Anda di halaman 1dari 15

ALAT KESEHATAN YANG

BERHUBUNGAN DENGAN ILMU


FISIKA

DISUSUN OLEH
SUSANTI
NIM : 2720140027
MATA KULIAH : IDK 1 ( FISIKA)
1

FIKES UIA P2K SEMESTER 1

DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
BAB 1
-

38

FISIKA KESEHATAN
TERMOREGULASI
TEMPERATUR DAN PANAS
DEFENISI TEMPERATUS DAN PANAS
4
PANAS AKIBAT PERUBAHAN
5
METODE TRANSFER ENERGI PANAS
PENGGUNAAN ENERGI PANAS DALAM PENGOBATAN

BAB 2
-

HALAMAN

PENGERTIAN INFANT WARMER


INFANT RADIANS WARMER HKN 9010
PRINSIP KERJA

KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA

5-7
8-9

10 13
10
11
12 - 13

BAB 3
-

3
3
3

13
13
13

BAB 1
PENDAHULUAN
FISIKA KESEHATAN
Ilmu fisika kesehatan atau disebut dengan medical physics adalah ilmu yang
menggabungkan dua bidang kajian yang sangat luas, yaitu : ilmu fisika dan ilmu
kesehatan serta keterkaitannya.
Fisika kesehatan mengacu pada dua bidang kajian utama, yaitu:

pertama, penerapan fungsi ilmu fisika pada tubuh manusia dan


penerapannya untuk mengatasi penyakit yang dialami oleh tubuh
kedua, penerapan ilmu fisika pada kegiatan teknik pemeriksaan medis.

Bagian yang pertama sering disebut physics of physiology; sementara bagian


yang kedua melibatkan seluruh pemahaman tentang konsep dasar dan cara
kerja instrumen-instrumen (peralatan) kedokteran yang digunakan untuk
mendiagnosa para pasien. Kedua bidang kajian tersebut menjadi sangat penting
untuk menjaga (bagian yang pertama) kesehatan dan (bagian yang kedua) untuk
mengatasi atau menyembuhkan tubuh bila telah terserang penyakit.

TERMOREGULASI
Manusia adalah makhluk homeotermik, makhluk berdarah panas dimana suhu
tubuhnya relatif konstan terhadap perubahan suhu disekitarnya. Suhu tubuh
manusia (suhu inti / core temperature) dipertahankan dalam batas normal dalam
suatu limit yang kecil, tidak lebih dari 0,4 C yaitu sekitar 36,7-37,1 C, bahkan
dalam suatu keadaan lingkungan yang buruk oleh suatu sistem yang disebut
termoregulasi.
Termoregulasi adalah proses fisiologis yang merupakan kegiatan integrasi dan
koordinasi yang digunakan secara aktif untuk mempertahankan suhu inti tubuh
melawan perubahan suhu dingin atau hangat (Myers, 1984). Pusat pengaturan
tubuh manusia ada di Hipotalamus, oleh karena itu jika hipotalamus terganggu
maka mekanisme pengaturan suhu tubuh juga akan terganggu dan
mempengaruhi thermostat tubuh manusia
Manusia membutuhkan keadaan normotermia untuk mempertahankan fungsifungsi tubuh berjalan normal. Saat tubuh tidak dapat dipertahankan normal,
fungsi metabolisme tubuh terganggu dan dapat berakibat fatal.
Suhu tubuh dipertahankan konstan dengan cara memproduksi panas atau
meningkatkan pengeluaran panas. Suhu tubuh dipertahankan oleh sistem
termoregulasi berkisar 24-45C. Jika suhu tubuh berubah menjadi kurang dari
24C atau lebih dari 45C maka termoregulasi akan hilang dan berakibat fatal.
3

Perubahan suhu tubuh di pengaruhi oleh berbagai faktor sehingga menyebabkan


Setiap saat suhu tubuh manusia berubah secara fluktuatif.
Hal - hal tersebut adalah :

