Anda di halaman 1dari 2

Tugas Resume

Nama : Andy Hartono


NIM

: F24140044

Aliansi : 3

Dewasa ini telah dikembangkan berbagai inovasi di bidang teknologi


pertanian , salah satunya yang sedang menjadi topik hangat adalah invovasi
teknologi penanganan jagung. Produk turunan dari jagung setelah diolah dengan
teknologi terpadu sangat beragam, diantaranya pembuatan mesin penanam dan
pemupuk jagung, modifikasi tepung dengan penambahan zat dari luar untuk
meningkatkan mutu mie jagung, dan rekayasa delignifikasi untuk meningkatkan
arborbsi enzim dalam proses sakarifikasi jagung untuk menghasilkan bioetanol.
Inovasi pembuatan mesin menitikberatkan pada kinerja mesin penanam dan
pemupuk jagung dengan tenaga traktor beroda dua. Metode lain yang ada seperti
pembuatan otomatisasi irigasi tanaman jagung dengan memanfaatkan energi
foton.
Mesin modifikasi untuk pengolahan jagung menggunakan metering device
dengan menggunakan model penjatah pupuk yang menggunakan rotor yang
berputar pada hoper ( tipe edge cell). Prinsipnya rotor ditempatkan di sebelah
depan dari lubang hoper sehingga tekanan tidak langsung kea rah rotor. Formula
dasar fisika dengan subtema torsi menjadi prinsip kuat dalam kinematika kerja
dari mesin ini. Inovasi selanjutnya yaitu sistem irigasi dengan tenaga surya untuk
pengolahan jagung menekankan pada rancangan alat yang terdiri dari panel surya,
baterai, inveter, dan pompa air. Prinsip fisikanya adalah mengalirkan air untuk
kebutuhan metabolisme tumbuhan jagung dengan mengatur debitnya sesuai
keadaan atau musim yang tentunya memiliki spesifikasi yang berbeda beda.
Pada inovasi pembuatan mi jagung secara dasar prinsipnya adalah dengan
pengeringan dengan udara ( fluid bed drier). Beberapa indikator yang dipakai
adalah cooking loss, elongasi, ketegaran, kemembelan, dan kelengketan. Untuk
menghasilkan mi jagung yang berkualitas, tentunya proses optimum diperoleh
pada suhu ekstruder 90 derajat celcius sehingga kondisi fisiknya tampak
mengkilap .
Inovasi yang lainnya adalah penerapan LTJ sebagai produk biomassa
dalam proses menghasilkan turunan bioethanol . Prinsip utamanya adalah dengan
uji selulase dan xilanase yang dilakukan untuk menentukan proses sakarifikasi.
Tahap selanjutnya adalah proses perlakuan GM untuk menurunkan kadar lignin
dengan tidak merusak selulosa dan melarutkan hemiselulosa. Perubahan reaksi
pun dapat terlihat dari warna , contohnya saat bagian serat yang masih berikatan

akan memberi warna biru keunnguan , yang mengindikasikan bahwa serat


belum mengalami kerusakan terutama fraksi kristalinnya. Semakin lama waktu
kontak semakin besar pula energi yang diberikan sehingga menyebabkan
kerusakan yang lebih besar.