Anda di halaman 1dari 32

ACCOUNTING MEASUREMENT SYSTEM

Penyusun :
Farisan Wanaputra
Miranti
Novita Wardhani
Rayhan Sayyid al-Ayyubi

PROGRAM S1 EKSTENSI
BIDANG STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS INDONESIA

STATEMENT OF AUTHORSHIP
Kami yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas
terlampir merupakan murni hasil dari pekerjaan saya/kami sendiri. Tidak ada
pekerjaan orang lain yang saya/kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya.
Materi ini belum/tidak pernah dasajikan/digunakan sebagai bahan makalah/tugas
mataajaran lain kecuali makalah/tugas ini saya kumpulkan dapat diperbanyak
dan dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagarisme.
Nama

: Farisan Wanaputra

NPM

: 1406645304

Tanda Tangan :

Nama

: Miranti

NPM

: 1406645701

Tanda Tangan :

Nama

: Novita Wardhani

NPM

: 1406645872

Tanda Tangan :

Nama

: Rayhan Sayyid al-Ayyubi

NPM

: 1406645986

Tanda Tangan :

Mata Ajaran

: Teori Akuntansi Keuangan

Judul Makalah/Tugas

: Accounting Measurement System

Tanggal

: 28 September 2015

Dosen

: Desi Adhariani S.E., Ak., M.Si.

Learning Objective 1
Tiga Sistem Utama Pengukuran Pendapatan dan Modal (Three
Main Income and Capital Measurement System)
Permasalahan pada praktek akuntansi biasanya berkaitan dengan masalah
pencatatan dan pelaporan laporan keuangan atau transaksi ekonomi. Landasan
dasar dalam memproses laporan keuangan mengalami sedikit perubahan semenjak
ditemukannya sistem double entry oleh Pacioli. Setelah Wall Street jatuh pada
tanggal 1929, sistem tradisional yang menggunakan biaya historis kembali
diterapkan. Namun, hingga pada akhir tahun 1930 penggunannya tidak secara
sistematis digunakan sebagai dasar utama dalam pengukuran, pencatatan dan
pelaporan transaksi ekonomi dalam suatu perusahaan. Di tahun 1960 kemudian
muncul beberapa alternatif sistem pengukuran yang lain yang kemudian terus
dikembangkan untuk menggantikan sistem biaya historis. Yang pertama adalah
mengukur nilai terkini pada objek yang telah terpakai

menggunkan sistem

current buying price atau kita kenal sebagai Current Cost Accounting System dan
yang kedua adalah menggunkan sistem current selling price atau yang dikenal
sebagai Exit Price Accounting System.
Di tahun 1961, Edward and Bell memperkenalkan sebuah sistem nilai
terkini (current cost accounting system) dalam bukunya The Theory and
Measurement of Business Income. Karena sistem ini berlandaskan pada nilai
terkini, bisa dikatakan sistem ini adalah sistem pertama yang menggunakan nilai
fair value. Sistem yang kedua adalah menggunakan harga jual untuk mengukur
objek (exit price accounting system). Dukungan untuk masing-masing sistem
tersebut sangat bervariasi. Oleh karena itu, selanjutnya kami akan menjelaskan
kelebihan dan kekurangan dari kedua sistem tersebut, dan juga sistem pengukuran
yang paling awal digunakan yakni metode biaya historis.

3| Accounting Measurement System

Learning Objective 2
Pengukuran Akuntansi Biaya Historis (Biaya historis Accounting)
A. Tujuannya dalam akuntansi
Tujuan penggunaan biaya historis menekankan pada hubungan kontrak
antara perusahaan dan pihak yang menyediakan sumber informasi tersebut. Hal
ini membuat manajemen bertanggung jawab atas penggunaan asset dalam operasi
perusahaan dan dampaknya terhadap nilai bersih asset. Tanggung jawab
manajemen tersebut dituangkan dalam bentuk laporan laba rugi.
Kritik terhadap biaya historis menyatakan bahwa metode tersebut hanya
memperhitungkan input yang berdasar pada biaya historis tanpa memperhatikan
perubahan nilai dari aset dan liabilitas. Hal tersebut tentu menyesatkan dan
menghasilkan dividen yang tidak tepat karena mungkin terdapat gain/loss selama
memiliki aset/liabilitas tersebut, dan ini seharusnya diakui ketika mengevaluasi
aset tersebut. Dalam biaya historis gain/loss tersebut tidak diakui sampai aset
tersebut benar-benar terjual. Oleh karena itu dalam biaya historis, menentukan
nilai net residual value tidaklah penting.
B. Modal dan Keuntungan
Untuk mementukan profit berdasarkan biaya historis, perusahaan perlu
menggunakan jumlah modal (aset dikurang liabilitas) awal periode operasi
dimana seluruh aset dan liabilitasnya diukur dengan menggunakan biaya historis.
Dan income diperoleh dari mengurangkan modal diakhir periode dengan diawal
periode.
Dalam metode biaya historis, income menunjukan pencapaian perusahaan
pada periode tertentu, expense menunjukan usaha yang telah dikeluarkan
(berdasarkan biaya historis) dan profit menunjukan keefektifan perusahaan dalam
beroperasi. Profit merupakan hal yang terpenting dalam metode biaya historis.

4| Accounting Measurement System

C. Matching of Cost Theory


Akuntan yang menganut biaya historis selalu melacak aliran biaya. Ketika
perusahan melakukan pembelian, tugas akuntan adalah melacak pegerakan
biayanya dan melekatkannya/mencocokannya dengan pendapatan yang mengalir
ke perusahaan. Dengan kata lain, akuntan harus menentukan biaya yang mana
yang cocok di tempatkan pada laporan laba rugi dan yang mana yang cocok
ditempatkan pada neraca. Konsep ini mengarahkan para akuntan dalam
memutuskan mana biaya (cost) dan mana beban (expense).
Biaya adalah pengeluaran yang belum terpakai (unexpired) atau biayabiaya yang dianggap akan memberi manfaat dimasa yang akan datang, berupa
aktiva contohnya adalah sewa dibayar dimuka, biaya di tempatkan dalam neraca.
Sedangkan beban pengeluaran/biaya yang telah terpakai (expired) dan tidak dapat
memberikan manfaat lagi dimasa yang akan datang misalnya adalah beban sewa,
beban di tempatkan pada laporan laba rugi. Alokasi biaya merupakan kunci utama
dalam akuntansi konvensional.
D. Konservatisme
Prinsip konservatisme juga sangat penting diterapkan dalam sistem biaya
historis. Prinsip konservatisme menyatakan bahwa, apabila terdapat beberapa
alternaif dalam akuntansi, maka keputusan yang dipilih adalah keputsan yang
memberikan dampak terburuk sebagai bentuk antisipasi perusahaan, sebagai
contoh beban harus di alokasikan secepat mungkin, sementara pendapatan tidak
boleh diakui sebelum ada kepastian bahwa manfaatnya akan benar-benar mengalir
ke perusahaan. Contoh yang lain adalah kenaikan nilai aset tidak boleh diakui,
namun penurunannya boleh diakui (apabila lebih rendah dari biaya perolehan
maupun harga pasar). Hal tersebut menunjukan tidak adanya pendapatan potensial
yang mengalir pada laporan laba rugi sebelum pendapatan tersebut benar-benar
atau dapat dipastikan akan terealisasi.

5| Accounting Measurement System

E. Argumen-argumen Metode Biaya historis


Biaya historis menuai banyak kritik dari berbagai pihak, berikut adalah
argumen-argumen

dari

para

pendukung

metode

biaya

historis

untuk

mempertahankan prinsipnya
1. Biaya historis relevan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Dalam manajer membuat keputusan mengenai perencanaan masa depan, ia
membutuhkan data dari transaksi dimasa lalu. Ia harus bisa mereview
usaha/transaksi yang telah dilakukan dimasa lalu dan pengukuran dari
transaksi tersebut dinamakan biaya historis.
2. Biaya historis didasarkan pada transaksi yang aktual, bukan hanya
transaksi yang mungkin terjadi.
Dalam biaya historis, pencatatan didasarkan pada transaksi aktual yang
telah terjadi sehingga dapat dibuktikan dan diobservasi.
3. Sepanjang sejarah, laporan keuangan berdasarkan biaya historis telah
berguna.
Mautz menyatakan, Jika orang-orang yang membuat keputusan
manajemen dan investasi belum menemukan bahwa laporan keuangan
berdasarkan biaya historis berguna selama bertahun-tahun, peru-bahan
akuntansi akan sejak lama dibuat
4. Pemahaman terbaik konsep profit adalah kelebihan dari harga jual
terhadap harga perolehan/ biaya historis.
Profit diinterpretasikan sebagai ukuran dari performa yang baik.
Keputusan untuk meneruskan suatu produk/divisi bergantung dari apakah
terdapat selisih yang menguntungkan antara pendapatan dan biaya yang
telah dikeluarkan.
5. Akuntan harus menjaga integritas data mereka terhadap modifikasi
internal.
Sebagian besar orang tidak setuju bahwa biaya historis lebih kecil resiko
manipulasinya dibandingkan current cost atau selling price. Namun para
pendukung biaya historis beranggapan bahwa current cost yang

6| Accounting Measurement System

berdasarkan pada current value/fair value terkadang sulit untuk ditentukan


dan memiliki celah lebih besar untuk dimanipulasi.
6. Seberapa bermanfaatkah informasi mengenai profit, berdasarkan current
cost atau exit price ?
Para pendukung biaya historis beranggapan bahwa kenaikan/penurunan
nilai dari sebuah aset tidaklah berguna ketika perusahaan tidak berencana
untuk menjual aset tersebut, begitu juga dengan kenaikan atau penurunan
harga pasarnya.
7. Perubahan harga pasar dapat diungkapkan sebagai data tambahan.
Dalam banyak kasus, para pendukung biaya historis berpendapat bahwa
biaya historis tidak memiliki perbedaan yang material dengan current cost.
Tambahan data pada harga saat ini adalah cara yang praktis dan efisien
dalam berhadapan dengan informasi tersebut tanpa harus bergeser dari
basis biaya historis ke basis current cost.
8. Tidak ada bukti yang cukup untuk membenarkan penolakan terhadap
akuntansi biaya historis.
Akuntan tradisional berpendapat bahwa tidak ada bukti empiris yang
meyakinkan yang menunjukkan bahwa informasi biaya saat ini atau
informasi akuntansi exit price lebih berguna daripada informasi biaya
historis. Sebagian besar studi penelitian menunjukkan bahwa data biaya
saat ini tidak memberikan banyak informasi dibanding data biaya historis.

F. Kritik Terhadap Historical Cost Accounting


Sejarah akuntansi menunjukan bahwa, tujuan dari akuntansi adalah untuk
membantu para pemakai laporan keuangan dalam proses pengambilan keputusan.
Dalam hal ini, pengukuran yang diperlukan adalah yang bersifat looking forward
atau memperkirakan masa depan, bukan hanya yang mempertimbangkan
informasi pada masa lalu seperti yang ditekankan pada biaya historis.
Pengukuran yang digunakan seharusnya tidak membatasi akuntabilitas
perusahaan untuk menyajikan nilai yang sesungguhnya dari aset atau liabilitas
yang ada. Investor juga berhak mengetahui kenaikan dan penurunan dari nilai

7| Accounting Measurement System

investasi mereka yang dicerminkan melalui aset bersih perusahaan. Oleh karena
itu, berikut kami sajikan beberapa point kritik terhadap biaya historis.
1. Informasi untuk proses pengambilan keputusan
Pendukung dari sistem biaya historis berargumen bahwa manajer
menggunakan data historis untuk mengevaluasi keputusan masa lalunya dan juga
merencanakan keputusan masa depan, berikut beberapa kritikan terhadap
pernyataan tersebut

Keputusan masa lalu baik benar maupun salah perlu dipastikan dengan apa
yang terjadi di pasar. Evaluasi menggunkan keputusan dimasa lalu dalam
menentukan profit, harus mampu memisahkan antara profit yang berasal
dari operasi perusahaan dan profit yang berasal dari holding gain/loss.

Biaya historis tidak cocok dijadikan evaluasi dalam menentukan keputusan


bisnis. Biaya historis hanya relevan pada tahun aset itu diperoleh karena
pada current transactionnya. Sedangkan untuk tahun berikutnya, nilai suatu
aset sudah tidak lagi sama sehingga informasi biaya historisnya sudah
tidak lagi relevan atau sudah tidak lagi berpengaruh dalam proses
pelaporan. Informasi yang bermanfaat adalah informasi yang menyajikan
nilai yang sesungguhnya suatu aset/liabilitas agar dapat menyajikan
informasi yang dapat digunakan oleh para pemakai laporan keuangan
dalam mengambil keputusan.

Profit yang diperoleh dari biaya historis tidak bersifat prospektif, namun
bersifat retrospektif. Modal dalam biaya historis dartikan sebagai jumlah
nominal dana yang diinvestasikan di perusahaan, dan bukan merupakan
purchasing power of investment-nya. Sementara yang dapat digunakan
untuk memprediksi masa depan adalah purchasing power of investmentnya, sebagai contoh harga terkini suatu aset tentu lebih mampu dalam
memprediksi nilai aset dimasa mendatang dibandingkan biaya yang dulu
dikeluarkan untuk membeli aset tersebut.

Biaya historis menilai terlalu tinggi profit ketika harga-harga mengalami


kenaikan, karena ia menilai terlalu rendah terhadap suatu beban sementara
penjualan mengalami kenaikan akibat inflasi.

8| Accounting Measurement System

2. Basis dari Biaya Historis


Salah satu dari pembelaan penggunan biaya historis oleh para
pendukungnya adalah prinsip going concern dimana umur perusahaan dianggap
tidak dapat ditentukan sehingga ekspektasi normal mengenai item non moneter
akan terpenuhi. Persediaan dianggap pasti terjual dan aset tidak lancar dapat
sepenuhnya digunakan dalam bisnis. Oleh karena itu biaya historis suatu aset atau
pengalokasiannya dirasa tepat digunakan dalam pelaporan keuangan. Namun
indikasi akan adanya kebangkrutan dalam suatu perusahaan seperti rugi yang terus
menerus dapat dijadikan perkiraan bahwa perusahaan tidak dapat berjalan lagi.
Sehingga pada dasarnya kita dapat memprediksi umur suatu perusahaan, sehingga
asumsi biaya historis mengenai going concern dianggap tidak realistis.

3. Matching
Salah satu konsekuensi dari penggunanan matching concept adalah karena
konsep tersebut menempatkan neraca pada posisi kedua. Neraca semata-mata
hanya sebagai ringkasan setelah penentuan profit. Padahal sebenarnya neraca
memiliki fungsi yang sangat penting, neraca merupakan sumber informasi utama
untuk melihat posisi keuangan perusahaan. Menurut Sproud, neraca memiliki
elemen-elemen fundamental untuk menilai kondisi dari sebuah perusahaan seperti
aset, liabilitas dan juga ekuitas, dan setiap transaksi seharusnya dianalisis dalam
pengaruhnya terhadap aset, liabilitas dan ekuitas. Penggunaan konsep matching
tidak menghasilkan informasi yang relevan dan terpercaya. Hal ini membawa
pada kritik bahwa konsep ini bias terhadap neraca dimana laporan rugi laba
meletakkan neraca pada posisi kedua.
4. Gagasan Mengenai kebutuhan Investor
Seperti yang telah kita ketahui pada argumen-argumen sebelumnya bahwa
dalam menentukan profit menggunakan biaya historis, menyebabkan adanya
penyimpangan dalam proses pengungkapan laporan keuangan. Menurut Whitman
dan Shubik hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal diantaranya :

Akuntan memiliki pandangan yang sederhana mengenai keinginan


investor

9| Accounting Measurement System

Akuntan menerima pandangan yang kuno dan fundamental mengenai


bagaiamana menganalisa sebuah perusahaan dan sahamnya
Terdapat hal yang berbeda antara menganalisa saham dan perusahaan.

Dalam menganalisa saham, perlu lebih menekankan pada sisi psikologis pasar
dibandingkan kenyataan yang ada pada perusahaan, hal tersebut karena :

Investor biasanya memiliki sedikit pengetahuan mengenai manajemen,


peraturan, tujuan, peluang dan juga masalah dari perusahaan

Investor memiliki peran pasif

Investor bergantung pada pasar sekuritas, sehingga dapat dengan mudah


keluar masuk

Investor memiliki pemikiran jangka pendek terhadap pasar investasi.


Psikologi dari para investor memiliki efek lebih besar dalam menentukan
harga pasar.
Karena alasan-alasan tersebut, sistem akuntansi kovensional dibentuk

untuk memenuhi kebutuhan investor yang sebenarnya tidak begitu memperhatikan


kondisi perusahaan yang sebenarnya.
Menurut Whitman dan Shubik, akuntansi seharusnya menyediakan
informasi bagi para investor yang cerdas yang tertarik dengan kondisi sebenarnya
perusahaan. Biaya historis hanya menekankan pada current rates of return
dibandingkan longterm profitability, sehingga berisiko menyajikan data yang
menyesatkan seperti overstated revenue and asset, dan understated expense and
liabilities ataupun sebaliknya.

10 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

Learning Objective 3
Current Cost Accounting
Current Cost Accounting adalah sistem akuntansi dimana aset dinilai
berdasarkan nilai sekarang (fair value) dan profitnya berdasarkan pada nilai saat
aset tersebut dibeli. Tujuan dari Current Cost Accounting (CCA) berdasarkan
pada 3 asumsi yang diungkapkan oleh Edwards dan Bell :
1. Berapa nilai aset yang harus dimiliki pada waktu tertentu? Ini merupakan
masalah ekspansi.
2. Aset tersebut harusnya bentuknya apa? Ini merupakan masalah komposisi.
3. Bagaimana aset tersebut dibiayai? Ini merupakan masalah pembiayaan.
Manajer membuat keputusan berdasarkan kepada ketiga asumsi tersebut.
Bagaimana caranya? Melakukan evaluasi untuk dapat menentukan pengukuran.
Untuk melakukan pengukuran, alat terbaik yang dapat dijadikan tolak ukur adalah
perbandingan dengan historical cost, yaitu perbandingan nilai sekarang dengan
nilai pada masa sebelumnya. Karena perbandingan evaluasi tersebut dirasa kurang
akurat, dibutuhkan data tambahan yaitu nilai sekarang berdasarkan pasar dan
ekspektasi terhadap kejadian dimasa mendatang. Jadi, nilai historis dijadikan
sebagai fungsi evaluasi, sedangkan nilai aktual dan ekspektasi masa depan
dijadikan sebagai fungsi pengambilan keputusan.
Informasi historical cost, nilai saat ini dan ekspektasi mendatang didapat
dari pengumpulan data. Data dan informasi perusahaan tidak hanya berasal dari
pihak manajemen, namun juga pihak pemegang saham. Sehingga tujuan dari
informasi akuntansi tersebut adalah sebagai:
1. Evaluasi oleh manajer berdasarkan keputusan masa lalu sebagai
pembelajaran untuk keputusan masa depan.
2. Evaluasi oleh pemegang saham, kreditor dan lainnya.
Konsep Laba Usaha dan Modal Keuangan
Sehubungan dengan profit, ada hal yang perlu diperhatikan:

11 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

1. Holding decision yaitu kapan saat ingin hold aset dan liabilitas atau
kapan saat menjualnya.
2. Operating Decision yaitu bagaimana menggunakan dan membiayai
operasional entitas.
Evaluasi terhadap kedua asumsi diatas menggunakan business profit,
yaitu 1) current operating profit 2) realisable cost savings. Current operating
profit merupakan kelebihan dari jumlah penjualan terhadap barang dikurangi
dengan biaya yang dikeluarkan. Realisable cost savings merupakan kenaikan
current cost dari aset pada periode saat ini juga. Konsep tersebut erat kaitannya
dengan realised/unrealised holding gain, yaitu keuntungan dan kerugian dalam
aset berdasarkan nilai saat ini.
Holding Gain and Losses
Munculnya holding gain and losses sempat menjadi kebingungan oleh
manajemen dalam mengevaluasi keputusan dan mengalokasi sumber daya.
Konsep antara operating gain/loss dan holding gain/loss harus dipisahkan.
holding digunakan untuk menilai apakah keputusan manajemen untuk menahan
asetnya tersebut tepat dan profitable. Selain itu, sistem holding digunakan untuk
menentukan posisi perusahaan dalam suatu pasar. Pengukuran berdasarkan
historical cost digunakan dan dibandingkan hanya apabila aset atau liabilitas
tersebut dijual. Sedangkan dalam holding, perbandingan menggunakan historical
cost dianggap tidak relevan karena adanya perbedaan waktu dan situasi
sekitarnya, sehingga menggunakan nilai masa kini.
Kenapa Holding Gain merupakan Komponen dari Profit?
Edwards & Bell menyatakan bahwa holding gain menunjukkan bahwa
nilai tambah yang disimpan dan dimasukkan sebelum penggunaannya. Revsine
menambahkan bahwa holding gain dianggap sebagai penambahan nilai yang tak
disengaja yang menciptakan benefit/keuntungan bagi entitas sebagai akibat dari
perbedaan waktu pembelian suatu aset yang diwaktu sekarang dan mendatang.
Selain itu kelebihan nilai aset tersebut memberikan untung pada saat aset tersebut

12 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

dijual dimasa mendatang yang dimana akan menambah jumlah arus kas yang
masuk.
Jadi holding gain dianggap sebagai nilai aset yang diapresiasi sebagai
akibat dari fenomena ekonomi, sehingga bersifat unrealised. Nilai tersebut
kemudian menjadi realised apabila dimasa mendatang aset tersebut dijual.
Sehingga mempengaruhi arus kas.
Beberapa akuntan berpendapat bahwa perusahaan membeli aset untuk
operasional tanpa memperhatikan perubahan harganya, sehingga penekanannya
hanya berdasarkan saat nilai likuidasi/exit value. Pernyataan ini kemudian dikritisi
oleh Revsine karena penilaian seperti ini tidak relevan bagi investor, karena
investor sangat memperhatikan kondisi arus kas masa depan, hubungannya pada
pemberian dividen dan penjualan saham. Revsine berpendapat bahwa holding
gain masuk dalam kategori profit karena kenaikan nilai berdasarkan pada
cerminan kekuatan pendapatan di masa depan yang lebih besar.

13 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

Learning Objective 4
Modal Uang VS Modal Fisik
Perbedaan mendasar pada modal dan modal fisik adalah penggunaan
holding gain. Holding gain lumrah digunakan pada modal, sedangkan modal fisik
tidak menggunakan holding gain.
Dukungan terhadap Modal Fisik
Pendukung modal fisik berpendapat bahwa modal merupakan suatu bentuk
fisik yang menunjukkan kemampuan operasional perusahaan. Sebelumnya
dikatakan bahwa penggunaan konsep holding gain sebagai profit karena:

Sebagai penghematan biaya

Mewakili penambahan arus kas pada masa mendatang


Samuelson membantah pernyataan tersebut. Ia menganggap bahwa cost

savings harusnya dimasukkan ke penyesuaian pemeliharaan modal. Ia juga


berpendapat bahwa holding gain merupakan sebuah kesempatan untuk mengambil
keuntungan dari pihak yang berlawanan. Holding gain merupakan keuntungan
yang tidak diambil dan juga tidak berwujud. Menurutnya, dalam net cash flows,
keuntungan berasal dari arus kas yang berwujud dan realised, dan holding gain
tidak memenuhi persyaratan tersebut, sehingga tidak masuk ke bagian profit.
Fitur Utama dalam Physical Capacity System, Capital Maintenance
Capital Maintenance adalah konsep akuntansi didasarkan pada prinsip
bahwa pendapatan hanya diakui setelah modal telah dipertahankan. Pemeliharaan
modal telah dicapai jika jumlah modal perusahaan pada akhir periode tidak
berubah dari yang pada awal periode, apabila terdapat jumlah yang berlebih maka
diperlakukan sebagai keuntungan.
Sistem ini berdasarkan pada konsep analisis marjinal dalam faktor pasar.
Mengacu pada permintaan dan penawaran, pergerakan permintaan dan penawaran
sangat mempengaruhi faktor pada pasar.

14 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

Monetary Items dan Non-monetary Items


Monetary items adalah aktiva yang mempunyai klaim untuk menerima
sejumlah manfaat mata uang (rupiah, dollar) di masa mendatang tanpa
memperhatikan perubahan keadaan ekonomi dan daya beli masyarakat, seperti
inflasi. Pegukuran monetary item berdasarkan pada nilai historical cost. Item
kebanyakan berasal dari kreditur, debitur, kas, pembayaran dimuka dan cerukan
bank.
Sebaliknya non-monetary items berpengaruh terhadap keadaan sekitar
sehingga dibutuhkan penyesuaian pada mata uangnya, sehingga pengukuran
berdasarkan pada nilai kini, nilai tersebut berasal dari:

Harga perolehan masa kini

Indeks spesifik karena tidak ada harga pasarnya

Untuk spessifik atau untuk digantikan

Argumen yang Mendukung dan Menentang Current Cost


Pengakuan Prinsip
Para pendukung historical cost berpendapat bahwa nilai masa kini
melanggar konservatisme prinsip yang menyatakan bahwa keuntungan diakui
pada saat aset non-moneter dijual. Pendukung current cost berpendapat bahwa
unrealised holding gain menunjukkan adanya fenomena pergerakan nilai aset
yang terjadi pada waktu tersebut sehingga harus diakui, apabila memiliki bukti
yang cukup kuat.
Objektivitas Current cost
Para pendukung historical cost berpendapat bahwa nilai masa kini tidak
objektif karena kebanyakan kasus, nilai masa kini penggunaannya tidak
berdsarkan pada transaksi aktual yang perusahaan lakukan. Namun objektivitas
dalam historical cost sendiri juga sulit untuk mengukurnya. Sebagai contoh
barang-barang yang mudah didapat seperti bahan baku, persediaan barang dan
lainnya, karena barang-barang tersebut bersifat operasional dan pemakaiannya

15 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

bersifat jangka pendek, maka susah untuk menebak berapa historical cost-nya,
mengingat tiap waktu harga berubah-ubah. Dibutuhkan sistem current cost/nilai
kini untuk mengukurnya agar lebih objektif.
Perubahan Teknologi
Sebelumnya dikatakan bahwa current operating profit sebagai indikasi
bahwa adanya kontribusi positif pada masa depan terhadap ekonomi dan
produktivitas perusahaan semakin efektif.
Namun

hal

ini

ditentang

karena

pemberian

kontribusi

tidak

memperhatikan adanya perubahan teknologi pada masa mendatang. Walaupun


current operating profit sebagai dasar prospek masa depan, tetapi hanya apabila
teknologi bersifat stagnan, padahal di masa depan teknologi tersebut sudah usang.
Resvine juga berpendapat bahwa perubahan teknologi mempengaruhi
biaya produksi juga, sehingga dibutuhkan penyesuaian terhadap harga mesin.
Kritik Spesifik terhadap Current cost
Pendukung Historical Cost
Para pendukung historical cost banyak yang menolak current cost/aktual,
hal ini karena current cost melanggar prinsip awal realisasi. Permasalahan berada
pada pengukuran terhadap kenaikan biaya. Apabila tidak ada pasar yang dapat
dibandingkan, maka dasar pembanding terhadap nilai aset masa kini berdasarkan
pada pembelian aset baru untuk menggantikan aset lama. Penilaian terhadap
adanya keuntungan dan kerugian operasional aset juga tidaklah mudah. Selain
perubahan nilai aset, current cost/aktual juga juga dibutuhkan adanya penyesuaian
terhadap seluruh biaya operasi dan biaya-biaya yang terkait di dalamnya, serta
penyesuaian terhadap nilai output.
Perbandingan antara Historical cost dan current cost
Perbedaan antara perhitungan historical cost dan current cost berada pada
perhitungan terhadap perhitungan profit. Pada historical cost, profit yang
dihasilkan justru lebih besar dibandingkan perhitungan current cost. Hal ini
16 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

karena current cost memiliki adanya unrealised holding gain. Dalam Current
cost, pemisahan antara profit dan unrealised profit menunjukkan adanya 2 (dua)
keuntungan dengan aktivitas yang berbeda, profit muncul karena adanya aktivitas
operasional yang dikelola oleh manajemen, dan unrealised profit muncul karena
adanya aktivitasholding perusahaan. Sedangkan dalam historical cost, kedua
profit ini dianggap satu kesatuan.
Pendukung Exit Price
Pendukung teori ini menganggap bahwa biaya berarti opportunity cost
atau pengorbanan terhadap alternatif lain. Di beberapa kasus, pengorbanan yang
dihadapi perusahaan terhadap aset yaitu pada saat ingin menjualnya dibanding
menggunakannya. Sehingga penggunaan current cost menjadi tidak relevan.
Penggunaan exit price atau realisable value menjadi lebih logis dalam kasus ini
karena objektivitas current cost

yang sulit dinilai. Current cost memerlukan

perhitungan matematis karena dalam praktiknya, current cost diukur melibatkan


variasi metode pengukuran. Selain itu current cost dianggap tidak relevan dalam
beberapa keputusan investasi karena tidak berfokus pada kemampuan perusahaan
dalam mengelola sumber dananya.

17 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

Learning Objectives 5
Exit Price Accounting
Pendapatan dan Modal
Exit Price Accounting adalah suatu sistem akuntansi yang menggunakan
harga jual pasar untuk mengukur laporan keuangan perusahaan dan performa
perusahaan. Terdapat dua alasan dari conventional historical cost accounting:
-

Nilai dari non-monetary asset disesuaikan untuk mengukur perubahan


harga jual pasar asset tersebut dan nilai tersebut sudah termasuk
pendapatan unrealized gain.

Perubahan dalam daya beli uang digunakan untuk pertimbangan dalam


mengukur modal keuangan dan hasil operasi.

Asset yang tertera pada neraca telah disesuaikan dengan exit values (nilai
jual) jadi merepresentasikan fair value.

Tujuan Akuntansi
Pembuatan keputusan adaptif
Chambers mengemukakan tujuan komprehensif dari exit price accounting,
atau yang disebut continuously contemporary accounting (CoCoA) dan
memutakhirkan ke current cash equivalent (CCE). Chambers melihat bisnis
perusahaan sebagai entitas yang adaptif dalam jual beli barang dan jasa. Yang
mana hal itu diatur oleh keputusan si manajer yang mana sebuah representasi
tujuan pemilik perusahaan.
Untuk melanjutkan bisnis, perusahaan harus bisa mengikuti perkembangan
pasar, dan tercermin dari laporan keuangannya. Dalam penilaian moneter sebuat
asset dan kewajiban dapat dihitung secara objektif dengan referensi harga pasar;
yaitu harga beli dan harga jual.
Ketika perusahaan membeli asset tidak lancar mengubah kemampuannya
dalam adatasi. Apabila asset dibeli dengan kas, pengurangan dalam cash balance
menurunkan kebebasannya dalam menaruh kas untuk investasi lain. Apabila asset

18 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

dibeli secara kredit, akan mengurangi kemampuan perusahaan dalam menjaga


kredit kedepannya. Tapi konsep perilaku adaptif melihat perusahaan selalu siap
untuk mengatur asset apabila kejadiannya di dalam bunga yang menarik. Sebab
itu, perusahaan akan mempertahan kan asset tidak lancarnya apabila present value
pada waktu yang akan datang lebih besar dari pada present value dari expected net
cash flow dari exit value asset alternative investasi.
Perilaku adaptif, disebutkan sebagai pengetahuan mengenai cash dan
current cash equivalent dari sebuah net asset perusahaan. Chamber menyatakan:
properti keuangan tunggal yang mana secara seragam relevan pada sebuah
titik waktu untuk semua future action yang memungkinkan dalam pasar,
adalah harga jual pasar atau harga realizable untuk seluruh barang yang
dimiliki.

Argumen untuk exit price accounting


Menyediakan informasi yang berguna
Perusahaan bisnis terutama dimiliki langsung oleh orang atau mitra
kelompok kecil. Akuntan yang menyiapkan laporan keuangan memiliki kewajiban
untuk: pemilik, yang mengelola bisnis dan tahu semua rinciannya, dan kreditur,
yang tertarik terutama dalam kemampuan pemiliknya untuk membayar rekening
atau pinjaman saat jatuh tempo.
Solusi ideal dipandang untuk akuntan untuk melaporkan semua
keuntungan dan kerugian seperti nilai seperti yang ditentukan dalam pasar yang
kompetitif. Namun, tidak semua aset memiliki nilai pasar. Oleh karena itu
MacNeal menyarankan bahwa harus bisa diterapkan ke nilai:
-

efek aset pada harga pasar (exit price)

aktiva yang dapat diandalkan dengan biaya pengganti.

kadang-kadang non-marketable, non-reproducible aset pada biaya historis.

Relevan dan informasi yang dapat dipercaya.


Untuk menjadi relevan, informasi harus berguna dalam model keputusan
pengguna laporan akuntansi. Model keputusan, pada gilirannya, memungkinkan
pengguna untuk menentukan tindakan untuk mengambil dari beberapa alternatif.
19 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

Jika tidak ada kendala, informasi dapat dikumpulkan yang relevan untuk
setiap user atau masalahnya diberikan dan model keputusan. Namun, kendala ada
karena informasi sumber daya produksi langka dan mahal. Masalahnya adalah
untuk memilih model keputusan yang sesuai dengan menilai kemampuan model
untuk memprediksi konsekuensi dari program alternatif yang tersedia saat
tindakan.

Additivity
Cahmbers mempertimbangkan masalah aditif menjadi faktor kunci dalam
mendukung akuntansi CCE. Produk utama dari sistem akuntansi laporan
akuntansi - neraca dan laporan laba rugi. Jika kita memberikan nilai yang berbeda
dengan karakteristik yang relatif kecil dari fakta dan menggunakan skala
pengukuran relatif kecil, maka tidak ada arti tertentu atau komersial dapat
dideduksi dari agregat - mereka tidak dapat secara logis ditambahkan bersamasama.
Maka, penilaian dari semua elemen dalam neraca dan laporan laba rugi
pada setara uang mereka (nilai keluar), menyediakan satu aturan yang dapat
diterapkan secara konsisten terhadap perusahaan manapun. Sistem ini
berkonsentrasi pada pengukuran kemampuan keuangan penting uang dan setara
uang. Itu membuat tidak menggunakan karakteristik fisik atau aset lainnya.

Alokasi
Thomas mengeluhkan kenyataan bahwa sistem akuntansi biaya (historis
dan arus) sangat bergantung pada alokasi exit price adalah bahwa laporan
keuangan bebas alokasi. Laporan laba-rugi tidak dapat melaporkan perubahan
dalam jumlah yang dialokasikan, tapi melaporkan arus masuk aktiva dan
perubahan nilai-nilai keluar dari aset perusahaan dan kewajiban dalam suatu
periode tertentu. Laba menampilkan jumlah perubahan daya beli riil dari aktiva
bersih, tidak termasuk investasi tambahan oleh dan distribusi kepada pemilik.

20 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

Kenyataan
Exit price melibatkan referensi untuk contoh-contoh yang nyata karena,
berpendapat bahwa mengacu pada saat ini, harga pasar sebenarnya. Penyusutan
tidak didefinisikan dengan cara konvensional, namun dalam arti ekonomi
penurunan harga pasar. Penyusutan tidak mungkin terjadi dalam beberapa tahun
jika harga naik atau tetap konstan.

Obyektifitas
Hal ini sering dikatakan bahwa harga pasar saat ini tidak objektif. Namun,
beberapa studi penelitian menunjukkan bahwa harga pasar relatif lebih objektif
daripada kebanyakan orang percaya. Parker melakukan studi penelitian tentang
perbandingan relatif dan objektivitas untuk exit price dan jumlah biaya historis
tercatat. Objektivitas didefinisikan sebagai konsensus di antara penilai.
Komparatif didefinisikan sebagai sebuah konsensus dalam pengukuran.

Ukuran risiko
Untuk memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi
posisi risiko dan kinerja dalam mengelola risiko keuangan yang signifikan dengan
rancangan standar akan membutuhkan:
1. Deskripsi dari setiap risiko keuangan yang signifikan dan tujuan
perusahaan serta kebijakan untuk mengelola risiko tersebut.
2. Informasi tentang dampak risiko tersebut terhadap laporan posisi keuangan
(neraca) dan laporan kinerja keuangan.
3. Informasi mengenai metode dan asumsi utama yang digunakan untuk
memperkirakan nilai wajar instrumen keuangan.

Argumen yang bertentangan dengan exit price.


Konsep laba
Mengingat bahwa keuntungan adalah ukuran efektivitas kinerja aktual
perusahaan dalam menggunakan sumber daya yang dipercayakan, Bell
menyatakan:

21 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

Aktiva tertentu telah dibeli dengan rencana operasi yang direncanakan.


Rencana itu, operasi-operasi, memang orang-orang yang telah mengembangkan
rencana harus dievaluasi alternatif-altenatif tentang masa depan yang dianggap,
dan tugas akuntan untuk memberikan data untuk mengevaluasi.

Additivity
Pendukung exit price mengklaim bahwa pengukuran akuntansi, jika
mereka harus objektif, harus didasarkan hanya pada nilai masa lalu dan kini.
Perhitungan antisipasi tidak dapat ditambahkan bersama-sama dengan angka saat
ini. Pengkritik menunjukkan, bagaimanapun, arus kas yang setara aset ditentukan
berdasarkan asumsi likuidasi bertahap dan teratur.

Penilaian kewajiban
Chambers berpendapat bahwa hutang obligasi secara efektif berbentuk
modal dan harus dinyatakan sebesar nilai nominal, bukan di nilai pasar. Ini telah
membuat inkonsistensi, karena obligasi sebagai aktiva harus dinyatakan sebesar
nilai pasar.

Current Cost or Exit price


Teori current cost berpendapat bahwa harga entri adalah 'metode penilaian
normal' dibandingakan exit price karena alasan berikut:
-

Menggunakan harga keluar (exit price) mengarah ke revaluasi anomali


atas perolehan karena segera setelah nilai pembelian biasanya harga jatuh
sehingga kurang dari harga perolehan.

Menggunakan harga keluar (exit price) menyiratkan pendekatan jangka


pendek untuk operasi bisnis karena salah satu tertarik pada nilai-nilai
disposisi dan likuidasi.

Menggunakan harga keluar (exit price) untuk persediaan barang jadi


mengarah pada antisipasi terhadap laba operasi sebelum titik skala karena
persediaan dinilai lebih dari biaya saat ini.

22 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

Learning Objectives 6
Value in Use VS Value in Exchange
Staubus menunjukkan bahwa sejumlah faktor yang umum untuk setiap
viewpoint :

Pengamatan harga pasar lebih relevan untuk pengambilan keputusan


keuangan.

Keandalan yang dibutuhkan oleh sistem pengukuran, yaitu penilaian tidak


bergantung pada alokasi subjektif.

Aditif (pengukuran) dari fenomena ekonomi adalah dibuat dalam satuan


yang sama, disesuaikan dengan pergerakan inflasi dan harga.
Ini dapat digambarkan oleh beberapa keputusan aturan sederhana yang

menggunakan kembali akuntansi (EXA dan CCA) dalam hubungannya dengan


kebutuhan net present value (NPV)

Jika CCA> EXA, dan CCA> NPV, maka aset memiliki nilai di saat ini
digunakan - mempertahankan operasi saat ini.

Jika EXA> CCA, dan CCA> NPV, lalu melikuidasi aset saat ini yang
digunakan dan terus-menerus aset tersebut beradaptasi untuk alternatif
investasi lainnya.

Jika EXA>CCA, dan CCA < NPV ,maka melikuidasi dan menghentikan
semua operasi.
Value in use

Aset

Value in exchange

dimiliki tidak untuk

dijual

Lebih mengutamakan kinerja jangka


pendek

Aset

digunakan

Fokus
investor

pada

atau

kepentingan
orientasi

Cukup berarti bagi perusahaan yang


mempunyaoi masalah likuiditas

untuk

kegiatan perusahaan

Pendekatan manajer dan kreditor

Tidak semua aset dapat dijual


secara terpisah

Perusahaan yang melakukan kegiatan


perdagangan yang berubah secara
cepat (perusahaan sekuritas)

kegiatan produktif

23 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

Learning Objective 7
A Global Perspective And International Financial Reporting
Standars
Vasiasi dari current cost dan tingkat harga dalam akuntansi telah dicoba
dan diadopsi di beberapa negara.
Current cost in United States
Pada tahun 1979, FASB mencabut ASR 190 dan menerbitkan Statement
33 yang meminta pengungkapan tambahan dari rekening umum disesuaikan
inflasi dan data biaya saat ini. Dalam Statement 33, FASB mengharuskan
perusahaan untuk mengungkapkan informasi mengenai:
-

Laba dari operasi yang dilanjutkan atas dasar biaya saat ini untuk tahun
keuangan saat ini.

Biaya saat persediaan PPE pada akhir tahun keuangan saat ini.

Perubahan dalam biaya saat ini untuk tahun keuangan saat ini persediaan
dan PPE, dengan menggunakan constant dollar basis.
FASB ragu apakah akan mendukung pandangan modal atau tampilan

modal fisik. Karena itu, diputuskan dalam Statement 33 untuk menyebut


perubahan pada biaya saat ini sebagai 'kenaikan atau penurunan biaya saat ini',
ketimbang holding gains (or losses) atau penyesuaian pemeliharaan modal.
Statement 33 awalnya dimaksudkan untuk percobaan selama 5 tahun. Setelah
mempertimbangkan bukti-bukti dan reaksi penolakan atas tambahan tersebut,
FASB mengeluarkan Statement 82 bulan November 1984 untuk membatalkan
aturan tersebut.
Current cost in United Kingdom
Pada tahun 1975, Sandilands Committee, yang didirikan oleh pemerintah
Inggris,

merekomendasikan

sistem

akuntansi

biaya

saat

ini.

Komite

menyimpulkan bahwa laporan biaya perolehan, termasuk yang langsung


disesuaikan dengan perubahan tingkat harga umum, adalah kegunaan terbatas.
Dalam mempertimbangkan kebutuhan informasi dari berbagai pengguna,
24 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

diputuskan bahwa penilaian dari manfaat masa depan yang diperoleh dari aktiva
bersih perusahaan adalah relevansi khusus bagi pengguna. Oleh karena itu,
kapasitas fisik dan operasi tampilan modal didukung akuntansi biaya saat ini di
Inggris.
Lebih lanjut, Sandilands menetapkan bahwa holding gain mencerminkan
kondisi ekonomi saat ini yang umumnya di luar kendali manajemen dan bukan
merupakan indikasi aktivitas normal. Mereka memutuskan bahwa holding gain
harus diungkapkan tetapi tidak dimasukkan dalam laporan laba.
Proposal Sandilands Committee tersebut disahkan oleh pemerintah dan
diterima secara substansi oleh profesi akuntansi yang diwakili oleh Accounting
Standards Steering Committee. Telah disepakati bahwa pelaksaannya harus
dilakukan profesi akuntansi. The Inflation Accounting Steering Group (IASG)
kemudian dibentuk di awal tahun 1976 dan mengeluarkan exposure draft (ED 18)
di akhir tahun 1976 yang merupakan pedoman khusus untuk digunakan
perusahaan. Setelah banyak perdebatan, revisi, dan eksperimen, Accounting
Standards Committee (ASC) mengeluarkan Statement (SSAP 16) pada akuntansi
biaya saat ini pada Maret 1980. Persyaratan SSAP 16 dapat dipenuhi dengan
dengan menampilkan secara jelas tambahan data mengenai current cost atau
current cost ditampilkan sebagai data utama dan historical cost sebagai tambahan
data. Standar ini kemudian diaplikasikan pada semua perusahaan, tapi pada tahun
1985 setelah banyak perdebatan ASC akhirnya menarik SSAP 16.
Current cost in Australia
Di Australia, profesi akuntansi mengeluarkan DPS 1.1, Statement of
Provisional Accounting Standards (PAS) Current Cost Accounting pada Oktober
1976. Versi amandemen dari pernyataan tersebut (PAS 1) dan pedoman
pelasanaannya diterbitkan pada Agustus 1978. Rekomendasi sistem current cost
adalah berdasarkan mempertahankan kapasitas operasi perusahaan secara utuh.
Standar ini dipertimbangkan akan menjadi sistem baru untuk menggantikan
historycal cost ketika para user sudah mulai familiar. Namun, dikarenakan banyak
kritik yang masuk dan lobi dari perusahaan dan individu, serta kurangnya efek

25 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

yang material, a downgrade Statement of Accountung Practice (SAP) 1 Current


Cost Accounting dikeluarkan pada November 1983.
SAP 1 sangat merekomendasikan seluruh entitas menyajikan current cost
sebagai catatan tambahan di laporan keuangan historical cost, tapi bukan sebagai
suatu persyaratan. Alternatif lain current cost disajikan di laporan keuangan
menggantikan historical cost.
International accounting standards and current costs
Gambaran di atas mengungkapkan banyak negara telah mencoba
mengiplementasikan current cost namun tidak berhasil. Pada 15 Juli 2004, AASB
mengadopsi international accounting standars untuk seluruh entitas yang
ditujukan setelah 1 januari 2005. Di eropa, standar ini juga diadopsi oleh
perusahaan yang listed di pasar modal dan diterapkan dalam laporan keuangan
konsolidasi. IASB standards membuat standar lebih baik dengan fair value
sebagai alat pengukuran.
IAS 39/AASB 139 Financial Instruments: Recognition and Measurement
dan IFRS 3/AASB 3 Business Combinations mendefinisikan nilai wajar sebagai
nilai dimana suatu aset dapat dipertukarkan atau kewajiban yang dilunasi, antara
pihak yang berpengetahuan, serta berkeinginan dalam suatu transaksi. Di pasar
aktif, nilai wajar biasanya harga transaksi saat ini dan jika tidak ada pasar aktif
maka sejumlah pengganti untuk nilai wajar dapat digunakan, seperti arus kas
diskonto, model penentuan harga opsi, biaya pengganti terdepresiasi, indeks
pasar, dan appraisal value.
Menurut IAS 16/AASB 116 Property, Plant, and Equipment nilai wajar
adalah harga biaya pada tanggal pengakuisisi memperoleh kendali aset menjadi
tanggal akuisisi. Setelah akuisisi, setiap entitas untuk setiap kelas aset harus
memutuskan model pengukuran yang akan digunakan. Standar ini memungkinkan
entitas memiliki pilihan antara model biaya dan model biaya saat ini (revaluasi).
Berdasarkan IAS 40/AASB 140 entitas dapat memilih antara model costdepreciation-impairment atau model nilai wajar dengan perubahan nilai diakui
dalam laporan laba rugi, ketika mengukur investasi properti.
26 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

How is Historical Cost Applied ?


Harga perolehan aset dalam akuntansi tidak hanya harga faktur, tetapi
meliputi semua biaya yang dikeluarkan hingga aset tersebut dapat beroperasi dan
digunakan. Ada banyak item yang dimasukkan dalam biaya aset tersebut. Contoh
paragraph 10 of IAS 2/AASB 102 Inventories, biaya persedian terdiri dari semua
biaya pemebelian, biaya konversi dan biaya lain yang timbul untuk membawa
persedian ke lokasi dan kondisinya sekarang.
Biaya pembelian meliputi harga pembelian, bea masuk dan pajak lainnya,
transportasi, penanganan dan biaya lain yang terlibat untuk akuisis barang jadi,
material dan jasa. Diskon penjualan, rabat dan item lain yang sejenis dikurangi
dari biaya pembelian.
Biaya konversi termasuk biaya yang secara langsung terkait dengan unit
yang diproduksi, seperti upah jam kerja, dan juga biaya fix dan variable yang
terjadi ketika mengkonversi material menjadi barang jadi.
Dalam praktiknya, terdapat variasi dalam penerapan prosedur, seperti
aturan kieso dan weygdant menetapkan ongkos angkut sebagai biaya persediaan,
tetapi dalam praktiknya beberapa perusahaan tidak memasukkanya.
Untuk

tujuan

perpajakan,

kantor

pajak

Australia

memerlukan

dimasukkanya biaya tidak langsung dalam menghitung persedian. Penghasilan


hukum pajak tidak memiliki relevansi dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum, namun dalam praktiknya demi kenyamanan, banyak perusahaan
menetapkan prosedur yang sama untuk kedua undang-undang pajak dan pelaporan
eksternal.
Historical Cost under Attack
Penggunaan biaya historis belum sepenuhnya ditinggalkan namun
penggunaannya terus mendapatkan berbagai kritikan. Dalam beberapa tahun, kita
telah menyaksikan perpindahan secara bertahap dari pelaporan biaya historis,
yang mungkin merupakan sinyal awal dari berakhirnya pelaporan biaya historis.

27 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

Menurut Shanahan, neraca yang berisi harga biaya historis tidak dapat dikatakan
benar dan adil.
Perpindahan dari pelaporan biaya historis tercermin dalam paragraf 101
dari kerangka IASB. Dasar pengukuran yang paling sering diadopsi oleh entitas
dalam menyusun laporan keuangan mereka adalah biaya historis. Hal ini biasanya
dikombinasikan dengan pengukuran lainnya. Misalnya, persediaan, biasanya
dicatat pada nilai pasar dan kewajiban pensiun dinyatakan sebesar nilai tunainya.
Selanjutnya, beberapa entitas menggunakan dasar biaya saat ini sebagai respon
terhadap ketidakmampuan dari model biaya akuntansi history untuk menangani
dampak perubahan harga aset non-moneter.
A mixed measurement system and international standards
Pertanyaannya adalah bagaimana teknik current value diaplikasikan ke
dalam laporan keuangan. Secara khusus, masalah pencatatan aset finansial
menyediakan

contoh bagaimana exit price mungkin digunakan di laporan

keuangan. Aset keuangan mungkin dimasukkan sebagat aset yang diperdagangkan


dan aset yang dimiliki hingga jatuh tempo. Untuk aset yang diperdagangkan,
keberadaan pasar yang sudah siap berarti ada nilai pasar yang dapat disajikan ke
dalam laporan keuangan. Aset untuk diperdagangkan diukur pada nilai pasar
diatur dalam IAS 39/AASB 139 Financial Instruments: Recognition and
Measurement serta US dan Japanese GAAP.
Aset yang dimiliki hingga jatuh tempo saat ini dinilai dengan biaya
amortisasi di banyak negara. Namun penggunaan nilai pasar (harga jual saat ini)
untuk semua instrumen finansial adalah standar yang lebih ideal.
Meskipun nilai pasar tersirat di pendekatan nilai wajar di beberapa
international

financial

reporting

standards,

pendekatan

tersebut

telah

diimplementasikan dengan model mentah karena regulator tidak memiliki konsep


teori valuasi, pemeliharaan modal atau pengukuran pendapatan.
Beberapa contoh dari standar-standar ini menunjukkan perpindahan dari
biaya historis yang terbatas dan penggunaan pengukuran yang berbeda, seperti:

28 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

1. IAS 2/AASB 102: Memungkinkan pengukuran persediaan sebesar nilai


realisasi bersih bahkan jika itu atas biaya persediaan produsen produk
pertanian dan hutan, bijih mineral, dan broker.
2. IAS 16/AASB 116: PPE bisa dinilai pada biaya historis atau nilai revaluasi
dimana nilai revaluasi adalah nilai wajar akumulasi penyusutan dan
kerugian penurunan nilai kurang berikutnya.
3. IAS 17/AASB 117: Bunga sewa atas tanah dicatat sebagai investasi
bangunan berdasarkan IAS 40/AASB 140 dan diukur pada nilai wajar
dengan perubahan nilai diakui sebagai keuntungan atau kerugian dalam
laporan laba rugi.
4. IAS 19/AASB 119: Pengukuran pembatasan keuntungan atau kerugian
terdiri dari (a) perubahan dalam nilai kini obligasi, (b) hasil perubahan
nilai wajar plant assets, dan (c) pro rata dari setiap keuntungan terkait dan
kerugian.
5. IAS 29/AASB 129: Penyesuaian terhadap laporan keuangan suatu entitas
yang beroperasi dalam ekonomi hyperinflationary dapat dilakukan dengan
menggunakan indeks tingkat harga umum.
6. IAS 36/AASB 136: Penurunan nilai aset, dimana aset senilai jumlah
terpulihkan, yang nilainya lebih tinggi dari nilai pakai aset dan setara kas
saat ini.
7. IAS 36/AASB 136: Memperlakukan residual value dari asset setara
dengan kas saat ini.
8. IAS 37/AASB 137: Pengukuran ketentuan ditentukan dengan metode nilai
sekarang yang diharapkan
9. IAS 40/AASB 140: Investasi bangunan dapat diukur dengan pilihan antara
cost-depreciation-impairment atau nilai wajar dengan perubahan nilai
melewati laporan laba rugi sebagai keuntungan atau kerugian.

29 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

Horton dan Macve berpendapat bahwa Interpretasi FASB dan IASB


terhadap nilai wajar adalah penilaian dengan exit prices. Bagaimanapun, sampai
sistem akuntansi memutuskan dan disepakati secara global, proyek IASB
selamanya harus tetap menjadi sistem akuntansi campuran. Pandangan
internasional berada di bawah garis perspektif ini.

30 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

Learning Objective 8
Masalah Bagi Auditor
Auditor mencari bukti untuk mendukung opini mereka tentang apakah
laporan keuangan disajikan secara wajar dan sesuai dengan standar dan hukum
yang relevan. Bukti ini harus cukup dan tepat. Kualitas bukti ditentukan oleh
relevansi dan kehandalan dalam memberikan dukungan atau mendeteksi salah saji
dalam, kelas transaksi, saldo rekening dan pengungkapan entitas. Dimana auditor
percaya ada risiko yang lebih besar dari salah saji, kebutuhan untuk
mengumpulkan cukup dan bukti audit yang lebih berat.
Auditor harus memahami model pengukuran campuran. Setiap model
pengukuran menciptakan beberapa jenis risiko salah saji. Exit price bisa sulit
untuk ditentukan ketika pasar yang diperdagangkan rendah. Auditor menangani
beberapa isu-isu penilaian dengan mencari pendapat ahli dan lain-lain dengan
menguji dasar asumsi manajemen dan input data ke model penilaian bukan
langsung menguji nilai untuk korespondensi ke nilai pasar eksternal.
Faktor lain yang meningkatkan risiko salah saji dalam pengukuran adalah
keterlibatan pihak terkait. Dimana transaksi dengan pihak terkait ada, auditor
memerlukan bukti spesifik bahwa transaksi properti telah tercatat anad
diungkapkan. Namun, kerugian adanya keterlibatan pihak terkait, dapat
mempengaruhi kualitas bukti. Auditor harus memeriksa semua dokumen dan aset,
dan mendiskusikan rincian transaksi dengan pengurus dan anggota komite audit
yang sesuai dalam situasi ini.

31 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m

Daftar Pustaka
Godfrey, Jayne, et al. Accounting Theory. Australia: John Wiley & Sons, 2010.

32 | A c c o u n t i n g M e a s u r e m e n t S y s t e m