Anda di halaman 1dari 10

ABSTRAK

Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Tanah Umum, Jurusan Tanah, Fakultas


Pertanian,Universitas Gadjah Mada pada tanggal 24 Februari 2015.Praktikum ini dilakukan
dengan tujuan untuk mengetahui kadar lengas tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar
lengas tanah yaitu antara lain anasir iklim, kandungan bahan organik dan fraksi lempung
tanah,topografi dan adanya bahan penutup tanah. Metode yang digunakan pada praktikum ini
yaitu metode gravimetric yaitu dengan cara menghitung selisih berat lengas sebelum dan sesudah
dikeringkan. Tanah yang digunakan pada praktikum kali ini ada 5 jenis tanah yaitu: tanah entisol,
tanah alfisol,ultisol,rendzina dan vertisol. Masing masing tanah dicoba dalam 3 jenis ukuran tanah
yaitu ukuran diameter 0,5mm, 2,00mm dan CT bongkah. Pada praktikum ini didapatkan nilai
kadar lengas yaitu 15,40% dan 15,29% pada tanah vertisol berukuran diameter 2 mm, 14,61% dan
15,62% untuk ukuran diameter 0,5mm, dan 15,26% dan 15,93% untuk CT bongkah. Tanah
rendzina mempunyai kadar lengas 17,81% dan 17,48% untuk ukuran 2mm, 16,95% dan 16,81%
untuk ukuran 0,5mm dan 20,68% dan 20,72% untuk rendzina ukuran bongkah. Pada tanah ultisol
diameter 2mm nilainya yaitu 10,821% dan 10,868%, 10,397% dan 10,397% pada diameter 0,5mm
dan 10,467% dan 9,803% untuk tanah ukuran bongkah. Untuk tanah alfisol yaitu 13,75% dan
13,71% untuk ukuran diameter 2mm, 13,09% dan 12,99% untuk ukuran diameter 0,5mm, serta
12,40% dan 15,29% untuk ukuran bongkah. Tanah terakhir adalah tanah entisol. Tanah entisol
berukuran diameter 2,00mm mempunyai kadar lengas 2,1% dan 2,1%, 2,3% dan 2,4% untuk
ukuran diameter 0,5mm dan 2,2% dan 2,15 untuk ukuran bongkah.Manfaat mengetahui kadar
lengas yaitu untuk mengetahui kebutuhan air untuk persawahan dan proses irigasi, mengetahu
kemampuan jenis tanah mengenai daya simpan air dan perhitungan NPD.

I .Pendahuluan
Tanah

merupakan

sifat-sifat tanah di daerah tertentu berbeda


materi

yang

melapisi seluruh daratan bumi yang terdiri


dari bahan organic dan anorganik. Bahan
organic

atau

penyusun

mineral

litosfer,

meliputi

air,udara,

batuan

sedangkan

bahan organic berasal dari tumbuhan dan


hewan.Variasi komponen penyusun suatu
penyusun

tanah

akan

menentukan

ciri,sifat,watak dan kelakuan tanah.


Tanah
gabungan

dipengaruhi

anasir

alami

induk,iklim,topografi,dan
berkerja

pada

waktu

oleh

proses

yaitu

bahan

organism

yang

tertentu.Pengaruh

tersebut mengakibatkan kenampakan dan

dengan daerah lain. Tanah sebagai media


pertumbuhan tanaman memiliki kemampuan
sendiri untuk menyimpan air dan biasa
disebut kadar lengas. Kadar lengas tanah
jenis satu akan berbeda dengan kadae lengas
tanah jenis lainnya. Kadar lengas suatu
tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor
antara lain anasir iklim,relief,kandungan
bahan organik dan lempung tanah.
Praktikum kali ini bertujuan untuk
mengetahui kadar lengas kering angin pada
beberapa jenis tanah serta factor faktor yang
mempengaruhinya. Pemahaman mengenai
kadar lengas dalam tanah sangat penting

dalam bidang pertanian sebab lewat proses

tanah. Tabiat dan perilaku menghadirkan

kadar lengas ini nantinya akan dikontrol

sejumlah parameter yang dapat diamati atau

pula serapan hara dan pernapasan akar

diukur

tanaman yang selanjutnya akan berpengaruh

merupakan variable tanah yang penting.

pula

Jumlah lengas dalam tanah mempunyai efek

pada

pertumbuhan

dan

produksi

tanaman.

