Anda di halaman 1dari 3

Efek samping kemoterapi

1. Rasa lelah
Rasa lelah meruapakan keluhan yang paling sering terjadi. Dapat dipahami, bahwa suatu
penanganan yang tidak membiarkan satu sel pun dari tubuh tidak tersentuh menyebabkan
rasa lelah. Kelesuan, kemurungan, dan kebutuhan akan istirahat sudah sewajarnya.
Tubuh terasa sangat berat dan pikiran seolah meleleh. Hal tersebut dapat ditangani
dengan istirahat yang cukup.

2. Gangguan usus dan rongga mulut


Efek kemoterapi terhadap selaput lendir saluran pencernaan dapat menimbulkan keluhan
dan gangguan pada mulut sampai poros usus. Mual muntah dapat ditangani pemberian
obat. Penggunaan dosis kemoterapi yang lebih tinggi dapat menyebabakan penderita
mengalami radang selaput lendir, mukositis rongga mulut dan gannguan usus. Mukositis
dimulai dengan warna kemerahan dan rasa teriritasi di seluruh mulut dan tenggorok,
yang dapat berlanjut menjadi memboroknya selaput lendir pipi, gusi, lidah, langit-langit
dan tenggorok. Guna mencegahnya, sejak semula yang penting adalah kebersihan mulut
yang baik dan berkumur secara tertur dengan air.

Gangguan pada asupan makanan seperti kejang usus, dengan atau tanpa adanya sembelit
atau diare, terkadang terjado karena radang selaput usus. Perubahan pola makan karena

mual muntah. Hal tersebut dapat dicegah dengan makan yang sering tetapi dalam porsi
yang sedikit.
3. Gangguan sumsum tulang
Kelumpuhan sumsum tulang karena terpaparnya sel-sel muda yang sangat peka,
menyebabkan berkurangnya pembuatan lempeng darah dan sel darah putih ataupun
merh. Kekurangan lempeng darah (trombosit) menyebabkan gangguan didalam
pengentalan darah, sehingga terjadi kecenderungan pendarahan. Hal tersebut dapat
dilihat dengan adanya bercak-bercak biru dikulit, pendarahan hebat pada menstruasi dan
darah disaat berkemih dan BAB. Kekurangan sel darah erah menyebabkan penderita
kurang darah yang dapat ditanggani dengan pemberian tranfusi darah.
4. Gangguan pada kulit
Beberapa obat kanker tertentu memengaruhi sel-sel aktif di dalam kantung rambut yang
memproduksi rambut. Sehingga kerontokan rambut dapat terjadi, seperti rambut kepala,
alis, bulu mata, bulu ketiak, bulu dada, dan rambut kemaluan. Hal tersebut dapat
ditangani dengan penggunaan rambut palsu.

5. Gangguan mentruasi dan menopouse


Karena pengaruhnya terhadap funsi indung telur, siklus mentruasi sering terganggu, tidak
jarang menopouse timbul sebelum waktunya. Untuk hal ii, penanganan atau pergantian
hormon dapat dilakukaan.