Anda di halaman 1dari 4

1.

Kenapa kelompok kalian mengangkat masalah cakupan pertolongan


persalinan oleh tenaga kesehatan padahal pencapaian nya sudah 99%?

Pertama diambil berdasarkan data yg didapatkan lalu dibuat prioritas


masalah dengan menggunakan metode hanlon kuantitatif maka
didapatkan prioritas masalah no 1 adalah pertolongan persalinan oleh
tenaga kesehatan
Kedua, karena prioritas masalah kami termasuk dalam tujuan MDGs
yaitu menurunkan kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu

2. Untuk meningkatkan cakupan masalah tersebut diperlukannya sosialisasi


kepada ibu hamil contoh dari sosialisasi nya bagaimana?

4 bentuk sosialisasi yaitu Penyuluhan berkelompok didalam kelas ibu


hamil dimana ibu hamil datang untuk mendapatkan berbagai
penjelasan seputar kehamilan, persalinan, menyusui
Kedua, Kunjungan rumah untuk ibu hamil yang tidak dapat hadir kelas
ibu hamil. Pada beberapa kasus terdapat ibu hamil yang tidak bersedia
datang ke kelas ibu hamil maka dilakukan kunjungan ke rumah untuk
diberi edukasi yang sama seperti pada kelas ibu hamil
Ketiga, posyandu. Di posyandu dilakukan pemeriksaan rutin ibu hamil
misalnya tanda vital serta perkembangan ibu dan janin oleh bidan
desa juga di dalamnya diberikan pengetahuan misalnya mengenai
penyakit yang membahayakan dalam kehamilan agar ibu hamil
bersedia memeriksakan diri secra rutin
Keempat yang tidak kalah penting adalah edukasi pada keluarga.
Misalnya saat kunjungan rumah atau posyandu, keluarga diberikan
pengetahuan seputar kehamilan, tanda-tanda persalinan dan
dukungan untuk pemberian asi eksklusif.

3. Tadi di dapatkan meningkatnya jumlah kasus di pengobatan namun kenapa


kelompok kalian tidak menjadikan masalah?

Karena tingkat keberhasilan pengobatan di puskesmas terutama dilihat


dari kasus lama dan kunjungan kasus, dimana kasus lama dan
kunjungan kasus berkurang menandakan pengobatan nya berhasil.

4. Di pemecahan masalah disebutkan untuk menyediakan nya tempat


pemeriksaan rutin ibu hamil pada saat dilakukannya posyandu, namun
kenapa kost nya di katakan cukup murah?

Tujuan yang utama adalah tersedianya ruangan tempat pemeriksaan


rutin ibu hamil. segala factor dipertimbangkan termasuk sarana dan
fasilitas, karena dalam kenyataan di lapangan hal tersebut sangat
terbatas maka disediakan tempat yang sederhana dengan cost yg
murah misalnya penyediaan tempat tidur yang sudah ada di rumah
warga yang dilakukan posyandu dengan ditambahnya tirai untuk
menunjang pemeriksaan.

5. Salah satu alternative pemecahan masalah adalah koordinasi, komunikasi


yang baik oleh tenaga kesehatan tentang pencatatan dan pelaporan
persalinan. Bagaimana bentuk koordinasi dan komunikasi tersebut ?
Ada 3 bentuk koordinasi dan komunikasi yang penting. Pertama bidan
desa berperan penting untuk mencatat dan memantau setiap ibu
hamil atau pun yang akan bersalin di wilayah desa tersebut bekerja
sama dengan para kader atau pun dukun bayi. Misalnya mencatat dan
memantau taksiran partus ibu hamil agar ibu tersebut dapat
melahirkan oleh bidan desa. Terkadang setelah melahirkan para ibu
minta bantuan dukun bayi untuk pemijatan perut atau membersihkan
bayi. Sehingga jika ada ibu melahirkan tidak di bidan desa, para kader
dapat bertanya pada dukun bayi apakah ada ibu yang datang setelah
melahirkan.
Kedua, koordinasi antar bidan misalnya jika ada ibu melahirkan di
bidan praktek swasta maka bidan praktek swasta harus mencatat dan
melaporkan data ibu yang melahirkan ke bidan desa.
Ketiga, kordinasi dan komunikasi antar puskesmas dan rumah sakit.
Misalnya pada kasus ibu melahirkan di rumah sakit.
6. Apakah yang dimaksud dengan P4K ?

Definisi P4K yaitu Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan


Komplikasi, merupakan suatu kegiatan yang difasilitasi oleh bidan desa
dalam rangka peningkatan peran aktif suami , keluarga dan
masyarakat dalam merancanakan persalinan yang aman dan
persiapan menghadapi komplikasi pada ibu hamil, termasuk
perencanan pemakaian aat kontrasepsi pasca persalinan dengan
menggunakan stiker sebagai media notifikasi.
Tujuan pemasangan stiker P4K adalah agar ibu hamil terdata, tercatat
dan terlaporkan keadaannya oleh bidan dengan melibatkan peran aktif
unsur masyarakat seperti kader, dukun dan tokoh masyarakat. Selain
itu agar masyarakat sekitar tempat ibu hamil mengetahui adanya ibu
hamil dan bila suatu waktu membutuhkan pertolongan, masyarakat
siap membantu. Dengan demikian ibu hamil yang mengalami
komplikasi tidak terlambat untuk mendapatkan penanganan dengan
tepat dan cepat.

7. Dari sekian banyak masalah, factor manakah yang paling berperan besar
menimbulkan masalah ?
Menurut kami berdasarkan fish bone terdapat 3 permasalahan utama
yaitu input, proses, dan lingkungan. Di dalamnya terdapat banyak hal
yang dapat mempengaruhi timbulnya berbagai masalah misalnya
untuk penyampaian pengetahuan atau edukasi pada ibu bersalin, dari
factor internal misalnya bidan desa, setiap bidan desa yang melakukan
pendekatan terhadap ibu hamil memiliki pengetahuan, kemampuan
dan caranya masing masing yang berbeda dalam penyampaiannya.
Begitu pula pada factor lingkungan, disini misalnya ibu hamilnya
sendiri, pengetahuan, daya tangkap dan kepatuhan ibu akan berbeda
setiap orangnya. Maka disini tidak dapat ditentukan yang paling
dominan karena pada kenyataannya di lapangan, semua factor
tersebut saling mempengaruhi dan tidak dapat ditebak atau dipastikan
besar kecilnya.
8. Apa yang dimaksud metode kohort ?
Metode kohort adalah metode yang digunakan untuk membandingakan
antara factor resiko dengan penyakit yang ada. Dimana hal yang harus
perhatikan pertama kali adalah factor resikonya , kemudian diikuti dengan
melihat efek atau penyakitnya yang diteliti pada kelompok dengan factor
resiko dan pada kelompok tanpa factor resiko.

9. Apakah fungsi dukun saat persalinan?


Sebenernya dukun tidak boleh melakukan persalinan, dukun hanya
membantu bidan setelah dilakukannya persalinan, baik dalam hal
membersihkan bayi dan dalam hal asuhan setelah persalinan lainnya.
Meskipun dukun hanya berfungsi seperti yang telah dijelaskan sebelumnya
tetapi dukun tetap perlu diadakan pembinaan , hal tersebut dikarenakan
karena kepercayaan masyarakat kepada dukun masih tinggi sehingga untuk
mengatasi hal tersebut harus tetap dilakukan pembinaan terhadap dukup
tersebut agar dukun tersebut mengetahu hal apa yang boleh dan tidak boleh
dilakukan.
10.Apakah perbedaan edukasi pada ibu yang berencana hamil , ibu hamil , ibu
bersalin, pasca bersalin dan keluarga ?
Pada ibu yang berencana hamil diberikan edukasi mengenai pola hidup
yang sehat untuk persiapan kehamilan misalnya asupan makanan
untuk tidak mengkonsumsi daging mentah karena bahayanya untuk
kehamilan trimester awal

Pada ibu hamil diberikan edukasi mengenai penyakit penyakit yang


membahayakan selama kehamilan, dan tanda tanda bahaya saat
kehamilam misalnya jika terjadi perdarahan saat kehamilan segera
periksakan diri
Pada ibu yang akan bersalin diberikan edukasi tanda tanda persalinan
dan cara cara bersalin yang baik misalnya cara mengejan dll
Pada ibu pasca kehamilan diberikan edukasi mengenai cara menyusui,
pemberian asi eksklusif dan informasi yang lengkap mengenai
pemilihan KB / alat kontrasepsi
Pada keluarga diberi edukasi mengenai tanda tanda bahaya kehamilan,
tanda persalinan termasuk KB dan asi eksklusif agar keluarga
mendukung ibu