Anda di halaman 1dari 10

DAMPAK PERTUMBUHAN PENDUDUK

DI INDONESIA
A. PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP KEMISKINAN
Indonesia merupakan sebuah Negara kepulauan yang terdiri dari beribu-ribu pulau
besar dan kecil dengan luas tabah kira-kira 2 juta km dan jumlah penduduk yang ke empat
terpadat di dunia setelah China, India,dan Amerika.
Sebagaimana diketahui perubahan angka pertumbuhan penduduk disebabkan oleh
unsur-unsur :
1. Fertilitas
2. Mortalitas
3. Migrasi
Fertilitas atau kelahiran merupakan salah satu faktor penambah jumlah penduduk
disamping migrasi,jumlah kelahiran setiap tahun di Indonesia masih besar, jumlah bayi
yang lahir setelah tahun 2000 masih tetap banyak jumlahnya tiap-tiap tahun jumlah
kelahiran bayi di Indonesia mencapai sekitar 4,5 juta bayi
Mortalitas atau kematian merupakan salah satu dari 3 faktor demogarafis selain
fertilitas dan migrasi, yang dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi umur penduduk,
factor social ekonomi seperti pengetahuan tentang kesehatan, gizi dan kesehatan
lingkungan, serta kemiskinan merupakan factor individu dan keluarga mempengaruhi
mortalitas dalam masyarakat.
Migrasi adalah merupakan gerak perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah
lain dengan tujuan untuk menetap di daerah tujuan, migrasi sering diartikan sebagai
perpindahan yang relative permanen dari suatu daerah ke daerah lainnya (orangnya disebut
migran).
Pertumbuhan penduduk, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah, dan
sempitnya kesempatan kerja merupakan akar permasalahan kemiskinan. Jadi aspek
demografis mempunyai kaitan erat dengan masalah kemiskinan yang dihadapi di
Indonesia pada saat ini. Daerah miskin sering ditinggalkan penduduknya untuk
bermigrasi ke tempat lain dengan alasan mencari kerja.
Banyak ide dan teori yang sudah dipaparkan cendekiawan-cendekiawan terdahulu
mengenai hubungan antara pertumbuhan penduduk dan kemiskinan. Salah satunya adalah
Malthus. Malthus meyakini jika pertumbuhan penduduk tidak dikendalikan maka suatu
saat nanti sumber daya alam akan habis. Sehingga muncul wabah penyakit, kelaparan, dan
berbagai macam penderitaan manusia.
Pemaparan ahli tersebut bermuara ke satu arah yakni jumlah penduduk yang besar
sebagai penyebab timbulnya kemiskinan, Tinggi rendahnya jumlah penduduk dipengaruhi
oleh proses demografi yakni; kelahiran, kematian, dan migrasi. Tingkat kelahiran yang
tinggi sudah barang tentu akan meningkatkan tingkat pertumbuhan penduduk. Namun
demikian, tingkat kelahiran yang tinggi di Indonesia kebanyakan berasal dari kategori
penduduk golongan miskin. Sampai-sampai ada idiom yang menyebutkan bahwa tidak
ada yang bertambah dari keluarga miskin kecuali anak.
Selain meningkatkan beban tanggungan keluarga, anak yang tinggal di keluarga miskin
sangat terancam kondisi kesehatannya akibat buruknya kondisi lingkungan tempat tinggal
dan ketidakmampuan keluarga untuk mengakses sarana kesehatan jika anak mengalami
sakit. Hal yang sama juga dialami ibu hamil dari keluarga miskin. Buruknya gizi yang
diperoleh semasa kehamilan memperbesar resiko bayi yang dilahirkan tidak lahir normal
maupun ancaman kematian ibu saat persalinan. Maka dari itu infant mortality rate (tingkat
Dampak Pertumbuhan Penduduk
_____________________________________________________1

