Anda di halaman 1dari 42

LABORATORIUM PENGENDALIAN PROSES

SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2014/2015

Modul

: Dinamika Tangki Seri

Pembimbing

: Shoerya Shoelarta, LRSC, MT

Praktikum

: 20 Mei 2015

Pengumpulan Laporan : 10 Juni 2015

oleh
Kelompok

:8

Nama

: Dila Adila

(131411059)

Rima Agustin Merdekawati (131411061)


Ulfa Nurul Azizah
Kelas

(131411063)

: 2A

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLTIEKNIK NEGERI BANDUNG
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Suatu unit dimana terjadi reaksi kimia disebut reactor. Macam dan ragam jenis reactor
cukup banyak variasinya. Secara garis besar, secarat teoritis , jenis reactor dibagi menjadi
tiga golongan besar, yaitu reactor batch (batch reactor), reactor tangki berpengaduk, dan
reactor pipa ideal. Continous stired tank reactor sering digunakan untuk mereaksikan baha
berujud cair, sehingga sering dipakai untuk reaksi polimerisasi, bahan-bahan farmasi dan
reaksi-reaksi sintesa.
Perhitungan-perhitungan yang melibatkan reactor tangki biasanya menganggap reactor
ideal, seperti waktu tinggal partikel adalah sama untuk semua reaktan dan penyebarannya
homogeny di setiap tempat dalam reactor. Pada kenyataanya reactor ideal itu tidak ada, yang
terjadi adalah adanya partikel yang lolos keluar dengan cepat, adanya wilayah yang tidak
tersirkulasi dan adanya gumpalanyang tidak tersebar.
Derajat ketidakidealan reactor CSTR dapat diperkirakan dengan menambahkan tracer
ke dalam reactor. Dalam praktikum ini tracer diganti dengan larutan NaCl dan menghitung
daya hantar listriknya (DHL) kedalamk reactor tangki berpengaduk.
1.2 TUJUAN PERCOBAAN
1.2.1 Tujuan Umum
Setelah melaksanakan praktikum, mahasiswa memperoleh :
1. Ketrampilan mengoperasikan peralatan berbasis reaktor tangki berpengaduk.
2. Kemampuan aplikasi pengetahuan reaktor tangki berpengaduk terhadap
penyimpangan yang mungkin terjadi.
3. Peningkatan kemampuan logika berbasis reaktor

tangki berpengaduk terhadap

hubungan-hubungan antara kecepatan putar pengaduk, ketidakidealan, volume


efektif reactor.
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Membuat kurva kalibrasi hubungan antara daya hantar listrik (DHL) terhadap
konsentrasi NaCl.
2. Memahami fenomena perbedaan respon konsentrasi yang ditunjukkan dari masingmasing tangki yang tersusun seri.
3. Memahami perbedaan yang terjadi dari input step dengan pulse.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.

Daya Hantar Listrik (DHL)


Pengukuran konsentrasi larutan NaCl dalam reaktor tangki dilakukan secara tidak langsung,
yaitu dengan mengukur daya hantar listrik larutan dalam tangki, kemudian dikonversi
kedalam konsentrasi.
Hubungan antara daya hantar listrik (DHL) terhadap konsentrasi NaCl dapat didekati
(1)
Dimana C adalah konsentrasi dalam mole/liter, G hasil pengukuran daya hantar listrik mho.s,
K adalah konstanta konduktivitas sel dan L adalah daya hantar equivalen (cm2 mho/mole).
Harga K adalah tetap, yaitu 0.3 dan harga L merupakan fungsi temperatur dan konsentrasi
sehingga hubungannya tidak linier.

Untuk mengetahui besarnya konsentrasi NaCl dalam tangki dilakukan pengukuran besar
DHL larutan, dengan mengeplotkan pada kurva hubungan antara konsentrasi dengan DHL
diperoleh harganya. Kurva hubungan tersebut dapat dibuat dengan mengambil data harga
DHL pada berbagai variasi konsentrasi NaCl, kemudian dialurkan.
2.2.

