Anda di halaman 1dari 85

RUTE PEMBERIAN OBAT

ORAL
DEFINISI
DEFINISI
Pemberian obat melalui mulut (per oral)
adalah cara yang paling lazim, karena
sangat praktis, mudah dan aman. Tetapi,
jalur ini merupakan rute terpanjang dan
terlama untuk obat menyampai jaringan
target. Kebanyakan obat oral akan diserap
oleh usus halus baru kemudian masuk ke
sistem peredaran darah. Obat yang
diberikan
secara
oral
dapat
dalam
berbagai bentuk sediaan, seperti cair,
kapsul, tablet, atau tablet kunyah.

keuntungan dan
dan kerugian
kerugian
keuntungan

Rutepemberiaan
pemberiaanobat
obat
Rute
Perlu kita ketahui bahwa rute jalannya
obat dibagi menjadi 2 kelompok besar,
yaitu yang melewati sistem pencernaan
dan yang tidak. Per oral merupakan
jalur yang melewati sistem pencernaan
lalu penyerapan kebanyaan dilakukan
di usus halus.
Dari usus halus
kemudian akan menuju ke reseptor
obat lewat aliran darah. Jika ada sisasisa dari obat maka akan dikeluarkan
lewat urine.

Bentuksediaan
sediaandan
dancontoh
contoh
Bentuk
Tidak semua obat dapat diberikan peroral,
misalnya obat yang bersifat merangsang
(emetin, aminofilin) atau yang diuraikan
oleh getah lambung, seperti benzilpenisilin,
insulin, oksitosin dan hormone steroida.

Untuk mencapai efek local di usus


dilakukan pemberian oral, misalnya obat
cacing atau antibiotika untuk mensterilkan
lambung-usus pada infeksi atau sebelum
pembedahan
(streptomisin,
kanamisin,
neomisin, beberapa sulfonamida). Obatobat ini justru tidak boleh diserap

Sublingual&Buccal
Definisi

DEFINISI
Obat

setelah dikunyah halus (bila perlu) diletakkan


di
bawah
lidah
(sublingual),
tempat
berlangsungnya rebsorpsi oleh selaput lender
setmpat ke dalam vena lidah yang banyak di lokasi
ini. Keuntungan cara ini ialah obat langsung masuk
ke peredaran darah besar tanpa melalui hati. Oleh
karena itu, cara ini digunakan bila efek yang pesat
dan lengkap diinginkan, misalnya pada serangan
angina (suatu penyakit jantung), asma atau migrain
(nitrogliserin,
isoprenalin,
ergotamin
juga
metiltesteron). Kekurangannya adalah kurang
praktis untuk digunakan terus-menerus dan dapat
merangsang mukosa mulut. Hanya obat yang
bersifat lipofil saja yang dapat diberikan dengan

RUTE PEMBERIAAN OBAT


Jalur sublingual bisa diklasifikasikan
sebagai
parenteral
karena
tidak
melewati jalur gastrointestinal, namun
karena obat dalam jalur ini diletakkan
di bawah lidah maka jalur ini masuk ke
kelompok oral. Obat akan berdifusi
langsung ke jaringan kapiler dan
memasuki sistem sirkulasi. Dalam jalur
ini, obat akan sangat cepat diabsorbsi,
resiko infeksi kecil, dapat melewati
lingkungan yang sulit di GIT, dan tidak

BENTUK SEDIAAN DAN CONTOH


Tidak semua obat dapat diberikan peroral, misalnya
obat yang bersifat merangsang (emetin, aminofilin)
atau yang diuraikan oleh getah lambung, seperti
benzilpenisilin, insulin, oksitosin dan hormone
steroida.

Untuk mencapai efek local di usus dilakukan


pemberian oral, misalnya obat cacing atau
antibiotika untuk mensterilkan lambung-usus pada
infeksi atau sebelum pembedahan (streptomisin,
kanamisin, neomisin, beberapa sulfonamida).
Obat-obat ini justru tidak boleh diserap

BENTUK SEDIAAN DAN CONTOH

1.

Tablet yang digunakan dalam rongga mulut


Tablet buccal atau sublingual
Kedua jenis tablet ini dimaksudkan untuk diletakkan di dalam
mulut agar dapat melepaskan ibatnya sehingga di serap
langsung oleh selaput lendir.

2.

Traches dan lotenges


Kedua jenis ini adalah bentuk lain tablet untuk pemakaian dalam
rongga mulut, penggunaan kedua jenis tablet ini dimasukkan
untuk member efek local pada mulut atau kerongkongan.

3.

