Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN


PROSES PENGENDALIAN MANAJEMEN
BAB 9 KASUS 9-2 BOSTON CREAMERY, INC
Kelas B

Disusun Oleh :
1. Novia Puspita Rani

( 221308408 )

2. Ike Susanti

(221308431 )

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Boston Creamery, Inc merupakan sebuah perusahaan es krim yang memproduksi
dan mendistribusikan es krim kepada distributor dan retailer. Boston Creamery
menggunakan sistem perencanaan dan pengendalian keuangan yang baru yang
membandingkan antara hasil anggaran (budgeted results) dengan hasil aktual
(actual results).
Jim Peterson merupakan presiden direktur Boston Creamery, Inc dan Frank Roberts
adalah wakil presiden untuk penjualan dan pemasaran divisi Ice Cream Boston
Creamery, Inc. Jim Peterson meminta Frank membuat presentasi singkat mengenai
favorable operationg income variance sebesar $71,700. Peterson meminta Frank
untuk menyiapkan draft awal presentasi mengenai gambaran proses favorable
operating income tesebut.
Dengan menggunakan sistem perencanaan dan pengendalian keuangan yang baru,
Peterson ingin menggambarkan kepada manajemen bagaimana sistem ini dapat
menganalisis mengenai varians laba dan dapat menyoroti hal-hal yang
membutuhkan perhatian sehingga dapat dilakukan perbaikan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah anda akan membuat perubahan pada variance analysis schedule yang
diusulkan oleh Frank Roberts?
2. Bagaimana struktur analisis varians yang dilaporkan oleh John Parker?
Menurutnya, divisi marketing bertanggung jawab untuk mengatur harga jual
yang dapat menutupi kenaikan biaya bahan baku.
3. Berdasarkan

Profit

direkomendasikan

Variance

untuk

tahun

Analysis,
1974?

tindakan

Tunjukkan

menunjukkan kinerja yang bagus di tahun 1973!

apa

yang

bagian-bagian

dapat
yang

4. Apa saja kelemahan pendekatan Profit Planning and Control yang dilakukan
oleh perusahaan? Apa penilaian anda terhadap pendekatan tersebut dari
perspektif kontemporer?
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui perubahan pada variance analysis schedule yang diusulkan
oleh Frank Roberts
2. Untuk mengetahui bagaimana struktur analisis varians yang dilaporkan oleh
John Parker
3. Untuk mengetahui tindakan apa yang dapat direkomendasikan untuk tahun
1974
4. Untuk mengetahui apa saja kelemahan pendekatan Profit Planning and
Control yang dilakukan oleh perusahaan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Teknik perhitungan yang digunakan Frank Robert adalah perhitungan biaya standar
(standar costing) yang dapat memberikan manfaat dalam penganggaran dan kinerja,
motivasi dan pengendalian biaya bagi Boston Creamery Inc perusahaan yang
membuat produk masal.
Dalam schedule tampilan 2 mengenai rincian beban, telah diberikan beberapa
analisis dimana dalam penyusunan anggaran telah menggunakan metode biaya
standar, yakni :
a

adanya penetapan efiensi dan sumber daya dengan menggunakan teknik


manajemen yang mengacu data masa lalu atas biaya tetap, misal : tenaga kerja,
dan bahan baku langsung. Rencana keuntungan tahun 1973 yang digunakan
Peterson adalah menggunakan hasil yang diharapkan tahun 1972 sebagai biaya
anggaran tahun 1973.

adanya penetapan standar harga jual untuk biaya masing-masing biaya atau
produk

mengidentifikasi varian dari masing-masing elemen biaya

menganalisa dan mencari penyebab utama timbulnya varian tersebut

Pada dasarnya, sebagaimana Tabel 3, terdapat dua jenis varian yang berhubungan
dengan harga dan volume. Maka varian yang terjadi disebabkan oleh dua hal, yaitu:
1

tambahan atau pengurangan biaya

pengurangan/penghematan bahan baku atau penambahan volume bahan baku


yang disebabkan adanya selisih harga lebih murah dari yang diharapkan
Maka table diatas perlu lebih diperinci dalam dua kelompok varian, yaitu :

Varian harga, yang meliputi :

varian harga bahan baku

varian tarif tenaga kerja

varian pengeluaran biaya overhead

varian harga jual

Varian volume, yang meliputi :

varian pemakaian bahan baku

varian efisiensi tenaga kerja

varian volume overhead

varian volume penjualan

Pemerincian sebagaimana saran Jim Peterson ini memberikan beberapa manfaat,


yaitu :
a

Dengan dilakukan rekonsiliasi laba, maka varian-varian yang ada dapat


menjelaskan mengapa laba yang dianggarkan tidak tercapai terhadap anggaran
periode tersebut.