Exercise: semakin beratnya exercise maka suhunya akan meningkat 15 x,


sedangkan pada atlet dapat meningkat menjadi 20 x dari basal ratenya.
Hormon: Thyroid (Thyroxine dan Triiodothyronine) adalah pengatur
pengatur utama basal metabolisme rate. Hormon lain adalah testoteron,
insulin, dan hormon pertumbuhan dapat meningkatkan metabolisme rate
5-15%.
Sistem syaraf: selama exercise atau situasi penuh stress, bagian simpatis
dari system syaraf otonom terstimulasi. Neuron-neuron postganglionik
melepaskan norepinephrine (NE) dan juga merangsang pelepasan hormon
epinephrine dan norephinephrine (NE) oleh medulla adrenal sehingga
meningkatkan metabolisme rate dari sel tubuh.
Suhu tubuh: meningkatnya suhu tubuh dapat meningkatkan metabolisme
rate, setiap peningkatan 1 % suhu tubuh inti akan meningkatkan
kecepatan reaksi biokimia 10 %.
Asupan makanan: makanan dapat meningkatkan 10 20 % metabolisme
rate terutama intake tinggi protein.
Berbagai macam factor seperti: gender, iklim dan status malnutrisi.

TEMPERATUR DAN PANAS


Energi utama yang menghiasi kehidupan di permukaan bumi ini adalah energi
panas, yang secara fenomenologis ditunjukkan oleh temperaturnya. Manusia,
terkait dengan kesehatan tubuhnya, diberlangsungkan tanpa dapat dilepaskan
dari energi panas. Energi panas yang terdapat di dalam tubuh yang dapat diukur
secara fisis melalui nilai temperaturnya terus menerus diproduksi oleh sel-sel
melalui proses metabolisma yang bertujuan untuk menjaga kestabilan kesehatan
tubuh.
DEFINISI TEMPERATUR DAN PANAS
Temperatur adalah sifat dari suatu materi (benda) yang dikaitkan dengan ratarata energi kinetik atom-atom atau molekul-molekul materi tersebut, sementara
panas adalah suatu bentuk energi. Hubungan keduanya adalah, besar energi
panas yang terkandung di dalam suatu benda dapat dihitung dengan
menggunakan nilai temperaturnya
Apabila energi panas diberikan pada suatu benda, maka efek yang
ditimbulkannya adalah naiknya temperatur benda tersebut. Beberapa efek lain
dapat juga terjadi, misalnya perubahan fase benda. Suatu logam apabila terus
menerus dipanaskan dapat berubah menjadi cair (meleleh), artinya terjadi
perubahan fase dari padat ke cair. Air apabila terus menerus dipanasi dapat
berubah menjadi uap.

Temperatur merupakan suatu besaran hasil pengukuran sifat fisis benda (materi)
yang berkaitan dengan energi panas yang dikandungnya. Temperatur suatu
benda merupakan besaran yang secara unik menentukan apakah benda itu
panas atau dingin. Temperatur suatu materi diukur dengan termometer.
Panas atau dinginnya suatu benda merupakan keadaan relatif yang
dibandingkan terhadap keadaan benda lain. Misalnya, api relatif lebih panas dari
pada es. Satuan besaran temperatur adalah derajat Celsius. Satuan lain juga
sering digunakan, seperti derajat Fahrenheit dan Kelvin.
PANAS AKIBAT PERUBAHAN TEMPERATUR
Jika suatu logam panas dimasukkan ke dalam suatu ember yang berisi air dingin,
logam akan segera menjadi dingin dan air yang ada di dalam ember akan
menjadi bertambah panas. Terjadi proses pertukaran energi panas antara logam
dan air. Proses pertukaran energi panas akan terus menerus berlangsung sampai
temperatur logam dan air sama. Karena temperatur dikaitkan dengan energi
kinetik rata-rata molekul pada suatu sistim, nyatalah pada kasus ini bahwa
energi dialirkan dari logam ke air karena energi kinetik molekul-molekul logam
lebih besar dibanding energi kinetik molekul air. Kalau begitu, panas
didefenisikan sebagai energi yang mengalir karena adanya perbedaan
temperatur. Di alam ini, energi panas selalu mengalir dari sistim yang lebih
panas ke sistim yang lebih dingin, proses aliran akan terus berlangsung sampai
temperatur kedua sistim sama. Jadi energi panas suatu benda erat kaitannya
dengan perubahan temperaturnya.
Bila energi panas dialirkan ke dalam suatu sistim maka temperatur sistim
tersebut akan naik. Sebaliknya, bila energi panas diserap dari suatu sistim maka
temperatur sistim akan menurun.
Bila seorang bayi berada dalam kondisi sakit panas, maka energi panas yang
dihasilkan tubuh bayi tersebut dapat kita serap (alirkan) ke tubuh kita dengan
cara mengontakkan tubuh kita dengan tubuh bayi itu (berpelukan), sehingga
temperatur tubuh bayi dapat kita turunkan. Proses aliran energi panas antara
tubuh bayi dan tubuh kita akan berakhir bila temperatur keduanya telah sama.
METODE TRANSFER ENERGI PANAS
Transfer energi panas adalah suatu fenomena fisika yang sangat mendasar.
Matahari yang terbit di ufuk timur akan mulai memanaskan cuaca yang dingin di
pagi hari dan akan menguapkan butir-butir embun pagi yang tersebar di
dedaunan. Pada saat kita berjalan tanpa alas kaki di suatu lantai keramik, kaki
kita merasa sangat dingin. Karena ada perbedaan temperatur antara kaki (lebih
panas) dan keramik (lebih dingin), maka terjadi transfer energi panas dari kaki ke
lantai keramik. Proses transfer energi panas ini menghasilkan fenomena rasa
dingin. Di mana ada perbedaan temperatur, maka di situ transfer energi panas
akan terjadi. Bagaimana caranya energi panas dapat bertransfer. Ada 4 metode
transfer energi panas, yaitu ;
1. Konduksi (condcution)
5