Kerucut gigi (dental cones)


Adalah suatu bentuk tablet yang cukup kecil dirancang untuk di
tempatkan di dalam gigi yang kosong setelah pencabutan gigi.
Ibid, Hlm. 713-714

INJEKSI SUBKUTAN &


INTRAKUTAN
DEFINISI
DEFINISI
Injeksi adalah sediaan steril berupa larutan, emulsi,
suspensi, serbuk yang harus dilakukan atau
disuspensikan terlebih dahulu sebelum digunakan, yang
disuntikkan secara merobek jaringan kedalam kulit atau
melalui kulit atau selaput lendir.
Rute pemberian obat secara injeksi :
Injeksi subkutan dan intrakutan

Injeksi intramuskular dan intravena


Injeksi intralumbal dan intr-arteri

Injeksi
Injeksi
Subkutan
Subkutan
Pemberian
obat melalui suntikan ke area bawah
kulit yaitu pada jaringan konektif atau lemak
dibawah dermis. Bertujuan untuk memasukkan obat
pada jaringan subkutan dibawah kulit untuk
diabsorpsi
Injeksi
Injeksi
Intrakutan
Intrakutan
Pemberian obat/Suatu tindakan untuk membantu
proses penyembuhan melalui suntikan ke dalam
jaringan kulit atau intradermis (tepat dibawah
startum korneum)Bertujuan menghindarkan pasien
dari efek alergi obat

Rute pemberian
pemberian obat
obat
Rute

Keuntungan dan
dan kerugian
kerugian
Keuntungan
Keuntungan
Injeksi Subkutan

Kerja obat lebih cepat dari


pemberian oral

Kerugian

Injeksi Intrakutan

Absorpsi lambat
Digunakan untuk melihat
reaksi alergi

Harus menggunakan teknik


steril (merusak kulit)
Diberikan hanya dalam
jumlah sedikit
Lebih lambat dari
pemberian intaramuscularLebih mahal dari obat oral,
beberapa obat dapat
mengiritasijaringan kulit
dan menyebabkannyeriDapat menimbulkan
kecemasan
Menyebabkan diare,
muntah, perubahan warna
kulit, anoreksia, dan
dispepsia stomatitis
Jumlah obat yang
digunakan harus sedikit
Merusak barier kulit

Bentuk sediaan
sediaan
Bentuk

Menurut
Menurut FI
FI ed
edIII
III :: Injeksi
Injeksi intraderma/intrakutan
intraderma/intrakutan
umumnya
umumnya larutan
larutan atau
atau suspensi
suspensi dalam
dalam
air,
air, digunakan
digunakan untuk
untuk diagnosa,
diagnosa, voluma
voluma kurang
kurang
lebih
lebih100
100mikroL
mikroLsampai
sampai200
200mikroL
mikroL
Injeksi
Injeksi subkutan
subkutan atau
atau hipoderma
hipoderma
umumnya
umumnya larutan
larutan isotonik,
isotonik, pH
pH netral
netral dengan
dengan
kekuatan
kekuatan sedemikian
sedemikian rupa
rupa hingga
hingga volume
volume yang
yang
disuntikkan
disuntikkan tidak
tidak lebih
lebih dari
dari 11 ml,
ml, jika
jika tidak
tidak
mungkin
mungkin disuntikkan
disuntikkaninfus,
infus,vol.
vol. Injeksi
Injeksi3.1-4.1
3.1-4.1LL
sehari
sehari masih
masih dapat
dapat disuntikkan
disuntikkan secara
secara
subkutan
subkutan dengan
dengan penambahan
penambahan hialuronidase
hialuronidase
ke
ke dalam
dalam injeksi
injeksi atau
atau diberi
diberi sebelumnya,
sebelumnya, cara
cara
ini
inidisebut
disebuthipodermoklisa.
hipodermoklisa.

Intramuskular

Lokasi Injeksi
Injeksi Intramuskular
Intramuskular
Lokasi

Keuntungan &
& kekurangan
kekurangan
Keuntungan

Keuntungan
Cocok untuk injeksi obat dalam larutan air
(tindakancepat), suspensi atau emulsi (rilis
berkelanjutan).

Kekurangan
Nyeri di situs injeksi untuk
obat-obatan tertentu.

