Anda di halaman 1dari 3

RASIO KEUANGAN

PT. NUANSA PORSELEN INDONESIA


PER 31 JULI 2014

1. Rasio Likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur


kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial jangka pendek.
a. Current Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya
dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki. Current Ratio yang
baik harus berada setiap Rp.1 hutang lancar dijamin oleh aktiva lancar
minimal Rp.2 atau dengan kata lain jumlah aktiva lancar yg dimiliki harus
2x dari jumlah hutang yang harus segera dipenuhi.
Current Ratio

= 1.40

Berarti bahwa kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus


dipenuhi dengan aktiva lancar adalah setiap Rp.1 hutang lancar dijamin
oleh aktiva lancar Rp.1,40.
b. Cash Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang
tersedia baik kas di tangan maupun kas di bank.
Cash Ratio

:
:

= 0.19

Dari 2 rasio likuiditas di atas dapat diambil kesimpulan bahwa perusahaan


belum memiliki cukup aktiva lancar untuk membayar hutang yang harus
segera dipenuhi terutama masih kurangnya cukup kas sebagai aktiva yang
paling likuid untuk memenuhi kewajiban yang harus diselesaikan.
Aktiva lancar yang menunjang untuk memenuhi hutang lancar berasal dari
piutang yang dimiliki oleh perusahaan.

2. Rasio Solvabilitas yaitu mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh


pemiliknya dengan dana yang dipinjam dari kreditur yang dimaksudkan

untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perusahaan dibiayai oleh


hutang.
a. Total Debt to Equity Ratio merupakan perbandingan antara hutang dan
ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan
modal perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya.

Total Debt to Equity Ratio

= 5.34

b. Total Debt to Total Asset Ratio merupakan perbandingan antara total


hutang dengan jumlah aktiva yang dimiliki. Rasio ini menunjukkan
berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dapat digunakan untuk
menjamin hutang.
Total Debt to Total Asset Ratio

= 0.71

Melihat 2 rasio solvabilitas di atas dapat kita lihat bahwa modal yang
dimiliki dapat mendanai 53.4 % dari total hutang dengan kata lain apabila
hal terburuk pada perusahaan terjadi dan asset sudah tidak dapat mendanai
kelangsungan hidup perusahaan dan modal harus dikeluarkan maka dengan
modal dapat membayar 53.4% dari keseluruhan hutang yang harus dibayar
sedangkan tiap rupiah hutang dapat dijamin asset sebesar Rp.0.71 atau
sebesar 71%.

3. Rasio Profitabilitas yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur


kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan.
a. Net Profit Margin merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
laba bersih per rupiah penjualan.
Net Profit Margin

:
:

= 0.58

Dari per rupiah penjualan akan menghasilkan 58% laba bersih.

b. Return on Equity merupakan rasio keuangan yang digunakan untuk


mengukur kemampuan modal untuk menghasilkan keuntungan.
Return on Equity :
:

= 1.15

Untuk setiap rupiah modal memperoleh tambahan nilai ekuitas Rp.1.15


atau sebesar 11.5%