2. Konveksi (convection)
3. Radiasi (radiation)
4. evaporasi ( evaporation)
Pada kehidupan kita sehari-hari, kadang kala metode transfer energi panas ini
dapat terjadi bersamaan, tergantung pada kondisi yang terjadi.
KONDUKSI (Conduction)
yaitu transfer energi panas melalui suatu kontak (sentuhan) antara dua jenis
materi yang temperaturnya berbeda. Energi panas berkonduksi dari materi yang
temperaturnya lebih tinggi ke materi yang temperaturnya lebih rendah.
Apabila anda memeluk (menyentuh) tubuh orang yang sakit panas, maka anda
akan merasa tubuhnya sangat panas. Apabila kontak antar tubuh anda dengan
tubuh yang sakit tersebut terjadi maka energi panas dari dalam tubuhnya akan
bertransfer ke tubuh anda. Molekul-molekul tubuh orang sakit tersebut memiliki
energi kinetik rata-rata lebih besar dari pada energi kinetik rata-rata molekul
tubuh anda. Energi kinetik yang lebih besar itu akan ditransfer ke tubuh anda
melalui tumbukan antar molekul di permukaan yang bersentuhan. Hasilnya
energi kinetik rata-rata molekul tubuh anda menjadi naik.
KONVEKSI (Convection)
yaitu transfer energi panas melalui suatu pergerakan massa, proses transfer
energi panas secara konveksi dapat terjadi secara alami atau melalui proses
rekayasa. Udara panas akan terjadi di atas bara api. Ini adalah proses konveksi
secara alami. Udara panas yang telah terjadi di atas bara api tersebut dapat
direkayasa alirannya sehingga mengalir memenuhi ruangan untuk memanaskan
ruangan. Teknik ini digunakan untuk menghangatkan ruangan di negara-negara
eropa pada saat musim salju dan juga dapat menghangatkan tubuh. Oleh
karena itu, rumah-rumah di eropa selalu dilengkapi dengan tempat pembakaran
yang letaknya di bagian tepi ruang tamu. Umumnya bahan yang dibakar adalah
batu bara untuk menghindari adanya asap yang tidak baik untuk kesehatan.
Massa material udara panas tersebut mengalir ke seluruh ruang, sehingga
proses ini adalah disebut proses konveksi.
Untuk menghangatkan tubuh di musim dingin atau di malam hari banyak orang
suka meminum air hangat. Pada peristiwa ini transfer panas dilakukan dengan
cara konveksi, yaitu air yang hangat tersebut mengalir ke lambung sehingga
temperatur di lambung menjadi naik. Artinya, massa materi air yang hangat
tersebut membawa energi panas ke dalam tubuh. Pembawaan energi panas
dengan cara konveksi lebih cepat dari pada dengan cara konduksi.
Satu proses penting yang melibatkan konveksi adalah sirkulasi aliran darah di
dalam tubuh. Darah, di dalam tubuh, juga berperan mendistribusi energi panas
ke seluruh tubuh secara merata. Panas yang berlebihan di dalam tubuh akan
dibuang dibawa ke permukaan kulit melalui sirkulasi aliran darah. Pada saat
6