Intravena

LokasiInjeksi
InjeksiIntravena
Intravena
Lokasi

Keuntungan &
& kekurangan
kekurangan
Keuntungan

Keuntungan
Tepat, akurat dan langsung onset
aksi, 100% bioavailabilitas

Kekurangan
1.risiko emboli.
2.konsentrasi tinggi mencapai
cepat mengarah ke risiko yang
lebih besar dari efek samping

Referensi
Referensi

http://www.aviva.co.uk/healthinsurance/home-of-health/medicalcentre/medicalencyclopedia/entry/process-drugs-inyour-body/
www.gla.ac.uk/media/media_109797_en.
ppt
www.emcp.com/files/PharmPractice3e/Ch
apter04.ppt

Injeksi Intra Arteri


definisi
definisi

Injeksi
obat
intraarterial
adalah
metode
penyampaian obat langsung ke arteri untuk
melokalisasi efek ke daerah organ / tubuh
tertentu, sekaligus meminimalisasi paparan
efek berpotensi toksik terhadap tubuh
Injeksi obat intraarterial ini biasanya digunakan
untuk obat kanker, contohnya Intra-Arterial
Chemotherapy (IAC)

Kemoterapi
intra-arteri
(IAC)
memberikan
obat
kemoterapi
langsung
ke
tumor,
dan
meminimalisasi
paparan
ke
jaringan sehat

Injeksi Intra Lumbal


Penyuntikan
dilakukan ke dalam
ruas
pinggang
(sumsum
tulang
belakang) misalnya
untuk
anestesi
umum

IMPLANTASI SUBKUTAN
DEFINISI
DEFINISI
Bentuk
Bentuk sediaan
sediaan melalui
melalui rute
rute implantasi
implantasi
berupa
berupa obat
obat steril
steril yang
yang ditanam
ditanam di
di bawah
bawah
kulit
kulit dengan
dengan alat
alat khusus
khusus yang
yang disebut
disebut
trocar
trocar
Metode
Metode ini
ini digunakan
digunakan untuk
untuk mendapat
mendapat
absorpsi
absorpsi yang
yang lambat
lambat dan
dan berlangsung
berlangsung terus
terus
menerus.
menerus. Akibat
Akibat absorpsi
absorpsi yang
yang lambat,
lambat, satu
satu
pellet
pellet dapat
dapat melepaskan
melepaskan zat
zat aktifnya
aktifnya secara
secara
teratur
teratur selama
selama 3-5
3-5 bulan
bulan lamanya.
lamanya. Bahkan
Bahkan
dewasa
dewasa ini
ini tersedia
tersedia implantasi
implantasi obat
obat
kontrasepsi
kontrasepsi dengan
dengan lama
lama kerja
kerja 33 tahun
tahun

Obat
Obat
dimasukkan
ke
bawah
kulit
Obat
Obatdimasukkan
dimasukkan
dimasukkanke
ke
kebawah
bawah
bawahkulit
kulit
kulit
dengan
dengan
cara
merobek
kulit
sedikit,
dengan
dengancara
cara
caramerobek
merobek
merobekkulit
kulit
kulitsedikit,
sedikit,
sedikit,
kemudian
kemudian
tablet
dimasukkan,
dan
kemudian
kemudiantablet
tablet
tabletdimasukkan,
dimasukkan,
dimasukkan,dan
dan
dan
kulit
kulit
dijahit
kembali
kulit
kulitdijahit
dijahit
dijahitkembali
kembali
kembali

Keuntungan
Keuntungan&&kerugian
kerugian
KEUNTUNGAN
KEUNTUNGAN
Kerja obat lebih cepat
dari pemberian oral

KERUGIAN
KERUGIAN
Harus menggunakan teknik
steril karena merusak
barier kulit
Diberikan hanya dalam
jumlah kecil

Memberi efek sistemik

Memberi efek dalam


jangka waktu yang lama
atau tahan lama

Beberapa obat dapat


mengiritasi jaringan kulit
dan menyebabkan nyeri
Diberikan hanya dalam
jumlah kecil

Implantasi subkutan
suatu
pelet
yang
biasanya
dilakukan
untuk
hormonhormon
steroid
seperti deoksikorton
(obat
penyakit
Addison),
testosteron,
dan
progesteron
(untuk
kontrasepsi)

RECTAL
DEFINISI
DEFINISI
Pemberian Obat melalui Anus / Rektum / Rectal, dengan tujuan
memberikan efek lokal (ex. Dulcolac supositoria) dan sistemik (ex.
aminofilin supositoria).

Tindakan pengobatan ini disebut pemberian obat suppositoria (diberikan


tepat pada dinding rektal yang melewati sfingter ani interna)

untuk mendapatkan efek terapi obat, menjadikan lunak pada daerah feses
dan merangsang buang air besar

RECTAL

RECTAL

KEUNTUNGAN
KEUNTUNGAN&&
KERUGIAN
KERUGIAN
KEUNTUNGAN
Dapat
digunakan
pada
pasien tidak sadar (pingsan)
dan anak-anak
Memberikan bantuan pada
pasien yang tidak dapat
mentoleransi sediaan oral
Menyediakan
rute
yang
aman dan nyaman
Mendorong
relaksasi
sfingter, mengurangi rasa
sakit
dan
iritasi
lokal,
menurunkan demam, dan
merangsang peristaltik dan
buang
air
besar
pada
penderita sembelit.
Mencegah
penghancuran
obat oleh enzim usus atau
dengan pH dalam lambung
Eliminasi
lintas-pertama

