Anda di halaman 1dari 3

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESUBURAN TANAH

Menurut Nasih (2007) yang dimaksud dengan kesuburan tanah adalah


kemampuan suatu tanah untuk menghasilkan produk tanaman yang diinginkan, pada
lingkungan tempat tanah itu berada. Produk tanaman tersebut dapat berupa: buah, biji,
daun, bunga, umbi, getah, eksudat, akar, trubus, batang, biomassa, naungan atau
penampilan.
Nurhajati dkk (1968) menyebutkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi
kesuburan tanah yaitu, ketersediaan unsur hara yang cukup dan berimbang, kondisi
tata air tanah yang optimal, kondisi udara tanah yang optimal dan kondisi mikrobia
tanah yang baik. Tingkatan kesuburan tanah tanah juga berkaitan dengan 3 sifat fisik
tanah yaitu sifat kimia tanah, fisika tanah dan biologi tanah. Ketiganya berperan
penting dalam hal penyediaan unsur hara bagi tanaman.
Berbeda dengan pendapat sebelumnya, menurut Nasih (2007) tanah memiliki
kesuburan yang berbeda-beda tergantung faktor pembentuk tanah yang merajai di
lokasi tersebut, yaitu: bahan induk, iklim, relief, organisme, atau waktu. Tanah
merupakan fokus utama dalam pembahasan kesuburan tanah, sedangkan tanaman
merupakan indikator utama mutu kesuburan tanah.
Ahmad (2010) mengatakan bahwa untuk menyebutkan apakah status tanah itu
subur atau tidak subur, maka haruslah dikaitkan dengan keadaan sifat fisik dan kimia
tanahnya (kesuburan secara fisik dan kimia), karena bisa saja tanah itu subur secara
fisik tetapi secara kimia tidak dan sebaliknya. Jadi tanah yang benar-benar subur itu
adalah apabila didukung oleh faktor-faktor pertumbuhan, salah satu diantaranya sifat
fisik dan kimia tanahnya juga dalam kondisi yang baik, karena sifat fisik dan kimia
tanah itu saling mempengaruhi satu sama lain.
Sri (2012) menyebutkan bahwa cacing tanah berpotensi dan berperan terhadap
kesuburan tanah yaitu berperan dalam mengubah bahan organik menjadi humus hal
ini dilakukan melalui aktivitas cacing tanah dengan membawa bahan organik
kebagian bawah tanah.

Arina (2011) menyatakan bahwa debu vulkanik mengandung kation-kation


basa yang dapat meningkatkan pH, KTK tanah serta Kejenuhan Basa (KB) yang
mengakibatkan kesuburan tanah dan tanaman meningkat.

Menurut Nasih (2007) terdapat komponen penyusun mutu kesuburan suatu


tanah antara lain:
1. Jeluk mempan perakaran: solum, erosi, konservasi, daerah jelajah akar.
2. Struktur tanah: imbangan air-udara, kemudahan ditembus akar.
3. Reaksi tanah: kelarutan unsur, dominansi mikrobia.
4. Hara cukup dan seimbang: macam, jumlah dan nisbah.
5. Penyimpanan hara dan lengas: KPK, buffering capacity, retensi lengas.
6. Humus: C-organik tanah, khelasi, energi untuk mikrobia.
7. Mikrobia bermanfaat: sinergisme, daur hara dan materi.
8. Bebas bahan meracun: toksin, limbah.
Jadi dari beberapa penjelasan diatas data disimpulkan bahwa terdapat faktor
yang mempengaruhi tingkat kesuburan tanah yaitu dari pembentuk tanah itu sendiri
yang berhubungan dengan sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang masing masing
saling berkaitan. Peran vegetasi dalam hal kesuburan tanah adalah sebagai indikator
utama mutu kesuburan tanah, sehingga dimana pertumbuhan tanaman atau vegetasi
diatas sebidang lahan itu baik maka tanah tersebut dapat dikatakan subur.

DAFTAR PUSTAKA
Lubis, Arina Hairunnisa. 2011. Dampak Debu Vulkanik Letusan Gunung Sinabung
Terhadap Ketersediaan dan Serapan Hara P Oleh Tanaman Jagung Serta
Terhadap Respirasi Mikroorganisme Pada Tanah Dystrandepts. Skripsi
Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan.
Dwiastuti, Sri. 2012. Kajian Tentang Kontribusi Cacing Tanah Dan Perannya
Terhadap Lingkungan Kaitannya Dengan Kualitas Tanah. Prodi P.Biologi
Jurusan PMIPA FKIP Universitas Sebelas Maret. Seminar Nasional IX
Pendidikan Biologi FKIP UNS.
Hakim, Nurhajati., M.Y. Nyakpa, A.M. Lubis, S.G. Nugroho, M.R. Saul, M.A.Diha,
G.B.Hong dan H.H.Bailey. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas
Lampung. Lampung. 488.
Yamani, Ahmad. 2010. Kajian Tingkat Kesuburan Tanah Pada Hutan Lindung
Gunung Sebatung di Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan
Tropis Volume 11 No. 29 Hal: 32-37.