Dinamika Reaktor Tangki


Reaktor CSTR bekerja secara kontinyu, dengan laju massa umpan sama besar dengan laju
massa keluar dari tangki. Sketsa tangki CSTR tunggal dapat dilihat gambar 1. Umpan dengan
konsentrasi tetap Co mengalir secara kontinyu
Q0 dapat dipandang sebagai umpan dengan pola
step
Dimana :
q0
q1
C0
C1
V

: laju alir volume masuk


: laju alir volume keluar
: konsentrasi umpan
: konsentrasi dalam tangki, f=(t)
: volume tangki

V
C1

Neraca massa NaCl


[laju akumulasi] = [laju masuk laju keluar]

q1

(2)
Untuk laju alir masuk sama dengan laju alir keluar (=q), ruas kiri dan kanan dari persamaan 1
dibagi dengan laju alir q, persamaan menjadi:

..(3)

Persamaan 2 dapat diselesaikan dengan integrasi


(4)
Integrasi dapat diselesaikan dengan memisalkan, U = Co Ci ; sehingga dU = -dCi sehingga
syarat batasnya menjadi :
t = 0 ; Ci = 0 ; U0 = Co
t = t ; Ci = Ci ; U = Ci-Co
.(5)

(6)
= (7)
C1 = C0.(1-e-1/)(8)
Persamaan (7) mencerminkan hubungan antara konsentrasi NaCl terhadap waktu pada
reaktor tunggal CSTR dengan umpan berbentuk step. Persamaan tersebut diperlihatkan
dalam bentuk kurva akan terlihat sebagai gambar 2. Dibawah.
Pada saat konsentrasi (Ci) mendekati konstan yaitu pada saat t=t ; konsentrasi NaCl dalam
tangki adalah Ck (Ck mendekati harga Co)
Ck = Co (1-e-4/r)
Pada saat Ci = Ck input step dihentikan, kemudian diganti dengan umpan berupa
aquadest, konsentrasi NaCl = nol. (model ini dapat dianggap seperti kelakuan tangki setelah
mendapat input berupa puise).
Neraca Massa NaCl
[laju akumulasi] = [laju masuk laju keluar]
.(9)
Untuk laju alir masuk sama dengan laju alir keluar (=q), Co = 0 (aquadest) ruas kiri dan
kanan dari persamaan 1 dibagi dengan laju alir q, persamaan menjadi :
(10)
Persamaan 8 dapat diselesaikan dengan integrasi
.(11)
Syarat batas dari persamaan adalah :
t = 0 ; Ci = Ck dan pada t=t ; Ci = C1
Ci = Ck.(e-1/).(12)
persamaan (12) mencerminkan hubungan antara konsentrasi NaCl terhadap waktu pada
reaktor tunggal CSTR dengan umpan berbentuk puise.
.
2.3.
Efektivitas Tangki
Efektivitas tangki dapat diukur dari perbandingan volume tangki sesungguhnya dibandingkan
dengan volume yang diperoleh dari perhitungan. Volume tangki sesungguhnya dapat dihitung
dengan mengukur dimensi tangki, yaitu diameter dan tinggi dari tangki.

Volume efektif dari tangki, yaitu volume yang benar-benar terpakai untuk terjadinya reaksi
dapat diperkirakan dari penurun lebih lanjut persamaan (2). Yaitu menghitung harga gradient
konsentrasi NaCl pada saat t=0 pada reaktor CSTR dengan umpan step pada tangki pertama.
Pada saat t=0 ; Ci=0 ; persamaan menjadi
.(13)
.
.(14)
Harga gradient konsentrasi ini juga dapat dihitung dari aluran data konsentrasi terhadap
waktu yang diperoleh dari percobaan.
..(15)
Masukkan Pers. (13) ke Pers. (14)
..(16)
V = q0.t..(17)
Persamaan (17) dapat digunakan untuk menghitung volume efektif dari reaktor CSTR yang
dipergunakan dalam praktikum.