KERUGIAN
Peradangan atau iritasi
pada mukosa rectal dan
kebocoran/perembesan
rectal dapat terjadi
Absorpsi lebih lambat, tidak
teratur atau tidak menentu
Menyebabkan disritmia
jantung (pola jantung
abnormal)
Menyebabkan rasa sakit
pada pasien yang baru pulih
dari operasi rektum atau
prostat

RUTE
RUTEPEMBERIAN
PEMBERIAN
OBAT
OBAT

Pembuluh
darah
secara
langsung
langsung
hati
3 cara
penyerapan
Hanya getah
berlaku
dibening
rektum
pada tidak
obat-obat
yangmelalui
larut lemak

MEKANISME
MEKANISMEKERJA
KERJA
SUPOSITORIA
SUPOSITORIA
Berefek mekanik,
Berefek mekanik,
bertujuan sebagai
bertujuan sebagai
pencahar
pencahar
(ex. Gliserin)
(ex. Gliserin)

Berefek setempat
Berefek setempat
Yaitu antiwasir,
Yaitu antiwasir,
disebabkan sifat
disebabkan sifat
astringent
astringent

Berefek sistemik:
Berefek sistemik:
Supositoria nutritif
Supositoria nutritif
(ex. Pepton) dan
(ex. Pepton) dan
supositoria obat
supositoria obat
(ex. Gol Ketoprofen)
(ex. Gol Ketoprofen)

BENTUK
BENTUKSEDIAAN
SEDIAANOBAT
OBAT
Obat dapat diberikan dalam beberapa
bentuk
sediaan melalui rute rektal.

Bentuk sediaan obat yang digunakan


adalah larutan, suppositoria, aerosol, dan
salep.
Penggunaan salep pada rektum
ditujukan untuk efek lokal atau sistemik,
sedangkan yang bentuk larutan
digunakan untuk larutan pembersih
(pengosongan usus besar)

MACAM-MACAM
MACAM-MACAMBENTUK
BENTUKSEDIAAN
SEDIAAN
REKTAL
REKTAL

Rectal semisolid

ANUSOL ointment

TRONOLANE cream

ANALPRAM-HC cream

Diastat gel

Rectal
suppositoria

Rectal
larutan

Rectal
Aerosol

47

Daftar Pustaka

Ansel,
Encyclopedia of Pharmaceutical Technology, 3rd edition.
http://intranet.tdmu.edu.ua/data/kafedra/internal/meds/
classes_stud/en/nurse/en/BSN-%284y
%29/3%20year/Fall%20semester/Foundations%20of
%20Nursing%20Practicum/07.%20Medication
%20administration%20Administering%20medications
%20per%20os%20by%20inhalations%20%20irrigations
%20topical%20applications.htm
http://www.paincommunitycentre.org/article/routeadministration-0

48

Referensi

Syamsuni, H. (2006).Farmasetika Dasar


dan Hitungan Farmasi. Jakarta: Penerbit
Buku Kedokteran EGC.
Kumpulan kuliah farmakologi/Staf
Pengajar Departemen Farmakologi
Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
ED.2 Jakarta : EGC, 2008.

http://www.aviva.co.uk/health-insurance/home-ofhealth/medical-centre/medicalencyclopedia/entry/process-drugs-in-your-body/

INHALASI
DEFINISI
DEFINISI
Pemberian obat melalui saluran pernapasan
dengan cara dihirup atau disemprotkan dari
hidung atau mulut. Saluran pernafasan
memiliki EFEK
epitelLOKAL
yang sangat
luas.
EFEK
SITEMIK
misalnya
salbutamol
( ventolin ).
Combivent, berotek
untuk asma.

Misalnya
pemberian insulin
pada penderita
diabetes

TUJUAN

Mengurangi efek samping yang sering


terjadi pada pemberian parenteral atau per
oral, karena dosis yang sangat kecil
Mempercepat efek terapi obat, karena
obat akan dengan cepat terabsorbsi oleh
membran mukosa yang terdapat dalam
saluran pernafasan.

