Anda di halaman 1dari 15

Gangguan Psikotik Singkat

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada umumnya, gangguan psikotik singkat belum dipelajari dengan baik oleh
ahli psikiatrik Amerika dikarenakan seringnya perubahan kriteria diagnostik
yang terjadi selama lebih dari 15 tahun terakhir. Pasien dengan gangguan
yang mirip dengan gangguan psikotik singkat sebelumnya telah
diklasifikasikan sebagai menderita psikosis reaktif, histerikal, stress dan
psikogenik.1,2

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi keempat (DSM-IV)


mengkombinasikan dua konsep diagnostik menjadi diagnosis gangguan
psikotik singkat. Dengan syarat pertama, gangguan berlangsung singkat,
didefinisikan didalam DSM-IV sebagai kurang dari satu bulan tetapi sekurangkurangnya satu hari; gejala mungkin memenuhi atau tidak memenuhi
kriteria diagnosis untuk skizofren. Kedua, gangguan mungkin berkembang
sebagai respon terhadap stressor psikososial yang parah atau kelompok
stressor. Pengelompokan bersama kedua konsep tersebut didalam DSM IV

sebagai gangguan psikotik singkat ialah akibat mengingat kesulitan praktis


dalam membedakan konsep-konsep tersebut didalam praktik klinis.2

Psikosis reaktif sering kali digunakan sebagai sinonim untuk skizofrenia


berprognosis baik, diagnosis DSM IV gangguan psikotik singkat tidak berarti
menyatakan hubungan dengan skizofrenia. Ditahun 1913 Karl Jasper
menggambarkan sejumlah ciri penting untuk diagnosis psikosis reaktif,
termasuk adanya stressor traumatis berat yang dapat diidentifikasi,
hubungan yang erat antara stressor dan perkembangan psikosis dan
perjalanan episode psikotik yang ringan. Disamping itu, isi psikosis sering
kali mencerminkan sifat pengalaman traumatis dan perkembangan psikosis
dihipotesiskan sebagai pemuasan tujuan pasien, seringkali sebagai suatu
tipe pelepasan dari suatu kondisi traumatis.2

1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui dan
memahami gangguan psikotik singkat secara umum. Selain itu, makalah ini
juga bertujuan untuk melengkapi persyaratan kepanitraan klinik di bagian
Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi

Gangguan psikotik singkat didefinisikan sebagai suatu gangguan


kejiwaan yang terjadi selama 1 hari sampai kurang dari 1 bulan, dengan
gejala psikosis, dan dapat kembali ke tingkat fungsional premorbid.2,3

2.2 Epidemiologi

Menurut sebuah studi epidemiologi internasional, berbeda dengan


skizofrenia, kejadian nonaffective timbul psikosis akut 10 kali lipat lebih
tinggi di negara berkembang daripada di negara-negara industri. Beberapa
dokter percaya bahwa gangguan yang mungkin paling sering terjadi pada
pasien dengan sosioekonomi yang rendah, pasien dengan gangguan
kepribadian yang sudah ada sebelumnya ( paling sering adalah gangguan
kepribadian histrionik, narsistik, paranoid, skizotipal, dan ambang ), dan
orang yang pernah mengalami perubahan kultural yang besar ( misalnya
imigran ). 2,3

2.3 Etiologi

Didalam DSM III faktor psikososial bermakna dianggap menyebabkan


psikosis reaktif singkat, tetapi kriteria tersebut telah dihilangkan dari DSM IV.

Perubahan dalam DSM IV menempatkan diagnosis gangguan psikotik singkat


didalam kategori yang sama dengan banyak diagnosis psikiatrik utama
lainnya yang penyebabnya tidak diketahui dan diagnosis kemungkinan
termasuk gangguan yang heterogen. 1,2

Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tapi sebagian besar di


jumpai pada pasien dengan gangguan kepribadian mungkin memiliki
kerentanan biologis atau psikologis terhadap perkembangan gejala psikotik.
Satu atau lebih faktor stres berat, seperti peristiwa traumatis, konflik
keluarga, masalah pekerjaan, kecelakaan, sakit parah, kematian orang yang
dicintai, dan status imigrasi tidak pasti, dapat memicu psikosis reaktif
singkat. Beberapa studi mendukung kerentanan genetik untuk gangguan
psikotik singkat.3