kematian bayi) dan maternal mortality rate (tingkat kematian ibu) di golongan keluarga
miskin cukup besar. Tingkat kematian merupakan indikator baik atau buruknya layanan
kesehatan di suatu negara. Tingkat kematian penduduk di negara berkembang, termasuk
Indonesia, masih didominasi golongan penduduk miskin.
Masalah migrasi juga memicu pertambahan penduduk secara regional. Salah satu
contohnya adalah kasus Pulau Jawa. Pulau Jawa luasnya hanya 7 persen dari total luas
wilayah nasional namun penduduk yang berdiam di Jawa adalah 60 persen dari total
jumlah penduduk Indonesia. Kesenjangan antar pulau ini menyebabkan munculnya
kemiskinan baik di pulau-pulau luar yang tidak berkembang maupun di Pulau Jawa
sebagai akibat ketidakmampuan mayoritas penduduk mendatang maupun lokal yang kalah
bersaing dalam mendapatkan penghidupan yang layak.
Kesimpulannya adalah bahwa pertumbuhan penduduk berkaitan dengan kemiskinan
dan kesejahteraan masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi
seperti fertilitas, mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek
keluarga dan rumah tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana
program untuk dapat mengembangkan program pembangunan kependudukan dan
peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tepat sasaran.
B. HUBUNGAN ANTARA PERTUMBUHAN PENDUDUK DENGAN LAPANGAN
PEKERJAAN DAN KEMISKINAN
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu dan dapat dihitung
sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan per
waktu unit untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua
spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk
sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada
pertumbuhan penduduk dunia. Ketika pertumbuhan penduduk dapat melewati kapasitas
muat suatu wilayah atau lingkungan hasilnya berakhir dengan kelebihan penduduk.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk indonesia adalah
sebagai berikut :
1. Kelahiran
2. Kematian
3. Perpindahan Penduduk(migrasi)
Pertumbuhan penduduk, kualitas sumber daya manusia (SDM) yang rendah, dan
sempitnya kesempatan kerja merupakan akar permasalahan kemiskinan.
Kemiskinan telah membatasi hak rakyat untuk (1) Memperoleh pekerjaan yang
layak bagi kemanusiaan, (2) Hak rakyat untuk memperoleh rasa aman, (3) Hak rakyat
untuk memperoleh akses atas kebutuhan hidup (sandang, pangan, dan papan) yang
terjangka,(4) Hak rakyat untuk memperoleh akses atas kebutuhan pendidikan.
Salah satu akar permasalahan kemiskinan yakni tingginya disparitas antar daerah
akibat tidak meratanya distribusi pendapatan, sehingga kesenjangan antara masyarakat
kaya dan masyarakat miskin di Indonesia semakin melebar. Pemerintah sendiri selalu
mencanangkan upaya penanggulangan kemiskinan dari tahun ketahun, namun jumlah
penduduk miskin tidak juga mengalami penurunan yang signifikan, walaupun data di BPS
menunjukkan kecenderungan penurunan jumlah penduduk miskin, namun secara kualitatif
belum menampakkan dampak perubahan yang nyata malahan kondisinya
semakin memprihatinkan tiap tahunnya. Dengan terjadinya krisis moneter pada tahun
1997 telah mengakibatkan jumlah penduduk miskin kembali membengkak dan
kondisi tersebut diikuti pula dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi yang cukup tajam.
Dampak Pertumbuhan Penduduk
_____________________________________________________2