SKEMA
SKEMARUTE
RUTEPEMBERIAN
PEMBERIANOBAT
OBAT
INHALASI
INHALASI

Partikel
berada dalam
mulut dna
hidung
Obat di
aplikasikan

Zat aktif dalam


pembuluh darah

Zat aktif
menempel pada
reseptor

Partikel
terhirup

Partikel berdifusi
melaui membran
kapiler-alveoli

Partikel
tersuspensi
dalam aliran
gas di bronkus

Partikel
tersuspensi
dalam alveoli

Memberikan efek

Partikel
tersuspensi
dalam aliran
gas di
bronkiolus

kEUNTUNGAN
kEUNTUNGAN
Terapi ini lebih efektif, karena kerjanya lebih cepat
pada organ target

Absorbsi yang terjadi cepat dan homogen, karena


saluran pernapasan tersusun oleh membran mukosa
ynag cukup luas
Membutuhkan dosis yang lebih kecil, sehingga efek
samping terhadap organ lainpun lebih sedikit

Terhindar dari efek metabolisme first-pass yang


terjadi di hati

KERUGIAN
KERUGIAN

Memerlukan alat dan metode khusus

Sukar mengatur dosis


Sering mengiritasi mulut dan saluran
pernafasan
Harga obat yang realtif mahal

Bentuk
sediaan
Bentuk sediaan
Larutan
Larutan
Sediaan obat
atau larutan
Tersuspensi
atau lebih
bahan obat
Tersuspensi

atau suspensi yang terdiri dari satu


yang diberikan melalui saluran
pernapasan. Larutan bahan obat dalam air steril atau dalam
larutan natrium klorida untuk inhalasi dapat disemprotkan
menggunakan gas inert. Penyemprotan hanya sesuai untuk
pemberian larutan inhalasi jika memberikan tetesan dengan
ukuran cukup halus dan seragam sehingga kabut mencapai
bronkioli ( 2-6 um )

Inhaler Dosis
Inhaler Dosis
Terukur
Suspensi atau
larutan obat
Terukur

dalam gas propilan cair dengan atau


tanpa konsolven dan dimaksud untuk memberikan dosis obat
terukur kedalam saluran pernapasan. Volume dosis tunggal yang
umum diberikan mengandung 25-100 ul/ug tiap kali semprot,
sedangkan dosisi ganda biasanya lebih dari beberapa ratus ( ex:
alupent aerosol )

Serbuk
Serbuk

Serbuk juga dapat diberikan dengan cara inhalasi, menggunakan


alat mekanik secara manual untuk menghasilkan tekanan atau
inhalasi yang dalam bagi penderita. (ex: Bricasma inhaler )

Inhalat
Inhalat

Terdiri dari satu atau kombinasi beberapa obat yang karena


bertekanan uap tinggi dapat terbawa oleh aliran udara ke dalam
saluran hidung dan memberikan efek. ( ex Vicks Inhaler )

INTERNASAL
DEFINISI
DEFINISI
suatu rute pemberian obat melalui nasal ( hidung)
yang dapat diaplikasikan untuk beberapa macam
terapi yakni pengobatan lokal (ex : obat tetes
hidung ) maupun efek sistemik (ex : pemberian insulin
melalui
hidung).
Rute
nasal
merupakan
rute
pemberian yang menarik terbukti dengan introduksi
bentuk sediaan yang dapat diterima misalnya
kalsitonin untuk osteolorosis dan analog dari
TUJUAN
TUJUAN
luteinizing
hormone-releasing
hormone
untuk
Sebagai
alternative
ideal
untuk
menggantikan
Sebagai alternative ideal untuk menggantikan
endometrosis.
sistem
sistem penghantar
penghantar sistematik
sistematik parenteral
parenteral dan
dan
pra
pra oral,
oral, karena
karena memiliki
memiliki beberapa
beberapa kelebihan
kelebihan
yaitu
yaitu keberadaan
keberadaan vaskulator
vaskulator yang
yang besar
besar dan
dan
struktur
struktur yang
yang sangat
sangat permeabel,
permeabel, mukosa
mukosa nasal
nasal
ideal
idealuntuk
untuk bsorbsi
bsorbsi sistemik.
sistemik.

Saluran
Saluran Respirasi,
Respirasi,
meliputi
meliputi ::
Mukosa
Mukosahidung
hidung
Hipofaring
Hipofaring
Saluran
Saluran udara
udara besar
besar dan
dan
kecil
kecil

a. Vestibula
hidung
b. Platum ( langitlangit mulut )

Luas
Luas permukaan
permukaan
mukosa
mukosa relatif
relatif besar
besar
2
kira-kira
kira-kira100
100 m
m2 (( pada
pada
orang
orangdewasa
dewasa normal
normal))
untuk
untukpenyerapan
penyerapan obat
obat

e. Turbinat
superoir ( mukosa
oflaktori
d. Turbinat tengah
f. nasofaring

c. Turbinat inferior

SKEMA
SKEMA RUTE
RUTE PEMBERIAN
PEMBERIAN OBAT
OBAT
INTERNASAL
INTERNASAL
Obat
Obat
dihirup
dihirup
melalui
melalui
rongga
rongga
hidung
hidung

bronkus
bronkus

bronkiolu
bronkiolu
ss

Melewati
Melewati
nasofarin
nasofarin
gg

Faring
Faring

trakhea
trakhea

Melalui
Melalui
glotis
glotis

alveoli
alveoli

Berdifusi
Berdifusi
kesalura
kesalura
nndarah
darah

keuntungan
keuntungan
Area
Area permukaan
permukaan untuk
untuk absorbsi
absorbsi luas/
luas/
action
action yang
yang cepat
cepat
Banyak
Banyak suplai
suplai darah
darah sehingga
sehingga
absorbsinya
absorbsinya cepat
cepat