Varian-varian itu sendiri memperlihatkan secara rinci hal-hal yang penting


terjadinya perbedaan antara laba aktual dengan anggarannya, sehingga nampak
terdapat varian yang manambah laba (favourable) dan yang merugikan atau
mengurangi laba (unfovourable/adverse).

Laporan yang dibuat demikian, karena telah memperlihatkan secara rinci hal-hal
yang penting terjadinya perbedaan antara laba aktual dengan anggarannya,
memungkinkan manajemen untuk mengetahui penyebab masalah tanpa harus
melakukan deteksi atau menjabarkan varian secara berbelit-belit atau terlalu
teknikal.
2.2 Berdasarkan laporan analisis perbedaan BCI, penentuan harga dalam analisis
perbedaan oleh John Parker menggunakan prosedur sangat berkaitan dengan
penyusunana anggaran, yaitu :
1

Penjualan sebagai factor kunci dalam perusahaan


Sebagaimana terlihat dalam Rencana Keuntungan tahun 1973, dalam

penyusunan anggaran Bonston Creamery Inc telah memusatkan penjualan sebagai


factor kunci dalam perusahaan, sehingga tanggung jawab utama dalam
penyusunan anggaran terletak pada Frank Robert, Vice President Penjualan dan

Pemasaran.
Frank Robert bertugas mempertimbangkan volume penjualan saat ini,
mengantisipasi kondisi perdagangan masa yang akan datang, dan menggunakan
umpan balik laporan riset pasar yang dilakukan tenaga penjualan dalam rangka
penyusunan anggaran. Walaupun dalam Rencana Keuntungan tersebut hanya
ditampilkan angka penjualan untuk tahun tersebut, barangkali secara lengkap,
laporan tersebut memuat rincian angka penjualan menurut jenis, konsumen,
wilayah, dan bulanan.
Setelah penjualan diidentifikasi, kemudian disusun anggaran produksi dan
operasi, yang merupakan tanggung jawab John Parker, VP Manufacturing and
Operation. Anggaran produksi dan operasi ini disusun berdasarkan ketentuan
anggaran penjualan, dengan kemungkinan adanya perubahan-perubahan yang
diperlukan seperti tingkat persediaan, sehingga ketentuan operasional dihasilkan.
Anggaran produksi dan operasi ini menguraikan : volume output, kapan
diperlukan, departemen yang yang memproduksi, tenaga kerja, biaya bahan baku,
dan sumber daya lain yang dikonsumsi, sebagaimana pada schedule A-2 diatas.
Anggaran operasi dan produksi ini menentukan tingkat aktivitas, yaitu
anggaran overhead atau biaya tak langsung bagi tiap-tiap departemen dan tingkat
aktivitas jasa yang diperlukan seperti : departemen pemasaran, departemen
administrasi penjualan dan distribusi, departemen akuntansi, dan departemen
personalia.
2

Tanggung jawab timbulnya selisih laba kotor


Selisih laba kotor yang terjadi perlu diinvestigasi lebih lanjut untuk

menentukan penyebab penyimpangan laba tersebut dan siapa yang bertanggung


jawab.
Pada umumnya penyimpangan laba kotor disebabkan oleh :
a

Selisih harga jual


Penyimpangan ini disebabkan perusahaan telah menjual produk dengan harga
jual lebih besar atau lebih kecil dibandingkan dengan harga jual yang telah

direncanakan . Tanggung jawab penyimpangan ini terletak pada pejabat


perusahaan yang memiliki kewenangan untuk menentukan harga jual yaitu
bagian atau departemen penjualan dan pemasaran.
b

Selisih volume penjualan dan volume harga pokok penjualan


Selisih ini disebabkan karena perusahaan telah menjual produk dengan volume
penjualan lebih besar atau lebih kecil dibandingkan dengan volumen penjualan
yang telah direncanakan. Tanggung jawab dari penyimpangan ini berada pada
bagian pemasaran dan penjualan, karena kuantitas yang akan dijual sangat
tergantung pada harga jual produk dan keaktifan bagian pemasaran dalam
menjual produk. Kedua faktor tersebut masih dalam jangkauan pengendalian
bagian pemasaran. Sedang faktor di luar jangkauan kendali bagian pemasaran
seperti : kemacetan dalam produksi yang mengakibatkan kuantitas yang
dihasilkan menurun sehingga yang dapat dijual menurun. Tanggung jawab
karena faktor ini berada pada bagian produksi.