BAB 3
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Alat dan Bahan
No

Alat

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Gelas kimia
Labu seukuran 100 ml
Botol semprot
Timbangan analitik
Pipet seukuran 10 ml
Ember plastic
Stopwatch
Alat ukur DHL
Reaktor tangki seri
Bola hisap

Bahan
Aquadest dan air kran
NaCl teknis 50 gram

3.2 PROSEDUR PERCOBAAN


Pembuatan Larutan NaCl 1 % berat
a. Timbang NaCl 50 gram
b. Larutkan dalam aquadest sampai volumenya 5000 mL
c. Ukur DHL larutan NaCl dan DHL aquadest
Pembuatan Kurva Kalibrasi
a. Ambil 10 mL larutan NaCl dengan pipet seukuran 10 mL, kemudian keluarkan isinya
dalam gelas kimia

b. Ambil 10 mL aquadestdengan pipet seukuran 10 ml, campurkan dengan larutan diatas


sehingga memperoleh larutan NaCl dengan pengenceran 2 kali
c. Ukur DHL larutan
d. Ulangi prosedur a, kemudian tambahkan aquadest sehingga memperoleh larutan
dengan pengenceran tertentu
e. Ukur DHL dari masing- masing larutan setelah pengenceran.
Pengamatan Respons Tangki
a. Isi ketiga tangki dengan aquadest sampai level ketinggian sama
b. Nyalakan pompa atur flow meter sehingga diperoleh laju alir volume 200 cm 3 per
menit
c. Ukur DHL masing-masing tangki
d. Siapkan larutan NaCl 1 % yang telah dibuat, kemudian alirkan ke dalam tangki
pertama dengan laju alir 200 cm3/menit
e. Ukur DHL masing masing tangki tiap 5 menit secara bersamaan
f. Hentikan pengukuran apabila nilai DHL tangki ke 3 berharga mendekati harga DHL
larutan NaCl 1 % atau larutan yang dipompakan telah habis
g. Siapkan aquadest, kemudian alirkan dalam tangki dengan laju alir volume 200
cm3/menit
h. Ukur DHL masing- masing tangki tiap 5 menit secara bersamaan
i. Hentikan pengukuran apabila ilai DHL tangki ke 3 mendekati harga DHL aquadest
atau aquadest yang dipompakan telah habis
j. Lakukan lagi prosedur a i dengan pengaduk dihidupkan dilakukan dengan variasi
laju alir dan kecepatan pengadukan.

BAB 4
DATA PENGAMATAN DAN HASIL PENGOLAHAN DATA

4.1 Data Pengamatan


Dimensi Tangki

Tinggi tangki = 10 cm
Diameter tangki

= 13 cm

Volume tangki sesungguhnya :


Volume tangki

= Ax h
= 1/4d2x h
= x 3,14 x 82 cm2x 13 cm
= 653 cm3
Tabel 1 Data Pengamatan Kalibrasi

Konsentrasi
NaCl (%)
1
0.5
0.2
0.05
0.025
0.0142
0.001

DHL
(mikroSiemens)
8.5
5.71
3.02
1.078
0.648
0.593
0.528

Tabel 2 DHL Larutan dalam Penambahan Larutan NaCl 1 %

Q(
100

50

20

t (menit)
5
10
15
5
10
15
5
10
15

Daya Hantar Listrik (mikroSiemens)


Putaran Rendah
Putaran Tinggi
Tangki
Tangki
Tangki
Tangki
Tangki
Tangki
3
2
1
3
2
1
1.5
2.43
6.48
2.71
6.7
9.04
5.45
4.37
7.96
5.23
8.57
9.83
2.49
5.24
8.53
5.94
9.14
9.48
9.03
9.82
10.41
6.87
9.05
10.21
9.21
9.95
10.38
7.47
9.52
10.21
9.6
10
10.63
8.58
9.57
10.23
9.41
9.85
10.18
9.16
10.01
10.51
8.47
10.01
10.45
9.63
10.13
10.48
9.76
10.03
10.42
9.76
10.1
10.47