panas tubuh berlebihan di dalam tubuh, maka laju aliran darah dari dalam tubuh
menuju ke kulit akan meningkat. Sesampainya di permukaan kulit, energi panas
tersebut akan diserap oleh udara luar melalui proses konduksi, yaitu: kontak
antara kulit dan udara luar.
Pada saat panas di dalam tubuh mulai berkurang, misalnya saat anda kedinginan
setelah mandi, maka aliran darah ke permukaan kulit dikurangi secara drastis
agar energi panas yang tersisa di dalam tubuh tidak mengalir ke luar tubuh.
Pada saat aliran darah ke permukaan kulit ini dikurangi secara drastis, maka kulit
kelihatan akan keriput. Kulit akan mengurangi luas permukaan kontaknya
dengan udara luar, jadilah ia keriput saat kedinginan.
Pada saat anda berkeringat karena lingkungan yang panas, energi panas yang
dihasilkan oleh tubuh anda akan diserap oleh air keringat dan energi penas itu
akan digunakan untuk mengubah fasenya dari cair menjadi uap. Uap tersebut
akan meninggalkan tubuh dan pergi ke udara lingkungan. Pada peristiwa ini juga
terjadi proses konveksi dimana uap air membawa panas tubuh anda. Proses
penghantaran energi panas dari dalam tubuh ke permukaan adalah konveksi
dengan menggunakan massa darah, sementara dari permukaan kulit ke udara
luar adalah juga konveksi dengan menggunakan material uap air keringat
melalui pengubahan fase air dari keringat menjadi uap.
Proses konveksi juga dilakukan pada peralatan pendingin ruangan seperti air
conditioner (AC). Massa udara yang telah didinginkan di dalam mesin AC di
hembuskan ke ruangan sehingga temperatur ruangan menjadi menurun. Untuk
menurunkan temperatur tubuh yang tinggi, umumnya juga dilakukan dengan
cara konveksi yaitu dengan mengoleskan alkohol ke seluruh permukaan kulit.
Alkohol akan menyerap energi panas tubuh dan energi panas itu digunakan
untuk mengubah fase cair alkohol menjadi uap dan menguapkan alkohol ke
udara luar. Sebaliknya jika ada pasien yang merasa kedinginan sebaiknya diberi
pakaian yang tebal yang terbuat dari bahan yang nilai k nya rendah. Atau pasien
dimasukkan ke ruangan yang telah diperlengkapi dengan alat penghangat.
RADIASI (Radiation)
Mentransfer energi panas dengan cara radiasi (penyinaran) dilakukan dengan
menggunakan gelombang elektromagnetik (electromagnetic waves). Gelombang
elektromagnetik diradiasikan dari sumber ke sasaran pemanasan. Kelebihan cara
mentransfer energi dengan menggunakan radiasi elektromagnetik adalah energi
dapat dihantarkan melalui ruang vakum (ruang hampa udara).
Cara konduksi dan konveksi tidak dapat dilakukan di ruang vakum. Energi panas
yang berasal dari matahari dihantarkan dengan cara radiasi ke permukaan bumi.
Ruang angkasa di antara matahari - bumi (berkisar 100-200 km dari permukaan
bumi) terdapat ruang vakum (hampa udara). Untuk dapat menghantarkan energi
panas dari matahari ke bumi, satu-satunya cara adalah dengan radiasi, jadi
matahari meradiasikan energi panasnya ke bumi.

Pembuatan rumah kaca juga menggunakan konsep radiasi. Energi dihantarkan


melalui gelombang elektromagnetik, kemudian di dalam rumah kaca energi
elektromagnetik diubah menjadi energi panas, karena energi panas tidak dapat
menembus kaca, maka energi panas terkungkung di dalamnya. Ruangan di
dalam rumah kaca menjadi hangat atau panas.
Pembakaran batu bara di dalam rumah pada saat musim dingin di eropa juga
menggunakan konsep radiasi . Pada saat batu bara dibakar dan menyala, batu
bara tersebut meradiasikan panasnya ke seluruh ruangan. Bila anda didekat api
unggun yang besar sekali, anda akan merasakan panas yang berlebihan karena
adanya radiasi energi panas. Pada saat anda mendekatkan jari tangan anda ke
dekat nyala api suatu kompor gas, anda akan merasa panas. Panas yang sampai
ke jari tangan anda tersebut adalah hasil radiasi energi panas dari nyala api ke
kulit jari tangan.
Semua benda, tidak terkecuali, bila temperaturnya tidak nol, benda tersebut
akan memancarkan energi panas melalui cara radiasi. Jumlah energi panas yang
diradiasikan per satuan waktu sangat bergantung pada temperaturnya
EVAPORASI (EVAPORATION)
Adalah peralihan panas dari bentuk cairan menjadi uap. Kehilangan panas lewat
evaporasi dapat erjadi apabila :