Selisih harga pokok penjualan


Hal ini disebabkan harga pokok penjualan yang terjadi lebih besar atau lebih
kecil dibandingkan harga pokok penjualan yang direncanakan. Selisih ini
disebabkan karena kegiatan di dalam berproduksi, sehingga yang bertanggung
jawab adanya selisih adalah bagian produksi.
Dari kedua tersebut maka Tampilan 3 Analisis Perbedaan dari Penfsiran

Pendapatan dan Operasi, terdapat beberapa varian, yaitu :

varian harga pokok penjualan

varian volume penjualan dan varian volume harga pokok penjualan

varian harga pokok penjualan

Dari uraian diatas memang nampak bahwa Frank Robert mampu untuk bermain
angka dengan target yang direncanakan. Selain itu Frank Robert mampu
menaikkan penjualan karena kemampuan tenaga penjualan, sehingga perusahaan
mendapatkan laba yang memuaskan, maka dari sudut pandang kinerja perusahaan
dengan fokus pada penjualan, Frank Robertlah yang cenderung mendapat
penghargaan dari pimpinan, walaupun dapat dipahami tidak mungkin Frank Robert
mencapainya tanpa bantuan John Parker

2.3 Tindakan yang diperlukan untuk periode tahun 1974:

Penentuan rencana keuntungan yang realistis antara kemampuan tenaga


penjualan dan pemasaran dengan kemampuan atau kapasitas produksi

Setiap bulan, manajer diminta untuk menjelaskan terjadinya varian-varian yang


besar karenan melebihi persentase tertentu yang diperkenankan. Dengan cara
ini usaha dan waktu yang berguna tidak terbuang hanya untuk memeriksa
varian-varian yang kecil dan dapat dicari jalan keluar sehinggan kerugian yang
lebih besar dapat dicegah.

Tidak hanya menjelaskan, tetapi juga tindakan. Apabila varian-varian yang


terjadi secara komulatif ternyata posisinya melebihi anggaran. Misalnya : pada
BCI adanya penambahan tenaga kerja dan kerja lembur yang berlebihan yang
menyebabkan pengeluaran berlebihan. Maka dapat diambil beberpa tindakan
untuk mengatasinya, seperti : mengurangi penempatan karyawan, mengurangi
jam lebur, dalam periode sepi dialihkan menjadi staf par-time, pengecekan
bahan baku yang mungkin terbuang, mencari pasokan yang lebih murah dan
memantau efisiensi energi.

2.4 Beberapa kelemahan utama dari teori manajemen, yaitu :


a

Dengan dilakukannya beberapa penyesuaian atau perbaikan anggaran maka


para manager lebih banyak memusatkankan waktunya untuk memikirkan hal
tersebut.

Tidak semua kegiatan biayanya dapat dikendalikan dengan standar anggaran,


tetapi cukup efektif dengan membandingkan rata-rata biaya

Dalam membandingkan anggaran/satandar dengan biaya aktual, adanya


pengeluaran yang tak terkendali yang merupakan biaya pusat. Kesulitan yang
timbul bila pengeluaran telah dimasukkan tetapi menejer yang bersangkutan
tidak berwenang atas biaya tersebut.

Ketidaktepatan anggaran/standar berakibat tidak dapat dipakai sebagai alat


perencanaan, koordinasi, dan pengawasan dengan baik.

Anggaran sebagai alat manajemen


Secara keseluruhan hal yang nampak pada kasus ini, anggaran adalah alat
manajemen bagi perusahaan berupa informasi keuangan yang dihasilkannya.
Terdapat beberapa peran dari anggaran, yaitu :
a

Mencapai tujuan utama, yaitu mengendalikan dan mengurangi biaya dengan


memantau biaya-biaya masa lalu guna memperbaikinya untuk kinerja di masa
yang akan datang dan sebagai dasar untuk evaluasi kerja.

Mencapai tujuan jangka pendek anggaran antara lain :

penguasaan pangsa pasar sebesar persentase tertentu

memperoleh sejumlah laba yang telah ditetapkan

mencapai laba atas modal (return of capital) pada tingkat harga tertentu.

Alat untuk memotivasi karyawan

Sebagai alat untuk pengambilan keputusan


.