Anda di halaman 1dari 42

Laporan Kasus

Basal Cell Carcinoma


Oleh
: Salman Saisar Hidayat
Pembimbing : Dr. Maya Sofa, Sp.B

STASE bedah
Rumah sakit umum daerah
cianjur

Identitas Pasien
Nama
: Tn. O
Usia
: 60 tahun
Jenis Kelamin: Laki-laki
Alamat : Majalaya RT/RW
08/04
No. CM : 160045
Tanggal
: 4 September 2015

Anamnesis

Autoanamnesis
Keluhan
Utama:
Benjolan terdapat pada
wajah disamping mata
kiri

Riwayat Penyakit
Sekarang:
OS datang dengan keluhan benjolan
didekat mata sebelah kiri 2 tahun
SMRS. Awalnya benjolan seperti tahi
lalat berwarna hitam sebesar kacang
hijau, gatal (-), benjolan terus
bertambah besar, tapi membesarnya
tidak cepat, sekarang ukuran kirakira 3 cm, nyeri (+), nyeri seperti
ada yang menggigit dalam benjolan,
nyeri tidak menjalar hanya di tempat
benjolan, benjolan hanya satu,
demam (-),batuk (-), sesak (-), mual

Riwayat Penyakit
Dahulu:
Tidak pernah mengalami
keluhan yang sama
Riwayat penyakit
keluarga:
Tidak ada keluarga yang
mengalami keluhan yang sama
Riwayat Pengobatan:
Belum pernah berobat
sebelumnya.

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum: Tampak sakit
sedang
Kesadaran
: Compos Mentis
GCS=
E4V5M6 = 15
Tanda Vital
:
Nadi
: 80 x/menit, reguler, isi
cukup, pulsasi kuat
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Pernapasan : 20 x / menit
Suhu
: 36,3 0 C

Status Generalis

Kepala
: Normocephal
Mata : Konjungtiva anemis (-/-),Sklera
ikterik (-/-),reflek cahaya
(+),
isokor
Hidung : Septum deviasi (-), sekret (-/-)
Telinga : Normotia, simetris, sekret (-/-).
Mulut
: Mukosa bibir lembab,
stomatitis
(-), faring hiperemis (-),
tonsil T1/
T1
Leher
: Pembesaran KGB(-)
Pembesaran
Tiroid (-)

Thoraks

Paru

Inspeksi : Bagian dada tertinggal(-),


retraksi (-)
Palpasi : Bagian dada teringgal (-),vocal
fremitus sama dada kanan dan kiri
Perkusi : Sonor kedua lapangan paru
Auskultasi: Vesikuler, wheezing (-/-),
ronki (-/-)

Jantung

Inspeksi : Iktus cordis tidak terlihat


Palpasi : Iktus cordis teraba
Auskultas : BJ I dan II murni, tidak ada
bunyi tambahan

Abdomen
Inspeksi : Datar, distensi (-)
Auskultasi: BU (+) normal
Palpasi : NT (-), hepatomegali (-),
splenomegali (-)
Perkusi : Timpani keempat kuadran

Ekstremi
tas atas
Akral:
Hangat

Ekstremi
tas
bawah
Akral:
Hangat

Edema:
(-/-)

Edema:
(-/-)

RCT: < 2
detik

RCT: < 2
detik

Status Lokalis
a/r zygomaticus Sinistra
tampak benjolan
Ukuran 3 cm.
Permukaan berbenjolbenjol
Konsistensi keras
Batas tidak tegas
Terfiksir
Warna hitam
Nyeri Tekan (+)

Resume

Berdasarkan anamnesis:
60 tahun datang dengan keluhan pada
wajah dekat mata sebelah kiri 2 tahun
SMRS. Awalnya benjolan seperti tahi lalat
berwarna hitam sebesar kacang hijau,
benjolan terus bertambah besar , sekarang
ukuran kira-kira 3 cm, nyeri (+), nyeri
seperti ada yang menggigit dalam benjolan,
nyeri tidak menjalar hanya di tempat
benjolan, benjolan hanya satu.
Berdasarkan pemeriksaan fisik: status lokalis
a/r zygomaticus Sinistra tampak benjolan
Ukuran 3 cm. Permukaan berbenjol-benjol.
Konsistensi keras. Batas tidak tegas. Terfiksir.
Warna hitam. Nyeri Tekan (+)