4.2 Hasil Pengolahan Data


4.2.1 Kurva Kalibrasi DHL vs Konsentrasi NaCl

Kurva 1 Kalibrasi antara DHL terhadap Konsentrasi NaCl

4.2.2 Kurva antara Konsentrasi Masing-Masing Tangki terhadap DHL


Tabel 3 Harga konsentrasi pada setiap DHL masing-masing tangki

Q(

t (menit)

)
100

50

20

5
10
15
5
10
15
5
10
15

Daya Hantar Listrik (mikroSiemens)


Putaran Rendah
Putaran Tinggi
Tangki 3
1.5
5.45
2.49
9.03
9.21
9.6
9.41
8.47
9.76

Tangki
2
2.43
4.37
5.24
9.82
9.95
10
9.85
10.01
10.03

Tangki
1
6.48
7.96
8.53
10.41
10.38
10.63
10.18
10.45
10.42

Tangki
3
2.71
5.23
5.94
6.87
7.47
8.58
9.16
9.63
9.76

Tangki
2
6.7
8.57
9.14
9.05
9.52
9.57
10.01
10.13
10.1

Tangki
1
9.04
9.83
9.48
10.21
10.21
10.23
10.51
10.48
10.47

Konsentrasi Garam
Putaran Rendah
Putaran Tinggi
Tangki
3
0.09
0.57
0.21
1.00
1.02
1.07
1.05
0.93
1.09

Tangki
2
0.20
0.44
0.54
1.10
1.11
1.12
1.10
1.12
1.12

Tangki
1
0.69
0.87
0.94
1.17
1.16
1.20
1.14
1.17
1.17

Tangki
3
0.24
0.54
0.63
0.74
0.81
0.95
1.02
1.07
1.09

Tangki
2
0.72
0.95
1.01
1.00
1.06
1.07
1.12
1.13
1.13

Tangki
1
1.00
1.10
1.06
1.14
1.14
1.15
1.18
1.18
1.18

4.2.3 Kurva antara Konsentrasi Masing-Masing Tangki Terhadap Waktu

4.2.4 Kurva antara Konsentrasi Masing-Masing Tangki terhadap Daya Hantar Listrik Ekuivalen (L)

100

50

20

t
(menit
)

Daya Hantar Listrik (mikroSiemens)


Putaran Rendah
Tangki Tangki Tangki
3
2
1

Konsentrasi Garam

Putaran Tinggi
Tangki Tangki Tangki
3
2
1

Putaran Rendah
Tangki Tangki Tangki
3
2
1

L(Daya Hantar Ekuivalen)

