Anda di halaman 1dari 12

GETARAN PAKSA

OLEH

Naufal Haryandi Ahmad


JURUSAN TEKNIK SIPIL

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

10/04/15

DAFTAR ISI
PENDAHULUAN
GETARAN HARMONIS PAKSA
GETARAN PAKSA DISEBABKAN OLEH F(t) =
F1e it
GETARAN PAKSA AKIBAT GAYA TAK
SEIMBANG BERPUTAR
GAYA TRANSMISI DAN ISOLASI GETARAN
CONTOH SOAL

10/04/15

PENDAHULUAN

10/04/15

SUATU SISTEM ELASTIS YANG DIKENAI GAYA LUAR DISEBUT


SISTEM PAKSA, DAN GERAKAN YANG DIAKIBATKAN OLEH GAYA
LUAR DISEBUT GETARAN PAKSA
APABILA TERJADI REDAMAN, MAKA DISEBUT GETARAN PAKSA
TEREDAM
BILA SETELAH SELANG BEBERAPA WAKTU ADA BAGIAN
GETARAN YANG LENYAP, BAGIAN INI DISEBUT TRANSIENT.
DAN BAGIAN YANG MASIH BERLANJUT SETELAH GETARAN
TRANSIENT
HILANG
DISEBUT
GETARAN
KEADAAN
KONTINU/STEADY
GETARAN TRANSIENT TERJADI BILA ADA IMPACT, SHOCK DAN
BEBAN BERGERAK. GETARAN INI TIDAK PERIODIK DAN
KEGAGALAN YANG TERJADI PADA KONSTRUKSI BIASANYA
KARENA BEBAN OVERLOAD
GETARAN KONTINU TERUS BERLANJUT SETELAH GETARAN
TRANSIENT HILANG, DAN TERKAIT DENGAN GERAK BERLANJUT
DARI MESIN. BILA TERJADI KERUSAKAN MEKANIS, BIASANYA
TERKAIT DENGAN MAKANISME FATIK
3

GETARAN HARMONIS PAKSA

x
k

F = kx + ma

ma Fp
Fp
(2)

10/04/15

GETARAN HARMONIS PAKSA


masukkan persamaan (2) dan (3) ke persamaan
(1), maka diperoleh :
-w2 C sin wt + k. C sinwt/m = Fmax sin wt/m ;
dari persamaan ini diperoleh harga
C = (Fmax/m) / ((k/m)- w2), atau

x
k

C = (Fmax/k) / ( 1-(w/w)2
k

ma

( Ingat, w =k/m ) Dengan demikian maka


penyelesaian persamaannya :
xp = (Fmax/k) sin wt / (1-(w/w))2 sehingga solusi
totalnya :
x = xc + xp
= A sin (wt + q ) + (Fmax/k) sin wt / (1-(w/w))2

Fp

10/04/15

xc = Simpangan ini bersifat transient, terjadi hanya


sesaat
xp = Simpangan setelah gaya paksa beraksi
terhadap benda yang bergetar
5

Dengan demikian maka besar kecepatan getarannya


pada saat tertentu adalah :
v = dx/dt = d [(Fmax/k) sin wt / (1-(w/w))2] / dt
v = w Fmax cos wt / k(1-(w/w))2
Jadi besar Energi total
Et = Ep + Ek, dimana :
Ep = kx2 = k{(Fmax/k) sin wt / (1-(w/w))2 }2
Ek = mv2 = m {w Fmax cos wt / k(1-(w/w))2}2

10/04/15

RASIO PENGUATAN VS
RASIO FREKWENSI
Pada frekwensi rendah <<n , rasio
penguatan sama dengan nol. Gaya
unbalance sangat kecil sekali dan
tidak ada getaran

mX/(moe)

3
2

Bila =n akan terjadi resonansi, rasio


penguatan menjadi tak terhingga

Pada frekwensi tinggi >>n, amplitudo


gerakan X mendekati (mo/me)

0
-1
-2
-3

10/04/15

/n

Pada nilai <n rasio penguatan positif,


gerakan sephasa dengan gaya,
sedangkan
pada
>n rasio
penguatan negatif dan gerakan
tidak sephasa dengan gaya
Bila mo << m, maka amplitudo getaran
akan kecil sekali. Inilah alasan
kenapa pondasi mesin jauh lebih
berat dari mesinnya. Salah satu
cara mengurangi amplitudo vibrasi
adalah dengan menurunkan rasio
mo/m dengan menaikkan m
7

Rasio amplitudo VS frekwensi


Bila =n terjadi resonansi
Pada frekwensi rendah <<n ,
amplitudo
gerakkan
sama
dengan F1/k

X/(F1/k)

1
0

-1
-2
-3

10/04/15

Pada frekwensi tinggi >>n ,


gerakan akan menjadi sangat
kecil

/n

Variasi nilai dari rasio amplitudo


dengan
frekwensi
disebut
respon dari sistem
Pada nilai <n rasio amplitudo
adalah positif dan gerakan
sistem sephasa dengan gaya,
sedangkan pada >n rasio
amplitudo menjadi negatif dan
gerakan tidak sephasa dengan
gaya
8

GETARAN PAKSA AKIBAT


F(t) =F1e it
Bila gaya exitasi adalah F(t) =F1e it , maka
persamaan gerakan menjadi
x + kx = (F1/m)e it , penyelesaiannya menjadi
x = Acos nt + B sin nt + [F1/m(2n- 2)] e it
Pada keadaan steady, langkah menjadi
x = X e i t
Jadi rasio amplitudo sama dengan persamaan
terdahulu yaitu
X/(F1/k) = 1/(1- 2/ 2n),

10/04/15

GAYA TRANSMISI DAN


ISOLASI GETARAN
Gaya akan ditransmisikan ke lantai
pada saat pegas tertekan atau
tertarik
Bila X adalah amplitudo pegas, maka
gaya yang diteruskan kelantai
adalah kX
Rasio transmisi didefinisikan sebagai
nilai absulut dari fraksi gaya
pengganggu yang diteruskan
kelantai
Rasio transmisi

TR<1

TR>1

Rasio transmisi

1/(1- 2/ 2n)

1
1/( 2/ 2n - 1)

Rasio frekwensi /n
10/04/15

TR =

1/(1- 2/ 2n)

Untuk wilayah /n<2 , maka TR>1


sebaliknya /n>2 maka TR < 1
10

CONTOH SOAL
Sebuah motor listrik dengan Penyelesaian
massa m = 10 kg terletak diatas

dudukan 4 buah pegas dengan k


= 1,6 N/mm. Radius girasi motor
terhadap sumbu putar e = 100
2k(r)-mg/2
mm. Bila putaran motor adalah
1750 rpm, tentukanlah rasio
mg
traansmisi gaya vertikal serta
2k(r)+mg/2
getaran torsionalnya.
VERTIKAL

250 mm

2n = k/m = 4(1,6)103//10.10 = 640/det2


Rasio transmisi
2
TR = 1/(1- / 2n) = 1/[{(2 /60)1750}2/640 -1]
= I- 0,0194I

TORSIONAL

Momen torsi M = IG

[(mg/2)+ 2kr ]r [2k(r )-mg/2]r = IG


IG + 4kr2 = 0, dalam hal ini K = 4kr2
Jadi 2n = (4kr2)/ IG

2n =[4(1,6)(0,125)2103]/10(0,1)2 = 1000/det2
TR tosional = |1/ (1- 2/ 2n)| =
| 1/[{(2 /60)1750}2/1000 -1]| = 0.031
10/04/15

11

10/04/15

12