Diagnosis Banding
Basal Cell Carcinoma
Squama Cell Carcinoma
Melanoma Malignan

Analisa Kasus
DD

BCC

S CC

Me l ano ma
Mal i g na

>

(50-70 thn)

Awalnya benjolan spt tahi lalat (kecil),


warna hitam

Kemerahan

(coklat-hitamabu-abu)

Benjolan terus bertambah besar,tapi tidak


cepat

A nal i s a kas us
60 tahun

Benjolan pada wajah 2 tahun SMRS


(Daerah terkenan paparan matahari)

(progresif)

Gatal
Mudah berdarah

+
+

Benjolan hanya di satu tempat

+/-

Metastasis

Lokasi a/r nassal

Konsistensi keras

Batas tidak tegas

Terfiksir

Nyeri

Permukaan berbenjol-benjol

Nyeri tekan
KGB

WD
Basal Cell Carcinoma a/r
Zygomaticus Sinistra

Tindak
Eksisi
an

Terapi

Antibiotik (cefriaxon)
Analgesik (Ketorolac)

TINJAUAN
TINJAUAN
PUSTAKA
PUSTAKA

BVARISELA
asal Cell
Carcinoma

Anatomi

a
n
A
Kulit

m
o
t

Stratum
Basale
Stratum
spinosum

Epidermis

Stratum
Granulosu
m

Dermis

Stratum
lucidum

Membran
e basalis

Stratum
corneum

Epidermis

Stratu
m
basale

Terdiri dari sel sel kuboid yang


tegak lurus terhadap dermis.
Tersusun sebagai tiang pagar
atau palisade.
Lapisan terbawah dari
epidermis.
Terdapat melanosit yaitu sel
dendritik yang yang
membentuk
melanin( melindungi kulit dari
sinar matahari)

Stratum
spinosu
m

Stratum
Granulos
um

Lapisan epidermis yang paling


tebal.
Terdiri dari sel polygonal
Sel sel mempunyai protoplasma
yang menonjol yang terlihat
seperti duri.
Sitoplasma mengandung granula

Stratum
lucidum

Lapisan sel-sel mati tanpa inti sel

Stratum
corneum

Terdiri dari 20 25 lapis sel


tanduk tanpa inti.

Dermis
Lapisan Luar
atau lapisan
papiler

Lapisan Dalam
atau lapisan
retikuler

serat serat
kolagen dan
retikular

serabut
serabut kolagen
padat, kasar
dan bercabang
cabang yang
sejajar dengan
permukaan
kulit.

berisi substansia
dasar

Adneksa Kulit

Kelenjar
ekrin

Kelenjar
pilosebase
a

Kelenjar
apokrin

Fungsi Kulit

Perlindungan terhadap mekanik, kimia,


osmotik, termal, kehilangan air, dan invasi
mikroba.
Permeabilitas selektif terhadap berbagai zat
kimia
Proses Biosintesis (misalnya, prekursor
vitamin D dibawah pengaruh sinar ultraviolet)
Target berbagai hormon (mengatur
pigmentasi,sekresi, turgidity,dll)
Regulasi panas melalui sirkulasi, kelenjar
keringat, jaringan adiposa.
Reservoir darah, lemak dan air, (turgor).
Ekskresi metabolit (keringat)
Organ sensorik dan refleks reseptif.

Definisi
Basal Cell Carcinoma (BCC) adalah
neoplasma ganas yang berasal dari sel-sel
non keratinosit yang berasal dari lapisan
basal epidermis dan jenis kanker kulit yang
paling sering mengenai manusia
WHO mendefinisikan Basal Cell Carcinoma
secara histologi sebagai tumor kulit yang
invasif lokal, penyebarannya lambat dan
jarang bermetastase, berkembang di
epidermis atau folikel rambut, secara fakta,
sel-sel perifer tersebut biasanya mirip
dengan sel-sel basal dari epidermis .