Berbagai upaya penanggulangan kemiskinan yang telah diambil pemerintah


berfokus pada : Peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui upaya padat
karya, perdagangan ekspor serta pengembangan UMKM,
1. Peningkatan akses terhadap kebutuhan dasar seperti pendidikan dan kesehatan (KB,
kesejahteraan ibu, infrastruktur dasar, pangan dan gizi).
2. Pemberdayaan
masyarakat
lewat
Program
Nasional
Pemberdayaan
Masyarakat (PNPM) yang bertujuan untuk membuka kesempatan berpartisipasi
bagi masyarakat miskin dalam proses pembangunan dan meningkatkan peluang
dan posisi tawar masyarakat miskin, serta,
3. Perbaikan sistem bantuan dan jaminan sosial lewat Program Keluarga Harapan
(PKH).
Salah satu aspek untuk melihat kinerja perekonomian adalah seberapa efektif
penggunaan sumber-sumber daya yang ada sehingga lapangan pekerjaan
merupakan concern dari pembuat kebijakan. Angkatan kerja merupakan jumlah
total dari pekerja dan pengangguran, sedangkan pengangguran merupakan
persentase angkatan kerja yang menganggur.
Pertumbuhan ekonomi biasanya diikuti oleh terciptanya lapangan pekerjaan yang baru.
Ketika ekonomi bertumbuh, berarti terdapat pertumbuhan produksi barang dan jasa. Ketika
hal ini terjadi maka kebutuhan akan tenaga kerja untuk memproduksi barang dan jasa pun
akan tumbuh.
Pertumbuhan ekonomi dan pengangguran memiliki hubungan yang erat karena penduduk
yang bekerja berkontribusi dalam menghasilkan barang dan jasa sedangkan pengangguran
tidak memberikan kontribusi. Studi yang dilakukan oleh ekonom Arthur Okun
mengindikasikan hubungan negatif antara pertumbuhan ekonomi dengan pengangguran,
sehingga semakin tinggi tingkat pengangguran, semakin rendah tingkat pertumbuhan
ekonomi.
Dampak Negatif Pertumbuhan Penduduk :
Lahan tempat tinggal dan bercocok tanam berkurang.
Semakin banyaknya polusi dan limbah yang berasal dari rumah tangga, pabrik,
perusahaan, industri, peternakan, dll
Angka pengangguran meningkat.
Angka kesehatan masyarakat menurun.
Angka kemiskinan meningkat.
Pembangunan daerah semakin dituntut banyak.
Ketersediaan pangan sulit.
Pemerintah harus membuat kebijakan yang rumit.
Angka kecukupan gizi memburuk.
Muncul wanah penyakit baru
Cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :
1
Penambahan dan penciptaan lapangan kerja dengan meningkatnya taraf hidup
masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di
samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan
merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.
2
Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan. Dengan semakin sadar akan
dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan
masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
Dampak Pertumbuhan Penduduk
_____________________________________________________3

Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi. Dengan menyebar


penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah
diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah
penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
4
Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan. Hal ini untuk mengimbangi
jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan.
Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak
ketergantungan dengan daerah lainnya.
Catatan: mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, merasa tidak mungkin mendapat
pekerjaan, seudah punya pekerjaan tapi belum mulai.
Sumber: bps.go.id
Catatan : Termasuk Penghuni Tidak Tetap (Tuna Wisma, Pelaut, Rumah Perahu, dan
Penduduk Ulang-alik/Ngelaju)
Sumber: bps.go.id
Sumber:bps.go.id
Dari tahun ke tahun jumlah penduduk di Indonesia mengalami peningkatan. Dan
semakin tinggi jumlah pengangguran semakin tinggi pula jumlah penduduk miskin di
Indonesia yang artinya jumlah pengangguran berbanding lurus dengan jumlah kemiskinan.
Kemiskinan merupakan keadaan dimana terjadi ketidak mampuan untuk memenuhi
kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan.
Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun
sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Potret kemiskinan di Indonesia banyak
diwarnai dengan adanya urbanisasi sebagai akibat jumlah penduduk.
Meningkatnya jumlah penduduk yang tidak dibarengi dengan tersedianya lapangan
kerja yang memadai, mengakibatkan jumlah pengangguran semakin banyak. Bukan hanya
itu tapi terkadang juga spesifikasi pendidikan terakhir dari penduduk di Indonesia yang
tidak memenuhi syarat lapangan kerja yang tersedia.
Tahun 2008, Indonesia mendapat ranking 1 di Asia dalam jumlah pengangguran
tertinggi. Hal ini dianggap mengancam stabilitas kawasan Asia mengingat secara
keseluruhan jumlah penduduk Indonesia lebih besar daripada Negara-negara tetangga.
Meskipun ditengarai turun sekitar 9% dari tahun 2007, tapi secara umum angka ini tetap
saja dianggap yang tertinggi di Asia.
Dari perspektif ekonomi, para pengangguran ini akan menjadi beban ekonomi
keluarga, masyarakat bahkan bangsa ini. Mereka bahkan dapat menjadi pemicu lahirnya
kemiskinan model baru; mereka miskin bukan karena tidak tahu apa-apa, melainkan akibat
sulitnya mengakses lapangan kerja.
Dapat dilihat hingga tahun 2012 ini anggka pengangguran mengalami penurunan.
Menurunnya tingkat pengangguran terbuka(TPT) diikuti dengan membaiknya kesempatan
kerja formal, yang bertambah sebanyak 2,67 juta dan kesempatan kerja informal berkurang
1,54 juta, hal ini terjadi karena adanya peningkatan investasi di sektor riil. pengganguran
usia muda di tiap jenjang pendidikan juga terus berkurang. Seperti diketahui pada tahun
2001-2005, daya serap kesempatan kerja baru lebih rendah dibandingkan angkatan kerja
baru, berakibat jumlah penganggur meningkat. Baru pada tahun 2006 mulai menunjukkan
perbaikan, dan hingga tahun 2012, kesempatan kerja baru lebih besar dari angkatan kerja
baru sehingga jumlah pengangguran terbuka menurun dengan tingkat 6,14 persen.
Kesempatan kerja netto rata-rata per tahun sebesar 130.000-640.000. Walaupun TPT usia
muda sudah menurun tetapi jumlahnya masih besar, yaitu lebih 5,3 juta, dan sebagian besar
di perkotaan. Tingginya persentase penganggur berpendidikan SD dan SLTP, yang tercatat

