Anda di halaman 1dari 23

Hepatitis dan Tanaman

Obatnya

Hepatitis
Hepatitis

adalah kelainan hati


berupa peradangan (sel) hati.
Peradangan ini ditandai dengan
meningkatnya kadar enzim hati.
Peningkatan ini disebabkan
adanya gangguan atau kerusakan
membran hati.

Faktor Penyebab

1. Faktor Infeksi

Virus
Hepatitis A,B,C, D, E
dan G, adenoviruses ,
CMV , Herpes simplex ,
HIV , rubella ,varicella
dan lain-lain.

Bakteri
Salmonella typhi,
Salmonella paratyphi ,
tuberkulosis ,
leptosvera

2. Faktor Non Infeksi

Obat-obatan Tertentu

Perbedaan Virus Hrepatitis A-E


Keterang
an

Simptomatik Virus Hepatitis


A

Genom

RNA

DNA

RNA

RNA

RNA

Keluarga

Picorna

Hepadna

Flavi/Pesti Viroid

Calcili

Masa Ink.

15-45 hari

30-180 hari

15-150
hari

30-180
hari

30-180
hari

Penularan

Fekal/Oral

Darah/sekre Darah
t

Darah

Darah

Tipe Peny.

Akut

Akut

Akut/Kroni Akut/Kroni
s
s

Akut

Gejala

Ringanberat

Ringanberat

Ringan

Ringanberat

Ringanberat

Karier

Ya

Ya

Ya

Ya

Tidak

Sirosis

Ya

Ya

Ya

Ya

Tidak

Hepatoma

Ya

Ya

Ya

Ya

Tidak

Mak SGPT 800-1000


1000-1500
300-800
Pengobatan
simptomatik
Fluk
SGPT Tidak
Ya , Anti Viral Tidak
Simptomatik

1000-1500 800-1000
Tidak

Pengobatan Hepatitis dengan Tanaman


Obat
1.
2.

3.
4.

5.
6.

7.

Memperbaiki organ-organ hati yang rusak


- Temulawak, Jinten hitam
Mengurangi peradangan hati
- Rumput mutiara, Sambiloto, Temulawak, Tapak liman, Semanggi
gunung Kunyit, Sawi langit
Membersihkan racun-racun di hati
- Sambiloto, Temu lawak, Tapak liman, Pegagan, Rumput mutiara
Mengurangi rasa sakit, panas dan muntah :
(Mimba, Pegagan, Rumput mutiara, Tapak liman, Sambiloto,
Alang-alang)
Membantu kerja hati
(Kunyit, Sambiloto, Mengkudu, Brotowali, Sambung nyawa)
Menghambat perkembangan virus, & Melemahkan aktivitas virus.
( Sambiloto, Temu lawak, Pegagan, Daun sendok, Kunyit, Tapak
liman)
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
( Temulawak, Sambiloto, Kunyit, Pegagan, Kelor, Jali)

1. Pegagan (Centela
asiatica)
KLASIFIKASI
ILMIAH
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledone
Ordo : Umbillales
Famili : Umbilliferae (
Apiaceae)
Genus : Centella
Spesies : Centella
asiatica
Nama Simplisia

:Centella Herba

NAMA LOKAL
Pegaga (Aceh), daun kaki kuda
(Melayu), ampagaga (batak), antanan
(sunda), gagan-gagan, rendeng (jawa),
piduh (bali) sandanan (irian) broken
copper coin, semanggen (Indramayu,
Cirebon) buabok (Inggris), paardevoet

Kandungan Kimia
Mengandung

asiaticoside, thankuniside,
isothankuniside, madecassoside, brahmoside,
brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid,
meso-inositol, centelloside, carotenoids,
hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral
seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan
besi.
Glikosida triterpenoida (asiaticoside = antilepra
dan penyembuh luka yang sangat luar biasa).
Zat vellarine memberikan rasa pahit.
Secara umum, pegagan heparoprotektor yaitu
melindungi sel hati dari berbagai kerusakan
akibat racun dan zat berbahaya.