Aktivitas
Aktivitas metabolisme
metabolisme yang
yang rendah
rendah
dibandingkan
dibandingkan peroral/
peroral/ menghindari
menghindari reaksi
reaksi
saluran
saluran cerana
cerana Atau
Atau metabolisme
metabolisme hati
hati

Mudah
Mudah diakses
diakses untuk
untuk penghantaran
penghantaran
obat
obat
Bentuk
Bentuk sediaan
sediaan alternative,
alternative, jika
jika tidak
tidak
dapat
dapat digunakan
digunakan obat
obat saluran
saluran cerna
cerna
Dosis
Dosis yang
yang diperlukan
diperlukan untuk
untuk efek
efek
farmakologinya
farmakologinya dapat
dapat dikurangi
dikurangi
Konsentrasi
Konsentrasi rendah
rendah dalam
dalam sirkulasi
sirkulasi
sistemik
sistemik dapat
dapat mengurangi
mengurangi efek
efek
samping
samping sistemik
sistemik

kerugian
kerugian
Difusi
terhalang
Difusi
obat obat
terhalang
oleh oleh
mucus
dan ikatan
mucus
mucus
dan ikatan
mucus
Mukosa
nasal
sekresinya
dapat
Mukosa
nasal
dan dan
sekresinya
dapat
mendegradasi
mendegradasi
obatobat
Iritasi
dan sensitivitas
Iritasi
lokallokal
dan sensitivitas
harus
diperhatikan
obat obat
harus
diperhatikan
Mucociliary
clearance
mengurangi
waktu
Mucociliary
clearance
mengurangi
waktu
retensi
dalam
rongga
hidung
retensi
obatobat
dalam
rongga
hidung
Iritasi
dan sensitivitas
Iritasi
lokallokal
dan sensitivitas
harus
diperhatikan
obat obat
harus
diperhatikan
Hanya
untuk
yang
poten
( dosis
)
Hanya
untuk
obatobat
yang
poten
( dosis
kecilkecil
)
dengan
ukuran
partikel
mikrometer)
dengan
ukuran
partikel
5-105-10
mikrometer)

Bentuk
Bentuksediaan
sediaan
Sediaan nasal adalah cairan, semisolid atau sediaan
padat yang digunakan pada rongga hidug untuk
memperoleh suatu efek sistemik atau lokal. Berisi satu
atau lebih bahan aktif. Sediaan nasal sebisa mungkin
tidak mengiritasi dan tidak memberi pengaruh yang
negative pada fungsi mukosa hidung dan ciliany. Sediaan
hidung mengandung air atau yang berupa larutan pada
umumnya isotonik dan mungkin berisi bahan tambahan,
misalnya
untuk
penyusuaian
viskositas
sediaan,
Obat
tetes
hidung
Obat
tetes
hidung
penyesuaaian
dan stabilitas
pH serta meningkatkan
Sedangkan
menurut
FI
III
hal
10
Sedangkan menurut
menurut BP
BP
menurut
FI
III
hal
10
kelarutan bahan aktif juga kesetabilan
sediaan
tersebut
2002
adalah
obat
yang
2002 pp 1879
1879 tetes
tetes hidung
hidung
adalah
obat
yang
dan
digunakan
dan larutan
larutan spray
spray adalah
adalah
digunakan untuk
untuk hidung
hidung
larutan
emulsi
atau
dengan
larutan
emulsi
atau
dengan cara
cara meneteskan
meneteskan
susoensi
obat
susoensi yag
yag digunkaan
digunkaan
obat kedalam
kedalam rongga
rongga
untuk
hidung,
dapat
untuk diteteskan
diteteskan atau
atau
hidung,
dapat
disemprotkan
kedalam
mengandung
zat
disemprotkan
kedalam
mengandung
zat
rongga
pensuspensi,
rongga hidung.
hidung.
pensuspensi, pendar,
pendar, dan
dan

INTRAOCULAR &
INTRAAURICULAR
DEFINISI
DEFINISI
Memberikan obat ke dalam mata berupa cairan
dan salep
TujuanUntuk
:
mengobati gangguan pada mata
Untuk mendilatasi pupil pada
pemeriksaan
struktur
internal
mata
Untuk melemahkan otot lensa
mata pada pengukuran refraksi
mata
Untuk mencegah kekeringan mata