Dampak Pertumbuhan Penduduk


_____________________________________________________4

pada tahun 2012 sebesar 52%, menunjukkan fenomena penganggur usia muda
berpendidikan rendah.
Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas, Prof. Armida S. Alisjahbana,, untuk
menurunkan pengangguran dan mengurangi pekerja yang tidak produktif, programprogram untuk masyarakat berpenghasilan rendah, perlu diperluas sehingga menjangkau
lebih luas terutama yang berada di perdesaan. Juga, kesempatan kerja yang diciptakan
tidak semata-mata menyediakan untuk pencari kerja (penganggur).
Pemerintah saat ini memiliki berbagai program penanggulangan kemiskinan yang
terintegrasi mulai dari program penanggulangan kemiskinan berbasis bantuan sosial,
program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat serta
program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan usaha kecil, yang
dijalankan oleh berbagai elemen Pemerintah baik pusat maupun daerah.
Untuk meningkatkan efektifitas upaya penanggulangan kemiskinan, Presiden telah
mengeluarkan Perpres No. 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan
Kemiskinan, yang bertujuan untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan hingga 8 %
sampai 10 % pada akhir tahun 2014.
Terdapat empat strategi dasar yang telah ditetapkan dalam melakukan percepatan
penanggulangan kemiskinan, yaitu:
Menyempurnakan program perlindungan sosial
Peningkatan akses masyarakat miskin terhadap pelayanan dasar
Pemberdayaan masyarakat, dan
Pembangunan yang inklusif
C. HUBUNGAN PERTUMBUHAN PENDUDUK DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
1. PENGERTIAN PERTUMBUHAN PENDUDUK
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung
sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan per
waktu unit untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua
spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk
sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada
pertumbuhan penduduk dunia. (menurut Wikipedia)
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial
ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Karena di samping
berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap
kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia. (menurut MKDU ISD)
Pertambahan penduduk alami atau natural increase artinya pertambahan penduduk yang
dihitung dari selisih antara kelahiran dan kematian.
Pertambahan Migrasi (Net Migration) artinya pertambahan penduduk yang dihitung
dari selisih antara jumlah penduduk yang masuk dengan penduduk yang keluar.
Pertambahan penduduk pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor faktor demografi
sebagai berikut :
a) Kematian (Mortalitas)
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen.
Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya
angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran.
Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro
mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).

Dampak Pertumbuhan Penduduk


_____________________________________________________5

1) Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)


Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor
ini adalah:
Sarana kesehatan yang kurang memadai.
Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
Terjadinya berbagai bencana alam
Terjadinya peperangan
Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
2) Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor
ini adalah:
Lingkungan hidup sehat.
Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.
b) Kelahiran ( Natalitas )
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang
menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas)
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan
malu.
Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum
ada Anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi
besar.
Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah
anak.
Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun
dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak
diberikan hanya sampai anak ke 2.
Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
Faktor faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara antara lain :
1. Kepercayaan dan agama
Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama
atau kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB.
Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila
peserta KB banyak
2. Tingkat pendidikan