(Notohardiprawiro,1998).

langsung
Pengukuran

II. Tinjauan Pustaka

pengisian

terbentuk dan berkembang sebagai akibat

variable

dari bekerjanya gaya-gaya alam terhadap

al.,2012)

alam

di

permukaan

bumu.Tanah yang terbentuk dari bahanbahan berupa bahan mineral dan organic, air
serta udara tersusun di dalam ruangan yang
membentuk tubuh tanah. Karena hal tersebut
maka

terjadilah

perbedaan

morfologi,kimia,fisis dan biologi dari tanah


yang berbeda-beda pula. Sifat-sifat fisis
tanag

sangat

pertumbuhan

berpengaruh
dan

produksi

terhadap
tanaman.

Kondisi fisik tanah menentukan penetrasi


akar di dalam tanah, retensi air, drainase
,aerasi dan nutrisi tanaman. Sifat fisika
nantinya akan berpengaruh pula kepada
sifat-sifat kimia maupun biologi tanah
(Hakim et al.,1986)

sifat fisika tanah. Sifat fisis/fisik tanah ini


kepada

kadar

lengas

hidrolik.
membantu

kembali,evaporasi
penting

dan

juga

lainnya(Chasion

et

Kemampuan penahan lengas tanah


ditentukan oleh sifat fisik tanah. Tanah yang
poris akan melewatkan air lebih cepat
sehingga tidak memadai untuk digunakan
dalam

proses

(Agil,2011).

evaporasi
Besarnya

tanaman
penyerapan

tergantung pada ketebalan lapisan air dia tas


tanah, jumlah dan ukuran pori-pori tanah,
kandungan tanah dan penutup tanah alami.
Tanah berpasir mempunyai nilai penyerapan
yang lebih besar, lempung dan geluh
lempungan

biasanya

memiliki

nilai

penyerapan yang lebih kecil karena luas


porinya lebih kecil (Toffe,1949)
Dalam lengas kapilaritas terdapat

Kadar lengas termasuk ke dalam


merujuk

konduktivitas

memprediksi jumlah aliran permukaan, nilai

Tanah merupakan tubuh alam yang

bahan-bahan

pada

Lengas

tabiat

dan

perilaku

mekanik,termal,optik,kolodial dan hidrologi

titik layu, kapilaritas lapangan, dan air


kapiler tersedia. Titik layu adalah lengas
tanag yang tidak dapat dimanfaatkan oleh
tanaman

Kapasitas

lapangan

adalah

keadaan lengas maksimum yang tersedia


untuk

pertumbuhan

tanaman.

Beberapa

factor yang berpengaruh pada kandungan


lengas

kapasitas

tekstur,struktur,

lapangan

yaitu

kandungan

bahan

organik,tipe koloida tanah dan jenis kation


yang diserap. Pada umumnya kandungan
lengas

kapasitas

berdasar

lapangan
urutan

mengikat
berikut:

pasiran<debuan<geluhan<lempungan
(Mukhfid,2009).

Beberapa

III. Metodologi

faktor

yang

Dalam acara praktikum kali ini


bahan yang digunaka adalah tanah halus
yaitu tanah berdiameter 2,00mm dan 0,5mm
dan tanah bongkah. Sementara itu alat yang
digunakan adalah 6 buah botol timbang
,timbangan serta oven. Botol timbang
sebagai media tanah, timbangan untuk
menimbang

berat

tanah

serta

oven

digunakan untuk proses pengeringan tanah.

mempengaruhi kandungan lengas tanah

Enam botol timbang kosong diberi

antara lain anasir iklim,kandungan bahan

label. Masing masing botol timbang kosong

organik, fraksi lempung tanah, topografi,dan

tertutup ditimbang (misalnya a gram) 2/3

adanya bahan penutup tanah baik organik

volume botol diisi dengan contoh tanah

maupun anorganik (Walker dan Paul,2009).