Putaran Tinggi
Tangki Tangki Tangki
3
2
1

K
Tangki
3

Putaran Rendah
Tangki
Tangki
2
1

Tangki
3

Putaran Tinggi
Tangki
Tangki
2
1

1.5

2.43

6.48

2.71

6.7

9.04

0.09

0.20

0.69

0.24

0.72

1.00

0.3

4990.47

3595.82

2805.47

3435.81

2793.38

2704.47

10

5.45

4.37

7.96

5.23

8.57

9.83

0.57

0.44

0.87

0.54

0.95

1.10

0.3

2877.18

2996.26

2738.33

2896.78

2718.06

2684.81

15

2.49

5.24

8.53

5.94

9.14

9.48

0.21

0.54

0.94

0.63

1.01

1.06

0.3

3557.18

2895.84

2719.29

2839.51

2701.78

2693.08

9.03

9.82

10.41

6.87

9.05

10.21

1.00

1.10

1.17

0.74

1.00

1.14

0.3

2704.74

2685.04

2672.42

2784.63

2704.20

2676.52

10

9.21

9.95

10.38

7.47

9.52

10.21

1.02

1.11

1.16

0.81

1.06

1.14

0.3

2699.93

2682.12

2673.03

2757.28

2692.10

2676.52

15

9.6

10

10.63

8.58

9.57

10.23

1.07

1.12

1.20

0.95

1.07

1.15

0.3

2690.17

2681.02

2668.10

2717.75

2690.89

2676.10

9.41

9.85

10.18

9.16

10.01

10.51

1.05

1.10

1.14

1.02

1.12

1.18

0.3

2694.82

2684.36

2677.15

2701.25

2680.80

2670.43

10

8.47

10.01

10.45

9.63

10.13

10.48

0.93

1.12

1.17

1.07

1.13

1.18

0.3

2721.16

2680.80

2671.62

2689.46

2678.21

2671.03

15

9.76

10.03

10.42

9.76

10.1

10.47

1.09

1.12

1.17

1.09

1.13

1.18

0.3

2686.41

2680.36

2672.22

2686.41

2678.85

2671.22

4.2.5 Menentukan nilai t dan volume tangki efektifitas


Pengadukan

Rendah

Tinggi

Laju Alir
(cm3/min)

Volume Efektif (%)


Tangki 1

Tangki 2

Tangki 3

100

45.99

46.64

48.37

50

96.74

87.07

93.62

20

251.15

251.15

240.07

100

60.46

46.64

46.64

50

96.94

93.29

96.74

20

217.67

241.85

236.59

Gambar 1 Kurva Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 100 di Tangki 1

Gambar 2 Kurva Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 100 di Tangki 2

Gambar 3 Kurva Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 100 di Tangki 3

Gambar 4 Kurva Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 50 di Tangki 1

Gambar 5 Kurva Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 50 di Tangki 2

Gambar 6 Kurva Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 50 di Tangki 3

Gambar 7 Kurva Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 50 di Tangki 1

Gambar 8 Kurva Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 20 di Tangki 2

Gambar 9 Kurva Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 20 di Tangki 3

Putaran Tinggi

Gambar 10 Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 100 di Tangki 1

Gambar 11 Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 100 di Tangki 2

Gambar 12 Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 100 di Tangki 3

Gambar 13 Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 50 di Tangki 1

Gambar 14 Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 50 di Tangki 2

Gambar 15 Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 50 di Tangki 3

Gambar 16 Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 20 di Tangki 1

Gambar 17 Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 20 di Tangki 2

Gambar 18 Konsentrasi NaCl terhadap Waktu pada Laju 20 di Tangki 3

BAB 5
PEMBAHASAN
Pada praktikum pengendalian proses ini dilakukan analisis konsentrasi NaCl yang
terukur dalam tangki. Tujuan dari praktikum ini adalah untuk dapat membuat kurva
kalibrasi hubungan antara DHL terhadap konsentrasi NaCl, memahami perbedaan
respons konsentrasi yang ditunjukan dari masing-masing tangki yang bersusun seri,
memahami perbedaan yang terjadi dari input step dan pulse, dan menghitung volume
efektif dari tangki.
Jenis reaktor yang digunakan dalam percobaan adalah Continuous Stired Tank
Reactor (CSTR) yang disusun secara seri. Metode percobaan yang dilakukan yaitu
dengan mengukur nilai DHL NaCl pada 3 tangki yang berbeda. Kemudian hasil ini
dikonversi untuk mengetahui konsentrasi larutan NaCl. Konversi nilai DHL terhadap
konsentrasi dilakukan dengan membuat kurva kalibrasi antara konsentrasi NaCl terhadap
nilai DHL yang terukur.
Langkah awal yang dilakukan adalah membuat larutan NaCl 1% dan diukur nilai
DHL-nya. Kemudian dilakukan pembuatan kurva kalibrasi dengan cara mengencerkan
larutan NaCl 1% menjadi larutan NaCl 0,5%,0,2%,0,05%,0,025%,0,0142% dan 0,001%.
Masing-masing konsentrasi larutan NaCl diukur nilai DHL-nya. Berdasarkan kurva
kalibrasi antara DHL terhadap konsentrasi NaCl, dapat disimpulkan bahwa semakin
besar konsentrasi maka semakin besar pula nilai DHL yang terukur.
Selanjutnya dilakukan pengamatan respons tangki terhadap perbedaan daya hantar
listrik dari suatu larutan. Larutan yang digunakan adalah larutan NaCl 1%. Pengamatan
dilakukan berdasarkan fungsi waktu larutan yang ditambahkan pada tangki, daya hantar
listrik (DHL) yang terukur berdasarkan fungsi waktu semakin lama bertambah besar.
Dari ketiga tangki, tangki pertama memiliki daya hantar listrik paling besar diantara yang
lain karena pada tangki pertama, larutannya memiliki konsentrasi NaCl paling tinggi.
Hal tersebut dapat dijelaskan dengan analogi bahwa tangki pertama secara langsung
berkontak dengan aliran umpan NaCl sementara tangki kedua dan tangki ketiga
konsentrasi umpan yang masuk merupakan konsentrasi akumulasi NaCl dalam tangki
pertama. Berdasarkan kurva konsentrasi terhadap waktu dengan pengadukan ,semakin
lama waktu pengadukan maka konsentrasinya akan semakin meningkat. Hal ini
disebabkan NaCl yang dimasukan akan tercampur rata sehingga mengukur konsentasi di
dekat input atau jauh dari input data akan sama.

