Anda di halaman 1dari 30

REFERAT BAGIAN ILMU BEDAH

ILEUS OBSTRUKTIF

Pembimbing:
dr. H. Yarie Hendarman Hudly, Sp.B. FinaCS.
Disusun Oleh :
Ferry Ismail
NPM. 10310148

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
MALAHAYATI
SMF BEDAH RSUD TASIKMALAYA

Definisi
Ileus adalah gangguan pasase isi usus yang
merupakan tanda adanya obstruksi usus akut yang
segera memerlukan pertolongan atau tindakan.
Gangguan pasase usus dapat disebabkan oleh
obstruksi lumen usus yang disebut ileus obstruktif
atau oleh gangguan peristaltik yang selanjutnya
disebut sebagai ileus paralitik.

Penyebab Ileus Obstruktif

Adhesi (perlekatan usus halus) merupakan


penyebab tersering ileus obstruktif, sekitar 5070% dari semua kasus. Adhesi bisa disebabkan
oleh riwayat operasi intraabdominal sebelumnya
atau proses inflamasi intraabdominal
Hernia
Tumor primer usus halus dapat menyebabkan
obstruksi intralumen, sedangkan tumor
metastase atau tumor intraabdominal dapat
menyebabkan obstruksi melalui kompresi
eksternal

Intususepsi usus halus menimbulkan


obstruksi dan iskhemia terhadap bagian
usus yang mengalami intususepsi. Tumor,
polip, atau pembesaran limphanodus
mesentericus dapat sebagai petunjuk awal
adanya intususepsi
Volvulus sering disebabkan oleh adhesi atau
kelainan kongenital, seperti malrotasi usus.
Volvulus lebih sering sebagai penyebab
obstruksi usus besar.

PATOFISIOLOGI

Klasifikasi

Berdasarkan penyebabnya ileus obstruktif dibedakan


menjadi tiga kelompok:
1)
Lesi-lesi intraluminal, misalnya fekalit, benda asing,
bezoar, batu empedu.
2)
Lesi-lesi
intramural,
misalnya
malignansi
atau
inflamasi.
3)
Lesi-lesi ekstramural, misalnya adhesi, hernia, volvulus
atau intususepsi.

Ileus obstruktif dibagi lagi menjadi tiga jenis dasar:


1) Ileus obstruktif sederhana, dimana obstruksi tidak
disertai dengan terjepitnya pembuluh darah.
2) Ileus obstruktif strangulasi, dimana obstruksi yang
disertai adanya penjepitan pembuluh darah sehingga
terjadi iskemia yang akan berakhir dengan nekrosis
atau gangren yang ditandai dengan gejala umum berat
yang disebabkan oleh toksin dari jaringan gangren.
3) Ileus obstruktif jenis gelung tertutup, dimana
terjadi bila jalan masuk dan keluar suatu gelung usus
tersumbat, dimana paling sedikit terdapat dua tempat
obstruksi.

Untuk keperluan klinis dan berdasarkan letak sumbatan, ileus


obstruktif dibagi dua:
1)
Ileus obstruktif usus halus, yaitu obstruksi letak tinggi
dimana mengenai duodenum, jejunum dan ileum
2)
Ileus obstruktif usus besar, yaitu obstruksi letak rendah
yang mengenai kolon, sigmoid dan rectum.

Manifestasi Klinis

Terdapat 4 tanda kardinal gejala ileus obstruktif :


1)
Nyeri abdomen
2)
Muntah
3)
Distensi
4)
Kegagalan buang air besar atau gas (konstipasi)

Gejala utama nyeri kolik, mual-muntah dan obstipasi.

Adanya flatus atau feses selama 6-12 jam setelah gejala


merupakan ciri khas dari obstruksi parsial.

Nyeri kram abdomen bisa merupakan gejala penyerta,


nyeri menyebar dan jarang terlokalisir, namun sering
dikeluhkan nyeri pada bagian tengah abdomen, sekitar
umbilikus atau bagian epigastrium.

Saat nyeri menetap dan terus menerus curiga telah


terjadi strangulasi dan infark.

Kegagalan untuk defekasi dan flatus merupakan tanda


yang penting untuk membedakan terjadinya obstruksi
komplit atau parsial.

Tanda awal penderita segera mengalami dehidrasi.

Massa yang teraba dapat di diagnosis banding dengan


keganasan, abses, ataupun strangulasi.

Auskultasi digunakan untuk membedakan pasien menjadi


tiga kategori : loud, high pitch dengan burst ataupun
rushes yang merupakan tanda awal terjadinya obstruksi
mekanik.

Saat bising usus tak terdengar dapat diartikan bahwa


obstruksi telah berlangsung lama, ileus paralitik atau
terjadinya infark.

Tanda-tanda terjadinya strangulasi seperi nyeri terus


menerus, demam, takikardia, dan nyeri tekan bisa tak
terdeteksi pada 10-15% pasien sehingga menyebabkan
diagnosis strangulasi menjadi sulit untuk ditegakkan.

