Anda di halaman 1dari 5

TUGAS PERTAMA

STRUKTUR SIFAT DAN REAKSI SENYAWA ORGANIK


KELAS A
TEORI ASAM BASA DAN CONTOHNYA

Disusun Oleh:
Hariono

(1413100078)

Dosen:
Drs. Djoko Hartanto, M.Si.

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA
2015
1

Lavoisier
Harus dicatat bahwa penentuan suatu zat termasuk dalam golongan asam atau basa
semata-mata bergantung pada sifat-sifat ionik yang dapat diamati dari zat tersebut. Gagasan ini
ditekankan oleh Robert Boyle ketika ia mengetahui bahwa sifat-sifat asam adalah:
kemampuannya untuk bertindak sebagai pelarut bagi banyak zat, kemampuannya untuk
mengendapkan belerang dari larutan alkali, dan kemampuannya untuk mengubah ubar nabati
dari warna biaru menjadi merah. Searah dengan hal itu, Roulle memperluas konsep mengenai
alkali pada tahun 1744 dengan jalan memasukkan kelas senyawa yang lebih umum yang
dikenal sebagai basa. Roulle berpendapat bahwa garam berasal dari gabungan asam dan basa,
sehungga dengan demikian basa dapat didefinisikan sebagai spesies yang bereaksi dengan
asam untuk membentuk garam. Menurut Roulle, kelompok senyawa yang dikenal sebagai basa
adalah alkali, alkali tanah, logam, dan beberapa minyak.
Penyimpangan pertama dari definisi eksperimental mengenai asam muncul sebagai
hasil studi Lavoisier mengenai oksidasi. Selanjutnya pekerjaan tersebut berlangsung, Lavoisier
mengamati bahwa banyak di antara asam yang sering dijumpai berasal dari penggabungan
oksigen dengan tanlogam seperti belerang dan fosfor. Hal ini menyebabkan dia mengumpulkan
bahwa sifat-sifat khusus dari asam disebabkan oleh adanya oksigen. Pandangan semacam itu
tidak dimasukkan untuk menggantikan definisi eksperimental dari asam, tetapi lebih
merupakan usaha pertama untuk perilaku karakteristik ini. Pada waktu itu asam dipikirkan
sebagai oksida dari tenmetal, dan senyawa yang sekarang kita kenal sebagai H2SO4, misalnya,
dianggap sebagai asam asam plus air kristal. Dalam cara yang sama, asam muriarat (HCl)
waktu itu ditulis seabgai XO, HO di mana XO adalah asam anhidrat dan HO adalah air kristal
yang ditulis dalam bentuk yang karakteristik jaman itu. Struktur asam muriatat semacam itu
kelihatannya mendapat dukungan dari studi reaksi netralisasi. Jika kita meninjau reaksi asam
sulfat dengan kapur, kita menemukan bahwa pada waktu itu reaksinya dinyatakan sebagai
+ 3 , , 3 +
Dalam teori asam basa Lavoisier, oksida nonlogam yang dapat bereaksi dengan basa
membentuk garam dan air dinamakan oksida asam. Reaksi tesebut terjadi karena ion OHbereaksi dengan oksida asam membentuk anion sisa asam dan air. Contoh dari reaksi ini adalah:
2 + 2 32 + 2
Dan oksida logam yang dapat bereaksi dengan asam membentuk garam dan air dinamakan
oksida basa. Reaksi ini terjadi karena ion H+ asam bereaksi dengan ion O2- dari oksida basa
membentuk air. Contoh dari reaksi ini adalah:
+ 23 (3 )2 + 2
Liedbig
Sebelumnya Gay-Lusac pernah menyarankan bahwa asam yang tidak mengandung
oksigen harus dianggap sebagai suatu kelas senyawa baru yang disebut hidrasida. Namun,
pandangan itu hanya berumur sebentar dan ditumbangkan oleh Liedbig yang menyampaikan
argumentasi cukup menyakinkan yaitu bahwa adalah lebih sederhana untuk memandang asam
sebagai senyawa yang mengandung atom hidrogen yang dapat diganti oleh logam. Pandangan
ini memperatukan semua senyawa yang kemudian dikenali sebagai asam ke dalam satu
klasifikasi yang sama.
Arrhenius
2

Menurut model Arrhenius, suatu asam adalah senyawa yang mengandung hidrogen yang
melepaskan ion hidrogen dalam larutan air, dan basa adalah senyawa yang mengandung gugus
hidroksil yang melepaskan ion hidroksil dalam larutan air. Proses netralisasi asam oleh basa
dapat ditunjukkan dengan reaksi
+ + = 2
Dengan definisi Arrhenius ini, banyak segi dari perilaku asam basa dapat dipahami
dengan suatu gambaran mekanistik, dan untuk pertama kalinya hubungan kuantitatif dapat
ditentukan. Ini adalah jenis model yang membawa kemajuan pesat dalam tiap fase ilmu
pengetahuan. Misalnya, bahang netralisasi yang tetap dari asam kuat oleh basa kuat dapat
langsung dimengerti dengan gambaran Arrhenius. Karena semua reaksi netralisasi hanya
melibatkan penggabungan ion hidrogen dan ion hidroksil saja, maka dapat diharapkan bahwa
bahang netralisasi molar kurang lebih tetap. Teori ini juga memungkinkan dialkukannya
penentuan kuantitatif dari kekuatan asam dan basa dan evaluasi hubungan kesetimbangan
sebagai berikut:
+

Reaksi ionisasi zat asam dalam air adalah sebagai berikut:


+ +
Contoh dari reaksinya adalah:
+ +

Reaksi ionisasi zat asam dalam air adalah sebagai berikut:


() + +
Contoh dari reaksinya adalah:
+ +

Bronsted-Lowry
Klimaks dari konsep hidrogen terjadi pada tahun 1923, ketiga Bronsted di Denmark
dan Lowry di Inggris secara terpisah menyarankan bahwa: asam adalah: asam adalah spesies
yang cenderung melepaskan proton dan basa adalah spesies yang cenderung menerima
proton. Langsung kelihatan bahwa definisi semacam ini tidak merubah tahna (status) asam
atau basa Arrhenius. Senyawa yang mengandung gugus hidroksil yang melepaskan ion
hidroksida dalam air masih tetap merupakan basa dan senyaawa yang mengandung hidrogen
dan melepaskan ion hidrogen dalam air masih tetap mrupakan asam. Meskipun demikian,
ruang lingku reaksi asam basa menjadi bertambah luas dan banyak keurangan yang ditemuak
dalam definisi Arrhenius dapat dihilangkan. Contoh dari asam basa ini adalah
+

3 () + 2 () 3 ()
+ 3 ()

Asam 1

Basa 2

Asam 2

Basa 1
3

Lux-Flood
Definisi sistem asam-basa menurut Lux-Flood merupakan sistem asam-basa dalam
larutan nonprotik yang tidak dapat menggunakan definisi Bronsted-Lowry. Contohnya dapat
kita lihat pada:
+ 2 3
Disini, CaO sebagai basa atau pemberi oksida dan SiO2 yang mana berperan sebagai asam
atau penerima oksida. Sistem Lux-Flood terbatas pada sistem lelehan oksida, namun
merupakan aspek anhidrida asam-basa dari kimia asam- basa yang sering diabaikan.
Contoh dari basa menurut Lux-Flood adalah suatu anhidrida basa seperti berikut:
2+ + 2 + 2 2+ + 2
dan contoh dari asam menurut Lux-Flood adalah suatu anhidrida asam seperti berikut:
2 + 2 2 3

Lewis
Pada tahun yang sama dengan diterbitkannya definisi Bronsted-Lowry, G. N. Lewis
mencoba mengatasi persoalan definisi asam-basa dari arah yang sekarang dapat dianggap
menimbulkan persatuan dari hampir semua definisi yan ada. Dengan jlan menekankan
kembali perlunya data eksperimental, Lewis menyarankan empa kriteria berikut untuk
klasifikasi asam-basa:
(1) Jika suatu asam dan basa dapat bergabung maka proses penggabungan atau netralisasi
tersebut adalah cepat
(2) Suatu asam atau basa akan menggantikan asam atau basa yang lebih lemah dari
senyawanya.
(3) Asam dan basa bisa dititrasi satu terhadap yang lain denganmenggunakan zat yang
biasanya berwarna dan disebut sebaga indikator.
(4) Baik asam maupun basa memainkan peranan yang sangat penting dalam meningkatkan
proses kimia melalui kemampuannya untuk bertindak sebagai katalisator.
Dengan maju selangkah lagi,
Lewis menunjukkan bahwa penyebab sifat karaktereistik ini terdapat pada struktur
elekstron dari asam dan basa bersama-sama dengan pembentukan ikatan kovalen koordinat.
Menurut Lewis, basa adalah spesies yang mampu memberikan sepasang elektron untuk
membentuk ikatan kovalen , dan asam adalah spesies yang mampu menerima sepasang
elektron untuk membentuk ikatan kovalen. Dengan demikian netralisasi dapat ditimbulkan
dari pembentukan ikatan kovalen. Contoh dari basa lewis, salah satunya adalah:
3() + () 4+ () + ()
Usavonich
Meskipun definisi Lewis dan Bronsted adalah yang paling umum digunakan, masih
ada beberapa klasfikasi lain yang dikemukakan untuk menafsirkan perilaku asam-basa. Di
antara klasifikasi tersebut mungkin yang paling penting adalah definisi positif-negatif oleh
Usanovich, dimana asam didefinisikan sebagai spesies yang mampu memberikan kation
untuk bergabung dengan anion atau elektron, atau menetralkan basa untuk menghasilkan
garam. Basa didefinisikan sebagai spesies yang mampu memberikan anion atau elektron
4

untuk bergabung dengan kation, atau menetralkan asam untuk menghasilkan garam. Jelas
bahwa definisi Usanovich mencakup baik semua definisi asam-basa yang telah ada
sebelumnya maupun reaksi oksidasi-reduksi sebagai kelas khusus dalam reaksi asam-basa.
Contoh dari reaksi basa dalam Usavonich adalah + + 1 dan contohnya dalam
reaksi asam adalah 2 + 2 2.
Sir Humphrey Davy
Definisi asam basa menurut sistem pelarut (solvent) ini diterapkan pada pelarut yang
dapat terdisosiasi menjadi kation dan anion (autodisosiasi). Asam adalah suatu kation yang
berasal dari reaksi autodisosiasi pelarut yang dapat meningkatkan konsentrasi kation dalam
pelarut. Basa adalah suatu anion yang berasal dari reaksi autodisosiasi pelarut yang dapat
meningkatkan konsentrasi anion pelarut. Contoh dari definisi asam menurut sistem pelarut
(solvent) ini adalah
4 + 3 4+ + + 4
Dan contoh dari definisi basa menurut sistem pelarut (solvent) ini adalah
3 + 2 ()2 4+ + 2 ()