Perbedaan tekanan uap air antara keringan pada kulit dan udara ambien
Temperatur lingkungan rendah dari normal sehingga evaporasi dari
keringat dapat terjadi dan dapat menghilangkan panas dari tubuh, itu
dapat terjadi apabilatemperatur basah kering dibawah terperatur kulit
Adanya gerakan dingin
Adanya kelembapan

PENGGUNAAN ENERGI PANAS DALAM PENGOBATAN


Telah dibicarakan bahwa hamparan energi panas dapat melalui konduksi,
konveksi, radiasi dan evaporasi. Dengan mengetahui sifat hamparan panas ini
diusahakan agar dengan cara apa saja dapat mentransferkan energi panas
tersebut serta bagaimana agar dapat energi tersebut mencapai tubuh. Energi
panas mula mula akan penetrasi kedalam jaringan kulit dalam bentuk berkas
cahaya kemudian akan menghilang di daerah jaringan yang lebih dalam berupa
panas. Panas tersebut diangkut kejaringan lain dengan cara konveksi yaitu
diangkut kejaringan seluruh tubuh melalui cairan tubuh.
Beberapa metode yang digunakan dalam pengobatan
a. Metode konduksi
Metode ini merupakan dasar dari sifat fisik benda. Apabila terdapat perbedaan
temperatur antara kedua benda maka panas akan ditransfer secara konduksi.
Perpindahan energi panas total tergantung pada :
8

Luas daerah kontak


Perbedaan temperatur
Lama melakukan kontak
Material konduksi panas

Pengobatan metode konduksi dapat berupa :

Kantong air panas / botol berisi air panas


Cara ini sangat efisien dalam pengobatan penderita nyeri, misalnya nyeri
daerah abdomen.
Handuk panas
Cara ini sangat berhasil apabila pengobatan dilakukan pada daerah otot
yang sakit, misalnya spasme otot, fase akut poliomelytis
Turkish bath (mandi uap)
Mandi uap dikatakan dapat menyegarkan atau merelaksasi otot yang
tegang
Mud pack (lumpur panas)
Lumpur panas dapat mengkonduksi panas dalam tubuh ke dalam jaringan
serta dapat pula mencegah kehilangan panas tubuh.
Wax bath ( parafin bath)
Efisien untuk mentransfer panas pada tungkai bawah terutama pada
orang tua

Dikatakan dengan metode konduksi ini dapat melakukan pengobatan terhadap


penyakit :

Neuritis
Sprains
Contusio
Sinusitis
Low back pain

b. Metode radiasi
Metode ini digunakan untuk pemanasan permukaan tubuh serupa dengan
pemanasan dengan sinar matahari atau nyala api.
Sumber radiasi berasal dari
1. Electric fire, ada 2 tipe : old type fire dan pinsil bar tipe
2. Infra red
Untuk infrared makandipakai lampu pijar berkisar 250 W sampai dengan
1000 Wserta diberi filter merah. Metode radiasi dengan infra red secara
umum serupa dengan metode konduksi namun lebih efektif bila
dibandingkankan oleh karna penetrasi panas kejaringan lebih dalam.
c. Metode elektromaknetis
Ada 2 metode yang dipakai untuk mentransfer panas kedalam jaringan tubuh

1. Short wave diathermy


2. Micro wave diathermy
d. Metode ultrasonik
Pengobatan ini lebih efektif pada tulang dibanding pada jaringan lunak /
kulit atau ototoleh karna tulang lebih banyak menyerap panas, ultra sonik
selain digunakan untuk pengobatan juga digunakan untuk menegakkan
diagnosa (diagnostic)

Dalam bab berikut ini akan kita bahas contoh alat yang digunakan dalam dunia
kedokteran yang mengunakan prinsip transfer panas dalam cara kerjanya.