2. 4 Diagnosis

Diagnosis gangguan psikotik singkat berdasarkan adanya satu atau lebih


gejala psikotik seperti waham, halusinasi dan sikap katatonik. Berdasarkan
DSM-IV diagnosisnya terutama atas lama gejala, untuk gejala psikotik yang
berlangsung sekurangnya satu hari tetapi kurang satu bulan dan yang tidak
disertai dengan suatu gangguan mood, gangguan berhubungan dengan zat,
atau suatu gangguan psikotik karena kondisi medis umum, diagnosis
gangguan psikotik singkat kemungkinan merupakan diagnosis yang tepat.
Untuk gejala psikotik yang berlangsung lebih dari satu hari, diagnosis sesuai
yang harus dipertimbangkan adalah gangguan delusional (jika waham
adalah gejala psikotik yang utama), gangguan skizofreniform ( jikagejala
berlangsung kurang dari 6 bulan), dan skizofrenia (jika gejala telah
berlangsung lebih dari 6 bulan).2,3

Tabel 2.1 Kriteria Diagnostik Untuk Gangguan Psikotik Singkat.2,3,4

A. Adanya satu (atau lebih) gejala berikut :

1). Waham

2). Halusinasi

3). Bicara terdisorganisasi (misalnya sering menyimpang atau


inkoherensi)

4). Perilaku terdisorganisasi jelas atau katatonik

Catatan: jangan masukan gejala jika pola respon yang diterima secara
kultural.

B. Lama suatu episode gangguan adalah sekurangnya satu hari tetapi


kurang dari satu bulan, akhirnya kembali penuh kepada tingkat funsi
pramorbid.

C. Gangguan tidak lebihh baik diterangkan oleh suatu ganggan mood dengan
ciri psikotik, gangguan skizoafektif, atau skizofrenia dan bukan karena efek
fisiologis langsung dari suatu zat (misalnya obat yang disalahgunakan) atau
suatu kondisi umum.

Sebutkan jika:

Dengan stresor nyata ( psikosis singkat reaktif ); jika gejala terjadi segera
setelah dan tampak sebagai respon dari suatu kejadian yang sendirian atau
bersama-sama akan menimbulkan stres yang cukup besar bagi hampir
setiap orang dalam keadaan yang sama dalam kultur orang tersebut.

Tanpa stressor nyata: jika gejala psikotik tidak terjadi segera setelah atau
terlihat bukan sebagai respon terhadap kejadian yang terjadi sendirian atau
bersama sama akan menimbulkan stress yang cukup besar bagi hampir
setiap orang dalam keadaan yang sama dalam kultur orang tersebut.

Dengan onset pasca persalinan: jika onset dalam waktu empat minggu
setelah persalinan.

Penegakan diagnosis gangguan psikotik singkat di Indonesia ditegakkan


melalui Pedoman Penggolongan Diagnostik Gangguan Jiwa Edisi ke III (PPDGJ
III). Berikut kriteria diagnostik gangguan kepribadian histrionik berdasarkan
PPDGJ III: 6

Menggunakan urutan diagnosis yang mencerminkan urutan prioritas


yang diberikan untuk ciri-ciri utama terpilih dari gangguan ini. Urutan
prioritas yang dipakai ialah:

(a) Onset yang akut (dalam masa 2 minggu atau kurang = jangka waktu
gejala-gejala psikotik menjadi nyata dan mengganggu sedikitnya beberapa
aspek kehidupan dan pekerjaan sehari-hari, tidak termasuk periode
prodromal yang gejalanya sering tidak jelas) sebagai ciri khas yang
menentukan seluruh kelompok.

(b) Adanya sindrom yang khas ( berupa polimorfik = beraneka ragam dan
berubah cepat, atau schizophrenia-like = gejala skizofrenik yang khas).

(c) Adanya stres akut yang berkaitan ( tidak selalu ada, sehingga
dispesifikasi dengan karakter tanpa penyerta stres akut, dengan penyerta
stres akut). Kesulitan atau problem yang berkepanjangan tidak boleh
dimasukkan sebagai sumber stres dalam konteks ini.