Epidemiolgi
>
Angka kejadian tahunan untuk dan
175 dan 124 per 100.000
Survei di Australia :BCC primer baru
meningkat 1,5 % dalam 10 tahun dan
> 700 orang per 100.000 orang
menderita BCC multipel
> 90 % dari BCC yang terdeteksi
terdapat pada pasien yang berusia 60
tahun atau lebih

Etiopatogenesis

Faktor
Eksogen
Faktor
Endogen

Faktor Eksogen
Radiasi ultraviolet
Radiasi ultraviolet gelombang pendek yang
menyebabkan sunburn, lebih sering menyebabkan BCC
dibandingkan ultraviolet gelombang panjang

Paparan arsen lewat obat-obatan, pekerjaan


Pengobatan dengan imunosupressan jangka
panjang
Adanya trauma, jaringan parut, luka bakar

Faktor Endogen
Kulit tipe
1
Xeroderm
a
pigmentos
um
Sindrom
nevoid
BCC
Sindrom
Bazex

rambut kemerahan / keemasan dengan anak


mata berwarna hijau / biru telah menunjukkan
faktor resiko yang tinggi BCC
Dgn perubahan pigmen & akhirnya menjadi BCC.
Efeknya berhubungan dgn ketidakmampuan u/
menginduksi kerusakan DNA krn ultraviolet.
BCC muncul pd keadaan autosomal dominan,
timbul pada usia muda
terdapat atropoderma folikuler (tanda-tanda ice
pick, khususnya pd dorsal tangan), BCC multipel
& anhidrosis lokal.

riwayat
kanker kulit
non
melanoma
sebelumnya

Insiden kanker kulit nonmelanoma adalah 35 %


pd 3 thn pertama & 50% pd 5 thn kedua stlh
dignosis awal kanker kulit.

Klasifikasi dan
Stadium Karsinoma

Tumor Primer (T)


Tx

Tumor primer tidak dapat dinilai

T0

Tidak ada bukti tumor primer

Tis

Karsinoma in situ

T1

Diameter tumor 2 cm

T2

Diameter tumor 2-5 cm

T3

Diameter tumor > 5 cm

T4

Tumor menginvasi struktur extradermal dalam (yaitu: tulang rawan, otot rangka
atau tulang.

Limfonodus Regional (N)


Nx

Kelenjar getah bening regional tidak dapat dinilai

N0

Kelenjar getah bening regional tidak metastasis

N1

Kelenjar getah bening regional metastasis

Metastasis (M)
Mx

Metastasis jauh tidak dapat dinilai

M0

Metastasis jauh tidak ada

M1

Metastasis jauh

Stadium
Stadium 0

Tis

N0

M0

Stadium I

T1

N0

M0

Stadium II

T2

N0

M0

T3

N0

M0

T4

N0

M0

Semua T

N1

M0

Semua T

Semua N

M1

Stadium III
Stadium IV

Faktor RisikoKambuhLokal
BerdasarkanKarakteristikTumorPrimer
FAKTOR

RISIKO RENDAH RISIKO TINGGI

Lokasi
-

Badan dan ekstremitas

< 20 mm

20 mm

Dahi dan leher

< 10 mm

10 mm

Wajah

< 6 mm

6 mm

Batas

Tegas

Tidak tegas

Insidensi

Primer

Berulang

Imunosupresi

Negatif

Positif

Sebelum terapi

Negatif

Positif

radiasi/peradangan kronik
Laju pertumbuhan yang cepat

Negatif

Positif

Gejala-gejala neurologis

Negatif

Positif

Diferensiasi

Ya

Sedang atau buruk

Perineural/Invasi vascular

Negatif

Positif

Gambaran Klinis

Tipe Nodular-Ulseratif (Ulkus Rosdens)


Tipe Pigmented
Tipe Morphea-Like atau
Fibrosing
Tepi Superficial
Tipe
Fibroepitelial

