. Al Hijr [15]:9)
4) Al-Mau'idhah (pelajaran/nasihat)
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat
bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
5) Asy-Syifa' (obat/penyembuh)
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat
bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus [10]:57)
6) Al-Hukm (peraturan/hukum)
Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al-Qur'an itu sebagai peraturan (yang benar)
dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang
pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu
terhadap (siksa) Allah. (QS. Ar Ra'd [13]:37)
7) Al-Hikmah (kebijaksanaan)
Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu. Dan janganlah kamu
mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke
dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah). (QS. Al Israa'
[17]:39)
8) Al-Huda (petunjuk)
Dan sesungguhnya kami tatkala mendengar petunjuk (Al-Qur'an), kami beriman
kepadanya. Barangsiapa beriman kepada Tuhannya, maka ia tidak takut akan
pengurangan pahala dan tidak (takut pula) akan penambahan dosa dan kesalahan. (QS. Al
Jin [72]:13)
9) At-Tanzil (yang diturunkan)
Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, QS.
Asy Syuaraa [26]:192)
10) Ar-Rahmat (karunia)
Dan sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orangorang yang beriman. (QS. An Naml [27]:77)
11) Ar-Ruh (ruh)
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami.
Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al-Qur'an) dan tidak pula
mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al-Qur'an itu cahaya, yang Kami
tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan
sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS. Asy
Syuura [42]:52)

Page 6 of 6
12) Al-Bayan (penerang)
(Al-Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran
bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali Imran [3]:138)
13) Al-Kalam (ucapan/firman)
Dan jika seorang di antara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu,
maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia
ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak
mengetahui. (QS. At Taubah [9]:6)
14) Al-Busyra (kabar gembira)
Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhanmu dengan
benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk
serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". (QS. An Nahl
[16]:102)
15) An-Nur (cahaya)
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu.
(Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang
terang benderang. (Al-Qur'an). (QS. An Nisaa' [4]:174)
16) Al-Basha'ir (pedoman)
Al-Qur'an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang
meyakini. (QS. Al Jaatsiyah [45]:20)
17) Al-Balagh (penyampaian/kabar)
(Al-Qur'an) ini adalah kabar yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi
peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan
Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (QS. Ibrahim
[14]:52)
18) Al-Qaul (perkataan/ucapan)
Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al-Qur'an) kepada
mereka agar mereka mendapat pelajaran. (QS. Al Qashash [28]:51)
19) Al- Balagh = Penyampaian Kabar
20) Ar- Rahman = Karunia
21) Ar- Ruh = Ruh
22) An-Naq = Kebenaran
23) Al - Basyah = Keterangan
24) Al-Mauizoh = pelajaran /nasihat
25) Al- Karim = Bacaan yang mulia
26) Al- Khoir = Kebaikan
27) Al- Habuyullah = Tali Allah
28) Al-Burhan = Alsan
29) Al Mubarok = Yang di berkati
30) An -Nazir = Pemberi Peringatan
31) Al -Majid = Mulia
32) Al-Muhaimin = Penjaga