Tidak ada gangguan dalam kelompok ini yang memenuhi kriteria


episode manik atau episode depresif, walaupun perubahan emosional dan
gejala-gejala afektif individual dapat menonjol dari waktu ke waktu.

Tidak ada penyebab organik, seperti trauma kapitis, delirium dan


demensia. Tidak merupakan intoksikasi akibat penggunaan alkohol atau
obat-obatan.

2.5 Gambaran Klinis

Gejala gangguan psikotik singkat selalu termasuk sekurang kurangnya satu


gejala psikosis utama, biasanya dengan onset yang tiba-tiba, tetapi tidak
selalu memasukkan keseluruhan pola gejala yang ditemukan pada
skizofrenia. Beberapa klinisi telah mengamati bahwa gejala afektif, konfusi
dan gangguan pemusatan perhatian mungkin lebih sering ditemukan pada
gangguan psikotik singkat daripada gangguan psikotik kronis. Gejala
karakteristik untuk gangguan psikotik singkat adalah perubahan emosional,
pakaian atau perilaku yang aneh, berteriak teriak atau diam membisu dan
gangguan daya ingat untuk peristiwa yang belum lama terjadi. Beberapa

gejala tersebut ditemukan pada gangguan yang mengarahkan diagnosis


delirium dan jelas memerlukan pemeriksaan organik yang lengkap, walaupun
hasilnya mungkin negatif.2,3

Pemeriksaan status mental biasanya hadir dengan agitasi psikotik parah


yang mungkin terkait dengan perilaku aneh, tidak kooperatif, agresif fisik
atau verbal, tidak teratur berbicara, berteriak atau kebisuan, suasana hati
labil atau depresi, bunuh diri, membunuh pikiran atau perilaku, kegelisahan ,
halusinasi, delusi, disorientasi, perhatian terganggu, konsentrasi terganggu,
gangguan memori, dan wawasan miskin.3

Seperti pada pasien psikiatrik akut, riwayat yang diperlukan untuk membuat
diagnosis mungkin tidak dapat diperoleh hanya dari pasien. Walaupun
adanya gejala psikotik mungkin jelas, informasi mengenai gejala prodromal,
episode suatu gangguan mood sebelumnya, dan riwayat ingesti zat
psikotomimetik yang belum lama mungkin tidak dapat diperoleh dari
wawancara klinis saja. Disamping itu, klinis mungkin tidak mampu
memperoleh informasi yang akurat tentang ada atau tidaknya stressor
pencetus.2

Contoh yang paling jelas dari stresos pencetus adalah peristiwa


kehidupan yang besar yang dapat menyebabkan kemarahan emosional yang
bermakna pada tiap orang. Peristiwa tersebut adalah kematian anggota
keluarga dekat dan kecelakaan kendaraan yang berat. Beberapa klinis
berpendapat bahwa keparahan peristiwa harus dipertimbangkan didalam
hubungan dengan kehidupan pasien. Walaupun pandangan tersebut memiliki
alasan, tetapi mungkin memperluas definisi stressor pencetus dengan
memasukkan peristiwa yang tidak berhubungan dengan episode psikotik.
Klinisi lain berpendapat bahwa stressor mungkin merupakan urutan peristiwa
yang menimbulkan stress sedang, bukannya peristiwa tunggal yang
menimbulakan stress dengan jelas. Tetapi penjumlahan derajat stress yang
disebabkan oleh urutan peristiwa memerlukan suatu derajat pertimbangan
klinis yang hampir tidak mungkin.2

2.6 Perjalanan Penyakit dan Prognosis

Menurut definisinya, perjalanan penyakit gangguan psikotik singkat adalah


kurang dari satu bulan. Namun demikian, perkembangan gangguan psikiatrik
bermakna tertentu dapat menyatakan suatu kerentanan mental pada pasien.
Sejumlah pasien dengan persentasi yang tidak diketahui, yang pertama kali
di klasifikasikan menderita gangguan psikotik singkat selanjutnya
menunjukkan sindroma psikiatrik kronis, seperti skizofrenia dan gangguan
mood. Tetapi, pada umumnya pasien dengan gangguan psikotik singkat
memiliki prognosis yang baik, dan penelitian di Eropa telah menyatakan
bahwa 50 sampai 80 persen dari semua pasien tidak memilki masalah
psikiatrik berat lebih lanjut.2