Pada obstruksi karena strangulasi bisa terdapat takikardia,


nyeri tekan lokal, demam, leukositosis dan asidosis.

Diagnosis

Anamnesis
Pada ileus obstruktif usus halus kolik dirasakan di sekitar
umbilkus,

Ileus obstruktif usus besar kolik dirasakan di sekitar


suprapubik.
Muntah pada ileus obstruktif usus halus berwarna
kehijaun
Pada ileus obstruktif usus besar onset muntah lama.

Pemeriksaan Fisik
1)
Inspeksi
Ditemukan tanda-tanda generalisata dehidrasi, yang
mencakup kehilangan turgor kulit maupun mulut dan
lidah kering. Pada abdomen harus dilihat adanya
distensi, parut abdomen, hernia dan massa abdomen.
Inspeksi pada penderita yang kurus/sedang juga dapat
ditemukan darm contour (gambaran kontur usus)
maupun darm steifung (gambaran gerakan usus).

2)

Palpasi dan perkusi


Ppalpasi didapatkan distensi abdomen dan perkusi
tympani yang menandakan adanya obstruksi.
Palpasi bertujuan mencari adanya tanda iritasi
peritoneum apapun atau nyeri tekan, yang
mencakup defance musculair involunter atau
rebound dan pembengkakan atau massa yang
abnormal.

3)

Auskultasi
Terdengar kehadiran episodik gemerincing logam
bernada tinggi dan gelora (rush) diantara masa
tenang. Tetapi setelah beberapa hari dalam
perjalanan penyakit dan usus di atas telah
berdilatasi, maka aktivitas peristaltik (sehingga
juga bising usus) bisa tidak ada atau menurun.

Pemeriksaan Radiologi
Foto polos abdomen (foto posisi supine, posisi tegak
abdomen atau posisi dekubitus) dan posisi tegak
thoraks. Pada foto abdomen dapat ditemukan beberapa
gambaran, antara lain:
1)
Distensi usus bagian proksimal obstruksi
2)
Kolaps pada usus bagian distal obstruksi
3)
Posisi tegak atau dekubitus: Air-fluid levels
4)
Posisi supine dapat ditemukan distensi usus dan
step-ladder sign
5)
String of pearls sign, gambaran beberapa kantung
gas kecil yang berderet
6)
Coffee-bean sign, gambaran gelung usus yang
distensi dan terisi udara dan gelung usus yang
berbentuk U yang dibedakan dari dinding usus yang
oedem.
7)
Pseudotumor Sign, gelung usus terisi oleh cairan.

Dilatasi usus

Herring Bone

Coffee Bean

Step Ladder

Penatalaksanaan

Pasien dengan obstruksi intestinal biasanya mengalami


dehidrasi dan kekurangan Natrium, Khlorida dan Kalium
yang membutuhkan penggantian cairan intravena dengan
cairan salin isotonic seperti Ringer Laktat.

Urin harus di monitor dengan pemasangan Foley Kateter.

Pemeriksaan elektrolit serial, seperti halnya hematokrit dan


leukosit, dilakukan untuk menilai kekurangan cairan.

Antibiotik spektrum luas diberikan untuk profilaksis atas


dasar temuan adanya translokasi bakteri pada ostruksi
intestinal.

Dekompresi

Pemasangan
nasogastric
tube
bertujuan
untuk
mengosongkan lambung, mengurangi resiko terjadinya
aspirasi pulmonal karena muntah dan meminimalkan
terjadinya distensi abdomen.

Pasien dengan obstruksi parsial dapat diterapi secara


konservatif dengan resusitasi dan dekompresi.

Penyembuhan gejala tanpa terapi operatif


sebesar 60 85% pada obstruksi parsial.

dilaporkan

Terapi Operatif
Pada umumnya dikenal 4 macam (cara) tindakan bedah
yang dikerjakan pada obstruksi ileus.
1)
Koreksi sederhana (simple correction).Tindakan bedah
sederhana untuk membebaskan usus dari jepitan,
misalnya pada hernia incarcerata non-strangulasi,
jepitan oleh streng/adhesi atau pada volvulus ringan.
2)
Tindakan operatif by-pass.Membuat saluran usus baru
yang "melewati" bagian usus yang tersumbat, misalnya
pada
tumor
intralurninal,
Crohn
disease,
dan
sebagainya.
3)
Membuat fistula entero-cutaneus pada bagian proximal
dari tempat obstruksi, misalnya pada Ca stadium lanjut.
4)
Melakukan reseksi usus yang tersumbat dan membuat
anastomosis ujung-ujung usus untuk mempertahankan
kontinuitas lumen usus, misalnya pada carcinomacolon,
invaginasi strangulata, dan sebagainya.

TERIMA KASIH