EFEK FARMAKOLOGIS DAN HASIL


PENELITIAN
1. Rebusan daun pegagan 10% yang diberikan pada anjing
sebagai binatang percobaan mempunyai daya dieresis (pengeluaran
air kemih) yang lebih baik disbanding rebusan daun pegagan 0,5%
dan 5% (malawat salim, JF FMIPA UNHAS, 1981).
2. Secara in vitro, infuse dan ekstrak alkolhol daun pegagan
mempunyai daya antimikroba, khususnya terhadap staphylococcus
aureus dan Eschericia coli. Dalam bentuk ekstrak alcohol, harga
kadar hambat minimum (KHM) ataupun kadar bunuh minimum
(KBM) terhadap kedua jenis bakteri tersebut lebih besar
dibandingkan dalam bentuk infuse. Daya anti bakteri daun pegagan
terhadap S. aureus lebih besar dibandingkan terhadap E. colo. Daya
antimikotik terhadap Candida albicans tidak nyata (Endang Adriyani,
Fakultas Farmasi UGM, 1987).
3. Infus daun pegagan dengan kadar 7,5% paling baik untuk
melarutkan batu ginjal kalsium (sri Endah Suhartatik, Fakultas
Farmasi UGM, 1989).
4. Ekstrak pegagan dapat menghambat pertumbuhan bakteri
enteric, seperti Pseudomonas aeruginosa, Enterobacter aerogenes
dan monella typhi (Syahnida, JF FMIPA UNAND, 1993).
5. Asiaticocide dan thankuniside dapat mengurangi kesuburan

2. Sambiloto (Anfrographis
paniculata )
Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Scrophulariales
Famili : Acanthaceae
Genus : Andrographis
Spesies : Anfrographis paniculata
Nees
Nama Lokal
- Jawa Tengah dan Jawa Timur : bidara,
samboroto, sandiloto, sambilata,takilo,
dan paitan.
- Jawa Barat : kioray, takila, dan kipeurat.
- Sumatra : pepaitan.

Kandungan kimia
Laktone

(merupakan zat pahit)


Flavonoid
Alkane
Keton
Aldehid
Mineral (kalium, kalsium, dan
natrium)
Asam kersik dan damar

MANFAAT SAMBILOTO
Khasiat

sambiloto sudah dikenal sejak lama.Air rebusan


sambiloto sejak dahulu sudah dipercaya berkhasiat
mencegah masuk angin, flu, menurunkan demam, dan
mengobati luka.Daun sambiloto yang ditumbuk halus
juga dipercaya berkhasiat mengobati luka.
Hasil uji klinis di Cina diketahui bahwa daun sambiloto
berkhasiat sebagai antihepapatoksik (anti penyakit
hati).Sementara menurut dr. J Sidhajatra alumnus
Universitas Airlangga Surabaya, mengatakan bahwa
sambiloto merupakan herbal yang mempunyai efek anti
anti-infeksi atau anti radang yang paling baik
dibandingkan tanaman herbal lainnya.Sehingga
berbagai penyakit infeksi bias disembuhkan dengan
sambiloto.Misalnya penyakit infeksi tenggorokan, infeksi
saluran kemih, keputihan, hingga infeksi pada koreng.

3. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza )


KLASIFIKASI

Divisi : Spermatophyta.

Sub divisi : Angiospermae.

Kelas
:
Monocotyledonae.

Ordo

Family : Zingiberaceae.

Genus Curcuma

Spesies
: Curcuma
xanthorrhiza ROXB

: Zingiberales

Kandungan kimia

Air 19,98%
Pati 41,45%
Serat 12,62%,
Abu 4,62%
Abu tak larut asam 0,56%

Sari air 10,96%


Sari alkohol 9,48%
Kurkumin 2,29%.
Dari hasil pengujian tersebut, ditemukan juga
kandungan alkaloid, flavonoid, fenolik, triterpennoid,
glikosida tannin, saponin dan steroid .