2mm, 0,5mm dan CT Bongkah masing

Beberapa metode pengukuran kadar


lengas misalnya metode gravimetris. Metode
ini dilakukan dengan cara perbandingan
massa. Perbandingan massa yang dilakukan
adalah perbandingan massa tanah basah dan
tanah

kering

suatu

contoh

tanah

(Hillel,1998). Metode lain yaitu metode


pengukuran dengan tensiometer, dimana
tensiometer adalah pipa dengan mangkok
keramik berlubang yang dibakar. Metodenya
adalah air akan tertarik pada pipa sehingga
mendesak air raksa. Ketinggian air raksa
tersebut kemudian dikalibrasikan dengan
kurva standar (Ageraha dan Warncke,2010).

masing 10 gram. Masing masing dibuat 2


ulangan(duplo).

Botol

ditimbang

berisi

tanah beserta tutupnya ditimbang (missal b


gram). Botol tersebut dengan tutup sedikit
terbuka di oven pada suhu 105-110oC
sampai

kering

mutlak(semalam).Botol

dikeluarkan dari oven, ditutup serapat


mungkin dan dibiarkan dingin di dalam
desikator(15-30menit).Botol dalam keadaan
tertutup rapat ditimbang(missal c gram).
Setelah semuanya selesai, alat dan bahan
dibersihkan.

IV. Hasil dan Pembahasan


Table 1. Kadar Lengas Hasil Percobaan
N

Jenis

Ulanga Ulanga Perbandin

o
1

Tanah
Vertiso

nI
14,61

n II
15,62

0,5mm
Vertiso

15,40

15,29

2,0mm
Vertiso

15,26

15,93

CT %

gan
13,3325%

12,8586%

16,95

16,81

na

%
12,40

%
15,29

7,566%

CT

ah
Entisol

2,3%

2,4%

5,15%

0,5mm
Entisol

2,1%

2,1%

5,16%

2,0mm
Entisol

2,2%

2,1%

1,93%

CT

16,065%
Praktikum kali ini membahas tentang

17,81

17,48

na

2,0mm
Rendzi

20,68

20,72

17,65%

kandungan air dalam tanah. Kadar lengas


dipengaruhi oleh 5 faktor yaitu: Kandungan

15,48%

bahan organik dan fraksi lempung tanah,


anasir iklim,topografi dan adanya bahan
penutup

Bongk

tanah

baik

organic

maupun

anorganik. Anasir iklim berpengaruh pada

ah
Ultisol

10,379

10,397

0,5mm
Ultisol

%
10,821

%
10,868

13,547%

2,0mm
Ultisol

%
10,467

%
9,803

8,779%

CT

8,544%

lengas tanah dimana pengaruhnya karena


selisih curah hujan dan evaporasi yang
menyebabkan tanah surplus atau devisit.
Kandungan

bahan

organic

dan

fraksi

lempung tanah juga berpengaruh , keduanya


bersifat

Bongk
4

2,0mm
Alfisol

kadar lengas. Kadar lengas merupakan

0,5mm
Rendzi

ah
Alfisol

14,708%

ah

ah
Rendzi

na CT %

%
13,71

Bongk

Bongk
2

%
13,75

Bongk
5

13,7415%

0,5mm
Alfisol

koloid

dan

mempunyai

luas

permukaan jenis besar sehingga dapat


13,09

12,99

11,4485%

menyimpan dan menyekap air. Faktor relief

dan topografi mempengaruhi kecepatan air

Permeabilitasnya rendah dan agregasinya

untuk terfiltrasi (masuk ke dalam tanah),

lemah, sehingga tanah vertisol mampu

serta

lengas

mengikat air dalam jumlah yang besar.

melalui aliran permukaaan. Faktor yang

Bahan induk tanah vertisol adalah gamping,

terakhir adalah adanya bahan penutup tanah

sehingga tanah vertisol mampu mengikat air

baik organic maupun bahan anorganik.

dalam jumlah yang besar. Dengan kadar

Penutup tanah bertujuan untuk mengurangi

lengas seperti ini, tanah vertisol memiliki

evaporasi sehingga kandungan lengas awet.

potensi yang cukup baik di bidang pertanian

mempercepat

Dari

kehilangan

praktikum

yang

sudah

(Hakim et al.,1986).

dilakukan didapatkan hasil seperti di atas,

Tanah kedua yaitu tanah Rendzina.

