Anda di halaman 1dari 2

KEPEMIMPINAN NABI MUHAMMAD SAW

Dengan nama Allah


Maha Pemurah
Maha penyayang
Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman
Dan beramal shaleh diantara anda, dan akan mengangkat menjadi khalifah
Untuk mengelola bumi raya.
Seperti halnya telah diangkat
Orang-orang sebelum mereka
Dan agama yang Allah telah relakan untuk mereka
Akan di kukuh kuatkanya

Terutusnya nabi Muhammad SAW adalah tidak untuk di dewa-dewakan, di junjungjunjung setinggi langit atau senantiasa diperingati hari lahirnya oleh segenap pengikutnya.
Tetapi, untuk diikuti kepemimpinannya dalam urusan cara beriman kepada Allah, untuk
dituruti tuntunannya dalam hal cara beribadah kepadaNya, serta untuk dicontoh akhlak dan
budi pekertinya dalam cara bergaul dan bermasyarakat dengan manusia.
(21 : ) ....
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu...
(Al-Ahzab : 21)
(31 : ) ...
Katakanlah : jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah
mengasihi dan mengampuni dosamu... ( Ali Imron : 31)
Dengan ayat-ayat tersebut, cukuplah bagi kita untuk mengingat dengan arti yang sebenarnya
akan kenyataan bahwa diutusnya pribadi nabi Muhammad SAW adalah sebagai contoh atau
panutan yang baik bagi kita serta untuk di ikuti oleh kita sebagai kaum muslim. Tetapi, apakah

mungkin kita dapat mencontoh dan mengikuti kepimpinan beliau, jika kita belum atau tidak
mengerti riwayat perjalanan atau tarikh beliau dalam arti kata yang sebenarnya?
Kita baru akan dapat mencontoh dan mengikuti kepemimpinan Nabi Muhammad SAW
sedikit demi sedikit apabila kita telah mempelajari dan mengerti riwayat atau tarikh beliau.
Misalnya, bagaimana cara Nabi bersikap kepada orang tua? Bagaimana cara beliau bergaul
dengan pemuda? Bagaimana cara beliau bergaul dengan para sahabanya? Bagaimana cara
beliau menegakkan keadilan?, serta Bagaimana cara beliau menegakkan dan membela agama
Allah? Apakah dengan Kedudukan, kekayaan, dengan banyak bicara, atau dengan uang?.
Demikianlah seterusnya, dari perkara yang kecil sampai perkara yang besar, kita
sebagai ummat islam tidaklah akan mampu mencontoh dan mengikuti Rasulullah SAW apabila
kita tidak mencintai Rasulullah SAW dengan cara memahami riwayatnya, sejarah beliau
dengan arti yang sebenarnya.
Abu Hasan Ali Al Hasani An Nadni dalam As-Sirah An Nabawiyyah memberikan
komentar bahwa terutusnya Nabi Muhammad SAW memberikan 6 hadiah yang amat
berpengaruh terhadap sejarah manusia, yakni:
1. Ajaran yang dibawa Rasulullah SAW adalah aqidah tauhid yang murni dan logis.
2. Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kesadaran mengenai kesatuan ummat
manusia dan persamaan derajat diantara mereka.
3. Sebuah pernyataan tentang kemuliaan manusia dan ketinggiannya.
4. Memerangi keputus asaan, pesimisme dan menanamkan cita-cita, harapan,
kepercayaan, dan kehormatan diri manusia.
5. Menghimpun agama dan dunia, mempersatukan kesatuan-kesatuan yang saling
bertentangan.
6. Menentukan tujuan dari setiap lapangan kerja dan perjuangan.
Inilah hembusan-hembusan Rohmat Ilahiyyah yang merata dan dapat dirasakan oleh seluruh
makhluk di setiap tempat, dan waktu sampai kapanpun dan di manapun di permukaan bumi
yang luas ini.
Sangat benar firman Allah.