BAB 2
INFANT RADIANT WARMER
PENGERTIAN
Infant radiant Warmer berasal dari bahasa inggris yaitu infant radiant dan
Warmer. Infant berarti bayi, sedangkan Warmer yaitu penghangat dan radiant
berarti radiasi atau cahaya , jadi Infant radiant Warmer mempunyai arti yaitu alat
penghangat yang digunakan tenaga cahaya untuk menghangatkan bayi. Alat ini
lebih aman digunakan dibanding infant warmer jenis lainnya.
Telah kita ketahui bahwa bayi yang baru lahir biasanya tidak langsung mampu
menyesuaikan dengan suhu lingkungannya hal ini disebabkan bayi yang
mengalami suatu periode atau masa peralihan dari kehidupan Intra Uterine
(dalam rahim) ke kehidupan Extra Uterine (luar rahim). Untuk menjaga suhu
tubuh bay iagar sesuai dengan suhu kandungan (rahim ibu) sekitar 36 oC - 37
oC, maka diciptakan suatu alat yang mampu mengantisipasi suatu keadaan
peralihan suhu pada bayi tersebut, alat tersebut dinamakan Infant Warmer.

10

Pesawat Infant Warmer didalam dunia kedokteran sangat berguna untuk


membantu seorang bayi yang baru lahir untuk memberikan kehangatan dan
kenyamanan bagi bayi dengan cara mengontrol kehangatan tersebut melalui
pemanasan yang dihasilkan oleh elemen pemanas. Kenyamanan seorang bayi
yang baru lahir ke dunia, biasanya disebabkan oleh perbedaan suhu yang ia
rasakan didalam kandungan ibunya, atau juga disebabkan oleh factor-faktor
lingkungan yang kurang baik dimana terdapat polusi baik itu dari suara maupun
udara, dan dapat disebabkan oleh keadaan disekitarnya termasuk sewaktu
seorang bayi terkena air kencingnya sendiri, maka bayi akan merasa kedinginan
dan biasanya bayi akan mengeluarkan respon berupa tangisan atau hanya
terdiam saja
Pesawat Infant Warmer biasanya berada diruang perinatologi atau Neonatal
Intensive Care (NICU), juga di butuhkan di kamar bersalin juga ruang operasi
dimana kondisi bayi dinyatakan sehat atau normal dilihat dari faktor umur bayi
dalam kandungan dan faktor berat badan bayi.
Fungsi dari pesawat Infant Warmer sendiri yaitu sebagai tempat peralihan
setelah bayi baru lahir dari kandungan ibunya dengan tetap menjaga suhu bayi
dari kandungan ibunya dengan tetap menjaga suhu bayi.
Pada pesawat infant warmer pada umumnya bersifat mobile dengan accesori
yang lengkap sesuai dengan perkembangan jaman dan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Dimana kelengkapan tambahan dapat berupa outlet
O2 untuk kebutuhan apabila dibutuhkan tindakan dengan alat Bantu pernafasan.
Dapat juga berupa alat terapi lainnya seperti blue light maupun blanket baby
ataupun tiang infuse untuk mengoptimalkan kerja dan efisiensi penggunaan alat
yang berlebihan.

INFANT RADIANT WARMER HKN 9010

11

Infant radiant warmer terdiri dari 5 komponen ;

Warmer module / module pemanas


Bagian utama dari pemanas dan penutup reflektif, bagian ini dapat di
putar 90, beratnya sekitar 9 KG dengan waktu hidup 2000 jam
Bassinet / buaian
Bagian ini digunakan untuk meletakan bayi, dengan 4 panel samping
berguna untuk mencegah bayi jatuh, max. Berat 10 Kg
Shelf/ rak
Bagian serbaguna untuk meletakan benda benda kecil dengan max.
berat 2 Kg
Mobile stand
Bagian yang menopang seluruh bagian badan warmer
kontrol utama
Bagian dimana terdapat mode pengaturan : pre warm mode, manual
mode, baby mode, APGAR timer, dan waktu penggunaan.
Infant radiant warmer HKN 9010 menggunakan 3 kontrol mode : pre
warm mode, manual mode, baby mode, saat alat ini mulai bekerja secara
otomatis dimulai dari pre warm mode. Temperatur seting dengan
temperatur bayi adalah bagian dari indikator yang terpisah, dan dispay
temperatur skin dapat menunjukan dimana lokasi sensor ditempatkan.