Lamanya gejala akut dan residual sering kali hanya beberapa hari. Kadangkadang, gejala depresif mengikuti resolusi gejala psikotik. Bunuh diri adalah
suatu keprihatinan pada fase psikotik maupun fase depresif pascapsikotik.
Sejumlah indikator telah dihubungkan dengan prognosis yang baik. Pasien
dengan ciri-ciri tersebut memiliki kemungkinan kecil untuk kemudian
menderita skizofrenia atau suatu gangguan mood.2

Ciri prognosis yang baik untuk gangguan psikotik singkat

Penyesuaian premorbid yang baik

Sedikit trait schizoid pramorbid

Stressor pencetus yang berat

Onset gejala mendadak

Gejala afektif

Konfusi selama psikosis

Sedikit penumpulan afektif

Gejala singkat

Tidak ada saudara yang skizofrenik

2.7 Diagnosis Banding

Klinisi tidak boleh menganggap bahwa diagnosis yang tepat untuk pasien
yang psikotik singkat adalah gangguan psikotik singkat,bahkan jika faktor
psikososial pencetus jelas ditemukan. Faktor tersebut dapat semata-mata
terjadi bersama-sama. Diagnosis lain yang dipertimbangkan didalam
diagnosis banding adalah gangguan buatan dengan tanda dan gejala
psikologis yang menonjol, berpura-pura, gangguan psikotik karena kondisi
medis umum, dan gangguan psikotik akibat zat.2

Riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, atau tes laboratorium dapat membantu


untuk membedakan gangguan psikotik singkat dari gangguan psikotik
gangguan lainnya sekunder untuk delirium umum medis, kondisi, dan
sebagainya. Pertimbangkan pengujian lebih lanjut dengan modalitas seperti
CT scan, MRI, atau EEG. Gangguan psikotik akibat zat, dan keracunan zat
dibedakan dari gangguan psikotik singkat dengan mempertimbangkan onset,
skrining urin narkoba, dan kadar alkohol dalam darah. Terjadinya episode
psikotik selama episode afektif penuh termasuk diagnosis gangguan psikotik
singkat. Jika gejala psikotik bertahan lebih lama dari sebulan, diagnosa
gangguan schizophreniform, gangguan schizoaffective, skizofrenia,
gangguan delusi, gangguan mood dengan fitur psikotik, atau gangguan
psikotik NOS adalah gangguan yang paling penting untuk dipertimbangkan.
Cepat berubah delusi dan cepat berubah mood juga membantu
membedakan dari skizofrenia, gangguan schizoaffective, dan gangguan
delusi.2

2.8 Penatalaksanaan

Pasien dengan serangan psikotik akut mungkin memerlukan rawat inap


singkat untuk masalah evaluasi dan keselamatan. Jika seorang pasien
menjadi agresif, pengasingan singkat atau pembatasan mungkin diperlukan
untuk menjamin keselamatan pasien dan / atau orang lain. Disamping itu,
lingkungan rumah sakit yang tenang dan terstruktur dapat membantu pasien
memperoleh kembali rasa realitasnya. Sambil klinisi menunggu lingkungan
dan obat menunjukkan efeknya, pengurungan, pengikatan fisik, atau
monitoring berhadap-hadapan dengan pasien mungkin diperlukan.
Penatalaksaan gangguan psikotik singkat secara umum dapat dilakukan
melalui psikoterapi dan pada beberapa kasus diperlukan terapi obat
(farmakoterapi) untuk mendukung psikoterapi yang dilakukan. Setelah
episode akut diselesaikan, individu, keluarga, dan terapi kelompok dapat
dianggap untuk membantu mengatasi stres, menyelesaikan konflik, dan
meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri.2

