Anda di halaman 1dari 8

AGAMA ISLAM

Sistem Politik Islam


Disusun oleh :
Kusno Wijayanto
Martika Fitri Yuriantono
Muhammad Adam

Politeknik Negeri Jakarta


Depok
2011

A. Pendahuluan
Kata politik berasal dari bahasa Latin politicos atau politicus yang
berarti relating to citizen. Politik di dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah
siyasah. Politik ialah cara dan upaya menangani masalah-masalah rakyat dengan
seperangkat undang-undang untuk mewujudkan kemaslahatan dan mencegah halhal yang merugikan bagi kepentingan manusia.
Politik Islam ialah aktivitas politik sebagian umat Islam yang
menjadikan Islam sebagai acuan nilai dan basis solidaritas berkelompok.
Pendukung perpolitikan ini belum tentu seluruh umat Islam. Karena itu,
mereka dalam kategori politik dapat disebut sebagai kelompok politik
Islam, juga menekankan simbolisme keagamaan dalam berpolitik, seperti
menggunakan perlambang Islam, dan istilah-istilah keislaman dalam
peraturan dasar organisasi, khittah perjuangan, serta wacana politik.
Visi sebuah negara Islam dan tujuan dari otoritas politik adalah
untuk menerapkan hukum ilahi. Dengan demikian, negara Islam yang
ideal adalah sebuah komunitas diatur oleh UU diwahyukan oleh Allah. Ini
tidak berarti bahwa keadaan seperti ini tentu suatu teokrasi di bawah
kekuasaan langsung dari orang terpelajar agama, juga bukan sebuah
otokrasi yang rompi kekuasaan absolut dalam penguasa. Fungsi negara
Islam adalah untuk memberikan keamanan dan ketertiban sehingga umat
Islam dapat melaksanakan tugas mereka baik agama dan duniawi.
Khalifah [2] adalah penjaga iman dan masyarakat. Perannya tidak begitu
banyak diperiksa oleh para ulama (ulama), namun disempurnakan oleh
mereka karena mereka memberikan kepadanya agama dan penasihat
hukum. Dia juga menunjuk hakim yang menyelesaikan sengketa sesuai
dengan Hukum Islam. Ada tingkat tertentu fleksibilitas dalam hal sistem
pemerintahan dan berdirinya dalam Islam, bagaimanapun, agama harus
dilaksanakan sepenuhnya ke negara dan masyarakat.

B. Konsep dan Prinsip-Prinsip Politik Islam

B.a. Konsep Politik Islam


Islam adalah agama sekaligus Negara (al-islam huwa aldin wa aldawlah). Keyakinan ini menancap kuat dalam memori kesadaran kolektif
umat islam,terutama para pemikir politik islam,dahulu hingga hari ini,
akibatnya islam di anggap sebagai satu-satunya agama yang memiliki
ajaran yang paling utuh, serba melingkup,dan senantiasa sesuai dengan
kebutuhan zaman. Selain itu,paradigama ini kerap menggiring umat islam
untuk

menampilkan agamanya

dalam bentuk

formal,yakni

dengan

menampakan wajah litelar bangunan politik islam masa silam,tanpa usaha


modifikasi dan kontekstulaisai dengan kebutuhn realitas. Paradigma di
atas lahir dari anggapan bahwa nabi Muhammad,selain sebagai rosul,juga
seorang kepal Negara yang memiliki kewenangan mengatur kehidupan
politik umat islam. Nabi saw adalah peguasa tertinggi ke agamaan
sekaligus politik. Paradigma ini di perkokoh oleh romantisme khazanah
khulafaar-rasyidin dan dinasti-dinsati awal islam yang banyak memberi
sumbangan bagi peradaban islam di masa lalu. Salah satu kontak
romantisme khazanah islam adalah penyamaan antara konsep syura
dalam islam, dengan demokrasi barat di hampiri sebagian besar Negara
muslim atau kependudukan mayoritas muslim, dahulu hingga saat ini.
Penyamaan dan penyesuian ini berkembang hingga taraf di mana para
pemikir muslim enggan mengunakan kata demokrasi,dengan alas an kata
syura di anggap lebih tepat dan lebih islami untuk mengungkapkan
pengertian di maksud.
Untuk mengungkapkan pegertian di maksud. Paling tidak ada dua alasan,seperti di
kemukakan al-jabiri,yang kerap di jadikan agumen untuk menyamakan konsep syura dan
demokrasi. Pertama, bukan karma mereka mengetahui atau tidak mengetahui perbedaan
antara keduanya,akan tetapi lebih karena kerangka aplikasi idielogis yang bertujuan agar
pemuka agama yang fanatic menjadi tenang dengan seruan bahwa menerima demokrasi tidak
berarti upaya memesukan bid?ah ke wilayah islam. Kedua, aplikasi ideologis ini di gunakan
untuk mngangkat data-data dalam tradisi islam,guna menompang peradabanya ke tingkat
modern. Implikasi yang dii harapkan adalah masalah-msalah yang di hadapi umat
islam,kapan dan di manapin,dapat di pecah oleh tradisi agama dan pemikiranya sendiri.
Mekanisme ini di kenal sebagai ? mekanisme penguat identitas? dan ? pembelaan diri?.
Penyamaan kedua konsep politik ini juga mendapatkan kritik taham dari Khalid Abdhul

karim. Baginya,sinyalemen yang menyamakan antara syura dan demokrasi tidak lah
tepat.sebab, perdbedaan di antara keduanya sangatlah gambling. Bahkan,dalam kondisi
bagaimana pun syura tidak mungkin menjalankan fungsi demokrasi atau menganti posisinya
di sebabkan karma sejarak keuanya berbeda seratus delapan puluh derajat.
B.b. Prinsip-Prinsip Politik Islam
Al-Quran sebagai sumber ajaran umat dan pertama agama
Islam mengandung ajaran tentang prinsip-prinsip dasar yang harus
diaplikasikandalam pengembangan sistem politik islam. Prinsipprinsip dasar politik islam tersebut adalah:
1. Kemestian mewujudkan persatuan dan kesatuan umat. Tercantum dalam surat alMuminun-52 yang artinya Sesungguhnya umat kamu ini umat yang satu, dan Aku
adalah Tuhan kamu, maka bertaqwalah kamu kepadaKu.
2. Kemestian bermusayawarah dalam menyelesaikan masalah-masalah ijtihadiyyah.
Tercantum dalam surat al-Syuro-38 dan Ali Imran-159 menjelaskan:
1. Urusan mereka diputuskan dengan musyawarah diantara mereka
2. Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.
3. Keharusan menunaikan amanat dan menetapkan hukum secara adil. Tercantum dalam
surat an-Nisa-58 yang artinya Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan
amanat kepada yang berhak menerimanya, dan menyuruh kamu apabila menetapkan
hokum diantara manusia supaya kamu menetapkan secara adil.
4. Kemestian menaati Allah dan Rasulullah dan Uli Al-Amr (Pemegang Kekuasaan).
Tercantum dalam surat an-Nisa-59 yang artinya Hai orang-orang yang beriman,
taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan orang-orang yang memegang kekuasaan
di antara kamu.
5. Keniscayaan mendamaikan konflik antara kelompok dalam masyarakat islam.
Tercantum dalam surat al-Hujurat-9 yang artinya Dan jika ada dua golongan dari
orang-orang mukmin berperang, maka damaikanlah keduanya.

6. Kemestian mempertahankan kedaulatan negara dan larangan melakukan agresi dan


invasi. Tercantum dalam surat al-Baqarah-190 yang artinya Dan peranglah di jalan
Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampaui batas.
7. Kemestian mementingkan perdamaian daripada permusuhan. Tercantum dalam surat
al-Anfal-61 yang artinya Apabila mereka condong terhadap perdamaian, hendaklah
kamupun condong kepadanya dan bertaqwalah kepada Allah.
8. Keharusan meningkatkan kewaspadaan dalam bidang pertahanan dan keamanan.
Tercantum dalan surat al-Anfal-60 yang artinya Dan siapkanlahuntuk menghadapi
mereka, kekuatan apa saja yang kamu sanggupi, dari kuda-kuda yang ditambat untuk
perang, (yang dengan persiapan itu) kamu dapat menggetarkan musuh Allah,
musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak ketahui sedangkan Allah
mengetahuinya.
9. Keharusan menepati janji. Tercantum dalam surat an-Nahl-91 yang artinya Dan
tepatilah perjanjian dengan Allah, apabila kamu berjanji dan janganlah kamu
membatalkan sumpah-sumpah (mu) itu sesudah meneguhkannya.
10. Keharusan mengutamakan perdamaian bangsa-bangsa. Tercantum dalam surat alHujurat-13 yang artinya Hai manusia, sesungguhnya kami telah menciptakan kamu
dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsabangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang
paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa
diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
11. Kemestian peredaran harta pada seluruh lapisan masyarakat. Tercantum dalam surat
al-Hasyr-7 yang artinya Supaya harta itu tidak hanya beredar di antara orangorang kaya diantara kamu.
12. Keharusan mengikuti prinsip-prinsip pelaksanaan hukum dalam hal:
1. Menyedikitkan beban (taqlil al-takalif)
2. Berangsur-angsur (al-tadarruf)

3. Tidak menyulitkan (adam al-Haraj)

C. Kontribusi Umat Islam dalam Perpolitikan Nasional


Umat islam cukup memberikan kontribusi yang signifikan dalam
perpolitikan di Indonesia.
Sejak awal 1930 sampai akhir1960-an sebagian pembicaraan
politik

di

Indonesiaberkenaan

dengan

pertentangan

antara

golongan agama dengan golongannasionalis/sekuler. Golongan


agama sering dilihat sebagai golongan yang inginmenjadikan
Islam

sebagai

dasar

negara,

dan

golongan

nasiolanis

inginmembedakan antar persoalan agama dan negara dengan


Pancasila sebagai dasarnegara. Namun demikian, Soekarno yang
dianggap sebagai salah seorangpemimpin golongan nasionalis
ternyata tidak sepenuhnya menghilngkan nilai-nilaiIslam dalam
kehidupan

politik

kenegaraannya.

Soekarno

merupakan

kepalanegara yang pertama kali melafalkan ayat-ayat Al-Quran


di forum Internasionalseperti PBB.
Pada Orde Baru, pemerintahan banyak mendirikan masjid di
beberapadaerah di Indonesia
Pada tahun-tahun terakhir Orde Baru terdapat sikap akomodatif
negaraterdapat aspirasi-aspirasi Islam

Dengan

disahkannya

Undang-Undang

PeradilanAgama

(UUAP)tahun 1989
- Pembentukan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI)
tahun1990
- Didirikannya Bank Muamalat Indonesia tahun 1991
- Komplikasi Hukum Islam tahun 1991
- Kebijakan tentang jilbab pada tahun 1991 dan adanya SKB
tentangBASIZ pada tahun yang sama serta dianulirnya SDSB
tahun 1993

Kenyataan di atas dapat dilihat dari eksistensi umat Islam di


Indonesia inisebagai umat yang mayoritas, sehingga nilai-nilai Islam turut
membentuk dan mempengaruhi kehidupan politik nasional

D.Peran Agama dalam Mewujudkan Persatuan dan


Kesatuan
Untuk memberikan informasi tentang pelaksanaan demokrasi,
partisipasi, dan implementasi HAM serta anti kekerasan, semangat
kebersamaan, dan kesetaraan

dalam mewujudkan persatuan dan

kesatuan antar umat beragama. Muslim berusaha untuk memberikan


bimbingan serta tuntunan kepada umat Islam dalam mewujudkan
kehidupan beragama juga bermasyarakat yang diridai Allah SWT. Dengan
meningkatkan

kegiatan

bagi

terwujudnya

ukhuwah

islamiyah

dan

kerukunan antarumat beragama dalam memantapkan persatuan dan


kesatuan bangsa; serta menjadi penghubung antara ulama dan umaro
(pemerintah)

dan

penerjemah

timbal

balik

antara

umat

maupun

pemerintah guna menyukseskan pembangunan nasional. Selain itu,


meningkatkan hubungan serta kerja sama antarorganisasi, lembaga Islam,
dan cendekiawan muslimin dalam memberikan bimbingan maupun
tuntunan ke masyarakat. Khususnya umat Islam dengan mengadakan
konsultasi dan informasi secara timbal balik. Dalam konteks beragama,
HAM dimaknai sebagai hak kebebasan yang dimiliki setiap manusia.
Karena kebebasannya itu, manusia dituntut pertanggungjawabannya atas
segala tindakannya. Berdasarkan landasan kebebasan tersebut, Islam
menolak semua kekerasan yang bernuansa agama. Penolakan tersebut
dibarengi upaya untuk ikut meredakan konflik dengan ikut aktif terlibat
dalam dialog-dialog keagamaan, bersama dengan agama lain, maupun
dialog dengan pemerintah.
Dasar dari ajaran agama Islam, meliputi persaudaraan sesama umat
Islam

(ukhuwah

islamiyah),

persaudaraan

sebangsa

(ukhuwah

wathaniyah) dan persaudaraan antaratau sesama manusia

(ukhuwah

basyariah). Untuk membangun semangat kebersamaan harus melalui


saling percaya antar lembaga keagamaan. Konsep Islam tentang saling
percaya ini dirumuskan dalam bahasa agama yaitu masing-masing
lembaga

keagamaan

harus

memiliki

rasa

keikhlasan

untuk

saling

menghargai dan tidak saling mengganggu. Semangat kebersamaan


dijunjung oleh Islam melalui cara-cara formal dan informal. Secara formal,
semangat kebersamaan diwadahi melalui Komisi Kerukunan Antarumat
Beragama yang salah satu programnya meningkatkan kerja sama dan
konsultasi dengan agama lain. Secara informal, dilakukan dengan melihat
perkembangan

dan

tuntutan

masyarakat.

Ketika

masalah

Ambon

mencuat, Peranan Islam aktif melakukan upaya penyelesaian konflik


melalui diskusi dan pertemuan-pertemuan. Sementara konsep kesetaraan
yang dianut adalah konsep yang didasarkan pada ajaran agama Islam.
Dalam Islam Kita patut memberikan apresiasi kepada pemerintah kota
yang berusaha keras dalam menciptakan kebersamaan, kedamaian dan
ketenteraman antar umat beragama.
Islam tidak bisa dibangun secara sempurna tanpa politik. Tegaknya hukumhukum Allah di muka bumi merupakan amanah yang harus diwujudkan. Hukum-hukum
tersebut tidak akan mungkin bisa tegak tanpa politik pada umumnya dan kekuasaan pada
khususnya. Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa Islam harus ditegakkan dengan dua hal : AlQuran dan pedang. Al-Quran merupakan sumber hukum-hukum Allah sedangkan pedang
melambangkan kekuatan politik atau kekuasaan yang menjamin tegaknya isi Al-Quran.