12

PRINSIP KERJA INFANT RADIANT WARMER HKN 9010


Saat awal sistem bekerja mesin secara otomatis mengunakan pre warm mode
sampai penguna memilih akan menggunakan metode yang lain. Sistem akan
mengeluarkan panas sekitar 30% setelah beberapa saat sampai mode sistem
diubah. Disarankan untuk tetap dalam pre warm mode sekurang kurangnya
30 menit hingga matras hangat.
Dalam manual mode, mesin akan mengeluarkan panas sesuai yang di set
temperatur. Mode ini digunakan untuk memberikan terapi cepat untuk
menaikkan suhu pasien sebagai pertolongan pertama saat hipotermi atau
setelah bayi baru lahir.
Peringatan : tidak boleh meninggalkan bayi tanpa pengawasan dalam mode ini,
periksa suhu tubuh bayi secara berkala selama bayi berada dalam mode ini.
Panas yang di keluarkan oleh sistem sekitar 30% dari suhu pengaturan, apabila
sistem terlalu panas sistem akan memberikan alarm setiap 15 menit. Untuk
keselamatan perawat harus selalu mengontrol suhu bayi , karna jika bayi sudah
mencapai suhu normal bayi bisa di pindahkan ketempat lain dan warmer tidak
digunakan terlalu lama.
Dalam baby mode sistem dapat mempertahankan suhu bayi dibawah nilai suhu
pengaturan. Dalam mode ini, sistem dapat menyesuaikan output radiasi
inframerah menurut perbedaan antara suhu bayi dengan suhu di pengaturan.
Mode ini digunakan untuk mempertahankan suhu stabil dari bayi.
Peringatan :jangan gunakan baby mode saat pasien dalam keadaan shock, karna
suhu bayi sangat rendah dari suhu normal saat shock atau bisa jadi lebih tinggi
dari suhu normal. Jangan gunakan saat bayi mengalami demam karna akan
menambah tinggi suhu bayi.

13

Dalam baby mode pastikan sensor panas terpasang tepat di kulit bayi dan di
daerah kulit yang bersih. Jika pasien dalam keadaan terlentang pasang sensor di
daerah perut atau pusat perut. jika pasien dalam keadaan telungkup letakan
sensor didaerah pinggang. Jangan letakan sensor dibawah pasien dan sensor ini
tidak bisa digunakan sebagai termometer anus.
STANDAR OPERASIONAL PEMAKAIAN
1. Hubungkan kabel dengan stop kontak PLN
2. Tekan tombol POWER SWICTH untuk menghidupkan alat ( di belakang
mesin)
3. Tekan tombol POWER ( di bagian kontrol utama)
4. Diamkan alat selama 30 menit untuk pemanasan awal
5. Tekan tombol KEYPAD LOCK
6. Pilih mode yang akan digunakan dengan menekan tombol MODE
7. Atur suhu yang diinginkan dengan menekan tombol
atau
jika
pengaturan suhu sudah berkedap kedip ( jika belum berkedap kedip
tekan tombol KEYPAD LOCK
8. Jika suhu sudah di atur tekan tombol KEYPAD LOCK lagi
9. Tunggu beberapa saat sampai suhu yang di inginkan tercapai , lalu letakan
bayi
10.Pasang sensor kulit pada bayi
11.Untuk menyalakan lampu tindakan tekan tombol LAMP
12.Untuk mengukur waktu APGAR tekan tombol TIMER atau tombol APGAR
13.Untuk mengatur derajar kemiringan matras tarik tuas yang berada di
bawah matras dan posisikan sesuai dengan keinginan
14.Untuk mematikan alat tekan tombol POWER (didepan alat) dan POWER
SWICTH ( dibelakang alat)

BAB 3
KESIMPULAN
Infant radiant warmer HKN 9010 adalah salah satu alat kesehatan yang
menggunakan metode radiasi dalam transfer energi panasnya, dimana radiasi
dipancarkan dari infra red warmer heater tepat memancar diatas bassinet ,
metode ini lebih efektif dibandingkan metode pemanasan dengan konduksi

DAFTAR PUSTAKA

Manual operational of infant radians warmer HKN 9010


Materi ajar Dr. Horasdia SARAGIH Physics in Biology and Medicine
www.academia.edu.com
Buku fisika kedokteran dr.J.F. Gabriel
14

15