ladar lengas terlihat berbeda beda karena

Data yang didapatkan menunjukkan nilai

adanya

yang

kadar lengas tertinggi diantara keempat

mempengaruginya.Perbedaan kadar lengas

tanah lainnya yaitu untuk ukuran diameter

berbagai ukuran diameter tanah juga terlihat

0,5 mm nilainya 16,95% dan 16,81%,

berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena

ukuran 2,0 mm yaitu 17,81% dan 17,48%

pori-pori tanahnya berbeda. Untuk tanah

serta pada ukuran CT bongkah yaitu 20,68%

vertisol terlihat kadar lengasnya adakag

dan 20,72%. Sebagai nilai perbandingan dari

14,61% dan 15,62% pada diameter 0,5 mm,

praktikum sebelumnya yaitu 16,005% untuk

15,40% dan 15,29% pada diameter 2,0 mm

ukuran diameter 0,5mm, 17,65% pada

dan 15,26% dan 15,93% pada ukuran CT

diameter 2,0 mm dan 15,48 pada CT

bongkah. Untuk perbandingannya dengan

bongkah. Dari data tersebut dapat dilihat

hasil praktikum yang pernah dilakukan

tanah Rendzia pasti mempunyai permukaan

sebelumnya yaitu 13,33 untuk diameter 0,5

yang kaya akan bahan organik. Kadar lengas

mm, 13,74 untuk diameter 2,0 mm dan

Rendzina hampir mirip dengan vertisol,

12,85%

namun

faktor-faktor

untuk

CT

bongkah.

Dari

sedikit

lebih

tinggi.

Hal

ini

penampakan fisik vertisol terlihat berwarna

dikarenakan keduanya mempunyai tekstur

kelam dan beratnya lebih besar dari pada

lempung dan mengandung sifat porositas

beberapa jenis tanah lainnya. Tanah vertisol

tinggi,

memiliki tekstur yang halus berupa lempung

sehingga mampu menyimpan air dan hara

dan kandungan lempungnya > 50% sehingga

yang tinggi.

permukaan

porinya

lebih

luas.

sirkulasi

udara

kurang

lancer

Tanah
Tanah

Ultisol

dengan

biasanya

horizon

lembab.

agrilik

Penampilan fisik Alfisol berwarna merah

dan

mengkilat dan bertekstur geluh. Dari data

kandungan basa rendah menjadikan tanah

kadar lengas dan sifatnya menunjukkan

ini bersifat asam. Dari hasil percobaan

Alfisol mempunyai kadar Fe yang tinggi dan

didapatkan nilai 10,379% dan 10,397%

bahan organik yang rendah. Tanah ini

untuk diameter 0,5 mm,

10,821% dan

memiliki tekstur yang lebih kasar dari tanah

10,868% pada diameter 2,00 mm dan

Vertisol dan mempunyai daya mengikat air

10,467% dan 9,803% pada CT bongkah.

yang rendah. Bahan induk tanah Alfisol

Sementara itu untuk nilai perbandingan dari

adalah

percobaan sebelumnya yaitu didapatkan

permeabilitasnya cukup lambat sehingga

8,544% untuk diameter 0,5 mm, 13,54%

kemampuan mengikat airnya rendah. Tanah

pada 2,0 mm, dan 8,779% pada CT

ini bisa digunakan untuk pertanian, namun

bongkah. Angka kadar lengas Ultisol bisa

kadar lengasnya dapat ditingkatkan dengan

dikatakan cukup kecil dibandingkan dengan

cara mengurangi penguapan.

tanah lainnya, walaupun begitu tanah ini


tetap memiliki kandungan lempung namun
tidak sebanyak tanah Rendzina dan Vertisol.
Ultisol merupakan tanah dengan struktur
remahan, mampu menahan air dalam tanah
lebih lama dibanding tanah bertekstur
pasiran.

lempung,

sementara

tingkat

Entisol mempunyai kadar lengas


yang paling kecil diantara semua tanah yang
dipercobakan. Kadar lengasnya hanya 2,3%
dan 2,4% pada diameter 0,5 mm, 2,1% pada
dua pengulangan diameter 2,0 mm, dan
2,2%

dan

2,1%

pada

CT

bongkah.