Efektifitas tangki dapat diukur dari perbandingan volume tangki sesungguhnya


dibandingkan dengan volume yang diperoleh dari perhitungan. Berdasarkan hasil
percobaan efektifitas tangki yang diperoleh pada tangki dengan pengadukan cepat lebih
tinggi dibandingkan dengan tangki dengan pengadukan lambat. Hal ini terjadi karena
pada kondisi pengadukan lambat, reaksi terjadi lebih lambat sehingga volume tangki
yang terpakai lebih besar dibandingkan dengan kondisi yang disertai pengadukan cepat.

BAB 6
KESIMPULAN

1. Semakin besar nilai DHL terukur maka semakin besar pula konsentrasi larutan.
2. Daya hantar yang terukur berdasarkan fungsi waktu semakin bertambah besar. Dari
ketiga tangki, tangki pertama memiliki daya hantar listrik paling besar diantara yang
lain karena pada tangki pertama, larutannya memiliki konsentrasi NaCl paling tinggi.
3. Kurva kalibrasi digunakan untuk menghitung konsentrasi larutan NaCl pada setiap
tangki CSTR.
4. Semakin lama waktu pengadukan maka konsentrasinya akan semakin meningkat.
5. Efektifitas tangki yang diperoleh pada tangki dengan pengadukan cepat lebih tinggi
dibandingkan dengan tangki dengan pengadukan lambat

DAFTAR PUSTAKA
Djauhari, Agus.2012.Jobsheet Pengendalian Proses Dinamika Tangki.Bandung:Polban
Jobsheet praktikum Pengendalian Proses modul Konfigurasi Pengendalian, Jurusan Teknik
kimia, POLBAN

LAMPIRAN PERHITUNGAN

Dari Kurva Kalibrasi:


y = 8,262x + 0,755

x=

Penambahan NaCl

C=

L=

Konsentrasi Tangki 1pada laju 100 m3/menit dengan putaran pengaduk kecil

C5=

= 0,69%

L=

= 2805,47

= 2738,33

C10=

= 0,87 %

L=

C15=

= 0,94%

L=

= 2719,29

Konsentrasi Tangki 2pada laju 100 m3/menit dengan putaran pengaduk kecil

C5=

= 0,20%

L=

= 3595,82

C10=

= 0,44 %

L=

= 2996,26

C15=

= 0,54%

L=

= 2895,84

Konsentrasi Tangki 3pada laju 100 m3/menit dengan putaran pengaduk kecil

C5=

= 0,09%

L=

=4990,47

C10=

= 0,57 %

L=

= 2877,18

C15=

= 0,21%

L=

= 3557,18

Konsentrasi Tangki 1pada laju 50 m3/menit dengan putaran pengaduk kecil

C5=

= 1,17%

L=

= 2672,42

= 2673,03

C10=

= 1,16 %

L=

C15=

= 1,20%

L=

= 2668,10

Konsentrasi Tangki 2 pada laju 50 m3/menit dengan putaran pengaduk kecil

C5=

C10=

C15=

= 1,10%

= 1,11 %

= 1,12%

L=

= 2685,04

L=

= 2682,12

L=

= 2681,02

Konsentrasi Tangki 3 pada laju 50 m3/menit dengan putaran pengaduk kecil

C5=

= 1,00%

L=

= 2704,74

C10=

C15=

= 1,02 %

= 1,07%

L=

L=

= 2699,93

= 2690,17

Konsentrasi Tangki 1 pada laju 20 m3/menit dengan putaran pengaduk kecil

C5=

= 1,14%

L=

= 2677,15

C10=

= 1,17 %

L=

= 2671,62

C15=

= 1,17%

L=

= 2672,22

Konsentrasi Tangki 2 pada laju 20 m3/menit dengan putaran pengaduk kecil

C5=

= 1,10%

L=

= 2684,36

C10=

= 1,12 %

L=

= 2680,80

C15=

= 1,12%

L=

= 2680,36

Konsentrasi Tangki 3 pada laju 20 m3/menit dengan putaran pengaduk kecil

C5=

= 1,05%

L=

= 2694,82

C10=

= 0,93 %

L=

= 2721,16

C15=

= 1,09%

L=

= 2686,41

Konsentrasi Tangki 1 pada laju 100 m3/menit dengan putaran pengaduk putaran tinggi

C5=

= 1,00%

L=

= 2805,47

C10=

= 1,10 %

L=

= 2738,33

C15=

= 1,06%

L=

= 2719,29

Konsentrasi Tangki 2 pada laju 100 m3/menit dengan putaran pengaduk putaran tinggi

C5=

= 0,72%

L=

= 2793,38

C10=

= 0,95 %

L=

= 2718,06

C15=

= 1,01%

L=

= 2701,78

Konsentrasi Tangki 3 pada laju 100 m3/menit dengan putaran pengaduk putaran tinggi

C5=

= 0,24%

L=

= 3435,81

C10=

= 0,54 %

L=

= 2896,78

C15=

= 0,63%

L=

= 2839,51

Konsentrasi Tangki 1 pada laju 50 m3/menit dengan putaran pengaduk putaran tinggi

C5=

= 1,14%

L=

= 2676,52

C10=

= 1,14 %

L=

= 2676,52

C15=

= 1,15%

L=

= 2676,10

Konsentrasi Tangki 2 pada laju 50 m3/menit dengan putaran pengaduk putaran tinggi

C5=

= 1,00%

L=

= 2704,20

C10=

= 1,06 %

L=

= 2692,10

C15=

= 1,07%

L=

= 2690,89

Konsentrasi Tangki pada laju 50 m3/menit dengan putaran pengaduk putaran tinggi

C5=

= 0,74%

L=

= 2784,63

C10=

= 0,81 %

L=

= 2757,28

C15=

= 0,95%

L=

= 2717,75

Konsentrasi Tangki 1 pada laju 20 m3/menit dengan putaran pengaduk putaran

tinggi

C5=

= 1,18%

L=

= 2670,43

C10=

= 1,18 %

L=

= 2671,03

C15=

= 1,18%

L=

= 2671,22

Konsentrasi Tangki 2 pada laju 20 m3/menit dengan putaran pengaduk putaran tinggi

C5=

C10=

C15=

= 1,12%

= 1,13 %

= 1,13%

L=

= 2680,80

L=

= 2678,21

L=

= 2678,85

Konsentrasi Tangki 3 pada laju 20 m3/menit dengan putaran pengaduk putaran tinggi