Farmakoterapi

Tujuan dari farmakoterapi adalah untuk mengurangi morbiditas dan


untuk mencegah komplikasi. Dua kelas utama obat yang perlu
dipertimbangkan didalam pengobatan gangguan psikotik adalah obat
antipsikotik antagonis reseptor dopamine dan benzodiazepine. Jika dipilih
suatu antipsikotik, suatu antipsikotik potensi tinggi, misalnya haloperidol
biasanya digunakan. Khususnya pada pasien yang berada pada resiko tinggi
untuk mengalami efek samping ekstrapiramidal, suatu obat antikolinergik
kemungkinan harus diberikan bersama-sama dengan antipsikotik sebagai
profilaksis terhadap gejala gangguan pergerakan akibat medikasi. Selain itu,
benzodiazepine dapat digunakan dalam terapi singkat psikosis. Walaupun
benzodiazepine memiliki sedikit kegunaan atau tanpa kegunaan dalam
pengobatan jangka panjang gangguan psikotik, obat dapat efektif untuk
jangka singkat dan disertai dengan dengan efek samping yang lebih jarang
daripada antipsikotik.. pada kasus yang jarang benzodiazepine disertai
dengan peningkatan agitasi dan pada kasus yang lebih jarang lagi dengan
kejang putus obat yang hanya biasanya terjadi pada penggunaan dosis
tinggi terus menerus. Medikasi hipnotik sering kali berguna selama satu
sampai dua minggu pertama setelah resolusi episode psikotik. Pemakaian
jangka panjang medikasi harus dihindari dalam pengobatan gangguan ini.2

BAB III

KESIMPULAN

Gangguan psikotik singkat didefinisikan sebagai suatu gangguan kejiwaan


yang terjadi selama 1 hari sampai kurang dari 1 bulan, dengan gejala
psikosis, dan dapat kembali ke tingkat fungsional premorbid. Gangguan
psikotik singkat lebih sering pada pasien muda daripada pasien usia lanjut,
pasien dari kelas sosioekonomi rendah dan pada pasien dengan ganggaun
kepribadian yang telah ada sebelumnya ( histrionik, narsistik, paranoid,
skizotipal, dan ambang) serta orang yang telah mengalami bencana berat
atau perubahan kultural yang besar. Etiologi gangguan psikotik singkat
mungkin berhubungan dengan gangguan mood, gangguan kepribadian, dan
adanya coping mechanism yang tidak adekuat. Penegakan diagnosa
gangguan psikotik singkat dapat ditegakkan dengan menggunakan kriteria
DSM IV TR dan melalui Pedoman Penggolongan Diagnostik Gangguan Jiwa
Edisi ke III (PPDGJ III). Penderita gangguan psikotik singkat memiliki gejala
psikotik dengan onset yang tiba-tiba, gejala afektif, konfusi dan gangguan
pemusatan perhatian. Diagnosis bndingnya adalah gangguan buatan dengan
tanda dan gejala psikologis yang menonjol, berpura-pura, gangguan psikotik
karena kondisi medis umum, gangguan psikotik akibat zat, gangguan
identitas disosiatif dan episode psikotik yang disertai dengan gangguan
kepribadian ambang dan skizotipal. Perawatan dirumah sakit, farmakoterapi
dan psikoterapi merupakan pilihan terapi utama untuk gangguan jiwa ini.

DAFTAR PUSTAKA

1.
Saddock BJ, Sadock VA, Ruiz Pedro. Comprehensive Textbook of
Psychiatry. 10th edition. Philadhelphia; lippincot Williams 7 Walkins.
2009.p1605-1614

2.
Kaplan, H.I., Sadocks, B.J., Grebb, J.A. : Gangguan Psikotik Singkat,
dalam Sinopsis, edisi 7, jilid 1, Jakarta, hal: 771-775.

3.
Memon, M.A. : Brief Psychotic Disorders. Medical Director of
Geriatric Psychiatry, Department of Psychiatry, Spartanburg Regional
Hospital System. 2009. available from
http://emedicine.medscape.com/article/294416-print

4.
American Psychiatric Association. Diagnostic and Statistical Manual
of Mental Disorders (DSM-IV-TR). 4th ed. Washington DC:. American
Psychiatric Press;2000

5.
Gleeson, John.F.M., Mc Gorry, P.D. : Psychological Interventions in
Early Psychosis a Treatment Handbook. John Wiley & sons, Ltd. 2005. p209223

6.
Departemen Kesehatan republik Indonesia. Pedoman Penggolongan
dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia