Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Masalah yang timbul dalam proses belajar mengajar disebabkan kurangnya
hubungan yang komunikatif antara guru dan siswa serta siswa dengan siswa lainnya
sehingga proses interaksi menjadi vakum, padahal proses belajar mengajar
dipengaruhi oleh perilaku saling interaksi, Siswa sebagai subyek didik adalah yang
merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar.
Dalam hal ini untuk mengatasi masalah yang telah dikemukan diatas
pembelajaran model Talking Stick menjadi salah satu dari beberapa model
pembelajaran

yang dapat mendorong siswa untuk ikut aktif dalam belajar

matematika. Model pembelajaran Talking stick merupakan model pembelajaran yang


dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena suatu
model pembelajaran dengan pengujian pemahaman menggunakan siswa dengan
menggunakan media tongkat sebagai alat bantu dalam model pembelajaran ini.
Dari latar belakang itulah sehingga penulis ingin mendiskripsikan dan sedikit
memaparkan tentang model pembelajaran Talking Stick.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah model pembelajaran Talking Stick?
2. bagaimana pengertian model pembelajaran Talking Stick menurut para Ahli?
3. Bagaiman langkah-langkah dalam model pembelajaran Talking Stick?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1

Sejarah Model Pembelajaran Talking Stick


Model pembelajaran Talking Stick berkembang dari penelitian belajar

kooperatif oleh Slavin Pada tahun 1995. Model ini merupakan suatu cara yang
efektif untuk melaksanakan pembelajaran yang mampu mengaktifkan siswa.
Dalam model pembelajaran ini siswa dituntut mandiri sehingga tidak bergantung
pada siswa yang lainnya. Sehingga siswa harus mampu bertanggung jawab
terhadap diri sendiri dan siswa juga harus percaya diri dan yakin dalam
menyelesaikan masalah. Talking Stick (tongkat berbicara) adalah metode yang
pada mulanya digunakan oleh penduduk asli Amerika untuk mengajak semua
orang berbicara atau menyampaikan pendapat dalam suatu forum (pertemuan
antarsuku), sebagaimana dikemukakan Carol Locust berikut ini:
The talking stick has been used for centuries by many Indian tribes as a means of
just and impartial hearing. The talking stick was commonly used in council circles
to decide who had the right to speak. When matters of great concern would come
before the council, the leading elder would hold the talking stick, and begin the
discussion. When he would finish what he had to say, he would hold out the
talking stick, and whoever would speak after him would take it. In this manner, the
stick would be passed from one individual to another until all who wanted to speak
had done so. The stick was then passed back to the elder for safe keeping.
Artinya:
Tongkat berbicara telah digunakan selama berabad-abad oleh sukusuku
Indian sebagai alat menyimak secara adil dan tidak memihak. Tongkat berbicara
sering digunakan kalangan dewan untuk memutuskan siapa yang mempunyai hak

berbicara. Pada saat pimpinan rapat mulai berdiskusi dan membahas masalah, ia
harus memegang tongkat berbicara. Tongkat akan pindah ke orang lain apabila ia
ingin berbicara atau menanggapinya. Dengan cara ini tongkat berbicara akan
berpindah dari satu orang ke orang lain jika orang tersebut ingin mengemukakan
pendapatnya. Apabila semua mendapatkan giliran berbicara, tongkat itu lalu
dikembalikan lagi ke ketua/pimpinan rapat.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa talking stick dipakai
sebagai tanda seseorang mempunyai hak suara (berbicara) yang diberikan secara
bergiliran/bergantian.
2.2 Pengertian Talking Stick
Model pembelajaran talking stick merupakan salah satu dari model
pembelajaran kooperatif, guru memberikan siswa kesempatan untuk bekerja
sendiri serta bekerja sama dengan orang lain dengan cara mengoptimalisasikan
partisipasi

siswa

(Lie,2002:56).

Kemudian

menurut

Widodo

(2009)

mengemukakan bahwa talking stick merupakan suatu model pembelajaran yang


menggunakan sebuah tongkat sebagai alat penunjuk giliran. Siswa yang mendapat
tongkat akan diberi pertanyaan dan harus menjawabnya. Kemudian secara estafet
tongkat tersebut berpindah ke tangan siswa lainnya secara bergiliran. Demikian
seterusnya sampai seluruh siswa mendapat tongkat dan pertanyaan.
Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
talking stick merupakan salah satu dari model pembelajaran kooperatif yang
menggunakan sebuah tongkat sebagai alat penunjuk giliran dengan memberikan
siswa kesempatan untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain
sehingga mengoptimalisasikan partisipasi siswa.
Menurut Sugihharto (2009) mengemukakan bahwa model pembelajaran
talking stick termasuk dalam pembelajaran kooperatif karena memiliki ciri-ciri
yang sesuai dengan pembelajaran kooperatif yaitu: (1) Siswa bekerja dalam
kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya, (2) kelompok

dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah, (3)
bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis
kelamin yang berbeda, serta (4) Penghargaan lebih berorientasi kelompok
ketimbang individu.
Suprijono (2009:90) menyatakan bahwa pembelajaran dengan model
pembelajaran talking stick mendorong siswa untuk berani mengemukakan
pendapat.
2.3 Langkah-Langkah Model Pembelajaran Talking Stick
Dalam melaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran tersebut
terdapat beberapa langkah sebagai berikut:
Pembelajaran dengan model pembelajaran talking stick diawali oleh penjelasan
guru mengenai materi pokok yang akan dipelajari. Siswa diberikan kesempatan
membaca materi tersebut. Berikan waktu yang cukup untuk aktivitas ini. Guru
selanjutnya meminta kepada siswa menutup bukunya. Guru mengambil tongkat
yang telah disiapkan sebelumnya. Tongkat tersebut diberikan kepada salah satu
siswa. Siswa yang menerima tongkat diwajibkan menjawab pertanyaan dari guru
demikian seterusnya. Ketika shick bergulir dari siswa ke siswa lainnya, seyogjanya
diiringi musik. Langkah terakhir dari model pembelajaran talking stick adalah guru
memberikan kesempatan kepada siswa melakukan refleksi terhadap materi yang
telah dipelajarinya. Guru memberi ulasan terhadap seluruh jawaban yang diberikan
siswa, selanjutnya bersama-sama siswa merumuskan kesimpulan.
Selain itu, Suyatno (2009:124), menyatakan bahwa ada beberapa langkah
atau sintaks dari langkah model pembelajaran talking stick, yaitu sebagai berikut.
1) Guru menyiapkan sebuah tongkat.
2) Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian
memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari
materi pada pegangan / paketnya.

3) Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya, guru mempersilahkan


siswa untuk menutup bukunya.
4) Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru
memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus
menjawabnya. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat
bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
5) Guru memberikan kesimpulan.
6) Evaluasi.
7) Penutup.
Kemudian menurut Widodo (2009), menjelaskan bahwa sintaks atau
langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran talking
stick, yaitu sebagai berikut.
a. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran/KD.
b. Guru menyiapkan sebuah tongkat.
c. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian
memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari
materi lebih lanjut.
d. Setelah siswa selesai membaca materi/buku pelajaran dan mempelajarinya,
siswa menutup bukunya dan mepersiapkan diri menjawab pertanyaan guru.
e. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru
memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus
menjawabnya, jika siswa sudah dapat menjawabnya maka tongkat diserahkan
kepada siswa lain. Demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa
mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru.
f.

Guru memberikan kesimpulan.

g. Evaluasi.
h. Penutup.

Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa sintaks yang


akan digunakan dalam penelitian ini adalah (a) guru menjelaskan tujuan
pembelajaran/KD, (b) guru menyiapkan sebuah tongkat, (c) guru menyampaikan
materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada
siswa untuk membaca dan mempelajari materi lebih lanjut, (d) setelah siswa
selesai membaca materi/buku pelajaran dan mempelajarinya, siswa menutup
bukunya dan mepersiapkan diri menjawab pertanyaan guru, (e) guru mengambil
tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan
dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya. Demikian
seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap
pertanyaan dari guru, (f) guru memberikan kesimpulan, (g) evaluasi dan penutup
2.4 Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan dan kekurangan dari penggunaan model pembelajaran talking stick
yang dikemukakan oleh Kiranawati (2007),
Kelebihan:
(1) menguji kesiapan siswa,
(2) melatih membaca dan memahami dengan cepat, dan
(3) agar lebih giat belajar (belajar dahulu).
(4)Siswa terlibat langsung dalam kegiatan belajar.
(5).Terdapat interaksi antara guru dan siswa.
(6).Siswa menjadi lebih mandiri
(7). Kegiatan belajar lebih menyenangkan
Kekurangan:
(1) Membuat siswa senam jantung
(2)Siswa cenderung individu.
(3)Materi yang diserap kurang.

(4)

Siswa yang pandai lebih mudah menerima materi sedangkan siswa yang
kurang pandai kesulitan menerima materi.

(5)Guru kesulitan melakukan pengawasan .


(6)Ketenangan kelas kurang terjaga
(7)Suasana pembelajaran dapat berpotensi menjadi menegangkan.
Selain kelemahan di atas metode ini mem punyai kelemahan antara lain: membuat
siwa tegang, ketakutan akan tidak mampu menjawab pertanyaan.

DAFTAR PUSTAKA
http://ihwanaridanu.blogspot.com/p/pembelajaran.html
http://long-visit.blogspot.com/2013/01/talking-stick.html

Lampiran 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)
Nama Sekolah

: SMPN 1 Cinangka

Mata

: Matematika

Pelajaran

: VIII (Delapan)

Kelas

: 1 (Satu)

Semester

Standar Kompetensi : 1. Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan


garis lurus
Kompetensi Dasar

: 1.3.Memahami relasi dan fungsi

Alokasi Waktu

: 4 jam pelajaran (2 pertemuan)

A.

Tujuan Pembelajaran
Pertemuan Pertama:
a. Siswa dapat membuat contoh relasi dan fungsi yang terkait dengan
kehidupan sehari-hari.
b. Siswa dapat menyatakan relasi.
Pertemuan Kedua:
Siswa dapat menentukan domain, kodomain, dan range suatu fungsi

Karakter siswa yang diharapkan :

Jujur, teliti, disiplin ( Discipline ), Rasa hormat dan perhatian ( respect ), Tekun
(diligence ) dan Tanggung jawab ( responsibility )
B.

Materi Ajar
a. Menjelaskan pengertian relasi

C.

D.

b.

Menyatakan relasi

c.

Menjelaskan pengertian fungsi (pemetaan)

Metode Pembelajaran
Metode

: tanya jawab, dan diskusi

Model

: Talking Stick dan pembelajaran langsung

Langkah-langkah Kegiatan
Pertemuan Pertama
Pendahuluan: - Memeriksa kehadiran Siswa
- Apersepsi: Menyampaikan tujuan pembelajaran dan
memotivasi siswa.

Kegiatan Inti:
Eksplorasi:
- Siswa mencari informasi yang luas dan dalam mengenai relasi dan fungsi
dari buku sumber, kemudian antara siswa dan guru mendiskusikan materi
tersebut.
- Siswa dan guru secara bersama-sama mencari contoh relasi dan fungsi dalam
kehidupan sehari-hari dan menyatakan relasi tersebut dalam bentuk
diagram panah, himpunan pasangan berurutan serta dalam bentuk diagram
cartesius.

- Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar siswa serta antara siswa dengan
guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya.
- Dalam pembelajaran kali ini digunakan model pembelajaran Talking
Stick yaitu sebagai berikut:
Guru menyiapkan sebuah tongkat (Spidol)

Guru mengambil tongkat (Spidol) dan memberikan kepada siswa,


setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang
tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai
beberapa siswa mendapat pertanyaan dari guru.

Elaborasi:
- Siswa mengerjakan latihan soal pada buku paket
- Beberapa siswa mengerjakan latihan didepan kelas
Konfirmasi:
- Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang maju ke depan
- Guru bersama siswa yang lain mengkoreksi jawaban siswa yang maju ke
depan
Kegiatan Akhir
Dalam kegiatan penutup, guru:
- Bersama-sama dengan siswa membuat simpulan pelajaran.
- Evaluasi mengenai materi yang telah dipelajari berupa ulangan harian
- Siswa diberikan PR (Soal yang tidak dapat diselesaikan pada latihan di
kelas)
- merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi,
memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan
hasilbelajar siswa.
Pertemuan Kedua
Pendahuluan: - Memeriksa kehadiran Siswa

- Apersepsi: Menyampaikan tujuan pembelajaran


- Membahas PR yang tidak dapat diselesaikan siswa
Kegiatan Inti:
Eksplorasi:
- Siswa mencari informasi yang luas dan dalam mengenai domain, kodomain dan
range suatu relasi dan fungsi dari buku sumber, kemudian antara siswa dan guru
mendiskusikan materi tersebut.
- Siswa dan guru secara bersama-sama membahas contoh soal mengenai relasi dan
fungsi pada buku paket serta membimbing siswa untuk menentukan domain,
kodomain dan range dari contoh soal tersebut.
- Guru memfasilitasi terjadinya interaksi antar siswa serta antara siswa dengan guru,
lingkungan, dan sumber belajar lainnya.
- Dalam pembelajaran kali ini digunakan model pembelajaran Talking Stick yaitu
sebagai berikut:
F Guru menyiapkan sebuah tongkat (Spidol)
F Guru mengambil tongkat (Spidol) dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru
memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus
menjawabnya, demikian seterusnya sampai beberapa siswa mendapat pertanyaan dari
guru.
Elaborasi:
- Siswa mengerjakan latihan soal pada buku paket
- Beberapa siswa mengerjakan latihan didepan kelas
Konfirmasi:
- Guru memberikan penghargaan kepada siswa yang maju ke depan
- Guru bersama siswa yang lain mengkoreksi jawaban siswa yang maju ke depan
Kegiatan Akhir
Dalam kegiatan penutup, guru:
- Bersama-sama dengan siswa membuat simpulan pelajaran.
- Evaluasi mengenai materi yang telah dipelajari berupa ulangan harian

- Siswa diberikan PR
- merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi,
memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan
hasilbelajar siswa.
E.

Alat dan Sumber Belajar

Sumber :
- Buku paket belajar efektif matematika untuk siswa SMP/MTs kelas VIII
- Buku paket matematika Kreatif (konsep dan terapannya) untuk kelas VIII semester
1
- Buku referensi lain
Alat :
-

Spidol
F.

Penilaian Hasil Belajar

Indikator
Pencapaian Kompetensi

Penilaian
Teknik

Bentuk

Menjelaskan dengan kata- Tes lisan

Instrumen
Daftar

kata dan menyatakan

pertanyaan

Instrumen/ Soal
Berikan contoh dalam
kehidupan sehari-hari yang

masalah sehari-hari yang

berkaitan dengan fungsi!

berkaitan dengan relasi dan

Buatlah relasi antara

fungsi

anggota dua himpunan dalam


kehidupan di sekitarmu!

Menentukan domain,
kodomain dan range dari
relasi dan fungsi

Tes tertulis

Uraian
P

Perhatikan digram panah


berikut!

Tentukan domain, kodomain,


dan rangenya!
Catatan:

Serang,

2011

Diketahui,
Kepala SMPN 1 Cinangka

Guru Mapel Matematika

( Rusyanto, S.Pd. )

( Legiawati, S.Pd. )

NIP 196212111984031004