Selain itu, terdapat juga kandungan minyak atsiri


sebesar 3,81%, meliputi : d-kamfer, sikloisoren,
mirsen,p-toluil metikarbinol, pati, d-kamfer, siklo isoren,
mirsen, p-toluil metilkarbinol, falandren, borneol,
tumerol, xanthorrhizol, sineol, isofuranogermakren,
zingiberen, zingeberol, turmeron, artmeron, sabinen,

Manfaat Temulawak

Umumnya temulawak terutama bagian rimpangnya


dijadikan sebagai salah satu bahan ramuan untuk
membuat jamu tradisional. Jamu temulawak ini diyakini
dapat mengatasi pegal linu, rhematik, rasa lelah, diare,
wasir, disentri, pembengkakan akibat infeksi, cacar,
jerawat, eksim, sakit kuning, sembelit, kurang nafsu
makan, radang lambung, kejang, kencing darah, kurang
darah dan ayan

Penelitian lebih lanjut dilakukan oleh institusi kesehatan


untuk mengetahui lebih jauh tentang manfaat tanaman
ini bagi manusia. Dari beberapa penelitian didapatkan
bahwa kandungan kimia dalam rimpang temulawak
seperti flavonida berkhasiat dalam menyembuhkan
radang, kandungan minyak atsiri berkhasiat fungistatimk
pada beberapa jenis jamur dan bakteriostatik pada
mikroba Staphylococcus sp. Dan Salmonella sp.

4. Meniran (Phyllanthus niruri L. )


KLASIFIKASI
Kingdom
: Plantae
Subkingdom :
Tracheobionta
Super Divisi
:
Spermatophyta

Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Sub Kelas
: Rosidae
Ordo :Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Phyllanthus
Spesies
niruri L.

: Phyllanthus

Kandungan Kimia
Phyllanthin,

hypophyllanthin, niranthin, nirtetrali, nirurin,


nirurinetin, norsecurinine, phyllanthenol, phyllnirurin,
phylltetrin, quercitrin, quercetin, ricinoleic acid, rutin,
salicylic acid methyl ester, garlic acid, ascorbic acid,
hinokinin, hydroxy niranthin, isolintetralin, dan
isoquercetin.
Senyawa lain yang terkandung dalam Meniran adalah betad-xylopyranoside dan beta-sitosteroy. Senyawa lain yang
baru ditemukan adalah seco-4-hidroksilintetralin, secoisoarisiresinol trimetil eter, hidroksinirantin,
dibenzilbutirolakton, nirfilin, dan neolignan.
Akar dan daun Meniran kaya akan senyawa flavonoid,
antara lain phyllanthin, hypophyllanthin, qeurcetrin,
isoquercetin, astragalin, dan rutin.
Minyak bijinya mengandung beberapa asam lemak seperti
asam ricinoleat, asam linoleat, dan asam linolenat

KHASIAT TANAMAN
Hepatoprotektor
Kandungan

senyawa aktif yang dimiliki oleh meniran yaitu


senyawa antihepatotoksik seperti filantin, hipofilantin,
triakontanal, dan trikontanol berfungsi dalam perbaikan
organ liver.
Selain itu, senyawa phyllanthus dalam Meniran juga diketahui
bekerja sebagai pelindung hati (hepatoprotektor) dengan
cara menyabotase DNA polimerasi (enzim yang diperlukan
virus hepatitis untuk bereplikasi / menggandakan diri).
Hepatitis kronis
Ekstrak Meniran dapat memodulasi sistem imun melalui
proliferasi dan aktivasi limfosit T dan B. Sekresi TNF- dan
IFN- pun meningkat. Efek akhirnya, indikasi kesembuhan
hepatitis. Meniran mendorong mekanisme perbaikan sel-sel
hati dengan cara meningkatkan jumlah enzim yang berperan
sebagai antioksidan.