Sementara itu untuk perbandingan yaitu

Tanah

adalah Tanah

5,15% untuk diameter 0,5 mm, 5,61% untuk

Alfisol. Kadar lengas yang didapatkan pada

diameter 2,0 mm dan 1,93% untuk CT

praktikum adalah 13,09% dan 12,99% pada

bongkah. Kandungan air yang kecil ini

diameter 0,5 mm, 13, 75% dan 13,77% pada

disebabkan oleh bahan induk Entisol yang

diameter 2,0 mm, dan 12,40% dan 15,25%

merupakan pasir endapan marin sehingga

pada CT bongkah. Sedangkan pada data

tanah Entisol memiliki tekstur pasir. Butiran

perbandingan, dapat dilihat nilai kadar

pasir kasar dan besar dibandingkan butiran

lengas diameter 0,5 mm adalah 11,448%

lempung, sehingga pori-pori tanah Entisol

pada 0,5 mm, 14,708% pada diameter 2,0

lebih besar. Karena itu Entisol mempunyai

mm

kemampuan mengikat dan menahan air yang

dan

selanjutnya

7,566%

pada

CT bongkah.

rendah dan permiabilitas yang sangat cepat

Metode ini dilakukan dengan cara

karena pori-porinya besar sehingga air tidak

mengukur selisih berat lengas antara

dapat terserap.

sebelum dan sesudah dikeringkan.

Hasil praktikum kali ini secara garis


besar sudah membuktikan teori-teori yang
ada. Namun terdapat sedikit penyimpangan
pada kadar lengas yang dipengaruhi oleh
ukuran dan diameter bongkahan. Seharusnya
secara

teori,

makin

besar

pori-pori

tanah(makin kecil luas permukaan) maka


makin

sedikit

sehingga

kandungan

seharusnya

lengasnya,

kadar

lengas

bongkahan lebih kecil dari tanah ukuran


diameter 2,0 mm dan 0,5 mm. Ada beberapa
data yang sesuai namun ada juga data yang
menyimpang. Ketika pori-pori tanah besar
maka

luas

permukaan

besar

kemampuan

menyerap

airnya

sehingga
sedikit.

Kesalahan ini dapat terjadi karena beberapa


hal misalnya kurang teliti dalam menimbang
atau bisa saja timbangan yyang digunakan
kurang sensitif atau terlalu sensitif terhadap
guncangan sehingga penimbangan kurang
akurat. Hal kedua yang mungkin terjadi
adalah

kesalahan

pada

perhitungan,

mungkin pada pembulatan desimal.

Metode inilah yang telah dilakukan


dalam praktikum ini. Kelebihannya
adalah cepat prosesnya dan murah,
namun yang harus benar benar
diperhatikan

adalah

penimbangan

tanah harus akurat dan memakai


timbangan yang sensitif.
2. Volumetri
Dilakukan

dengan

cara

membandingkan volume air yang


ada dalam tanah dan volume tanah.
Pengukuran ini kurang efektif karena
susah menghitung volume dengan
akurat.
3. Tensiometer
Alat ini digunakan untuk mengukur
tekanan/ potensial matrik terhadap
tanah. Kekurangannya adalah harus
dengan kurva dan proses yang lama.
Namun alat ini dapat mendeteksi
fluktuasi air dalam tanah.
4. Neutron Probe
Dilakukan dengan cara menghitung
pancaran

partikel

neutron

yang

Ada beberapa metode yang dapat

menabrak air tanag dan tercatat oleh

digunakan untuk pengukuran kadar lengas

detector. Pengukuran ini sangat teliti,

yaitu (Ageraha dan Warncke,2010):

namun harus menggunakan detector

1. Gravimetri

dan biayanya cukup tinggi.

5. Calsium Carbide
Kandungan lengas yang terukur yaitu
kandungan

lengas

yang

tercatat

dalam manometer akibat desakan gas

Dari Praktikum kali ini didapatkan


hasil:

dilakukan dengan biaya yang relative

> Alfisol > Ultisol > Entisol


o CT Bongkah: Rendzina >

air, konstanta ini berkaitan denfan


lengas

Vertisol > Alfisol > Ultisol >

dalam

tanah.

Manfaat

mengetahui

air dalam pori-pori tanah


Urutan kadar lengas tertinggi dari

> Alfisol > Ultisol > Entisol


o 2,0mm: Rendzina > Vertisol

yang kecil tidak dapat dilakukan.


