Anda di halaman 1dari 2

Pengaruh Sinar UV terhadap Mutasi Gen

Mutasi adalah suatu perubahan pada rangkaian nukleotida dari suatu asam
nukleat. Mutasi dapat berakibat pada kesalahan menyandi protein dan keadaan ini
jika tidak bersifat letal, biasanya menimbulkan penampakan fenotip yang berbeda
dari keadaan normalnya. Karena merupakan perubahan pada materi genetik, maka
mutasi diwariskan pada keturunannya.
Mutasi ada dua macam yaitu mutasi kromosom dan mutasi gen. Mutasi kromosom
terjadi pada proses meiosis, akibat mutasi gamet mempunyai kromosom tidak
lengkap atau kromosomnya berlebih. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahanperubahan dalam sifat-sifatnya. Pada mutasi gen terjadi perubahan gen dari
kromosom.
Radiasi pengion (sinar UV) mampu menembus jaringan/tubuh makhluk hidup
karena berenergi tinggi. Selama penembusan ini, sinar bertenaga tinggi ini
berbenturan dengan atom-atom sehingga terjadi pembebasan elektron dan
terbentuklah ion-ion positif. Ion-ion ini berbenturan dengan ion lain dan terjadi
pembebasan elektron dan terbentuk ion positif lebih lanjut. Melalui cara ini
terbentuklah suatu sumbu ion sepanjang jalur terobosan sinar bertenaga tinggi
tersebut.
Efek utama radiasi UV adalah dimerisasi timin. Dimer dapat menimbulkan mutasi
tidak langsung dengan dua cara; (1) dimer timin mengganggu helix ganda DNA
serta menghambat replikasi DNA secara akurat, (2) kesalahan yang terjadi selama
proses sel untuk memperbaiki DNA yang rusak. DNA yang tidak tereplikasi akan
mengganggu proses apoptosis (proses kematian sel yang terprogram). Apabila
proses apoptosis terganggu, mutasi gen akan terjadi.
Radiasi sinar UV menurut panjang gelombangnya dibagi tiga jenis, yaitu:
1.

Sinar UV-A
UV-A dengan panjang gelombang 100-290 nm. Radiasi UV-A menembus
sampai dermis dan dapat merusak serat-serat yang berada di dalamnya. Efek yang
ditimbulkan adalah pigmentasi kulit, kerusakan kulit dan kerutan.

2.

Sinar UV-B

UV-B memiliki panjang gelombang 290-320 nm. Sinar ini biasanya hanya
merusak lapisan luar kulit (epidermis).
Dalam jumlah kecil, radiasi UV-B bermanfaat untuk sintesis vitamin D dalam
tubuh, tetapi paparan berlebihan dapat menimbulkan kulit kemerahan atau
terbakar dan efek berbahaya sintesis radikal bebas yang memicu eritema dan
katarak. Sinar ini juga menyebabkan kerusakan fotokimia pada DNA sel sehingga
memicu tumbuhnya kanker kulit.
3.

Sinar UV-C
UV-C memiliki panjang gelombang 320-4 nm. UV-C menimbulkan bahaya
terbesar dan menyebabkan kerusakan terbanyak. Namun, mayoritas sinar ini
terserap di lapisan atmosfer (ozon).