Dampak Pertumbuhan Penduduk


_____________________________________________________6

3. Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti
pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang
merencanakan jumlah anak secara rasional.
4. Kondisi perekonomian
Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah
anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Jika suatu negara berlaku
seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.
5. Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau
penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil
misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran
6. Adat istiadat di masyarakat
Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk.
Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya, ada
yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya,
sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya.
7. Kematian dan kesehatan
Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan
yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang
rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.
8. Struktur Penduduk
Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran lebih
tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih banyak
anak-anak dan orang-orang tua usia).
Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan angka kelahiran
(Fertilitas). Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi
yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.
Pengukuran Fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini
disebabkan adanya alasan sebagai berikut :
1. Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi bayi yang
meninggal beberapa saat setelah kelahiran, tidak dicatatkan dalam peristiwa
kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
2. Wanita mempunyai kemungkinan melahiran dari seorang anak ( tetapi
meninggal hanya sekali )
3. Makin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa kemungkinan mempunyai anak
makin menurun.
4. Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua
wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan.
2. JUMLAH PENDUDUK PER PROPINSI
Data Terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk Indonesia
terbaru bulan Oktober tahun 2010. Totalnya penduduk RI sampai saat ini mencapai
237,56 juta jiwa.
Dari 33 provinsi yang ada, di mana kah wilayah dengan penduduk terbanyak? Menurut
survei BPS, provinsi Jawa Barat adalah daerah dengan penduduk terbanyak. Tercatat,
total keseluruhannya mencapai 43,02 juta jiwa.
Berikut ini masing-masing jumlah penduduk per provinsi:
1. Aceh 4,48 juta
2. Sumatera Utara 12,98 juta
Dampak Pertumbuhan Penduduk
_____________________________________________________7

3. Sumatera Barat 4,84 juta


4. Riau 5,54 juta
5. Kepulauan Riau 1,69 juta
6. Jambi 3,09 juta
7. Sumatera Selatan 7,44 juta
8. Kepulauan Bangka Belitung 1,22 juta
9. Bengkulu 1,71 juta
10. Lampung 7,59 juta
11. Banten 10,54 juta
12. DKI Jakarta 9,59 juta
13. Jawa Barat 43,02 juta
14. Jawa Tengah 32,38 juta
15. DIY 3,45 juta
16. Jawa Timur 37,47 juta
17. Bali 3,89 juta
18. NTB 4,49 juta
19. NTT 4,68 juta
20. Kalimantan Barat 4,39 juta
21. Kalimantan Tengah 2,2 juta
22. Kalimantan Selatan 3,63 juta
23. Kalimantan Timur 3,55 juta
24. Sulawesi Utara 2,26 juta
25. Gorontalo 1,04 juta
26. Sulawesi Tengah 2,63 juta
27. Sulawesi Barat 1,16 juta
28. Sulawesi Selatan 8,03 juta
29. Sulawesi Utara 2,23 juta
30. Maluku 1,53 juta
31. Maluku Utara 1,03 juta
32. Papua Barat 0,76 juta
33. Papua 2,85 juta
BPS juga mencatat, laju pertumbuhan penduduk RI terus menurun dibandingkan 30
tahun lalu. Pertumbuhan penduduk pada tahun 2000-2010 hanya 1,49 persen, naik
dibandingkan tahun 1990-2000 yang sudah 1,45 persen.
Sebelumnya, pada 30-20 tahun lalu pertumbuhan penduduk RI tercatat cukup tinggi
yakni untuk periode 1930-1961 laju pertumbuhan 2,15 persen, tahun 1961-1971 laju
pertumbuhan 2,13 persen, tahun 1971-1980 dengan laju pertumbuhan penduduk 2,32
persen.
Deputi Bidang Statistis Sosial BPS Wynandin Imawan menuturkan, dengan banyaknya
penduduk RI sampai berjumlah 237,56 juta ini membuat Indonesia berada di peringkat
ke empat dunia untuk urusan penduduk.
Diprediksi sampai dengan tahun 2050, jumlah penduduk RI akan mencapai 288 juta dan
berada diperingkat ke enam. (hs)