Rute pemberian obat okular


Rute pemberian obat okular
INTRAOKULAR

Kekurangan/keterbatasan
Kekurangan/keterbatasan
metode
pengobatan mata saat ini
metode pengobatan
mata saat ini
(topikal,sistemik)
(topikal,sistemik)
TOPIKAL
TOPIKAL
Sering gagal untuk menyediakan
tingkatterapeutik dalam rongga
vitreous atau segmen posterior

SISTEMIK
SISTEMIK

Tergantung pada tingkat izin dari vitreous dari


obat
tertentu
Bolus besar dan Pemberian sering mungkin
diperlukan untuk memastikan tingkat terapeutik
selama jangka waktu
Praktek klinis, tidak praktis untuk penyakit kronis yang
kadang-kadang
dapat
memerlukan
pemberian
mingguan selama beberapa bulan atau tahun.
Dapat
mengakibatkan
kemungkinan
peningkatan
komplikasi, seperti perdarahan vitreous, lepasan retina,
& endophthalmitis.

Keunggulan pemberian obat lokal


Keunggulan pemberian
intraokular obat lokal
intraokular
memungkinkan
memungkinkan tingkat
tingkat obat
obat
intraokular
intraokular yang
yang lebih
lebih tinggi
tinggi
daripada
daripada yang
yang dapat
dapat dicapai
dicapai
oleh
oleh pemberian
pemberian topikal
topikal atau
atau
sistemik.
sistemik.
Menghindari
banyak
efek
Menghindari
banyak
efek
samping
yang
berhubungan
samping
yang
berhubungan
dengan
dengan terapi
terapi sistemik.
sistemik. Hal
Hal ini
ini
terutama
terutama bermanfaat
bermanfaat dalam
dalam hal
hal
obat
yang
mungkin
terlalu
obat
yang
mungkin
terlalu
beracun
untuk
pemberian
beracun
untuk
pemberian
sistemik
sistemik namun
namun akan
akan ditoleransi
ditoleransi
dengan
dengan baik
baik oleh
oleh mata
mata

Kekurangan pemberian obat local


Kekurangan pemberian
intraokularobat local
intraokular
Obat pengiriman lokal untuk satu
mata tidak memperlakukan mata
kontralateral
pemberian obat lokal gagal untuk
mengobati penyakit luar mata (seperti
penyakit menular CMV)
Intravitreal konsentrasi yang lebih tinggi
obat dapat menawarkan efek
terapeutik lebih besar, tetapi juga
dapat dikaitkan dengan toksisitas
okular meningkat.

Efek Samping Obat Tetes Dan Salep untuk


Efek Samping Obat Tetes
mata Dan Salep untuk
mata
Penglihatan Kabur

NyeriPada Mata

Iritasi atau Infeksi Mata

Sakit Kepala

Alergi Kontak

OBAT TETES MATA

salep mata

Injeksi
Injeksi
Intravitreal
Intravitreal
steroid
steroid sebagai
sebagai obat
obat anti
anti
radang
radang
Subjunctival
Subjunctival route
route
mengurangi
mengurangi frekuensi
frekuensi
pemberian
pemberian obat
obat dan
dan menyediakan
menyediakan sistem
sistem
penghantaran
penghantaran obat
obat yang
yang diperlambat
diperlambat

OBAT TETES INTRAAURICULAR


DEFINISI
DEFINISI
Tetes telinga adalah bentuk larutan, suspensi atau
salep yang digunakan pada telinga dengan cara
diteteskan atau dimasukkan dalam jumlah kecil ke
dalam saluran telinga untuk melepaskan kotoran
telinga (lilin telinga) atau untuk mengobati infeksi,
peradangan atau rasa sakit

TUJUAN
a. Untuk memberikan effek
terapi lokal
b. Menghilangkan nyeri

Obat telinga dapat terbagi menjadi


Obat telinga dapat terbagi menjadi
Obat telinga sebagai antiseptik dan anti infeksi.
Biasanya merupakan antibiotik seperti
chlorampenikol, gentamisin, atau ofloxacin
dengan tambahan penghilang sakit lokal
(lidokain/benzokain).
Antiseptik telinga dengan kortikosteroid. Pada
kelompok obat telinga ini selain mengandung
antibiotik dan penghilang sakit lokal juga
ditambah kortikosteroid yang berfungsi untuk
menghilangkan gejala alergi pada telinga
Obat telinga lainnya. Obat telinga ini diindikasikan
untuk saluran telinga yang tersumbat oleh kotoran
yang mengeras

Cara menggunakan obat tetes


telinga

Keuntungan dan kerugian


Keuntungan dan kerugian
Keuntungan :
Memiliki homogenitas yang cukup tinggi
Kerugian :
Aliran yang terlalu kental menyebabkan sediaan
sulit untuk dituang
Suspensi harus dilakukan pengocokan sebelum
digunakan
Pada saat penyimpanan kemungkinan perubahan
sistem dispersi akan meningkat apabila terjadi
perubahan temperatur pada tempat penyimpanan

INTRAVAGINAL
definisi
definisi
Obat yang digunakan untuk mengobati
gangguan vagina secara lokal.

