Anda di halaman 1dari 1

Summary

Pada zaman sekarang, kata-kata sustainability begitu melekat pada banyak perusahaan,
tanpa terkecuali di Indonesia. Kata-kata sustainability pun sepeerti kehilangan maknanya karena
begitu mudahnya dipakai oleh perusahaan. Concern keberlanjutan diawali dengan laporan
mengenai pegawai, lalu beralih ke isu sosial, dan lalu baru beralih ke lingkungan. Laporan
keberlanjutan pun juga tidak memiliki bentuk baku sehingga bermacam-macam bentuk, substansi,
dan juga motif-motif perusahannya untuk melaporkan. Global Reporting Initiative pun dipadang
sebagai solusi awal yang baik yang tetap harus diimprovisasi.
Tentang pengungkapan keberlanjutan di Indonesia pun sudah ada aturannya, Undangundang 40 tahun 2007 mewajibkan perusahaan yang kegiatannya berkaitan dengan alam wajib
melakukan CSR. Undang-undang perseroan terbatas pasal 1 juga dijelaskan arti tanggung jawab
sosial dan lingkungan, yang diartikan sebagai komitmen perseroan untuk pembangunan ekonomi
berkelanjutan. Undang- undang no 32 tahun 2009 tentang lingkungan menurut pasal 68 huruf a
juga mewajibkan setiap orang yang melakukan usaha wajib memberikan informasi yang terkait
dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara benar, akurat, terbuka, dan tepat
waktu.