5. Rumput mutiara (Hedyotis


corymbosa)

KLASIFIKASI ILMIAH

Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi: Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Ordo : Rubiales
Famili : Rubiaceae
Genus : Hedyotis
Spesies
: Hedyotis
corymbosa L

Kandungan Kimia

Hentriacontane, stigmasterol, ursolic acid,


oleanolic acid, Beta-sitosterol, sitisterol-Dglucoside, p-coumaric acid, flavonoid
glycosides.
Sifat dari tumbuhan adalah rasa manis
sedikit pahit, lembut, netral, agak dingin.
Sudah terkenal sejak nenek
moyang untuk
Menghilangkan demam
dan hepatoprotektor

Uji Farmakologi
Rumput

mutiara adalah salah satu tanaman yang berpotensi


sebagai antikanker. Asam oleanolat dan asam ursolat, kandungan
dari tanaman ini diduga dapat menghambat kanker.
Anan (2000) melaporkan bahwa ekstrak heksana rumput mutiara
memiliki nilai ED50 sebesar 30g/mL, sedangkan ekstrak etil
asetat dan ekstrak metanol memiliki nilai ED50 lebih besar dari
30g/mL. Menurut Sadasivan et al. (2006), kerja dari senyawa ini
adalah dengan memblok perkembangan siklus sel pada fase G1
yang ditandai dengan penurunan ekspresi protein cyclin D1, D2,
dan E dan partner aktif mereka seperti CDK2, 4, dan 6 dengan
menginduksi p21/WAF1.
Penelitian yang dilakukan oleh Asyhar (2009) menggunakan
ekstrak etanolik rumput mutiara, menunjukkan hasil pengamatan
kualitatif menggunakan metode imunohistokimia terhadap
ekspresi protein N-ras diketahui bahwa senyawa di dalam ekstrak
etanolik mampu meningkatkan pemacuan ekspresi N-ras sel
normal sehingga mempunyai prospek sebagai hepatoprotektor.

6. Tapak Liman (Elephantopus scaber L. )

KLASIFIKASI ILMIAH
Kingdom
: Plantae (Tumbuhan)
Super Divisi
: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ord
: Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Elephantopus
Spesies
: Elephantopus scaber L.

NAMA LOKAL
Sumatera : Tutup bumi
Jawa
: Balagaduk, jukut cangcang-cangcang,

tapak liman
Madura : Talpak tana
Inggris : Scabrous elephant's foot, prickly-leaved
elephant's foot
Cina : Ku di dan, di dan cao

KANDUNGAN KIMIA

EFEK FARMAKOLOGI

Daunnya : Elephantopin,
deoxyelephantopin,
isodeoxyelephantopin, dll.
Juga terdapat stigmasterol
turunan steroid yang dapat
memacu gairah seksual.
Bunga : Flavonoidaluteolin7-glucosida dan akar
mengandung epiprielinol.
Lupeol dan stigmasterin.

Tapak liman yang


mempunyai rasa pahit,
pedas, dan menyejukkan ini
berkhasiat sebagai penurun
panas antibiotika, anti
radang, peluruh air seni,
menghilangkan
pembengkakan serta
menetralkan racun.

KHASIAT TANAMAN
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara
turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat
menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
1. Hepatitis. 120 - 180 gram akar segar direbus dengan daging,
minum selama 4 - 5 hari.
2. Biri-biri. 30- 60 gram seluruh tanaman tambah 60 - 120 gram
tahu dan air secukupnya di tim, makan.
3. Perut kembung. Batang tapak liman 60 gram, direbus, bagi 2 kali
minum.
4. Influenza, demam, peradangan amandel, radang tenggorok,
radang mata. Tanaman kering 15 - 30 gram direbus. (Saran 3x2
kapsul per hari)
5. Dysentery, diare, gigitan ular Tanaman kering 15 - 30 gram
direbus. (Saran 3x3 kapsul per hari, banyak minum)
6. Epidemic encephalitis, batuk seratus hari (pertusis). Tanaman
kering 15 - 30 gram direbus. (Saran 3x2 kapsul per hari, banyak
minum)