Untuk mengobati gangguan


Untuk mengobati
vagina
secara gangguan
lokal
vagina
secara
lokal
tersedia salep, tablet atau
tersedia
salep, tablet
atau
sejenis
suppositoria
vaginal
sejenis suppositoria
vaginal
(ovula)
yang
harus
(ovula)
yang
harus
dimasukkan
ke
dalam
dimasukkan
ke
dalam
vagina
dan melarut
di
vagina
dan
melarut
dalamnya.
Contohnyadi
dalamnya.
Contohnya
adalah
metronidazol
pada
adalah metronidazol
pada
vaginitis
(radang vagina)
vaginitis (radang vagina)

Obat intravaginal dapat pula


digunakan
sebagai
cairan
bilasan.
Penggunaan
lain
adalah
untuk
mencegah
kehamilan,
di
mana
zat
spermicide
(dengan
daya
mematikan
sel-sel
mani)
dimasukkan
dalam
bentuk
tablet busa, krem atau foam

Kelebihan dan kekurangan


Kelebihan dan kekurangan
KELEBIHAN
Efek kerjanya cepat, mengenai
daerah target

KEKURANGAN
Pemberiannya
relatif
lebih
sulit,
melalui vagina
Terbatas pada obat dengan daya larut
tinggi
Distribusi obat dapat dihambat oleh
sirkulasi darah yang menurun

Jalur/rute Pemberian Obat Intravaginal


Jalur/rute Pemberian Obat Intravaginal
Pemberian obat secara intravaginal
temasuk dalam rute pemberian
obat parenteral
Aplikasi mukosa obat melalui rute rektal
atau vagina dapat dilakukan dengan
menggunakan suppositoria dan tablet
vagina. Pada aplikasi dubur, penyerapan
ke dalam sirkulasi sistemik mungkin
terjadi. Dengan tablet vagina, efek
umumnya terbatas pada lokasi target
Biasanya obat ini dimasukkan ke dalam
lemak yang membeku pada suhu kamar,
tapi mencair di rektum atau vagina. Film
berminyak yang dihasilkan menyebar di
mukosa dan memungkinkan obat untuk
masuk ke mukosa

Topikal (Kulit)
definisi
definisi
Obat yang digunakan untuk menyembuhkan
penyakit kulit
Pada penyakit kulit, obat yang digunakan
berupa salep, krim, atau lotion (kocokan).
Kulit yang sehat dan utuh sukar sekali
ditembus obat, tetapi absorpsi berlangsung
lebih mudah bila ada kerusakan
Efek sistemis yang menyusul kadang-kadang
berbahaya, seperti dengan kortikosterida
(kortison, betametason, dan lain-lain),
terutama bila digunakan dengan cara occlusi

Kelebihan & kekurangan


Kelebihan & kekurangan

Kelebihan

Kekuranga
n
Cepatsedikit
Dapat
Memberikan
Efek
sampingefek
yang
lokal
terjadi pada pasien lebih

Jalur/rute Pemberian Obat Topikal


Jalur/rute Pemberian Obat Topikal
Transdermal merupakan sistem pengiriman obat yang
disisipkan ke epidermis yang berisi reservoir darimana
obat dapat meredakan dan diserap melalui kulit.
Memungkinkan obat yang akan diberikan dalam cara
yang mirip dengan infus.
Obat topikal harus :
(1) mampu menembus penghalang kulit;
(2) efektif dalam dosis yang sangat kecil
(kapasitas waduk
dibatasi); dan
(3) memiliki margin terapi lebar (dosis tidak
disesuaikan)
Contoh obat topikal seperti bubuk, salep, dan pasta
dioleskan di permukaan kulit.
Ada beberapa produk topikal yang tidak mengandung
obat, namun dikhususkan untuk perlindungan kulit atau
perawatan. Namun, obat dapat ditambahkan jika
tindakan topikal pada kulit luar dikhususkan untuk

Referensi
Referensi

Lullman, Heinz, et al. (2000). Color Atlas


Of Pharmacology 2th Edition page 12-13.
New York : Thieme Stuttgard.