Anda di halaman 1dari 54

CHARGING SYSTEM

(SISTEM PENGISIAN)

SISTEM PENGISIAN

GENERATOR DC

REGULATOR
(point type)

CUT OUT
CURRENT REG
VOLTAGE REG

CUT OUT
C/V REG

ALTERNATOR

REGULATOR
(point type)

TANPA ECM

IC REGULATOR
(pointless type)

DENGAN ECM

GENERATOR DAN ALTERNATOR

KELEMAHAN GENERATOR DC
1. Daya listrik yang dihasilkan kecil.
2. Pada putaran rendah daya listrik yang dihasilkan kecil.
3. Genertor DC tidak dilengkapi dengan fan/kipas sehingga
cepat panas bila beroperasi.
4. Kerugian tegangan pada sikat lebih besar karena dilewati
arus listrik yang besar.
5. Ukurannya lebih besar (panjang) bila dibanding dengan
alternator

INSTALASI SISTEM PENGISIAN


(ALTERNATOR + REGULATOR)

INSTALASI SISTEM PENGISIAN


(ALTERNATOR + REGULATOR)

ALTERNATOR (BOSCH)

KONSTRUKSI ALTERNATOR

KOMPONEN ALTERNATOR (OVERHAUL)

KOMPONEN ALTERNATOR DAN FUNGSINYA


Rotor : bagian yang berputar berfungsi untuk membangkitkan
kemagnetan.
Kuku-kuku yang terdapat pada rotor berfungsi sebagai
kutub-kutub magnet.
Stator : bagian yang diam berfungsi untuk menghasilkan arus
bolak balik 3 phase.
Rectifier (Diode) :
1.Berfungsi menyearahkan arus bolak-balik(AC) yang
dihasilkan oleh stator coil menjadi arus searah (DC)
2.Berfungsi mencegah arus balik dari baterai ke
alternator.
Perbedaan diode (+) dan (-):
1. Rumah Diode (+) > rumah Diode (-)
2. Diode (+) strip merah dan Diode (-) strip hitam

STATOR

ROTOR

PRINSIP KERJA STATOR (ELEKTRO MAGNET)

GAMBAR PENAMPANG STATOR

PRINSIP KERJA ALTERNATOR

REGULATOR - POINT TYPE


(voltage regulator + voltage relay)

CARA KERJA RANGKAIAN PENGISIAN


(Kunci Kontak ON Mesin mati )

CARA KERJA

Arus ke lampu charge (CHG)


Term.Batt.(+) fusible link kunci kontak IG sekering
lampu CHG term. L regulator titik kontak Po titik
kontak P1 term. E regulator massa.
Akibatnya lampu CHG menyala

Arus ke field coil


Term.Batt.(+) fusible link kunci kontak IG sekering
term.IG regulalator titik kontak PL1 ttk. kontak PL0
term.F regulalator sikat slip ring rotor coil slip
ring sikat term.E alternator massa

LANJUTAN
(Kunci Kontak ON Mesin hidup,dari kec.rendah ke sedang)

PRINSIP KERJA

Setelah mesin hidup tegangan yang dibangkitkan dalam


stator coil d an tegangan netral dipergunakan untuk voltage
relay.
Arus medan ke rotor dikontrol dan disesuaikan dengan
tegangan yang dikeluarkan term.B yang beraksi pada
voltage regulator.
Salah satu arus medan akan lewat menembus atau tidak
menembus resistor R tergantung keadaan titik kontak PL0
Bila arus rotor coil lewat R maka kemaknitannya lemah,
akibatnya tegangan out put menurun.(atau sebaliknya)
Selama mesin hidup lampu CHG mati
Catatan:
Bila gerakan P0 dari voltage relay berhubungan dengan titik
kontak P2, maka sirkuit sesudah dan sebelum lampu CHG
,tegangannya sama sehingga tidak ada arus listrik yang
mengalir akibatnya lampu CHG mati.

LANJUTAN
(Kunci Kontak On Mesin hidup, dari kec.sedang ke tinggi)

RANGKAIAN SISTEM PENGISIAN (Ford)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BESARNYA


ARUS PENGISIAN

1. Putaran mesin
2. Besar beban listrik
3. Kondisi baterai

PRINSIP KERJA DIODE


(one-way valve)

TEKNIK PEMERIKSAAN ROTOR


(antara slip ring dengan poros rotor)

LANJUTAN
(antar slip ring)

PEMERIKSAAN HUBUNGAN PENDEK ROTOR


(I rotor = 3 6 A)

TEKNIK PEMERIKSAAN STATOR


(antar ujung kawat dan antara ujung kawat dengan massa)

TEKNIK PEMERIKSAAN DIODE

LANJUTAN
(Kabel tester posisi dibalik)

TEKNIK PENYETELAN GAP CONTACT/PLATINA

PEMERIKSAAN ALTERNATOR DENGAN METODE BYPASS

(antara term.B dan F)

PEMERIKSAAN SISTEM PENGISIAN DENGAN VOLTMETER


(Mesin mati : 12,4 12,6 V)

Mesin hidup tanpa beban listrik/ACC off


(ada kenaikan teg.sekitar 2 volt)

Mesin hidup dengan beban listrik penuh


(Tegangan battery 0,5 V di atas pembacaan awal)

SISTEM PENGISIAN
DENGAN IC REGULATOR

RANGKAIAN SISTEM PENGISIAN


DENGAN IC REGULATOR (tanpa ECM)

ALTERNATOR DENGAN IC REGULATOR

PENAMPANG BELAKANG ALTERNATOR + IC REGULATOR

UNIT REPAIR OVERHAUL ALTERNATOR + IC REGULATOR

LANJUTAN

Pemeriksaan Rotor

PEMERIKSAAN ROTOR
(LANJUTAN)

PEMERIKSAAN STATOR

PEMERIKSAAN DIODE

PEMERIKSAAN IC REGULATOR

PENGUKURAN PANJANG SIKAT (BRUSH)

PENGUKURAN TEGANGAN OUT PUT/


ARUS DARI BATTERY

TEKNIK PENGUKURAN VOLTASE DAN ARUS

DIAGRAM PEMBACAAN TEGANGAN OUTPUT

CURRENT OUTPUT SPECIFICATIONS


Tegantung

ukuran / daya aternator :0,48 0,96 KW


Current rating : 40 80 A
Contoh : Suzuki Esteem
Tegangan nominal : 12 V
Tegangan yang diatur
: 14,2-14,8 V
Current output max. : 50 A
Current standard
: 10 A
Kec.Alternator : 18.000 rpm
Temperatur kerja
: -30 90C

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIHAN


Lepas Battery sebelum

melepas alternator,

regulator.
Jangan sampai tertukar polaritas kabel.
Jangan mengoperasikan alternator dengan posisi
output disconnected.
Saat mesin hidup jangan melepas terminal battery.
Jangan menghubung singkat/grounding sistem
terminalnya.

SISTEM PENGISIAN DENGAN IC REGULATOR + ECM

1. Alternator
2. IC regulator
3. ECM
4. Ignition Switch
5. Electric Load Current Sensor
6. Indicator Lamp

7. Fuse box

4-5.Generator control

Purpose
1. To stabilise idle speed when electrical load increases
2. To reduce engine mechanical load when accelerating