Dampak Pertumbuhan Penduduk


_____________________________________________________8

3. PERTUMBUHAN EKONOMI
A. PENGERTIAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi (Economic Growth) adalah perkembangan kegiatan dalam
perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam
masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah
pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam
jangka panjang. Perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai
akibat pertambahan faktor-faktor produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh
pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi
memproduksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya.
Dengan demikian perkembangan ekonomi adalah lebih lambat dari potensinya.
(Sadono Sukirno, 1994;10).
1. Sumber Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDPriil per
kapita. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai
pasar keluaran total sebuah negara, yang merupakan nilai pasar semua barang
jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktorfaktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah negara.
Kenaikan GDP dapat muncul melalui:
a) Kenaikan penawaran tenaga kerja
Penawaran tenaga kerja yang meningkat dapat menghasilkan keluaran
yang lebih banyak. Jika stok modal tetap sementara tenaga kerja naik,
tenaga kerja baru cenderung akan kurang produktif dibandingkan tenaga
kerja lama.
b) Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia
Kenaikan stok modal dapat juga menaikkan keluaran, bahkan jika tidak
disertai oleh kenaikan angkatan kerja. Modal fisik menaikkan baik
produktivitas tenaga kerja maupun menyediakan secara langsung jasa yang
bernilai. Investasi dalam modal sumber daya manusia merupakan sumber
lain dari pertumbuhan ekonomi.
c) Kenaikan produktivitas
Kenaikan produktivitas masukan menunjukkan setiap unit masukan
tertentu memproduksi lebih banyak keluaran. Produktivitas masukan dapat
dipengaruhi oleh faktor-faktor termasuk perubahan teknologi, kemajuan
pengetahuan lain, dan ekonomisnya skala produksi. (Case dan Fair,
1999;326)
d) Manfaat Pertumbuhan Ekonomi
Manfaat Pertumbuhan Ekonomi antara lain sebagai berikut:
1. Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai
hasil pembangunan nasional Pendapatan perkapitanya dipergunakan
untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk, sebab semakin
meningkat pendapatan perkapita dengan kerja konstan semakin tinggi
tingkat kemakmuran penduduk dan juga produktivitasnya.
2. Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara
untuk perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional.
Sebagai dasar penentuan prioritas pemberian bantuan luar negari oleh
Bank Dunia atau lembaga internasional lainnya.
3. Sebagai dasar pembuatan prakiraan bisnis, khususnya persamaan
penjualan bagi perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan
Dampak Pertumbuhan Penduduk
_____________________________________________________9

produk dan perkembangan sumbur daya (tenaga kerja dan modal).


(Dornbuch, R dan Fischer, S, 1994:649-651) (jurnalsdm.blogspot.com)
2. Teori Ekonomi Klasik
Adam Smith mendefinisikan ekonomi sebagai kajian tentang sebabsebab terjadinya kekayaan.
F.A. Walker menyatakan ekonomi adalah satu cabang ilmu yang
berhubungan dengan kekayaan.
David Ricardo mendefinisikan ilmu ekonomi sebagai suatu kajian
tentang hukum berbagai jenis golongan masyarakat.
J.B. Say mendefinisikan ekonomi sebagai suatu kajian tentang peraturan
yang menentukan kekayaan.
J.S. Mill mendefinisikan ekonomi sebagai suatu ilmu yang berhubungan
dengan pengeluaran hasil negara.
3. Ekonomi Neo Klasik
Alfred Marshall mendefinisikan ekonomi sebagai suatu kajian tentang kelakuan
manusia yang berkaitan dengan cara mereka mendapatkan dan menggunakan
barang-barang kebutuhan.
Edwin Cannan menyatakan tujuan ilmu ekonomi adalah untuk menerangkan
faktor-faktorumum yang menentukan kabajikan material.
A. C. Pigou menerangkan ilmu ekonomi ialah satu kajian untuk menambahkan
jumlah pengeluaran untuk meningkatkan taraf hidup.
Willian Beveridge mendefinisikan ekonomi sebagai suatu kajian tentang cara
manusia bekerjasama untuk mendapatkan keperluan material.
Lionel Robbins yang mendefinisikan ekonomi ialah suatu ilmu yang mengkaji
tingkah laku manusia yang berhubungan dengan kehendak mereka yang tidak
terbatas dengan sumber-sumber terbatas dengan memaksimalkan kegunaan
(utility).
Lionel Robbins membuat definisi ini berdasarkan empat ciri dasar kehidupan
manusia yaitu:
Manusia mempunyai kehendak untuk dipenuhi.
Alat (uang) untuk memenuhi kehendak tersebut terbatas.
Sumber yang terbatas digunakan untuk beberapa pilihan kegunaan.
Manusia perlu membuat pilihan
Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat mengakibatkan peningkatan kebutuhan
ekonomi pada masing-masing penduduk. Misalnya saja, kebutuhan orang dewasa tentu saja
berbeda dengan kebutuhan anak-anak. Lalu semakin banyaknya penduduk maka semakin
sempit lapangan pekerjaan yang tersedia. Sehingga semakin meningkat jumlah pengangguran.
Namun Indonesia dapat bertahan dari keterpurukan krisis global yang melanda dunia.

Dampak Pertumbuhan Penduduk


_____________________________________________________10