Anda di halaman 1dari 10

Tugas Essay Matakuliah Manajemen Strategis

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

Disusun Oleh:
Derry Natalandhi (09031181419122)
Hadli Akbar Anuar (09031281419052)
M. Rayhan Novello (09031181419038)
Rommy Novriyansyah (09031281419044)
Viktor Nugraha (09031281419062)
Dosen : Ari Wedhasmara, M.TI

Jurusan Sistem Informasi - Fakultas Ilmu Komputer


Universitas Sriwijaya - Indralaya
2015

Sejarah Perusahaan
Sejarah Garuda Indonesia merupakan bagian dari awal sejarah perindustrian penerbangan
komersial di Indonesia, dimulai ketika bangsa yang muda ini berjuang untuk mendapatkan
kemerdekaannya.
Penerbangan komersial pertama dari Calcutta ke Rangoon dilakukan pada 26 Januari 1949,
dengan pesawat Douglas DC-3 Dakota bernomor RI 001 yang bernama Indonesian Airways. Di
tahun yang sama, pada 28 Desember 1949, pesawat DC-3 lain yang terdaftar sebagai PK-DPD
dengan logo Garuda Indonesian Airways terbang dari Jakarta ke Yogyakarta untuk menjemput
Presiden Soekarno. Ini adalah penerbangan pertama yang dilakukan atas nama Garuda Indonesian
Airways.
Setahun kemudian - tahun 1950, Garuda Indonesia resmi terdaftar sebagai Perusahaan Negara
( BUMN ). Pada periode tersebut, perusahaan ini mengoperasikan armada yang terdiri dari 38
pesawat, termasuk 22 DC-3, 8 Catalina flying boat, dan 8 Convair 240. Armada ini terus bertambah,
dan Garuda Indonesia melakukan penerbangan pertamanya ke Mekkah ketika membawa jemaah haji
Indonesia pada 1956, higga kemudian adanya rute penerbangan Garuda Indonesia ke negara-negara
Eropa dimulai debutnya pada 1965 dengan Amsterdam sebagai tujuan akhirnya.
Di sepanjang tahun 80-an, Garuda Indonesia melakukan re-strukturisasi berskala besar untuk
operasi dan armadanya. Pada masa inilah perusahaan ini mulai mengembangkan program pelatihan
yang komprehensif untuk staf serta awak kabinnya, sekaligus mendirikan fasilitas pelatihan di Jakarta
Barat yang dinamai Garuda Indonesia Training Center. Perusahaan ini juga membangun sebuah Pusat
Pemeliharaan Pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Di awal era 90-an, Garuda Indonesia mengembangkan strategi jangka panjang yang
diaplikasikan hingga tahun 2000. Perusahaan ini terus mengembangkan armadanya dan Garuda
Indonesia pun masuk dalam jajaran 30 maskapai terbesar di dunia.
Di samping inisiatif dalam pengembangan bisnisnya, tim manajemen baru mengelola
perusahaan ini pada awal 2005, dan berbagai rencana serta inovasi baru diformulasikan untuk masa
depan Garuda Indonesia. Manajemen baru Garuda Indonesia melakukan evaluasi ulang yang
komprehensif dan re-strukturisasi keseluruhan di perusahaan ini. Tujuannya adalah meningkatkan
efisiensi operasional, mendapatkan stabilitias keuangan yang melibatkan usaha-usaha di
restrukturisasi utang termasuk kewajiban penyewaan (leasing liabilities) dari European Export Credit
Agency (ECA), peningkatan kesadaran di antara karyawan tentang pentingnya pelayanan bagi para
penumpang, dan yang paling penting menghidupkan kembali dan merevitalisasi semangat Garuda
Indonesia. Kesuksesan program restrukturisasi utang dalam perusahaan ini membuka jalan bagi
Garuda Indonesia untuk menawarkan sahamnya ke publik (Go Public) pada 2011.

Analisis Internal
Struktur Organisasi

Saat ini Dewan Direksi GMF yang beranggotakan empat orang, terdiri dari satu orang
Direktur Utama dan Tiga orang Direktur yang membidangi masing-masing fungsi. Tugas pokok
Direksi adalah :
1. Melaksanakan manajemen perusahaan untuk kepentingan dan tujuan perusahaan dan
bertindak selaku pimpinan dalam perusahaan.
2. Memelihara dan mengurus kekayaan perusahaan sebelas orang Vice President. Dimana
masingmasing VP tersebut menangani masing-masing unit, yaitu :
a. Engine Maintenance (TR), unit ini bertanggung jawab atas jasa perawatan mesin.
b. Base Maintenance (TB), unit ini yang bertanggung jawab dalam perawatan
pesawat yang meliputi berbagai layanan, mulai dari perawatan rutin menengah

hingga overhaul, pelaksanaan perbaikan struktur dan sistem pesawat yang ringan
hingga perawatan besar, termasuk modifikasinya.
c. Component Maintenance (TC), mempunyai tugas dan wewenang untuk
memperbaiki dan merawat komponen pesawat agasr selalu layak pakai.
d. Line Maintenance (TL), unit yang mempunyai tugas dalam jasa perawatan ringan
pesawat seperti perawatan sebelum terbang (Pre Flight Check), perawatan harian
(Daily Check) dan Transit Check.
e. Engineering Service (TE), mempunyai tugas dalam rekayasa perawatan pesawat
terbang seperti standar perawatan modifikasi, program pengendalian kehandalan,
perpustakaan & distribusi dokumentasi teknik dan pelayanan jasa tenaga ahli.
f.

Trade & Asset Management (TM) unit ini bertugas dalam mengelola asset,
mengelola pergudangan (logistic), penjualan asset terutama yang tidak terpakai
dan mengenai eksport maupun import.

g. Internal Audit & Control (TI), bertugas dalam pengendalian program kerja,
masalah angaran dan internal audit.
h. Quality Assurance (TQ), bertanggung jawab atas standard an kualitas produk
pekerjaan perawatan pesawat serta pengembangannya.
i.

Corporate Strategic & Development (TS), bertugas untuk menangani masalah


fasilitas perusahaan, sumber daya manusia, mengembangkan & memelihara
sistem informasi manajemen, dan menjaga hubungan komunikasi antar karyawan,
manajemen dan pemegang saham di perusahaan sesuai dengan tujuan perusahaan.

j.

Corporate Finance (TA), meliputi tanggung jawab atas aktivitas keuangan,


administrasi dan control arus kas.

k. Business Coorporate & Development (TP), mempunyai tugas dan wewenang


mencari pelanggan dan memasarkan produk-produk PT. GMF Aero Asia ke pasar
domestic maupun internasional dan juga menangani masalah pengembangan
bisnis.

Keuangan Perusahaan dalam Kurun Waktu 3 Tahun

Corporate Social Responsibility


Manajemen PT Garuda Indonesia juga mempunyai program CSR, yaitu memfokuskan program
tanggung jawab sosial atau CSR di berbagai daerah di Indonesia. Dalam merealisasikan program CSR
itu, Garuda Indonesia menggandeng perusahaan penyedia terkemuka mesin jet, komponen dan sistem
terpadu untuk penerbangan komersial, militer dan bisnis yakni GE Aviation.
Emirsyah mengatakan bahwa kemana kita terbang selalu ada upaya program CSR yang
dananya bersumber dari sekitar lima persen keuntungan perusahaan. Selain CSR, ada juga program
bina lingkungan seperti kesehatan, pendidikan, dan penanaman pohon atau penghijauan.
1. Kesehatan
Garuda Indonesia melaksanakan program CSR di Manokwari berupa pengobatan gratis dan
seminar kesehatan di Manokwari, Papua Barat pada 6-8 November 2012.Untuk program peduli
kesehatan ini, Garuda Sentra Medika dan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia mengirimkan 12
tenaga serta menyalurkan 1,3 ton obat-obatan.
Di tahun 2012 pula PT Garuda Indonesia melaksanakan program CSR dan fokus pada
kesehatan, seperti pembangunan dan perbaikan fasilitas MCK di beberapa kota di Indonesia.
2.

Lingkungan

PT Garuda Indonesia Tbk Cabang Kota Padang menyerahkan bantuan pohon sebanyak 8.000
bibit kepada Pemerintah Kabupaten Agam. Program ini bentuk kepedulian PT Garuda Indonesia Tbk
terhadap lingkungan, sehingga daerah tersebut terhindar dari bencana alam seperti longsor dan banjir.
3. Pendidikan
Garuda Indonesia melaksanakan program CSR berupa penyaluran buku daur ulang. Selain itu
garuda Indonesia juga menyalurkan 100.000 buku daur ulang ke SD Negeri 28 Maripi, Ds Distrik dan
Pondok Pesantren Hidayatullah di Manokwari Selatan.
Dimulainya pembangunan (groundbreaking) gedung sekolah usia dini, di Desa Taman Sari,
Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2012.
Gedung sekolah yang mulai dibangun itu merupakan bangunan pengganti gedung Taman KanakKanak Islam Zilatul Quran. Bangunan baru itu direncanakan lebih representatif dengan dukungan
anggaran sebesar Rp. 200 juta. Selain membangun gedung baru untuk sekolah usia dini itu, juga
dilakukan perbaikan fasilitas TK Islam Zilatul Quran itu, agar dapat dipergunakan hingga
pembangunan gedung baru dirampungkan.
4. Sosial
Maskapai penerbangan Garuda Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility
(CSR) selama dua hari pada tanggal (7/7/2013) dan pada tanggal (8/7/2013) menggelar kegiatan
"Berbagi Sembako" sebagai bentuk kepedulian atas melonjaknya harga sembilan bahan pokok
(sembako) akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

Analisis Eksternal
Pesaing Perusahaan
Setelah mengetahui tingkat persaingan yang dihadapi oleh industri penerbangan maka penulis
menganalisis strategi-strategi yang dilakukan oleh PT. Garuda Indonesia (PERSERO), Tbk dalam
menghadapi kekuatan industri. Setelah mengevaluasi masing-masing elemen dari kekuatan industri
dilakukan kesimpulan apakah PT. Garuda Indonesia (PERSERO), Tbk mampu menghadapi
persaingan diantara perusahaan saingan dan menilai perusahaan Garuda apakah baik untuk pilihan
investasi atau tidak.
a. Maskapai Penerbangan Internasional
Garuda bersaing dengan maskapai yang berbeda pada setiap rute internasional yang
dilayani, seperti di Asia, antara lain: Japan Airlines, Korean Air, China Southern Airlines,
Singapore Airlines, Malaysia Airlines dan Thai Airways untuk rute-rute dari dan ke Jepang, Korea,
China, Singapura, Malaysia dan Thailand. Pada pasar Australia, Garuda bersaing dengan Qantas
dan Jetstar, pada pasar Timur Tengah, bersaing dengan Saudi Airlines, Emirates, dan Qatar
Airways, sedangkan untuk pasar Eropa bersaing dengan KLM, Singapore Airlines, dan Emirates.
Kekuatan yang timbul dari perusahaan persaing tersebut dibandingkan dengan perusahaan
Garuda ialah:
Perusahaan penerbangan pesaing internasional tersebut memiliki pengalaman
operasional yang cukup lama;
Memiliki sumber keuangan dan teknologi yang lebih baik; serta
Pengakuan brand yang lebih baik.
b. Maskapai Penerbangan Domestik
Untuk rute domestik, Garuda merupakan satu-satunya maskapai FSC (Full Service Carrier)
yang memberikan layanan maksimum dengan tarif yang juga premium dengan sasaran para
pebisnis sehingga Garuda memiliki pangsa pasar tersendiri. Sedangkan untuk segmen budget
traveler, Garuda bersaing dengan maskapai jenis LCC (Low Cost Carrier) seperti Lion Air, Air
Asia, Sriwijaya Air dan sebagainya yang menawarkan harga dibawah Garuda dengan pelayanan
berstandard medium dan minimum.
c. Jasa Kargo Udara
Garuda bersaing dengan perusahaan layanan kargo udara yang terintegrasi seperti DHL dan
UPS yang memiliki ground transport sendiri. Garuda juga bersaing dengan Singapore Airlines,
Malaysia Airlines, Cathay Pasific, Korean Air dan China Airlines yang mengoperasikan armada
yang lebih besar dengan pesawat berbadan lebar dibandingkan dengan Garuda yang memiliki
kapasitas kargo yang terbatas.

Kondisi Persaingan
Kekuatan yang ditimbulkan dari industri penerbangan cenderung tinggi. Semakin tingginya
kekuatan dari industri tersebut maka semakin tinggi pula persaingan yang harus dihadapi oleh PT.
Garuda Indonesia (PERSERO), Tbk. Untuk menghadapi persaingan tersebut dan menjaga

supayaperusahaan Garuda tetap menjadi perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia maka


perusahaaan Garuda melakukan strategi-strategi kompetitif dengan tujuan dapat melakukan sesuatu
yang lebih baik dari pesaing.
Selanjutnya penulis mengidentifikasikan strategi-strategi yang dilakukan Garuda dalam
menghadapi kekuatan-kekuatan industri. Strategi-strategi tersebut ialah :
1) Melakukan penambahan armada pesawat, rute penerbangan dan bergabungnya Garuda ke
dalam SkyTeam Global Airline Alliance agar tidak kalah bersaing dengan maskapai lain.
2) Dalam kondisi persaingan yang ketat, Garuda meluncurkan program layanan bernama
Garuda Frequent Flyer (GFF). GFF tersebut merupakan program yang diadakan Garuda
bagi penumpang setia Garuda dengan cara memberikan benefit sebagai imbalan atas
pengumpulan jarak yang telah ditempuh dengan Garuda baik ke rute domestik maupun ke
rute internasional.
3) Garuda Indonesia secara khusus memberikan potongan harga sebesar 10% bagi penumpang
yang membeli tiket pulang pergi (return ticket) dari sebelumnya hanya sebesar 5%. Garuda
Indonesia juga memberikan harga khusus berupa potongan sebesar 25%. bagi anak anak
(umur 2 12 tahun), penyandang cacat dan atau veteran, serta orang lanjut usia (60 tahun ke
atas) untuk sub kelas C, Y, M dan L.
4) Walau dengan tiket yang mahal, Garuda memberikan full service airlines yang
mengutamakan keramahan seluruh karyawan dan awak kabin Garuda dalam melayani
penumpangnya. Sehingga Garuda memiliki pangsa pasarnya tersendiri.
5) Dari sisi pemasok, dalam memenuhi bahan bakar pesawat, Garuda telah melakukan upaya
dengan melakukan negosiasi dengan Pertamina. Negosiasi tersebut bertujuan agar
memperoleh bahan baku yang memadai dalam melakukan kegiatan operasionalnya dan
untuk mendapatkan harga yang terbaik. Dari perjanjian itu pula, Garuda mendapatkan
pengadaan 70% bahan bakar dibandingkan maskapai penerbangan yang lain. Dengan
adanya perjanjian tersebut maka Garuda mendapatkan persediaan bahan baku yang
didahulukan dibandingkan maskapai penerbangan yang lainnya.
6) Untuk mengurangi ancaman dari maskapai-maskapai penerbangan yang berbiaya rendah,
maka Garuda membuat unit bisnis strategi yaitu Citilink. Citilink merupakan layanan yang
disediakan Garuda untuk menangkap segmen budget traveler di pasar domestik.

Kesimpulan
Kekuatan Perusahaan
1. Maskapai penerbangan terbesar di Indonesia Garuda saat ini mengoperasikan 89 pesawat
yang terdiri dari 3 pesawat jenis Boeing 747-400, 6 pesawat jenis Airbus 330-300, 5 pesawat
jenis Airbus 330-200 dan 33 pesawat jenis B737 Classic (seri 300, 400, 500) dan 42 pesawat
B737-800 NG;
2. Garuda mempunyai 36 rute penerbangan domestik dan 26 rute internasional hingga tahun
2010;
3. Konsep layanan yang selalu menempatkan pelanggan sebagai fokus utama yang didasarkan
keramahtamahan dan keunikan Indonesia yang disebut dengan Garuda Indonesia
Experience yang didasarkan pada 5 senses yaitu sight, sound, smell, taste, and touch,
menyebabkan Garuda Indonesia mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan
maskapai penerbangan lain;
4. Adanya layanan Immigration on Board yang merupakan inovasi Garuda dan merupakan
satu-satunya di dunia, yaitu layanan pemberian visa di atas pesawat;
5. Memiliki tim yang terdiri dari individu-individu yang handal, profesional, kompeten, berdaya
saing tinggi dan helpful serta dilandasi atas nilai-nilai FLY-HI (eFficient & effective, Loyalty,
customer centricitY, Honesty & openness, and Integrity) disetiap insan Garuda Indonesia;
6. Pangsa Pasar Garuda Indonesia di Pasar Internasional mencapai 23.2% kendati terjadinya
krisis global sehingga Garuda Indonesia tetap menjadi pemimpin pasar untuk area JepangKorea-China, Timur Tengah dan South West Pacific (Australia) (Pangsa Pasar ialah market
segment, yaitu bagian dari keseluruhan premintaan suatu barang yang mencerminkan
golongan suatu konsumen menurut ciri khasnya);
7. Memiliki teknologi informasi yang mutakhir dalam menjalankan bisnis sehingga
menempatkan Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan dengan TI tercanggih di
Indonesia;
8. Garuda Indonesia banyak melakukan kegiatan CSR seperti program kemitraan dan bina
lingkungan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kepada masyarakat;
9. Garuda Indonesia termasuk dalam kategori baik untuk hal tata kelola perusahaan;
10. Garuda Indonesia telah memiliki brand yang kuat dan telah diakui di pasar domestik;

Kelemahan Perusahaan
1. Adanya faktor teknis dan flight operations seperti keterbatasan jumlah cockpit dan cabin
crew sehingga menyebabkan keterlambatan penerbangan;
2. Tingginya tingkat hutang lancar yang diakibatkan adanya peningkatan dalam jumlah
kewajiban pada akun-akun lancar seperti hutang usaha dan biaya yang masih harus dibayar;
3. Garuda sangat bergantung kepada sistem otomatisasi dalam menjalankan bisnis sehingga
apabila terjadi kesalahan sistem, proses bisnis perusahaan akan terganggu;

4. Perseroan tetap memiliki defisit pada modal kerja pada masa yang akan datang;
5. Biaya operasional yang tinggi menyebabkan harga tiket pesawat lebih tinggi dibandingkan
dengan maskapai penerbangan lainnya;

Ancaman Perusahaan
1. Adanya faktor fasilitas bandara merupakan faktor yang tidak dapat dikontrol yang
menghambat ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance / OTP), seperti landasan
pacu/runway yang terbatas;
2. Sumber utama pasokan bahan bakar pesawat Garuda Indonesia berasal dari Pertamina,
sehingga harga bahan bakar pesawat, persediaan bahan bakar sangat tergantung dengan
Pertamina;
3. Adanya bencana alam seperti letusan gunung merapi, wabah penyakit dsb yang dapat
mengakibatkan penurunan permintaan;
4. Adanya peningkatan kapasitas, penurunan harga tiket dan semakin banyaknya rute
penerbangan baru yang dibuka oleh maskapai penerbangan lain;
5. Maskapai asing yang melakukan penetrasi pasar ke Indonesia untuk mengimbangi penurunan
penumpang internasional akibat adanya krisis global;

Peluang Perusahaan saat ini dan dimasa Mendatang


1. Telah dikeluarkannya Garuda Indonesia dari daftar perusahaan penerbangan yang dilarang
terbang di kawasan Eropa, yang menyebabkan semakin terbukanya kesempatan untuk
mewujudkan pengembangan jaringan penerbangan internasional jarak jauh;
2. Indonesia merupakan salah satu pasar penerbangan udara yang memiliki pertumbuhan yang
cukup pesat. Karena pertumbuhan penumpang transportasi udara di Indonesia tahun 2010
mencapai 22,39% dibandingkan dengan pertumbuhan dunia yang hanya sebesar 8,20%;
3. Bergabungnya Garuda sebagai anggota aliansi global maskapai penerbangan yang
bernama SkyTeam Global Airline Alliance.
4. Berkembangnya secara cepat industri penerbangan Asia Pasifik.

Anda mungkin juga menyukai