C5=

= 1,02%

L=

= 2694,82

C10=

= 1,07 %

L=

= 2721,16

C15=

= 1,09%

L=

= 2686,41

Efektivitas Tangki 1 pada laju 100 m3/menit dengan pengaduk putaran rendah
v = q0.t (14,2menit 0 menit)
v = 100

x 14,2 menit = 1420 cm3

Efektivitas =

= 45,99%

Efektivitas Tangki 2 pada laju 100 m3/menit dengan pengaduk putaran rendah
v = q0.t (14 menit 0 menit)
v = 100

x 14 menit = 1400 cm3

Efektivitas =

= 46,64%

Efektivitas Tangki 3 pada laju 100 m3/menit dengan pengaduk putaran rendah
v = q0.t (13,5menit 0 menit)
v = 100

x 13,5 menit = 1350 cm3

Efektivitas =

= 48,37%

Efektivitas Tangki 1 pada laju 50 m3/menit dengan pengaduk putaran rendah


v = q0.t (13,5menit 0 menit)
v = 50

x 13,5 menit = 675 cm3

Efektivitas =

= 96,74%

Efektivitas Tangki 2 pada laju 50 m3/menit dengan pengaduk putaran rendah


v = q0.t (15menit 0 menit)
v = 50

x 15 menit = 750 cm3

Efektivitas =

= 87,07%

Efektivitas Tangki 3 pada laju 50 m3/menit dengan pengaduk putaran rendah


v = q0.t (13,5menit 0 menit)
v = 50

x 13,6 menit = 697,5 cm3

Efektivitas =

= 93,62%

Efektivitas Tangki 1 pada laju 20 m3/menit dengan pengaduk putaran rendah


v = q0.t (13menit 0 menit)
v = 20

x 13 menit = 260 cm3

Efektivitas =

= 251,15%

Efektivitas Tangki 2 pada laju 20 m3/menit dengan pengaduk putaran rendah


v = q0.t (13menit 0 menit)
v = 20

x 13 menit = 260 cm3

Efektivitas =

= 251,15%

Efektivitas Tangki 3 pada laju 20 m3/menit dengan pengaduk putaran rendah


v = q0.t (13,6menit 0 menit)
v = 20

x 13,6 menit = 272 cm3

Efektivitas =

= 240,07%

Efektivitas Tangki 1 pada laju 100 m3/menit dengan pengaduk putaran tinggi
v = q0.t (13,6menit 0 menit)
v = 100

x 10,8 menit = 1080 cm3

Efektivitas =

= 60,46%

Efektivitas Tangki 2 pada laju 100 m3/menit dengan pengaduk putaran tinggi
v = q0.t (14menit 0 menit)
v = 100

x 14 menit = 1400 cm3

Efektivitas =

= 46,64%

Efektivitas Tangki 3 pada laju 100 m3/menit dengan pengaduk putaran tinggi
v = q0.t (14menit 0 menit)
v = 100

x 14 menit = 1400 cm3

Efektivitas =

= 46,647%

Efektivitas Tangki 1 pada laju 50 m3/menit dengan pengaduk putaran tinggi


v = q0.t (13,2menit 0 menit)

v = 50

x 13,2 menit = 660 cm3

Efektivitas =

= 98,94%

Efektivitas Tangki 2 pada laju 50 m3/menit dengan pengaduk putaran tinggi


v = q0.t (14menit 0 menit)
v = 50

x 14 menit = 700 cm3

Efektivitas =

= 93,29%

Efektivitas Tangki 3 pada laju 50 m3/menit dengan pengaduk putaran tinggi


v = q0.t (13,5menit 0 menit)
v = 50

x 13,5 menit = 675 cm3

Efektivitas =

= 96,74%

Efektivitas Tangki 1 pada laju 20 m3/menit dengan pengaduk putaran tinggi


v = q0.t (15menit 0 menit)
v = 20

x 15 menit = 300 cm3

Efektivitas =

= 217,67%

Efektivitas Tangki 2 pada laju 20 m3/menit dengan pengaduk putaran tinggi


v = q0.t (13,5menit 0 menit)
v = 20

x 13,5 menit = 270 cm3

Efektivitas =

= 241,85%

Efektivitas Tangki 3 pada laju 20 m3/menit dengan pengaduk putaran tinggi


v = q0.t (13,8menit 0 menit)
v = 20

x 13,8 menit = 276 cm3

Efektivitas =

= 236,59%