6. TDR
Mengukur konstanta dielektrikum
sedikitnya

merupakan

setiap ukuran diameter adalah:


o 0,5mm: Rendzina > Vertisol

murah namun pendeteksian kadar

banyak

lengas

kemampuan tanah untuk menyimpan

hasil reaksi antara bahan karbit dan


air tanah. Pengukuran ini dapat

Kadar

Entisol
Kadar lengas untuk setiap ukuran
diameter

kandungan

tanah

lengas dalam bidang pertanian adalah lengas

penyimpangan

berperan penting dalam proses genesa

seharusnya semakin kecil diameter

tanah.Reaksi kimia dan fisika yang ada di

tanah maka semakin besar kadar

dalam tanah selalu melibatkan air sebagai

lengasnnya, namun hal ini hanya

pelarut garam-garam mineral.

Senyawa

ditunjukkan pada tanah Vertisol dan

asam dan basa, serta ion-ion dan gugus-

Ultisol. Hal ini disebabkan oleh

gugus organik maupun anorganik. Manfaat

kesalahan, dan kekurang telitian

lainnya, kadar lengas dapat digunakan untuk

dalam menimbang serta dapat terjadi

menduga

untuk

juga karena kesalahan pembulatan

persawahan,kebutuhan air saat irigasi dan

decimal saat perthitungan.


Mengetahui kadar lengas sangat

kebutuhan

air

mengetahui kemampuan suatu jenis tanah


mengenai daya simpan lengas atau airnya
(Walker dan Paul,2009).
V.Kesimpulan

dari

mengalami
teori,dimana

penting dalam bidang pertanian yaitu


untuk mengetahui tingkat kesuburan
tanah, menentukan kebutuhan air dan
irigasi persawahan dan mengetahun
kemampuan jenis tanah mengenai
daya simpan air.

VI. Daftar Pustaka


Agehara,S. dan D.D. Warncke. 2010. Soil moisture and temperature effect on nitrogen release
from organic nitrogen source. Soil Science Society of America Journal. Vol.69: hal 15
Agil,M. 2011. Pengaruh laju irigasi serta dosis lengas tanah dan produksi tanaman pangan dan
hortikultura pada tanah pasir. Perhimpunan Agronomi Indonesia Oleh Jurusan Budidaya
Pertanian Fakultas Pertanian. Vol.30 No.2. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Cashian, I. , P.Amikar dan R. Iturbe. 2012. Microwave remote sensing of soil moisture
evaluation of the TRMM microwave, images(TMI) satellite for the little river watershed
Tifton Georgia.<http:www.elsevier.com/locate/hydrol>.Diaskes tanggal 2 Maret 2015.
Hakim ,N., M.Yusuf, Nyakpa., A.M.Lubis., Sutopo., M.Amin., dan H.H.Bailey. 1986. Dasar
Dasar Ilmu Tanah Universitas Lampung. Lampung
Hillel, D. 1998. Pengantar Fisika Tanah. PT. Mitra Gama Widya.Yogyakarta
Joffe,J.S.1949.The ABC of Soil. New Brunswick Press. New Jersey.
Mukhfid,S.2009.Pengaruh Pemberian Lapisan Lempung terhadap Peningkatan lengas Tanah
Pada Tanah Berpasir. <http://www.ipteknet>. Diakses pada 2 Maret 2015
Notohadiprawiro, T.1998. Tanah dan Lingkungan. Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta
Walker, J.P dan R.H.Paul.2009. Evaluation of the Chimmapper instrument for soil measurement.
Soil Science Society of America Journal. Vol.66. hal: 17.

PERHITUNGAN
1. Rendzina Diameter 0,5mm
KL= 27,23-25,57 x 100% = 16,95%
25,57-15,78
KL=28,91-27,25 x 100% = 16,81%

27,25-17,38
Rata-rata = 16,88%
2. Rendzina Diameter
KL= 53,56-51,90 x 100% = 17,81%
51,90-42,58
KL= 59,87-58,33 x 100% = 17,48%
58,33-49,52
Rata-rata = 17,65%
3. Rendzina CT Bongkah
KL= 34,85-33,21 x 100% = 20,68%
51,90-42,58
KL= 48,63-46,92 x 100% = 20,72%
46,92-38,67
Rata-rata = 20,70%