Tipe Nodular-Ulseratif (Ulkus Rosdens)


Dimulai dengan nodus kecil 2-4 mm, translusen, warna pucat
seperti lilin (Waxy-nodule). Dengan inspeksi yang teliti, dapat
dilihat perubahan pembuluh darah superficial melebar
(telangiektasis).
Permukaan nodus mula-mula rata tetapi kalau lesi
membesar, terjadi cekungan ditengahnya dan pinggir lesi
menyerupai bintil-bintil seperti mutiara (pearly border).
Nodus mudah berdarah pada trauma ringan dan
mengadakan erosi spontan yang kemudian menjadi ulkus yang
terlihat di bagian sentral lesi.
Kalau telah terjadi ulkus, bentuk ulkus seperti kawah,
berbatas tegas, dasar irreguler dan ditutupi oleh krusta.
Pada palpasi teraba adanya indurasi disekitar lesi terutama
pada lesi yang mencapai ukuran lebih dari 1 cm, biasanya
berbatas tegas, tidak sakit atau gatal. Dengan trauma ringan
atau bila krusta diatasnya diangkat, mudah berdarah.

Tipe Pigmented
Gambaran klinisnya = nodulaulseratif,jenis ini berwarna coklat
atau berbintik-bintik atau homogeni
(hitam merata) kadang-kadang
menyerupai melanoma. Banyak
dijumpai pada orang dengan kulit
Tipe Morphea-Like atau
gelap yang tinggal pada daerah
Fibrosing
tropis.
Lesinya berbentuk plakat yang
berwarna kekuningan dengan tepi
yang tidak jelas, kadang-kadang
tepinya meninggi. Pada
permukaannya tampak beberapa
folikel rambut yang mencekung
sehingga memberikan gambaran
seperti sikatriks.Jarang mengalami

Tepi Superficial
Berupa bercak kemerahan dengan
skuama halus dan tepi yang yang
meninggi. Lesi dapat meluas secara
lambat, tanpa mengalami ulserasi.
Umumnya multiple, terutama
dijumpai pada badan, kadangkadang pada leher dan kepala.
Tipe Fibroepitelial
Berupa satu atau beberapa nodul
keras dan sering bertangkaipendek,
permukaannya halus dan sedikit
kemerahan. Terutama dijumpai
dipunggung.Tipe ini sangat jarang
ditemukan

Gambaran

BCC tipe
Nodular

SCC

BCC tipe
Pigmented

BCC tipe
Superficial

Melanoma Maligna

Gambaran Histopatologi
Noduler, kelompok sel tumor memberikan
kesan berbatas tegas
Noduler Infiltrate, bagian tengah tampak
tonjolan tumor dgn tepi menunjukkan
pertumbuhan infiltrate kecil
Infiltratif, pertumbuhan infiltrative tidak
teratur
Selerosing, jaringan ikat padat terdiri dari
serabut kolagen & elastik
Non Selerosing, dengan jaringan ikat
stroma tidak begitu padat
Multifokal, jaringan tumor berasal dr bbrp
tempat di epidermis.

Diagnosis
Anamnesis

kelainan kulit terutama dimuka yg


sudah berlangsung lama berupa
benjolan kecil, tahi lalat, luka yg
sukar sembuh, lambat mjd besar &
mudah berdarah. Tidak ada rasa
gatal/sakit

Pemeriksaan
Fisik

Papul/ulkus dapat berwarna seperti


warna kulit atau hiperpigmentasi
Pada palpasi teraba indurasi
Tidak terdapat pembesaran KGB
regional

Pemeriksaan
Histopatologi

Biopsi

Penatalaksanaan
Bedah Eksisi

Radioterapi

Prognosis
Prognosis umumnya baik dengan
five year survival rate mencapai
99 %. Basal Cell Carcinoma
mempunyai rekurensi tinggi,
terutama bila pengobatan tidak
adekuat. Biasanya rekurensi
terjadi 4 bulan pertama sampai
12 bulan setelah pengobatan

THANK
YOU